Archive for the ‘Puisi’ Category

~*~*~*~*~*~ DenTing H@ti ~*~*~*~*~*~

Posted: 23 Februari 2010 in Puisi

Masa Lalu
by : imatuzzahra al hurun’in

Angin dingin menyeruak dari balik jendela
Malam senyap nan merana
Tetes-tetes air mata mengalir bersahaja
Tuk mengingat masa lalu nan bahagia

Siang malam terus berjalan
Berganti sampai waktu yang ditentukan
Kehidupan memang roda yang berjalan
Terus menapak merebutkan salah dan kebenaran

Masa lalu…
Tertoreh cerita
Pembangkit semangat hidup tuk terus bersahaja
Menapaki duri untuk terus mengarungi samudera
Samudera masa depan yang penuh rahasia
Penuh perjuangan dan pengorbanan untuk sebuah cita
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~**~*~*~*~*~~

17 Januari….
by: Imatuzzahra Al Hurun’in

Kemuning Jingga merayap ke peraduan
Suara Jiwa mulai mengenang
Serak-serak suara persahabatan
Untuk seorang teman di seberang

17 Januari
Tak ada yang istimewa yang bisa ku beri

17 Januari….
Tak seperti 9 tahun yang telah kita lewati

17 Januari….
Aku tetap mencatat dalam Hati
Benang persahabatan mulai dirajuti
Dirajut dengan sepenuh hati
Selembar kertas masih menjadi saksi
Atas tulusnya persahabatan ini
Walau sekarang ku tak bisa hadir
di hari kelahiranmu di bumi ini

Namun….
17 Januari….tetap menjadi bukti
Atas tulusnya do’a ini*az
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

Denting Hati 1
by : imatuzzahra al hurun’in

Sayup terdengar suara
Dari balik jendela kaca
Isak tangis seorang wanita

Oh…Tuhan….
Sampai kapan ku begini…..
Tidak jelas akan hidupku ini
Sampai kapan ujian ini…
Kutak sanggup menanggung beban ini

Ya…Tuhan…
Ku tahu hidup ini permainan
Siapa yang sabar, dia yang menang

Ya Tuhan….
Karuniakan kesabaran
Tuk setiap wanita penghuni zaman
Karena…ditangan mereka sebuah masa depan*az
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

KU BERSERAH PADAMU
by : Imatuzzahra Al Hurun’in

pendar rembulan membias di mega
mengintip melalui celah jendela
angin sunyi menambah sesak dalam dada
karena rindu yang semakin membara…
antara cinta dan cita-cita
sangat tipis beda dalam jiwa

wahai Rabb yang Maha Mencinta dan Maha menjaga
Engkau tahu setiap denyut nadi
Engkau tahu setiap telisik hati
Engkau tahu yang terbaik untuk diri ini
maka berikan yang terbaik saja
kuserahkan semua hanya kepadaMu wahai sang Maha mencinta
Karena kutak tahu mana yang bersih dari jiwa

Jika Dia adalah jodohku maka dekatkanlah
jangan engkau pisahkan kami oleh sebuah dinding yang tebal
Jika dia adalah jodohku maka pertemukanlah
jangan engkau jauhkan sejauh hati yang merana
jika memang ia jodohku maka satukanlah
bila itu membawa berkah
hanya engkau yang tahu dawai hati ini
karena semua berbatas pada adat dan syariah
hanya kepadamu ku berharap
untuk mendapat yang terbaik saja

hanya doa yang berdesir dalam dada
semoga dia juga mendengar hati yang sedang merana
semoga ia mengerti isi nyanyian hati
dan semoga Allah menyatukan kedua isi hati
hanya berserahlah kepada sang Rabbi
karena pada Dialah jawaban semua hidup ini…*az

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~**~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

Resah
by : imatuzzahra al hurun’in

Antara sepi dan sunyi…
Antara Rindu dan syahdu…
Antara cinta dan cita-cita…
Antara tawa dan gulana….
Antara desah dan nafas……
Antara denyut dan nadi…
Antara kedip dan air mata….
Antara kata dan rasa…
Antara engkau dan dia…
Antara bunga dan tangkainya….
Antara Awan dan hujan…
Antara panas dan menyala…
Antara bahagia dan gembira….
Antara perasaan dan keputusan…

Keduannya saling berdenyut diantara nadi dan darah…
Menunggu sebuah jawaban….
Atas semua kenyataan…
Yang harus dijalani sebagai pengokoh iman….

Hanya sebuah nasyid yang bisa kulantunkan…
Untuk sesuatu yang sangat mengganjal dalam perasaan…
Nasyid, Ranjau Menawan….

*Gerak langkahmu,mengikat hati…
Lirik senyummu,manis sekali…
Namun kini,aku mengenali…
Dia adalah ranjau berduri

Yang semestinya, tak kulalui…
Untuk menguji,iman dihati…
Setinggi mana,ketaqwaan…
Sekuat mana,keimanan…

Jangan kau coba,menggoda diriku…
Membuang waktu, dan tenagamu…
Cintaku hanya,cinta Abadi…
Cinta Allah,Allahu rabbi…
Allah ya rahman,Allah ya rahim…
Allah ya rahman,Allah ya rahim…

Senyumanmu itu racun berbisa….
Menggugat materi,menggugat jiwa
Walau rupamu,sangat menawan…
Namun kutetap,pilih yang beriman…*

Hmmm…desah nafas nan panjang…
Usaha menggapai kelonggaran…
Besar jiwa dihias gemerlap bintang bertebaran…
Walau sesak….namun itulah keputusan….
Gemerlap sepanjang malam…
Merindu datangnya siang…
Menggapai harapan…
Agar terus bersinar………
Menerangi setiap detak kehidupan…….*az
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~**~

Dentang pagi Hari (jawaban puisi KOTA-bang afrion)
by : Imatuzzahra A Hurun’in

angin sejuk menghampiri
pucuk-pucuk daunpun menari
untuk seorang yang sedang gundah hati…
gundahkah hatimu kini…?
dari kemarin kuteliti…banyak kata yg menyayat hati……

burung pagi berkicau dengan riang..
ditengah padang penuh ilalang…
sebuah bayang wajah kehidupan…
penuh canda yang tak pernah lekang…
biarkan kota terus mengerang…
asal hatimu tetap berdendang…
itulah kehidupan,semoga engkau terus tersenyum untuk yang akan datang…

mentari mulai mekar di ujung timur..
itu berarti semangat mulai menjamur…
untuk merangkai kisah hidup yang makmur…

kala ayam jantan mulai berkokok panjang…
mengiringi si betina bertelur diatas petarangan…
untuk apa hati gelisah nan bimbang…
disini masih ada zahra yang mau menghibur abang tersayang… (Jiahhhhhhh)..*az
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

Bulan
by : Imatuzzahra al Hurun’in

seiring bulan temaram,
kupandang penuh kebahagiaan,
walau engkau hanya datang sekali dalam sebulan
namun engkau cukup mengerti keindahan alam,
sinarmu yang temaram,
menambah sendu dalam dada yang terus bergoncang,
menunggumu untuk datang,
sebagai obat rindu pada yang diseberang.*az
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

Menjemput Maut
by : Imatuzzahra Al Hurun’in

Mentari siang menyengat
Sepi nan sunyi
sebuah tubuh tergolek,lemas
berpamitan untuk istirahat,sepi…

seorang renta mendekat
rupanya nafas tak berhembus lagi
Ya Tuhan…apa yg terjadi hari ini
Jumat yg sepi…seorang bunda telah pergi

engkau sudah mulai sehat
Namun akhirnya itu hanya penyemangat kami
perlahan setelah kami senang
dan dg tenang engkau tingggalkan rumah ini
untuk selamanya…..
dan kami hanya beridhul fitri sendiri tanpa kehadiranmu benar-benar terasa sepi…*az
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~**~

Ya ALLAH..
By :Imatuzzahra AL Hurun’in

YA Allah…
Engkau Maha tahu apa yg ada dlm selip hati…
Ya Allah…
Engkau Maha Tahu apa yg tersirat dalam pikiran ini…
Ya Allah…..
Engkau Maha Mengerti apa yg diinginkan hambamu…
Ya Allah…
Engkau Maha Mendengar detak dalam sukma…
Ya Allah …
Engkau Maha Tahu apa yang sedang kurasa

sunyi sepi dalam hati
syahdu rindu dalam qalbu
menari jadi satu
terhampar dalam naungan rasa
terhenyak diujung sana
bagai camar berdendang ria
bersuara mengharap kasih yang tak mungkin sirna…*az
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~**~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

Denting Hati

Posted: 23 November 2009 in Puisi, Sastra

Sayup terdengar suara

Dari balik jendela kaca

Isak tangis seorang wanita

Oh…Tuhan….

Sampai kapan ku begini…..

Tidak jelas akan hidupku ini

Sampai kapan ujian ini…

Kutak sanggup menanggung beban ini

Ya…Tuhan…

Ku tahu hidup ini permainan

Siapa yang sabar, dia yang menang

Ya Tuhan….

Karuniakan kesabaran

Tuk setiap wanita penghuni zaman

Karena…ditangan mereka sebuah masa depan*az

Masa Lalu

Posted: 23 November 2009 in Puisi, Sastra

Angin dingin menyeruak dari balik jendela

Malam senyap nan merana

Tetes-tetes air mata mengalir bersahaja

Tuk mengingat masa lalu nan bahagia

Siang malam terus berjalan

Berganti sampai waktu yang ditentukan

Kehidupan memang roda yang berjalan

Terus menapak merebutkan salah dan kebenaran

Masa lalu…

Tertoreh cerita

Pembangkit semangat hidup tuk terus bersahaja

Menapaki duri untuk terus mengarungi samudera

Samudera masa depan yang penuh rahasia

Penuh perjuangan dan pengorbanan untuk sebuah cita *az

17 Januari

Posted: 23 November 2009 in Puisi, Sastra

Kemuning Jingga merayap ke peraduan

Suara Jiwa mulai mengenang

Serak-serak suara persahabatan

Untuk seorang teman di seberang

 

17 Januari….

Tak ada yang istimewa yang bisa ku beri

 

17 Januari….

Tak seperti  7 tahun yang telah kita lewati

 

17 Januari….

Aku tetap mencatat dalam Hati

Benang persahabatan mulai dirajuti

Dirajut dengan sepenuh hati

Selembar kertas masih menjadi saksi

Atas tulusnya persahabatan ini

Walau sekarang ku tak bisa hadir

di hari kelahiranmu di bumi ini

 

Namun….

17 Januari….tetap menjadi bukti

Atas tulusnya do’a ini*az