PENGANGGURAN HARAKI

Posted: 16 April 2013 in Harakiyah

pengangguran haraki

Syeikh Muhammad Ghazali Rahimahullah berkata, “Dalam suasana pengangguran terlahir ribuan keburukan dan menetas berbagai bakteri kebinasaan, jika kerja merupakan message kehidupan, maka para penganggur adalah orang-orang yang mati, dan jika dunia ini merupakan efek dari tanaman kehidupan yang lebih besar, maka para penganggur adalah sekumpulan manusia yang paling pantas dikumpulkan dalam keadaan bangkrut, tidak ada panen bagi mereka selain kehancuran dan kerugian.”

Ada beragam penyakit tarbawi yang sangat berbahaya, jika ia tersebar dalam barisan dakwah, dan mendapatkan tempat dalam jiwa personelnya, maka pasti yang terjadi adalah keterpurukan, keguguran, menarik diri dan meninggalkan kancah dakwah secara diam-diam, kemudian kebangkrutan dalam arti yang luas dan menyeluruh Di antara penyakit tersebut dan utamanya adalah al-bithalah ad-da’awiyah (pengangguran da’awi) atau al-kasal al-haraki (kemalasan haraki) atau futur, al-faragh (tidak ada pekerjaan), al-qu’ud ‘anil ‘amal (berpangku tangan), at-taqa’us ‘an ada’ al-wajib (tidak menunaikan kewajiban), at-tanashshul minal qiyam bil maham ad-da’awiyah (tidak menjalankan tugas-tugas da’wah) yang sangat beragam, istimra’ halat ar-rahah (terbiasa menikmati suasana santai), at-taharrur min tahammul at-tabi’ah wal mas-uliyyah (berlepas diri dari upaya memikul beban dan tanggung jawab).

Semua tadi merupakan gejala satu penyakit yang jika menimpa para aktivis di medan dakwah dan harakah, niscaya menimpa pada posisi yang mematikan, kecuali jika segera mendapatkan kebangkitan hati, atau mengambil ibrah dari suatu mau’izhah, atau mengambil manfaat dari suatu nasihat, dan tentunya, sebelum, saat dan setelah itu ia mendapatkan rahmat, kebersamaan dan taufiq Allah SWT.

Berdasarkan pengalaman dan mu’ayasyah (interaksi) tampak bahwa ada sejumlah faktor yang memberi andil bagi terjadinya penyakit ini, utamanya adalah:

1. Menurunnya tingkat keikhlasan dan masuknya niat yang tidak baik.

2. Ada masalah pada unsur-unsur pemahaman.

3. Tidak mengetahui jati diri dakwah dan harakah.

4. Merespon berbagai godaan dunia dan mengejar kemilauannya yang palsu.

5. Melupakan ghayah, atau inhiraf dan lalai darinya.

6. Putus asa, frustasi dan memprediksi keburukan.

7. Mengambang dan target yang tidak jelas.

8. Tidak interaktif dengan proses tarbawi.

9. Menghilangnya akhlaq yang menjadi tuntutan marhalah, seperti: tsabat, sabar, tsiqah, tajarrud, tadh-hiyah dan lainnya.

10. Melemahnya rasa tanggung jawab Merasa panjang perjalanan dakwah yang mesti ditempuh.

11. Menghilangnya semangat dan padamnya bara keinginan untuk beramal.

12. Rancunya jenjang prioritas, kalaupun masih ada, dakwah ditempatkan pada posisi prioritas paling akhir.

13. Berkaratnya sisi ruhani, tarbawi dan imani serta rusaknya komitmen.

14. Buntunya selera beramal serta tidak merasakan kelezatan mengerahkan jerih payah fi sabilillah.

15. Hilangnya citarasa berlelah dan bersungguh-sungguh beramal di berbagai medan dakwah.

16. Kehilangan rasa ber-intima’ kepada dakwah dan harakah dan semakin kurusnya unsur-unsur wala’ kepadanya.

17. Tertutupnya bentuk izzah kepada manhaj dakwah dan dinginnya ghirah terhadapnya.

18. Melemahnya immunitas fikriyah, imaniyah dan tarbawiyah.

 

Semua faktor, sebab ini mendorong seseorang untuk qu’ud (berpangku tangan), menarik diri, menjauh dari lapangan amal dan membikin-bikin alas an untuknya. Karenanya, seseorang yang seperti ini akan menjadi beban berat dakwah dan harakah. Akibat berikutnya, dakwah semakin merintih karena memikul bebannya dan menyeretnya, padahal seharusnya, orang itulah yang semestinya memikul dakwah serta membawanya kepada cakrawala masa depan yang luas Jika penyakit pengangguran da’awi dan haraki menyebar, akan muncullah ribuan perilaku-perilaku rendah, baik dalam skala perseorangan maupun jama’i, sebab, “barisan yang didalamnya tersebar pengangguran, maka akan banyaknya kerusuhan” dan “rumah yang kosong, akan banyak kebisingan.”

Maka hendaklah para pembawa panji dakwah dan harakah tidak berhenti di tengah jalan. Jangan pula semangatnya mendingin dan efektivitasnya padam setiap kali berhembus angin keputusasaan. Jangan pula harakahnya lumpuh, jalannya terhenti dan arahnya berubah saat bertiup badai fitnah, sebab mereka mengetahui bahwa, “Sifat mulia terkait dengan hal-hal yang tidak disukai, dan kebahagiaan tidak dapat dicapai kecuali melalui jembatan kesulitan, karenanya, tidak mengantarkan untuk mencapainya kecuali menggunakan kapal keseriusan dan kesungguhan.”

Tidak ada kegiatan bagi pasukan infantry adalah ghaflah. Di antara penghancur tekad adalah mimpi yang terlalu jauh dan senang bersantai-santai. Angan-angan hendaklah diiringi amal, jika tidak, ia hanyalah sekedar mimpi yang terpulang kepada pemiliknya. Suatu hari Alhasan al-bashri melihat seorang pemuda yang bermain-main dengan batu kecil sambil berdoa, “Ya Allah, nikahkan aku dengan bidadari”, maka Al-Hasan berkata, “Anda adalah pelamar yang paling buruk, melamar bidadari dengan modal main-main batu kecil!” Begitu juga dengan kita, tidak mungkin kita melamar cinta kasih tamkin, taghyir dan ishlah sementara kita bermain-main dengan sesuatu yang lebih rendah dari batu kecil, sementara itu kita adalah para penganggur, bermalas-malasan, dan cukup menjadi penonton, sebab, seorang pelamar mestilah membawa mahar, dan “siapa yang meminang wanita cantik, maka ia tidak mempedulikan mahalnya mahar.”

Dan sebagaimana dinyatakan oleh imam Al-Banna rahimahullah: “Saya dapat membayangkan seorang mujahid adalah seseorang yang menyiapkan segala yang diperlukannya, membawa yang diperlukannya, niat jihad telah memenuhi seluruh jiwa dan hatinya, selalu dipikirkan, memberi perhatian besar, selalu dalam posisi siap, jika diundang memenuhi, jika dipanggil menyambut, paginya, petangnya, pembicaraannya, omongannya, kesungguhannya dan main-mainnya tidak melampaui medan yang ia telah persiapkan dirinya untuknya, dan ia tidak mengambil selain fungsi yang sesuai dengan kehidupan dan kehendaknya. Spirit berjihad fi sabilillah dapat dibaca dari garis-garis wajahnya, tampak dalam kilatan sinar matanya, dan terdengar dari celetukan lisannya sesuatu yang menggambarkan betapa besar gelora yang ada dalam hatinya, gelora yang selalu ada, menjadi duka hatinya yang terpendam. Juga terbaca dari jiwanya yang bertekad membaja, semangat tinggi dan cita-cita yang jauh. Itulah sosok mujahid, secara personal maupun bangsa. Engkau dapat melihatnya secara jelas pada suatu bangsa yang menyiapkan dirinya untuk berjihad tampak pada forum-forumnya dan klub-klubnya, tampak di pasar dan di jalan, terasa di sekolah, di rumah, terlihat pada generasi muda dan tua, lelaki dan wanita, sehingga anda membayangkan bahwa semua tempat merupakan medan, dan setiap gerakan adalah jihad. Saya dapat membayangkan hal ini karena jihad merupakan buah dari pemahaman yang melahirkan perasaan, menghilangkan ghaflah, perasaan membangkitkan perhatian dan kebangkitan, dan perhatian berdampak kepada jihad dan amal. Dan masing-masing mempunyai dampak dan penampilan Adapun mujahid yang tidur sekenyangnya, makan sepuasnya, tertawa sekerasnya dan menghabiskan waktu untuk bermain-main, maka bagaimana mungkin termasuk yang beruntung atau terhitung dalam barisan mujahidin?!”

Umat yang berpandangan bahwa perannya dalam berjihad hanyalah kosa kata yang diucapkan, atau makalah yang ditulis, lalu jika hati mereka diperiksa ternyata kosong, saat diuji perhatiannya melompong, tenggelam dalam ghaflah dan tidur yang molor, maka tempat, forum dan klub mereka tidak ditemui selain hal-hal tidak berguna, ketidakseriusan, main-main, hiburan dan menghabiskan waktu tanpa guna. Seluruh perhatian perseorangannya hanyalah kesenangan yang fana, kelezatan semu, bersantai-santai dan bersenang-senang, maka umat yang seperti ini lebih dekat kepada main-main daripada serius dan bahkan tidak mengenal keseriusan sama sekali. Jadi, pengangguran adalah jalan kebangkrutan, sementara kepeloporan, kepemimpinan dan ketokohan tidak dapat diraih kecuali dengan keseriusan dan kesungguhan dan tidak dapat dicapai kecuali dengan segudang pengorbanan.

Hal ini terbukti secara praktis sepanjang sejarah dan seorang aktivis dakwah dan harakah semestinya merupakan bagian dari mata rantai emas para nabi, rasul, sahabat, tabiin, ulama dan dai aktivis, karenanya, ia tidak akan mendapatkan kehormatan sebagai anggota dan diberi kartu keanggotaan kecuali jika ia telah membayar.

Dan Ibnu Qayyim lebih berterus terang daripada saya, sebab ia memandang seseorang yang mengklaim menjadi bagian dari mata rantai mulia ini tanpa memberi bukti sebagai bentuk kebancian tekad. Beliau berkata: “Wahai seseorang yang bertekad banci, di manakah kamu berada? Sementara jalan yang akan kamu tempuh adalah jalan di mana nabi Adam telah capek, nabi Nuh telah kehabisan suara, nabi Ibrahim telah dilemparkan ke dalam api, nabi Ismail telah digeletakkan untuk disembelih, nabi Yusuf telah dijual murah dan mendekam beberapa tahun dalam penjara, nabi Zakariya telah digergaji, nabi Yahya telah disembelih, nabi Ayyub telah menderita, nabi Daud telah melebihi kadar dalam menangis, nabi Isa telah berjalan sendirian dan nabi kita Muhammad SAW telah bergelut dengan berbagai kemiskinan dan berbagai rasa sakit, sedangkan engkau berbangga dengan hal-hal itu“. Smg bermanfaat

IMAN KEPADA ALLAH

Posted: 26 Februari 2013 in Syahsyiyah Islamiyah

 

—–>>MA’RIFATULLAH (Mengenal Allah)

 

CARA MENGENAL ALLAH

 

  1.  Lewat Akal [QS. 13 : 3 ; 16 : 11 ; 27 : 52]

Akal adalah anugerah yang diberikan Allah kepada manusia. Akal adalah yang membedakan manusia dengan makhluk lain, sehingga dengan akal manusia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Dengan akal pula manusia bisa mempelajari segala apa yang dihadapannya.

a.   Ayat Kauniyah [QS. 2 : 164 ; 51 : 20,21 ; 3 : 190,191]

Ayat Kauniyah adalah ayat-ayat Allah yang ada di alam raya yang berupa fenomena-fenomena alam.

*FENOMENA TERJADINYA ALAM [QS. 52 : 35]

 Terjadinya siang dan malam adalah salah tanda keberadaan Allah, pengaturan siang dan malam yang sangat teratur. Panasnya matahari adalah beribu-ribu derajat panasnya. Seandainya Allah tidak menciptakan malam, maka bumi akan terbakar oleh panasnya matahari. Dan seandainya Alloh tidak menciptakan siang maka semua makhluknya di bumi akan membeku.

Meletusnya gunung berapi. Kejadian ini tidak hanya sekedar bencana, namun Alloh ingin memberikan berkah dari letusan gunung berapi ini. Gunung meletus yang mengeluarkan abu vulknaik bisa menyuburkan daerah yang terkena letusan. Lahar yang keluar menjadi batu-batu bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan manusia. Dan banyak bekas-bekas kawah gunung berapi menjadi tempat wisata yang sangat indah.

*FENOMENA KEHENDAK YANG TINGGI [67:3]

Kita melihat langit yang diciptakan 7 lapis. Ini identik dengan yang disebutkan ilmu pengetahuan bahwa udara itu terdiri dari tujuh macam lapisan ke atas.

Kita juga melihat kenapa lautan itu dikehendaki berair. Kita melihat kenapa dikehendaki gunung itu menjulang. Kita melihat setiap makhluk dikehendaki dengan tabiat (kebiasaannya sendiri-sendiri).

*FENOMENA KEHIDUPAN

Bila anda melihat dan memperhatikan makhluk yang hidup di muka bumi, anda akan menemukan berbagai jenis dan bentuknya, serta berbagai macam cara hidup dan berkembang biak. [QS. 24:25 ; 6:38]

Semua itu menunjukkan bahwa disana ada dzat yang menciptakan, membentuk, menentukan rezeqinya dan meniupkan ruh kehidupan pada dirinya. [QS. 29:20 ; 21:30]

Bagaimana pintarnya manusia, tentu dia tidak akan dapat membuat makhluk yang hidup dari sesuatu yang belum ada. Allah SWT. Menentang manusia untuk membuat seekor lalat, jika mereka mampu. [QS. 22:73,74 ; 46:4]

 *FENOMENA PETUNJUK DAN ILHAM

Ketika kita mempelajari alam semesta ini, kita akan melihat suatu petunjuk yang sempurna, dari yang sekecil-kecilnya sampai yang sebesar-besarnya, bagaimana kita memberikan argumentasi petunjuk ini ? Bagaimana ia bisa berwujud ? Bagaimana  ia bisa langgeng ?

Sesungguhnya di situ ada jawaban yang diberikan akal, yaitu adanya dzat yang memberi hidayah (petunjuk) [QS. 20:50]

Seorang bayi ketika dilahirkan ia menangis dan mencari putting susu ibunya. Siapa yang mengajari bayi tersebut ?

Seekor ayam betina ketika mengerami telurnya ia membolak-balikkan telurnya, agar zat makanan yang terdapat pada telur tersebut rata, dengan demikian telur tersebut dapat menetas.

Secara ilmiah akhirnya diketahui, bahwa anak-anak ayam yang sedang diproses dalam telur itu mengalami pengendapann bahan makanan pada tubuhnya di bagian bawah. Jika telur tersebut tidak digerak-gerakkan niscaya zat makanan yang ada dalam telur tersebut tidak merata, dengan demikian ia tidak menetas.

Siapa yang mengajarkan ayam berbuat demikian ?

Jika manusia mempunyai akal yang sehat pasti ia akan menjawab Allah yang telah memberikan hidayah pada seekor ayam.

*FENOMENA PENGABULAN DO’A

Kita sering mendengar seorang yang ditimpa suatu musibah yang membuat hatinya hancur luluh, putus harapan, lalu ia berdo’a menghadap Allah SWT. Tiba-tiba musibah itu hilang. Kebahagiaanpun kembali dan datanglah kemudahan setelah kesusahan. Siapa yang mengabulkan do’a ?

Sudah menjadi suatu yang logis, bila seseorang menghadapi bahaya pasti menghadap Allah dan berdo’a [QS. 17:67 ; 10:22,23 : 6:63,64] Siapa yang mengabulkan do’a itu ?

Fenomena-fenomena yang menunjukkan atas adanya Allah sangat banyak sekali, barang siapa yang menginginkan tambahan keimanan, hendaklah membaca alam yang maha luas ini, dan memperhatikan penciptaan langit dan bumi dan manusia, pastilah ia akan menemukan dalil dan bukti yang jelas akan adanya Allah SWT. [QS. 4:53]

b.       Ayat Qur’aniyah

Ayat-ayat Allah merupakan ajaran yang menunjukkan konsep hidup, peraturan yang lengkap adalah mu’jizat yang riil yang menunjukkan akan adanya Allah SWT. Mu’jizat itu diantaranya :

*Keindahan Penyampaiannya, Keindahan Bahasanya, dan Kerapian susunan ayatnya. Dimana satu pun orang di dunia ini tidak mampu menyaingi dan menandinginya. Atau membuat satu ayat pun tak akan ada yang mampu menandinginya. [QS. 2:23 ; 10:38,11,13 dan 17:88]

*Pemberitahuan Al-Qur’an tentang ikhwal umat yang lampau.

-Kaum Aad                        -Tentang Maryam

-Kaum Tsamud               -Tentang Nabi Isa

-Kaum Nabi Luth            -Tentang Nabi Nuh

-Tentang Nabi Musa dan fir’aun dsb

[QS. 9:70 ; 14:9 ; 50:12,13,14]

Semua itu datang lewat lisan yang ummi tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis,tidak pernah belajar pada guru, serta tidak pernah hidup di tengah masyarakat berilmu atau lingkungan ahli kitab [QS. 29:48]. Semua ini menunjukkan Al qur’an itu datang dari Allah.

*Pemberitahuan Al Qur’an tentang kejadian-kejadian yang akan datang yang terjadi persis seperti dikatakan Al Qur’an; kejadian tersebut adalah :

-pemberitahuan Al Qur’an tentang kekalahan bangsa Persia atas bangsa Romawi [QS. 30:1,2,3]

-Janji Allah kepada kaum muslimin untuk menjadikan mereka pemimpin (khalifah) di muka bumi sebagaimana manusia sebelumnya (QS. 24:55) dan janji Allah ini betul terjadi. Pada masa nabi Muhammad SAW. Kaum muslimin telah menguasai jazirah arab. Pada masa sahabat mereka telah menguasai dan sampai di Persia. Kemudian menguasai Romawi di Syam, Mesir dan sekitarnya.

-Janji Allah kepada kaum mukminin dengan kemenangan pada perang badar [QS. 8:7]

-Janji Allah kepada rasulnya saw bahwa ia akan memasuki masjidil haram (48:27)

-Pemberitahuan Al Qur’an bahwa Abu Lahab akan mati dalam keadaan musyrik (QS. 111)

*Penemuan ilmiah yang tidak mungkin akan ditemukan oleh seorang yang ummi, yang tidak belajar, tidak bisa membaca dan menulis.

-Pemberitahuan Al qur’an bahwa mulanya bumi dan langit adalah satu, kemudian bumi terpisah oleh langit. [QS.21:30]

-Pemberitahuan asal kejadian manusia (QS. 22:5]

-Pemberitahuan Al Qur’an bahwa sumber rasa adalah urat syaraf dibawah kulit [QS.4:56]

-Pemberitahuan tentang hampa udara bila manusia semakin tinggi naik ke langit. [QS. 6:125]

-Pemberitahuan Al Qur’an bahwa bumi itu bundar (QS. 39:5]

Ini sebagian penemuan-penemuan ilmiah yang tertera dalam Al Qur’an, yang dibuktikan kebenarannya oleh saint dan tehnologi modern. Ini sebagai bukti bahwa kebenaran Al Qur’an dan bukti bahwa Al Qur’an dari Allah semata.

*Syariat dan peraturan yang terkandung di dalam Al Qur’an.

Ini bisa dilihat dari beberapa segi :

-kelengkapan peraturan tersebut (syumul). Tidak ada satu amal perbuatanpun dari yang sekecil-kecilnya sampai yang sebesar-besarnya kecuali Islam telah menerangkan hokum dan caranya [QS. 6:38 ; 16:89]

-kesesuaian di segala zaman dan tempat. Sebab Al Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh manusia sampai hari kiamat [QS. 21:107 ; 34:28 ; 7:158]

-kekal sampai hari kiamat.

Syari’at Islam adalah syari’at yang kekal sampai hari kiamat [QS. 15:9]

Semua yang tersebut di atas berupa ayat Allah, baik yang terdapat dalam Al Qur’an [QS.4:82] atau yang terdapat dalam alam semesta [QS.41:53] ini menunjukkan keberadaan Allah Yang Maha Pencipta, Maha Mengetahui dan menunjukkan kebenaran Islam.

2.   Melalui Asmaul Husna

Cara kedua untuk mengenal Allah adalah dengan memahami Asma Allah yang baik (Asmaul Husna).

Pengertian Asmaul Husna

Asmaul husna adalah nama-nama Allah yang mulia. Nama ini ada 99 nama. Asmaul Husna adalah salah satu jalan untuk mengenal Alloh.

Nama-nama tersebut adalah :

No. Nama Arab Indonesia
Allah الله Allah
1 Ar Rahman الرحمن Yang Maha Pengasih
2 Ar Rahiim الرحيم Yang Maha Penyayang
3 Al Malik الملك Yang Maha Merajai/Memerintah
4 Al Quddus القدوس Yang Maha Suci
5 As Salaam السلام Yang Maha Memberi Kesejahteraan
6 Al Mu`min المؤمن Yang Maha Memberi Keamanan
7 Al Muhaimin المهيمن Yang Maha Pemelihara
8 Al `Aziiz العزيز Yang Maha Perkasa
9 Al Jabbar الجبار Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
10 Al Mutakabbir المتكبر Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
11 Al Khaliq الخالق Yang Maha Pencipta
12 Al Baari` البارئ Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
13 Al Mushawwir المصور Yang Maha Membentuk Rupa (makhluknya)
14 Al Ghaffaar الغفار Yang Maha Pengampun
15 Al Qahhaar القهار Yang Maha Memaksa
16 Al Wahhaab الوهاب Yang Maha Pemberi Karunia
17 Ar Razzaaq الرزاق Yang Maha Pemberi Rezeki
18 Al Fattaah الفتاح Yang Maha Pembuka Rahmat
19 Al `Aliim العليم Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20 Al Qaabidh القابض Yang Maha Menyempitkan (makhluknya)
21 Al Baasith الباسط Yang Maha Melapangkan (makhluknya)
22 Al Khaafidh الخافض Yang Maha Merendahkan (makhluknya)
23 Ar Raafi` الرافع Yang Maha Meninggikan (makhluknya)
24 Al Mu`izz المعز Yang Maha Memuliakan (makhluknya)
25 Al Mudzil المذل Yang Maha Menghinakan (makhluknya)
26 Al Samii` السميع Yang Maha Mendengar
27 Al Bashiir البصير Yang Maha Melihat
28 Al Hakam الحكم Yang Maha Menetapkan
29 Al `Adl العدل Yang Maha Adil
30 Al Lathiif اللطيف Yang Maha Lembut
31 Al Khabiir الخبير Yang Maha Mengenal
32 Al Haliim الحليم Yang Maha Penyantun
33 Al `Azhiim العظيم Yang Maha Agung
34 Al Ghafuur الغفور Yang Maha Pengampun
35 As Syakuur الشكور Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
36 Al `Aliy العلى Yang Maha Tinggi
37 Al Kabiir الكبير Yang Maha Besar
38 Al Hafizh الحفيظ Yang Maha Memelihara
39 Al Muqiit المقيت Yang Maha Pemberi Kecukupan
40 Al Hasiib الحسيب Yang Maha Membuat Perhitungan
41 Al Jaliil الجليل Yang Maha Mulia
42 Al Kariim الكريم Yang Maha Mulia
43 Ar Raqiib الرقيب Yang Maha Mengawasi
44 Al Mujiib المجيب Yang Maha Mengabulkan
45 Al Waasi` الواسع Yang Maha Luas
46 Al Hakiim الحكيم Yang Maha Maka Bijaksana
47 Al Waduud الودود Yang Maha Mengasihi
48 Al Majiid المجيد Yang Maha Mulia
49 Al Baa`its الباعث Yang Maha Membangkitkan
50 As Syahiid الشهيد Yang Maha Menyaksikan
51 Al Haqq الحق Yang Maha Benar
52 Al Wakiil الوكيل Yang Maha Memelihara
53 Al Qawiyyu القوى Yang Maha Kuat
54 Al Matiin المتين Yang Maha Kokoh
55 Al Waliyy الولى Yang Maha Melindungi
56 Al Hamiid الحميد Yang Maha Terpuji
57 Al Muhshii المحصى Yang Maha Mengkalkulasi
58 Al Mubdi` المبدئ Yang Maha Memulai
59 Al Mu`iid المعيد Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
60 Al Muhyii المحيى Yang Maha Menghidupkan
61 Al Mumiitu المميت Yang Maha Mematikan
62 Al Hayyu الحي Yang Maha Hidup
63 Al Qayyuum القيوم Yang Maha Mandiri
64 Al Waajid الواجد Yang Maha Penemu
65 Al Maajid الماجد Yang Maha Mulia
66 Al Wahiid الواحد Yang Maha Tunggal
67 Al Ahad الاحد Yang Maha Esa
68 As Shamad الصمد Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
69 Al Qaadir القادر Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70 Al Muqtadir المقتدر Yang Maha Berkuasa
71 Al Muqaddim المقدم Yang Maha Mendahulukan
72 Al Mu`akkhir المؤخر Yang Maha Mengakhirkan
73 Al Awwal الأول Yang Maha Awal
74 Al Aakhir الأخر Yang Maha Akhir
75 Az Zhaahir الظاهر Yang Maha Nyata
76 Al Baathin الباطن Yang Maha Ghaib
77 Al Waali الوالي Yang Maha Memerintah
78 Al Muta`aalii المتعالي Yang Maha Tinggi
79 Al Barri البر Yang Maha Penderma
80 At Tawwaab التواب Yang Maha Penerima Tobat
81 Al Muntaqim المنتقم Yang Maha Pemberi Balasan
82 Al Afuww العفو Yang Maha Pemaaf
83 Ar Ra`uuf الرؤوف Yang Maha Pengasuh
84 Malikul Mulk مالك الملك Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
85 Dzul Jalaali Wal Ikraam الجلال ذو الإكرام و Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86 Al Muqsith المقسط Yang Maha Pemberi Keadilan
87 Al Jamii` الجامع Yang Maha Mengumpulkan
88 Al Ghaniyy الغنى Yang Maha Kaya
89 Al Mughnii المغنى Yang Maha Pemberi Kekayaan
90 Al Maani المانع Yang Maha Mencegah
91 Ad Dhaar الضار Yang Maha Penimpa Kemudharatan
92 An Nafii` النافع Yang Maha Memberi Manfaat
93 An Nuur النور Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94 Al Haadii الهادئ Yang Maha Pemberi Petunjuk
95 Al Baadii البديع Yang Indah Tidak Mempunyai Banding
96 Al Baaqii الباقي Yang Maha Kekal
97 Al Waarits الوارث Yang Maha Pewaris
98 Ar Rasyiid الرشيد Yang Maha Pandai
99 As Shabuur الصبور Yang Maha Sabar

*Allah sebagai ROBB (RUBUBIYATULLAH).

Diantara ciri-ciri khusus dari kerububiyahan Allah adalah :

a. Dia sebagai Pencipta segala sesuatu [QS. 40:62 ; 6:102]

b. Yang memberi rizeqi [QS. 35:3 ; 11:6]

c. Yang Memiliki [QS. 2:284]

d. Yang memberi manfaat dan bahaya [QS. 6:17 ; 35:55]

e. Yang menghidupkan dan mematikan [QS. 30:40]

f. Yang mengatur alam semesta

*Allah sebagai penguasa raya (MULKIYATULLAH)[QS. 114:2 ]

Antara ciri khas yang dimiliki oleh penguasa adalah :

  1. a.  Dia sebagai Pelindung [QS. 5:55 ; 2:257]
  2. b.  Dia sebagai penentu hukum [QS. 6:57 ; 12:40; 6:114]
  3. c.    Yang hendak memerintah dan melarang [QS. 7:54]
  4. d.  Yang menentukan Undang-Undang/Peraturan [QS. 42:21]
  5. e.   Yang di taati [QS. 3:132 ; 3:32]

*Allah sebagai ILAH (ULUHIYAH) [QS. 114:3]

Diantara sifat-sifat khusus ILAH :

a.       Dia sebagai zat yang wajib disembah [QS.20:14]

Dengan mengenal sifat-sifat Allah SWT dan nama-namaNya yang Mulia, kita akan tahu mengenal Allah.

DALIL-DALIL YANG MENUNJUKKAN ADANYA ALLAH

1.  Fitrah

Sesungguhnya setiap makhluk telah diciptakan dalam keadaan beriman kepada Allah SWT. Dan fitrah, tidak akan menyimpang dari fitrahnya kecuali ada pengaruh luar yang mempengaruhinya.

“Tidak lahir seorang anak kecuali atas Fitrah. Maka bapak ibunyalah yang menjadikan       ia menjadi Nasrani, Yahudi dan Majusi (Al Hadits)

2.  Dalil Akal

Sesungguhnya akal yang sehat akan mengatakan bahwa seluruh makhluk yang ada di alam ini pasti ada yang menciptakannya sebab mustahil terjadi dengan sendirinya atas secara kebetulan [QS. 52:35]

3.  Dalil Syar’i

Setiap kitab-kitab samawi yang diturunkan Allah mengajarkan akan adanya pencipta yang wajib disembah.

4.  Panca Indra

Diantara dalil yang menunjukkan adanya Allah adalah Panca Indera. Ini bisa kita lihat pada 2 segi :

  1. Pengabulan Do’a [QS. 6:63,64 ; 17:67 ;10:22,23]
  2. Mu’jizat [QS. 3:49]

–     Mu’jizat Nabi Musa [QS. 2:60]

–     Mu’jizat Nabi Isa [QS. 5 :110]

–     Mu’jizat Nabi Muhammad [QS. 54:123]

Dsb.

 

HAL-HAL YANG MENGHALANGI MA’RIFATULLAH

Ada beberapa hal yang menghalangi seorang mengenal Allah, diantaranya :

  1. Bersandar kepada panca indera [QS. 2:55 ; 4:153]

Mereka tidak beriman kepada Allah, dengan dalih tidak bisa melihat Allah, padahal banyak sesuatu yang tidak bisa mereka lihat, tapi mereka meyakini akan keberadaannya, seperti : gaya gravitasi bumi, arus listrik, akal pikiran, dsb.

2. Kesombongan [QS. 7:146]

3. Lengah [QS. 21:1-3]

4. Bodoh [QS. 2:118]

5. Ragu-ragu [QS. 6:109,110]

6. Taqlid [QS. 5:104 ; 43:23]

KEWAJIBAN SEORANG MUSLIM TERHADAP ALLAH

  1. Mengerjakan rukun Islam yang lima
  2. Menerima ketentuan Alloh dengan ridho baik yang bersifat kauni (Qodlo’ dan Qodar) [QS. 2:156] atau ketentuan hukum-hukum/undang-undang [QS. 4:65]
  3. Ikhlas [QS. 98:5 ; 39:2,3]
  4. Sabar [QS. 3:200]
  5. Selalu merasakan bahwa Allah mengawasinya (muroqobatullah) [QS. 2:235 ;33:52 ;50:18]
  6. Mencintai Alloh dan RasulNya [QS. 9:24]
  7. Waro’
  8. Mengharapkan rahmatNya (roja’) [QS. 2:218]
  9. Tawakal [QS. 14:12]
  10. Percaya atau yakin akan pertolongan Alloh [QS. 26:62]
  11. Selalu menyertakan niat jihad dalam segala aktivitas perbuatan. Sabda Rasulullah saw. “Tidak ada hijrah setelah pembebasan Makkah tetapi niat dan jihad”
  12. Selalu memperbaharui taubat dan istighfar [QS. 3:185]
  13. Mempersiapkan diri untuk hari akhirat dan selalu mengingat mati [QS. 3:185]
  14. Selalu instropeksi diri, Umar ra. Berkata : “Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab”


saya tuh kok jadi suntuk sendiri ya…

di forum kajian saya, ceritanya isteri-isteri pada jengkel ma suaminya…

di halaqoh ceritanya juga sama…

ntar di telepon ceritanya sama…kalau gak isterinya yang jengkel, suaminya yang jengkel…

kemarin mencari suasana baru di sekolah….welaahhhhhhhhhh….PODHO WAE…

yang ceritanya udah bercerai, yang isterinya tak mau lagi menganggapnya suami….

hufffttt…

********
akhirnya dalam diam kok jadi mengambil kesimpulan begini…
MUNGKIN PERJUANGAN KITA BELUM KOMPAK ITU KARENA DALAM RUMAH TIAP PEJUANG ISLAM ‘BELUM BERES’ SEHINGGA MENGGANGGU KINERJA PERJUANGAN.

********
Wahai pengemban dakwah, dan pengemban perjuangan….KETAHUILAH ISTERIMU BUKAN BIDADARI…DAN ENGKAU BUKAN MALAIKAT….SALING MELENGKAPILAH….SALING NASEHAT MENASEHATILAH…BERLAPANGDADALAH…BERJIWA BESARLAH…BEGITULAH RUMAH TANGGA….JIKA MENCARI AKAR MASALAH DAN KEKURANGANNYA TAK AKAN ADA UJUNGNYA…

apa yang dihadiRkan Allah untukmu…itu adalah terbaik…terimalah…syukurilah…

perbaiki jika ia rusak, rawat dengan baik jika ia istimewa…

UNTUK ENGKAU PARA LAKI_LAKI…
jikalaulah memang tidak bisa lagi mencapai tujuan pernikahan “SAKINAH, MAWADAH,WARAHMAH” maka cobalah cermati bahasa ini JIKA ENGKAU MEMILIH BARANG DAN TERTARIK LALU ENGKAU MEMBELINYA, KARENA TELAH ENGKAU BELI MAKA ENGKAUPUN MENCINTAINYA. NAMUN RUPANYA BARANG ITU TIDAK BISA BERFUNGSI SEBAGAIMANA MESTINYA,ENGKAU KECEWA. JIKA ENGKAU RELA MAKA LOAKKAN BARANG ITU, NAMUN JIKA SAYANG KARENA BELINYA MAHAL DAN MUNGKIN TELAH MEMBERIKAN SEDIKIT MANFAAT DISIMPAN SAJA DAN DIPAJANG KEMUDIAN BELI BARU”

menjadi pemimpin itu memang sulit. untuk itu jadilah pemimpin yang bijak. dan jika ingin membuat sebuah kepemimpinan baru maka binalah betul2. KARENA AKAN DIMINTAI PERTANGGUNG JAWABAN DI HADAPAN ALLAH KELAK.

UNTUK ENGKAU PARA WANITA…
ketahuilah wahai saudaraku….penghuni neraka paling banyak adalah wanita. kenapa bisa demikian ? KARENA BANYAK WANITA YANG TIDAK BERSYUKUR ATAS APA YANG DILAKUKAN SUAMINYA PADANYA. IA KUFFUR TERHADAP SUAMINYA. WANITA MASUK NERAKA BUKAN KARENA IA TAK TAAT PADA ALLAH DAN RASULNYA, MELAINKAN IA TIDAK BERSYUKUR KEPADA SUAMINYA”

menjadi wanita sholihah itu memang sangat sulit….NAMUN BERSABAR…TABAH…TELATEN…LEGOWO…ITU BISA DIUSAHAKAN DAN DIPELAJARI….SIAPA TAHU KETIKA KITA BISA SEPERTI ITU..KITA DIMUDAHKAN ALLOH UNTUK MENCAPAI DERAJAT WANITA SHOLIHAH…AMIN.

semoga kita dimudahkan urusannya oleh Allah. baik urusan rumah tangga maupun urusan dakwah dan perjuangan…

selamat berbenah….mari kita wujudkan perjuangan ini tegak di atas landasan yang kuat…dengan qudwah….tak hanya sekedar lisan yang terucap atau tak sekedar gerak yang refresif tanpa tauladan dari “pemerintahan kecil” kita.

amin ya robbal’alamin…

MEMBELA SIAPAKAH PENGUASA NEGERI INI ?

Posted: 10 September 2012 in Opini

Bumi Alloh, 10 September 2010

Bismillahirrohmanirrohim….

Dari rentetan kasus demi kasus yang mereka namakan “terorisme” seharusnya aparat yang menangani kasus itu berpikir keras TENTANG SEBAB. KARENA MENYEMBUHKAN PENYAKIT HANYA DENGAN RESEP “TAK JELAS” HANYA MENJADI MALL PRAKTIK.

KETIKA APARAT MENJADI “DOKTER” YANG SEHARUSNYA IA KERJAKAN PERTAMA KALI KALI ADALAH MENGANALISIS SEBAB. karena kejadian itu tidak hanya sekali maupun dua kali, namun berkali-kali dan terus berantai.

seharusnya MEREKA KAUM APARAT ITU BERPIKIR, “KENAPA YANG ‘TERORIS’ SERANG BUKAN PASAR, BUKAN TEMPAT2 SIPIL ? NAMUN KENAPA MEREKA YANG MENEGAKKAN HUKUM ?

dari jawaban bayu seharusnya aparat keamanan itu lebih sensitif dengan apa yg mereka mau. dan itulah sebab mereka melakukan aksi tersebut.

ketika sebab itu direspon dengan positif oleh aparat, yakinlah aksi mereka akan mereda.

MERESPON TIDAK USAH DIARTIKAN ITU TUNDUK DENGAN MEREKA. NAMUN WAHAI PARA APARAT, PIKIRKANLAH KEMASLAHATAN RAKYAT YANG KALIAN AMANKAN. WAHAI PARA PEMIMPIN, PIKIRKANLAH KEMASLAHATAN RAKYAT YANG ANDA PIMPIN.

sungguh dari alasan yang diungkapkan oleh bayu…itu telah terjadi kedholiman dan kesenjangan sosial dalam tubuh rakyat. Pemimpin dan para tangan kanannya MEMASANG HIRARKI SOSIAL. DAN ITULAH SEBAB KERUSUHAN TETAP BERMUNCULAN DI NEGERI INI.

SELAIN ITU, UCAPAN-UCAPAN YANG DISAMPAIKAN ‘SEBAGIAN’ PARA PENEGAK DAN PENJAGA KEAMANAN NEGERI INI ADALAH SEBUAH PERKATAAN YANG MEMICU KERUSUHAN.

kalimat itu adalah :
1. masyarakat harus lebih waspada dan intensif mengamati lingkungannya dan segera melaporkan apabila ada sesuatu kegiatan yang mencurigakan. —–> kegiatan “mencurigakan” ini tidak dirinci secara detail. sedangkan SDM masyarakat juga belum bisa memaknai apa arti khusus dari ‘mencurigakan’ tersebut.

misalkan ada oknum tidak suka dengan si A. akhirnya ia membuat berita ‘ada yg mencurigakan’ apa yang kita bayangkan ? si oknum yang ingin ‘cuci tangan’ akhirnya mengerahkan masa untuk menggerebek orang yang melakukan ‘sesuatu yang mencurigakan tersebut’. padahal mencurigakan tadi belum jelas apa dan hanya berdasarkan ‘katanya’.

dan ini sudah sering terjadi dibelahan nusantara ini.

2. mereka ‘menjual’ kata ‘JIHAD’ untuk keperluan mereka. —–> sungguh wallahi ! ini adalah kata2 hina yang mereka sampaikan.

mereka tahu siapa yang melakukan ‘aksi’ , yaitu dari barisan gerilyawan mujahidin. sungguh jelas-jelas yang melakukan adalah mujahidin. apa tugas mujahidin ? ya berjihad. jadi itu sudah poksi mereka dalam bekerja. JADI MEREKA TIDAK MENJUAL ‘JIHAD’ NAMUN ITU ADALAH PEKERJAAN MEREKA, TUGAS MEREKA.

KETIKA MEREKA MENGHINA PIMPINAN MUJAHIDIN BERARTI MEREKA MENGHINA ULAMA, MENGHINA BARISAN MUJAHIDIN, PADAHAL ULAMA ADALAH PEWARIS PARA NABI. DAN ALLOH JUGA MEMULIAKAN MEREKA.

banyak ayat yang menyatakan kemuliaan dari Alloh untuk para mujahidin itu. Namun kenapa para hamba yang mengaku hamba Alloh memojokkan, merendahkan, bahkan melegitimasi mereka ?

3. para da’i harus bersertifikasi —–> apa maksud dari perkataan ini. berdakwah harus mendapatkan restu mereka. memang siapa mereka ? mereka ulama bukan ? faham al qur’an saja tidak ? islamnya sudah benar-benar tunduk pada alloh atau belum ?

BEGITU… MAU MEMBERIKAN SERTIFIKASI DA’I KEPADA PARA PENYERU ISLAM. KEPADA PARA PEJUANG ISLAM.

SUDAH SANGAT TERBUKTI DARI ZAMAN ORDE LAMA HINGGA ORDE BARU HINGGA REFORMASI MEREKA ADALAH PENGGIAT UNTUK MENANGKAPI PARA DA’I DAN PEJUANGNYA. LALU KEPADA MEREKA PARA DA’I DAN PEJUANG HARUS MEMINTA SERTIFIKASI DAKWAH ? ya…nonsen akan diberikan sertifikasi sesuai dengan al qur’an. lawong mereka sendiri memusuhi al qur’an dengan dibuktikan mereka memusuhi ulama sebagai pewaris para ambiya’.

dan yang menjadi catatan adalah ISLAM TIDAK PERNAH MENYURUH KAUMNYA UNTUK MENCARI SERTIFIKASI UNTUK KELEGALAN DAKWAHNYA. DAN ISLAM HANYA MENYAMPAIKAN “SAMPAIKAN WALAU SATU AYAT”. jadi ketika seorang muslim sangat memahami tentang 1 ayat ia wajib menyampaikannya. ketika ia memahami 2 ayat maka ia wajib menyampaikannya. apalagi kalau yang ia fahami beratus dan beribu ayat, maka segitulah kewajiban yang dibebankan Allah terhadap hambaNya untuk disampaikan kepada sesamanya.

dan masih banyak yang harus dicermati, dikaji dari perkataan-perkataan para petinggi penegak hukum dan keamanan negeri ini.

KESIMPULANNYA :
MASALAH ITU MUNCUL DARI MEREKA SENDIRI, KARENA MEREKA TERLALU DINI MEMBUAT PERNYATAAN, TERLALU MUDAH MEREKA BERUCAP. MEREKA TIDAK SADAR KALAU YANG MEREKA UCAPKAN ITU AKHIRNYA MALAH MEMICU HURU HARA NEGERI YANG SANGAT RENTAN DENGAN SARA-NYA.

ketika mereka menyuruh untuk bijak menghadapi bhineka tunggal ika, tapi KENAPA MALAH MEREKA MERUSAK KEBINEKHAAN YANG ADA ?

*inilah pertanyaan anak negeri yang sudah lelah dengen kemelut negeri ini…..

akhirnya menjadi ingat sebuah pernyataan :KETIKA BELI BARANG KELIHATANNYA BAGUS, DIBELI DENGAN HARGA MAHAL. NAMUN TIDAK TAHUNYA TIDAK BISA DIGUNAKAN DENGAN MAKSIMAL, BAHKAN TIDAK BISA DIPAKAI UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN DAN MALAH MEMBUAT MASALAH. MAKA BARANG INI LEBIH BAIK DIAFKIRKAN, DAN BELI BARANG BARU. JIKA TERLALU CINTA MAKA BARANG ITU DIPAJANG SAJA, JIKA PUNYA DANA LEBIH UNTUK MEMELIHARANYA.

keadilan dan kebhinekaan, serta toleransinya hanya simbol…toh nyatanya rakyat sendiri yang menjadi “tumbal eksistensi para penguasanya”

Allah Maha Adil dan Maha Melihat serta maha Menilai

Dakwah adalah jalan panjang yang harus dilalui oleh seorang muslim yang telah mukallaf (baligh). Dimana ketika ia telah mengucapkan dua kalimah syahadat itu maka kewajiban ia adalah meyakininya dalam hati dan mengamalkan dalam kehidupannya secara kaffah.

Syahadah itu tak hanya sekedar symbol melainkan ia adalah kalimat tauhid yang menjadikan seorang manusia benar-benar menyingkirkan
sesembahan selain Allah saja. Ia memberikan loyalitasnya hanya kepada Allah semata. Ia menghilangkan penghambaan terhadap manusia dan mengembalikan penghambaan itu hanya kepada Allah Rabb semesta.

Dalam tugas pertamanya Rasulullah adalah mengenalkan kalimat tauhid itu kepada kaumnya. Kemudian menyuruhnya untuk meyakini dan membuktikan dalam amalan kesehariannya dengan membuang semua sesembahan berhala yang mereka puja. Rasulullah tak luput dari caci dan hina bahkan disiram dengan kotoran hewan telah ia rasa. Namun ia sangat sabar menghadapinya dan meyakini bahwa itulah yang harus ia lewati untuk mendapatkan keridhoanNya.

Suku Bani Hasyim dan para sahabat diboikot selama 3 tahun oleh kaum kafir Quraisy. Hingga mereka tidak bisa makan maupun memenuhi kebutuhan mereka. Harga barang mereka naikkan setinggi-tinggi nya agar kaum muslimin tak mampu membelinya. Pemboikotan ini sudah tidak hanya berdasarkan pada perbedaan aqidah saja melainkan telah menjadi dua sekumpulan alasan dimana kaum quraisy telah mengumpulkan nafsu mereka untuk menghalangi aqidah dan pemikiran baru Rasulullah untuk masuk Makkah.

Sebuah kenyataan pada tahap dakwah sirriyah dan awal dakwah jahriyah kaum yang mengikutinya adalah kaum duafa dan kaum budak menjadikan kondisi mereka bertambah parah dalam penderitaan karena secara otomatis mereka tak mempunyai harta yang berlimpah untuk bertahan hidup.

Namun apakah mereka menyerah wahai saudaraku….? Mari kita selami
kata-demi kata yang berusaha kuurai untuk kalian…

Ketika melihat kaum muslimin sudah tak berdaya para pemuka Quraisy
mengirimkan pembesarnya untuk membujuk dan menawarkan segala harta dan kenikmatan dunia kepada Rasulullah.

“Wahai putra saudaraku, jika dengan da’wah yang anda lakukan itu anda ingin mendapatkan harta kekayaan, maka akan kami kumpulkan harta kekayaan yang ada pada kami untuk anda, sehingga anda menjadi orang yang terkaya dikalangan kami. Jika anda menginginkan kehormatan dan kemuliaan, anda akan kami angkat sebagai pemimpin, dan kami tidak akan memutuskan persoalan apapun tanpa persetujuan anda. Jika anda ingin menjadi raja, kami bersedia menobatkan anda sebagai raja kami. Jika anda tidak sanggup menangkal jin yang merasuk ke dalam diri anda, kami bersedia mencari tabib yang sanggup menyembuhkan anda, dan untuk itu kami tidak akan menghitung-hitung biaya yang diperlukan sampai anda sembuh

”Inilah bujuk rayu yang ditawarkan oleh Abul Walid (Utbah bin
Rabiah). Kemudian Rasulullah menjawabnya dengan sebuah ayat QS. Fushilat : 1-13 :

“Haa Miim. Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang. Kitab yang telah dijelaskan ayat-ayatnya, al qur’an dalam bahasa Arab, bagi kaum yang hendak mengetahuinya. Kitab yang membawakan berita gembira dan membawakan peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling dan mereka tidak mau mendengarnya. Mereka (bahkan) berkata “Hati kami tertutup bagi apa yang kamu serukan kepada kami, dan telinga kamipun tersumbat rapat. Antara kami dan kamu terdapat dinding pemisah. Karenannya, silahkan kamu berbuat (menurut kemauan kami sendiri). “katakanlah (hai Manusia), “Bahwasannya aku adalah seorang manusia (juga) seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan yang satu, karena itu hendaklah kamu tetap pada jalan lurus menuju kepada-Nya, dan celakalah orang-orang yang mempersekutukanNya…..

Dan Utbah mendengar bacaan Rasulullah sampai pada ayat : “Jika mereka berpaling, maka katakanlah, “Kalian telah kuperingatkan (mengenai datangnya petir (adzab) seperti petir yang menghancurkan kaum ‘Aad dan Tsamud (dahulu)”

Kemudian Utbah kembali kepada kaumnya dengan mengatakan “demi
Allah apa yang dikatakan Muhammad bukanlah sya’ir, bukan sihir dan bukan pula mantera dukun. Ta’atilah aku dan biarkan Muhammad dengan urusannya……”

Setelah kegagalan Utbah membujuk Rasulullah, kaum Quraisy masih terus mengirimkan juru lobinya untuk membujuk Rasulullah supaya meninggalkan ajaran barunya. Mereka mendatangkan pemuka-pemuka mereka diantaranya al Walid bin Mughiroh dan al ‘Ash bin Wail. Mereka menawarkan harta kekayaan dan gadis tercantik kepada Rasulullah dengan syarat Muhammad mau meninggalkan kecaman terhadap tuhan-tuhan mereka. Dan akhirnya Rasulullah tetap menolaknya.

Namun akal bulus mereka terus bekerja dengan menawarkan, “bagaimana jika anda menyembah tuhan-tuhan kami sehari dan kami menyembah tuhanmu sehari (bergantian). Tawaran inipun ditolak secara tegas oleh Rasulullah dalam QS. Al kafirun : 1-6

“Katakanlah, “hai orang-orang kafir ! aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak perlu (juga) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku”

Wahai saudaraku apa sebenarnya hikmah yang bisa kita peroleh
dari sirah di atas ?

1) Bahwa dakwah itu jauh dari kepentingan pribadi dan golongan, jauh dari memburu harta kekayaan dan kekuasaan serta jauh dari memburu kehormatan. Ingatlah wahai saudaraku, manusia diuji dengan 3 hal : HARTA,TAHTA,WANITA. Apabila keimanan seseorang tdk mencapai puncak tauhidnya maka ia akan goyah dengan ketiga ujian tersebut. Entah satu diantaranya atau semuanya telah melemahkannya.

Mungkin yang patut brhati-hati adalah mereka yang telah merambah dakwah siyasi (dakwah dlm pemerintahan dan kekuasaan). Seperti mereka yang duduk dalam DPR/DPRD/MPR serta mereka yang duduk dalam kekuasaan yang lain (seperti kementrian,gubernur dan walikota). Dalam pemerintahan adalah tempat membuat kebijakan. Dimana di Negara kita menganut system demokrasi yang benar-benar bertentangan dengan konsep Islam. Disinilah peran mereka sebenarnya untuk mengubah system itu menjadi system yang menggunakan Syari’at Islam secara kaffah dalam berbagai segi kehidupan.

Ketika sudah berniat untuk mensibghoh (mencelup) system itu dengan system Allah maka ketika melakukan lobi-lobi politik mereka tdk boleh sedikitpun goyah oleh tawaran-tawaran menggiurkan berupa TAHTA,HARTA,dan WANITA itu. Mereka harus benar-benar memperjuangkan dien Allah disana. Bukan memperjuangkan kepentingan kelompok atau golongan bahkan harus jauh sama sekali dengan kepentingan-kepentingan pribadi.

Karena ketika Rasulullah telah bersinggungan dengan kaum Quraisy pemegang kekuasaan itu maka begitulah yang dilakukan. Rasulullah sedikitpun tidak menyentuh apa yang mereka tawarkan. Rasulullah tetap teguh pada kebenaran tauhid yang beliau bawa. Lalu bagaimana dengan para juru dakwah kita di siyasi tersebut ? apakah mereka benar-benar teguh dengan apa yang dikomitmenkan Rasulullah ?

Wahai mereka yang telah merambah ke dalam siyasi……ingatlah bahwa tak ada pencampuradukan keentingan dakwah dengan kepentingan golongan kalian, tak ada pencampuradukan kepentingan dakwah dengan kepentingan pribadimu….IKHLASLAH bahwa engkau memang menjual segala yang engkau punya itu hanya untuk Islam semata. Engkau memang benar-benar menegakkan dienullah di negeri kalian. JANGAN PEDULI DENGAN TAWARAN KEKUASAAN SEHINGGA ENGKAU LEMAH. JANGAN PEDULI DENGAN KEPEMIMPINAN YANG DITAWARKAN BILA ITU HANYA MELEMAHKAN KEBIJAKSANAAN ISLAM. JANGAN HANYA SEKEDAR KEMASLAHATAN SEHINGGA ENGKAU MENGGADAIKAN AQIDAH ISLAM.

Wahai ikhwah fillah….Rasulullah dan para sahabatnya rela diboikot selama 3 tahun. Rasulullah dan sahabatnya rela meninggalkan kampung halamannya untuk mempertahankan aqidah mereka. Rasulullah dan para sahabatnya rela meninggalkan harta benda yang mereka punya. Lalu sudahkah kita melakukan itu ? Atau kita mencari celah-celah berbahaya hanya ingin mendapatkan kesuksesan lobi politik ? Sungguh itu sebuah taruhan yang harus dipikirkan dengan matang. Jangan sampai bola salju yang terus menggelinding kencang itu dipukul dengan keras oleh musuhmu karena engkau telah lena dengan sebuah kekuasaan dan harta. Engkau terlena dengan kebijakan-kebijakan yang engkau rasa berguna untuk golongan dan kaummu namun itu hanya sebuah jebakan saja. Ingatlah itu wahai ikhwah fillah…..sekali lagi rasulullah dan para sahabatnya tidak pernah membuat sebuah M o U dengan pihak kafir dengan sebuah toleransi. Mereka mempunyai pendirian sendiri. Yaitu hanya tertegaknya tauhidullah di negeri mereka. Itu saja. Tanpa ada yang lainnya.

2) Tidak ada toleransi apapun manakala sebuah perjanjian itu merugikan Islam maupun menyudutkannya bahkan menghinakannya dengan bertransaksi masalah aqidah. Darisini kita tahu bahwa tidak ada pruralisme dalam Islam. Islam ya Islam tdk ada hal lain yang mencampurinya. Ketauhilah karena Islam itu bukan tradisi melainkan Islam itu adalah sebuah keyakinan yang sesuai dengan fitrah, akal dan logika. 4 faktor itu jangan dimaknai terpisah karena ia kesatuan yang syumul (sempurna). Kalau tradisi itu adalah faham turun temurun yang tidak mengenal itu benar dan salah bagi para pengikutnya. Seperti memaknai kedukaan dengan warna hitam. Itu baru tradisi karena ia hanya tersebar dari mulut ke mulut dari keturunan ke keturunan. Sedangkan Islam itu dari al qur’an yang sudah dipastikan ia sesuai dengan hak azazi manusia berupa fitrahnya dan telah terbukti kebenarannya melalui akal dan logika manusia.

Jadi disini tidak ada akulturasi Islam dengan budaya lain maupun dengan pemikiran lain. Tidak ada Islam beralkulturasi dengan sosialis, tidak ada Islam beralkulturaisi dengan dengan atheis. Di dunia ini ada 3 pemikiran itu (ISLAM, SOSIALIS,ATHEIS). Lalu bagaimana dengan demokrasi yang dianut oleh sebuah Negara. Ingatlah…demokrasi itu juga merupakan system kuffur yang hasil metamorfosis dari faham sosialis dan atheis yang telah menyatu sehingga memunculkan faham baru LIBERALIS. LIBERALIS hanya mengedepankan KAPITALIS dalam ekspansinya. Dimana disini hanya kekuasaan, kekayaan yang mereka buru. Mereka hanya mengedepankan hak pribadi mereka. Itulah jargon kafir itu wahai saudaraku….ketahuilah…ISLAM itu memang telah lahir secara fitrah. Lalu kenapa masih muncul HAK ASASI MANUSIA (HAM) ? masih kurangkah Islam menguruis HAM kalian ? Sungguh dholim manusia seperti itu. Memang hanya ketidak puasan saja bila nafsu dan syahwat telah menguasai diri dalam menjalankan kebijakannya.

3)Harus memilih untuk sengsara (menolak perjanjian) demi menegakkan kalimat tauhid itu. Karena kesengsaraan yang dialami itu adalah sebuah sunnah ilahiyah.

Sudah selayaknya dalam berdakwah itu harus melaui tahapan penyiksaan ini. Seperti yang telah ana uraikan di atas bahwa sifat pertama manusia adalah mukallaf (yang menanggung beban) dimana ditandai pada akil balighnya. Lalu apa sebenarnya beban (ta’lif) dari seorang muslim itu ?

Ta’lif seorang muslim adalah MENEGAKKAN KALIMAT ALLAH DI MUKA BUMI. Dan ta’lif ini adalah konsekuensi dari ubudiyyah (ibadah) dan ia menuntut kesiapan menanggung beban dan perlawanan terhadap hawa nafsu dan syahwat.

Dari ta’lif ini maka kewajiban seorang muslim itu ada 2 hal :

*) berpegang teguh dengan Islam dan membangun masyarakat Islam yang benar;

*) menempuh segala kesulitan dan menghadapi segala resiko dengan mengorbankan nyawa dan harta. Inilah yang dinamakan menjual seluruh kehidupan dan hartanya kepada Allah itu.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh” (QS. At Taubah : 111)

Sekali lagi segala penyiksaan itu merupakan sunnah ilahiyyah yang harus kita lalui dalam dakwah, ia merupakan sifat ubuddiyah yang telah tertuang dalam QS. Adz Dzariyat : 56 “Tidak Ku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada Ku”, ia adalah sifat ta’lif (beban), dan ia adalah pembuktian kebenaran untuk orang-orang yang benar dan kedustaan orang-orang yang dusta.

QS. Ali Imron : 142 : “ Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar”

Jadi apa kesimpulannya wahai ikhwah fillah….dimanapun kita berpijak dalam dakwah menyuarakan dienullah ini, janganlah ada sedikitpun toleransi terhadap kebijakan di luar Islam untuk menyetir Islam ini. Janganlah merubah garis perjuangan dakwah dengan mengalkulturasikan sebuah budaya dengan budaya Islam. Karena ingatlah tujuan kita adalah mensibghoh (mencelup)mereka bukan kita yang tersibghoh (tercelup) wahai ikhwah fillah…

Ingatlah perjuangan Rasulullah dengan kesengsaraannya. Pemboikotan, penculikan bahkan penyiksaan yang mereka alami. Mereka menerimanya dengan Ikhlas wahai ikhwah…mereka tidak gentar dengan ancaman-ancaman bualan yang mereka buat. Lalu kenapa kita lemah dengan ancaman tak akan diberi kekuasaan dan dibatasi kebijakannya ? itu hanya sepucuk kuku dari perjuangan Rasulullah dulu. Teguhlah wahai saudaraku dengan ketauhidan yang engkau perjuangkan. Allah akan membalas semua penderitaan itu. Yakinlah. Tak ada bandingnya himpitan, genjetan, cacian, fitnahan serta penyiksaan yang dilakukan kaum kuffar itu dengan apa yang akan diberikan Allah di akherat kelak.

Dan percayalah jangan berputus asa untuk komitmen di jalan dakwah. Jangan engkau buat Islam ini menjadi abu-abu hanya demi kepentingan golongan dan dirimu. Karena telah jelas batas kebenaran dengan keburukan itu. Dan ingatlah kebenaran itu tetap akan ada pembelanya sampai kapanpun. Jadi janganlah engkau takut untuk memperjuangkan kebenaran itu. Dan ingatlah pertolongan Allah itu sangat dekat.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu ? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan), sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang bersamanya. “Bilakah datangnya pertologan Allah ?” Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS. Al Baqarah : 214)

KEBENARAN ITU TAK BISA DIBELI DENGAN BINGKISAN, BILA DARAH HARUS MENGUCUR DEMI TEGAKNYA DIENULLAH MAKA ITULAH YANG HARUS KITA LAKUKAN.

~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*

Sebuah goresan pena dari ~`*`~*IMATUZZAHRA~`*`~*semoga bisa meluruskan kembali pada iktikad baik kita dalam dakwah. Semoga bisa membersihkan kembali niatan kita bagi mereka yang telah merambah dakwahnya menuju siyasi. Semoga abu-abu itu bisa kembali putih
dan semoga menjadikan kita teguh dalam mempertahankan kebenaran dan jauh dari keinginan untuk memperoleh HARTA,TAHTA,dan WANITA. Karena itulah racun dunia yang bisa menyesatkan dir kita. Kembalikan niatan suci itu hanya untuk ridho Allah semata. Kita bersihkan prulalisme yang mulai kita anut melalui toleransi-toleransi yang kita buat. Hanya aturan Islam yang jelas kebenarannya…untuk itu jangan ditawar-tawar lagi karena aturan Islam itu bukan perdagangan ia adalah amanah tauhid yang kita emban dalam hidup ini. Wallahuallam bishowab.Tegaklah berdiri dimanapun kalian berada. HAYYA BIL JIHAD !!!!


 


Peradaban adalah satu hal diantara hal lain yang sangat urgent dalam sebuah kebangkitan. Kebangkitan kejayaan sebuah bangsa maupun kebangkitan sebuah masa kekuasaan.

Perubahan peradaban sebuah masa dipengaruhi oleh idiologi yang berkembang dalam masyarakat di masa itu. Idiologi inilah yang akan mempengaruhi pola pikir, keyakinan dan tingkah laku masyarakatnya.

Dari peradaban purba hingga peradaban modern, hanya peradaban Islamlah yang mampu mengakumulasi seluruh aspek kehidupan menjadi lebih baik. Dan ini telah terbukti, dimana ketika Islam menguasai 2/3 dunia umat sangat sejahtera, baik itu muslim maupun kafir (di zaman kekholifahan Umar Bin Abdul Aziz sebagai contohnya). Karena hak-hak kemanusiaannya terjaga oleh sebuah hukum Allah dalam naungan daulah kekhilafahan. Hanya Islam yang menjunjung tinggi akhlak, murninya pola pikir dan kebersihan hati. Karena Islam telah sesuai dengan fitrah manusiawi.

Manusia berkualitas baik, bila pola pikirnya lurus, jauh dari pikiran kotor dan yang merusak lingkungannya, dan ini adalah kolaborasi dari hatinya yang penuh dengan keimanan serta ketaqwaan kepada Rabbnya. Tanda kesucian hatinya buah dari rasa taqwanya dan ini semua yang membuahkan akhlak yang mulia. Akhlak yang selalu mengedepankan pembangunan jiwa dan fisik lingkungannya hingga terbentuk sebuah peraturan dalam hidupnya maupun lingkungannya.

Kenapa harus revolusi aqidah ?

Aqidah adalah sumber idiologi yang mengajarkan sumber kehidupan. Sehingga idiologi inilah nantinya yang akan berperan dalam setiap sistem kehidupan manusia. Untuk itu, diperlukan sebuah revolusi dari sumber segala sumber kehidupan yaitu aqidah tauhid yang dipahami setiap manusia.

Ketika idiologi jahiliyah yang difahami oleh sebuah umat, maka kehidupannya akan jahiliyah. Dalam kehidupan jahiliyah yang ada adalah sebuah kehidupan yang tidak mencerminkan keimanan sama sekali, dan jauh dari rasa ketaqwaan. Kehidupan jahiliyah tidak sesuai dengan sisi kemanusiaan, dimana hanya faham materialistis yang menjadi pokok bahasan. Sehingga, kultur yang tertanam adalah materi dunia yang dijadikan orientasi, ukuran dan tujuan.

Revolusi aqidah wajib dilakukan demi perubahan sebuah sistem yang membangun peradaban. Terutama revolusi itu dimulai dari sebuah keluarga. Karena keluarga merupakan sebuah sistem terkecil dalam masyarakat. Keluarga adalah basis pendidikan anak paling utama. Anak yang baik dalam kacamata segala hal (baik akhlak,baik pola pikir, baik hati) itu bisa muncul dari keluarga yang baik. Takaran baik disini adalah, keluarga baik menurut kacamata agama yaitu Islam. Untuk itu pondasi pemahaman Islam dalam keluarga haruslah kaffah (sempurna).

Ketika seorang ibu yang merupakan pendidik bagi anak-anaknya, dan kemudian dikokohkan oleh seorang ayah yang merupakan qowam-nya(pemimpin dan pelindungnya), mempunyai kolaborasi pemahaman Islam yang sempurna (kaffah), maka akan muncul anak-anak (jundi-jundi) yang berkualitas tinggi.

Dari kedua orang tua yang mempunyai pemahaman akan hakikat dari kedua kalimah syahadah (tauhid dasar Islam) yang diucapkannya, maka akan muncul akhlak-akhlak dasar seorang muslim dari keluarga tersebut, diantaranya :

1)        Al wala’ dan Al bara’ (loyal dan anti loyal). Ia sangat loyal kepada rabbnya dan ia akan sangat benci kepada musuh Allah. Musuh yang merusak peradaban tertinggi yang telah diturunkan ke muka bumi ini yaitu Islam.

Seorang ayah atau ibu yang berloyal kepada Allah maka ia akan tahu hakikat ta’lif (beban) hidupnya, yaitu meninggikan kalimat tauhid itu agar tegak di muka bumi. Sehingga kemurnian imannya akan terjaga dan ia akan menularkan kepada anak-anaknya. Mereka akan mencetak generasi sekualitas diri mereka bahkan melebihinya.

Seorang ayah atau ibu yang anti loyal (berlepas diri) kepada musuh-musuh Allah, akan selalu menjaga anak-anaknya dari penghancuran kualitas pribadi manusia yang dilancarkan musuh Allah. Keduanya akan menjaga anak-anaknya dari ghozwul fikri (perang pemikiran) yang begitu merusak peradaban. Keduanya akan menjaga anak-anaknya dari bahaya hedonisme yang sangat merusak akhlak dan moral manusia.

2)   ‘Adzillah ‘alal muslimin (lemah lembut terhadap sesama muslim)

Jika seorang ayah dan ibu tahu hakikat tauhidnya maka ia akan mempunyai rasa ukhuwah  (persaudaraan) yang tinggi terhadap sesamanya. Ia akan memunculkan generasi itsar- yang rela berkorban untuk saudaranya. Mementingkan kepentingan umat daripada kepentingan dirinya.

Dan generasi itu akan terbentuk sebuah akhlak tinggi berupa loyal terhadap perbaikan lingkungannya. Ia akan ringan tangan membantu siapa yang kekurangan. Ia akan mendidik siapa yang masih terbelakang. Ia akan terus berkorban, menabur cinta tanpa ada pamrih sedikitpun terhadap manusia. Hanya demi satu keinginanan tertegaknya keadilan dan kesejahteraan dalam segala aspek kehidupan yang meliputi fisik, ukhrowi dan pola pikir manusia dan sistem kehidupan yang membangunnya.

3)            ’A ‘izzah ‘alal kafirin (tegas terhadap orang kafir)

Kaum kuffar adalah kaum pembelot di mana yang ada dalam otaknya adalah kerakusan, kedengkian, serta kedholiman. Kaum kuffar tidak akan rela atas kejayaan kebaikan di muka bumi ini, sehingga merekalah musuh peradaban sebenarnya. Mereka perusak peradaban hakiki, peradaban Rabb bumi. Untuk itu peradaban kuffar harus dihancurkan, harus dibenci agar tak meracuni fikroh generasi.

Lalu bagaimana generasi bisa selamat dari hal ini ? kembali kepada kedua orang tuanya yang harus faham terhadap agamanya, terhadap aqidah tauhidnya. Kedua orang tua harus tahu apa yang harus ia lakukann terhadap musuh agamanya. Dan ini semua harus ditanamkan kepada anak-anak mereka. Sehingga mereka pun tahu bagaimana dalam menjaga peradaban Rabbnya yang telah menjadi rahmatalil’alamin di muka bumi ini.

4)     Mahabbatullah ( Mencintai Allah )

Mencintai Allah adalah buah dari keimanan dan ketaqwaan seorang muslim. Konsekuensi dari orang yang mencintai adalah melakukan semua perintah dan larangan dan menjauhi larangan Allah. Semua ini bisa dilakukan ketika manusia itu faham akan hukum-hukum Allah.

Apa yang diperintahkan Allah adalah hal yang selalu mendatangkan kebarokahan untuk manusia, mendatangkan kemaslahatan dan memunculkan rahmah di muka bumi. Sedangkan apa yang dilarang Allah adalah mendatangkan kehancuran, mendatangkan kedholiman, mendatangkan kebencian dan itulah awal dari hancurnya sebuah peradaban.

Keluarga yang tahu akan hukum-hukum Allah, maka ia akan memilih untuk mencintai Allah dan akan menebar apa yag diperintahNya. Melakukan segala amalan hanya untuk mendapatkan ridho Allah dan sangat jauh dari pamrih dari manusia.

5)        Jihad Fisabilillah (Jihad di medan perang)

Jihad adalah amalan tertinggi dari agama. Jihad adalah eksistensi dari mempertahankan tetap tegaknya kalimatullah di muka bumi. Jihad adalah pertahanan dari sebuah penghancuran peradaban dari kaum kuffar. Dan semangat jihad harus terus dibina dalam sebuah keluarga, yang harus ditanamkan di jiwa anak-anaknya, agar muncul generasi pejuang yang mempunyai prinsip “Hidup Mulia Di Bawah Naungan Syari’at Allah atau Mati Syahid”. Generasi yang mempunyai imunitas terhadap musuh-musuhnya.

Hidup mulia dengan hukum-hukum Allah yang bernuansa keimanan, yang membawa pada kemaslahatan dan keberkahan manusia atau lebih baik mati syahid, tidak melihat dan tidak merasakan kekejian peradaban jahat yang menggerus dan melumatkan manusia.

Fakta keluarga dalam masyarakat

Dalam masyarakat banyak kita jumpai fakta tentang kebobrokan peradaban yang selalu mereka pakai. Dimana banyak keluarga yang masih mengadopsi hukum-hukum selain Islam. Misalnya ketika mendidik anak.

Dalam mendidik anak, banyak orang tua yang menanamkan orientasi dunia ketimbang orientasi akhiratnya. Materialistis hedonis mungkin itu lebih tepatnya. Contohnya begini, banyak orang tua yang mengatakan kepada anaknya “Nak, nanti besar jadi dokter ya…biar bisa ngumpulin banyak uang, bisa beli mobil, beli rumah, hidup enak dan dihormati tetangga”. Kemudian setelah anak besar dan takdir berpihak pada anak itu untuk menjadi dokter, lalu apa yang terjadi pada anak itu ?

Maka anak itu akan terus membangun persepsi dalam dirinya, pola pikirnya dan hatinya dengan kalimat ini “aku harus menjadi dokter handal sehingga tarifku mahal”. Nah apa yang terjadi berikutnya ? ia akan mengambil spesialis dan kemudian tarifnya tinggi, lalu ia malas untuk dipekerjakan di rumah sakit umum (pemerintah) maupun malas untuk mengadakan bakti sosial atau malas untuk diterjunkan ke medan konflik perang. Ia malas untuk melayani kaum dhuafa karena semua itu tak ada uangnya.

Ia akan lebih memilih praktik di rumah sakit swasta dan membuka klinik spesialis sendiri. Karena itu yang mendatangkan uang yang banyak baginya. Sehingga iapun hanya memikirkan kesuksesan dan kejayaan dirinya sendiri dan lupa akan tugas hakikinya “ABDI UMAT MASYARAKAT, PEMBANGUN PERADABAN SEGI KUALITAS HIDUP SEHAT”. Ia lupa, karena yang ada di otaknya hanya cinta dunia (ia memburu materi sebagai orientasi hidupnya) dan takut mati (ia tak mau mengorbankan dirinya untuk umat.).

Itu fakta jika kedua orang tuanya yang medidik dokter tadi adalah orang tua yang tak faham akan Islam. Orang tua yang materialistis bahkan oportunis. Anaknya hanya diajari untuk memikirkan diri sediri, menjilat penguasa atau orang berpengaruh dan berharta demi sebuah cita-cita.

Namun lain halnya jika yang berbicara dan berpesan tadi adalah kedua orang tua yang benar-benar faham akan agama. Faham akan hakikat syahadah dan ketauhidannya. Yang benar-benar faham akhlak apa yang harus ia junjung tinggi dan pada akhirnya orang itu akan berbicara dan berpesan kepada anaknya’ “Nak, nanti kalau besar engkau harus jadi mujahid, apapun profesimu, niatkan semua untuk ibadah kepada Allah. Takutlah kepada Allah karena Allah selalu mengawasimu. Insya Allah keberkahan akan selalu ada dalam kehidupanmu.”

Dan Ketika anak itu besar, maka ia akan mencari jati dirinya ia akan mencari tahu kenapa aku diciptakan ke dunia ? kenapa aku harus jadi mujahid apapun profesiku ? kenapa aku harus ibadah ? dan kenapa keberkahan bisa kudapat jika aku melakukan itu semua ?

Dari situ sang anak akan terus mencari dengan bimbingan kedua orang tuanya yang lurus fikroh dan imannya. Dan ia pun tumbuh dalam suasana ketaqwaan dan ia pun tahu hakikat hidupnya. Ia tahu ta’lif (beban) terciptanya di dunia yaitu menegakkan kalimatullah.

Jikalau ia harus jadi dokter maka ia menjadi dokter yang loyal. Ia tak peduli berapa imbalan yang diberikan manusia, yang ada dalam otak dan hatinya hanyalah berjuang, membagun kualitas hidup umat yang lebih baik dan ridho serta pahala dari Allah semata. Dan itulah sumbangsihnya dalam membangun peradaban manusia, peradaban yang mensejahterakan demi keadilan umat.

 

Kesimpulan

Perbaikan peradaban kehidupan itu dimulai dari perbaikan keyakinan (idiologi yang difahaminya), revolusi tentang tauhid aqidahnya, revolusi pemahaman terhadap sumpah tertinggi yaitu “Laa illaaha illallah, Muhammaddur Rasulullah”. Sumpah inilah yang akan membuahkan keimanan dan akhlak yang baik, yang bisa mencetak manusia penuh ketaqwaan dalam setiap detak hidupnya.

Keimanan itu tak sekedar diucapkan melainkan mencakup 3 hal yaitu diyakini dalam hati, diucapkan dalam lisan dan diamalkan dengan amal perbuatan. Jika setiap pribadi faham betul dengan syahadahnya maka keimanannya akan menghujam di jiwanya, tak lekang oleh waktu, tempat, kondisi dan tak lekang oleh apapun. Imannya akan ia bawa kemana saja karena ia tahu, Allah mengawasiya. Ia faham Allah tidak tidur, sehingga Allah selalu tahu apa yang ada dalam telisik hati dan rencana dalam otaknya. Sehingga ia akan selalu jujur, tanpa pamrih, menebar maslahah dalam perbaikan masyarakat. Karena yang diharapkan adalah hanya ridlo Allah bukan pujian manusia.

Dan itulah generasi yang muncul dari keluarga yang merevolusi tauhidnya menjadi tauhid yang satu, yang benar menurut dienullah. Sehingga ia pun akan membangun peradaban yang benar sesuai perintah Rabbnya. Karena iman dan taqwanya telah beririgan dalam kehidupannya

Ingin revolusi peradaban yang sesuai fitrah manusia ? jawabnya adalah revolusi aqidah setiap keuarga maka akan muncul generasi tangguh harapan tuhan yang bisa memunculkan peradaban tinggi, yang menjadi rahmat seluruh alam. Yaitu Islam. Sebuah idiologi yang mampu memunculkan generasi yang beriman dan bertaqwa dalam membangun peradaban di masanya, yang hanya memikirkan perjuangan dan jauh dari orientasi materialistis kapitalis maupun pujian manusia sehingga akan menghasilkan peradaban yang murni sesuai fitrah manusia. Wallahu’alam bi showab*az

 

Bismillahirrahmanirrahim……

Wanita adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah untuk menjadi penetram dimanapun ia berada. terutama bagi pasangannya. masih ingatkah ketika Allah menciptakan Hawwa ? Hawwa tercipta setelah Adam diciptakan oleh Allah SWT. ketika seorang Adam mengalami kejemuhan Allah memberinya penentram yang tercipta dari bilahan tulang rusuknya.

Ikhwah Fillah…..
Ketika kita merilis sebuah kisah kejayaan, keberhasilan rupanya tak terlepas dari seorang pasangan. dan perjuangan panjang sejarah dan dakwah ini tak terlepas dari peran seorang wanita.

Zaman Kenabian itu merupakan zaman paling baik karena Rasulullah mendampingi kehidupan manusia. Dan Rasulullah adalah laki-laki paling baik di zamannya hingga akhir zaman kelak…namun…siapa yang berdiri melindungi Beliau selain para Sahabat tidak tahunya banyak Sahabiyah yang melindungi Rasulullah dalam peperangan dan perjuangan.

Siapakah wanita-wanita tangguh itu ?

1. Khodijah Binti Khuwailid.

Semua sudah tahu siapa Khodijah. ia adalah seorang janda kaya yang menikah dengan Rasulullah. Ia yang menentramkan Rasulullah ketika ia menggigil kedinginan setelah uzlahnya di gua tsur.

Ia yang melindungi Rasulullah dalam dakwahnya, Ia yang mewakafkan
hartanya untuk dakwah Rasulullah. sampai Ia pernah menangis di depan Rasulullah, dan akhirnya Rasulullah meminta maaf kepada Khodijah, “Maafkan aku wahai Khodijah, karena aku takbisa membahagiakanmu dengan harta dan sekarang malah habis semua hartamu untuk dakwahku”.

Khodijah menjawab, “Aku menangis bukan karena itu ya Rasulullah… Aku menangis karena Aku tak punya harta lagi untuk membantu dakwahmu, tak ada lagi yang bisa kuberikan padamu wahai suamiku…”

Subhanallah….sungguh berbeda dengan apa yang ada di era sekarang dimana banyak wanita menuntut suaminya untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, dan jika harta itu disumbangkan untuk dakwah, ngedumelnya ngalor ngidul, panjang lebar mungkin ampe berbusa.

Sungguh langka seorang wanita kaya menikah dengan laki-laki biasa kemudian ia rela melepas hartanya untuk dakwah suaminya. yang ada kebanyakan adalah menuntut suami agar bisa seperti dirinya, bahkan dari keluarga wanita mungkin juga akan menunutut lebih terhadap laki-laki ini. sehingga mengukur kebahagiaan itu hanya dengan sebesar apa penghargaan dan pemberian harta terhadap pasangannya.

Sekali lagi bahwa hakikat harta itu hanya ada 3 : *Yang dimakan kemudian habis, *yang dipakai kemudian rusak, *yang diinfaqkan dijalan Allah itulah yang akan tersimpan.

2. Aisyah Binti Abu Bakar

Ia adalah seorang istri Rasulullah termuda, penghafal Hadits terbanyak diantara istri yang lain, cerdas, cantik dan lihai. Ia menjadi rujukan sahabat ketika berkonsultasi tentang kewanitaan.

Walau ia pencemburu namun Rasulullah sangat mencintainya. pernah ia cemburu kepada Khodijah yang sering disebut Rasulullah. Dan Rasulullah marah waktu itu. namun karena kecerdasannya rupanya bisa mengalahkan kemarahan Rasulullah kepadanya. Dan Hadits yang menjadi Assunnah sekarang adalah buah pikir dan buah otaknya Aisyah yang encer itu.

3. Asma Binti Abu Bakar

Ia adalah anak dari abu Bakar Ashidiq. Ia adalah pengantar makanan
ke bukit tsur pada waktu Rasulullah berhijrah secara sembunyi-sembunyi. yang waktu itu Rasulullah dikejar oleh tentara Quraisy yang dipimpin oleh Waraqah.

Ia yang telah hamil tua dan mendaki Bukit Tsur itu, ia membagi sabuknya menjadi dua untuk membawa air untuk diantarkan kepada Rasulullah dan Ayahnya Abu Bakar Ash shidiq.

Ana sebagai wanita ana tak terbayangkan, seorang wanita hamil tua mendaki bukit seperti itu. Namun itulah perjuangan Asma untuk dakwah Islam. Ia rela menjadi wanita mata-mata dalam perjalanan Rasulullah
tersebut.

Sedangkan kita sebagai wanita selalu mengambil ruksoh (keringanan Islam) dalam melaksanakan ibadah. Ketika tubuh tak nyaman ketika hamil yang ada adalah memanjakan diri dengan bubuk manis, malas ngapa-ngapa apa lagi pergi berdakwah atau berjuang di perang sesuai kapasitas wanita.

Ketika hamil malah digunakan sebagai kesempatan untuk meminta semau kita, yang kata orang disebut menyidam. padahal keinginan itu tak ada hubungannya dengan keinginan bayi. itu hanya mitos belaka.

karena mual itulah yang sebenarnya menjadi penyebab utama kenapa keinginan itu hanya beberapa hal saja. dan jika tak diturutin pun sebenarnya tak apa. tak ada itu anak tak akan ngeces gara-gara waktu hamilnya tak dituruti semuanya. sekali lagi semua itu hanya mitos.

Dan bila lemasnya dituruti maka semakin lemas yang dirasakan tubuh kita. namun ketika kita tetep berghiroh maka yang ada adalah sebuah kedisiplinan dan semangat berjuang dalam dakwah.

Niat yang kuatlah yang bisa merubah kebiasaan buruk menjadi investor dalam dakwah.

4. Ummu Warokah

Ia adalah seorang wanita yang dijadikan rujukan dalam pemushafan
Al Qur’an. Ia adalah seorang sahabiyah namun kebolehannya dalam menghafal Al Qur’an menjadi rujukan dalam pemushafan Al Qur’an.

Pada dasarnya seorang wanita pun harus menjadi hafidzah (penghafal Al Qur’an) agar tak hilang generasi-generasi penghafal AL Qur’an dan Al Qur’an itu akan terpelihara. akan terpelihra keasliannya.

Ketika ia menjadi seorang hafidzah maka ia akan merencanakan anaknya menjadi hafidzah pula. dari ibu yang baik maka muncullah mujahid-mujahid luar biasa pengibar bendera Rabb Alam semesta. dari ibu yang bersemangat berjihad maka akan mencetak anaknya menjadi pribadi yang sama.

Untuk itu mari didik diri untuk menjadi pejuang-pejuang dakwah, agar kita bisa memproduksi generasi yang bisa mengembalikan kejayaan Islam kembali. kalaulah kita tak bisa menikmatinya namun kita akan bahagia karena telah menanam benih dari setiap genarasi yang berjuang untuk zamannya.

Allahu akbar !!!

5. Ummu Sulaim

Ia adalah seorang sahabiyah yang dijamin masuk syurga oleh Rasulullah. bukan karena sebab lain melainkan pengorbanannya.

waktu itu suaminya datang dan memberitahukan bahwa ada utusan dari Rasulullah, suaminya menyuruhnya untuk menjamu tamu itu.
dan ummu Sulaim berkata, “Tak ada makanan kecuali untuk anak
kita”

Suaminya menjawab, “Tidurkanlah anak kita dan jamulah tamu kita”.
dan ditidurkanlah anaknya dan Ummu Sulaim menyiapkan makan untuk tamunya. Ia redupkan lampunya. dan ia duduk agak jauh bersama suaminya dengan berkegiatan sedang berpura-pura makan hingga tamunya selesai makan.

Dan Ia adalah yang dijamin oleh Rasulullah untuk bisa masuk syurga dari pintu manapun yang ia minta

6. Ummu Syuraik

Ketika dakwah pada tahapan siriyah (diam-diam) ia tertangkap oleh kaum kafir Quraisy, kemudia ian hanya dibawa dengan kuda tanpa pelana…(tak terbayangkan jika kuda itu memacu dengan kencangnya namun tak berpelana)

selama 3 hari 3 malam ia hanya terombang ambing di atas kuda. tanpa diberi makan atau minum bahkan kita tahu bahwa kondisi arab sangat terik di siang hari dan sangat dingin di malam hari.

setelah 3 hari disebuah tempat peristirahatan, Ummu Syuraik mendapati ada yang memberinya minum. tempat wadah itu naik ke atas dan kemudian diminumnya, begitu juga seterusnya dan ketika kafir bangun Ummu Syuraik pun dituduh mengambil persdiaan air itu. padahal itu tak mungkin ia lakukan. Hanya semata2 pertolongan Allahlah apa yang telah menimpanya.

7. Ummu Aiman dan Ummu Umaroh

Keduanya adalah pejuang medan Uhud. Ummu Aiman adalah Istri
Abu Bakar ashidiq dan sekaligus ibu susunya.

Ketika pertempuran Uhud dimana kaum muslim telah terlena dengan harta rampasan dan akhirnya musuh menyerang balik. ketika itu para sahabat laki-laki tidak bisa membendungnya. Rasulullah menyuruh para sahabatnya untuk mempertahankan bentengnya dan Rasulullah sendirian waktu itu.

Ketika tiba-tiba Rasulullah diserang musuh Ummu ‘Aiman langsung menyiramkan pasir ke mata musuhnya dengan berkata, “Ini balasan untukmu”

Subhanallah…sungguh cekatan dan lihai…. Ummu Umaroh pergi ke perang uhud beserta suaminya. ketika Rasulullah diserang ada seorang sahabat yang melempar pedang ke arahnya dan ditangkapnya pednag itu kemudian ia tebaskan ke kaki kuda musuh yang akhirnya musuh dan kuda itu terjatuh.

Subhanallah 2 orang wanita yang telah berjasa menjadi perantara penyelamat Rasulullah dalam peperangan.

Dari sini bahwa tidak ada larangan bagi seorang wanita yang ingin berjihad di medan juang. Karena wanita bisa mengerjakan tugasnya sesuai dengan kapasitasnya.

8. Ummu Haram binti Ilham

Ia adalah sahabaiyah yang telah diketahui syahidnya oleh Rasulullah. Ketika itu Rasulullah mendengar kabar bahwa ada seorang sahabiyah
meninggal dalam peperangan dan Rasulullah mengatakan dia adalah Ummu Haram, ia telah menjadi seorang syahidah.

Allahu Akbar !!!

***

Dari beberapa wanita di atas mempunyai kapasitas sendiri-sendiri dalam dakwah. ketika Khodijah banyak harta maka ia mewakafkan semua hartanya untuk dakwah. Khodijah punya cinta, semua cintanya untuk Rasulullah dalam melindungi dakwah.

Aisyah, dan ummu Warokah punya kecerdasan, ia gunakan untuk menghafal Al hadits sebagai pedoman umat setelah Beliau wafat. dan menghafal Al Qur’an sebagai rujukan utama umat. bahkan Aisyah juga pernah berperang bersama Ali Bin Abu Tholib memimpin Laskar untuk menyerang Musailamah Al Kadzab.

Ummu sulaim punya jiwa berkorban tinggi, maka ia rela hidup sengsara demi sepotong makanan untuk seorang da’i yang dikirim oleh Rasulullah.

Asma, Ummu Syuraik punya militansi yang bisa mengepak sayap dakwah. Bisa menjadi intelelejen dakwah Rasulullah.

Ummu Aiman, Ummu Haram, Ummu Umaroh punya energi dan ruhiyah tinggi untuk pergi ke medan juang dan akhirnya syahid menjemputnya menuju keridloan dan pelukan Allah.

Allahu akbar !!!

Wahai akhwat….ketahuilah bahwa tak ada lagi alasan engkau tak mampu mengemban amanah dakwah ini. karena mereka para sahabiyah telah melakukannnya melalui skil mereka. Apa yang bisa mereka sumbangkan, ya itu yang mereka kerjakan.

Carilah dan galilah apa yang menjadi kelebihanmu, dan sumbangkan itu untuk dakwah.

INGATLAH KERJA YANG MULIA ITU HANYA DAKWAH….JADI TUNAIKAN TA’LIFMU (BEBAN HIDUP DICIPTAKAN DI DUNIA ATAS
KEMUKALLAFAN (BALIGH) MU) UNTUK MENEGAKKAN DIENULLAH DI MUKA BUMI INI.

Karena tiada meninggal dalam kemuliaan kecuali dalam berjuang di jalan Allah. dan tiada waktu yang berharga kecuali mengukir amaliyah dalam
dakwah.

Cepatlah bekerja…agar cita dakwah segera Allah turunkan sebagai
rahmahnya. karena bantuan Allah untuk kejayaan Islam itu butuh perantara yaitu wahai engkau para mujahid dakwah….!!! Kuatkan Azzammu, kuatkan ghirohmu dapatkah Firdaus itu dengan kesungguhan perjuanganmu….mari kita teruskan dan kita kembangkan karya besar ini….DAN KEJAYAAN ITU TELAH MENANTI DI PENGHUJUNG SETIAP DESAH NAFASMU….

ALLAHU AKBAR !!!!*az

Bumi Allah, 13 Juli 2010
*sinar dhuha itu sungguh hangat, sehangat jiwa yang tersiram oleh
lantunan dan buaian Allah dalam setiap sujud dhuha….hanya keberkahan yang diharap….semoga menjadi secuil penggerak jiwa yang rindu akan syahid di jalan Allah semata….sebagai penggerak jiwa yang berduka, sebagai pemicu semangat yang menjelang sirna, sebagai pengingat diri yang sering lupa dan semoga bisa menjadi benih untuk kejayaan Islam di dunia….HAYYA BIL JIHAD….ALLAHU AKBAR !!!!*
-*- IMATUZZAHRA AL HURUN’IN -*-

Bismillahirramahnirrahim…..

Sebuah organisasi Islam yang terkenal tegas bernama, Front Pembela Islam (FPI) ini mendapat desakan dari berbagi pihak untuk di bubarkan. Lalu apa gerangan yang terjadi ? hanya beralasan organisasi yang bergerak dengan kekerasan atau ada maksud yang tersimpan dari usul itu ? Penjegalan terhadap eksistensi Islam itu sebenarnya telah terjadi sejak Islam di dakwahkan.

Berbagai cara oleh kaum kafir digelontorkan demi tumbangnya kejayaan Islam. Ketika Islam dan syari’atnya pernah tegak dibawah bendera nubuwah dan akhirnya dilanjutkan dengan kekhilafahan yang mencapai dakwahnya hingga 2/3 dunia sebenarnya itulah kekuatan yang sangat ditakutkan kafir jika itu bisa terulang lagi.

Kebangkitan Islam Indonesia telah dimulai pada tahu 80-an dan sekarang mengalami akselerasi yang luar biasa. Ini adalah kekuatan tersendiri yang sedang difikirkan umat kafir untuk menghancurkannya. Sehingga berbagai cara mereka tempuh dengan menyebarkan statmen buruk tentang Islam. Istilah-istilah buruk mereka hujamkan demi terurainya sebuah pemahaman menjadi pemahaman kabur yang menyesatkan.

Coba cerna istilah ini…

*Radikal dan Terorisme

Sebenarnya kalau kita jeli mereka yang megaitkan kedua kata itu sungguh penuh dengan politis dan penuh dengan konspirasi. Kita tahu bahwa makna radikal itu pada dasarnya adalah yang melaksanakan sesuatu sesuai dasar2nya yang digali hingga akar-akarnya.

Sedangkan terorisme adalah kegiatan yang merusak.

Lalu kenapa 2 kata ini sekarang menjadi jargon pendeskreditkan Islam ? Mari kita runut.

Radikal dengan makna seperti itu berarti adalah melaksanakan Islam secara kaffah. Lalu bila melaksanakan Islam secara kaffah kenapa disangkutkan dengan terorisme yang merusak itu ? Apakah ada Islam mengajarkan kerusakan ? Tak ada satupun. Sehingga bisa disimpulkan bahwa mereka yang melaksanakan Islam secara kaffah pasti telah melaksanakan ajaran Islam dengan kesopanan dan keramahan. Pastilah sungguh jauh dengan tindakan terorisme itu yang merusak.

Apa sebenarnya yang terselubung dari dua kata yang mereka kira saling berhubungan ini ?

Jawabannya adalah : Mereka ingin mendeskriditkan seorang hamba yang melakukan Islam secara kaffah. Mereka ingin menjegal dan menyingkirkan muslim yang kaffah itu sedikit demi sedikit. Sehingga terprovokasilah masyarakat dengan persepsi yang mereka bangun. Sehingga tumbuh kebencian terhadap mereka yang melaksanakan Islam secara kaffah. Ketika kebencian telah merebak maka masyarakat secara otomatis akan menolak fikroh orang-orang yang mereka sebut radikal ini. Setelah mereka meolak maka kafir pun beraksi dengan memberangus mereka yang tsiqoh pada Islam itu. Bila telah begitu maka tak ada lagi yang menyerukan ayolah beriman, ayolah pergi jihad…dan seruan-seruan lain. Kafir bisa menyisihkan Islam dengan bahasa halus saja tak perlu dg kekuatan senjata.

*Islam garis keras.

Huff…istilah ini adalah untuk melabeli mereka yang sering mendengungkan jihad, mendengungkan wala’ dan baro’ sehingga kata”KERAS” diatas serasa seidentik dengan kerasnya batu, kerasnya besi dan entah keras apalagi. Yang artinya saklek tak bisa fleksibel. Menjustmen sesuatu dengan kesaklekan dan seakan tak ada tolerir sedikitpun. Padahal Islam itu sesuai dengan fitrah manusia, dan itu berarti sudah fleksibel dan cocok dengan urusan manusia.

Selain itu kata “KERAS” ini identik dengan sesuatu hal buruk misalkan KERAS KEPALA, KERAS HATI WATAKNYA KERAS. dan identik dengan istilah2 jelek itu. dimana tak bisa menerima nasehat, merasa benar sendiri dan sifat buruk lainnya.

*Islam tertutup

Kata ini biasanya dilabelkan untuk mereka yang memakai cadar atau identitas lainnya seperti berjenggot dan memakai celana di atas lutut (isbal) atau yang memakai kerudung lebar dengan jilbab sempurnanya. ketika mereka tak banyak bergaul dengan tetangga maka mereka mengatakan tertutup. Padahal kita tahu bahwa menjaga pergaulan yang membuat mudhorot itu lebih baik ketimbang ngerumpi kesana kemari.

Kalau masih mau menyapa bukankah itu berarti masih mau membuka diri ? Sungguh aneh di masyarakat itu. Yang ngerumpi ngalor ngidul itu lah yang bagus..yang ikut berfoya-foya dan hedonisme lain itulah yang baik..huff…betapa salah kaprahnya.

Dan masih banyak lagi penyebutan identitas untuk mereka yang muslim kaffah itu. dan semua diidentikkan dengan kejelekan. Semua itu sebenarnya untuk menebar image buruk Islam itu sendiri yang dimana umat kadang tak menyadarinya. Ketika sebuah publisitas sudah mengumumkan tentang sesuatu hal masyarakat tak pernah melakukan tabayyun (pemastian) terhadap umatnya sendiri. terhadap saudaranya sendiri. umat lebih percaya pada media yang telah mendukung gerakan kafir itu. dan itulah kemenangan mereka atas umat Islam yang seperti buih ini.

Seperti kasus FPI, sudahkah masyarakat faham dengan keadaan sebenarnya ? Sudah berkali-kali mereka mengatakan kepada media bahwa FPI telah melayangkan surat peringatan ketika akan melakukan sebuah aksi. Namun pada kenyataannya mereka tak menggubrisnya.

Lalu apakah salah ketika telah dinego dan mereka tetap bercokol dalam kemaksiyatan itu kemudian membiarkannya ? Apakah benar mereka yang tak bermaksiyat itu tak memancing emosi para laskar FPI itu sehingga mereka melakukan sebuah paksaan yang mereka sebut tindakan kekerasan itu ?

Kalau preman menggasak kaum baik-baik dengan gertakan, apakah Islam tak bisa menggertak ? Ketika sebuah cara beramar ma’ruf dengan lembut namun tak digubris, apakah pantas tetap mentolerirnya ? Padahal itu kemaksiyatan dan harus dienyahkan dari muka bumi ini ? Ketika kita melihat sebuah kebatilan maka kita harus menasehatinya. Jika tak digubrisnya maka boleh dengan “kekerasan” dalam koridor syara’ pastinya.

Lihatlah sekarang apadaya ulama ? Mereka malah memberikan usul sebuah tempat kemaksiyatan, banyak yg berhujah entah dalil dari mana untuk terkesan membolehkan amalan itu…sungguh naudzubillah…!!!

Kemaksiyatan seperti perzinahan malah dilegalkan, judi dilegalkan, kafe2 dilegalkan dengan para pezinanya dan banyak ulama yg melindungi dan membenarkan hal ini. Banyak ulama yang pengecut shg memberikan hujah ngawur hanya karena takut dideskriditkan umatnya dg label-label di atas. Coba lihat organisasi mana yg berani meneriakkan kebenaran dengan lisan dan tangannya kecuali FPI ? tak ada lagi.

Mereka tak takut akan celaan, mereka tak takut akan hinaan yang dilontarkan orang, mereka tak takut dengan ancaman. Karena mereka tahu yang mereka perjuangkan hanyalah Islam tegak dimuka bumi ini. Hanya ridlo Allah isyaAllah yang mereka harap karena mereka melaksanakan perintah Allah untuk memberangus kemaksiyatan yang terus merajalela.

Bila ada oknum FPI yang brutal itu sebenarnya sudah thobi’i manusia dimana ketika integritasnya disentuh maka ghorizoh bago’nya (rasa melawannya) akan segera muncul. karena ia ibarat imunitas diri dimana harga diri yang dipertaruhkan.dan dilapangan banyak kenyataan bahwa mereka yang bermaksiyat itulah yang sering memancing emosi itu, dimana mereka melontarkan makian dengan semua nama hewan kebun binatang dikeluarkan semua.

Mana ada manusia yang mau disamakan dengan hewan-hewan itu ? coba pikirlah jika itu mengenai antum apakah bisa sabar ? padahal itu keji…dan kekejian amat dimurkai Allah…Kalaulah Allah juga memurkai kekejian kenapa kita tidak ?

Mungkin yang mengatakan tentang nama binatang itulah sebenarnya mereka sendirilah yang seperti binatang ternak yang pernah disebut dalam Al Qur’an itu… Coba kalau mereka berakhlak Islami ketika diperingatkan pastilah laskar FPI itu juga tak akan seperti itu. Segala sikap dan perbuatan itu kan timbal balik saja. hanya kesabaran yang bisa mengontrolnya. Bila memang benar2 takbisa mengendalikan diri maka itulah yang harus dikarantina dan diingatkan bukan untuk menjustment seluruh laskar.

Sudah menjadi kebiasaan memang sih dalam masyarakat jika dalam sebuah kelompok ada individu yang buruk kelakuan dan pemikirannya langsung dilabelilah kelompok itu dengan keburukan satu dan beberapa orang tersebut. Padahal disisi lain, masih banyak individu-individu yang baik yang benar2 tulus ikhlas penuh kesabaran dan keikhlasan dalam segala amalnya. ———————————————————————————————- Kemudian kasus Banyuwangi…kalaulah itu alasannya mengarah kepada penghancuran komunisme itu ya betul sekali…lawong sekarang banyak orang menyamar dengan misi tertentu. banyak orang menunggangi sebuah instansi atau lembaga untuk menggolkan misi tertentu. dan misi itu busuk, menjilat dan menggorok dari belakang.

Jadi ya wajar jika umat muslim waspada dengan kisah buruk yang pernah terjadi di Indonesia. Wajar jika umat muslim selalu mencurigai mereka yang menjadi generasi PKI itu. Berapa darah yang telah dikorbankan untuk menghancurkan para Palu Arit alias PKI itu..? berapa nyawa yang telah mereka penggal demi memancangkan idiologi komunis itu ?

Masih ingat sekali ketika ayah bercerita bahwa ayah dan warga harus merunduk-runduk ketika disawah karena mereka ditembaki, kemudian dikejar-kejar dan yang tertangkap langsung disembelih lehernya. Masih ingat sekali saya ketika ayah cerita sungai Berantas itu menjadi lautan merah. dan penuh dengan bangkai dan kepala manusia. Ana tak bisa bayangkan jika sungai terpanjang dan terlebar di pulau jawa itu menjadi lautan merah dan penuh dengan bangkai…

Masyaallah wa naudzubillah…betapa memang sungguh kejam dan bejat perilaku mereka. Dan ana baru tahu kenapa Blitar itu sampai sekarang tak besar-besar kotanya padahal potensi ekonomi terus melejit. Menjadi gudang pengusaha susu, menjadi gudang pengusaha telur dan menjadi gudang pengusaha perikanan. Belum industri yang mulai berkembang disana dengan barang yang telah diimpor.

Disisi lain Blitar itu telah mencetak generasi pemimpin yang telah menjadi pemimpin negara ini. seperti Bung Karno, Megawati dan Susilo Bambang Yudoyono, serta wakilnya itu. Bahkan Anis Urbaningrum itu juga orang asli Blitar asli orang kampung sana namun cerdas dan pintar. semua berpemikiran brilian. namun kenapa kotanya ya kayak githu…padahal jika ingin pesat secara sesaat itu sungguh gampang. dan tidak tahunya banyak yang tidak mengerti kenapa begitu dan ana juga baru dapat jawabannya.

KARENA BLITAR ADALAM KANTONG-KANTONG KOMUNIS. DAN MEREKA MASIH BERAKSI UNTUK MENCETAK KADER2 MEREKA DENGAN DIAM-DIAM. BAHKAN PERNAH KETIKA SAYA MASIH SMU GERWANI ITU MELAKUKAN KONFERENSI DI KOTA BLITAR ITU DAN WAKTU ITU ORANG-ORANG MUHAMADIYAH MENYERBU MEREKA DAN MEREKA LARI KE SEBUAH PONDOK PESANTREN DEKAT TERMINAL LAMA. KETIKA DIRANGSEK KESANA, PIHAK PONDOK MENGATAKAN TAK ADA MEREKA DISANA.

lihatlah….mereka sungguk telah terorganisir walau dibawah tanah. mereka merangsek kepondok-pondok untuk menyebarkan faham komunisme itu. dan tak terbayangkan jika Blitar itu membesar dan akhirnya berkoneksi dengan CUBA maupun kota-kota Komunis lainnya. Dan Blitar memang dihambat perkembangannya. Hingga suatu hari di televisi pernah ditayangkan bahwa di CUBA itu banyak Indonesia blesteran. para aktivis Komunis yang melarikan diri waktu penggempuran 30 September itu. dimana mereka memakai bahasa indonesia namun ketika disekolah mereka masih ditanamkan dengan yel KOMUNIS IDIOLOGI KAMI. bayangkan apakah ini bukan sebuah kengerian jika komunis itu berkembang di Indonesia dan berpusat di Blitar yang merupakan kantong kekuatan inti mereka ? Jadi wajar jika FPI memasang pagar penyelamat umat itu…. ————————————————————————————————– kemudian FPI itu adalah musuh besar JARINGAN ISLAM LIBERAL yang ust ATTAMIMI menyebutnya JARINGAN IBLIS LAKNATULLAH naudzubillahimindzalik. Mereka sebenarnya kegerahan melihat keeksisan FPI ini. karena misi dan ulah mereka selalu tertangkap basah oleh FPI. mereka selalu terhalang untuk menggelontorkan misi mereka dalam mengaduk-ngaduk umat, dalam mengaburkan faham Islam dalam diri umat ini. jadi wajarlah jika ULIL ABSHOR ABDALA berkoar begitu didepan TV yang telah menjadi corong kafir itu.

Koarnya itu terselubung dengan dalih kekerasan. Padahal sebenarnya ia ingin enyahnya FPI dari bumi Indonesia agar aksinya menyebarkan Liberalisme pesanan barat itu licin tak ada hambatan dan dia mendapatkan jabatan dan materi yang telah dijanjikan kepadanya.

WALLAHI PEMBUBARAN FPI ITU HANYA RENCANA BUSUK MEREKA UNTUK TERUS MENJEGAL ISLAM TEGAK DIBUMI INDONESIA. MEREKA TAKUT INDONESIA MENJADI SUMBER KEKUATAN KEBANGKITAN ISLAM SEHINGGA BEBAGAI CARA MEREKA LAKUKAN UNTUK MENGHAMBAT AKSELERASI DAKWAH ISLAM INDONESIA.

Berbagai persepsi kabur mereka sebar tentang aktivis Islam, tentang FPI, tentang harokah-harokah lain yang tsiqoh terhadap misinya dalam penegakan syariat ISLAM di Indonesia ini. Ini peperangan wahai ikhwah walau tak pakai senjata. antum harus menyadarinya. jangan sampai alasan mereka (para pembenci Islam) itu mengalihkan pemahaman antum.

sungguh sudah tabiat orang munafiq mengaburkan faham-faham Islam dengan dalil-dalil yang sepertinya dari Islam namun mereka plintir-plintir…kayak karet kemudian mereka gelembungkan seperti balon dan mereka pecahkan ketika mangsa telah masuk ke dalam perangkapnya. itu yang harus disadari. Mari satukan persepsi kita tentang amar ma’ruf nahi munkar itu. jangan sampai kita menjadi pembela kafir maupun munafik itu hanya gara-gara pemahaman kita yang terkungkung. hanya gara-gara disodorkan sebuah faham oleh orang liberal dg cover kekerasan tadi.

JANGAN TERTIPU SEKALI LAGI. jadi siapasih yang perlu dibuyarkan ? bila antum orang Islam dan ingin menegakkan Islam pastilah antum tahu siapa jawabannya…takbiru ALLAHU AKBAR !!!!*az

 

Kesuksesan dakwah adalah penyatuan berbagai manhaj (metode) dakwah dari kelompok-kelompok dak’wah. cita-cita dakwah tidak bisa tercapai dengan hanya satu manhaj kelompok dakwah saja.

wallahi cukuplah Aqidah sebagai dasar penyatuan itu. Al Qur’an sebagai dusturuna (undang-undangnya), Assunnah sebagai penjelasnya, jihad fisabilillah sebagai jalan dakwahnya dan syahid sebagai cita-citanya.

Problematika umat sungguh kompleks adanya. banyak penyelewengan-penyelewengan umat Islam dalam hal Aqidah, ibadah, masalah kepemimpinan  dan masalah syari’ah. hal ini bisa terjadi karena adanya kejahilan umat terhadap agamanya, adanya agresi kapitalis ke negeri-negeri muslim, dan adanya perang idiologi. Lalu apasih sebenarnya yang dibutuhkan untuk mencapai satu cita dakwah itu ?

1) Kesatuan tujuan—>kita tahu seorang muslim itu ada ta’lif (beban) dalam dirinya yaitu menegakkan DIENULLAH di muka bumi ini. nah dari sini kita tahu sebenarnya apa tujuan dakwah. yaitu tertegaknya hukum2 Allah di bumi dengan segala penerapannya. Lalu siapa yang bisa menerapkan semua itu ? Ia adalah sebuah sistem yang dibangun oleh dakwah itu yaitu sistem Islam. sistem Islam adalah bangunan sistemik (idiologinya) sekaligus fisik (bentuk pemerintahannya). Yang akhirnya kita menyebutnya dengan kekholifahan. ini adalah cita-cita dakwah. Ini adalah amanah dakwah, yaitu mengembalikan kembali hukum2 Allah diterapkan dimuka bumi ini. dan yang bisa menjalankan hal itu adalah kekholifahan. sehingga masalah kekholifahan itu bukan isu dari satu harokah saja namun ia adalah isu global umat Islam, semua harokah juga harus mengisukannya karena ia adalah amanah dakwah sekaligus cita-cita dakwah. Namun yang perlu dicatat, KEKHILAFAHAN BUKAN ISU CENTRAL DAKWAH, IA ADALAH UJUNG DARI DAKWAH ALIAS BUAHNYA. ISU UTAMA DAKWAH ADALAH PEMBENAHAN AQIDAH, PEMBENAHAN IBADAH, PEMBENAHAN MU’AMALAH, SOSIAL EKONOMI,POLITIK. KETIKA INI SUDAH MENYENTUH UMAT MAKA KEPEMIMPINAN ISLAM DITEGAKKAN DENGAN JALAN JIHAD. KETIKA JIHAD DILAKSANAKAN MAKA KEMENANGAN ISLAM AKAN DI RAIH, KARENA JIHAD ADALAH BENTENG DARI SEBUAH PERGERAKAN ATAU SEBUAH DAULAH ISLAM. KETIKA JIHAD TEGAK MAKA KEKHOLIFAHAN AKAN TEGAK. TERAPLIKASIKANLAH SYARI’AT UNTUK UMAT.

2) Kesatuan Aqidah —>ini adalah yang paling urgen. karena dasar pembangunan dakwah Rasulullah adalah aqidah ia isu pertama yang harus dibangun. kemudian diikuti oleh isu sosial muamalah.Dakwah ibarat bangunan rumah, aqidah adalah pondasinya. sebelum umat benar2 lurus aqidahnya maka tak akan tercapai cita2 dakwah itu. Ketika ketauhidan telah benar2 terpancang dalam diri umat maka secara otomatis persatuan itu akan muncul dari fikroh-fikroh mereka. Karena dasar pemikiran kebenaran itu berawal dari pemahaman tauhid yang benar.

3) Keterpaduan kepemimpinan—>ketika satu diantara banyak harokah saling menjustment dialah yang paling berjuang untuk tegaknya cita dakwah, untuk tegaknya DIENULLAH maka tak akan terjadi penyatuan kepemimpinan itu. untuk itu perlu adanya duduk bersama membicarakan masalah kesatuan kepemimpinan Islam ini. kebersamaan dalam menyatukan manhaj dakwah untuk mempercepat akselerasi pergerakan sehingga antara mereka yang bergerak dalam siyasi (dg niatan untuk mengubah dan menghalau sistem kuffur) dan yang diluar parlemen bs maju bersama untuk memperoleh kepemimpinan itu.

4) Kesatuan Undang-undang—>nah dari satu kepemimpinan ini maka akan muncul satu undang-undang. yaitu undang-undang Islam yang mengacu pada Al Qur’an dan Assunnah dan itu yang harus di ta’ati oleh umat muslim atau anggota-anggota dari harokah-2 yang telah masuk dalam wadah ini. ini belum masuk dalam tahapan daulah. namun telah ada kesepakatan antar jamaah baik bersifat negara atau global dalam hal ini. untuk segera menyatukan langkah dalam satu undang-undang kemudian diikrarkan dalam bentuk daulah khilafah atau sistem kekhilafahan secara global.

5) Jihad Fisabilillah —-> Jihad adalah benteng sebuah pergerakan, ia adalah pelindung sebuah kekuasaan, dan jihad adalah pelindung kekuasaan Islam. Satu semangat untuk menegakkan dienullah akan membakar semangat jihad yang sama dari berbagai harokah islam. Jihad dikerjakan ketika umat islam di tindas, ketika kafir merebut kekuasaan dan berbuat sewenang-wenang terhadap kaum muslimin. jihad bisa menyatukan umat, karena ia yang memadukan ta’limul qulb para pengemban syahadah.

dari dasar2 penyatuan di atas maka diaplikasikan strategi-strategi untuk mewujudkannya.

1) Pengajaran Islam pokok dan cabangnya secara terarah. yang menghindar dari ta’ashub (fanatik) maupun ashobiyah (membanggakan golongannya).

2) Mengusai mass media sebagai wadah publisitas kepada umat. agar visi dan misi penyatuan itu segera tersampaikan kepada sasarannya. dan mengkounter isu2 miring yang disebera kaum kapitalis dan orientalis dalam memecah belah umat.

3) Adanya ekonomi yang independen. sepanjang ekonomi masih bergantung pada kaum kapitalis maka selamanya akan terjajah. dan itu sungguh sulit untuk terlepas dan membuat perencanaan tersendiri. karena mau tidak mau tetaplah ada M o U yang harus dijalani. masih ingatkah dengan proses pemboikotan perekonomian yang dilakukan kaum Quraisy kepada Rasulullah dimasa awal dakwah ? Rasululah berani mengambil resiko itu selama 3 tahun…dan akhirnya Allah memberikan pertolongannya.karena begitulah jalan dakwah ia tdk harus mulus karena sebagai bukti pengucapan sumpah syahadah kita. penganiayaan adalah pembuktian bahwa kita bukan termasuk orang2 yg DUSTA atas janji dan ikrar kita pada Allah.

4) Kemandirian dalam segala kebutuhan.ini sepertinya sama dengan keterangn 3) di atas.ketika umat muslim masih selalu menggantungkan diri atas semua kebutuhannya pada kaum kapitalis orientalis maka untuk selamanya akan terjajah. disini dibutuhkan keberanian untuk setiap individu untuk mulai beralih pada produk2 Islam secara perlahan. Apabila pasar telah merajai dari produk2 Islam insyaAllah kualitaspun akan bisa menandingi produk2 kapitalis itu. masalah dilapangan kenapa produk Islam kualitasnya lebih rendah hal ini disebabkan oleh perputaran modal yang perbedaannya sangat signifikan dengan laba yang diperoleh. sehingga untuk bertahan saja sudah sebuah kesyukuran. tetap butuh kerjasama antara konsumen muslim dan pengusaha muslim tersebut.

5) Mendirikan pusat-pusat ilmu pengetahuan. Ini adalah hal urgent yang sebagai langkah real dalam pergerakan. ilmu yang telah tersebar semua telah dikuasai oleh kaum kuffar sehingga mereka telah menyalahi apa yang seharusnya sesuai khithoh Al Qur’an. untuk itu untuk membersihkan pemikiran2 sekuler maka harus ada lembaga-lembaga kajian ilmiah untuk membersihkan faham2 yang terselip yang mereka lancarkan. Jika dasar2 itu telah dipunyai umat Islam ana yakin entah itu dari harokah manapun apabila telah memahami yang bisa menjadi benih penyatuan itu maka akan memperjuangkan penyatuan itu. karena sekali lagi tak akan bisa tujuan dakwah tercapai dengan satu manhaj dakwah harokah. Semoga jama’atul muslimin itu segera terwujud dan ini bisa terwujud dimulai dari diri kita sendiri untuk mengkondisikan diri tidak gampang menjustment sebuah jama’ah harokah pergerakan Islam. tidak ta’ashub (fanatik golongan) atau tidak Ashobiyah (membanggakan golongan sendiri). ini benih jika ingin persatuan umat Islam. jika diantara kita masih ada benih tidak suka dengan harokah lain jangan harap persatuan itu akan terwujud. karena kita adalah bagian kecil dari sebuah tubuh. ibaratnya adalah sel. dan apabila sel itu sakit maka akan berimbas pada jaringan dan apabila jaringan itu sakit maka akan berimbas pada organ. apabila organ sakit maka tubuh itu tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

6. Perlunya semua perkemahan pelatihan kemiliteran untuk generasi muda.

JADILAH SEL YANG SEHAT WALAU BAGIAN TERKECIL NAMUN MENYUMBANG PERAN BESAR BAGI PERGERAKAN TUBUH DALAM ISLAM. HAYYA BIL JIHAD YA IKHWAH FILLAH…!!! JAGALAH UKHUWAH ITU HILANGKAN KEBENCIAN TANAMLAH KEDAIMAIAN DALAM HATI DAN TEBARLAH RAHMAH ISLAM KEPENJURU TAPAK KITA BERDIRI. semoga barokah…*az


(Arrahmah.com) – Sekilas melihat bentuknya nampak seperti nyamuk, namun setelah diperhatikan lebih seksama ternyata ia bukan nyamuk melainkan sebuah pesawat.

Berdasarkan berita-berita yang beredar baru-baru ini, benda ini dikenal sebagai Insect Spy Drone yang telah dalam produksi. Benda kecil canggih ini dapat dikendalikan dari jarak yang jauh dan dilengkapi dengan sebuah kamera, mikropon dan dapat hinggap pada manusia dengan mudah. Drone serangga ini juga dapat digunakan untuk mengambil sample DNA seseorang dengan cara menyengat seperti layaknya nyamuk serta dapat menanam sebuah alat pelacak mikro RFID di bawah kulit manusia.

Bentuknya yang amat mirip dengan nyamuk memungkinkan drone ini dapat terbang ke manapun bahkan ke dalam-dalam rumah, karena sekilas orang tidak akan menyadari bahwa benda itu adalah sebuah drone.

Militer salibis AS mengungkapkan bahwa teknologi terbaru pesawat mata-mata itu telah dirilis, drone berukuran serangga ini juga dapat digunakan untuk menembakkan rudal dan melacak “para pejuang musuh”.

AS dilaporkan telah memproduksi sejumlah nano drone atau drone berukuran mini, mulai dari bentuk burung kecil hingga serangga seperti lalat dan nyamuk. Mengklaim semua itu dirancang untuk perang melawan Mujahidin terkhusus di Afghanistan dan Pakistan.

Teknologi yang sedemikian canggih selama ini telah menyertai AS dalam perang di negeri-negeri kaum Muslimin dengan dalih memerangi “terorisme” (baca: Mujahidin). Tetapi perang mereka selalu gagal menghadapi Mujahidin.

Sementara itu FBI, CIA dan organisasi-organisasi pemerintah AS lainnya telah membantah telah memiliki drone mini untuk pekerjaan mereka, klaim mereka untuk meyakinkan warga AS bahwa mereka tidak akan mengancam warga AS.

Tom Ehrhard, seorang pensiunan kolonel Angkatan Udara dan ahli pesawat tanpa awak, mengatakan kepada Daily Teleghraph beberapa waktu lalu bahwa “Amerika bisa menjadi sangat licik.”

Di sisi lain banyak orang, termasuk warga AS sendiri meragukan akan produksi drone berbentuk serangga, dan menganggapnya hanya konspirasi. (siraaj/arrahmah.com)

http://arrahmah.com/read/2012/06/27/21252-militer-as-produksi-spy-drone-berbentuk-nyamuk.html