Archive for the ‘Syahsyiyah Islamiyah’ Category

Membangun kebangkitan pergerakan Islam tidak bisa hanya satu sisi. Karena power dari keimarohan itu harus ditopang dari banyak hal.

Tidak bisa hanya berfokus pada bidang-bidang tertentu saja.

Misalnya, tidak bisa membangun keimarohan hanya dari segi politik praktis saja, atau segi keilmuan saja, atau segi ekonomi saja, pembangunan aqidah saja atau hanya mengandalkan ukhuwah islamiyah saja.

Adapun kekuatan kebangkitan itu ada 5 poin.

1. Kekuatan aqidah.

Membangun keimarohan harus didahului oleh kekuatan aqidah yang kokoh. Tiap individu muslim harus diberi pendalaman materi masalah aqidah islam. Ini harus diberi porsi prioritas dan porsi paling banyak. Karena dari sinilah akan ada pergerakan kebangkitan.

Poin pertama ini adalah poin urgen sebelum mendahului poin poin yang lain.

Nisbi akan terjadi kekuatan besar tanpa aqidah dan pemahaman keimanan yang benar.

2. Kekuatan ilmu

Sungguh benar, ilmu mendahului segalanya. Seorang muslim tak akan bisa hidup dengan cara muslim yang benar jika ia tidak belajar islam secara benar, tidak mengupas al qur’an dan sunnah secara tuntas..

Tidak mungkin seorang muslim bisa bergerak tanpa menguasai materi pergerakan. Tidak mungkin seorang muslim bisa berpolitik tanpa mempelajari politik, tidak mungkin seorang muslim menjalankan roda ekonomi tanpa punya ilmu ekonomi, tidak mungkin seorang muslim bisa membangun rumah tangga tanpa ia menguasai ilmu biduk rumah tangga,tak akan mungkin seorang muslim bisa jihad fiesabilillah tanpa ia mempunyai ilmu tentang jihad fiesabilillah.

Untuk itu, semua lini ilmu harus dipelajari agar ia bisa bergerak diberbagai lini perjuangan.

3. Kekuatan maal (keuangam)

Ini juga menjadi poin penting, karena segala aktifitas itu harus ditunjang oleh dana. Dan itulah kenapa al qur’an juga menyebutkan tentang jihad harta.

Maksudnya disini adalah adanya pembagian tugas kerja pergerakan. Siapa yang harus ke lapangan dan siapa yang harus menyuplay dana.

Memang sudah manusiawi tidak semua manusia bisa bekerja ganda. Alias tidak bisa berbagi kefokusannya tentang sebuah amanah perjuangan. Mencari uang dan beruuang di lapangan, pergi berjihad itu sulit dilakukan. Kecuali sebelum ia berangkat berjihad telah mempunyai bisnis besar yang bs diandalkan. Mayoritas… para pejuang berekonomi lemah.

Namun disini dibutuhkan amir, amir yang tegas, dan jundi jundi yang konsisten.

Dimana ketika seorang jundi diamanahi untuk mencari dana dengan usahanya, ketika usahanya berhasil ia harus membiayai perjuangan dan keluarga yang berjuang dilapangan. Disinilah harus diaktifkannya baitul mall.

Sungguh kasian mereka yang berjuang fiesabilillah namun keluarga mereka tak bisa makan. Karena suaminya pergi berjihad dan anak isterinya tidak keurus dalam nafkahnya. Yang akhirnya dijadikan alat untuk memojokkan para pejuang jihad.

Dan isteri isteri para mujahid tidak boleh hanya berpangku tangan mengandalkan baitul mal, namun ia juga harus mandiri dalam mencukupi nafkah keluarga. InsyaAllah pahala sangat berganda dan berlimpah limpah wanita yang seperti ini.

Inilah yang dinamakan kerja jama’i dalam hal keuangan umat. Membiayai, menafkahi keluargamyang pergi beroerang dan menyuplay dana perjuangan merupakan jihad mall.

4. Ukhuwah (persaudaraan) Islam

Persaudaraan antar mu’min itu harus dibangun. Karena ini untuk menggalang kekuatan. Friksi friksi dan intrik intrik antar kelompok perjuangan harus diupayakan untuk tidak terjadi. Karena jika terjadi itu adalah peluang musuh untuk mengadu domba.

Firqoh firqoh yang semisi, hendaknya merapat untuk membangun kekuatan pergerakan. Antar firqoh jihadi diharapkan untuk tidak saling mencurigai dan melempar tuduhan, karena ini sangat merusak basis kekuatan islam.

Kekuatan terbesar dalam Islam adalah barisan jihad. Ini adalah kantong power terbesar. Karena menjadi power inti, banyak pihak ingin memecah kekuatan jihadi menjadi kelompok kelompok kecil yang saling bermusuhan. Karena jika pecah akan muncul konflik, setelah itu tak mungkin tank saling menyatu memberondong musuh. yang terjadi adalah saling membunuh antar barisan jihadi.

Begitu pula firqoh yang bergerak di bidang pendidikan dan kekuasaan. Ukhuwah yang dibangun bukan ukhuwah dengan musuh. Kompromi yang dibangun bukan kompromi dengan musuh. Namun kompromi dengan sesama firqoh muslim.

Ketika penanaman jarak sangat kental dengan firqoh firqoh muslim, dan membangun tali kasih dengan firqoh firqoh musuh maka ini akan mengindikasikan sebuah opini pembelotan perjuangan.

Keharmonisan dengan firqoh firqoh muslimlah yang harus dibina. Bukan malah menanam jarak dan seakan bermusuhan di balik selimut.

Saling tolong menolongnya tidak hanya bersifat kefirqohan saja melainkan menyeluruh. Firqoh manapun yang membutuhkan dana atau bantuan fisik hendaknya saling menjulurkan tangan.

Sebagaimana kaum aus dan khozroj, sebagaimana kaum muhajirin dan anshor.

5. Kekauatan militer (jihad)

Kekuatan ini harus dibangun sejak dini, anak anak harus dikenalkan dengan aktivitas militer. Paling tidak latihan fisik harus dilakukan sejak dini. Seperti berlari, berenang, memanah, menembak, panjat tebing dan gunung. Fisik yang kokoh harus dibangun.

Kenapa demikian ?

Nisbi akan mempertahankan kekuasaan tanpa ada kekuatan militer yang melindunginya.

Itulah kenapa, pendekatan-pendekatan di bidang militer harus dilakukan, agar anak anak bisa belajar melakukan itu.

Tank dan peluru itu adalah pelindung kekuasaan. Karena dari zaman ke zaman, para militer itulah yang menjadi garda pengamanan kekuasaan. Mereka menjadi ujung tombak. Dan itulah kenapa darah mereka harum dan diganjar dengan bidadari serta bisa mensyafaati 70 orang sanak saudaranya.

Jadi kesimpulannya adalah, pergerakan itu hendaknya dibangun diberbagai lini. Tidak memfokuskan pada satu bidang saja. Harus ada kerja jama’i. Pembagian tugas dari amir pun harus jelas dan sesuai kompetensi masing masing. Selain itu saling menanggung, saling melindungi dan saling menolong, saling percaya itu harus ada pada setiap jundi kepada jundi lain.

InsyaAllah, ketika ini terbangun…. kebangkitan keimarohan Islam akan terus bergerak dinegeri ini. Tidak hanya sekedar teori yang terus dikoar-koarkan melainkan praktik yang bisa dikerjakan setiap jundi yang mengaku pejuang Islam.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat dan merefres kembali keilmuan kita tentang membangun kekuatan umat ini.
Karena berjuang dijalan Allah itu fardlu ain bagi setiap individu muslim.

Semoga kita semua istiqomah di atas dienillah hingga akhir hayat kita. Amin yarobbal’alamin.

IMAN KEPADA ALLAH

Posted: 26 Februari 2013 in Syahsyiyah Islamiyah

 

—–>>MA’RIFATULLAH (Mengenal Allah)

 

CARA MENGENAL ALLAH

 

  1.  Lewat Akal [QS. 13 : 3 ; 16 : 11 ; 27 : 52]

Akal adalah anugerah yang diberikan Allah kepada manusia. Akal adalah yang membedakan manusia dengan makhluk lain, sehingga dengan akal manusia bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Dengan akal pula manusia bisa mempelajari segala apa yang dihadapannya.

a.   Ayat Kauniyah [QS. 2 : 164 ; 51 : 20,21 ; 3 : 190,191]

Ayat Kauniyah adalah ayat-ayat Allah yang ada di alam raya yang berupa fenomena-fenomena alam.

*FENOMENA TERJADINYA ALAM [QS. 52 : 35]

 Terjadinya siang dan malam adalah salah tanda keberadaan Allah, pengaturan siang dan malam yang sangat teratur. Panasnya matahari adalah beribu-ribu derajat panasnya. Seandainya Allah tidak menciptakan malam, maka bumi akan terbakar oleh panasnya matahari. Dan seandainya Alloh tidak menciptakan siang maka semua makhluknya di bumi akan membeku.

Meletusnya gunung berapi. Kejadian ini tidak hanya sekedar bencana, namun Alloh ingin memberikan berkah dari letusan gunung berapi ini. Gunung meletus yang mengeluarkan abu vulknaik bisa menyuburkan daerah yang terkena letusan. Lahar yang keluar menjadi batu-batu bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan manusia. Dan banyak bekas-bekas kawah gunung berapi menjadi tempat wisata yang sangat indah.

*FENOMENA KEHENDAK YANG TINGGI [67:3]

Kita melihat langit yang diciptakan 7 lapis. Ini identik dengan yang disebutkan ilmu pengetahuan bahwa udara itu terdiri dari tujuh macam lapisan ke atas.

Kita juga melihat kenapa lautan itu dikehendaki berair. Kita melihat kenapa dikehendaki gunung itu menjulang. Kita melihat setiap makhluk dikehendaki dengan tabiat (kebiasaannya sendiri-sendiri).

*FENOMENA KEHIDUPAN

Bila anda melihat dan memperhatikan makhluk yang hidup di muka bumi, anda akan menemukan berbagai jenis dan bentuknya, serta berbagai macam cara hidup dan berkembang biak. [QS. 24:25 ; 6:38]

Semua itu menunjukkan bahwa disana ada dzat yang menciptakan, membentuk, menentukan rezeqinya dan meniupkan ruh kehidupan pada dirinya. [QS. 29:20 ; 21:30]

Bagaimana pintarnya manusia, tentu dia tidak akan dapat membuat makhluk yang hidup dari sesuatu yang belum ada. Allah SWT. Menentang manusia untuk membuat seekor lalat, jika mereka mampu. [QS. 22:73,74 ; 46:4]

 *FENOMENA PETUNJUK DAN ILHAM

Ketika kita mempelajari alam semesta ini, kita akan melihat suatu petunjuk yang sempurna, dari yang sekecil-kecilnya sampai yang sebesar-besarnya, bagaimana kita memberikan argumentasi petunjuk ini ? Bagaimana ia bisa berwujud ? Bagaimana  ia bisa langgeng ?

Sesungguhnya di situ ada jawaban yang diberikan akal, yaitu adanya dzat yang memberi hidayah (petunjuk) [QS. 20:50]

Seorang bayi ketika dilahirkan ia menangis dan mencari putting susu ibunya. Siapa yang mengajari bayi tersebut ?

Seekor ayam betina ketika mengerami telurnya ia membolak-balikkan telurnya, agar zat makanan yang terdapat pada telur tersebut rata, dengan demikian telur tersebut dapat menetas.

Secara ilmiah akhirnya diketahui, bahwa anak-anak ayam yang sedang diproses dalam telur itu mengalami pengendapann bahan makanan pada tubuhnya di bagian bawah. Jika telur tersebut tidak digerak-gerakkan niscaya zat makanan yang ada dalam telur tersebut tidak merata, dengan demikian ia tidak menetas.

Siapa yang mengajarkan ayam berbuat demikian ?

Jika manusia mempunyai akal yang sehat pasti ia akan menjawab Allah yang telah memberikan hidayah pada seekor ayam.

*FENOMENA PENGABULAN DO’A

Kita sering mendengar seorang yang ditimpa suatu musibah yang membuat hatinya hancur luluh, putus harapan, lalu ia berdo’a menghadap Allah SWT. Tiba-tiba musibah itu hilang. Kebahagiaanpun kembali dan datanglah kemudahan setelah kesusahan. Siapa yang mengabulkan do’a ?

Sudah menjadi suatu yang logis, bila seseorang menghadapi bahaya pasti menghadap Allah dan berdo’a [QS. 17:67 ; 10:22,23 : 6:63,64] Siapa yang mengabulkan do’a itu ?

Fenomena-fenomena yang menunjukkan atas adanya Allah sangat banyak sekali, barang siapa yang menginginkan tambahan keimanan, hendaklah membaca alam yang maha luas ini, dan memperhatikan penciptaan langit dan bumi dan manusia, pastilah ia akan menemukan dalil dan bukti yang jelas akan adanya Allah SWT. [QS. 4:53]

b.       Ayat Qur’aniyah

Ayat-ayat Allah merupakan ajaran yang menunjukkan konsep hidup, peraturan yang lengkap adalah mu’jizat yang riil yang menunjukkan akan adanya Allah SWT. Mu’jizat itu diantaranya :

*Keindahan Penyampaiannya, Keindahan Bahasanya, dan Kerapian susunan ayatnya. Dimana satu pun orang di dunia ini tidak mampu menyaingi dan menandinginya. Atau membuat satu ayat pun tak akan ada yang mampu menandinginya. [QS. 2:23 ; 10:38,11,13 dan 17:88]

*Pemberitahuan Al-Qur’an tentang ikhwal umat yang lampau.

-Kaum Aad                        -Tentang Maryam

-Kaum Tsamud               -Tentang Nabi Isa

-Kaum Nabi Luth            -Tentang Nabi Nuh

-Tentang Nabi Musa dan fir’aun dsb

[QS. 9:70 ; 14:9 ; 50:12,13,14]

Semua itu datang lewat lisan yang ummi tidak bisa membaca dan tidak bisa menulis,tidak pernah belajar pada guru, serta tidak pernah hidup di tengah masyarakat berilmu atau lingkungan ahli kitab [QS. 29:48]. Semua ini menunjukkan Al qur’an itu datang dari Allah.

*Pemberitahuan Al Qur’an tentang kejadian-kejadian yang akan datang yang terjadi persis seperti dikatakan Al Qur’an; kejadian tersebut adalah :

-pemberitahuan Al Qur’an tentang kekalahan bangsa Persia atas bangsa Romawi [QS. 30:1,2,3]

-Janji Allah kepada kaum muslimin untuk menjadikan mereka pemimpin (khalifah) di muka bumi sebagaimana manusia sebelumnya (QS. 24:55) dan janji Allah ini betul terjadi. Pada masa nabi Muhammad SAW. Kaum muslimin telah menguasai jazirah arab. Pada masa sahabat mereka telah menguasai dan sampai di Persia. Kemudian menguasai Romawi di Syam, Mesir dan sekitarnya.

-Janji Allah kepada kaum mukminin dengan kemenangan pada perang badar [QS. 8:7]

-Janji Allah kepada rasulnya saw bahwa ia akan memasuki masjidil haram (48:27)

-Pemberitahuan Al Qur’an bahwa Abu Lahab akan mati dalam keadaan musyrik (QS. 111)

*Penemuan ilmiah yang tidak mungkin akan ditemukan oleh seorang yang ummi, yang tidak belajar, tidak bisa membaca dan menulis.

-Pemberitahuan Al qur’an bahwa mulanya bumi dan langit adalah satu, kemudian bumi terpisah oleh langit. [QS.21:30]

-Pemberitahuan asal kejadian manusia (QS. 22:5]

-Pemberitahuan Al Qur’an bahwa sumber rasa adalah urat syaraf dibawah kulit [QS.4:56]

-Pemberitahuan tentang hampa udara bila manusia semakin tinggi naik ke langit. [QS. 6:125]

-Pemberitahuan Al Qur’an bahwa bumi itu bundar (QS. 39:5]

Ini sebagian penemuan-penemuan ilmiah yang tertera dalam Al Qur’an, yang dibuktikan kebenarannya oleh saint dan tehnologi modern. Ini sebagai bukti bahwa kebenaran Al Qur’an dan bukti bahwa Al Qur’an dari Allah semata.

*Syariat dan peraturan yang terkandung di dalam Al Qur’an.

Ini bisa dilihat dari beberapa segi :

-kelengkapan peraturan tersebut (syumul). Tidak ada satu amal perbuatanpun dari yang sekecil-kecilnya sampai yang sebesar-besarnya kecuali Islam telah menerangkan hokum dan caranya [QS. 6:38 ; 16:89]

-kesesuaian di segala zaman dan tempat. Sebab Al Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh manusia sampai hari kiamat [QS. 21:107 ; 34:28 ; 7:158]

-kekal sampai hari kiamat.

Syari’at Islam adalah syari’at yang kekal sampai hari kiamat [QS. 15:9]

Semua yang tersebut di atas berupa ayat Allah, baik yang terdapat dalam Al Qur’an [QS.4:82] atau yang terdapat dalam alam semesta [QS.41:53] ini menunjukkan keberadaan Allah Yang Maha Pencipta, Maha Mengetahui dan menunjukkan kebenaran Islam.

2.   Melalui Asmaul Husna

Cara kedua untuk mengenal Allah adalah dengan memahami Asma Allah yang baik (Asmaul Husna).

Pengertian Asmaul Husna

Asmaul husna adalah nama-nama Allah yang mulia. Nama ini ada 99 nama. Asmaul Husna adalah salah satu jalan untuk mengenal Alloh.

Nama-nama tersebut adalah :

No. Nama Arab Indonesia
Allah الله Allah
1 Ar Rahman الرحمن Yang Maha Pengasih
2 Ar Rahiim الرحيم Yang Maha Penyayang
3 Al Malik الملك Yang Maha Merajai/Memerintah
4 Al Quddus القدوس Yang Maha Suci
5 As Salaam السلام Yang Maha Memberi Kesejahteraan
6 Al Mu`min المؤمن Yang Maha Memberi Keamanan
7 Al Muhaimin المهيمن Yang Maha Pemelihara
8 Al `Aziiz العزيز Yang Maha Perkasa
9 Al Jabbar الجبار Yang Memiliki Mutlak Kegagahan
10 Al Mutakabbir المتكبر Yang Maha Megah, Yang Memiliki Kebesaran
11 Al Khaliq الخالق Yang Maha Pencipta
12 Al Baari` البارئ Yang Maha Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
13 Al Mushawwir المصور Yang Maha Membentuk Rupa (makhluknya)
14 Al Ghaffaar الغفار Yang Maha Pengampun
15 Al Qahhaar القهار Yang Maha Memaksa
16 Al Wahhaab الوهاب Yang Maha Pemberi Karunia
17 Ar Razzaaq الرزاق Yang Maha Pemberi Rezeki
18 Al Fattaah الفتاح Yang Maha Pembuka Rahmat
19 Al `Aliim العليم Yang Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
20 Al Qaabidh القابض Yang Maha Menyempitkan (makhluknya)
21 Al Baasith الباسط Yang Maha Melapangkan (makhluknya)
22 Al Khaafidh الخافض Yang Maha Merendahkan (makhluknya)
23 Ar Raafi` الرافع Yang Maha Meninggikan (makhluknya)
24 Al Mu`izz المعز Yang Maha Memuliakan (makhluknya)
25 Al Mudzil المذل Yang Maha Menghinakan (makhluknya)
26 Al Samii` السميع Yang Maha Mendengar
27 Al Bashiir البصير Yang Maha Melihat
28 Al Hakam الحكم Yang Maha Menetapkan
29 Al `Adl العدل Yang Maha Adil
30 Al Lathiif اللطيف Yang Maha Lembut
31 Al Khabiir الخبير Yang Maha Mengenal
32 Al Haliim الحليم Yang Maha Penyantun
33 Al `Azhiim العظيم Yang Maha Agung
34 Al Ghafuur الغفور Yang Maha Pengampun
35 As Syakuur الشكور Yang Maha Pembalas Budi (Menghargai)
36 Al `Aliy العلى Yang Maha Tinggi
37 Al Kabiir الكبير Yang Maha Besar
38 Al Hafizh الحفيظ Yang Maha Memelihara
39 Al Muqiit المقيت Yang Maha Pemberi Kecukupan
40 Al Hasiib الحسيب Yang Maha Membuat Perhitungan
41 Al Jaliil الجليل Yang Maha Mulia
42 Al Kariim الكريم Yang Maha Mulia
43 Ar Raqiib الرقيب Yang Maha Mengawasi
44 Al Mujiib المجيب Yang Maha Mengabulkan
45 Al Waasi` الواسع Yang Maha Luas
46 Al Hakiim الحكيم Yang Maha Maka Bijaksana
47 Al Waduud الودود Yang Maha Mengasihi
48 Al Majiid المجيد Yang Maha Mulia
49 Al Baa`its الباعث Yang Maha Membangkitkan
50 As Syahiid الشهيد Yang Maha Menyaksikan
51 Al Haqq الحق Yang Maha Benar
52 Al Wakiil الوكيل Yang Maha Memelihara
53 Al Qawiyyu القوى Yang Maha Kuat
54 Al Matiin المتين Yang Maha Kokoh
55 Al Waliyy الولى Yang Maha Melindungi
56 Al Hamiid الحميد Yang Maha Terpuji
57 Al Muhshii المحصى Yang Maha Mengkalkulasi
58 Al Mubdi` المبدئ Yang Maha Memulai
59 Al Mu`iid المعيد Yang Maha Mengembalikan Kehidupan
60 Al Muhyii المحيى Yang Maha Menghidupkan
61 Al Mumiitu المميت Yang Maha Mematikan
62 Al Hayyu الحي Yang Maha Hidup
63 Al Qayyuum القيوم Yang Maha Mandiri
64 Al Waajid الواجد Yang Maha Penemu
65 Al Maajid الماجد Yang Maha Mulia
66 Al Wahiid الواحد Yang Maha Tunggal
67 Al Ahad الاحد Yang Maha Esa
68 As Shamad الصمد Yang Maha Dibutuhkan, Tempat Meminta
69 Al Qaadir القادر Yang Maha Menentukan, Maha Menyeimbangkan
70 Al Muqtadir المقتدر Yang Maha Berkuasa
71 Al Muqaddim المقدم Yang Maha Mendahulukan
72 Al Mu`akkhir المؤخر Yang Maha Mengakhirkan
73 Al Awwal الأول Yang Maha Awal
74 Al Aakhir الأخر Yang Maha Akhir
75 Az Zhaahir الظاهر Yang Maha Nyata
76 Al Baathin الباطن Yang Maha Ghaib
77 Al Waali الوالي Yang Maha Memerintah
78 Al Muta`aalii المتعالي Yang Maha Tinggi
79 Al Barri البر Yang Maha Penderma
80 At Tawwaab التواب Yang Maha Penerima Tobat
81 Al Muntaqim المنتقم Yang Maha Pemberi Balasan
82 Al Afuww العفو Yang Maha Pemaaf
83 Ar Ra`uuf الرؤوف Yang Maha Pengasuh
84 Malikul Mulk مالك الملك Yang Maha Penguasa Kerajaan (Semesta)
85 Dzul Jalaali Wal Ikraam الجلال ذو الإكرام و Yang Maha Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan
86 Al Muqsith المقسط Yang Maha Pemberi Keadilan
87 Al Jamii` الجامع Yang Maha Mengumpulkan
88 Al Ghaniyy الغنى Yang Maha Kaya
89 Al Mughnii المغنى Yang Maha Pemberi Kekayaan
90 Al Maani المانع Yang Maha Mencegah
91 Ad Dhaar الضار Yang Maha Penimpa Kemudharatan
92 An Nafii` النافع Yang Maha Memberi Manfaat
93 An Nuur النور Yang Maha Bercahaya (Menerangi, Memberi Cahaya)
94 Al Haadii الهادئ Yang Maha Pemberi Petunjuk
95 Al Baadii البديع Yang Indah Tidak Mempunyai Banding
96 Al Baaqii الباقي Yang Maha Kekal
97 Al Waarits الوارث Yang Maha Pewaris
98 Ar Rasyiid الرشيد Yang Maha Pandai
99 As Shabuur الصبور Yang Maha Sabar

*Allah sebagai ROBB (RUBUBIYATULLAH).

Diantara ciri-ciri khusus dari kerububiyahan Allah adalah :

a. Dia sebagai Pencipta segala sesuatu [QS. 40:62 ; 6:102]

b. Yang memberi rizeqi [QS. 35:3 ; 11:6]

c. Yang Memiliki [QS. 2:284]

d. Yang memberi manfaat dan bahaya [QS. 6:17 ; 35:55]

e. Yang menghidupkan dan mematikan [QS. 30:40]

f. Yang mengatur alam semesta

*Allah sebagai penguasa raya (MULKIYATULLAH)[QS. 114:2 ]

Antara ciri khas yang dimiliki oleh penguasa adalah :

  1. a.  Dia sebagai Pelindung [QS. 5:55 ; 2:257]
  2. b.  Dia sebagai penentu hukum [QS. 6:57 ; 12:40; 6:114]
  3. c.    Yang hendak memerintah dan melarang [QS. 7:54]
  4. d.  Yang menentukan Undang-Undang/Peraturan [QS. 42:21]
  5. e.   Yang di taati [QS. 3:132 ; 3:32]

*Allah sebagai ILAH (ULUHIYAH) [QS. 114:3]

Diantara sifat-sifat khusus ILAH :

a.       Dia sebagai zat yang wajib disembah [QS.20:14]

Dengan mengenal sifat-sifat Allah SWT dan nama-namaNya yang Mulia, kita akan tahu mengenal Allah.

DALIL-DALIL YANG MENUNJUKKAN ADANYA ALLAH

1.  Fitrah

Sesungguhnya setiap makhluk telah diciptakan dalam keadaan beriman kepada Allah SWT. Dan fitrah, tidak akan menyimpang dari fitrahnya kecuali ada pengaruh luar yang mempengaruhinya.

“Tidak lahir seorang anak kecuali atas Fitrah. Maka bapak ibunyalah yang menjadikan       ia menjadi Nasrani, Yahudi dan Majusi (Al Hadits)

2.  Dalil Akal

Sesungguhnya akal yang sehat akan mengatakan bahwa seluruh makhluk yang ada di alam ini pasti ada yang menciptakannya sebab mustahil terjadi dengan sendirinya atas secara kebetulan [QS. 52:35]

3.  Dalil Syar’i

Setiap kitab-kitab samawi yang diturunkan Allah mengajarkan akan adanya pencipta yang wajib disembah.

4.  Panca Indra

Diantara dalil yang menunjukkan adanya Allah adalah Panca Indera. Ini bisa kita lihat pada 2 segi :

  1. Pengabulan Do’a [QS. 6:63,64 ; 17:67 ;10:22,23]
  2. Mu’jizat [QS. 3:49]

–     Mu’jizat Nabi Musa [QS. 2:60]

–     Mu’jizat Nabi Isa [QS. 5 :110]

–     Mu’jizat Nabi Muhammad [QS. 54:123]

Dsb.

 

HAL-HAL YANG MENGHALANGI MA’RIFATULLAH

Ada beberapa hal yang menghalangi seorang mengenal Allah, diantaranya :

  1. Bersandar kepada panca indera [QS. 2:55 ; 4:153]

Mereka tidak beriman kepada Allah, dengan dalih tidak bisa melihat Allah, padahal banyak sesuatu yang tidak bisa mereka lihat, tapi mereka meyakini akan keberadaannya, seperti : gaya gravitasi bumi, arus listrik, akal pikiran, dsb.

2. Kesombongan [QS. 7:146]

3. Lengah [QS. 21:1-3]

4. Bodoh [QS. 2:118]

5. Ragu-ragu [QS. 6:109,110]

6. Taqlid [QS. 5:104 ; 43:23]

KEWAJIBAN SEORANG MUSLIM TERHADAP ALLAH

  1. Mengerjakan rukun Islam yang lima
  2. Menerima ketentuan Alloh dengan ridho baik yang bersifat kauni (Qodlo’ dan Qodar) [QS. 2:156] atau ketentuan hukum-hukum/undang-undang [QS. 4:65]
  3. Ikhlas [QS. 98:5 ; 39:2,3]
  4. Sabar [QS. 3:200]
  5. Selalu merasakan bahwa Allah mengawasinya (muroqobatullah) [QS. 2:235 ;33:52 ;50:18]
  6. Mencintai Alloh dan RasulNya [QS. 9:24]
  7. Waro’
  8. Mengharapkan rahmatNya (roja’) [QS. 2:218]
  9. Tawakal [QS. 14:12]
  10. Percaya atau yakin akan pertolongan Alloh [QS. 26:62]
  11. Selalu menyertakan niat jihad dalam segala aktivitas perbuatan. Sabda Rasulullah saw. “Tidak ada hijrah setelah pembebasan Makkah tetapi niat dan jihad”
  12. Selalu memperbaharui taubat dan istighfar [QS. 3:185]
  13. Mempersiapkan diri untuk hari akhirat dan selalu mengingat mati [QS. 3:185]
  14. Selalu instropeksi diri, Umar ra. Berkata : “Hisablah dirimu sebelum engkau dihisab”


Dakwah adalah jalan panjang yang harus dilalui oleh seorang muslim yang telah mukallaf (baligh). Dimana ketika ia telah mengucapkan dua kalimah syahadat itu maka kewajiban ia adalah meyakininya dalam hati dan mengamalkan dalam kehidupannya secara kaffah.

Syahadah itu tak hanya sekedar symbol melainkan ia adalah kalimat tauhid yang menjadikan seorang manusia benar-benar menyingkirkan
sesembahan selain Allah saja. Ia memberikan loyalitasnya hanya kepada Allah semata. Ia menghilangkan penghambaan terhadap manusia dan mengembalikan penghambaan itu hanya kepada Allah Rabb semesta.

Dalam tugas pertamanya Rasulullah adalah mengenalkan kalimat tauhid itu kepada kaumnya. Kemudian menyuruhnya untuk meyakini dan membuktikan dalam amalan kesehariannya dengan membuang semua sesembahan berhala yang mereka puja. Rasulullah tak luput dari caci dan hina bahkan disiram dengan kotoran hewan telah ia rasa. Namun ia sangat sabar menghadapinya dan meyakini bahwa itulah yang harus ia lewati untuk mendapatkan keridhoanNya.

Suku Bani Hasyim dan para sahabat diboikot selama 3 tahun oleh kaum kafir Quraisy. Hingga mereka tidak bisa makan maupun memenuhi kebutuhan mereka. Harga barang mereka naikkan setinggi-tinggi nya agar kaum muslimin tak mampu membelinya. Pemboikotan ini sudah tidak hanya berdasarkan pada perbedaan aqidah saja melainkan telah menjadi dua sekumpulan alasan dimana kaum quraisy telah mengumpulkan nafsu mereka untuk menghalangi aqidah dan pemikiran baru Rasulullah untuk masuk Makkah.

Sebuah kenyataan pada tahap dakwah sirriyah dan awal dakwah jahriyah kaum yang mengikutinya adalah kaum duafa dan kaum budak menjadikan kondisi mereka bertambah parah dalam penderitaan karena secara otomatis mereka tak mempunyai harta yang berlimpah untuk bertahan hidup.

Namun apakah mereka menyerah wahai saudaraku….? Mari kita selami
kata-demi kata yang berusaha kuurai untuk kalian…

Ketika melihat kaum muslimin sudah tak berdaya para pemuka Quraisy
mengirimkan pembesarnya untuk membujuk dan menawarkan segala harta dan kenikmatan dunia kepada Rasulullah.

“Wahai putra saudaraku, jika dengan da’wah yang anda lakukan itu anda ingin mendapatkan harta kekayaan, maka akan kami kumpulkan harta kekayaan yang ada pada kami untuk anda, sehingga anda menjadi orang yang terkaya dikalangan kami. Jika anda menginginkan kehormatan dan kemuliaan, anda akan kami angkat sebagai pemimpin, dan kami tidak akan memutuskan persoalan apapun tanpa persetujuan anda. Jika anda ingin menjadi raja, kami bersedia menobatkan anda sebagai raja kami. Jika anda tidak sanggup menangkal jin yang merasuk ke dalam diri anda, kami bersedia mencari tabib yang sanggup menyembuhkan anda, dan untuk itu kami tidak akan menghitung-hitung biaya yang diperlukan sampai anda sembuh

”Inilah bujuk rayu yang ditawarkan oleh Abul Walid (Utbah bin
Rabiah). Kemudian Rasulullah menjawabnya dengan sebuah ayat QS. Fushilat : 1-13 :

“Haa Miim. Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang. Kitab yang telah dijelaskan ayat-ayatnya, al qur’an dalam bahasa Arab, bagi kaum yang hendak mengetahuinya. Kitab yang membawakan berita gembira dan membawakan peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling dan mereka tidak mau mendengarnya. Mereka (bahkan) berkata “Hati kami tertutup bagi apa yang kamu serukan kepada kami, dan telinga kamipun tersumbat rapat. Antara kami dan kamu terdapat dinding pemisah. Karenannya, silahkan kamu berbuat (menurut kemauan kami sendiri). “katakanlah (hai Manusia), “Bahwasannya aku adalah seorang manusia (juga) seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan yang satu, karena itu hendaklah kamu tetap pada jalan lurus menuju kepada-Nya, dan celakalah orang-orang yang mempersekutukanNya…..

Dan Utbah mendengar bacaan Rasulullah sampai pada ayat : “Jika mereka berpaling, maka katakanlah, “Kalian telah kuperingatkan (mengenai datangnya petir (adzab) seperti petir yang menghancurkan kaum ‘Aad dan Tsamud (dahulu)”

Kemudian Utbah kembali kepada kaumnya dengan mengatakan “demi
Allah apa yang dikatakan Muhammad bukanlah sya’ir, bukan sihir dan bukan pula mantera dukun. Ta’atilah aku dan biarkan Muhammad dengan urusannya……”

Setelah kegagalan Utbah membujuk Rasulullah, kaum Quraisy masih terus mengirimkan juru lobinya untuk membujuk Rasulullah supaya meninggalkan ajaran barunya. Mereka mendatangkan pemuka-pemuka mereka diantaranya al Walid bin Mughiroh dan al ‘Ash bin Wail. Mereka menawarkan harta kekayaan dan gadis tercantik kepada Rasulullah dengan syarat Muhammad mau meninggalkan kecaman terhadap tuhan-tuhan mereka. Dan akhirnya Rasulullah tetap menolaknya.

Namun akal bulus mereka terus bekerja dengan menawarkan, “bagaimana jika anda menyembah tuhan-tuhan kami sehari dan kami menyembah tuhanmu sehari (bergantian). Tawaran inipun ditolak secara tegas oleh Rasulullah dalam QS. Al kafirun : 1-6

“Katakanlah, “hai orang-orang kafir ! aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak perlu (juga) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku”

Wahai saudaraku apa sebenarnya hikmah yang bisa kita peroleh
dari sirah di atas ?

1) Bahwa dakwah itu jauh dari kepentingan pribadi dan golongan, jauh dari memburu harta kekayaan dan kekuasaan serta jauh dari memburu kehormatan. Ingatlah wahai saudaraku, manusia diuji dengan 3 hal : HARTA,TAHTA,WANITA. Apabila keimanan seseorang tdk mencapai puncak tauhidnya maka ia akan goyah dengan ketiga ujian tersebut. Entah satu diantaranya atau semuanya telah melemahkannya.

Mungkin yang patut brhati-hati adalah mereka yang telah merambah dakwah siyasi (dakwah dlm pemerintahan dan kekuasaan). Seperti mereka yang duduk dalam DPR/DPRD/MPR serta mereka yang duduk dalam kekuasaan yang lain (seperti kementrian,gubernur dan walikota). Dalam pemerintahan adalah tempat membuat kebijakan. Dimana di Negara kita menganut system demokrasi yang benar-benar bertentangan dengan konsep Islam. Disinilah peran mereka sebenarnya untuk mengubah system itu menjadi system yang menggunakan Syari’at Islam secara kaffah dalam berbagai segi kehidupan.

Ketika sudah berniat untuk mensibghoh (mencelup) system itu dengan system Allah maka ketika melakukan lobi-lobi politik mereka tdk boleh sedikitpun goyah oleh tawaran-tawaran menggiurkan berupa TAHTA,HARTA,dan WANITA itu. Mereka harus benar-benar memperjuangkan dien Allah disana. Bukan memperjuangkan kepentingan kelompok atau golongan bahkan harus jauh sama sekali dengan kepentingan-kepentingan pribadi.

Karena ketika Rasulullah telah bersinggungan dengan kaum Quraisy pemegang kekuasaan itu maka begitulah yang dilakukan. Rasulullah sedikitpun tidak menyentuh apa yang mereka tawarkan. Rasulullah tetap teguh pada kebenaran tauhid yang beliau bawa. Lalu bagaimana dengan para juru dakwah kita di siyasi tersebut ? apakah mereka benar-benar teguh dengan apa yang dikomitmenkan Rasulullah ?

Wahai mereka yang telah merambah ke dalam siyasi……ingatlah bahwa tak ada pencampuradukan keentingan dakwah dengan kepentingan golongan kalian, tak ada pencampuradukan kepentingan dakwah dengan kepentingan pribadimu….IKHLASLAH bahwa engkau memang menjual segala yang engkau punya itu hanya untuk Islam semata. Engkau memang benar-benar menegakkan dienullah di negeri kalian. JANGAN PEDULI DENGAN TAWARAN KEKUASAAN SEHINGGA ENGKAU LEMAH. JANGAN PEDULI DENGAN KEPEMIMPINAN YANG DITAWARKAN BILA ITU HANYA MELEMAHKAN KEBIJAKSANAAN ISLAM. JANGAN HANYA SEKEDAR KEMASLAHATAN SEHINGGA ENGKAU MENGGADAIKAN AQIDAH ISLAM.

Wahai ikhwah fillah….Rasulullah dan para sahabatnya rela diboikot selama 3 tahun. Rasulullah dan sahabatnya rela meninggalkan kampung halamannya untuk mempertahankan aqidah mereka. Rasulullah dan para sahabatnya rela meninggalkan harta benda yang mereka punya. Lalu sudahkah kita melakukan itu ? Atau kita mencari celah-celah berbahaya hanya ingin mendapatkan kesuksesan lobi politik ? Sungguh itu sebuah taruhan yang harus dipikirkan dengan matang. Jangan sampai bola salju yang terus menggelinding kencang itu dipukul dengan keras oleh musuhmu karena engkau telah lena dengan sebuah kekuasaan dan harta. Engkau terlena dengan kebijakan-kebijakan yang engkau rasa berguna untuk golongan dan kaummu namun itu hanya sebuah jebakan saja. Ingatlah itu wahai ikhwah fillah…..sekali lagi rasulullah dan para sahabatnya tidak pernah membuat sebuah M o U dengan pihak kafir dengan sebuah toleransi. Mereka mempunyai pendirian sendiri. Yaitu hanya tertegaknya tauhidullah di negeri mereka. Itu saja. Tanpa ada yang lainnya.

2) Tidak ada toleransi apapun manakala sebuah perjanjian itu merugikan Islam maupun menyudutkannya bahkan menghinakannya dengan bertransaksi masalah aqidah. Darisini kita tahu bahwa tidak ada pruralisme dalam Islam. Islam ya Islam tdk ada hal lain yang mencampurinya. Ketauhilah karena Islam itu bukan tradisi melainkan Islam itu adalah sebuah keyakinan yang sesuai dengan fitrah, akal dan logika. 4 faktor itu jangan dimaknai terpisah karena ia kesatuan yang syumul (sempurna). Kalau tradisi itu adalah faham turun temurun yang tidak mengenal itu benar dan salah bagi para pengikutnya. Seperti memaknai kedukaan dengan warna hitam. Itu baru tradisi karena ia hanya tersebar dari mulut ke mulut dari keturunan ke keturunan. Sedangkan Islam itu dari al qur’an yang sudah dipastikan ia sesuai dengan hak azazi manusia berupa fitrahnya dan telah terbukti kebenarannya melalui akal dan logika manusia.

Jadi disini tidak ada akulturasi Islam dengan budaya lain maupun dengan pemikiran lain. Tidak ada Islam beralkulturasi dengan sosialis, tidak ada Islam beralkulturaisi dengan dengan atheis. Di dunia ini ada 3 pemikiran itu (ISLAM, SOSIALIS,ATHEIS). Lalu bagaimana dengan demokrasi yang dianut oleh sebuah Negara. Ingatlah…demokrasi itu juga merupakan system kuffur yang hasil metamorfosis dari faham sosialis dan atheis yang telah menyatu sehingga memunculkan faham baru LIBERALIS. LIBERALIS hanya mengedepankan KAPITALIS dalam ekspansinya. Dimana disini hanya kekuasaan, kekayaan yang mereka buru. Mereka hanya mengedepankan hak pribadi mereka. Itulah jargon kafir itu wahai saudaraku….ketahuilah…ISLAM itu memang telah lahir secara fitrah. Lalu kenapa masih muncul HAK ASASI MANUSIA (HAM) ? masih kurangkah Islam menguruis HAM kalian ? Sungguh dholim manusia seperti itu. Memang hanya ketidak puasan saja bila nafsu dan syahwat telah menguasai diri dalam menjalankan kebijakannya.

3)Harus memilih untuk sengsara (menolak perjanjian) demi menegakkan kalimat tauhid itu. Karena kesengsaraan yang dialami itu adalah sebuah sunnah ilahiyah.

Sudah selayaknya dalam berdakwah itu harus melaui tahapan penyiksaan ini. Seperti yang telah ana uraikan di atas bahwa sifat pertama manusia adalah mukallaf (yang menanggung beban) dimana ditandai pada akil balighnya. Lalu apa sebenarnya beban (ta’lif) dari seorang muslim itu ?

Ta’lif seorang muslim adalah MENEGAKKAN KALIMAT ALLAH DI MUKA BUMI. Dan ta’lif ini adalah konsekuensi dari ubudiyyah (ibadah) dan ia menuntut kesiapan menanggung beban dan perlawanan terhadap hawa nafsu dan syahwat.

Dari ta’lif ini maka kewajiban seorang muslim itu ada 2 hal :

*) berpegang teguh dengan Islam dan membangun masyarakat Islam yang benar;

*) menempuh segala kesulitan dan menghadapi segala resiko dengan mengorbankan nyawa dan harta. Inilah yang dinamakan menjual seluruh kehidupan dan hartanya kepada Allah itu.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh” (QS. At Taubah : 111)

Sekali lagi segala penyiksaan itu merupakan sunnah ilahiyyah yang harus kita lalui dalam dakwah, ia merupakan sifat ubuddiyah yang telah tertuang dalam QS. Adz Dzariyat : 56 “Tidak Ku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada Ku”, ia adalah sifat ta’lif (beban), dan ia adalah pembuktian kebenaran untuk orang-orang yang benar dan kedustaan orang-orang yang dusta.

QS. Ali Imron : 142 : “ Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar”

Jadi apa kesimpulannya wahai ikhwah fillah….dimanapun kita berpijak dalam dakwah menyuarakan dienullah ini, janganlah ada sedikitpun toleransi terhadap kebijakan di luar Islam untuk menyetir Islam ini. Janganlah merubah garis perjuangan dakwah dengan mengalkulturasikan sebuah budaya dengan budaya Islam. Karena ingatlah tujuan kita adalah mensibghoh (mencelup)mereka bukan kita yang tersibghoh (tercelup) wahai ikhwah fillah…

Ingatlah perjuangan Rasulullah dengan kesengsaraannya. Pemboikotan, penculikan bahkan penyiksaan yang mereka alami. Mereka menerimanya dengan Ikhlas wahai ikhwah…mereka tidak gentar dengan ancaman-ancaman bualan yang mereka buat. Lalu kenapa kita lemah dengan ancaman tak akan diberi kekuasaan dan dibatasi kebijakannya ? itu hanya sepucuk kuku dari perjuangan Rasulullah dulu. Teguhlah wahai saudaraku dengan ketauhidan yang engkau perjuangkan. Allah akan membalas semua penderitaan itu. Yakinlah. Tak ada bandingnya himpitan, genjetan, cacian, fitnahan serta penyiksaan yang dilakukan kaum kuffar itu dengan apa yang akan diberikan Allah di akherat kelak.

Dan percayalah jangan berputus asa untuk komitmen di jalan dakwah. Jangan engkau buat Islam ini menjadi abu-abu hanya demi kepentingan golongan dan dirimu. Karena telah jelas batas kebenaran dengan keburukan itu. Dan ingatlah kebenaran itu tetap akan ada pembelanya sampai kapanpun. Jadi janganlah engkau takut untuk memperjuangkan kebenaran itu. Dan ingatlah pertolongan Allah itu sangat dekat.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu ? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan), sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang bersamanya. “Bilakah datangnya pertologan Allah ?” Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS. Al Baqarah : 214)

KEBENARAN ITU TAK BISA DIBELI DENGAN BINGKISAN, BILA DARAH HARUS MENGUCUR DEMI TEGAKNYA DIENULLAH MAKA ITULAH YANG HARUS KITA LAKUKAN.

~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*

Sebuah goresan pena dari ~`*`~*IMATUZZAHRA~`*`~*semoga bisa meluruskan kembali pada iktikad baik kita dalam dakwah. Semoga bisa membersihkan kembali niatan kita bagi mereka yang telah merambah dakwahnya menuju siyasi. Semoga abu-abu itu bisa kembali putih
dan semoga menjadikan kita teguh dalam mempertahankan kebenaran dan jauh dari keinginan untuk memperoleh HARTA,TAHTA,dan WANITA. Karena itulah racun dunia yang bisa menyesatkan dir kita. Kembalikan niatan suci itu hanya untuk ridho Allah semata. Kita bersihkan prulalisme yang mulai kita anut melalui toleransi-toleransi yang kita buat. Hanya aturan Islam yang jelas kebenarannya…untuk itu jangan ditawar-tawar lagi karena aturan Islam itu bukan perdagangan ia adalah amanah tauhid yang kita emban dalam hidup ini. Wallahuallam bishowab.Tegaklah berdiri dimanapun kalian berada. HAYYA BIL JIHAD !!!!

 

Bismillahirrahmanirrahim……

Wanita adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah untuk menjadi penetram dimanapun ia berada. terutama bagi pasangannya. masih ingatkah ketika Allah menciptakan Hawwa ? Hawwa tercipta setelah Adam diciptakan oleh Allah SWT. ketika seorang Adam mengalami kejemuhan Allah memberinya penentram yang tercipta dari bilahan tulang rusuknya.

Ikhwah Fillah…..
Ketika kita merilis sebuah kisah kejayaan, keberhasilan rupanya tak terlepas dari seorang pasangan. dan perjuangan panjang sejarah dan dakwah ini tak terlepas dari peran seorang wanita.

Zaman Kenabian itu merupakan zaman paling baik karena Rasulullah mendampingi kehidupan manusia. Dan Rasulullah adalah laki-laki paling baik di zamannya hingga akhir zaman kelak…namun…siapa yang berdiri melindungi Beliau selain para Sahabat tidak tahunya banyak Sahabiyah yang melindungi Rasulullah dalam peperangan dan perjuangan.

Siapakah wanita-wanita tangguh itu ?

1. Khodijah Binti Khuwailid.

Semua sudah tahu siapa Khodijah. ia adalah seorang janda kaya yang menikah dengan Rasulullah. Ia yang menentramkan Rasulullah ketika ia menggigil kedinginan setelah uzlahnya di gua tsur.

Ia yang melindungi Rasulullah dalam dakwahnya, Ia yang mewakafkan
hartanya untuk dakwah Rasulullah. sampai Ia pernah menangis di depan Rasulullah, dan akhirnya Rasulullah meminta maaf kepada Khodijah, “Maafkan aku wahai Khodijah, karena aku takbisa membahagiakanmu dengan harta dan sekarang malah habis semua hartamu untuk dakwahku”.

Khodijah menjawab, “Aku menangis bukan karena itu ya Rasulullah… Aku menangis karena Aku tak punya harta lagi untuk membantu dakwahmu, tak ada lagi yang bisa kuberikan padamu wahai suamiku…”

Subhanallah….sungguh berbeda dengan apa yang ada di era sekarang dimana banyak wanita menuntut suaminya untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, dan jika harta itu disumbangkan untuk dakwah, ngedumelnya ngalor ngidul, panjang lebar mungkin ampe berbusa.

Sungguh langka seorang wanita kaya menikah dengan laki-laki biasa kemudian ia rela melepas hartanya untuk dakwah suaminya. yang ada kebanyakan adalah menuntut suami agar bisa seperti dirinya, bahkan dari keluarga wanita mungkin juga akan menunutut lebih terhadap laki-laki ini. sehingga mengukur kebahagiaan itu hanya dengan sebesar apa penghargaan dan pemberian harta terhadap pasangannya.

Sekali lagi bahwa hakikat harta itu hanya ada 3 : *Yang dimakan kemudian habis, *yang dipakai kemudian rusak, *yang diinfaqkan dijalan Allah itulah yang akan tersimpan.

2. Aisyah Binti Abu Bakar

Ia adalah seorang istri Rasulullah termuda, penghafal Hadits terbanyak diantara istri yang lain, cerdas, cantik dan lihai. Ia menjadi rujukan sahabat ketika berkonsultasi tentang kewanitaan.

Walau ia pencemburu namun Rasulullah sangat mencintainya. pernah ia cemburu kepada Khodijah yang sering disebut Rasulullah. Dan Rasulullah marah waktu itu. namun karena kecerdasannya rupanya bisa mengalahkan kemarahan Rasulullah kepadanya. Dan Hadits yang menjadi Assunnah sekarang adalah buah pikir dan buah otaknya Aisyah yang encer itu.

3. Asma Binti Abu Bakar

Ia adalah anak dari abu Bakar Ashidiq. Ia adalah pengantar makanan
ke bukit tsur pada waktu Rasulullah berhijrah secara sembunyi-sembunyi. yang waktu itu Rasulullah dikejar oleh tentara Quraisy yang dipimpin oleh Waraqah.

Ia yang telah hamil tua dan mendaki Bukit Tsur itu, ia membagi sabuknya menjadi dua untuk membawa air untuk diantarkan kepada Rasulullah dan Ayahnya Abu Bakar Ash shidiq.

Ana sebagai wanita ana tak terbayangkan, seorang wanita hamil tua mendaki bukit seperti itu. Namun itulah perjuangan Asma untuk dakwah Islam. Ia rela menjadi wanita mata-mata dalam perjalanan Rasulullah
tersebut.

Sedangkan kita sebagai wanita selalu mengambil ruksoh (keringanan Islam) dalam melaksanakan ibadah. Ketika tubuh tak nyaman ketika hamil yang ada adalah memanjakan diri dengan bubuk manis, malas ngapa-ngapa apa lagi pergi berdakwah atau berjuang di perang sesuai kapasitas wanita.

Ketika hamil malah digunakan sebagai kesempatan untuk meminta semau kita, yang kata orang disebut menyidam. padahal keinginan itu tak ada hubungannya dengan keinginan bayi. itu hanya mitos belaka.

karena mual itulah yang sebenarnya menjadi penyebab utama kenapa keinginan itu hanya beberapa hal saja. dan jika tak diturutin pun sebenarnya tak apa. tak ada itu anak tak akan ngeces gara-gara waktu hamilnya tak dituruti semuanya. sekali lagi semua itu hanya mitos.

Dan bila lemasnya dituruti maka semakin lemas yang dirasakan tubuh kita. namun ketika kita tetep berghiroh maka yang ada adalah sebuah kedisiplinan dan semangat berjuang dalam dakwah.

Niat yang kuatlah yang bisa merubah kebiasaan buruk menjadi investor dalam dakwah.

4. Ummu Warokah

Ia adalah seorang wanita yang dijadikan rujukan dalam pemushafan
Al Qur’an. Ia adalah seorang sahabiyah namun kebolehannya dalam menghafal Al Qur’an menjadi rujukan dalam pemushafan Al Qur’an.

Pada dasarnya seorang wanita pun harus menjadi hafidzah (penghafal Al Qur’an) agar tak hilang generasi-generasi penghafal AL Qur’an dan Al Qur’an itu akan terpelihara. akan terpelihra keasliannya.

Ketika ia menjadi seorang hafidzah maka ia akan merencanakan anaknya menjadi hafidzah pula. dari ibu yang baik maka muncullah mujahid-mujahid luar biasa pengibar bendera Rabb Alam semesta. dari ibu yang bersemangat berjihad maka akan mencetak anaknya menjadi pribadi yang sama.

Untuk itu mari didik diri untuk menjadi pejuang-pejuang dakwah, agar kita bisa memproduksi generasi yang bisa mengembalikan kejayaan Islam kembali. kalaulah kita tak bisa menikmatinya namun kita akan bahagia karena telah menanam benih dari setiap genarasi yang berjuang untuk zamannya.

Allahu akbar !!!

5. Ummu Sulaim

Ia adalah seorang sahabiyah yang dijamin masuk syurga oleh Rasulullah. bukan karena sebab lain melainkan pengorbanannya.

waktu itu suaminya datang dan memberitahukan bahwa ada utusan dari Rasulullah, suaminya menyuruhnya untuk menjamu tamu itu.
dan ummu Sulaim berkata, “Tak ada makanan kecuali untuk anak
kita”

Suaminya menjawab, “Tidurkanlah anak kita dan jamulah tamu kita”.
dan ditidurkanlah anaknya dan Ummu Sulaim menyiapkan makan untuk tamunya. Ia redupkan lampunya. dan ia duduk agak jauh bersama suaminya dengan berkegiatan sedang berpura-pura makan hingga tamunya selesai makan.

Dan Ia adalah yang dijamin oleh Rasulullah untuk bisa masuk syurga dari pintu manapun yang ia minta

6. Ummu Syuraik

Ketika dakwah pada tahapan siriyah (diam-diam) ia tertangkap oleh kaum kafir Quraisy, kemudia ian hanya dibawa dengan kuda tanpa pelana…(tak terbayangkan jika kuda itu memacu dengan kencangnya namun tak berpelana)

selama 3 hari 3 malam ia hanya terombang ambing di atas kuda. tanpa diberi makan atau minum bahkan kita tahu bahwa kondisi arab sangat terik di siang hari dan sangat dingin di malam hari.

setelah 3 hari disebuah tempat peristirahatan, Ummu Syuraik mendapati ada yang memberinya minum. tempat wadah itu naik ke atas dan kemudian diminumnya, begitu juga seterusnya dan ketika kafir bangun Ummu Syuraik pun dituduh mengambil persdiaan air itu. padahal itu tak mungkin ia lakukan. Hanya semata2 pertolongan Allahlah apa yang telah menimpanya.

7. Ummu Aiman dan Ummu Umaroh

Keduanya adalah pejuang medan Uhud. Ummu Aiman adalah Istri
Abu Bakar ashidiq dan sekaligus ibu susunya.

Ketika pertempuran Uhud dimana kaum muslim telah terlena dengan harta rampasan dan akhirnya musuh menyerang balik. ketika itu para sahabat laki-laki tidak bisa membendungnya. Rasulullah menyuruh para sahabatnya untuk mempertahankan bentengnya dan Rasulullah sendirian waktu itu.

Ketika tiba-tiba Rasulullah diserang musuh Ummu ‘Aiman langsung menyiramkan pasir ke mata musuhnya dengan berkata, “Ini balasan untukmu”

Subhanallah…sungguh cekatan dan lihai…. Ummu Umaroh pergi ke perang uhud beserta suaminya. ketika Rasulullah diserang ada seorang sahabat yang melempar pedang ke arahnya dan ditangkapnya pednag itu kemudian ia tebaskan ke kaki kuda musuh yang akhirnya musuh dan kuda itu terjatuh.

Subhanallah 2 orang wanita yang telah berjasa menjadi perantara penyelamat Rasulullah dalam peperangan.

Dari sini bahwa tidak ada larangan bagi seorang wanita yang ingin berjihad di medan juang. Karena wanita bisa mengerjakan tugasnya sesuai dengan kapasitasnya.

8. Ummu Haram binti Ilham

Ia adalah sahabaiyah yang telah diketahui syahidnya oleh Rasulullah. Ketika itu Rasulullah mendengar kabar bahwa ada seorang sahabiyah
meninggal dalam peperangan dan Rasulullah mengatakan dia adalah Ummu Haram, ia telah menjadi seorang syahidah.

Allahu Akbar !!!

***

Dari beberapa wanita di atas mempunyai kapasitas sendiri-sendiri dalam dakwah. ketika Khodijah banyak harta maka ia mewakafkan semua hartanya untuk dakwah. Khodijah punya cinta, semua cintanya untuk Rasulullah dalam melindungi dakwah.

Aisyah, dan ummu Warokah punya kecerdasan, ia gunakan untuk menghafal Al hadits sebagai pedoman umat setelah Beliau wafat. dan menghafal Al Qur’an sebagai rujukan utama umat. bahkan Aisyah juga pernah berperang bersama Ali Bin Abu Tholib memimpin Laskar untuk menyerang Musailamah Al Kadzab.

Ummu sulaim punya jiwa berkorban tinggi, maka ia rela hidup sengsara demi sepotong makanan untuk seorang da’i yang dikirim oleh Rasulullah.

Asma, Ummu Syuraik punya militansi yang bisa mengepak sayap dakwah. Bisa menjadi intelelejen dakwah Rasulullah.

Ummu Aiman, Ummu Haram, Ummu Umaroh punya energi dan ruhiyah tinggi untuk pergi ke medan juang dan akhirnya syahid menjemputnya menuju keridloan dan pelukan Allah.

Allahu akbar !!!

Wahai akhwat….ketahuilah bahwa tak ada lagi alasan engkau tak mampu mengemban amanah dakwah ini. karena mereka para sahabiyah telah melakukannnya melalui skil mereka. Apa yang bisa mereka sumbangkan, ya itu yang mereka kerjakan.

Carilah dan galilah apa yang menjadi kelebihanmu, dan sumbangkan itu untuk dakwah.

INGATLAH KERJA YANG MULIA ITU HANYA DAKWAH….JADI TUNAIKAN TA’LIFMU (BEBAN HIDUP DICIPTAKAN DI DUNIA ATAS
KEMUKALLAFAN (BALIGH) MU) UNTUK MENEGAKKAN DIENULLAH DI MUKA BUMI INI.

Karena tiada meninggal dalam kemuliaan kecuali dalam berjuang di jalan Allah. dan tiada waktu yang berharga kecuali mengukir amaliyah dalam
dakwah.

Cepatlah bekerja…agar cita dakwah segera Allah turunkan sebagai
rahmahnya. karena bantuan Allah untuk kejayaan Islam itu butuh perantara yaitu wahai engkau para mujahid dakwah….!!! Kuatkan Azzammu, kuatkan ghirohmu dapatkah Firdaus itu dengan kesungguhan perjuanganmu….mari kita teruskan dan kita kembangkan karya besar ini….DAN KEJAYAAN ITU TELAH MENANTI DI PENGHUJUNG SETIAP DESAH NAFASMU….

ALLAHU AKBAR !!!!*az

Bumi Allah, 13 Juli 2010
*sinar dhuha itu sungguh hangat, sehangat jiwa yang tersiram oleh
lantunan dan buaian Allah dalam setiap sujud dhuha….hanya keberkahan yang diharap….semoga menjadi secuil penggerak jiwa yang rindu akan syahid di jalan Allah semata….sebagai penggerak jiwa yang berduka, sebagai pemicu semangat yang menjelang sirna, sebagai pengingat diri yang sering lupa dan semoga bisa menjadi benih untuk kejayaan Islam di dunia….HAYYA BIL JIHAD….ALLAHU AKBAR !!!!*
-*- IMATUZZAHRA AL HURUN’IN -*-

 

Kesuksesan dakwah adalah penyatuan berbagai manhaj (metode) dakwah dari kelompok-kelompok dak’wah. cita-cita dakwah tidak bisa tercapai dengan hanya satu manhaj kelompok dakwah saja.

wallahi cukuplah Aqidah sebagai dasar penyatuan itu. Al Qur’an sebagai dusturuna (undang-undangnya), Assunnah sebagai penjelasnya, jihad fisabilillah sebagai jalan dakwahnya dan syahid sebagai cita-citanya.

Problematika umat sungguh kompleks adanya. banyak penyelewengan-penyelewengan umat Islam dalam hal Aqidah, ibadah, masalah kepemimpinan  dan masalah syari’ah. hal ini bisa terjadi karena adanya kejahilan umat terhadap agamanya, adanya agresi kapitalis ke negeri-negeri muslim, dan adanya perang idiologi. Lalu apasih sebenarnya yang dibutuhkan untuk mencapai satu cita dakwah itu ?

1) Kesatuan tujuan—>kita tahu seorang muslim itu ada ta’lif (beban) dalam dirinya yaitu menegakkan DIENULLAH di muka bumi ini. nah dari sini kita tahu sebenarnya apa tujuan dakwah. yaitu tertegaknya hukum2 Allah di bumi dengan segala penerapannya. Lalu siapa yang bisa menerapkan semua itu ? Ia adalah sebuah sistem yang dibangun oleh dakwah itu yaitu sistem Islam. sistem Islam adalah bangunan sistemik (idiologinya) sekaligus fisik (bentuk pemerintahannya). Yang akhirnya kita menyebutnya dengan kekholifahan. ini adalah cita-cita dakwah. Ini adalah amanah dakwah, yaitu mengembalikan kembali hukum2 Allah diterapkan dimuka bumi ini. dan yang bisa menjalankan hal itu adalah kekholifahan. sehingga masalah kekholifahan itu bukan isu dari satu harokah saja namun ia adalah isu global umat Islam, semua harokah juga harus mengisukannya karena ia adalah amanah dakwah sekaligus cita-cita dakwah. Namun yang perlu dicatat, KEKHILAFAHAN BUKAN ISU CENTRAL DAKWAH, IA ADALAH UJUNG DARI DAKWAH ALIAS BUAHNYA. ISU UTAMA DAKWAH ADALAH PEMBENAHAN AQIDAH, PEMBENAHAN IBADAH, PEMBENAHAN MU’AMALAH, SOSIAL EKONOMI,POLITIK. KETIKA INI SUDAH MENYENTUH UMAT MAKA KEPEMIMPINAN ISLAM DITEGAKKAN DENGAN JALAN JIHAD. KETIKA JIHAD DILAKSANAKAN MAKA KEMENANGAN ISLAM AKAN DI RAIH, KARENA JIHAD ADALAH BENTENG DARI SEBUAH PERGERAKAN ATAU SEBUAH DAULAH ISLAM. KETIKA JIHAD TEGAK MAKA KEKHOLIFAHAN AKAN TEGAK. TERAPLIKASIKANLAH SYARI’AT UNTUK UMAT.

2) Kesatuan Aqidah —>ini adalah yang paling urgen. karena dasar pembangunan dakwah Rasulullah adalah aqidah ia isu pertama yang harus dibangun. kemudian diikuti oleh isu sosial muamalah.Dakwah ibarat bangunan rumah, aqidah adalah pondasinya. sebelum umat benar2 lurus aqidahnya maka tak akan tercapai cita2 dakwah itu. Ketika ketauhidan telah benar2 terpancang dalam diri umat maka secara otomatis persatuan itu akan muncul dari fikroh-fikroh mereka. Karena dasar pemikiran kebenaran itu berawal dari pemahaman tauhid yang benar.

3) Keterpaduan kepemimpinan—>ketika satu diantara banyak harokah saling menjustment dialah yang paling berjuang untuk tegaknya cita dakwah, untuk tegaknya DIENULLAH maka tak akan terjadi penyatuan kepemimpinan itu. untuk itu perlu adanya duduk bersama membicarakan masalah kesatuan kepemimpinan Islam ini. kebersamaan dalam menyatukan manhaj dakwah untuk mempercepat akselerasi pergerakan sehingga antara mereka yang bergerak dalam siyasi (dg niatan untuk mengubah dan menghalau sistem kuffur) dan yang diluar parlemen bs maju bersama untuk memperoleh kepemimpinan itu.

4) Kesatuan Undang-undang—>nah dari satu kepemimpinan ini maka akan muncul satu undang-undang. yaitu undang-undang Islam yang mengacu pada Al Qur’an dan Assunnah dan itu yang harus di ta’ati oleh umat muslim atau anggota-anggota dari harokah-2 yang telah masuk dalam wadah ini. ini belum masuk dalam tahapan daulah. namun telah ada kesepakatan antar jamaah baik bersifat negara atau global dalam hal ini. untuk segera menyatukan langkah dalam satu undang-undang kemudian diikrarkan dalam bentuk daulah khilafah atau sistem kekhilafahan secara global.

5) Jihad Fisabilillah —-> Jihad adalah benteng sebuah pergerakan, ia adalah pelindung sebuah kekuasaan, dan jihad adalah pelindung kekuasaan Islam. Satu semangat untuk menegakkan dienullah akan membakar semangat jihad yang sama dari berbagai harokah islam. Jihad dikerjakan ketika umat islam di tindas, ketika kafir merebut kekuasaan dan berbuat sewenang-wenang terhadap kaum muslimin. jihad bisa menyatukan umat, karena ia yang memadukan ta’limul qulb para pengemban syahadah.

dari dasar2 penyatuan di atas maka diaplikasikan strategi-strategi untuk mewujudkannya.

1) Pengajaran Islam pokok dan cabangnya secara terarah. yang menghindar dari ta’ashub (fanatik) maupun ashobiyah (membanggakan golongannya).

2) Mengusai mass media sebagai wadah publisitas kepada umat. agar visi dan misi penyatuan itu segera tersampaikan kepada sasarannya. dan mengkounter isu2 miring yang disebera kaum kapitalis dan orientalis dalam memecah belah umat.

3) Adanya ekonomi yang independen. sepanjang ekonomi masih bergantung pada kaum kapitalis maka selamanya akan terjajah. dan itu sungguh sulit untuk terlepas dan membuat perencanaan tersendiri. karena mau tidak mau tetaplah ada M o U yang harus dijalani. masih ingatkah dengan proses pemboikotan perekonomian yang dilakukan kaum Quraisy kepada Rasulullah dimasa awal dakwah ? Rasululah berani mengambil resiko itu selama 3 tahun…dan akhirnya Allah memberikan pertolongannya.karena begitulah jalan dakwah ia tdk harus mulus karena sebagai bukti pengucapan sumpah syahadah kita. penganiayaan adalah pembuktian bahwa kita bukan termasuk orang2 yg DUSTA atas janji dan ikrar kita pada Allah.

4) Kemandirian dalam segala kebutuhan.ini sepertinya sama dengan keterangn 3) di atas.ketika umat muslim masih selalu menggantungkan diri atas semua kebutuhannya pada kaum kapitalis orientalis maka untuk selamanya akan terjajah. disini dibutuhkan keberanian untuk setiap individu untuk mulai beralih pada produk2 Islam secara perlahan. Apabila pasar telah merajai dari produk2 Islam insyaAllah kualitaspun akan bisa menandingi produk2 kapitalis itu. masalah dilapangan kenapa produk Islam kualitasnya lebih rendah hal ini disebabkan oleh perputaran modal yang perbedaannya sangat signifikan dengan laba yang diperoleh. sehingga untuk bertahan saja sudah sebuah kesyukuran. tetap butuh kerjasama antara konsumen muslim dan pengusaha muslim tersebut.

5) Mendirikan pusat-pusat ilmu pengetahuan. Ini adalah hal urgent yang sebagai langkah real dalam pergerakan. ilmu yang telah tersebar semua telah dikuasai oleh kaum kuffar sehingga mereka telah menyalahi apa yang seharusnya sesuai khithoh Al Qur’an. untuk itu untuk membersihkan pemikiran2 sekuler maka harus ada lembaga-lembaga kajian ilmiah untuk membersihkan faham2 yang terselip yang mereka lancarkan. Jika dasar2 itu telah dipunyai umat Islam ana yakin entah itu dari harokah manapun apabila telah memahami yang bisa menjadi benih penyatuan itu maka akan memperjuangkan penyatuan itu. karena sekali lagi tak akan bisa tujuan dakwah tercapai dengan satu manhaj dakwah harokah. Semoga jama’atul muslimin itu segera terwujud dan ini bisa terwujud dimulai dari diri kita sendiri untuk mengkondisikan diri tidak gampang menjustment sebuah jama’ah harokah pergerakan Islam. tidak ta’ashub (fanatik golongan) atau tidak Ashobiyah (membanggakan golongan sendiri). ini benih jika ingin persatuan umat Islam. jika diantara kita masih ada benih tidak suka dengan harokah lain jangan harap persatuan itu akan terwujud. karena kita adalah bagian kecil dari sebuah tubuh. ibaratnya adalah sel. dan apabila sel itu sakit maka akan berimbas pada jaringan dan apabila jaringan itu sakit maka akan berimbas pada organ. apabila organ sakit maka tubuh itu tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya.

6. Perlunya semua perkemahan pelatihan kemiliteran untuk generasi muda.

JADILAH SEL YANG SEHAT WALAU BAGIAN TERKECIL NAMUN MENYUMBANG PERAN BESAR BAGI PERGERAKAN TUBUH DALAM ISLAM. HAYYA BIL JIHAD YA IKHWAH FILLAH…!!! JAGALAH UKHUWAH ITU HILANGKAN KEBENCIAN TANAMLAH KEDAIMAIAN DALAM HATI DAN TEBARLAH RAHMAH ISLAM KEPENJURU TAPAK KITA BERDIRI. semoga barokah…*az

‘Audzubillahiminasysyaithonirrojiim…bismillahirrahmanirrahim….

bermula dari status ana dan komentar2 ttg hal ini di facebook….sepertinya perlu diangkat lagi pembahasan mabda’ (mendasar) ini.

Syahadah yg diucapkan dalam sholat itu merupakan rukun sholat…bukan pelaksanaan dari rukun pertama syahadatain itu sendiri. dan syahadataain itu mempunyai dasar sendiri, kaidah sendiri, sayarat dan rukun sendiri. karena kurang faham tentang hal inilah mungkin yang menjadikan sebuah perjuangan dakwah itu tak jelas.

DALIL-DALIL SYAHADATAIN

I. Al-qur’an

Dalil-dalil umum tentang syahadat laa ilaha illallah

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.( Qs: Ali-Imran ayat 18 )

Penjelasan ayat :
{ شهد ا لله انه لااله الا الله} الآية فَإِنَّهُ يُجَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ اللهُ تَعَالَى : عَبْدِي عَهْدٌ اِلَيَ عَهْدًا وَاَنَا أَحَقَّ مَنْ وَفَّى ، أَدْخَلُوْا عَبْدِي اَلْجَنَةَ ،

Muhammad Ali ash-Shabuni menjelaskan dalam kitab Sofwah at-Tafasir bahwa ” Syahidallahu annahu laa ilaha illa ana. Bahwa ayat ini menjelaskan,sesungguhnya orang yang menyatakan ( syahadat tauhid ) maka didatangkan pada hari kiamat.lalu Allah Azza wa jalla berfirman: “ Hamba-Ku telah berjanji kepada-Ku ,dan Aku adalah yang paling berhak menepati janji,masukanlah hamba-Ku ke syurga,”

*  Syahadat yang dimaksud dalam ayat diatas menurut ulama tafsir ialah sebuah perjanjian yang sifatnya mengikat antara Allah dan hamba-Nya *

Dan kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku”.( Qs: Al-anbiyaa’ ayat 25 )

Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri,( Qs : Ash-shaffat ayat 35)

II. Hadits

Dalil-dalil umum tentang syahadat

1) Hadits tentang rukun islam
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَابِ رضي الله عنهما قال: سَمِعْتُ رسولَ ا لله صلى الله عليه وسلم: بُنِيَ ا ْلإِ سْلاَ مُ عَلَى خَمْسٍ شَهَا دَ ةِ اَ نْ لاَ اِ لَهَ اِ لاَّ ا لله وَ اَ نَ مُحَمَّدً ا ا لرَّ سُو لُ ا للهِ وَ اِ قَا مِ ا لصَّلاَ ةِ وَ اِ يْتَاءِ ا لزَّ كَا ةِ وَ حِجِِّ ا لْبَيْتِ وَ صَوْ مِ رَ مَضَا نَ ( رواه البخارى و مسلم)

Dari Abi Abdi ar-Rahman bin Ibnu Umar Ibni Khattab Ra. Berkata : “ Aku telah mendengar bahwa Rasulullah Saw pernah berkata “ (( Islam dibanun di atas lima perkara yaitu mengucapkan syahadat tidak ilah selain Allah dan bahwasanya Muhammad Rasulullah serta mendirikan shalat menunaikan zakat shaum di bulan ramadhan dan menuaniakan haji ke Baitullah.)) “

2) Hadits tentang akhir hayat Abu Thalib Paman Nabi Muhammad Saw
عَنْ إِبْن المسيب عَنْ أَبِيْهِ قَالَ: لَمَّا حَضَرَتْ أَبَا طَالِبِ الْوَفَاةُ, جَاءَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص.م, وَعِنْدَهُ عَبْدُالله بنُ أُُمَيَّةَ وَأَبُوْ جَهْلٍ, فَقَالَ لَهُ: يَا عَمِّ ! قُلْ لاَ إله إلاّ الله،كلمة أشهد لك به عند الله )). فَقاَلَ أبو جهل عَبْدُ الله بنُ أُُمَيَّةَ :يَا أَبَا طَالِبٍ؟! أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَلِب؟!فَلَمْ يَزَلْ رسول الله صلى الله عليه وسلم يَعْرِضُهَا عَلَيْهِ وَيُعِيْدُ لَهُ تِلْكَ الْمَقَالَةَ،حَتىَّ قَالَ اَبُوْ طَالِِبٍ آَخَرَ مَا كَلَّمَهُمْ: هُوَ عَلَى مِلِّةِ عَبْدِ الْمُطَالِبِ، وَأَبَى أَنْ يَقُوْلَ: لاإله إلاّ الله. فَقَالَ النَّبِى ص.م: “لأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَالَمْ أَنْهَ عَنْكَ” فَأَنْزَلَ الله عَزَ وَجَل{, مَاكَانَ لِلنَّبِى وَالَّذِيْنَ آمَنُوا أنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِين} وَأَنْزَلَ الله فِى اَبِى طَالِب {إنَّكَ لاَ تَهْدِى مَن أحببت وَلَكِن الله يَهْدِى مَن ْيَشَا}

“ Dari Sa’id bin al-Musayyab Ra., dari Ayahnya Ra.,ia berkata tatkala Abu Thalib menjelang ajal: Rasulullah Saw mendatangi Abu Thalib lalu beliau dapati Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Ummayah bin al-Mughirah di sisi Abu Thalib,kemudian Rasulullah Saw.mengatakan,” Wahai Paman! Ucapkanlah Laa Ilaha Illallah,sebuah kalimat yang akan kupersaksikan untukmu di sisi Allah.” Maka Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Ummayah mengatakan,” Hai Abu Thalib! Apakah kamu membenci agama Abdul Muthalib?” kemudian Rasul Saw menyodorkan kembali kalimat syahadat Laa Ilaha Illallah kepada Abu Thalib dengan mengulang-ulangnya sehingga Abu Thalib tetap berpaling dari kalimat tersebut, dan dia ( Muhammad ) kembali kepada Abu Thalib dengan perkataan tadi.sampai Abu Thalib mengatakan sesuatu di akhir kepada mereka” Dia ( Muhammad ) adalah menganut agama Abdul Muthalib ,Lalu Abu Thalib enggan mengucapakan laa ilaha illallah,lalu Rasul Saw mengatakan “ Demi Allah,aku akan memintakan ampun untukmu selama tidak dilarang,maka Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat di dalam surat At-taubah ayat 113 dan surat Al-qoshosh ayat 56 )

3) Hadist tentang di utusnya Duta dakwah Muadz bin Jabal ke Yaman

وَعَنْ ابْنِ عَبَّاسِ رضي الله عنهما ان رسول الله صلى الله عليه وسلم لما بعث معاذا إلى اليمن قال ” إِنَّكَ تَأتِي قَوْمًا مِنْ اَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلُ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ شَهَادَةُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّاللهُ،” وَفِى رِوَايَةٍ إِلَى أَنْ يُوَحَّدُوااللهً – فًإٍنْ هُمْ أَطَاعُوكَ لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ اَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتِ فِى كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ،فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوكَ لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ اَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةٍ تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَا عِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَاعِهِمْ …

( H.r Bukhari & Muslim dalam kitab terjemah Fathul Majid Bab: Dakwah kepada Syahadat Laa Ilaha Illallah ) hal.155

Pendapat Imam An-nawawi

: ” فًإٍنْ هُمْ أَطَاعُوكَ لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ اَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتِ فِى كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ
قَالَ اَ لنَّوَوِي مَامَعْنَاهُ : أَنَّهُ يَدُلُّ عَلَى اَنَّ الْمُطَا لَبَةَ بِالْفَرَائِضِ فِى الدُّنْيَا لاَ تَكُونُ إِلاَّ بَعْدَ ا ْلإِسْلاَمِ

Imam An-Nawawi Rh. Dalam mengomentari hadits muadz bin Jabal di atas mengatakan : ” Hadits ini menunjukkan bahwa menjalankan kewajiban di dunia tidak akan berlaku kecuali setelah Islam”

4) Hadits tentang memerangi manusia untuk mengucapkan kalimat syahadat

اُمِرْتُ أَنْ اُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا : لاَ اِلَهَ اِلاَّ ا للهُ فَإِذَا قَالُوْا هَا عَصَمُوْا دِمَاعَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ اِلاَّ بِحَقِّهَا…

“ Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan kalimat Laa ilaha illallah,maka jika mereka telah mengucapkannya terlindungilah darah mereka dan harta mereka kecuali dengan haknya…”

III. Aqwal ‘ulama ( Perkataan ulama Tauhid ) Tentang syahadat

1) At-Tajus As-Subki dalam kitab Irsyadul Ibadnya mengatakan dalam bab Iman : “ Bahwa tidak dipandang syah amalan anggota tubuh ( berupa shalat, haji, zakat dll ) jika tidak disertai iman dalam hati, dan tidak dipandang sah iman dalam hati jika tidak disertai “ucapan dengan lisan “ dua kalimah syahadat secara nyata . “

2) Dalam Kitab Al-Hushunul Hamidiyah mengatakan : “ Bahwa mengucapkan/ mengikrarkan dua kalimat syahadat”dengan lisan” adalah syarat bagi seseorang untuk diberlakukan hukum – hukum Islam atasnya. “ ( Di Kutip dalam buku Al-Islam Jilid I,Karya Tgk Hasbi Ash-shiddiqy )

3) Imam Muhammad Bin Abdul Wahab Rh; “ Kalimat Laa ilaaha illallah tidak akan bermanfaat bagi orang yang mengucapkan, jika tidak memahami makna kandungan, tuntunannya, dan syarat syahnya. ( Dalam Kitab Fathul Majid )

4) Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rh. Mengatakan dalam Kitab “ Ad-Durar “

وَ مُجَرَ دُ بِلَفْظِ ا لشَهَا دَ ةِ مِنْ غَيْرِ عِلْمٍ بِمَعْنَا هَا وَ لاَ عَمَلَ بِمَقْتَضَا هَا لاَ يَكُو نُ ا لْمُكَلَفُ مُسْلِمًا.وَ مَنْ شَهِدَ اَ نْ لاَ اِ لَهَ اِ لاَ ا للهُ وَ عَبَدَ غَيْرَ هُ مَعَهُ فَلاَ شَهَا دَ ةَ لَهُ وَ إِ نْ صَلَى وَ زَ كَى وَ صَا مَ وَ آ تىِ بِشَيْئٍ مِنَ اَ عْمَا لِ اْ لاِ سْلاَ مِ

“ Sekedar mengucapkan lafazh syahadat tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntunannya, maka itu tidak membuat seseorang menjadi muslim, maka siapa yang bersaksi, mengucapkan dua kalimat syahadat Tidak ada Ilah selain Allah yang berhaq disembah, sedang dia masih beribadah kepada selain Allah (melakukakan kesyirikan) maka syahadatnya tidak dianggap meskipun dia shalat, zakat, shaum dan melaksanakan sebagian ajaran Islam.

إِ نَ ا لنَطَقَ بِهَا مِنْ غَيْرِ مَعْرِ فَةِ مَعْنَا هَا وَ لاَ عَمَلَ بِمْقَتَضَا هَا مِنَ َاْ لتَِزَ ا مِ ا لتَوْ حِيْدِ وَ تَرَ كَ ا لشِرْ كِ وَ اْ لكُفْرَ بِا لطَا غُو تِ فَإِ نَ ذَ لِكَ غَيْرُ نَا فِعٍ باِ ْلاِ جْمَاعِ

Sesungguhnya mengucapkan kalimat Laa Ilaha Illallaah tanpa disertai pengetahuan ( ilmu ) akan maknanya dan tidak mengamalkan tuntunannya berupa komitmen dengan tauhid dan meninggalkan syirik serta mengkufuri thagut maka sesungguhnya pengucapan itu tidak bermanfaat berdasar ijma para Ulama’ “

Dari perkataan ulama dapat diambilhukum bahwa “ Syahadat “ adalah syarat sah diterimnya amal, dan sebagai syarat sah keislaman secara syar’i

Kewajiban Menegakkan Syahadat dengan mengikrarkan secara zhahir

Perkataan Syaikh Muhammad al-Sanusi,tentang wajibnya ikrar syahadat bagi Muslim Kauni atau Muslim Keturunan

فاَعْلَمْ اَنَّ النَّاسَ عَلَى ضَرْبِيْنَ مُؤْمِنُ وَكاَفِرٌ أَمَّا الْمُؤْمِنُ بِاْلأَصَالَةِ فَيَجِيْبُ عَلَيْهِ اَنْ يُذْكَرَهَا فِى الْعُمُرِ مَرَّةً وَاحِدَةً يُنْوِى فِى تِلْكَ الْمَرَةِ بُذْكَرَهَا الْوُجُبُ وَ إِنْ تَرَكَ ذَلِكَ فَهُوَ عَاصٍ.

“ Ketahuilah,bahwa manusia terbagi menjadi 2 golongan mu’min dan Kafir,adapun mu’min ( yang berstatus keturunan ), maka wajib mengucapkan dua kalimat syahadat sekali seumur hidupnya yang diniatkan untuk menjalankan kewajiban syariat lainnya,dan jika ia menolak ( enggan bersyahadat ), maka dia telah bermaksiat. [Dikutip dalam buku menegakkan syariat syahadat,penulis oleh Umar Zia ul Haq,dalam kata pengantar]

*  Menurut Syaikh Muhammad Abdul Wahab Rh.bahwa keislaman terbagi menjadi dua yaitu : islam kauni dan islam syar’I, adapun islam kauni islam yang berdiri atas dasar pijakan lingkungan dan keadaan dari orang tua,sebagaimana islamnya alam dan makhluk hidup yang lainnya secara fitrah penciptaan,sedangkan islam syar’I ialah keislaman yang berpijak atas dasar tuntunan syariat yang berdasar petunjuk ajaran Al-qur’an *

Ø Pendapat Ibnu Taimiyah Rh.

قال شيخ الإسلام إبن تيمية : وَقَدْ عُلِمَ بِاْلاِضْطِرَارِ مِنْ دِيْنِ الرَّسُولِ صلى الله عليه وسلم وَاِتَِّفَقَتْ عَلَيْهِ اْلأُمّةُ أَنَّ أَصْلَ اْلإِسْلاَمِ وَأَوَّلَ مَا يُؤْمَرُ بِهِ الْخَلْقَ : شَهَادَةُ أَنَ لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله فَبِذَلِكَ يَصِيْرُ الْكَافِرُ مُسْلِمًا وَالْعَدُوُّ وَلِيًا وَالْمُبَاحُ دَمَهُ وَمَالَهُ : مَعْصُومُ الدَّمَ وَالْمَالَ ثُمَّ إِنْ كَانَ ذَلِكَ مِنْ قَلْبِهِ فَقَدْ دَخَلَ فِى اْلإِيْمَانِ وَإِنْ قَالَهُ بِلِّسَانِهِ دُوْنَ قَلْبِهِ فَهُوَ فِى ظَاهِرٍ اْلإِسْلاَمِ دُوْن بَاطِنٍ اْلإِيْمَانِ قَالَ : وَأَمَّا إِذَا لَمْ يَتَكلّمُ بِهَا مَعَ الْقُدْرَةِ فَهُوَ كَافِرٌُ بِاتِّفَاقِ الْمُسْلِمِيْنَ بَاطِنًا وَظَاهِرًا عِنْدَ سَلَفِ اْلأُمَّةِ وَأَئَمِّتِهَا وَجَمَاهِيْرِ الْعُلَمَاءِ

Telah diketahui dengan pasti dari dinurrosul dan sepakat seluruh ummat (shahabat ) bahwa dasar islam dan yang pperintah pertama kepada manusia adalah syahadat شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله karenanya dengan syahadat yang kafir jadi muslim, musuh jadi pelindung, orang yang halal darah dan hartanya menjadi terlindungi darah dan hartanya. Kemudian jika hal itu keluar dari hatinya, maka ia sungguuh telah beriman.jika mengucapkannya dengan lisan tanpa hati,maka ia menampakan keislaman tanpa ada iman dalam hati ( ia Munafiq), Dia berkata ( Ibnu Taimiyah ),” dan jika tidak mengucapkannya padahal ia mampu, maka ia adalah kafir lahir bathin menurut kesepakatn kaum muslimin, pendahulu umat, imam mereka dan meyorita ( Lihat Fathul majid hal 78 )

IV. Istinbath Hukum

Pengambilan Hukum Tentang syariat syahadat

Dalam Qaidah Ushul Fiqih ada ketetapan hukum terhadap dalil naqli ( nash al-qur’an dan hadits ) dikatakan oleh ulama ushuliyin : “ Bahwa wajib mengamalkan nash ayat Qur’an dan hadits Nabi berdasarkan keumuman & kemuthlaqannya selama tidak ada dalil yang mengkhususkan dan mengikatnya,wajib mengamalkan nash ayat dan hadits sesuai dengan yang ditunjukkannya selama tidak ada dalil yang menyelisihinya.,jika terdapat dalil umum yang muncul karena sebab khusus,maka yang disepakati ulama ushul ialah wajib mendahulukan keumumannya.sebagaimana Qaidah ushul yang berbunyi :

اَلْعِبْرَةُ بِعُمُومِ الَّفْظِ لاَ بِخُصُوصِ السَّبَابِ

“ Hukum yang diambil dalam Qur’an adalah berdasarkan keumuman lafazh bukan kekhususan sebab.

Sedangkan dalam istilah ushul penyebutan tentang lafazh umum disebut ‘Am.adapun maknanya menurut ushul fiqih ialah
الَلفْظُ اَلْمُسْتَغْرِقُ لِجَمِيْعِ أَفِرَادِهِ بِلاَ حَصْرٍ

“Lafal yang mencakup semua jenis ( seluruh makhluk ) tanpa ada batasan yang mengikat”

V. Hakikat Syahadat Secara Syar’i

A. Pengertian Syahadat

شهد- يشهد – شها د ة – مشا هد ة ج شهود
Makna Syahadat yang dimaklumi oleh ulama Tauhid ialah bermakna : Persumpahan atau Persaksian ( Bersumpah atau bersaksi )

الشهادة : الإقرار و البيان
Pengakuan & Penjelasan
( Muhammad Ali as-Shabuni,Shofwatu at-Tafasir.Hal.173,)

Makna Syahadat secara syar’i

· Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengatakan makna Syahadat
لا اله ا لاا لله

SYAHADAT ialah : Pengakuan, Pembenaran,dan keyakinan bahwa Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah Swt tiada sekutu bagi-Nya. Jadi makna secara menyeluruh ialah “ Keyakinan dan Pengakuan bahwa tidak ada yang berhak diabdi kecuali Allah lalu berkomitmen dengannya dan mengamalkan tuntunannya dan tidak mempersekutukan-Nya.i nilah Hakikat Laa ilaha Illallah.

شَهَا دَ ةُ اَ نْ لاَ اِ لَهَ اِ لاَّ ا للهُ اَ عْتَقِدُ اَ نَّ ا للهَ وَا حِدٌ لاَ شَرِ يْكَ لَهُ فِى عِبَا دَ تِهِ وَ لاَ فىِ مُلْكِهِ

“Syahadat Dengan mengucapkan Laa ilaha Illallah ialah mengakui bahwa Alloh adalah esa & tidak ada sekutu bagi-Nya dalam ibadah & pemerintahan-NYA “

Kandungan makna syahadat menurut penjelasan di atas.b ahwa nilai dasar SYAHADAT yang syar’i ialah yang menuntut pembersihan aqidah dari syirik Uluhiyah dan syirik Mulkiyah. jika tidak terpenuhi dua aspek ini atau salah satunya saja, maka dianggap masih berstatus MUSYRIK, Sebaliknya seorang dikatakan MUWAHID jika mentauhidkan Allah pada aspek Uluhiyah dan aspek Mulkiyah

VI. Rumusan syahadat menurut para ‘Ulama Tauhid

Sesungguhnya mengucapkan kalimat Laa Ilaha Illallaah tanpa disertai pengetahuan ( ilmu ) akan maknanya dan tidak mengamalkan tuntunannya berupa komitmen dengan tauhid dan meninggalkan syirik serta mengkufuri thagut maka sesungguhnya pengucapan itu tidak bermanfaat berdasar ijma para Ulama’ “

Syahadat yang dituntut menurut syar’I ialah syahadat tidak sekedar syahadat untuk ritual ibadah yang dilakukan umumnya kaum awwam .seperti : ritual sholat, ritual kendurian, ritual nikah, dll. Ritual amalan syahadat tersebut tidak membawa manfaat terhadap amal dan keislaman, sungguhpun dengan lafazh yang sama dan untuk perkara yang baik, namun para memberikan penegasan tentang nilai syahadat yang syar’I wajib dilandasi pemahaman yang benar serta tuntunan yang benar.

Berikut tuntunan syahadat secara syar’i

شُرُوطُ قَبُولِ الشَّهَادَتيَْنِ
Syarat diterimanya syahadat

1. Bil ilmi ( dengan Pengetahuan ) Qs :47/19
2. Bil Ikhlas ( dengan ketauhidan yang hanif ) Qs : 22/31
3. Bil Yakin ( dengan Keyakinan hati ) Qs : 15/99
4. Bil Sidqi ( dengan kebenaran ucapan & amal ) Qs :61/7
5. Bil Qabul ( dengan penerimaan hukum-2nya ) Qs:33/36
6. Bil Mahabbah ( dengan penuh kecintaan ) Qs : 3/31
7. Bil Inqiyadi ( dengan kethataan ) Qs : 4/60
( Kitab Fathul Majid )

Syarat sah sempurnanya syahadat Laa ilaha illallah

1. Bil lisan ( dizahirkan dengan ucapan lisan ) : إقرار بالسان ( Lihat penjelasan & komentar para Ulama tentang kewajiban melafazhkan syahadat dengan ikrar lisan )

2. Bil Jamaah ( bergabung dengan Jamatul Muslimin sebagai Daulah penegak perjuangan syahadat ),sebagaimana dalil hadits Rasul

لاَ يَحِـلُّ دَ مٌ إِ مْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ اَ نْ لاَ اِ لَهَ اِ لاََّ ا للهِ وَ اَ نِِّـيْ رَ سُو لُ ا للهِ اِ لاَ بِإِ حْدَ ئِ ثَلاَ ثٍ….ا لتَّا رْ كُ لِلدِِّ يْنِهِ وَ ا لْمُفَا رِ قُ لِلْجَمَا عَةِ…

“ Tidak halal ( haram ) bagi seseorang muslim darah & hartanya yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat kecuali dengan 3 perkara….. diantaranya ( salah satunya ) yaitu meninggalkan dinnya (keyakinan ) & keluar dari jamaah.” ( H.R Muslim )

Hadits Rasul tersebut mengandung nilai hukum, bahwa seorang Muslim akan sempurna nilai kemuslimannya manakala berkomitmen bergabung dengan jamaah. Rusaknya nilai syahadat seorang muslim , jika keluar dari keyakinan yang dianutnya dan keluar dari jamaah yang diperjuangkannya.

3. Bil Syuhada ( Menghadirkan seorang saksi ), yang dimaksud saksi disini dalam konteks bersyahadat ialah sebagaimana yang dijelaskan dalam tafsir Al-Qurthubi Asy-syahid الشاهدialah yang mengetahui sesuatu dan menjelaskannya dalam hal ini tentang keesaan Allah. Adapun yang dimaksud syahid disini ialah Ulul ilmi ( orang yang mengetahui akan kebenaran syahadat laa ilaha illallah yakni , para nabi dan Orang-orang beriman yang bertauhid ) dengan kata lain: tidak mungkin dituntunt hadirnya seorang saksi dalam syahadat kalau bukan orang yang memang memahami dan juga mengamalkan tuntunannya. http://iqraku.blogspot.com

4. Bil Amali bimaqtadoha ( Mengamalkan tuntunannya ) yaitu berupa komitmen dengan Tauhid dan meninggalkan kesyrikan serta mengkufuri Thagut. sebagaimana penjelasan dalam Al-qur’an Surat Al-baqarah ayat 256:

…Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Rukun-Rukun Syahadat

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, mengatakan bahwa ulama sepakat menentukan bahwa rukun Laa ilaha Illallah , ada dua:

1. Menafikan ( meniadakan ) : Laa ilaaha ( Tidak ada ilah – yang berhak disembah )maksudnya membatalkan atau menggugurkan segala kesyirikan dalam semua bentuknya dan mewajibkan untuk mengingkari semua yang disembah selain Allah yang dinamakan THAGUT ( Lihat makna Thagut dan jenis-jenisnya dalam kitab Majmu Atut-Tauhid tentang risalah makna Thagut )

2. Menetapkan , Illallah ( Kecuali Hanya Allah saja ) maksudnya hanya Allah saja satu-satunya Abdian Al-ma’bud yang berhak penuh untuk diibadahi dan dithaati
Pengertian rukun ini tertuang dalam Al-qur’an

“ Maka Barangsiapa yang Ingkar atau Kafir pada Thagut – bermakna rukun pertama ( menafikan ) “ Dan hanya beriman kepada Allah saja – bermakna rukun kedua ( menetapkan )

B. Kandungan Syahadat ( Madlulul Syahadah ):

a. Iqrar = Ikrar yang berisi pernyataan atau proklamasi berupa pembebasan diri dari ikatan jahili kepada ikatan islami. Qs:3/18,81

b. Al-Qasam = Ikrar yang mengandung sumpah,dengan mengakui kebenaran tauhid dan menjalankan tuntunannya,Qs:63: 1-2

c. Al-Mitsaq = Ikrar yang mengandung perjanjian,yaitu mengikhlaskan beribadah kepada Allah dengan tidak mensekutukan-Nya.Qs:5:7

C. Keutamaan Syahadat ( Fadhoilusy-Syahadah )

a. Madkhalu ila islam اَلْمَدْخَلُ إِلَى إِلإْسَلاَمِ
Pintu Masuk Islam

Syaikh Muhammad Abdul Wahab Rh Mengatakan :
فأول أركان إ لإسلام : شهادة ان لا اله الا الله وبها يدخل العبد فى إلإسلام
“ Maka rukun Islam yang pertama yaitu syahadat Laa ilaha Illallah dimana dengan syahadat seorang hamba masuk ke dalam islam “

b. Khalashatu Ta’alimil Islam خَلاَصَةُ تَعَالِيْمِ اْلإِسْلاَمِ
Intisari (Ajaran Pokok ) Islam

Sebagaimana Hadits Muadz bin Jabal yang mengajarkan syahadat terlebih dahulu kepada setiap obyak dakwah ( Lihat dalil di atas )

c. Asasul Inqilab أَسَاسُ اْلإِنْقِلاَبِ
Nilai dasar Perubahan/Reformasi Qs: 6 : 122
Nilai dasar perubahan seseorang dikatakan sebagai hamba Allah,orang merdeka,dan sebagai warga Allah,manakala ia mengakui dan mengikrarkan dua kalimat syahadat dan menjalankan tuntunan kalimat tersebut ( Sayyid Quthb, Petunjuk Jalan,Bab : Aqidah & kewarganegaraan )

d. Haqiqatu Da’wah ar-Rusul حَقِيْقَةُ دَعْوَةِ الرُّسُلِ
Hakikat Dakwah Para Rasul, Qs : 21: 25

e. Fadhailu ‘Adzimah فَضَائِلُ عَظِيْمَةُ
Keutamaan yang Agung

Diantara keutamaan agung Syahadat ialah :

· Memasukan hamba ke dalam syurga,sebagaimana hadits Rasul

مَنْ قَالَ لاَ اِلَهَ اِلاَ ا للهُ وَهُوَ يَعْلَمُ دَخَلَ الْجَنَةَ

“ Barangsiapa yang mengucapkan laa ilaha illallah sedangkan ia mengetahui ( ilmu & Tuntunannya ) niscaya masuk syurga “ (H.r Muslim )

· Menghapus dosa-dosa besar ( Lihat dalam terjamah kitab Fathul Majid Bab : keutamaan kalimat tauhid dan bagi siapa yang mengamalkannya )
· Memberikan syafaat ( Qs : 43 : 86 )
· Sebagai nilai dasar hidayah seorang ( Qs : 6:82)

Realisasi Syahadat ( Tahqiqu Syahadatain )
Aplikasi amalan Syahadatain dalam konteks Kekinian

Perwujudan Amaliyah syahadat Laa iIaaha Illallah

1. I’tisham bil Jamaah ( Bergabung dan komitmen dengan Jamaah ) Qs : Ali –imran ayat 103

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

لاَ يَحِـلُّ دَ مٌ إِ مْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ اَ نْ لاَ اِ لَهَ اِ لاََّ ا للهِ وَ اَ نِِّـيْ رَ سُو لُ ا للهِ اِ لاَ بِإِ حْدَ ئِ ثَلاَ ثٍ….ا لتَّا رْ كُ لِلدِِّ يْنِهِ وَ ا لْمُفَا رِ قُ لِلْجَمَا عَةِ…

“ Tidak halal ( haram ) bagi seseorang muslim darah & hartanya yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat kecuali dengan 3 perkara….. diantaranya ( salah satunya ) yaitu meninggalkan dinnya (keyakinan ) & keluar dari jamaah.” ( H.R Muslim )

Keharaman darah seorang muslim bukan hanya pengakuan dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, akan tetapi juga diiringi dengan berpegang teguh dengan Al-jamaah.jika seorang muslim melepaskan tali ikatan jamaahnya ,maka berarti sama dengan melepaskan tali ikatan islam dalam dirinya,jika islam tidak ada dalam dirinya,maka yang Nampak adalah kekufuran

َعلَيْكُمْ بِا لْجَمَا عَةِ وَ اِ بَّا كُمْ وَ ا لْفُرْ قَةَ

“ Wajib atas kalian berjamaah dan jauhilah berpecah belah” . ( H.R Ahmad , dalam kitab musnad Ahmad , Shohih Turmidzi )

وَ اَ نَا اَ مَرَ كُمْ بِخَمْسٍ كَمَا اَمَرَ نِيَ ا للهُ بِهِنَّ : اَ لْجَمَا عَةُ وَ ا لسَّمْعِ وَ الطَّا عَةُ وَ ا لْهِجْرَ ةُ وَ ا لْجِهَا دُ فِى سَبِيْلِ ا للهِ فَمَنْ فَا رَ قَ ا لْجَمَا عَةَ قَيْدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِ بْقَةَ ا ْلاِ سْلاَ مِ مِنْ عُنُقِهِ إِ لاَّ اَن يُرَ ا جِعَ …
“ Dan aku perintahkan kepada kalian terhadap lima perkara sebagaimana aku diperintahkan Allah dengannya yaitu : Berjamaah, Mendengar , thaat, dan berjihad dijalan Allah.maka barangsiapa keluar dari jamaah ( keluar kethaatan ) walau hanya sejengkal,maka telah lepas ikatan islam dari lehernya ( murtad ), kecuali ia taubat ( kembali bejamaah )… “ ( H.R Ahmad dalam kitab Jamius Shogir )

2. Al-Harakah wal Jihad, Adanya komitmen Perjuangan dan jihad dalam rangka membela ketauhidan Qs : 9 :19-20,Qs 4:94

3. Imarah wa ad-Daulah , Memiliki kepemimpinan dan Negara yang merupakan washilah dan wadah dalam pengabdiannya kepada Allah berupa Ulil Amri(pemimpin )dan Negara Islam,Qs : 4:59

4. Al-wala wal Bara, Memiliki prinsip Loyalitas ( kesetian,dukungan penuh) kepada Waliyullah dan Bara ( melepaskan, Menghilangkan ) ikatan-ikatan kepada Waliyu Thagut Qs : 4/76

5. Iqamah ad-Din, Menegakkan & memperjuangkan Din sebagai sebagai misi perjuangan suci,Qs 8:39

Kesimpulan hukum yang diambil :

· Syariat syahadat secara nash hukumnya wajib ditegakan berdasarkan keumuman nash yang ditunjuk ( baik Nash Al-qur’an ,Hadits maupun Aqwal Ulama )

· Syariat syahadat berlaku umum bagi setiap manusia untuk ducapkan lebih utama bagi muslim kauni atau keturunan,karena tidak ada dalil khusus yang muthlaq mengatakan bahwa syahadat hanya berlaku buat orang kafir ( nashrani ,yahudi,budha,hindu ), maka selama tidak ada dalil yang mengkhususkan maka wajib mengamalkan keumumamnya.

· Syariat syahadat yang dimaksud untuk ditegakkan bagi setiap muslim ialah adalah syahadat syar’i yang dilandasi pengetahuan, berupa syarat , rukun serta tuntunannya berdasarkan aqwal ulama

· Mengikrarkan syahadat tauhid ( pengakuan tentang keesaan Allah ) adalah awal menjalankan kewajiban fardhu dari fardhu-fardhu yang lain bagi seorang muslim

· Syahadat tidak akan sempurna jika tidak diiringi dengan komitmen meninggalkan dan mengkufuri thagut serta bergabung & menegakkan al-Jamaah, ( jamatul Muslimin berbentuk Daulah Islamiyah ) QS: 8:72

· Meninggalkan Al-jamaah, atau berpisah dari sebuah Jamaah Ad-Daulah,dapat menggugurkan atau merusak nilai syahadat,sekaligus menghilangkan penjagaan harta & darah

· Hubungan jamaah dan syahadat dalam satu variable Islam sebagai wujud tuntunan syahadat dengan memurnikan Allah dalam ibadah dan Pemerintahan-Nya.

· Kehadiran Al-jamaah adalah sebagai Syuhada ‘ala an-Nas ( sebagai saksi seluruh manusia ) dalam rangka menegakkan yakfur bit thagut wa yu’mim billah.

Wallahu ‘Alam Bish-Showwab►►

Daftar Pustaka

§ Syaikh Muhammad Abdul Wahab,Terjemah Kitab Fathul Majid
§ Syaikh Shalih Utsaimin, Terjemah Ushul Fiqih
§ DR.Musthafa Dieb al-Bugha Muhyidin Mitsu,Al-Wafi’- Syarah Kitab Arbain an-Nawawi
§ Muhammad Abdul Wahab,Syarah Kitab Salasah Usul
§ Sayyid Quthb, Petunjuk Jalan
§ Tajus Subki, Irsyadul ‘Ibad
§ Tgk Muhammad Hasbi as-shiddiqy, Al-Islam Jilid 1
§ Muhammad Ali ash-Shabuni, Shofwah at-Tafasir,Darul Fikr: Beirut,Juz 1
§ Al-Qurthubi, Tafsir Al-qurthubi
§ Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Durusul Muhimmah Li Ammatil Ummah
§ Syaikh Umar Abdul Jabbar Mabadhiu al-Fiqhiyyah ‘Ala Madzhab as-Syafi’I ,Juz 1,Tth,Surabaya-Indonesia
§ Materi Tarbiyah

http://iqraku.blogspot.com/2010/11/dalil-dalil-syahadatain.html

Ciri-Ciri Da’wah

Posted: 22 Maret 2011 in Syahsyiyah Islamiyah

Disini akan saya coba untuk mengurai tentang cirri-ciri da’wah. Dimana ciri-ciri ini dapat digunakan untuk mengurai apakah jama’ah Islam yang mengatasnamakan pengusung da’wah penegak kalimatullah di muka bumi memang telah benar dan lurus seperti khithoh da’wah yang dibawanya.

Ciri-ciri tersebut adalah :

  1. <b>Orang-orang yang ada dalam jama’ah tersebut bernuansa ketuhanan.</b>

Dan tidak mungkin bagi seorang yang telah diberi Kitab oleh Allah, serta hikmah dan kenabian, kemudian dia berkata kepada manusia, “Jadilah kamu penyembahku, bukan penyembah Allah”, tetapi (dia berkata), “Jadilah kamu pengabdi-pengabdi Allah, karena kamu mengajarkan Kitab dan karena kamu mempelajarinya” (Ali Imran : 79)

 Orang-orang yang ada dalam jama’ah itu sangat konsisten terhadap konsekuensi dari LAA ILAAHA ILALLAH yaitu mentauhidkan Allah.

 Tauhid meliputi :

  • Beriman pada asma wa sifat Allah

  • Rububiyatullah meliputi

Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam” (QS 1 : 2)

Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintahNya. Ingatlah ! segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha suci Allah, Tuhan seluruh Alam” (QS. 7 : 54)

1. Pengakuan bahwa Allah adalah PENCIPTA

Yang memiliki kerajaan langit dan bumi, tidak mempunyai anak, tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya), dan Dia menciptakan segala sesuatu, lalu menetapkan ukuran-ukurannya dengan tepat” (QS. 25 : 2)

2. Pengakuan bahwa Allah adalah PEMBERI REZEQI

Aku tidak menghendaki rezeqi sedikitpun dari mereka dan aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku

Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeqi yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” (QS. 52 : 57-58)

3. Pengakuan bahwa Allah adalah PEMILIK segalanya

Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia dikehendaki. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu” (QS. 2 : 284)

4. Pengakuan bahwa Allah adalah RAJA

Pemilik hari Pembalasan” (QS 1 : 4)

Raja manusia”(QS 114 : 2)

Dialah yang mengutus seorang Rasul kepada kaum yang buta huruf dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka, ayat-ayatNya, menyucikan (jiwa) mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata. (QS. 62 : 2)

  • Mulkiyatullah

    1. Pengakuan bahwa hanya Allah sebagai PEMIMPIN

    2. Pengakuan hanya Allah sebagai pembuat hukum

    3. Pengakuan hanya Allah sebagai PEMERINTAH

Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan, dan bintang-bintang tunduk kepada perintahNya. Ingatlah ! segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Maha suci Allah, Tuhan seluruh Alam” (QS. 7 : 54)

4. Pengakuan hanya Allah YANG DITUJU

Katakanlah (Muhammad), “ sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan Seluruh Alam” (QS. 6 : 162)

  • Uluhiyah—-> Allahlah ILAH (AL MA’BUD (YANG DIIBADAHI) YANG ABADI)

Sembahan Manusia” (QS. 114 : 3)

Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir !. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah. Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu dan untukku agamaku” (QS. 1-6)

Wahai manusia sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa” (QS 2 : 21)

Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) Dia melindungi orang-orang sholeh” (QS. 7 : 196)

YANG LAYAK DIBERI WALA’ (LOYALITAS)

Sesnggunya penolongmu hanyalah Allah, RasulNya dan orang-orang yang beriman, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, seraya tunduk kepada Allah” (QS. 5 : 55)

YANG WAJIB DITAATI

Wahai orang-orang yang beriman ! Ta’atilah Allah dan ta’atilah RAsulNya dan ulil amri (pemegang kekuasaan) diantara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu, lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya” (QS. 4 : 59)

—-> ulil amri diantara kamu : pemimpin Islam….minkum (diantara kamu) itu menunjukkan golongan kaum muslimin. Bukan pemerintahan diluar dan selain pemerintahan yang menganut system selain Islam.

Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjianNya yang telah diikatkan kepadamu, ketika kamu mengatakan, “kami mendengar dan kami menaati. Dan bertaqwalah kepada Allah, sungguh Allah mengetahui segala isi hati” (QS. 5 : 7)

YANG HARUS DIBERIKAN OTORITAS KEPADANYA

<b>2. Islam sebelum organisasi</b>

Orang-orang yang ada dalam jama’ah itu mendahulukan Islam (VISI DAN MISI ISLAM) sebelum mendahulukan organisasi/jama’ah mereka.

VISI DAN MISI ISLAM ADALAH TERTEGAKNYA KALIMATULLAH DI MUKA BUMI DENGAN WUJUD DIAKUI DAN DIPAKAINYA SEMUA HUKUM-HUKUM DALAM AL QUR’AN DAN ASSUNNAH SEBAGAI LANDASAN KEHIDUPAN MEREKA.

Maka hadapkanlah wajamu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai ) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.

Dengan kembali bertobat kepadaNya dan bertaqwalah kepadaNya serta lasanakanlah sholat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.

Yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”. (QS. 30 : 30-32)

Wahai manusia ! sungguh, kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh yang paing mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paing bertaqwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui, lagi Maha teliti” (QS. 49 : 13)

Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapatkan petunjuk.” (QS. 3 : 103)

——> mengutamakan UKHUWAH ISLAMIYAH BUKAN MENGUTAMAKAN UKHUWAH SESAMA ANGGOTA JAMA’AH DAN LALAI UNTUK BERUKHUWAH DENGAN LAIN JAMA’AH

<b>3. Komprehensif tidak sebagian</b>

Wahai orang-orang yang beriman ! masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syetan. Sungguh ia telah nyata bagimu” (QS. 2 : 208)

Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus. Dia (Ibrahim) tidak termasuk orang-orang musyrik.

Katakanlah (Muhammad), “ sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam” (QS. 6 : 161-162)

———>YANG DIATUR, YANG DIURUS ADALAH SELURUH URUSAN UMAT YAITU TAUHIDULLAH, IBADAH, MUAMALAH, POLITIK, HUKUM DLL. LENGKAP TANPA TERPISAHKAN SATU DENGAN YANG LAINNYA. DAN SATU DENGAN YANG LAINNYA TAK TERPISAHKAN KARENA AKUMULASI DARI SATU PAKET DALAM SUMPAH SYAHADAH

<b>4. Modern tidak kuno </b>

Kuno disini adalah kuno dalam artian jahiliyah. Karena Islam adalah penerang kejahiliyahan dan penutup kebodohan maka konsepnya selalu cocok untuk segala zaman. Sehingga bila jama’ah aturannya semua menggunakan hukum Islam, apa yang diadobsi semua dari Al-qur’an dan assunnah maka itu sudah memberi tanda bahwa jama’ah itu sangat modern dan kekinian. Karena telah menyentuh seluruh aspek kehidupan yang sesuai dengan zaman itu.

<b>5. Local dan internasional</b>

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS. 34 : 28)

Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam”. (QS. 21 : 107)

—> ISU YANG DIUSUNG TIDAK HANYA PERBAIKAN NEGERI SENDIRI MELAINKAN JUGA PERBAIKAN UNTUK SELURUH SISI BELAHAN BUMI. PERISTIWA DAN URUSAN UMAT MUSLIM DI BELAHAN BUMI LAIN MENJADI URUSAN DALAM JAMA’AH ITU.

<b>6. Ilmiah</b>

Dimana kajian yang ada di dalamnya memberikan pencerahan yang bisa menyadarkan untuk hidup Islami, sehingga akan muncul kesadaran Islami disetiap mengatasi dan menyelesaikan urusan yang sedang dihadapinya.

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya” (QS. 17 : 36)

Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barangsiapa ingkar kepada Thoghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus, Allah Maha mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. 2 : 256)

<b>7. Pandangan islami</b>

Pemikiran yang dibangun dalam gerakan dakwahnya untuk para anggotanya adalah pemikiran Islam, mempunyai idiologi Islam yang akan mempengaruhi pandangan dan persepsinya.

<b>8. Mempunyai sebuah kekebalan islam</b>

Kekebalan disini terbagi menjadi 3 :

– Memahami prinsip Islam —-> adanya konsep wala’ dan baro yg jelas

— Memahami fikroh (Pemikiran) —–> fikroh yg sellu dibawa adalah fikroh Islam dan tak tercampur oleh fikroh sekuler, liberalis maupun sosialis.

– Memahami system —–> system yang diadobsi dan diperjuangkan dan dipertahankan adalah system yang menggunakan konsep Islam

<b>9. Perubahan total bukan tambal sulam<b>

Perubahan yang dilakukan oleh jama’ah tersebut adalah perubahan universal menyeluruh. Yaitu mengubah dari system thoghut menjadi system Islam. Hokum thoghut dirubah menjadi hokum Islam, undang-undang thoghut menjadi undang2 Islam sehingga segala keputusan hidup dalam kehidupan seluruhnya berpedoman pada Al Qur’an dan Assunnah.

—– > merevolusi seluruh aturan kehidupan dari jahiliyah bin thoghut dengan aturan Islam, aturan seluruh aspek dalam perubahannya. Tidak mengganti satu dan mentolerir lainnya. Semua dihapus dan tergantikan dengan ahkamu (hukum) islam

Demikianlah cirri-ciri jama’ah pengusung dakwah Islam, pengemban risalah Rasulullah dan akan menegakkan dienullah dimuka bumi. Tafadhol untuk menilai satu persatu apakah jama’ah-jama’ah yang telah ada dan yang telah kita ikuti sudah memenuhi criteria di atas, jika menemui sebuah keraguan dan kejanggalan saatnya untuk berhijrah ke dalam jama’ah salim kaffah.

Dari mana kita tahu jama’ah itu salim kaffah ? dari cirri-ciri di atas dan kita telusuri sejarah pergerakan Islam, termasuk sejarah pergerakan Islam Indonesia setelah runtuhnya kekhilafahan ustmani. Rupanya ada jama’ah yang benar-benar masih tsiqoh dan istiqomah dalam menjaga khithoh dakwah para ambiya’.

Barakallah…JIKA ADA JALAN SABIL JANGANLAH ENGKAU MENCARI JALAN SUBUL. SIAPA JALAN SUBUL ? DIA YANG MENYEMPAL DARI POKOKNYA.

~*@#$%^&*~~*@#$%^&*~~*@#$%^&*~~*@#$%^&*~~*@#$%^&*~~*@#$%^&*~

Dhuha ini telah selesai kutulis….sebagai penyemangat untuk terus mencari..ada kajian pagi ini…semoga ini bisa jadi sarapan pagi….

Bumi Allah, 13 MAret 2011

Dariku : ~*~Imatuzzahra Al Hurul’in~*~

~*@#$%^&*~~*@#$%^&*~~*@#$%^&*~~*@#$%^&*~~*@#$%^&*~~*@#$%^&*~

QS. Al Anfal : 60 :

Dan Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan Musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”

Dalam menghadapi kafir Yahudi perlu sebuah strategi, ia tidak bisa instan saja. Namun butuh struktur yag kuat dan terencana. Adapun kekuatan-kekuatan yang harus dibangun dalam tubuh umat Islam adalah sebagai berikut (inilah tiang-tiang itu).

1. Kekuatan Aqidah >> Aqidah adalah pokok dari DIEN ISLAM. Aqidah adalah iman yang 6. Aqidah adalah konsekuensi dari ketauhidan. Aqidah memang harus terhujam dalam, pada diri umat. Karena aqidah adalah pondasi dalam bangunan kehidupan. Kokoh tidaknya sebuah bangunan tergantung pada kualitas pondasinya. Umat harus benar-benar faham apa makna iman yang mereka ucapkan dari syahadah itu sehingga umat bisa tahu konsekuensi realnya dalam kehidupan. Tak hanya sekedar ucapan dan keyakinan saja…melainkan semua amalan harus benar sesuai syahadahnya.

QS. Ali Imran : 103 “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (Agama) Allah, dan kamu jangan bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadikan kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapatkan petunjuk”

Dari ayat ini kita teringat pada sebuah sirah Nabawiyah dimana ketika Rasulullah mempersaudarakan para sahabat pada waktu hijrah ke Madinah. Rasulullah mempersaudarakan mereka dengan sebuah perbedaan materi antara satu dengan yang lainnya, mempersaudarakan mereka dengan sebuah perbedaan tampakan fisik mereka. Namun persaudaraan itu langgeng karena kekuatan keimanan mereka. Kekuatan aqidah mereka menjadikan mereka tak mempermasalahkan siapa yang menjadi saudara mereka.

Karena dengan keimanan yang baik maka akan saling menguatkan satu dengan yang lainnya. Dari kefahaman aqidah itu akan muncul akhlak-akhlak yang diharapkan Islam seperti yang sering ana sebutkan (Al wala wal baro’, ‘A’izzah ‘alal kafirin, ‘Adzilah ‘alal mu’minin, Al Mahabbah, dan Aljihad).

Dari Aqidah ini lah akan muncul ketegasan-ketegasan terhadap semua yang bertentangan dengan syari’at. Dari fahamnya aqidah akan membawa kelurusan kehidupan. Ia akan jelas perbedaan antara yang haq dan yang batil. Karena tali pengikatnya adalah tali yang kuat yaitu “Laa illaaha illallaah”.

Semua konsekuensi hidupnya di dasarkan akan hal sayahadahnya.

QS. Al Baqarah : 256 “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada thoghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha mendengar lagi maha mengetahui”

Dan tali buhul yang kuat itu adalah kalimah syahadah “Laa illaaha illallaah Muhammadur Rasulullah”

Dan yang jadi masalah sekarang adalah masih banyak syirik dan khurafat dalam masayarakat. tak hanya syirik besar bahkan syirik kecil malah banyak yang telah memberangus aqidah umat. Hukum-hukum disekeliling kita sangat jauh dari konsekuensi syahadah dan malah mengadopsi hukum-hukum thoghut.

PERTANYAANNYA, BAGAIMANA ISLAM BISA BANGKIT JIKA AQIDAHNYA TAK SEMPURNA ? MEREKA MASIH MENGADOPSI HUKUM-HUKUM THOGHUT ITU ? BUKANKAH HUKUMHUKUM THOGHUT ITU YANG AKAN MEMBERANGUS AQIDAH UMAT ? UMAT MASIH BANYAK YANG MELAKUKAN SYIKRIK DAN KHURAFAT DALAM SETIAP LINI KEHIDUPANNYA. PR YANG SANGAT BESAR BAGI SETIAP UMAT MUSLIM JIKA MENGINGINKAN KEBANGKITAN UMAT SECARA MENYELURUH.

2. KEKUATAN ILMU >> Ilmu adalah mata pedang dimana ia adalah penunjuk jalan. dalam segala hal itu harus tahu ilmunya tidak hanya berkoar namun tak memahami atau melaksanakannya. kelemahan umat saat ini adalah mereka berteriak tanpa mempunyai ilmunya, mereka melakukan amalan tanpa menguasai ilmunya, sehingga ia tidak tahu mana yang haq dan mana yang batil. Yang mengakibatkan hal-hal yang harampun diterjangnya. Dan banyak yang megabaikan hal-hal yang bersifat syubhat.

QS. Al Isro’ : 36 “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semua itu akan dimintai pertanggungjawabannya.”

Ilmu itu adalah milik Allah yang wajib kita pelajari. Semua tertuang dalam dalam Al qur’an dan Al Hadits Rasulullah. Kita bisa mengkajinya disana dengan cara mempelajari semua wahyu Allah melalui perantara Rasulullah dalam hadits-haditsnya. Ayat-ayat qauliyah itu akan berfungsi sebagai pedoman hidup sehingga bisa menjustice segala yang mutlak benar dan salah.

Selain itu juga bisa dengan mempelajarinya melalui ilham secara langsung ayat-ayat kauniyah (yang ada di alam) yang bisa difungsikan sebagai eksperimental dalam kehidupan. Dari eksperimental ini kita akan menemukan kejaiban-keajaiban yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup orang banyak.

Kekuatan-kekuatan alam yang terus dipelajari akan menghasilkan banyak energy yang bisa mensejahterakan kehidupan manusia. Seperti ditemukan ilmu kedokteran, ilmu ekonomi, ilmu tentang teknologi, tentang manusia dan kehidupannya serta sekelilingnya. Ilmu alam yang membahas tentang sifat kimia dan fisika yang sangat bermanfaat dalam berbagai bidang. Dan ilmu-ilmu lain.

Sungguh ilmu Allah bagai lautan yang tak kan pernah habis. Sehingga siapa yang mau mencari ilham dari ayat-ayat kauniyah (nyata di alam) maka ia akan bisa mencari sebuah hal yang bisa dipakai sarana kehidupan dan itu bisa menjadi bukti kebenaran atas sebuah eksperimental yang bisa mendukung akan ketauhidan Allah. Sehingga manakala umat muslim mau mempelajarinya secara detail dan bersungguh-sungguh. Wallahi !! ana yakin Islam bisa jaya.

Seperti ILMU KEDOKTERAN, lihatlah ketika ahlinya sudah meninggal (IBNU SYINA) semua ilmu itu dirampas oleh kafir yang akhirnya dipakai untuk aksi ekspansi imperialisme mereka. LIHATLAH MASALAH VAKSINASI. Ditemukan banyak hal yang tidak tahunya vasinasi itu malah bisa membunuh bayi-bayi calon-calon mujahid kita.

VAKSINANSI ITU ADALAH MEMASUKAN PENYAKIT DALAM TUBUH. Dan serumnya bisa diambil dari hewan terutama babi. Sungguh naudzubillah. Baimana itu bisa berkah ? bagaimana itu bisa sehat bila penyakit yang dimasukkan dalam tubuh ? akhirnya proses metabolisme terganggu yang mengakibatkan proses segala kegiatan tubuh dan fungsi organnya tak bisa berjalan dengan normal. Banyak dijumpai setelah vaksinasi malah terjadi pembekakan hormon yang mengakibatkan cairan berlebihan dan ini sudah banyak terjadi. Kulit meradang, menghitam bahkan bisa terjadi radang otak. Bila pusat syaraf sudah tak berfungsi sebagaimana mestinya bagaimana tubuh bisa memetabolisme zat-zat tubuh dengan sempurna ? ini bila ilmu sudah dikelola orang yang salah.

Belum teknologi. Kita sekarang sama sekali telah jauh tertinggal…semua publisitas teknologi dikuasai oleh kafir Yahudi itu. Sehingga kita sendiri merasa kebingungan dengan desas desus yang telah beredar. Inilah jika ilmu itu telah dikuasai kafir yang hampir menyeluruh. apabila ini bisa dikembalikan seperti zaman kejayaan dimana semua ilmu dikuasai oleh umat muslim pastilah Islam akan jaya kembali. Akan bisa memunculkan seperti Ibnu Shina, Al Jabar dll. maka Umat akan bangkit dengan ilmunya. ilmu yang sesuai dengan kaca mata Al Qur’an dan Assunnah.

Dan masih banyak lagi fakta yang sebenarnya perlu diungkap. Namun tak mungkin dijabarkan di bab ini.

3. KEKUATAN PERSAUDARAAN >> Ukhuwah Islamiyah adalah kunci dari sebuah kekuatan besar. dimana ukhuwah adalah kekuatan yang diikat tak hanya sekedar ikatan darah bahkan ia tak mempunyai ikatan darah pun harus bersaudara semata karena Allah di atas manhaj Allah. rasa ukhuwah ini tak hanya dipelihara untuk satu bangsa melainkan berbangsa2 (dengan anggota berbagai jama’ah Islam) yang itu berarti mendunia. seperti yang telah disebut dlm QS. AlHujurat : 13 itu.

Lihatlah umat telah tercampuri rasa ta’ashub (fanatic golongan) dan ashobiyah (membanggakan golongan) yang akhirnya membuat terpecah belah umat Islam. Banyak fakta terlihat bahwa jama’ah-jama’ah Islam yang ada ini tak semuanya bersih menyuarakan Islam. Namun ada beberapa jama’ah yang memang dibentuk oleh Yahudi untuk memecah belah umat. Jama’ah-jama’ah ini ini mempunyai cirri khas yaitu yang suka menjustice saudara semuslimnya itu Kafir, murjiah, mu’tazilah dan lain sebagainya. Jama’ah-jama’ah ini banyak yang sesat pemahamannya. Seperti munculnya Lea Eden, munculnya LDII, munculnya aliran-aliran kepercayaan yang semua itu ditujukan untuk menghancurkan Islam. Munculnya para jabbariyah diantara harokah Islamiyah itu difungsikan untuk mengobrak abrik kekuatan kebangkitan dakwah.

Lembaga-lembaga masyarakat social (LSM-LSM) banyak yang difungsikan untuk itu. Mereka membiayai-membiayai lembaga-lembaga Islam hanya untuk mengukur kekuatan umat ini seberapa. Kemudian setelah mereka petakan kekuatannya mereka memunculkan strategi baru untuk mengaduk-ngaduk umat melalui perang pemahaman tentang keislaman.

Untuk itu sangat perlu sekali kita memahami prinsip ajaran Islam kita sehingga kita tidak terombang-ambing dengan pemahaman yang baru kita dengar. Kita bisa mengatakan pemahaman itu benar atau salah bila kita benar-benar faham dengan apa yang dicantumkan dalam Al Qur’an dan Al Hadits. Dari pemahaman yang sama yang berdasarkan AL Qur’an dan Assunnah itulah akan memunculkan satu opini pengikat persaudaraan.

Jika opini dan persepsi tentang Islam telah berbeda maka itu sangat sulit untuk disatukan. Memang semua harus dikembalikan pada konsep keimanan. Diantara kita harus berlapang dada untuk menerima kebenaran dari jama’ah lain jika itu memang nasnya adalah sangat kuat. Dan jangan berpegang pada pemahaman pribadi yang mungkin hanya didasarkan pada analogi saja, berdasarkan pada pemikiran yang terkadang cenderung hanya berdasar pada azaz manfaat.

Acuan pertama untuk mengikat persaudaraan tentang sebuah faham adalah jelas neracanya adalah Al qur’an dan assunnah. Jangan sampai apa yang meragukan dan kita pertahankan membuat umat kebingungan dan akhirnya umat berpecah belah. Untuk itu satu opini, satu persepsi tentang Islam itu sangat dibutuhkan untuk menyatukan umat. Kita sudah punya bekal satu akidah, itu kekuatan yang sangat cukup untuk mengikat tali ukhuwah di atas manhaj Allah.

QS. Ash Shof : 4 “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kukuh”.

Ada fakta terbaru untuk ukhuwah tingkat global ketika kita meneriakkan masalah belahan lain maka umat Islam pun berpikir kerdil dengan “uruslah dulu dirimu dan baru urus orang lain” dengan artian urus negaramu sendiri baru urus yang lain. ini sudah menyalahi hakikat ukhuwah Islamiyah yang sebenarnya. rasa kepedulian itu selalu didangkalkan dengan hujah2 seperti itu. akhirnya umat hanya memikirnya dirinya sendiri saja. nasionalisme kebangsaan telah ditancapkan dan itu sangat menghalangi terwujudnya sebuah persatuan bangsa-bangsa. karena sudah dibatasi wilayah dan dasar negara masing2 akhirnya muncullah ashobiyah kebangsaan. Yah…bukan salah bunda mengandung…bagaimana kita tdk mempunyai ashobiyah kebangsaan jika kita dicekoki dr kecil apa itu pancasila dengan bhineka tunggal ikanya yg sudah disalah tafsirkan sedemikian rupa.

4.QUWATUL AMAL (KEKUATAN FINANSIAL)>>sudahkah umat ini terlepas dari kapitalisme Yahudi dan nasrani ? sungguh umat masih terbelenggu dengan semua produk asing itu. Islam tak banyak energi untuk memproduksi sesuatu yang halal. itu kenapa karena hukum perdagangan dan kebijakan semua telah mengarah pada M o U yg disepakati dengan asing. ada yang menjual aset negara demi kepentingan pribadi dan ambisiya. bayangkan saja dengan Indonesia ini wilayahnya paling luas diantara negeri2 negeri muslim lainnya dengan kekayaan yang melimpah…namun apa dikata tetap kita menjadi budak kapitalisme…padahal kita bisa jaya dengan hasil kekayaan sendiri…kemana itu semua kekayaan kalau tidak digadaikan untuk membayar hutang2 yang telah ditilap para ambisius itu ? umat masih suka makan riba dan enggan meninggalkan bank-bank konvensional menuju bank-bank syari’ah. Dan umat enggan untuk menunaikan zakat maupun berinfaq di jalan Allah sebagai biaya jihad.

QS. Al Hujurat : 14 “Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, mereka itulah orang-orang yang benar”.

Dari ayat di atas kita tahu bahwa orang yang beriman itu adalah orang yang tidka ragu untuk melakukan jihad baik dengan harta dan jiwanya. Keikhlasan kita untuk mewakafkan harta kita untuk sebuah perjuangan itu menjadi kekuatan tersendiri untuk membebaskan umat dari penjajahan Yahudi itu.

Masih banyak orang yang berharta untuk enggan dalam menginfaqkan sebagian hartanya. PADAHAL HAKIKAT HARTA ITU HANYA ADA 3 : APA YANG DIMAKANNYA LALU HABIS, APA YANG DIPAKAI LALU RUSAK, APA YANG DISEDEKAHKAN ADALAH YANG TERSIMPAN DALAM AKHERAT. Hanya ini hakekat harta. Jadi jika ingin hartanya tetap ada maka haruslah bersedekah dalam sebagian hartanya karena itulah yang akan dibawa hingga akherat kelak. Ia yang menemaninya dalam kubur dan membebaskannya dari siksa.

Islam mengajarkan untuk Zuhud dunia. Lalu apakah yang dimaksud zuhud disini ? apakah harus hidup miskin dan terlunta…? Oh tidak ya ikhwah fillah…. ORANG ISLAM HARUS KAYA RAYA, ORANG ISLAM HARUS BORJUIS. DENGAN KEKAYAANNYA AKAN MENGGENTARKAN LAWANNYA…ingat siapa OSAMA BIN LADEN. Ia adalah saudagar besar dan kaya raya ditanah arab. Dengan kekayaannya ia membiayai para mujahidin untuk menghantam kaum kafir durjana itu. Osama bin laden ditakuti karena kekayaannya dan kekuasaannya. Ketika harta itu dikelolanya dengan keislaman maka ia akan menjadi kekuatan besar yang bisa menggentarkan YAHUDI DAN NASHORO itu.

Ibnu Taimiyyah mengatakan tentang zuhud sebagai berikut : ZUHUD ADALAH MENINGGALKAN PERBUATAN YANG TIDAK BERFAEDAH UNTUK AKHERAT. NIKMATILAH HARTA ASAL TIDAK MENGHALANGI JALAN HISABMU DI AKHERAT. ZUHUD ADALAH TIDAK MERASA BANGGA DAN TIDAK MERASA KEHILANGAN DENGAN APA YANG DIBERIKAN. MERASA CUKUP ITULAH ZUHUD ITU.

Harta adalah milik Allah. Maka apa yng telah direzqikan kepadamu nikmatilah dan syukurilah. Dan jangan engkau meratapinya jika diambil oleh yang punya.

QS. Al Hadid : 23 “(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita dan terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidka menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Harta itu bisa untuk membiayai gerakan dakwah beserta akselerasinya. Harta itu untuk biaya jihad melawan zionis yang menjajah berbagai negeri Islam. Karena perdagangan yang baik itu hanya berdagang dengan Allah. Harga syurga itu sebenarnya sangat murah. Ia hanya kita beli dengan keikhlasan dan kesabaran atas keimanan kita untuk melepas apa yang kita miliki. Dan inilah kekuatan itu.

5. KEKUATAN MILITER >> Militer adalah kantong kekuatan penuh. disana ada kebijakan yang bs melakukan sebuah revolusi. dan Islam harus mempunyai itu. namun apa yang terjadi kekuatan militer Indonesia bahkan dunia ? semua telah tunduk dengan kebijakan Amerika dan Yahudi yang telah meberangus Islam. memberangus aktivis-aktivis dakwah. tak ada satupun dukungan dari militer indonesia minimal untuk mendukung kebangkitan umat di Indonesia ini.apalagi dunia…?

Haduh…semua sudah mengekor barat dengan kebijakan PBB yang jelas-jelas produk Yahudi yang pastinya dibuat untuk kepentingan Yahudi. bagaimana dengan GAZA, bagaimna dengan Moro, bagaimana dengan Cesnya, bagaimana dg Iraq, bagaimana dengan Afghanistan, dan bagaimana dengan negeri2negeri muslim lainnya tak ada yang merdeka. bahkan Indonesia ini apakah dipikir telah merdeka…? oh tidak semua sisinya terjajah. dan militer diam saja dengan sami’na wa’atoknya yg tdk jelas mau membela siapa. hati nurani melawan tapi diri apa daya.karena hukumnya telah diktator yg tak memberi wilayah hak untuk warganya walau didengungkannya HAK ASASI MANUSIA namun pada kenyatannya, beragama dan beribadah itu hak paling asasi tapi kenapa ketika berdakwah ditangkapi ? apakah tidak menjilat ludah sendiri…? Naudzubillah…

Sungguh pengetahuan tentang Jihad dikerdilkan. Ia dialihkan menjadi opini sebuah kegiatan kejahatan. Padahal JIHAD ADALAH SEBUAH AMALAN TERTINGGI YANG SANGAT MULIA DISISI ALLAH. Kegiatan jihad dianggap kegiatan terorisme. Itulah jika opini sudah disebar dan umat muslim menelannya mentah-mentah.

KENAPA JIHAD DIKATAKAN USAHA TERORISME DAN PARA MUJAHIDIN DIKATAKAN TERORIS ? INI KARENA UMAT ISLAM JANGAN ADA YANG MEMPUNYAI NIAT BEJIHAD DENGAN BEGITU YAHUDI DAN NASHORO TAK ADA YANG MEMUSUHI. TAK ADA YANG MENGHALANGI NIATNYA UNTUK TERUS MENJAJAH DAN MENGINJAK ISLAM. INI SUNGGUH PENDANGKALAN SEBUAH PEMAHAMAN HAL PRINSIP DALAM ISLAM.

Jihad adalah konsekuensi akhlak dasar dari syahadah yang diucapkan. Setiap muslim wajib mempunyai cita-cita itu karena itu adalah amalan tertinggi. JIHAD ADALAH SEBUAH SOLUSI UNTUK MEMBEBASKAN NEGERI-NEGERI MUSLIM DARI ZIONISME ISRAEL. MAKA INI HARUS DIAMALKAN KARENA INI ADALAH SEBUAH KEKUATAN. HANYA DENGAN KEKUATAN JIHAD YANG BISA MEMBEBASKAN KAPITALISME ZIONISME DI NEGERI_NEGERI ISLAM YANG TERTINDAS ITU.

Masih ingat kisahnya SHOLAHUDIN AL AYYUBI yang terangkum dalam film Saladin maupun film Kindom of Heaven. Itulah kekuatan jihad itu. Jika ia terorganisir dengan baik maka ia akan menjadi manjanik-manjanik penghancur benteng2 YAHUDI dan NASHORO itu. Ia akan mewujudkan kejayaan Islam kembali.

QS. At Taubah : 111”Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh tau terbunuh. (itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah didalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan saiapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah ? maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu dan itulah kemenangan yang besar”

ALLAHU AKBAR !!! Wallahi sungguh jika kelima kekuatan itu dikuasai Islam…insyaAllah kejayaan itu akan didapatkan…namun manakala itu belum…wallahuallam…ikhtiar dakwah dan do’a yang sebanyak-banyaknya menunggu bantuan Allah itu datang.semoga barokah…tetaplah ISTIQAMAH DALAM JALAN DAKWAH….HAYYA BIL JIHAD !!! ALLAHU AKBAR !!!*az

Kualitas manusia tidak ditentukan oleh satu factor saja,namun banyak factor pendukungnya. Dan kualitas itu adalah kita sendiri yang menentukan, bukan orang lain. Bila ada orang lain yang ikut turun serta mengubah diri kita itu sifatnya hanya motivator, namun pelaku perubahan itu adalah diri kita sendiri.

Kualitas manusia diukur dari isi dari hatinya, isi dari jiwanya, isi dari otaknya (yang berbuah pada fikirannya) dan kondisi fisiknya. Inilah sesuatu yang menuju sempurna itu. Karena manusia tak akan mampu mencapai kesempurnaan. Bila ingin memperbaiki kualitas diri maka perbaikilah kualitas hati, jiwa, otak dan fisiknya.

Isilah hati dengan makanannya yaitu berupa makanan penyejuk hati,tilawah dan do’a serta siraman rohani keislaman. Isilah jiwa dengan ketauhidan agar ia tidak berbunyi dan tidak kosong. Agar semangat itu selalu ada dan bergelora dalam jiwa. Selalu optimis dalam menjalani takdir yang telah ditetapkan untuknya.

Isilah otak dengan sebuah wawasan yang mencerahkan, yang tidak melanggar aturan syari’atNya yang jauh dari sekulerisme dan atheisme. Agaria tetap lurus di jalan yang telah ditentukan dan tidak terkotori oleh faham-faham yang lainnya.

Hiasilah fisik dengan berdandan yang sewajarnya tidak dilebihkan dan tidak dikurangkan. Tempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Islam tidak melarang umatnya untuk berdandan asal tidak bertasyabuh (meniru kaum kafir).

Sudah selayaknya sebagai aktivis dakwah harus berperfomen yang berkualitas. Harus enak dipandang. Tawadhu’ bukan berarti tidak dandan. Ingat itu ya ikhwah fillah. Karena bagaimanapun orang akan tertarik dengan gaya yang elegan dan berwibawa. Dan disinilah celah kita untuk bisa berdakwah dikalangan manapun. Kita akan dihargai sehingga apa yang kita omongkan itu akan di dengarnya. Entah apa yang akan terjadi jika para aktivis berdandan sekenanya. Mungkin orang akan mendengarkan ucapannya namun dibukanya telinga kanannya dan dibuka pula telinga kirinya alias dicuekin saja. Ini terlepas dari penilaian Allah. Bagaimanapun tampilan luar itu menjadi cermin tampilan dalamnya.

Belajarlah tentang ilmu kepribadian dan cara bersikap sehingga engkau juga dihargai oleh manusia selain itu engkau juga dihargai Allah yang akhirnya akan mendapat kelasmu sendiri.

Islam mengajarkan bahwa setiap mukmin itu harus berakhlak, yaitu akhlakul karimah (akhlak yang mulia) dimana itu bisa diperolehnya dari keimanannya. Barang siapa yang mempunyai keimanan tinggi maka telah menjadi dampak yang mengimbanginya adalah akhlaknya pasti mulia.

Sebuah pribadi dikatakan mempunyai pribadi idaman mana kala ia telah mampu merealisasikan tentang ketauhidan yg telah dipahaminya, yang sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah. Ia memahami tentang Allah sebagai Rabbnya dimana disitu harus mengetahui kerububiyahan , keuluhiyahan, dan kemulkiyahan Allah.

Harus mengetahui siapa dirinya sebenarnya yaitu mempelajari tentang pengenalan manusia (dari mana ia berasal, untuk apa dia  diciptakan,dan kemana akan kembali). Harus mengetahui tentang agamanya yaitu ia harus tahu secara kaffah apa-apa yang telah diajarkan Al Qur’an dan Assunnah mengenai syariat dalam hidup. Kemudian  mematuhi segala laranganNya dan mematuhi semua perintahNya. Inilah pribadi harapan Tuhan itu.

Wahai ikhwah fillah,…sungguh Indah Islam, itu segala sesuatu diaturnya dengan sempurna. Semua segi mempunyai nidzom (aturan) dan itu sangat rinci. Bagaimana Islam mengatur tiap pribadi, bagaimana mengatur pribadi dengan masyarakatnya, bagaimana mengatur urusannya dengan umat yang meliputi politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan yang lainnya. Bahkan Islam juga mengatur  hubungannya dengan Tuhannya serta dengan makhluk lainnya.

Islam itu sudah sesuai dengan fitrah manusia. Untuk itu Islam disebut Way of Live (jalan hidup) karena Al Qur’an pada dasarnya adalah Undang-Undang Dasar kita, nabi Muhammad adalah Qudwah (panutan) kita, Jihad (berjuang) itu adalah jalan menggapainya, dan syahid itulah tujuan utama kehidupan karena kesyahidan adalah kematian berkelas tinggi di hadapan sang Arrohman. Syahid imbalannya adalah syurga langit dan bumi, firdausnya itulah tempat tertinggi. Dimana disana terdapat sungai-sungai yang mengalir dibawahnya dengan bidadari bermata jeli sebagai teman hidupnya.

Untuk itu berhijrahlah ke dalam Islam ini secara kaffah, jangan hanya setengah-setengah agar kita mencapai pribadi idaman itu. Pribadi idaman harapan Tuhan. Tidak ada alasan untuk menolak Islam karena ia telah sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia. Ketuhanan yang diajarkan telah sesuai dengan fitrah manusia. Tuhan itu ya hanya satu.tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tidak ada yang menciptakan dan ia itulah pencipta sebenar-benarpencipta.

Ia menurunkan syari’atnya melalui Nabi Muhammad Rasulullah. Dan ia adalah sebaik-baik panutan karena Beliau adalah manusia paling terpuji sepanjang zamannya. Hanya Beliau figur dalam hidup ini jangan mengambil figur yang lain agar celupan Ilahi itu tidak luntur dengan celupan yang lain. Hanya Rasulullah yang bisa memcopy secara lengkap ajaran Allah itu. Melalui Jibril yang terus mengajarinya.

Sungguh celaka orang yang tidak mau menerima kebenaran ini. Sungguh celaka orang yang tidak mau menjadi pribadi idaman itu. Karena hanya syaithan sebagai temannya dan neraka Jahannam adalah tempatnya yang kekal untuk selama-lamanya.

Bagaimana mengukur seseorang mempunyai pribadi idaman itu ?
lihatlah akhlaknya. Jika akhlaknya baik maka ia mempunyai pribadi itu. Lalu akhlak yang mana ? ada 5 akhlak dasar seorang muslim yang harus di punyainya yaitu :

1) Al Wala’ (loyalitas)——> ia harus loyal kepada Robbnya, apapun yang diperintahkan dan dilarang ia turuti apapun akibat dan dampaknya. Ia menjauhkan segala kesyirikan dari dirinya. Ia membuang semua Tuhan (Sesembahan ; harta,anak, istri, suami, keluarga,kekuasaan, dan materi lainnya yang sifatnya fana) dari dirinya. Baro’ (anti loyalitas) ——> membuang semua system thoghut yang ada dalam dirinya. Ia tidak mau mengekor pada system thoghut itu. Ia tidak mau membela system thoghut itu. Thoghut adalah musuhnya yang nyata di dunia.

2) Al Mahabbah (Ia mencintai Allah dan Allah mencintainya)                   —– > segala sesuatu hanya didasarkan pada Allah semata, ia tidak mengharapkan balasan apapun dari manusia. Sehingga satu-satunya tujuan itu hanya ridho Allah semata tidak ada yang lainnya. Ia kerjakan semua perintah dan larangan itu adalah karena kesabaran dan keikhlsan karena Allah semata sehingga tangannya adalah tangannya
Allah dan bicaranya adalah suara Allah serta kehendaknya adalah kehendak Allah. Dan inilah orang yang bersih hatinya itu.

3) A’izzah ‘Alal Kafirin (tegas terhadap orang kafir)—– > tidak ada satu alasan pun untuk membuka jalur kerjasama dengan orang kafir dalam masalah agamanya. tidak menjadikan orang kafir sebagai teman dalam hidupnya. Karena padasarnya mereka itu sangat benci dengan orang mukmin dan tak akan terbuka hatinya karena hati orang kafir itu telah dikunci mati oleh Allah untuk menerima kebenaran. Mereka adalah juga munafiq yang hanya berbaik muka didepan orang mukmin, namun menusuk dari jamaah mereka.

4) Adzillah ‘Alal Mu’minin (lemah lembut terhadap orang mukmin) —–>ia selalu ramah didepan saudaranya seiman. Ia selalu peduli terhadap saudaranya seiman. Karena pada dasarnya orang beriman itu adalah satu tubuh manakala dibagian tubuh satu sakit maka ia akan merasakan sakitnya. Begitulah selayaknya seorang beriman berukhuwah.

5) Al Jihad (berjihad di jalan Allah dan tidak takut akan celaan orang-orang yang suka mencela)—–> berbahagialah orang yang asing karena pada dasarnya umat Rasulullah akan terasing dengan kebenarannya. Berjuanglah menegakkan agamamu…jangan takut dicela, jangan takut dihina, jangan takut dicaci, jangan takut disingkirkan. Teriakkan kebenaran adalah kebenaran dan kemungkaran tetaplah kemungkaran karena keduanya telah mempunyai garis batas yang jelas yang tidak bisa di pruraliskan (alias dicapuradukkan). Kebenaranitu jelas dan kebatilan itu jelas. Dan yakinlah bahwa setiap kebenaran pasti ada pendukungnya. Teruslah ber’amar ma’ruf nahi munkar disetiap desah nafas kehidupan ini.

Jika 5 akhlak itu telah ada dalam diri seorang mukmin maka insyaAllah ia mencapai derajat pribadi idaman itu. Sungguh indah hati seorang mukmin itu jika diberi kenikmatan ia bersyukur dan apabila ditimpa musibah ia bersabar dan itulah sebab syetan sangat takut jika berdekatan dengan orang mukmin.

Segores pena tsaqofah islamiyah (pengetahuan Islam) dari -*-*- imatuzzahra -*-*- semoga bisa membuka hati yang rindu akan sebuah kebenaran Islam, yang rindu akan diterapkannya Islam dengan landasan Tauhidullah semata. Semoga hidayah itu segera menghampiri dan terus menaungi kehidupan kita. Teruslah belajar dan hijrahlah ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh)…Ukhty wa Akhy Fillah…Ana Uhibbukum Fillah…semoga ikatan ukhuwah menjadi bibit pemersatu kekuatan Islam ini. Kembalilah pada Allah dan RasulNya.
Wallahuallam Bishowab.*az

Proses Kehidupan dan dakwah Manusia

“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan),tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)”(QS. Al Insyirah : 7)

Sebagian mufasir menafsirkan ayat ini : apabila engkau (Muhammad) telah selesai berdakwah maka beribadahlah kepada Allah;Apabila engkau telah selesai melaksanakan urusan dunia maka kerjakanlah urusan akhirat dan ada lagi yang mengatakan,”Apabila telah mengerjakan sholat maka berdo’alah)…”

Manusia diciptakan ke dunia mempunyai satu kewajiban yaitu beribadah kepada Allah. Seperti yang dikutip dalam firman Allah QS. Adz Dzariyat : 56 “Aku tidak menciptakan Jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaku”. Sehingga sudah jelas bahwa satu-satunya kewajiban manusia hanya beribadah kepada Allah. Meniatkan apa yang ia amalkan di dunia ini hanya untuk ibadah kepada Allah semata. Tidak untuk yang lain.

Beramal adalah melakukan sebuah kebajikan. Beramal tidak hanya melakukan ritual ibadah fardlu saja namun beramal ibadah disini adalah melakukan segala hal demi menegakkan kalimah Allah dimuka bumi. Semua yang dikerjakan itu harus bervisi pada satu tujuan yaitu berdakwah. Sehingga berdakwah adalah tugas wajib bagi setiap muslim yang mengaku beriman. Karena beriman itu adalah dinyatakan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan. Itu satu kesatuan yang dimana harus dikerjaan berbarengan tidak boleh hanya diyakini saja tanpa diucapkan dan tanpa di amalkan atau hanya diyakini dan diucapkan tanpa diamalkan atau hanya beramal dan diucapkan tapi tidak diyakini. Keimanan tidak boleh seperti itu. Sekali lagi keimanan adalah satu kesatuan yang harus dikerjakan dengan sempurna. Karena dari keimanan itulah seorang hamba diukur ketulusannya sebagai hamba Rabb semesta Alam.

Ketika seseorang mempunyai keimanan yang cukup kuat itu didukung oleh beberapa factor diantaranya dari ruhiyah seseorang. Ruhiyah ini sangat mempengaruhi kualitas seseorang. Manakala ia sedang mempunyai ruhiyah yang tinggi maka keimanannya pasti akan melejit dan mana kala dalam sebuah kefuturan maka keimanannya akan melemah secara sendirinya. Nah disinilah butuh sebuah amal untuk mempertahankan ruhiyah tersebut dan agar seorang hamba mampu memproduksi sebuah amal.

Ada beberapa hal agar bisa mempertahankan ruhiyah seseorang diantaranya adalah mengamalkan amalan sunnah yang diajarkan oleh RAsulullah SAW. Memperbanyak amalan sunnah. Memberi makan hati dengan asupan yag benar, yaitu mencari nasehat-nasehat yang benar melalui Al Qur’an dan Al hadits yang dibawa oleh kaum ulama. Memberi asupan fikiran dengan menambah tsaqofah (wawasan) seluas-luasnya yaitu dengan terus membaca dan membaca. Mencari tahu semua kebenaran yang dihamparkan Allah dimuka bumi ini. Yaitu dengan bertadabur alam dan bertadabur kalamNya. Setiap apa yang kita lihat dimuka bumi ini kita pelajari kenapa semua ini bisa terjadi…apa tujuan Allah menciptakan semua ini….terus bertanyalah, sehingga akan membuatmu terus berpikir. Semua mempunyai hikmah yang dalam untuk menambah sebuah keimanan. Karena ketahuilah bahwa disetiap ciptaan Allah itu ada ilmu yang terkandung di dalamnya sebagai tanda kebesaran Allah SWT.

Misalkan saja…lihatlah ketika pagi hari…banyak hal yang indah disana. Matahari terbit dari timur. Kita melihat hamparan langit ini tiada bertiang,dunia terasa terang benderang,angin berhembus, dan daun-daunpun bergoyang. Waww….. sungguh indah dan mengagumkan. Pernahkah kita berpikir bagaimana jika tidak ada matahari ? apakah akan ada siang dan malam ? bagaimana jika tidak ada angin apakah akan ada kehidupan ? bagaimana jika tak ada pohon siapakah yang menghasilkan oksigen untuk pernafasan ? pastilah jika ketiga itu tidak ada maka tak akan ada kehidupan didunia ini. Itu hanya tiga factor bukti kebesaran Allah dan masih buanyak lagi kebesaran-kebesaran lain yang terkadang kita lupa untuk memikirkannya.

Saudaraku…hidup kita hanya sekali hidup di dunia ini dan itu sangat pendek waktunya bila dibandingkan dengan kehidupan yang akan datang. Kehidupan yang serba cepat ini seharusnya menuntut kita untuk berbuat yang lebih banyak dan lebih baik. Tidak ada kamus malas dalam hidup kita. Karena ketahuilah bahwa kemalasan itu lebih dekat dengan kebiasaan syaithan.

Jangan pernah berhenti untuk beramal. Jadikanlah setiap anggota badan kita ini menorehkan amalnya masing-masing disetiap detak nafas kita. Kita diberi mata ya lihatlah hal-hal yang halal saja. Diberi tangan gunakan untuk yang halal saja. Diberi kaki ya gunakan untuk melangkah pada tujuan yang halal saja. Diberi perut (lambung) pakailah untuk menampung makanan yang halal saja. Diberi telinga gunakan untuk mendengar hal-hal yang halal saja. Begitu juga dengan anggota badan yang lain. Gunakan untuk melakukan yang halal saja. Karena yang halal itulah yang disebut amalan kebaikan yang akan mengantarkan kita pada FirdausNya.

Sebagai seorang muslim pastilah kita sudah faham apa makna halal disini. Segala sesuatu yang dilarang dan kita tdk mengerjakannya berarti kita telah meninggalkan yang haram dan melaksanakan yang halal. Sesuatu yang halal adalah sesuatu yang sesui dengan perintah Allah SWT. Misalkan mata untuk melihat yang halal. Ketika kita diperintahkan Allah untuk menundukkan pandangan ya kerjakanlah itu sudah merupakan amal. Jangan mata kita dipakai untuk plirak plirik pada hal-hal yang dilarang. Misalkan untuk memperhatikan lawan jenis. Berarti kita sudah melakkan dosa dan berhenti beramal. Untuk kita pakai melihat sesuatu yang berbau maksiyat,berbau nafsu itu berarti kita sudah berhenti beramal kebaikan.

Telinga, mari kita gunakanuntuk mendengarkan hal-hal yang membuat kita selalu berpositif thinking, bukan untuk mendengarkan hal-hal yang hanya menggugah nafsu kita. Seperti mendengarkan lagu misalnya. Mendengarkan lagu itu hukumnya mubah, namun bisa berubah jadi haram jika lagu tersebut berbau syahwat dan menggugah nafsu kita. Alangkah baiknya jika telinga kita selalu diperdengarkan dengan sebuah tilawah Al Quran untuk mengiringi setiap desah nafas kita. Sehingga manakala kita diambil oleh Allah yang berakhir dimulut kita ini bukan sebuah lagu syahwat namun memang benar-benar kalimat toyyibah.

Ada sebuah cerita di negeri arab. Ada seorang penjaga tol, dia adalah seorang polisi. Dia sudah sering melihat kejadian tabrakan atau kecelakaan semacamnya. Suatu hari ia menemukan seseorang yang naik mobil dan akhirnya dia tergelincir kemudian tubuhnya tergenjet oleh sebuah mobil lain yang menabraknya. Ketika ia menolong ia sangat miris. Tubuhnya sudah gepeng dan hampir hancur semua namun mulutnya tetep berceloteh dengan lagu-lagu. Sampai akhirnya dibawa ke rumah sakit dan menjemput ajalnya mulutnya tetep berceloteh dengan lagu yang dihafalnya. Naudzubillahi mindzalik. Dan ketika ditanyakan kepada saudaranya memang telinganya setiap hari setiap detik tidak lepas dari lagu-lagu yang ia sukai sehingga bawah sadarnyapunmenghafal lagu-lagu tersebut. Hingga ajal menjemputnya. Bukankah akhirnya suul khotimah…? Naudzubillahi mindzalik karena kalau sudah begitu siksa kubur siksa neraka sudah menunggu disana. Semoga kita bukan termasuk didalamnya…Amiin..

Jadikan Tilawah itu untuk bacaan wajib harian
Kemudian suatu hari ia melihat peristiwa yang sama. Namun orang yang tergenjet ini mengalunkan suara yang berbeda. dengan sisa-sisa nafasnya ia masih mampu melantunkan semua hafalan ayat-ayat Al Quran yang setiap hari ia dengarkan dari tipenya. Hingga akhirnya menjemput ajalnya dan yang keluar dari mulutnya adalah lantunan ayat Al Qur’an dan ia mengakhirinya dengan kalimat toyyibah. Hingga para dokter yang menanganinya miris dan terharu mendengarnya. Merinding bulu kuduknya. Mereka menyaksikan sebuah kedahsyatan sebuah fakta tentang apa yang ia dengar dan ia hafal sehingga mempengaruhi jiwa seseorang. Dan akhirnya ketika ditanya pada keluarganya orang ini memang tiada hari tanpa mendengar dan menghafal ayat-ayat AlQuran. Subhanallah….semoga kita masuk dalam golongan ini…yang akhirnya menemui ajalnya dengan khusnul khotimah. Aminnn….

Diberi kaki, gunakanlah untuk melangkah pada tujuan-tujuan yang baik. Ke tempat bekerja sebagai lahan ibadah, ke masjid sebagai tempat untuk medekatkan diri pada Allah. Ke kajian-kajian sehingga mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Bukan melarang untuk melangkahkan kaki ke mall atau ke pasar Atau ketempat wisata atau tempat hiburan lainnya. Namun manakala memang harus pergi kesitu lakukan sesuai porsinya jangan berbuat yang sia-sia. Karena kesia-siaan mendekati dosa. Kesia-siaan hanya akan menolak amal.

Diberi lambung. Masukin dengan makanan yang halal. Karena diperutlah kunci keberkahan makanan. makanan yang dicerna disitu ditakar menurut kehalalannya. Dan kualitas kehalalan itulah yang akan mempengaruhi ruhiyah seseorang. Karena darah berasal dari makanan. Dan darah adalah penyampai zat pertumbuhan untuk tubuh kita dan penyokong rangsang yang ada dalam semua sel dalam tubuh kita.
Mulut, gunakan untuk berbicara yang baik-baik saja yang dihalalkan oleh Islam. Saling menasehatilah dalam kesabaran dan taqwa.

Intinya jangan mudah puas dengan amal yang telah kita perbuat karena kita tidak tahu apakah amal yang telah kita perbuat itu akan diterima atau tidak oleh Allah SWT. Diterima tidaknya sebuah amal adalah bergantung pada kualitas keikhlasan yang kita punya. Karena hanya amalan yang ikhlas yang akan diterima oleh Allah SWT.

Jangan mudah puas dengan hasil dakwah yang telah kita peroleh karena tugas dakwah ini masih panjang dan sangat berat. Kita belum mengembalikan manusia untuk menghamba pada Allah semata. Kita belum mengembalikan kalimat Allah ini tertegak di muka bumi ini. Sehingga dakwah itu mempunyai marhalah (tingkatan) yang harus kita lalui. Semakin tinggi marhalahnya maka semakin berat juga tantangannnya. Dan itu butuh ruhiyah tinggi untuk menerjang badai thoghut yang terus mengguncang kebenaran.

Saudaraku…teruslah bethitung berapa amal yang telah kita kerjakan dalam setiap dentang waktu. Teruslah berpikir apakah yang terbaik yang harus kukerjakan saat ini dan yang akan datang. Jangan menunda-nunda karena hanya menambah beban saja. Segera selesaikan sekarang juga agar kita bisa berbuat yang lebih banyak lagi. Ini saja semoga bisa mengecas baterai yang telah lemah dalam diri kita. Kita berdoa bersama semoga kita dalam barisan orang sholih yang selalu istiqamah dengan amalan-amalan kebaikan. Ingatlah bahwa Allah menyukai orang yang beramal secara terus menerus (ISTIQAMAH) bukan menyukai seberaba besar jumlahnya. Ya lebih baiknya terus menerus dan jumlahnya banyak. Namun kita adalah manusia biasa yang Al imanu wayazid wayangkus “ keimanan yang kadang naik kadang turun” sehingga lebih baik yang biasa namun kita kerjakan terus menerus manakala tidak mampu mengerjakan yang lebih berat. Alangkah baiknya bisa mengerjakan semua amal yang diperintahkan Allah dan selalu istiqamah. Inilah sosok idaman Tuhan.Dhuha dipagi hari,Qiyamullail di malam hari,tilawah setiap hari, puasa senin dan kamis,berdakwah setiap hari dan mungkin masih banyak lagi yang harus kita kerjakan. Teruslah memperkokoh keimanan karena manusia hanya ditakar dari imannya untuk menuju kesholihan. semoga kita termasuk golongan hamba yang sholih yang dicintai Allah dan RasulNya. Dan bukan sosok pemalas dalam diri kita. Aminn…

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti Kami berikan kepadanya kehidupan yang lebih baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An Nahl : 97)*az