Archive for the ‘Opini’ Category

10521159_10202647907981189_1566028886658260675_n

Masih sangat jelas dalam ingatan bagaimana media mengecam osama dan al qaida ketika menara kembar WTC hancur lebur oleh 2 pesawat. Kemudian di susul kasus fenomenal legian bali dan beberapa tempat lain dibali. Kemudian JW mariot.

Cemoohan media sangat lantam dan tajam. Media mengupas berusaha menyediakan data yg valid. Dengan tujuan untuk mengintimidasi kelompok mereka secara sosial dan mengucilkan secara struktural. Agar masyarakat dan dunia tak simpati kepada kelompok yang mengaku mujahid dan ingin syahid masuk syurga bertemu dengan bidadari-bidadari itu. Pengkerdilan terencana melalui opini yg disebar. Untuk stigmasi buruk.

Namun…. semakin dibahas, para pengamat dan mereka yang berkecimpung dalam gerakan islam semakin penasaran dg data2 yg disajikan media. File2 lama dibuka, kertas2 kusut berkeluaran dari laci2, catatan2 usang kembali hadir di meja2 orang2 cerdik ini. Dengan tujuan…. data itu ada kesinambungan atau tidak. Bs dicompare atau tidak. Valid tidak antara opini dan fakta. Dan hasilnya mengejutkan. Opini terbalik begitu saja.

Tulisan2 analisa bertebaran di media2 cetak, dan dunia maya. Ketika googling berbagai jenis tulisan mengangkat isu osama dan al qaida muncul seperti tiada habisnya. Diskusi2 bahkan ada acara debat untuk mencari kejelasan perbandingan antara rilisan al qaida dan media2 yg mendukung amerika.

Namun… yang di dapat akhirnya para aktivis malah banyak yang membanggakan gerakan al qaida dan osama menjadi icon perjuangan. Anak2 laki2 mereka banyak yg diberi nama osama dg harapan bs menjadi sosok osama bin laden. Sang cerdik anak orang bangsawan arab, yg pandai memimpin dan mampu menggentarkan musuh, pengusaha tajir pula dengan wajah tampannya. Sempurna !!!

Ketika waktu terus berjalan akhirnya terkuak isu yang mengatakan al qaida bentukan intelejen. DAN GAK TAHUNYA AL QAIDA BUKAN BENTUKAN INTELEJEN. GERAKAN INI MURNI DARI PARA MUJAHID ALUMNI AFGANISTAN DENGAN TUJUAN INGIN MENEGAKAN KEPEMIMPINAN ISLAM MELALUI PINTU2 JIHAD. TERUTAMA DI AFGANISTAN DAN MEMBANGUN KEKUATAN UNTUK MENYATUKAN GERAKAN JIHAD DI DUNIA.

ISU BENTUKAN INTELEJEN DISEBAR OLEH AGEN INTEL SENDIRI. ISU DIDASARKAN AL QAIDA BINAAN CIA. DAN MEMANG BENAR DAN TIDAK DIPUNGKIRI, AL QAIDA BINAAN CIA SEWAKTU AMERIKA PUNYA KEPENTINGAN UNTUK MENGHANCURKAN MUSUH BEBUYUTANNYA WAKTU ITU BERNAMA UNI SOVIET (SEKARANG RUSIA).

AMERIKA KHAWATIR, ALUMNI BINAAN CIA YANG SUDAH MENYEBAR KE BERBAGAI NEGARA ITU MEMBUAT JARINGAN GLOBAL. KEMUDIAN MEMBINA KADER2 BARU. DAN KEKHAWATIRAN ITU TERBUKTI DENGAN ADANYA HANTAMAN2 BALIK DARI AKTIVIS AL QAIDA DENGAN PEMBIAYAAN DR BOS BESAR OSAMA DENGAN AMBRUKNYA WTC, DENGAN BANYAK TERBUNUHNYA WARGA ASING KLEN AMERIKA (AUSTRALIA,EROPA, AS SENDIRI) DI BALI, DAN MELEDAKNYA BANGUNAN AMERIKA YANG MENGHANCURKAN ASET2NYA.

dan orang mulai terdiam melihat kinerja gerakan ini. Bahkan banyak yg memuji. akhirnya semua terbongkar ke publik dimana opini telah terbatahkan oleh fakta bahwa al qaida bukan bikinan intel. Tapi murni kumpulan para jihadi.

Bahkan di negeri ini pengagumnya tak bs lagi dihitung jari. Walau kepalanya dan sebagian tubuhnya dipenjara namun masih 2/3 tubuhnya dan ekornya bergerak luarbiasa di luar penjara membangun kekuatan sendiri.

Kemudian ketika syiria meletus dengan permusuhan antara sunni (bernama daulah syam ketika meruntuhkan kekuasaan basyar asad) dan syi’ah (dipimpin oleh basyar asad yg menjabat presiden di syria), kemudian mendapatkan kemenangan dan wilayah. dan begitu juga di iraq melakukan pertempuran yg sama antara sunni iraq (daulah islam iraq) melawan orang syi’ah kemudian juga menang.

Akhirnya keduanya bergabung bernama ISIS. Kemudian fitnah terjadi di tanah jihad. Faksi2 saling bergesekan. ISIS mengikrarkan diri telah mengangkat kholifah. Mengembangkan wilayah takhlukan.

Fitnah semakin meruncing seiring ada pihak luar yang memancing dan membumbui. Lalu bisa jadi nafsu telah ada di hati para mujahid sebagaimana di perang uhud dan jamal. Kabar tak sedap pun merebak dan disebarkan ke seantero dunia oleh pihak2 tak bertanggung jawab dan tak bs dikonfirmasi kebenarannya. Entah benar entah salah.

Sama seperti kasus al qaida. Yang awalnya orang2 ISIS adalah yunior dr Al qaida. Namun ketika komunikasi tak bs terjalin baik akibat situasi politik global. Dg al qaida pun bergesekan.

Akhirnya terkenallah ISIS yg telah mendeklarasikan daulah islam khilafah sebagai pembantai, sebagai pembunuh, bikinan intelejen dll. Diikuti caci maki para pendukung dan penolak. Sama seperti tahun 90an hg 2000an yg lalu. Seperti fitnah kpd osama muncul lagi untuk ALBAGHDADI.

Hingga saat ini… terlepas dr fitnah itu saya ingin mengatakan perang di syria dan iraq itu adalah perang antara SUNNI DAN SYI’AH.

NAH… DARI SINI SAYA BERHARAP KAUM MUSLIMIN TIDAK MELUPAKAN INI. BAHWA MUSUH KITA ADALAH SYI’AH. SYI’AH YANG PENJAGAL MANUSIA. DAN HARI INI, SEKARANG INI, TAHUN INI, SYI’AH MERONGRONG INDONESIA.

SAYA BERHARAP JANGANLAH MELUPAKAN INI.

wallahu’allam.

MEMBELA SIAPAKAH PENGUASA NEGERI INI ?

Posted: 10 September 2012 in Opini

Bumi Alloh, 10 September 2010

Bismillahirrohmanirrohim….

Dari rentetan kasus demi kasus yang mereka namakan “terorisme” seharusnya aparat yang menangani kasus itu berpikir keras TENTANG SEBAB. KARENA MENYEMBUHKAN PENYAKIT HANYA DENGAN RESEP “TAK JELAS” HANYA MENJADI MALL PRAKTIK.

KETIKA APARAT MENJADI “DOKTER” YANG SEHARUSNYA IA KERJAKAN PERTAMA KALI KALI ADALAH MENGANALISIS SEBAB. karena kejadian itu tidak hanya sekali maupun dua kali, namun berkali-kali dan terus berantai.

seharusnya MEREKA KAUM APARAT ITU BERPIKIR, “KENAPA YANG ‘TERORIS’ SERANG BUKAN PASAR, BUKAN TEMPAT2 SIPIL ? NAMUN KENAPA MEREKA YANG MENEGAKKAN HUKUM ?

dari jawaban bayu seharusnya aparat keamanan itu lebih sensitif dengan apa yg mereka mau. dan itulah sebab mereka melakukan aksi tersebut.

ketika sebab itu direspon dengan positif oleh aparat, yakinlah aksi mereka akan mereda.

MERESPON TIDAK USAH DIARTIKAN ITU TUNDUK DENGAN MEREKA. NAMUN WAHAI PARA APARAT, PIKIRKANLAH KEMASLAHATAN RAKYAT YANG KALIAN AMANKAN. WAHAI PARA PEMIMPIN, PIKIRKANLAH KEMASLAHATAN RAKYAT YANG ANDA PIMPIN.

sungguh dari alasan yang diungkapkan oleh bayu…itu telah terjadi kedholiman dan kesenjangan sosial dalam tubuh rakyat. Pemimpin dan para tangan kanannya MEMASANG HIRARKI SOSIAL. DAN ITULAH SEBAB KERUSUHAN TETAP BERMUNCULAN DI NEGERI INI.

SELAIN ITU, UCAPAN-UCAPAN YANG DISAMPAIKAN ‘SEBAGIAN’ PARA PENEGAK DAN PENJAGA KEAMANAN NEGERI INI ADALAH SEBUAH PERKATAAN YANG MEMICU KERUSUHAN.

kalimat itu adalah :
1. masyarakat harus lebih waspada dan intensif mengamati lingkungannya dan segera melaporkan apabila ada sesuatu kegiatan yang mencurigakan. —–> kegiatan “mencurigakan” ini tidak dirinci secara detail. sedangkan SDM masyarakat juga belum bisa memaknai apa arti khusus dari ‘mencurigakan’ tersebut.

misalkan ada oknum tidak suka dengan si A. akhirnya ia membuat berita ‘ada yg mencurigakan’ apa yang kita bayangkan ? si oknum yang ingin ‘cuci tangan’ akhirnya mengerahkan masa untuk menggerebek orang yang melakukan ‘sesuatu yang mencurigakan tersebut’. padahal mencurigakan tadi belum jelas apa dan hanya berdasarkan ‘katanya’.

dan ini sudah sering terjadi dibelahan nusantara ini.

2. mereka ‘menjual’ kata ‘JIHAD’ untuk keperluan mereka. —–> sungguh wallahi ! ini adalah kata2 hina yang mereka sampaikan.

mereka tahu siapa yang melakukan ‘aksi’ , yaitu dari barisan gerilyawan mujahidin. sungguh jelas-jelas yang melakukan adalah mujahidin. apa tugas mujahidin ? ya berjihad. jadi itu sudah poksi mereka dalam bekerja. JADI MEREKA TIDAK MENJUAL ‘JIHAD’ NAMUN ITU ADALAH PEKERJAAN MEREKA, TUGAS MEREKA.

KETIKA MEREKA MENGHINA PIMPINAN MUJAHIDIN BERARTI MEREKA MENGHINA ULAMA, MENGHINA BARISAN MUJAHIDIN, PADAHAL ULAMA ADALAH PEWARIS PARA NABI. DAN ALLOH JUGA MEMULIAKAN MEREKA.

banyak ayat yang menyatakan kemuliaan dari Alloh untuk para mujahidin itu. Namun kenapa para hamba yang mengaku hamba Alloh memojokkan, merendahkan, bahkan melegitimasi mereka ?

3. para da’i harus bersertifikasi —–> apa maksud dari perkataan ini. berdakwah harus mendapatkan restu mereka. memang siapa mereka ? mereka ulama bukan ? faham al qur’an saja tidak ? islamnya sudah benar-benar tunduk pada alloh atau belum ?

BEGITU… MAU MEMBERIKAN SERTIFIKASI DA’I KEPADA PARA PENYERU ISLAM. KEPADA PARA PEJUANG ISLAM.

SUDAH SANGAT TERBUKTI DARI ZAMAN ORDE LAMA HINGGA ORDE BARU HINGGA REFORMASI MEREKA ADALAH PENGGIAT UNTUK MENANGKAPI PARA DA’I DAN PEJUANGNYA. LALU KEPADA MEREKA PARA DA’I DAN PEJUANG HARUS MEMINTA SERTIFIKASI DAKWAH ? ya…nonsen akan diberikan sertifikasi sesuai dengan al qur’an. lawong mereka sendiri memusuhi al qur’an dengan dibuktikan mereka memusuhi ulama sebagai pewaris para ambiya’.

dan yang menjadi catatan adalah ISLAM TIDAK PERNAH MENYURUH KAUMNYA UNTUK MENCARI SERTIFIKASI UNTUK KELEGALAN DAKWAHNYA. DAN ISLAM HANYA MENYAMPAIKAN “SAMPAIKAN WALAU SATU AYAT”. jadi ketika seorang muslim sangat memahami tentang 1 ayat ia wajib menyampaikannya. ketika ia memahami 2 ayat maka ia wajib menyampaikannya. apalagi kalau yang ia fahami beratus dan beribu ayat, maka segitulah kewajiban yang dibebankan Allah terhadap hambaNya untuk disampaikan kepada sesamanya.

dan masih banyak yang harus dicermati, dikaji dari perkataan-perkataan para petinggi penegak hukum dan keamanan negeri ini.

KESIMPULANNYA :
MASALAH ITU MUNCUL DARI MEREKA SENDIRI, KARENA MEREKA TERLALU DINI MEMBUAT PERNYATAAN, TERLALU MUDAH MEREKA BERUCAP. MEREKA TIDAK SADAR KALAU YANG MEREKA UCAPKAN ITU AKHIRNYA MALAH MEMICU HURU HARA NEGERI YANG SANGAT RENTAN DENGAN SARA-NYA.

ketika mereka menyuruh untuk bijak menghadapi bhineka tunggal ika, tapi KENAPA MALAH MEREKA MERUSAK KEBINEKHAAN YANG ADA ?

*inilah pertanyaan anak negeri yang sudah lelah dengen kemelut negeri ini…..

akhirnya menjadi ingat sebuah pernyataan :KETIKA BELI BARANG KELIHATANNYA BAGUS, DIBELI DENGAN HARGA MAHAL. NAMUN TIDAK TAHUNYA TIDAK BISA DIGUNAKAN DENGAN MAKSIMAL, BAHKAN TIDAK BISA DIPAKAI UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN DAN MALAH MEMBUAT MASALAH. MAKA BARANG INI LEBIH BAIK DIAFKIRKAN, DAN BELI BARANG BARU. JIKA TERLALU CINTA MAKA BARANG ITU DIPAJANG SAJA, JIKA PUNYA DANA LEBIH UNTUK MEMELIHARANYA.

keadilan dan kebhinekaan, serta toleransinya hanya simbol…toh nyatanya rakyat sendiri yang menjadi “tumbal eksistensi para penguasanya”

Allah Maha Adil dan Maha Melihat serta maha Menilai

Bismillahirramahnirrahim…..

Sebuah organisasi Islam yang terkenal tegas bernama, Front Pembela Islam (FPI) ini mendapat desakan dari berbagi pihak untuk di bubarkan. Lalu apa gerangan yang terjadi ? hanya beralasan organisasi yang bergerak dengan kekerasan atau ada maksud yang tersimpan dari usul itu ? Penjegalan terhadap eksistensi Islam itu sebenarnya telah terjadi sejak Islam di dakwahkan.

Berbagai cara oleh kaum kafir digelontorkan demi tumbangnya kejayaan Islam. Ketika Islam dan syari’atnya pernah tegak dibawah bendera nubuwah dan akhirnya dilanjutkan dengan kekhilafahan yang mencapai dakwahnya hingga 2/3 dunia sebenarnya itulah kekuatan yang sangat ditakutkan kafir jika itu bisa terulang lagi.

Kebangkitan Islam Indonesia telah dimulai pada tahu 80-an dan sekarang mengalami akselerasi yang luar biasa. Ini adalah kekuatan tersendiri yang sedang difikirkan umat kafir untuk menghancurkannya. Sehingga berbagai cara mereka tempuh dengan menyebarkan statmen buruk tentang Islam. Istilah-istilah buruk mereka hujamkan demi terurainya sebuah pemahaman menjadi pemahaman kabur yang menyesatkan.

Coba cerna istilah ini…

*Radikal dan Terorisme

Sebenarnya kalau kita jeli mereka yang megaitkan kedua kata itu sungguh penuh dengan politis dan penuh dengan konspirasi. Kita tahu bahwa makna radikal itu pada dasarnya adalah yang melaksanakan sesuatu sesuai dasar2nya yang digali hingga akar-akarnya.

Sedangkan terorisme adalah kegiatan yang merusak.

Lalu kenapa 2 kata ini sekarang menjadi jargon pendeskreditkan Islam ? Mari kita runut.

Radikal dengan makna seperti itu berarti adalah melaksanakan Islam secara kaffah. Lalu bila melaksanakan Islam secara kaffah kenapa disangkutkan dengan terorisme yang merusak itu ? Apakah ada Islam mengajarkan kerusakan ? Tak ada satupun. Sehingga bisa disimpulkan bahwa mereka yang melaksanakan Islam secara kaffah pasti telah melaksanakan ajaran Islam dengan kesopanan dan keramahan. Pastilah sungguh jauh dengan tindakan terorisme itu yang merusak.

Apa sebenarnya yang terselubung dari dua kata yang mereka kira saling berhubungan ini ?

Jawabannya adalah : Mereka ingin mendeskriditkan seorang hamba yang melakukan Islam secara kaffah. Mereka ingin menjegal dan menyingkirkan muslim yang kaffah itu sedikit demi sedikit. Sehingga terprovokasilah masyarakat dengan persepsi yang mereka bangun. Sehingga tumbuh kebencian terhadap mereka yang melaksanakan Islam secara kaffah. Ketika kebencian telah merebak maka masyarakat secara otomatis akan menolak fikroh orang-orang yang mereka sebut radikal ini. Setelah mereka meolak maka kafir pun beraksi dengan memberangus mereka yang tsiqoh pada Islam itu. Bila telah begitu maka tak ada lagi yang menyerukan ayolah beriman, ayolah pergi jihad…dan seruan-seruan lain. Kafir bisa menyisihkan Islam dengan bahasa halus saja tak perlu dg kekuatan senjata.

*Islam garis keras.

Huff…istilah ini adalah untuk melabeli mereka yang sering mendengungkan jihad, mendengungkan wala’ dan baro’ sehingga kata”KERAS” diatas serasa seidentik dengan kerasnya batu, kerasnya besi dan entah keras apalagi. Yang artinya saklek tak bisa fleksibel. Menjustmen sesuatu dengan kesaklekan dan seakan tak ada tolerir sedikitpun. Padahal Islam itu sesuai dengan fitrah manusia, dan itu berarti sudah fleksibel dan cocok dengan urusan manusia.

Selain itu kata “KERAS” ini identik dengan sesuatu hal buruk misalkan KERAS KEPALA, KERAS HATI WATAKNYA KERAS. dan identik dengan istilah2 jelek itu. dimana tak bisa menerima nasehat, merasa benar sendiri dan sifat buruk lainnya.

*Islam tertutup

Kata ini biasanya dilabelkan untuk mereka yang memakai cadar atau identitas lainnya seperti berjenggot dan memakai celana di atas lutut (isbal) atau yang memakai kerudung lebar dengan jilbab sempurnanya. ketika mereka tak banyak bergaul dengan tetangga maka mereka mengatakan tertutup. Padahal kita tahu bahwa menjaga pergaulan yang membuat mudhorot itu lebih baik ketimbang ngerumpi kesana kemari.

Kalau masih mau menyapa bukankah itu berarti masih mau membuka diri ? Sungguh aneh di masyarakat itu. Yang ngerumpi ngalor ngidul itu lah yang bagus..yang ikut berfoya-foya dan hedonisme lain itulah yang baik..huff…betapa salah kaprahnya.

Dan masih banyak lagi penyebutan identitas untuk mereka yang muslim kaffah itu. dan semua diidentikkan dengan kejelekan. Semua itu sebenarnya untuk menebar image buruk Islam itu sendiri yang dimana umat kadang tak menyadarinya. Ketika sebuah publisitas sudah mengumumkan tentang sesuatu hal masyarakat tak pernah melakukan tabayyun (pemastian) terhadap umatnya sendiri. terhadap saudaranya sendiri. umat lebih percaya pada media yang telah mendukung gerakan kafir itu. dan itulah kemenangan mereka atas umat Islam yang seperti buih ini.

Seperti kasus FPI, sudahkah masyarakat faham dengan keadaan sebenarnya ? Sudah berkali-kali mereka mengatakan kepada media bahwa FPI telah melayangkan surat peringatan ketika akan melakukan sebuah aksi. Namun pada kenyataannya mereka tak menggubrisnya.

Lalu apakah salah ketika telah dinego dan mereka tetap bercokol dalam kemaksiyatan itu kemudian membiarkannya ? Apakah benar mereka yang tak bermaksiyat itu tak memancing emosi para laskar FPI itu sehingga mereka melakukan sebuah paksaan yang mereka sebut tindakan kekerasan itu ?

Kalau preman menggasak kaum baik-baik dengan gertakan, apakah Islam tak bisa menggertak ? Ketika sebuah cara beramar ma’ruf dengan lembut namun tak digubris, apakah pantas tetap mentolerirnya ? Padahal itu kemaksiyatan dan harus dienyahkan dari muka bumi ini ? Ketika kita melihat sebuah kebatilan maka kita harus menasehatinya. Jika tak digubrisnya maka boleh dengan “kekerasan” dalam koridor syara’ pastinya.

Lihatlah sekarang apadaya ulama ? Mereka malah memberikan usul sebuah tempat kemaksiyatan, banyak yg berhujah entah dalil dari mana untuk terkesan membolehkan amalan itu…sungguh naudzubillah…!!!

Kemaksiyatan seperti perzinahan malah dilegalkan, judi dilegalkan, kafe2 dilegalkan dengan para pezinanya dan banyak ulama yg melindungi dan membenarkan hal ini. Banyak ulama yang pengecut shg memberikan hujah ngawur hanya karena takut dideskriditkan umatnya dg label-label di atas. Coba lihat organisasi mana yg berani meneriakkan kebenaran dengan lisan dan tangannya kecuali FPI ? tak ada lagi.

Mereka tak takut akan celaan, mereka tak takut akan hinaan yang dilontarkan orang, mereka tak takut dengan ancaman. Karena mereka tahu yang mereka perjuangkan hanyalah Islam tegak dimuka bumi ini. Hanya ridlo Allah isyaAllah yang mereka harap karena mereka melaksanakan perintah Allah untuk memberangus kemaksiyatan yang terus merajalela.

Bila ada oknum FPI yang brutal itu sebenarnya sudah thobi’i manusia dimana ketika integritasnya disentuh maka ghorizoh bago’nya (rasa melawannya) akan segera muncul. karena ia ibarat imunitas diri dimana harga diri yang dipertaruhkan.dan dilapangan banyak kenyataan bahwa mereka yang bermaksiyat itulah yang sering memancing emosi itu, dimana mereka melontarkan makian dengan semua nama hewan kebun binatang dikeluarkan semua.

Mana ada manusia yang mau disamakan dengan hewan-hewan itu ? coba pikirlah jika itu mengenai antum apakah bisa sabar ? padahal itu keji…dan kekejian amat dimurkai Allah…Kalaulah Allah juga memurkai kekejian kenapa kita tidak ?

Mungkin yang mengatakan tentang nama binatang itulah sebenarnya mereka sendirilah yang seperti binatang ternak yang pernah disebut dalam Al Qur’an itu… Coba kalau mereka berakhlak Islami ketika diperingatkan pastilah laskar FPI itu juga tak akan seperti itu. Segala sikap dan perbuatan itu kan timbal balik saja. hanya kesabaran yang bisa mengontrolnya. Bila memang benar2 takbisa mengendalikan diri maka itulah yang harus dikarantina dan diingatkan bukan untuk menjustment seluruh laskar.

Sudah menjadi kebiasaan memang sih dalam masyarakat jika dalam sebuah kelompok ada individu yang buruk kelakuan dan pemikirannya langsung dilabelilah kelompok itu dengan keburukan satu dan beberapa orang tersebut. Padahal disisi lain, masih banyak individu-individu yang baik yang benar2 tulus ikhlas penuh kesabaran dan keikhlasan dalam segala amalnya. ———————————————————————————————- Kemudian kasus Banyuwangi…kalaulah itu alasannya mengarah kepada penghancuran komunisme itu ya betul sekali…lawong sekarang banyak orang menyamar dengan misi tertentu. banyak orang menunggangi sebuah instansi atau lembaga untuk menggolkan misi tertentu. dan misi itu busuk, menjilat dan menggorok dari belakang.

Jadi ya wajar jika umat muslim waspada dengan kisah buruk yang pernah terjadi di Indonesia. Wajar jika umat muslim selalu mencurigai mereka yang menjadi generasi PKI itu. Berapa darah yang telah dikorbankan untuk menghancurkan para Palu Arit alias PKI itu..? berapa nyawa yang telah mereka penggal demi memancangkan idiologi komunis itu ?

Masih ingat sekali ketika ayah bercerita bahwa ayah dan warga harus merunduk-runduk ketika disawah karena mereka ditembaki, kemudian dikejar-kejar dan yang tertangkap langsung disembelih lehernya. Masih ingat sekali saya ketika ayah cerita sungai Berantas itu menjadi lautan merah. dan penuh dengan bangkai dan kepala manusia. Ana tak bisa bayangkan jika sungai terpanjang dan terlebar di pulau jawa itu menjadi lautan merah dan penuh dengan bangkai…

Masyaallah wa naudzubillah…betapa memang sungguh kejam dan bejat perilaku mereka. Dan ana baru tahu kenapa Blitar itu sampai sekarang tak besar-besar kotanya padahal potensi ekonomi terus melejit. Menjadi gudang pengusaha susu, menjadi gudang pengusaha telur dan menjadi gudang pengusaha perikanan. Belum industri yang mulai berkembang disana dengan barang yang telah diimpor.

Disisi lain Blitar itu telah mencetak generasi pemimpin yang telah menjadi pemimpin negara ini. seperti Bung Karno, Megawati dan Susilo Bambang Yudoyono, serta wakilnya itu. Bahkan Anis Urbaningrum itu juga orang asli Blitar asli orang kampung sana namun cerdas dan pintar. semua berpemikiran brilian. namun kenapa kotanya ya kayak githu…padahal jika ingin pesat secara sesaat itu sungguh gampang. dan tidak tahunya banyak yang tidak mengerti kenapa begitu dan ana juga baru dapat jawabannya.

KARENA BLITAR ADALAM KANTONG-KANTONG KOMUNIS. DAN MEREKA MASIH BERAKSI UNTUK MENCETAK KADER2 MEREKA DENGAN DIAM-DIAM. BAHKAN PERNAH KETIKA SAYA MASIH SMU GERWANI ITU MELAKUKAN KONFERENSI DI KOTA BLITAR ITU DAN WAKTU ITU ORANG-ORANG MUHAMADIYAH MENYERBU MEREKA DAN MEREKA LARI KE SEBUAH PONDOK PESANTREN DEKAT TERMINAL LAMA. KETIKA DIRANGSEK KESANA, PIHAK PONDOK MENGATAKAN TAK ADA MEREKA DISANA.

lihatlah….mereka sungguk telah terorganisir walau dibawah tanah. mereka merangsek kepondok-pondok untuk menyebarkan faham komunisme itu. dan tak terbayangkan jika Blitar itu membesar dan akhirnya berkoneksi dengan CUBA maupun kota-kota Komunis lainnya. Dan Blitar memang dihambat perkembangannya. Hingga suatu hari di televisi pernah ditayangkan bahwa di CUBA itu banyak Indonesia blesteran. para aktivis Komunis yang melarikan diri waktu penggempuran 30 September itu. dimana mereka memakai bahasa indonesia namun ketika disekolah mereka masih ditanamkan dengan yel KOMUNIS IDIOLOGI KAMI. bayangkan apakah ini bukan sebuah kengerian jika komunis itu berkembang di Indonesia dan berpusat di Blitar yang merupakan kantong kekuatan inti mereka ? Jadi wajar jika FPI memasang pagar penyelamat umat itu…. ————————————————————————————————– kemudian FPI itu adalah musuh besar JARINGAN ISLAM LIBERAL yang ust ATTAMIMI menyebutnya JARINGAN IBLIS LAKNATULLAH naudzubillahimindzalik. Mereka sebenarnya kegerahan melihat keeksisan FPI ini. karena misi dan ulah mereka selalu tertangkap basah oleh FPI. mereka selalu terhalang untuk menggelontorkan misi mereka dalam mengaduk-ngaduk umat, dalam mengaburkan faham Islam dalam diri umat ini. jadi wajarlah jika ULIL ABSHOR ABDALA berkoar begitu didepan TV yang telah menjadi corong kafir itu.

Koarnya itu terselubung dengan dalih kekerasan. Padahal sebenarnya ia ingin enyahnya FPI dari bumi Indonesia agar aksinya menyebarkan Liberalisme pesanan barat itu licin tak ada hambatan dan dia mendapatkan jabatan dan materi yang telah dijanjikan kepadanya.

WALLAHI PEMBUBARAN FPI ITU HANYA RENCANA BUSUK MEREKA UNTUK TERUS MENJEGAL ISLAM TEGAK DIBUMI INDONESIA. MEREKA TAKUT INDONESIA MENJADI SUMBER KEKUATAN KEBANGKITAN ISLAM SEHINGGA BEBAGAI CARA MEREKA LAKUKAN UNTUK MENGHAMBAT AKSELERASI DAKWAH ISLAM INDONESIA.

Berbagai persepsi kabur mereka sebar tentang aktivis Islam, tentang FPI, tentang harokah-harokah lain yang tsiqoh terhadap misinya dalam penegakan syariat ISLAM di Indonesia ini. Ini peperangan wahai ikhwah walau tak pakai senjata. antum harus menyadarinya. jangan sampai alasan mereka (para pembenci Islam) itu mengalihkan pemahaman antum.

sungguh sudah tabiat orang munafiq mengaburkan faham-faham Islam dengan dalil-dalil yang sepertinya dari Islam namun mereka plintir-plintir…kayak karet kemudian mereka gelembungkan seperti balon dan mereka pecahkan ketika mangsa telah masuk ke dalam perangkapnya. itu yang harus disadari. Mari satukan persepsi kita tentang amar ma’ruf nahi munkar itu. jangan sampai kita menjadi pembela kafir maupun munafik itu hanya gara-gara pemahaman kita yang terkungkung. hanya gara-gara disodorkan sebuah faham oleh orang liberal dg cover kekerasan tadi.

JANGAN TERTIPU SEKALI LAGI. jadi siapasih yang perlu dibuyarkan ? bila antum orang Islam dan ingin menegakkan Islam pastilah antum tahu siapa jawabannya…takbiru ALLAHU AKBAR !!!!*az

by : Imatuzzahra Al Hurul’in

Bumi Allah, 25 Mei 2012

Bismillahirrahmanirrahim……

Sebuah berita telah beredar 3 hari yang lalu, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dengan ide gila membagi kondom untuk usia 15-24 th sebagai solusi maraknya sex bebas dan penyebaran penyakit kelamin.

Banyak lembaga survei yang mengatakan, tiap tahun sex bebas dan penyebaran penyakit kelamin semakin meningkat. Menurut asumsi saya, data yang dirangkum oleh lembaga survei dan badan pemerintah yang diwakili BKKBN itu tidak bisa diajadikan acuan, tapi hanya bisa dijadikan gambaran. Kenapa demikian ? Pada kenyataannya, sex bebas dikalangan remaja memang betul meningkat dan jumlahnya pastinya melebihi dari hasil survei. Hasil survei yang ada adalah hasil survei komulatif. Coba mereka mau mengambil data ke tiap daerah, ke tiap sekolah, ke tiap desa, tiap kecamatan dan tiap kabupaten. mereka kumpulkan tiap provinsi dan dijumlah secara nasional. pastilah mereka akan terbelalak mata mereka melihat kenyataan, bahwa anak Indonesia sudah rusak keperawanannya, sudah rusak remaja laki-lakinya.

Inilah data yang sempat saya rangkum dari tahun ke tahun.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan sebanyak 32 persen remaja usia 14 hingga 18 tahun di kota-kota besar di Indonesia (Jakarta, Surabaya, dan Bandung) pernah berhubungan seks. Hasil survei lain juga menyatakan, satu dari empat remaja Indonesia melakukan hubungan seksual pranikah dan membuktikan 62,7 persen remaja kehilangan perawan saat masih duduk di bangku SMP, dan bahkan 21,2 persen di antaranya berbuat ekstrim, yakni pernah melakukan aborsi. Aborsi dilakukan sebagai jalan keluar dari akibat dari perilaku seks bebas.

Bahkan penelitian LSM Sahabat Anak dan Remaja Indonesia (Sahara) Bandung antara tahun 2000-2002, remaja yang melakukan seks pra nikah, 72,9% hamil, dan 91,5% di antaranya mengaku telah melakukan aborsi lebih dari satu kali. Data ini didukung beberapa hasil penelitian bahwa terdapat 98% mahasiswi Yogyakarta yang melakukan seks pra nikah mengaku pernah melakukan aborsi. Secara kumulatif, aborsi di Indonesia diperkirakan mencapai 2,3 juta kasus per tahun. Setengah dari jumlah itu dilakukan oleh wanita yang belum menikah, sekitar 10-30% adalah para remaja. Artinya, ada 230 ribu sampai 575 ribu remaja putri yang diperkirakan melakukan aborsi setiap tahunnya. Sumber lain juga menyebutkankan, tiap hari 100 remaja melakukan aborsi dan jumlah kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja meningkat antara 150.000 hingga 200.000 kasus setiap tahun.

Sumber lain juga menyebutkan tidak kurang dari 900 ribu remaja yang pernah aborsi akibat seks bebas (Jawa Pos, 28-5-2001). Dan di Jawa Timur, remaja yang melakukan aborsi tercatat 60% dari total kasus (Jawa Pos, 9-4-2005).

Selain itu survei yang dilakukan BKKBN pada akhir 2008 menyatakan, 63 persen remaja di beberapa kota besar di Indonesia melakukan seks pranikah. Dan, para pelaku seks dini itu menyakini, berhubungan seksual satu kali tidak menyebabkan kehamilan.

Selain fakta di atas, ditemukan pula fakta lainnya yang juga mencengangkan yaitu sekitar 21,2 % remaja putri di Indonesia pernah melakukan aborsi (menggugurkan kandungan), dan hampir separuh dari remaja putri juga mengaku bahwa mereka pernah bercumbu ataupun melakukan oral seks. Fakta-fakta yang mencengangkan tersebut, ternyata sangatlah dipengaruhi oleh pornografi di internet, yang menurut KPAI memberikan pengaruh sekitar 97% dalam memicu perilaku seks bebas di kalangan remaja.

Malah, berdasarkan data di akhir tahun 2011 ada peningkatan pada persalinan remaja. Dari sebanyak 50 orang pada 2010, melonjak menjadi 235 orang pada 2011. Data lainnya terjadi pada kasus Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) dari 35 orang pada 2010, melonjak menjadi 220 orang pada 2011. (http://kalsel.bkkbn.go.id/berita/618/)

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sugiri Syarief dalam kunjungannya ke kantor VIVAnews, Rabu, 30 Mei 2012 mengatakan, jumlah remaja Indonesia terbilang sangat besar mencapai 63,4 juta  jiwa atau sekitar 26,7 persen dari penduduk Indonesia. Remaja yang emosional dan labil menjadi rentan terjebak dalam kehidupan seks bebas dan penyimpangan lain.

Astaghfirullahal’adzim…..Naudzubillahimindzalik……

Jadi itulah gambaran dan realitas. Jika gambarannya sudah sangat parah pasti realitanya bisa melebihi dari gambaran tersebut. Dan begitulah kenyataan di Indonesia. Kenyataan remaja Islam Indonesia sungguh mengenasakan.

Sebagai contoh riil ketika saya pulang ke jawa mendapati sebuah lingkungan dimana anak perempuannya telah hamil diluar nikah di setiap keluarga. Setelah beberapa dekade dan saya mendatangi kampung itu kembali, anak-anak dari keluarga ini, remaja putrinya juga mengalami hamil di luar nikah. Bahkan anak laki-laki mereka juga menghamili remaja putri di lingkungan lain. Hingga yang membuat miris, di sebuah keluarga, semua keturunannya ada yang hamil di luar nikah. Sungguh naudzubillahi mindzalik zaman sekarang ini. Dan, yang mengalami ini bukanlah mereka yang di luar agama islam. Namun mereka mengaku Islam.

Itulah kenyataan yang harus diterima oleh kaum muslimin ketika meninggalkan 2 pusaka yang telah diwariskan Rasulullah. itulah mala petaka yang harus ditanggung kaum muslimin ketika jauh dari Al Qur’an dan sunnah-sunnah Rasulullah. itulah dampak dari jauhnya kaum muslimin dari ilmu syar’i yang seharusnya menempel di keseharian hidup mereka.

Dan yang menggorok ulu hati kaum muslimin adalah ketika seorang pejabat negara, dengan segala amanahnya harus mengeluarkan ide gila sebagai solusi permasalahan bangsanya.

bagaimana tidak disebut ide gila, jika membagikan alat kontrasepsi kepada manusia berusia labil dalam kehidupannya. ketika mereka belum diikat oleh pernikahan untuk apa alat kontrasepsi itu diberikan kepada mereka ? APAKAH TIDAK MALAH MENIMBULKAN RASA PENASARAN DAN INGIN MENCOBANYA ? SEHINGGA AKAN BERUJUNG PADA PENYALAHGUNAAN DAN MELEGALKAN SEX SECARA BEBAS DIKALANGAN MASYARAKAT YANG SANGAT MENJUNJUNG NILAI ETIKA DAN AKHLAK INI ?

ketika Islam melarang kaumnya untuk tidak mendekati zina,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)

Namun apa yang dilakukan pemerintah kita ? MEREKA (PEMERINTAH) MALAH MENYURUH UMAT UNTUK MELAKUKAN PERZINAHAN.

KONDOM…sesuatu yang sensitive untuk dibahas maupun diingat bagi mereka yang belum melakukan pernikahan. Bagaimana tidak, ketika mengingat kata KONDOM, yang terbayang di otak pastilah sebuah hubungan sexsual. Ketika ia sudah menikah, bayangannya adalah kondom untuk menghambat laju sel sperma agar tidak bertemu sel telur dan itu bisa berfungsi sebagai pengatur jarak kelahiran.

Namun bagi mereka yang remaja yang terbayang adalah bagaimana cara memakai KONDOM ini, bagaimana rasanya ketika memakainya dan bagaimana hasilnya. Ketika hasil bayangan ini terolah dan bergabung dengan naluri sexnya maka akan muncul sebuah gambaran yang membuatnya semakin ingin mencoba. Ketika ia melakukan pergaulan bebas dengan pacaran maka ia akan membicarakannya dengan pacarnya dan merayunya untuk mencobanya. Siapa orang yang tidak terbuai dengan keromantisan, manusia mana yang tidak terbuai dengan sentuhan. Itu adalah manusiawi. Sehingga kenapa ada larangan JANGAN MENDEKATI ZINA ! KArena dampak sentuhan dan keromantisan itu akan membawa hal yang merusak ketika itu belum diikat oleh sebuah perjanjian dibawah agama bernama pernikahan. Dampaknya luar biasa, tidak hanya sekedar malu, harga diri jatuh, diasingkan dll namun akan membawa pada dampak psikologis yang lebih mengenasakan lagi. Naudzubillah…

Lalu bagaimana dengan yang dewasa tapi juga tidak menikah, maka ini akan memberikan kesempatan mereka untuk melakukan perzinaan secara nyata, munculnya banyak kerusakan berupa kerusakan rumah tangga, kerusakan generasi, kerusakan social,kerusakan etika dll.

Ketika Sex bebas sudah dilegalkan maka yang terjadi adalah kehancuran generasi. Kehancuran generasi berarti kehancuran Negara. Kebebasan adalah salah satu tombak imperialisme yang dihembuskan oleh barat. Yang disusupkan melalui berbagai idiologi yang mereka buat. Bahkan mereka juga mengangkat idiologi kebebasan secara nyata yang terangkum dalam idiologi liberalis. Liberalis diterapkan dalam idiologi kapitalis dan demokrasi yang mereka junjung tinggi. Satu tujuan mereka, yaitu satu mata yang menguasai dunia. Berbagai cara mereka lakukan untuk memancarkan satu mata kekuasaan dunia, mengalahkan berbagai kekuasaan termasuk kekuasaan islam.

Mereka menyusup melalui agen-agen mereka yang disusupkan ke dalam berbagai lini kehidupan. Ke berbagai divisi Negara untuk mempengaruhi kebijakan. Memperlancar misi mereka untuk menguasai kebijakan 100 % menuju kebijakan liberal imperialis. Mereka menyusup melalui lembaga pendidikan, mereka menyusup ke setiap lembaga swadaya masayrakat (LSM), mereka menyusup melalui paguyupan-paguyupan, mereka menyusup melalui organisasi-organisasi perempuan, DENGAN 1 MISI MENGANGKAT KEBEBASAN.

BKKBN adalah sebuah divisi Negara yang juga dijadikan jargon mereka. Dengan opini-opini yang mereka sebar sebagai penguat mereka. Mereka sangat santer dengan isu pengaturan dan jarak kehamilan, isu pembatasan kehamilan, isu  sex aman, usia selamat nikah dan sebagainya. Dimana semua opini itu hanya didasarkan pada hasil pemikiran mereka. Mereka tidak mengkaji apa yang mereka buat sebagai keputusan itu dengan rujukan agama. Tapi mereka benar-benar hanya membuat kebijakan dengan nafsu mereka.

Mereka membatasi kelahiran hanya didasarkan pada perhitungan kebutuhan hidup, mereka mengesampingkan Allah sebagai Robb manusia. Mereka lupa bahwa hewan melata pun mendapatkan rezeqinya, apalagi manusia yang dijadikan kholifah dimuka bumi. Pastilah Allah mencukupkan nikmatnya. Orang kafir saja dipenuhi rezeqinya oleh Allah kenapa orang Islam ditakut-takuti untuk punya anak ? padahal jelas dalam Al Qur’an barang siapa yang memperjuangkan agama Allah akan dicukupi kebutuhannya oleh Allah.

Untuk apa mereka menggelontorkan isu sex aman ? PADAHAL DALAM ISLAM SUDAH ADA KONSEP SEX AMAN DENGAN PERNIKAHAN. KETIKA HUBUNGAN BADAN DILAKUKAN SESUAI SYARI’AT, ADAB-ADABNYA DIPENUHI, LARANGAN-LARANGANNYA DIJAUHI, PASTILAH AKAN TERCIPTA SEX AMAN. YANG JELAS, HARUS TERPENUHINYA SYARAT UTAMA YAITU HALAL UNTUK MELALUKAN HUBUNGAN SEXUAL. YAITU DENGAN PERNIKAHAN.

KETIKA SUDAH MENIKAH MAU MELAKUKAN BERAPA KALIPUN, PASTILAH TETAP AMAN, BAHKAN AKAN MENJADI IBADAH KETIKA NIATNYA BENAR-BENAR UNTUK MELAKSANAKAN KEWAJIBAN YANG DIPERINTAHKAN ALLAH, TIDAK HANYA PEMENUHAN NAFSU DIRI.

Jadi, ketika menteri kesehatan Nafsiah Mboi memberikan ide itu, sungguh itu sebuah ide tak realistis, bahkan cenderung ide gila. Ia menjauhkan konsep agama pada generasi muda, generasi harapan bangsa. Jika ia tak mau dibilang sebagai agen perusak generasi muda, maka ia harus mencabut kebijakan yang ia buat tanpa sebuah konsultasi kepada berbagai pihak tersebut. SUDAH BANYAK KEBIJAKAN PEMERINTAH YANG MERUSAK GENERASI PENERUSNYA, KENAPA HARUS MENAMBAH PROBLEM NEGARA DENGAN MEMBUAT KEBIJAKAN GILA ?

Kembalikan semua problem itu dengan syari’at. Tak akan lagi sex bebas, tak ada lagi penyakit kelamin yang tertular secara bebas, tidak ada kehamilan di luar nikah, tidak ada kerusakan di muka bumi ini. TIDAK ADA LAGI DAMPAK DARI TERBUKANYA AURAT, TERBUKANYA SEX BEBAS YANG MENYULUT PROBLEM KOMPLEK YANG MELIPUTI SOSIAL, BUDAYA, EKONOMI, PENDIDIKAN, POLITIK. YANG BERUJUNG PADA RUSAKNYA TATANAN NEGARA, DAN HANCURNYA NEGARA DAN SISTEM KEHIDUPAN.

KEMBALILAH KEPADA ISLAM, KEPADA ALQUR’AN DAN ASSUNNAH, JIKA INGIN SEBUAH KETERATURAN DAN KETERTIBAN HIDUP. YAKINLAH TIDAK AKAN ADA KESENJANGAN KETIKA MENGAMALKAN AJARAN ISLAM. KARENA SEMUA SESUAI DENGAN FITRAH MANUSIA.

UNTUK ITU KAMI SERUKAN KEPADA SELURUH KAUM MUSLIMIN….PERCEPATLAH TARBIYAH ISLAMIYAH (PENDIDIKAN ISLAM), FAHAMKAN SYAR’IYAH SEJAK DINI. SEGERALAH BANGKIT DARI KETERPURUKAN, SEGERALAH SADAR DARI KETERTINDASAN, SEGERALAH HAPUS SEGALA IMPERIALISME DI TUBUH KAUM MUSLIMIN. PEDULILAH TERHADAP PROBLEMA YANG SANGAT KOMPLEK DI UMATMU INI. JANGAN HANYA DUDUK-DUDUK MENYANTAI, JANGAN HANYA BERLEHA-LEHA, SIBUKKAN DIRI DENGAN DAKWAH DAN PERJUANGAN. JANGAN LEWATKAN SEDETIKPUN UNTUK KESIA-SIAAN. JANGAN TERLENA DENGAN HEGEMONI KEBEBASAN YANG MEREKA SERUKAN. SEMUA KEBAHAGIAAN, SEMUA KESENANGAN YANG MEREKA TAWARKAN ITU NISBI.

APA YANG MEREKA SERUKAN DEMI KEBEBASAN ITU ADALAH….

UNTUK MERUSAK KALIAN…,

UNTUK MENJATUHKAN HARGA DIRI KALIAN….,

UNTUK MENGHANCURKAN KALIAN….,

UNTUK MENJAJAH KALIAN….,

UNTUK MENGINJAK-NGINJAK KALIAN….,

UNTUK MENGANTARKAN KALIAN BAGAI BUDAK DIZAMAN JAHIYAH DULU….

SEGERALAH GENGGAM PANJI-PANJI ISLAM…

TEGAKKAN DASAR-DASARNYA DENGAN AL QUR’AN DAN SUNNAH RASULULLAH…

RAPATKAN BARISAN KALIAN….

MARI SATU MISI UNTUK MELAWAN IMPERIALISME ZINONIS YANG DIHEMBUSKAN DI KALANGAN UMAT ISLAM….YANG SUKA MENGGUNTING DALAM LIPATAN, MERUSAK DALAM KEHANCURAN, BERMAIN DI AIR KERUH, DAN MENGADUK-NGADUK DALAM PERPECAHAN.

SATUKAN MISI UNTUK SELALU MENOLAK,MELAWAN KEBIJAKAN YANG MERUSAK KAUM MUSLIMIN….JANGAN SAMPAI KEGILAAN-KEGILAAN KAUM IMPERIALIS ITU TERGELONTOR MELALUI AGEN-AGEN MEREKA DI PEMERINTAHAN MAUPUN DI LINI-LINI KAUM MUSLIMIN.

SATUKAN LANGKAH, SATUKAN TUJUAN UNTUK TEGAKNYA KALIMATULLAH DIBAWAH NAUNGAN DAULAH KHILAFATUL ISLAM.

ALLAHU AKBAR !!!! wallahu’alam bi showab….

~*» Tawuran Kaum Intelektualitas «*~

Posted: 13 Oktober 2011 in Opini

 

Ada bunyi kata-kata bijak begini “Perbuatan orang berilmu itu sungguh berbeda dg orang yg tdk berilmu,orang berilmu sll berhitung dlm setiap keputusan,sikap dan tindakannya”

 

Kaum intelektual selalu dikonotasikan dg org yg sekolah. Sedangkan sekolah adalah tempat dilaksanakannya tempat pendidikan untuk mencetak generasi intelek alias melek ilmu pengetahuan dan berwawasan. Produk yg dihasilkan seharusnya sebuah pribadi yang menjunjung tinggi sebuah adab,karena itulah konsekuensi dari orang intelek. Tanda intelektualitas itu adalah munculnya sebuah peradaban atau tatanan hidup yang baik,yang mengatur humanisme kemanusiaan dan lingkungannya.

 

Ketika dalam sebuah komunitas manusia terdapat orang-orang yang intelek dipastikan komunitas itu mempunyai sistem hidup yang lebih baik,yang mempengaruhi wilayah pergerakan hidup mereka. Pastilah ada tatanan-tatanan baru yang dimunculkan dalam komunitas itu sebagai efek perubahaman menuju sebuah komunitas yang beradab. Dan ini adalah telah menjadi hukum alam. Karena,manusia semakin berilmu maka semakin cerdas akalnya. Sehingga manusia mampu mewujudkan tatanan hidup yang bersinergi dan berkesinambungan.

 

Semakin banyak komunitas-komunitas, semakin banyak fasilitas-fasilitas pendidikan seharusnya yang terlihat adalah sebuah keteraturan hidup yg humanis. Semakin teraplikasikannya teori-teori keadilan dan dan kesejahteraan yang mereka kuasai.

 

Lalu pertanyaannya adalah kenapa yang kita saksikan dinegeri ini sungguh berbeda ? Dari apa yg saya paparkan di atas ?

 

Apakah negeri ini tidak mempunyai sebuah komunitas intelektual ? Apakah negeri ini tidak mempunyai fasilitas2 pendidikan ? Padahal jika kita lihat, sekolah bertabur dimana-mana,kampus-kampus berdiri megah dg segala fasilitasnya,lembaga2 konseling,pelatihan,penyaluran bakat bertabur dimana-mana. Bahkan negeri ini mempunyai sebuah sistem pendidikan yg dikelola dibawah naungan departemen negara. Lalu kenapa produk yang dihasilkan bukan kaum intelektual yang membangun sebuah humanitas kehidupan ? Kenapa produk yang dihasilkan adalah manusia yang selalu melanggar sebuah aturan tatanan sosial ? Adakah yg salah di negeri ini ?

 

Baiklah…pada dasarnya kita semua tahu. Sistem negeri kita telah mengadopsi sistem usang peninggalan masa kolonialis freemansonry. Hukum ketatanegaraan,undang-undang yang mengatur segala aspek kehidupan rakyat negeri ini semua mengadopsi sebuah sistem bobrok yg diambil dari generasi tar-tar berwatak hewan rimba.sistem yang dianut adalah hukum2 freemasonry yg dipetik satu persatu dari kitab genggiskhan si raja tar-tar yg beringas. Itulah kenapa dalam sistem yg diadobsi negeri ini terselip sebuah sistem rimba. Siapa yg menang dia yang berkuasa dan mengatur dg semena-mena demi ambisi nafsu dlm hidupnya.pada dasarnya sistem,terutama sistem pendidikan yg dianut sungguh jauh dari kebutuhan fitrah pendidikan setiap generasi muda. Ada yg dipisahkan dan dihapuskan secara sengaja.

 

Pemisahan yang saya maksud adalah sebuah pemisahan doktrin agama dg dengan doktrin politik pemerintahan,politik kekusaan dan doktrin politik umat. Sistem itu berusaha memasang dinding pembatas terhadap wilayah agama yang tidak boleh menyentuh wilayah sistem kehidupan. Sistem itu memaksakan diri untuk mengalahkan sistem penguasa alam. Ini sungguh terlihat jelas. Bagaimana tidak,semua manusia pastilah tahu hukum siapa yang harus berlaku didunia ini. Hukum Tuhanlah jawabannya. Dan siapa Dia ? Allahlah jawabannya. Sehingga hukum yg harus diterapkan dan diadobsi manusia pastilah HARUS HUKUM ALLAH BUKAN HUKUM DEMOKRASI PENINGGALAN KOLONIALIS FREEMANSONRY TAR TAR. 

Kaum kolonialis atheis pd dasarnya mereka, hanya ingin memancangkan ambisi manusia. Sedangkan ambisi manusia itu hanya lebih condong pd sifat kehewanannya. Jika ini menguasai diri manusia yang muncul adalah sifat beringas yang terangkum dalam hukum rimba.

 

Jadi wajar jika kita melihat produk lembaga pencetak intelektualitas pekerjaannya hanya tawuran. tawuran sekolah A dengan sekolah B. tawuran antara fakultas A dan fakultas B. dan itu muncul di media elektronik dan cetak setiap hari. menghiasi bacaan warga negara yang katanya penganut kedamaian dan menjunjung tinggi moralitas. namun apa kenyataannya ? HINGGA KE GEDUNG DPR PUN YANG KITA LIHAT ADALAH TAWURAN ANTAR ANGGOTA PARLEMEN. LEMPAR MIC…GEBREK MEJA,CAKAP KOTOR. DAN YANG PALING MENYEDIHKAN ADALAH SALING SERANG UNTUK MEMANCANGKAN AMBISI KEKUASAAN YANG INGIN DIRENGKUHNYA.

 

lalu masih berlakukah kata bijak di atas ? ORANG BERILMU ITU SUNGGUH BERBEDA DENGAN ORANG TAK BERILMU. Siswa-siswa sekolah itu apakah mereka tak tahu ilmu ? apakah mereka tidak diajari moralitas ? mahasiswa itu apakah mereka kaum pedalaman yang baru kenal perkotaan ? dan apakah para penghuni parlemen megah itu warga kampungan yang tak bisa mengenyam pendidikan ? jawabannya mereka semua adalah kaum intelektual dengan segudang ilmu pengetahuan, segudang wawasan dan segudang tata moralitas telah mereka pelajari dibangku lembaga pendidikan mereka masin-masing.

 

sekarang mari kita lihat produk pendidikan yang dikelola oleh departemen agama, dan dikelola swasta yang bernama pesantren. satu pertanyaan saja, KENAPA PRODUK DARI LEMBAGA PENDIDIKAN DIBAWAH NAUNGAN DEPARTEMEN AGAMA DAN LEMBAGA PENDIDIKAN SWASTA BERNAMA PESANTREN SUNGGUH SANGAT BERBEDA DENGAN PRODUK YANG DIKELOLA OLEH DINAS PENDIDIKAN ? KENAPA JIWA INTELEKTUALITAS MEREKA SUNGGUH BERBEDA ? KENAPA AKHLAK MORALITAS MEREKA SUNGGUH BERBEDA ?

 

SATU KATA SAJA YANG MENJADI KUNCI JAWABAN, LEMBAGA PENDIDIKAN YANG DIKELOLA DEPARTEMEN AGAMA DAN LEMBAGA PENDIDIKAN YANG DIKELOLA SWASTA MEMPUNYAI SISTEM PENDIDIKAN YANG LEBIH MENDEKATI SEMPURNA. MEREKA MENGENALKAN AGAMA SEBAGAI SISTEM KEHIDUPAN. SEHINGGA DALAM SISTEM PENDIDIKAN MEREKA, PELAJARAN YANG DIUTAMAKAN ADALAM PELAJARAN AGAMA.KARENA HANYA DENGAN ATURAN AGAMA ISLAMLAH KEHIDUPAN INI BISA TERATUR DAN SEIMBANG, ADIL DAN SEJAHTERA. TANPA ADA YANG TERDHOLIMI. KARENA SATU-SATUNYA SISTEM KEHIDUPAN YANG COCOK DAN SANGAT SESUAI DENGAN MANUSIA ADALAH SISTEM ISLAM YANG BERDASARKAN AL QUR’AN DAN ASSUNNAH.

 

sedangkan yang kita lihat di lembaga pendidikan nasional yang dibawah naungan dinas pendidikan semua menganut sistem yang menjauhkan generasi dari agamanya. kapasitas pelajaran agama sungguh sangat minim. jika ada produk lembaga pendidikan nasional dibwah dinas pendidikan itu baik dan berakhlak serta bermoral tinggi, kita bisa lihat..mereka dipastikan telah mengikuti kajian-kajian keislaman di luar pelajaran bangku sekolah maupun bangku kuliah mereka. pastilah mereka telah masuk dalam lembaga pergerakan yang menanamkan moralitas, akhlak dan keimanan terhadap individu pengikutnya. jika produk lebaga pendidikan dibawah dinas pendidikan tidak mengikuti kajian atau mengikuti kelompok pergerakan islam, sudah dipastikan mereka akan mempunyai moralitas rendah. akhlak rendah sehingga yang mereka tampakkan adalah sebuah pergulatan fisik,kekerasan,penganiayaan serta penindasan hak orang lain. kita akan melihat generasi yang sangat dholim dan terhina dengan perilaku beringas mereka. baik dari kalangan siswa, mahasiswa maupun mereka yang telah duduk di kursi parlemen.wallahu’alam bishowab.*az

Kejadian di Pasuruan sebenarnya bukan kejadian pertama kali dan bisa dipastikan telah terjadi puluhan bahkan ratusan peristiwa di seluruh Indonesia yang tidak sempat diekspose oleh media.

Yang jelas, kejadian Pasuruan adalah peristiwa kesekian kali yang menohok umat Islam. Apapun alasannya, akhirnya Islam tercoreng. Dalam benak masyarakat dapat dipastikan bahwa Islam identik dengan kekerasan, kesemrawutan, kemiskinan, keterbelakangan bahkan masih banyak lagi cap lain yang sebenarnya tak layak disandang oleh Islam.

Kejadian demi kejadian akhirnya mengukir  tabir hitam. Mendatangkan kejahatan dan ujungnya penolakan terhadap Islam. Islam radikal, Islam kejam, Islam ekslusif, mana bukti Islam sebagai rahmatallil ‘alamin ? inilah pertanyaan besar yang terus menggerayang di benak masyarakat dan mungkin dikalangan umat Islam itu sendiri. Hanya gara-gara ulah beberapa oknum yang terkesan sembrono dan tidak terencana serta nekad akhirnya membuat sebuah kesan yang tidak baik. Padahal bila ditelusuri lebih baik Islam itu benar-benar terencana, teratur, rapi dan yang telah dinash dalam kitab sucinya Islam adalah rahmatallil’alamin. Satu hal kunci yang harus dipegang yaitu PERUBAHAN dan itu BUTUH KEBERANIAN dan KEKOMITMENAN untuk mewujudkan identitas yang sebenarnya.

Sistem Dirubah, Mental Wajib Juga Di Rubah

Antara system dan mental SDM yang menjalankan sangat erat hubunganya, dan saling berkaitan. Bila hanya satu yang dirubah hanya akan menimbulkan kepincangan. Tidak hanya masalah zakat namun pemerintahan juga wajib demikian yang notabene sekupnya lebih luas dalam masyarakat.

Kisruh, ricuh dan lain sebagainya itu berawal dari mental bobrok yang  dipaksa untuk menjalani kehidupan. Manusia-manusia ini tidak siap menghadapi takdir dari hidupnya.

Kasus Pasuruan dan rentetannya yang lain adalah bukti bahwa masyarakat ini sangat bermental matrialistis. Ketika mendengar atau melihat “uang”, pasti matanya sudah “hijau” untuk segera meraupnya. Uang dan uang sebagai tolak ukur atas segalanya.

Walau Indonesia mayoritas masyarakatnya muslim namun mentalnya adalah mental Amerika yang liberal. Bila di Amerika atau Negara-negara eropa mungkin itu wajar, karena kehidupan mereka adalah liberal, glamour dan kapitalis. Sedangkan masyarakat Indonesia, seharusnya bermental kepribadian Islam (karena otomatis dari kemayoritasan Islam). Bukan sebaliknya mencampakkan Islam dan mengambil mental yang lain. Islam tidak pernah mengajarkan atau menjadikan uang sebagai tolak ukur dalam kesuksesan dan kebahagiaan hidup dari seseorang.

Pemahaman terhadap realitas kemiskinan dan kekayaan dalam Islam sangat perlu untuk dipahamkan kembali. Konsep terhdap Qadlo (ketetapan) dan Qadar (takdir) perlu diperbaharui. Karena inilah nanti yang akan merubah mental-mental matrialistis menjadi mental agamis. Mereka akan tahu bahwa member i itu lebih mulia daripada menerima. Melihat nasib orang lain dibawahnya akan memunculkan sifat bersyukur sehingga ia tidak akan gampang menjulurkan tangan untuk meminta bantuan atau selalu tergantung pada orang lain.

Ada hal menarik , banyak masyarakat bangga dengan status kemiskinan karena dengan harapan akan diberi  namun disisi lain mereka juga gengsi bila dibilang memang benar-benar miskin. Yang kaya bangga dibilang miskin agar tetap dikasih bantuan oleh orang lain sedang yang benar-benar miskin enggan untuk mengakui kemiskinananya dengan harapan ia dihormati dan tidak diremehkan dalam masyarakat. Merasa nyaman diberi diberi. Diberi zakat, diberi bantuan langsung, diberi beasiswa, berobat gratis dan lain sebagainya. Walau sebenarnya tidak semua masyarakat itu miskin, malah banyak kaum menengah yang berlagak miskin tapi kehidupannya royal,  hanya demi pemberian uang puluhan ribu hingga ratusan ribu. Dan yang lebih mengherankan mereka yang paling banyak adalah kaum ibu-ibu dan bangga dengan pemberian itu padahal itu tak layak untuk mereka dan banyak yang masih membutuhkannya.

Mungkin semua bisa maklum kalau mereka benar-benar miskin. Tidak bisa makan, tidak mampu beli pakaian, tidak bisa menyekolahkan anaknya dan lain sebagainya. Namun jika didapati di tengah-tengah gerumulan orang antri jatah pembagian zakat atau pembagian uang yang lain adalah mereka yang rumahnya gedongan,naik motor keren, TV 21’-29’, tiap hari jalan-jalan, makaan-makan di warung atau restoran . hal ini kan sangat ironi dan mendholimi sesame ? Seharusnya apa yang ia terima untuk orang yang lebih berhak namun dengan bangga dan senang hati menilapnya padahal yang lain mengerang sangat membutuhkannya.

Dibolak-balik, dibahas dan dirundingkan, didebat dan digunjingkan, semua rentetan ini adalah imbas dari system yang bobrok. Pemerintahan yang tidak baik sehingga tidak mampu memobilisasi kebijakan-kebijakan yang mendukung rakyat. Walau di atas telah dibahas tentang mental yang menjadi factor dan sumber kejadian, namun bukankah kenyataan juga turut andil di dalamnya ?

Semakin melonjaknya semua harga, mulai dari komoditas penting hingga kebutuhan sehari-hari adalah kenyataan dari system yang didukung kapitalis dan liberal sehingga mau tidak mau masyarakat juga bermental matrialistis sebagai produk dari system yang mengiringinya. Karena bila masyarakat tidak matrialistis maka ia tidak akan mampu menghadapi system yang matrialis juga. Sehingga apa garis besarnya ?

Poin penting adalah system harus direvolusi sehingga bisa merevolusi mental masyarakat tersebut. Mengalihkan uang menjadi bukan ukuran utama, mengalihkan mental matrialistis kepada mental mulia yang agamis.

Zakat Untuk Kesejahteraan Umat

Inilah sebenarnya salah satu bukti bahwa Islam adalah rahmatalilalamin karena Islam sangat peduli pada urusan dan kebutuhan umat.

Islam mengajarkan agar manusia bisa bermanfaat bagi orang lain bukan malah merepotkan orang lain, sehingga dalam hidup terpenuhi fungsi terciptanya manusia sebagai makhluk social dan juga individu. Bukan makhluk individu dan individu, sehingga bisa ditarik garis lurus perbedaan yang jelas antara manusia dengan makhluk lainnya.

Zakat hanya salah satu kewajiban yang harus dilakukan setiap muslim dan masih banyak lagi kewajiban-kewajiban yang lain. Zakat hanya salah satu bentuk kepedulian Islam yang menjadi rahmatalilalamin ini dan masih banyak rahmad Allah yang merupakan bentuk kepedulian Islam.

Pembagian zakat bertujuan untuk mensejahterakan umat. Menyetarakan kebahagiaan dan rezeqi yang dilimpahkan. Karena zakat hanya untuk  orang-orang tertentu yang sudah sangat jelas identitasnya. Sehingga membutuhkan orang-orang atau sebuah lembaga yang harus professional dalam pengelolaan agar tetap pada sasaran. Tidak hanya itu, kejujuran dan amanah merupakan factor penting dalam mengelola zakat. Karena kejujujuran dan amanah dalam pengelolaan zakat akan menjadi penentu para muzakki (yang membayar zakat) bahwa zakatnya benar-benar sampai pada yang diinginkan. Sehingga tidak akan muncul peristiwa mati bareng sebanyak 21 orang hanya karena berdesak-desakan untuk menerima zakat.

Banyak factor penyebab kaus-kasus mengenaskan tersebut. Bisa jadi pengelola zakat tidak professional, tidak amanah dan tidak jujur sehingga muzakki merasa lebih berhak untuk memberikannya sendiri. Hanya berbekal niat dan semangat berzakat tanpa melihat kenyataan masyarakat sehingga akhirnya hanya menimbulkan petaka bukan berkah

Tidak bisa meyalahkan satu pihak karena sebab peristiwa itu sangat komplek. Dari mental-mental matrialistis dan system yang bobrok akhirnya berdampak pada masalah-masalah ekonomi kerakyatan sehingga hanya uang yang jadi ukuran. Bukan kesabaran, keikhlasan serta kedisiplinan dan ketertiban. Bukan kepentingan orang lain yang dikedepankan tapi perut dan kesenangan pribadi yang terus diumbar. Hal inilah yang perlu dikoreksi oleh setiap pribadi. Berubah dan komitmen dengan perubahan itu.

Rumah-rumah zakat beserta lembaga lain semakin professional pengelolaannya. Jujur dan amanah dalam penyalurannya sehingga Muzakki puas untuk menyetorkan zakatnya. Masyarakat semakin peduli dengan kewajiban dalam menunaikan zakatnya, sehingga masyarakat tak lagi berharap atas uluran tangan orang lain. Pemerintah merubah sistemnya sehingga mental masyarakatnya berubah. Tak ada lagi antrean meminta jatah. Tapi yang ada antrean memberi jatah orang lain sehingga kesejahteraan karena zakat telah tersalurkan tepat sasaran. Yang akhirnya tak ada lagi yang mau dibantu atau diberi sedekah. Itulah cita-cita pembangunan yang sebenarnya. Untuk itu segera bayar zakat, bersihkan diri dan harta agar dapat kemuliaan dunia dan akhirat. Masyarakat makmur senotosa. Baldatun toyyibatun warobbun ghofur. Semoga !*az