Archive for the ‘Uncategorized’ Category

10888854_10203490147236644_1346635989992485398_n

—————————
Apa itu sistem ekonomi liberal ?
—————————

Adalah suatu ekonomi Teori itu juga bersifat membebaskan individu untuk bertindak sesuka hati sesuai kepentingan dirinya sendiri dan membiarkan semua individu untuk melakukan pekerjaan tanpa pembatasan yang nantinya dituntut untuk menghasilkan suatu hasil yang terbaik, yang cateris paribus, atau dengan kata lain, menyajikan suatu benda dengan batas minimum dapat diminati dan disukai oleh masyarakat (konsumen).

—————————
Ciri-ciri sistem ekonomi liberal
—————————
1. Diakuinya kebebasan pihak swasta/masyarakat untuk melakukan tindakan-tindakan ekonomi.

2. Diakuinya kebebasan memiliki barang modal (barang kapital).

3. Dalam melakukan tindakan ekonomi dilandasi semangat untuk mencari keuntungan sendiri.

——————————
Kelemahan teori ekonomi ini adalah…
——————————
1. Masyarakat yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin.

2. Banyak terjadinya monopoli masyarakat.

3. Banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya oleh individu.

4. Pemerataan pendapatan sulit dilakukan karena persaingan bebas tersebut.

—————————-
Lalu apa ancaman untuk ekonomi kerakyatan ?
—————————-

Karena alur perekonomian lebih di dominankan pada pihak swasta maka akan terjadi aset2 penting dikuasai swasta. Swasta adalah pihak di luar pemerintah baik dr pribumi maupun asing.

Sehingga alokasi pembiayaan tidak menyebar rata dan terpusat pada pemodal yang menguntungkan. Keuntungan industri yang seharusnya mengalir ke rakyat berpindah tangan pada pemilik modal yang rata2 pihak asing. Sehingga ekonomi kerakyatan semakin terlindas. Hal ini disebabkan oleh kalahnya persaingan bisnis pemodal besar yang dikuasai negara2 asing.

Munculnya banyak market yang berbentuk mall hingga ke daerah itu salah satu bukti hancurnya perekonomian rakyat daerah. Market banyak dikuasai oleh cina. Pangsa pasar indonesia dari yang kecil hingga yang besar dikuasai cina. Rakyat menjadi buruh bayaran. Sedang pendapatan yang tidak sebanding dengan tenaga dan pikiran yang di keluarkan. Rakyat hanya bisa jadi buruh dan tidak bisa menjadi penggerak bisnis. Sehingga pendapatan mereka tidak bisa mengcover tuntutan kebutuhan yang melonjak. Dan rakyat menjadi kaum “tertindas”

Di bidang industri amerika, jepang, thailand, tiongkok menguasai. Modal mereka yang besar sangat mudah untuk menguasai industri2 kapital negara yang difungsikan untuk kemakmuran rakyat.

Sehingga ketika aset2 bumi, air, udara beserta yang terkandung di dalamnya, yang seharusnya dikelola negara untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, hanya sekedar bunyi undang2 dasar belaka. Karena pada realitasnya keuntungan besar sudah mengalir ke pemilik modal yang notabene dari negara asing. Merekalah yang menikmati mutu manikam Indonesia. Bukan pribumi indonesia.

Penjualan aset2 negara dengan alasan butuh uang adalah sebuah tindakan mencederai ekonomi kerakyatan. Bahkan bisa menghancurkan ekonomi kerakyatan. Bagaimana tidak, semakin banyak investor asing maka ptosentase (%) laba tetbesar di tangan pemilik modal. Sisanya diberikan kepada pemerintahan daerah dan pusat. Sehingga tinggal sedikit alokasi untuk pembangunan infra struktur daerah.

Selain itu investor asing menjadi ancaman. Bagaimana tidak, coba kita fikirkan secara sederhana. Bagaimana seandainya pemerintah tidak bisa mengembalikan dana investasinya, secara otomatis sebagai gantinya adalah lahan ptoyek yg sedang mereka kerjakan. Lamban laun tidak meenutup kemungkinan aset pun tak lagi sistem investasi. Kemudian terjual.

Sistem ekonomi liberal (kapitalis) menjadi ancaman bagi negara yang minim pengawasan, menjamurnya korupsi dan kolusi serta nepotisme.

Karena para pemodal akan lebih eksis ketika pejabatnya masih ada yg melakukan tindakan korupsi, kolusi dan nepotisme. Karena pejabat yg KKN itu hanya menghamba pada materi. Dan kapitalisme punya materi untuk bisa membeli.

Penanaman modal asing memang dipandang perlu. Namum harus tetap diatur oleh perundang undangan yamg terikat dalam hak dan kewajibannya.

Untuk itu waspadalah. Karena pemerintahkan mulai meneraokan NEO LIBERALISM PADA SEMUA SEKTOR.

Iklan

Bismillahirramahnirrahim…..

Sebuah organisasi Islam yang terkenal tegas bernama, Front Pembela Islam (FPI) ini mendapat desakan dari berbagi pihak untuk di bubarkan. Lalu apa gerangan yang terjadi ? hanya beralasan organisasi yang bergerak dengan kekerasan atau ada maksud yang tersimpan dari usul itu ? Penjegalan terhadap eksistensi Islam itu sebenarnya telah terjadi sejak Islam di dakwahkan.

Berbagai cara oleh kaum kafir digelontorkan demi tumbangnya kejayaan Islam. Ketika Islam dan syari’atnya pernah tegak dibawah bendera nubuwah dan akhirnya dilanjutkan dengan kekhilafahan yang mencapai dakwahnya hingga 2/3 dunia sebenarnya itulah kekuatan yang sangat ditakutkan kafir jika itu bisa terulang lagi.

Kebangkitan Islam Indonesia telah dimulai pada tahu 80-an dan sekarang mengalami akselerasi yang luar biasa. Ini adalah kekuatan tersendiri yang sedang difikirkan umat kafir untuk menghancurkannya. Sehingga berbagai cara mereka tempuh dengan menyebarkan statmen buruk tentang Islam. Istilah-istilah buruk mereka hujamkan demi terurainya sebuah pemahaman menjadi pemahaman kabur yang menyesatkan.

Coba cerna istilah ini…

*Radikal dan Terorisme

Sebenarnya kalau kita jeli mereka yang megaitkan kedua kata itu sungguh penuh dengan politis dan penuh dengan konspirasi. Kita tahu bahwa makna radikal itu pada dasarnya adalah yang melaksanakan sesuatu sesuai dasar2nya yang digali hingga akar-akarnya.

Sedangkan terorisme adalah kegiatan yang merusak.

Lalu kenapa 2 kata ini sekarang menjadi jargon pendeskreditkan Islam ? Mari kita runut.

Radikal dengan makna seperti itu berarti adalah melaksanakan Islam secara kaffah. Lalu bila melaksanakan Islam secara kaffah kenapa disangkutkan dengan terorisme yang merusak itu ? Apakah ada Islam mengajarkan kerusakan ? Tak ada satupun. Sehingga bisa disimpulkan bahwa mereka yang melaksanakan Islam secara kaffah pasti telah melaksanakan ajaran Islam dengan kesopanan dan keramahan. Pastilah sungguh jauh dengan tindakan terorisme itu yang merusak.

Apa sebenarnya yang terselubung dari dua kata yang mereka kira saling berhubungan ini ?

Jawabannya adalah : Mereka ingin mendeskriditkan seorang hamba yang melakukan Islam secara kaffah. Mereka ingin menjegal dan menyingkirkan muslim yang kaffah itu sedikit demi sedikit. Sehingga terprovokasilah masyarakat dengan persepsi yang mereka bangun. Sehingga tumbuh kebencian terhadap mereka yang melaksanakan Islam secara kaffah. Ketika kebencian telah merebak maka masyarakat secara otomatis akan menolak fikroh orang-orang yang mereka sebut radikal ini. Setelah mereka meolak maka kafir pun beraksi dengan memberangus mereka yang tsiqoh pada Islam itu. Bila telah begitu maka tak ada lagi yang menyerukan ayolah beriman, ayolah pergi jihad…dan seruan-seruan lain. Kafir bisa menyisihkan Islam dengan bahasa halus saja tak perlu dg kekuatan senjata.

*Islam garis keras.

Huff…istilah ini adalah untuk melabeli mereka yang sering mendengungkan jihad, mendengungkan wala’ dan baro’ sehingga kata”KERAS” diatas serasa seidentik dengan kerasnya batu, kerasnya besi dan entah keras apalagi. Yang artinya saklek tak bisa fleksibel. Menjustmen sesuatu dengan kesaklekan dan seakan tak ada tolerir sedikitpun. Padahal Islam itu sesuai dengan fitrah manusia, dan itu berarti sudah fleksibel dan cocok dengan urusan manusia.

Selain itu kata “KERAS” ini identik dengan sesuatu hal buruk misalkan KERAS KEPALA, KERAS HATI WATAKNYA KERAS. dan identik dengan istilah2 jelek itu. dimana tak bisa menerima nasehat, merasa benar sendiri dan sifat buruk lainnya.

*Islam tertutup

Kata ini biasanya dilabelkan untuk mereka yang memakai cadar atau identitas lainnya seperti berjenggot dan memakai celana di atas lutut (isbal) atau yang memakai kerudung lebar dengan jilbab sempurnanya. ketika mereka tak banyak bergaul dengan tetangga maka mereka mengatakan tertutup. Padahal kita tahu bahwa menjaga pergaulan yang membuat mudhorot itu lebih baik ketimbang ngerumpi kesana kemari.

Kalau masih mau menyapa bukankah itu berarti masih mau membuka diri ? Sungguh aneh di masyarakat itu. Yang ngerumpi ngalor ngidul itu lah yang bagus..yang ikut berfoya-foya dan hedonisme lain itulah yang baik..huff…betapa salah kaprahnya.

Dan masih banyak lagi penyebutan identitas untuk mereka yang muslim kaffah itu. dan semua diidentikkan dengan kejelekan. Semua itu sebenarnya untuk menebar image buruk Islam itu sendiri yang dimana umat kadang tak menyadarinya. Ketika sebuah publisitas sudah mengumumkan tentang sesuatu hal masyarakat tak pernah melakukan tabayyun (pemastian) terhadap umatnya sendiri. terhadap saudaranya sendiri. umat lebih percaya pada media yang telah mendukung gerakan kafir itu. dan itulah kemenangan mereka atas umat Islam yang seperti buih ini.

Seperti kasus FPI, sudahkah masyarakat faham dengan keadaan sebenarnya ? Sudah berkali-kali mereka mengatakan kepada media bahwa FPI telah melayangkan surat peringatan ketika akan melakukan sebuah aksi. Namun pada kenyataannya mereka tak menggubrisnya.

Lalu apakah salah ketika telah dinego dan mereka tetap bercokol dalam kemaksiyatan itu kemudian membiarkannya ? Apakah benar mereka yang tak bermaksiyat itu tak memancing emosi para laskar FPI itu sehingga mereka melakukan sebuah paksaan yang mereka sebut tindakan kekerasan itu ?

Kalau preman menggasak kaum baik-baik dengan gertakan, apakah Islam tak bisa menggertak ? Ketika sebuah cara beramar ma’ruf dengan lembut namun tak digubris, apakah pantas tetap mentolerirnya ? Padahal itu kemaksiyatan dan harus dienyahkan dari muka bumi ini ? Ketika kita melihat sebuah kebatilan maka kita harus menasehatinya. Jika tak digubrisnya maka boleh dengan “kekerasan” dalam koridor syara’ pastinya.

Lihatlah sekarang apadaya ulama ? Mereka malah memberikan usul sebuah tempat kemaksiyatan, banyak yg berhujah entah dalil dari mana untuk terkesan membolehkan amalan itu…sungguh naudzubillah…!!!

Kemaksiyatan seperti perzinahan malah dilegalkan, judi dilegalkan, kafe2 dilegalkan dengan para pezinanya dan banyak ulama yg melindungi dan membenarkan hal ini. Banyak ulama yang pengecut shg memberikan hujah ngawur hanya karena takut dideskriditkan umatnya dg label-label di atas. Coba lihat organisasi mana yg berani meneriakkan kebenaran dengan lisan dan tangannya kecuali FPI ? tak ada lagi.

Mereka tak takut akan celaan, mereka tak takut akan hinaan yang dilontarkan orang, mereka tak takut dengan ancaman. Karena mereka tahu yang mereka perjuangkan hanyalah Islam tegak dimuka bumi ini. Hanya ridlo Allah isyaAllah yang mereka harap karena mereka melaksanakan perintah Allah untuk memberangus kemaksiyatan yang terus merajalela.

Bila ada oknum FPI yang brutal itu sebenarnya sudah thobi’i manusia dimana ketika integritasnya disentuh maka ghorizoh bago’nya (rasa melawannya) akan segera muncul. karena ia ibarat imunitas diri dimana harga diri yang dipertaruhkan.dan dilapangan banyak kenyataan bahwa mereka yang bermaksiyat itulah yang sering memancing emosi itu, dimana mereka melontarkan makian dengan semua nama hewan kebun binatang dikeluarkan semua.

Mana ada manusia yang mau disamakan dengan hewan-hewan itu ? coba pikirlah jika itu mengenai antum apakah bisa sabar ? padahal itu keji…dan kekejian amat dimurkai Allah…Kalaulah Allah juga memurkai kekejian kenapa kita tidak ?

Mungkin yang mengatakan tentang nama binatang itulah sebenarnya mereka sendirilah yang seperti binatang ternak yang pernah disebut dalam Al Qur’an itu… Coba kalau mereka berakhlak Islami ketika diperingatkan pastilah laskar FPI itu juga tak akan seperti itu. Segala sikap dan perbuatan itu kan timbal balik saja. hanya kesabaran yang bisa mengontrolnya. Bila memang benar2 takbisa mengendalikan diri maka itulah yang harus dikarantina dan diingatkan bukan untuk menjustment seluruh laskar.

Sudah menjadi kebiasaan memang sih dalam masyarakat jika dalam sebuah kelompok ada individu yang buruk kelakuan dan pemikirannya langsung dilabelilah kelompok itu dengan keburukan satu dan beberapa orang tersebut. Padahal disisi lain, masih banyak individu-individu yang baik yang benar2 tulus ikhlas penuh kesabaran dan keikhlasan dalam segala amalnya. ———————————————————————————————- Kemudian kasus Banyuwangi…kalaulah itu alasannya mengarah kepada penghancuran komunisme itu ya betul sekali…lawong sekarang banyak orang menyamar dengan misi tertentu. banyak orang menunggangi sebuah instansi atau lembaga untuk menggolkan misi tertentu. dan misi itu busuk, menjilat dan menggorok dari belakang.

Jadi ya wajar jika umat muslim waspada dengan kisah buruk yang pernah terjadi di Indonesia. Wajar jika umat muslim selalu mencurigai mereka yang menjadi generasi PKI itu. Berapa darah yang telah dikorbankan untuk menghancurkan para Palu Arit alias PKI itu..? berapa nyawa yang telah mereka penggal demi memancangkan idiologi komunis itu ?

Masih ingat sekali ketika ayah bercerita bahwa ayah dan warga harus merunduk-runduk ketika disawah karena mereka ditembaki, kemudian dikejar-kejar dan yang tertangkap langsung disembelih lehernya. Masih ingat sekali saya ketika ayah cerita sungai Berantas itu menjadi lautan merah. dan penuh dengan bangkai dan kepala manusia. Ana tak bisa bayangkan jika sungai terpanjang dan terlebar di pulau jawa itu menjadi lautan merah dan penuh dengan bangkai…

Masyaallah wa naudzubillah…betapa memang sungguh kejam dan bejat perilaku mereka. Dan ana baru tahu kenapa Blitar itu sampai sekarang tak besar-besar kotanya padahal potensi ekonomi terus melejit. Menjadi gudang pengusaha susu, menjadi gudang pengusaha telur dan menjadi gudang pengusaha perikanan. Belum industri yang mulai berkembang disana dengan barang yang telah diimpor.

Disisi lain Blitar itu telah mencetak generasi pemimpin yang telah menjadi pemimpin negara ini. seperti Bung Karno, Megawati dan Susilo Bambang Yudoyono, serta wakilnya itu. Bahkan Anis Urbaningrum itu juga orang asli Blitar asli orang kampung sana namun cerdas dan pintar. semua berpemikiran brilian. namun kenapa kotanya ya kayak githu…padahal jika ingin pesat secara sesaat itu sungguh gampang. dan tidak tahunya banyak yang tidak mengerti kenapa begitu dan ana juga baru dapat jawabannya.

KARENA BLITAR ADALAM KANTONG-KANTONG KOMUNIS. DAN MEREKA MASIH BERAKSI UNTUK MENCETAK KADER2 MEREKA DENGAN DIAM-DIAM. BAHKAN PERNAH KETIKA SAYA MASIH SMU GERWANI ITU MELAKUKAN KONFERENSI DI KOTA BLITAR ITU DAN WAKTU ITU ORANG-ORANG MUHAMADIYAH MENYERBU MEREKA DAN MEREKA LARI KE SEBUAH PONDOK PESANTREN DEKAT TERMINAL LAMA. KETIKA DIRANGSEK KESANA, PIHAK PONDOK MENGATAKAN TAK ADA MEREKA DISANA.

lihatlah….mereka sungguk telah terorganisir walau dibawah tanah. mereka merangsek kepondok-pondok untuk menyebarkan faham komunisme itu. dan tak terbayangkan jika Blitar itu membesar dan akhirnya berkoneksi dengan CUBA maupun kota-kota Komunis lainnya. Dan Blitar memang dihambat perkembangannya. Hingga suatu hari di televisi pernah ditayangkan bahwa di CUBA itu banyak Indonesia blesteran. para aktivis Komunis yang melarikan diri waktu penggempuran 30 September itu. dimana mereka memakai bahasa indonesia namun ketika disekolah mereka masih ditanamkan dengan yel KOMUNIS IDIOLOGI KAMI. bayangkan apakah ini bukan sebuah kengerian jika komunis itu berkembang di Indonesia dan berpusat di Blitar yang merupakan kantong kekuatan inti mereka ? Jadi wajar jika FPI memasang pagar penyelamat umat itu…. ————————————————————————————————– kemudian FPI itu adalah musuh besar JARINGAN ISLAM LIBERAL yang ust ATTAMIMI menyebutnya JARINGAN IBLIS LAKNATULLAH naudzubillahimindzalik. Mereka sebenarnya kegerahan melihat keeksisan FPI ini. karena misi dan ulah mereka selalu tertangkap basah oleh FPI. mereka selalu terhalang untuk menggelontorkan misi mereka dalam mengaduk-ngaduk umat, dalam mengaburkan faham Islam dalam diri umat ini. jadi wajarlah jika ULIL ABSHOR ABDALA berkoar begitu didepan TV yang telah menjadi corong kafir itu.

Koarnya itu terselubung dengan dalih kekerasan. Padahal sebenarnya ia ingin enyahnya FPI dari bumi Indonesia agar aksinya menyebarkan Liberalisme pesanan barat itu licin tak ada hambatan dan dia mendapatkan jabatan dan materi yang telah dijanjikan kepadanya.

WALLAHI PEMBUBARAN FPI ITU HANYA RENCANA BUSUK MEREKA UNTUK TERUS MENJEGAL ISLAM TEGAK DIBUMI INDONESIA. MEREKA TAKUT INDONESIA MENJADI SUMBER KEKUATAN KEBANGKITAN ISLAM SEHINGGA BEBAGAI CARA MEREKA LAKUKAN UNTUK MENGHAMBAT AKSELERASI DAKWAH ISLAM INDONESIA.

Berbagai persepsi kabur mereka sebar tentang aktivis Islam, tentang FPI, tentang harokah-harokah lain yang tsiqoh terhadap misinya dalam penegakan syariat ISLAM di Indonesia ini. Ini peperangan wahai ikhwah walau tak pakai senjata. antum harus menyadarinya. jangan sampai alasan mereka (para pembenci Islam) itu mengalihkan pemahaman antum.

sungguh sudah tabiat orang munafiq mengaburkan faham-faham Islam dengan dalil-dalil yang sepertinya dari Islam namun mereka plintir-plintir…kayak karet kemudian mereka gelembungkan seperti balon dan mereka pecahkan ketika mangsa telah masuk ke dalam perangkapnya. itu yang harus disadari. Mari satukan persepsi kita tentang amar ma’ruf nahi munkar itu. jangan sampai kita menjadi pembela kafir maupun munafik itu hanya gara-gara pemahaman kita yang terkungkung. hanya gara-gara disodorkan sebuah faham oleh orang liberal dg cover kekerasan tadi.

JANGAN TERTIPU SEKALI LAGI. jadi siapasih yang perlu dibuyarkan ? bila antum orang Islam dan ingin menegakkan Islam pastilah antum tahu siapa jawabannya…takbiru ALLAHU AKBAR !!!!*az

Bismillahirrahmanirrahim….

17 Ramadhan 1432 telah mengawali usia Indonesia, yaitu usia 66 th tepat di tanggal 17 Agustus 2011 kemarin. Sebuah usia yang bukan usia muda lagi jika diidentikkan dengan usia manusia. Melainkan sebuah usia yang seharusnya matang dalam membuat kebijakan-kebijakan dalam roda kehidupan negaranya.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah, benarkah sebuah usia menjamin kelayakan dalam penilaian atas kebijakan-kebijakan yang dibuat. Sepertinya jika itu yang menjadi ukuran, maka penilaian itu tidak fair. Kenapa demikian ? bijak dalam membuat keputusan dan menjalankan sebuah misi itu tergantung pada kualitas personalnya. Jika itu yang dibicarakan adalah sekup Negara, maka kita bicara personal dari instansi pemerintahan dan instansi wakil rakyat yang menjadi basis penggerak roda perjuangan kesejahteraan sebuah Negara.

BANYAK KASUS MELILIT

Sejak merdeka Indonesia telah dirundung konflik. Baik konflik secara internasional maupun di internal Negara. Kita mulai dari room royen. Hingga muncul kasus Negara Islam Indonesia (NII) yang masih menjadi bayang-bayang kekuasaan hingga sekarang. Kasus Bandung lautan api. Surabaya berdarah. Hingga puncak konflik di era soekarno adalah kasus Meletusnya G 30 S PKI. Peristiwa berdarah yang memunculkan persatuan umat islam dibawah bendera Partai Persatuan Pembangunan.

Sebuah bendera yang menyatukan kaum jihadi,politik dan sipil Islam yang ingin menekan partai bernama PKI. Kemunculan partai ini memang sebuah jalan untuk penyatuan umat islam waktu itu. Namun pernahkah kita tahu, bahwa pemunculan partai itu merupakan cara untuk memobilitas para penggerak Islam. Dengan harapan pemerintah dan belanda mudah untuk mengawasi akselerasi,mengawasi pergerakan umat islam yang semakin gencar. Ketika sudah terkumpul akhirnya dimunculkanlah Partai Golongan Karya. Partai Golongan Karya sebagai partai tandingan untuk memecah kembali kekuatan umat Islam.

Siapa yang bermain ? banyak pihak yang bermain dengan kepentingan masing-masing. Dimulai dari ambisi pribadi, kekuasaan dan akhirnya dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan lebih besar di Negara Indonesia. Yaitu untuk menguasai kekayaan Indonesia dan meraup untung sebanyak-banyaknya. Siapa mereka ? mereka adalah sisa-sisa freemasonry Belanda yang berlindung di bawah LSM-LSM asing dan praktisi-praktisi social yang menawarkan diri, dengan kata ingin membantu Indonesia.

Faham-faham kapitalis mereka masukkan. Sehingga menjadi kepentingan yang lebih komplek yaitu penguasaan sebuah wilayah. Penguasaan wilayah ini berhubungan dengan kekalahan para freemasonry dikala Kekholifahan usmani memimpin. Runtuhnya kekholifahan usmani dengan politik adu domba menjadikan para musuh Islam itu menerapkan di berbagai Negara yang pernah dikuasai kekholifahan Usmani. Yaitu Negara-negara arab dan Negara Asia tenggara yang salah satunya adalah Indonesia.

Politik-politik adu domba yang dimainkan akhirnya memunculkan sebuah stigmasi kotor di wajah umat Islam, umat pendiri kemerdekaan dan pejuang kemerdekaan. Munculnya Komando Jihad (KOMJI) di Lampung, Kasus Tanjung priok, Gerakan Aceh Merdeka, Ambon dan poso, Timur Timur yang akhirnya lepas dari Indonesia.

Kasus munculnya aliran-aliran yang dibiayai secara sistematis dengan tujuan untuk memecah persatuan umat Islam Indonesia. Bertujuan untuk mendangkalkan pemahaman aqidah umat islam. Bertujuan untuk memecah kekuatan umat islam dan ketidak percayaan umat islam terhadap pemimpin-pemimpin islam yang bisa ditsiqohi (dipercayai).

Para kaum berkepentingan ini memunculkan NII KW 9 sebagai jarkon untuk mengumpulkan mantan-mantan NII. Mereka busukkan gerakan NII melalui NII KW 9 yang sekarang masih eksis di Ma’had Al Zatun. Munculnya LDII di berbagai daerah dengan pengkafiran orang-orang yang tidak masuk ke dalam jama’ah ini. Jaringan Islam Liberal (JIL) yang menjadi musuh umat Islam yang aktif dalam gerakan. Ahmadiyah yang terus digembar gemborkan. Dan masih banyak sekte-sekte yang termasuk sekte thoriqot. Yang paling terkenal adalah thoriqot naqsobandiyah. Sebuah aliran dan jama’ah ini adalah jama’ah bikinan yang dipakai untuk merusak kebangkitan umat islam di Indonesia. Mirip seperti didirikannya jama’ah pergerakan yang dipakai untuk melmahkan kekuasaan kekholifahan usmani dengan tujuan para jama’ah ini saling mengkafirkan, saling menghujat. Misalnya, dipakainya jama’ah wahabi untuk merusak jama’ah-jama’ah yang pemahaman tauhidnya lemah. Dimunculkannya kaum sufi untuk menghancurkan jama’ah yang mengkolaborasikan antara agama,politik,jihad. Kemudian dibenturkan dengan para kapitalis yang merupakan sutradara dari ini semua.

Kemudian muncullah kasus permintaan referendum dimana-mana. Seperti di timor leste, aceh, papua. Semua ini ada campur tangan asing yang ingin mengeruk kekayaan Indonesia dan mencabik-cabik kekuatan Islam. Mereka tanamkan ketidak puasan, mereka tiupkan friksi, mereka tiupkan ketidak percayaan. Kasus blok cepu, kasus Newmont, kasus Freeport, kasus namru, dana moneter semua adalah masalah yang melilit dan sangat susah untuk terlepas.

Kasus kebijakan-kebijakan yang hanya berorientasi pada kepentingan pribadi,partai dan golongan mereka sendiri. Sehingga menyebabkan tujuan utama dari misi mereka memimpin dan duduk di kursi wakil rakyat tak bisa dilaksanakan sesuai dengan tuntutannya.

Permainan politik busuk yang saling mencari kambing hitam, menumbalkan mereka lakukan dengan segala kesadaran. Sehingga tak ada bedanya dengan hukum rimba yang berlaku pada hewan. Mari kita ingat kasus penculikan para aktivis pergerakan, baik dari mahasiswa maupun dari masyarakat. Kaum intelektual dibungkam, disiksa, diintimidasi dan dipenjarakan. Kasus penangkapan aktivis jihadi yang seperti menangkap hewan perburuan. Kasus pembongkaran korupsi century, BI, Gayus Tambunan, dan yang terbaru adalah Nazarudin dengan partainya democrat. Semua berujung seperti senetron telivisi yang memerlukan donator periklanan dan berakhir tragis maupun tak ada ujung penyelesaian dan akhirnya hilang tanpa bekas.

Dan masih banyak lagi.

DIMANA WAJAH DAN KEKUATAN NEGARA ?

Melihat seluruh kasus yang melilit di atas, seakan Negara tidak mempunyai power untuk menyelesaikannya. Negara tergadaikan dengan tergadaikannya hokum yang dipermainkan oleh personal pemimpin pemerintahan dan wakil rakyatnya. Permainan ini dilakukan demi meluluskan ambisi personal, partai dan golongan yang berkuasa. Kemudian ditunggangi alias dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan lebih besar.

De-radikalisasi

Deradikalisasi adalah sebuah senjata yang sedang diterapkan pemerintah untuk menekan kaum jihadi. Isu teorisme mereka sebar secara luas dengan menggandeng peran intelejen internasional untuk menguatkan kekokohan kepemimpinan mereka. Penggandengan ini kemudian dikaitkan dengan sandiwara besar dalam penuntasan balas dendam terhadap Al Qaida yang berhasil meruntuhkan symbol raksasa Amerika.WTC. Mereka dengungkan perang dengan terorisme, padahal mereka sendiri biang kerok dari teorisme itu dan umat islam bagai bola pimpong yang asyik mereka mainkan seenaknya saja.

Jama’ah-jama’ah islam mereka susupi dengan orang-orang yang mau dibayar, agar jama’ah-jama’ah tersebut tidak melawan system yang dibuat manusia. System bernama demokrasi kapitalis liberalis. System kotor yang menghalalkan segala cara, yang jauh dari prinsip keadilan dan prinsip hak asasi manusia. Jauh dari kefitrahan manusia bahkan kebutuhan dasar manusia sering tertumbalkan demi ambisi hukum rimba. MEREKA TANAMKAN BAHWA UMAT ISLAM YANG MENJALANKAN SYARI’ATNYA ADALAH PEMBANGKANG PEMERINTAHAN, PERONGRONG KEKUASAAN. MEREKA MELAWAN ALLAH DENGAN MEMPERTAHANKAN SEBUAH SYSTEM DAN KITAB UNDANG-UNDANG YANG DIREKAYASA DAN DIADOBSI DARI KITAB PARA PEMBANTAI DI MASA KEKUASAAN MONGOL. KEKUASAAN GENGGIS KHAN. KEKUASAAN TAR-TAR YANG BIADAB.

Ketika sebuah Negara ditukar dengan dolar untuk membungkam para penegak keadilan maka ditaruk dimana wajah Indonesia ? dimana kekuatan degara yang berdaulat, yang sudah merdeka ? benarkah rakyatnya telah terlindungi dari kepentingan-kepentingan asing ? ada Negara dan tidak ada Negara sepertinya tidak memberikan banyak pengaruh, karena konflik demi konflik, problem demi problem, bahkan hukum rimba tetap berlaku dalam Negara berdaulat. Lalu apa bedanya ketika masih terjajah dulu ? rakyat masih merintih…mereka biarkan wanita menjadi janda karena suami mereka tangkapi, mereka penjarakan dan mereka eksekusi. Anak-anak terlantar karena tidak punya ayah yang bisa menafkahi. Semua ini dilakukan hanya demi ambisi eksistensi kekuasaan. Kekuasaan tak bermartabat di hadapan alloh maupun dihadapan manusia. Yang kaya semakin mereka kayakan, yang miskin semakin mereka miskinkan bahkan semakin mereka tindas. Rakyat menjadi tumbal-tumbal kekuasaan tak bertmartabat.

Korupsi

Indonesia menempati 10 besar dalam kasus korupsi dunia. Naudzubillahimindzalik. Dan ini adalah tanda sebuah Negara akan menuju kehancurannya. Saya sangat tergelitik dengan ucapan Adiyaksa Daud yang membahas tentang apa sebab-sebab keruntuhan Negara. Dan rupanya Indonesia telah mempunyai sebab itu. Yaitu diantaranya : Rakyat tidak percaya pada pemimpinnya, Pemimpin memimpin dengan kemauannya sendiri, dan merebaknya korupsi di Negara itu. Sungguh ngeri mendengar penjelasan itu.

Kemudian sebuah pernyataan Permadi di sebuah diskusi Jakarta Lawyer Club menyebutkan, “mereka yang terjerat hukum dalam masalah korupsi itu telah mengalami hukum dagang. Para tertuduh itu, menyelamatkan diri ke luar negeri, merupakan satu trik untuk tidak ditumbalkan oleh kekuasaan yang menikmati uang yang telah dibagi-bagikan. Jika mereka mau pulang, maka telah terjadi deal-deal politik antara kekuasaan, partai politik dengan mereka.

Namun apa yang terjadi ? kekuasaan dan partai tak pernah tepati janji deal-deal yang mereka tawarkan pada tumbal kekuasaan itu. Sehingga ada cap koruptor pada mereka yang ditumbalkan. Kita lihat Gayus Tambunan ketika deal-deal politiknya dilanggar. Gayus marah ! namun karena ia berlawanan dengan kekuasaan iapun mendekam dalam penjara dan akhirnya ia, seorang pengusaha yang menjadi tumbal dan pijakan politik belaka.

Dan saya yakin kepulangan Nazarudin ke Indonesia karena telah terjadi deal-deal politik terhadap kekuasaan dan partai politiknya.” Wallahi !! politik busuk yang sedang kita dengar, kita lihat di media yang menjadi corong para penguasa.

Dan semua dana itu berhubungan dengan para wakil rakyat yang duduk di gedung megah bernama DPR/MPR. Dan akhirnya Nazarudin pun terdiam seribu bahasa karena telah dibungkan dengan ancaman dan intimidasi.

Yang menjadi pertanyaan adalah, BEGINIKAH WAJAH NEGARA YANG TELAH BERUSIA 66 TAHUN ITU ? BEGINIKAH WUJUD NEGARA BERDAULAT ? kenapa Indonesia tetap seperti bayi yang perlu dimandikan, dirawat dan dididik ? apakah Indonesia merupakan bayi yang lahir secara premature sehingga ia selalu bermasalah di organ-organ tubuhnya ? APAKAH INDONESIA TELAH LUPA, BAHWA KEMERDEKAAN ITU MERUPAKAN RAHMAT DARI ALLAH ? SEHINGGA MEREKA PUN LUPA BAHWA INDONESIA INI HARUS DIMANDIKAN, DIDIDIK, DIBESARKAN DENGAN CARA ALLAH DAN MENURUT PERINTAH ALLAH ?
Mari kita semua bermuhasabah diri, bahwa kita telah jauh dari apa yang Allah perintahkan dan apa yang Allah larang. Itulah kenapa kita tidak pernah menemukan sebuah solusi untuk menyelesaikan masalah-masalah besar di Negara ini. Dosa-dosa besar bahkan kemusyrikan telah kita lakukan. Sadarkah kita wahai saudaraku….?

Apakah kita hanya akan berkutat pada sebuah system yang dibuat manusia sebagai tandingan system Allah ? yang hanya mendatangkan kerugian, kemunafikan dan kehancuran hidup atas keberlangsungan Negara kita ?
Dulu kita merdeka juga di tanggal 17 Ramadhon. Ini pertanda apa ? 17 Ramadhon adalah tanggal turunnya Al Qur’an. Ini sebuah sinyal bahwa Negara kita, Negara Indonesia ini harus diatur dengan al Qur’an. Dan di tahun ini kita kembali diperingatkan oleh Allah dengan memperingati kemerdekaan Negara, memperingati pengakuan kedaulatan Negara di tanggal yang sama yaitu bertepatan dengan 17 Ramadhon, sebuah tanggal diturunkannya Al Qur’an.

Jadi…KEMBALILAH KEPADA AL-QUR’AN AGAR SELESAI SEMUA PERMASALAHAN. ALLAHU AKBAR !!!

Wallahu’alam bishowab.


Gali Potensi Diri Anda, Who I am I ?

 

Pernahkah Anda bertanya pada diri Anda tentang diri Anda sindiri ? Jika pernah itu bagus, karena dengan Anda mengetahui diri Anda maka Anda akan tahu potensi apa yang bisa Anda lejitkan pada diri Anda. Jika jawabannya belum pernah, maka Anda termasuk orang yang merugi dan tertinggal. Karena Anda telah kehilangan peluang besar untuk melejitkan potensi yang ada pada diri Anda. Tapi jangan khawatir wahai yang ingin luar biasa, Anda mulai detik ini masih berkesempatan untuk bertanya pada diri sendiri. Kemudian memperbaiki diri Anda untuk mengetahui potensi apa yang harus dilejitkan.

Who I am I ? Ya, siapa diri saya. Coba Anda ambil kertas atau buku dan mulai tuliskan siapa Anda. Jangan ragu untuk menulis kelemahan dan kelebihan Anda, karena itu menjadi tolak ukur Anda untuk bergerak maju. Buat daftar pertanyaan seperti dibawah ini :

 

Siapa saya ?

Siapa yang menciptakan saya ?

Dari apa saya di ciptakan ?

Kenapa saya diciptakan ?

Kemana saya akan kembali setelah mati ?

Kepada siapa saya mempertanggungjawabkan hidup ini ?

 

Watak saya ?                          Sifat saya ?

1. ___________________      1. ____________________

2. ___________________      2. ____________________

3. ___________________      3. ____________________

4. ___________________      4. ____________________

5. ___________________      5. ____________________

6. ___________________      6. ____________________

7. ___________________      7. ____________________

8. ___________________      8. ____________________

9. ___________________      9. ____________________

10. ___________________    10. ___________________

Dan seterusnya. Tulis sebanyak-banyaknya.

 

Kelebihan saya ?                   Kekurangan saya ?

1. ___________________      1. ____________________

2. ___________________      2. ____________________

3. ___________________      3. ____________________

4. ___________________      4. ____________________

5. ___________________      5. ____________________

6. ___________________      6. ____________________

7. ___________________      7. ____________________

8. ___________________      8. ____________________

9. ___________________      9. ____________________

10. ___________________    10. ___________________

Dan seterusnya. Tulis sebanyak-banyaknya. Dan buat sebuah pernyataan tulus dari hati nurani Anda tentang diri Anda, komitment Anda terhadap rencana dan bagaimana mempertahankannya. Misalnya,

 

Saya adalah sosok manusia yang diciptakan dari mani*. Untuk itu saya tidak boleh menyombongkan diri dihadapan Tuhan dan manusia, karena kita setiap manusia adalah sama. Mempunyai tugas dan kewajiban yang sama, untuk mengabdi pada yang kuasa. Bersyukur padaNya. Karena saya telah dikaruniai banyak kelebihan seperti yang saya tulis, walau masih banyak kekurangan dan kelemahan pada diri saya. Saya harus memaksimalkan potensi kelebihan saya sebagai rasa syukur saya terhadap Tuhan yang menciptakan saya. Saya harus mencetak sebuah prestasi sehingga saya bisa berguna bagi keluarga, masyarakat serta umat di muka bumi ini. Ketika saya telah mencapai apa yang saya inginkan, saya tidak boleh melupakan Tuhan yang menjadi Rabb saya. Karena dialah yang telah menciptakan saya. Walau hanya setetes mani, tapi saya mampu menjadi manusia yang sempurna, yang derajat saya lebih tinggi dari makhluk lainnya. Tugas saya sekarang adalah mencetak sebuah prestasi dan beribadah sebagai rasa syukur saya telah muncul di dunia ini sebagai aktor gelanggang kehidupan nyata, yang mampu mencetak sebuah prestasi dan berguna bagi umat manusia. Harus berubah, mulai dari sekarang dan segera kerjakan !

 

Mungkin itu sedikit surat pernyataan Anda, yang bisa ditempel di kamar tidur Anda. Sehingga ketika Anda akan tidur, Anda akan selalu membacanya. Sehingga mengingatkan Anda untuk terus bersiap dan tidak boleh loyo, optimis di esok hari bahwa Anda akan memulai sesuatu dengan sesuatu yang baik sebaik pikiran Anda ketika akan tidur.

Asupan-asupan seperti itu sangat membantu otak Anda mempengaruhi emosional Anda. Dari asupan kata-kata yang menyemangatkan Anda, menjadikan Anda manusia yang produktif. Rencana akan banyak bermunculan di otak Anda, sehingga Anda akan mudah dalam melakukan semua pekerjaan yang akan menjadi pendobrak kesuksesan Anda.

Dari mengetahui siapa Anda, Anda akan tahu apa yang akan Anda butuhkan untuk melejitkan potensi Anda. Anda akan tahu apa yang sebenarnya anda inginkan. Anda akan tahu apa yang menjadi tujuan hidup Anda. Anda bisa menggunakan pengalaman-pengalaman Anda yang telah lalu untuk mengawali kehidupan sukses Anda. Akan mengetahui kenapa Anda kemarin bisa sukses dan bisa gagal. Sehingga Anda bisa merencanakan masa depan yang lebih baik.*az

 

catatan :

*