Archive for the ‘Artikel’ Category

115

10577215_10202640633759338_2741041576598293669_n

ISIS itu berperang melawan SYI’AH SYRIA DAN IRAQ. Dan ketika menang berubah namanya menjadi DAULAH KHILAFAH ISLAMIYAH.
—————————
JANGANLAH MENGOLOK2 GOLONGAN LAIN…BISA JADI GOLONGAN YANG DIOLOK OLOK LEBIH BAIK DARI YG MENGOLOK OLOK…
—————————-
Nama ISIS itu sudah buyar dan berganti nama Daulah Khilafah Islamiyah.

Lalu kenapa ISIS dibahas ?

Sepertinya indonesia ini sering mengupdate berita zaman baholak demi untuk menghalangi sesuatu yg berkembang.

Ketika disajikan fhoto membunuh dan memotong…. bisa jadi itu adalah hasil pertempuran para mujahid dg syi’ah waktu baholak yang lalu.

Jk seandainya memang terjadi kpd para muwahid, maka ini juga pernah terjadi di cesnya. Dan datanglah ulama ganteng nan tampan putra arab bernama muhammad as shaif yg masuk di jama’ah jihadnya al khithob. Dan dari petuah2nya akhirnya para mujahid bs disatukan dan membentuklah daulah islam cesnya walau akhirnya dihancurkan rusia kembali.

Mungkin ini juga akan Allah utus ulama yg setingkat muhamad shaif untuk menyelesaikan fitnah di tubuh mujahid iraq, syam dan dunia. Yang berhati bijak, berwawasan luas, iman yg bersih. Amin.

Perlu diketahui bahwa bahwa ISIS adalah salah satu faksi jihad yang melawan syi’ah. Seperti yang diberitakan tv1 mereka merebut wilayah kurdi yg dikuasai syi’ah.

Kenapa syi’ah tak pernah dibahas oleh media indonesia ? Dan kenapa para muwahid (orang2 yg bertauhid) yang banyak bergabung dg jama’ah jihad malah sering dibahas dan dibenturkan dg perbuatan kekerasan ?

Banyak orang dan gerakan islam merindukan khilafah islamiyah. Namun ketika mendengar kabar telah datang sinar mentari yang mengintip, mereka yg merindukan dan mengusung isu2 khilafah akhirnya berbondong2 untuk mencela dan mencacinya.

Bahkan para ulama akhirnya juga ikut bersuara. Hingga akhirnya para penguasa, para pengusung pancasilais pun ikut memberikan argumennya.

Yang ujungnya menjadi fitnah besar diantara kaum muslimin, diantara para muwahid, diantara para mujahid.

Dan saya lebih punya sikap untuk tidak mencela mereka yg di syam (syria) dan iraq. Baik mereka yang sudah mengumumkan daulah khilafah islam maupun jabhah nusroh.

KARENA MEREKA ADALAH PARA MUWAHID, PARA JUNDI YANG INGIN MEMBUKTIKAN TENTANG HADITSNYA RASULULLAH BAHWA DI BUMI SYAMLAH YANG AKAN MELAHIRKAN MUJAHID2 PEMBEBAS. DAN JIKA ISLAM TELAH HABIS DI AKHIR ZAMAN MAKA HANYA SYAMLAH DENGAN ISLAMNYA YANG MASIH BERTAHAN DISANA. HIDUP DAN BERKEMBANG SEBAGAI CAHAYA.

untuk itu saya lebih takut kepada bunyi Al qur’an yang mengatakan : “JANGANLAH WANITA SATU MENGOLOK OLOK WANITA LAIN, BOLEH JADI WANITA YANG DIOLOK-OLOK LEBIH BAIK DARI WANITA YANG MENGOLOK. DAN JANGANLAH SATU GOLONGAN MENGOLOK OLOK GOLONGAN YANG LAIN, BOLEH JADI GOLONGAN YANG DI OLOK OLOK LEBIH BAIK DARI GOLONGAN YANG MENGOLOK OLOK” (qs. Al hujurat)

Sekali lagi setiap invansi kaum muslimin selalu ada yang menunggangi. Ada yg menginfiltrasi. Untuk itu jika ada dalam satu golongan ada seseorang yang berbuat buruk, tidak boleh divoniskan kepada golongan tersebut. Karena bs jd itu ulah individu atau kelompok kecil dr golongan itu, dengan tujuan ingin menghancurkan golongan besar (induknya).

Karena tidak akan ridlo yahudi dan nasrani melihat kebangkitan kepemimpinan islam dan kebangkitan kaum muslimin baik secara politik, sosial, hukum, ekonomi. (Qs. Al baqoroh 120)

Kita disini masih hanya bs diam dan mengamati. Karena kita hanya bs duduk diam di negeri sendiri. Kemudian saringlah informasi2 itu dg imanmu. Dg hati kecilmu. Jangan dengan tulisan2 yang mengatasnamakan kelompok maupun ulama (mereka jg manusia yg bs salah dan benar. Shg tdk bs mutlak kebenaran. Krn ktk membuat keputusan ada yg didasarkan ilmu, ada yg didasarkan nafsu).

Teruslah mempelajari islam yg benar. InshaAllah akan punya sikap tersendiri dan tidak fanatik kelompok dan imamnya.

Mari kita jauhi fitnah. Dan mereka yg sedang digunjingkan adalah para muwahid (para penegak tauhid). Memang…. lebih baik diam dan menghindari diskusi2 yg menjebak kepada pertikaian serta caci maki. Begitu juga menghindari menshare artikel2 yg memicu keributan dan salah menafsirkan.

Kita tidak melihat langsung apa yg terjadi di iraq dan syam. Sekali lagi ini urusan besar, yg tidak setiap kita bisa ikut menyelesaikanya.

Dan ini adalah sikap sy dalam memandang kasus ini. Dan inilah jawaban2 sy bagi orang2 yg telah bertanya.

Wallahu’alam bi showab.

Iklan

TOLAK MISS WORD

Posted: 30 Agustus 2013 in Artikel

IMG_69747534340081

MISS WORD ALAT CUCI OTAK YANG DITUJUKAN PADA WANITA AGAR KELUAR DARI AGAMA ISLAM SECARA SETAPAK DEMI SETAPAK, ALAT UNTUK MEMBUANG WANITA DARI RANAH KEDUDUKAN KEPADA KEHINAAN SECARA HALUS DAN LEMBUT

**************************************************************
Ketika Islam belum kembali hadir di tengah tengah kaum jahiliyah 1400 tahun yg lalu….harga diri wanita itu sangat murah, bahkan nyawanya dan fisiknya amat murah tak berharga.

Setelah Islam kembali hadir ke tengah tengah mereka, wanita terangkat derajatnya. Jiwanya dilindungi, haknya dipenuhi, kerjanya dihargai, ketaatan pun harus ditujukan pada ibu yang nota bene itu adalah kedudukan wanita.

Tubuhnya dihargai tinggi ketika dibungkus dg rapi dan syar’i. Akalnya diisi dg pendidikan yang tinggi.

Islam tak ada membedakan pendidikan, tak ada membedakan kewajiban dan hak ibadah terhadap wanita. Itu akan memberikan kesempatan kepada wanita memperoleh syurga tertinggi di akherat atas balasan keimanannya.

Namun….syaithon akan tetap menjadi penghalang dan merealisasikan sumpahnya untuk memasukkan anak adam ke dalam neraka.

Ketika wanita wanita muslimah telah menutup auratnya, ketika ia memperdalam agama, ketika akhlaqnya mulai membaik, ketika sosoknya menjadi teladan di keluarga, ketika para suami dan anak laki laki mereka membanggakan ibunya dan saudara perempuan mereka atas kecerdikan, kepintaran, kesholihahan mereka, syaithon tidak ridho itu terjadi pada anak keturunan adam bernama wanita.

Berbagai cara ia tempuh, ia tumbuhkan hal hal baru, ia modivikasi, dengan tujuan para wanita sedikit demi sedikit keluar dari dienul islam. Syaithon ciptakan sebuah pekerjaan menarik yang membuat wanita keluar dari rumahnya. Syaithon membuat mode pakaian agar wanita tidak tertarik dg jilbabnya. Syaithon menciptakan lagu dan musik agar wanita lupa dg al qur’annnya. Syaithon ciptakan budaya agar wanita tak menyukai tata aturan islam. Dan masih banyak lagi yang diciptakan syaithon untuk mengeluarkan wanita dari keimanan dan keislamannya, atau paling tidak mengikuti syaithon setapak demi setapak.

Hingga kini kita dapati sebuah ivent yang menurut sebagian wanita sangat spektakuler, menggelegar membahana, yang akan menjadikan dia terkenal dan diagung agungkan. Dan ivent itu bernama MISS WORD.

Sebuah misi penghancuran dan penyusupan idiologi budaya dan sistem yahudi ke negeri mayoritas Islam bernama Indonesia, dengan dibungkus cover cantik bernama KONTES KECANTIKAN RATU SEJAGAT.

Ditilik dari psikologi wanita, wanita itu memang suka untuk disanjung, bahkan ia mabuk kepayang dg sanjungan walau tak dikadih makan. Dan itu memang titik nadzir wanita. Sebagian wanita mengatakan, sanjungan adalah bukti cinta dan sayang. Padahal pada realitas percaturan persaingan, sanjungan bisa menjadi tombak tajam yang menikam untuk “membunuh” seseorang secara karakter, jiwa maupun psikologisnya bahkan jasadnya.

Sanjungan adalah mafia kelas kakap yang bs bekerja dikondisi apapun. Ia sangat halus dan lembut sehingga ia bisa membunuh melewati nadi dan darah. Bahkan otak bs terlena bahkan mati dibuatnya.

Dari sini kita tahu, bahwa ivent itu adalah sebuah strategi untuk mencuci otak para wanita indonesia khususnya yang mayoritas muslim, dan wanita dunia umumnya.

Akan ditanamkan ajaran ajaran baru berupa kekafiran kekafiran, atau pembangkangan pembangkangan terhadap nilai nilai Islam secara trsistem. Mereka akan bilang INI ADALAH ASET WISATA, MEREKA AKAN BILANG “INI ADALAH KESEMPATAN KITA MENGENALKAN BUDAYA INDONESIA”. Mereka akan bilang “INI AKAN MENDATANGKAN INVESTASI ASING MASUK KE INDONESIA” Dan lain lain yang sifatnya materiil.

Tidak akan pernah mereka singgung bagaimana urusan akhlak, bagaimana urusan pendidikan anak anak dari para ibu dll. Dan tidak akan pernah ia singgung bagaimana cara wanita bs oatuh pada agamanya. Itu mereka tutup rapat, rapat. Mereka akan menaikkan ISU GENDERITAS. MENAIKKAN ISU HAK PEREMPUAN YANG DIKERDILKAN, PENGANIAYAAN ANAK ANAK DAN PEREMPUAN dan lain lain.

Sekarang mari kita buka pikiran akal sehat kita, hati bersih kita. Mari kita kembali mendudukkan APA YANG DIKATAKAN WANITA CANTIK DAN WANITA HEBAT SERTA WANITA LUAR BIASA ?

DALAM RUMAH TANGGA, CANTIK ADALAH BERGUNA DISAAT AWAL PERTEMUAN DG LAKI LAKI SAJA, UNTUK SELANJUTNYA LAKI LAKI AKAN MELIHAT AKHLAK DAN SIKAP WANITA DALAM RUMAH. LAKI LAKI AKAN BANGGA PADA ISTRINYA YANG PANDAI MENGURUS RUMAH, PANDAI MENDIDIK ANAK ANAKNYA MENJADI BAIK, BERMANFAAT DILINGKUNGANNYA, MANDIRI DAN BISA TABAH DALAM MENJALANI HIDUP WALAUPUN SANG WANITANYA TAMPANGNYA BIASA SAJA ATAU JELEK SEKALIPUN.

LAKI LAKI AKAN MUAK PADA WANITA YANG TAK BISA MENGERJAKAN APAPUN DI DALAM RUMAHNYA, APALAGI JIKA IA MENYERAHKAN SEMUANYA PADA PEMBANTU ATAU ORANG LAIN, DAN IA TAHUNYA HANYA DANDAN, SHOPPING, KULINER, JALAN JALAN DAN SEGALA BENTUK PENGERETAN TERHADAP LAKI LAKI. PADAHAL WANITA ITU CANTIK, MOLEK, BERPENDIDIKAN TINGGI.

JIKA MASIH DIPAKAI AMA LAKI LAKI ITU HANYA SEBAGAI PENGHIAS KETIKA PERGI BERSAMA DAN DIJADIKAN KAMBING CONGEK KETIKA PEMENUHAN NAFSU BIRAHINYA. Sungguh naudzubillahi mindzalik.

Untuk itu…. Sungguh wallohi ! Hanya wanita yang menaati ajaran Islamlah, yang menjauhi budaya sekuler dan hedonis itulah yang akan mulia disisi Alloh dan rasulnya, disisi laki laki, suaminya, anaknya, ayahnya, sahabatnya atau orang umum.

Akhlak mulianya dan taatnya pada agamanya yang akan membawanya ketempat palung atas, paling muia, dengan nilai tinggi. Derajat tinggi dan kedudukan tinggi.

LALU KENAPA MASIH TERBUAI DENGAN IVENT MURAHAN BERNAMA MISS WORD SERTA BUDAYA SEKULER DARI AMERIKA DAN YAHUDI WAHAI WANITA INDONESIA YANG DARI KECIL ENGKAU DIDIK ISLAMI ?

semoga hidayah segera datang menyelimutimu wahai anak keturunan adam, pengikut muhammad bin abdulloh saw.

Ku katakan ini semua, karena aku masih menyayangimu wahai kaumku, engkau para wanita indonesia.

Salam ta’dzim dariku atas sebuah nasehat yang semoga bs membuka cahaya dihatimu dan mengukuhkanmu di atas jalan al haq, di atas jalan al qur’an dan sunnah rasululloh, dan semoga patuh dan teguh di atasnya hingga akhir hayat kelak. Amin ya ribbal’alamin.


 


Peradaban adalah satu hal diantara hal lain yang sangat urgent dalam sebuah kebangkitan. Kebangkitan kejayaan sebuah bangsa maupun kebangkitan sebuah masa kekuasaan.

Perubahan peradaban sebuah masa dipengaruhi oleh idiologi yang berkembang dalam masyarakat di masa itu. Idiologi inilah yang akan mempengaruhi pola pikir, keyakinan dan tingkah laku masyarakatnya.

Dari peradaban purba hingga peradaban modern, hanya peradaban Islamlah yang mampu mengakumulasi seluruh aspek kehidupan menjadi lebih baik. Dan ini telah terbukti, dimana ketika Islam menguasai 2/3 dunia umat sangat sejahtera, baik itu muslim maupun kafir (di zaman kekholifahan Umar Bin Abdul Aziz sebagai contohnya). Karena hak-hak kemanusiaannya terjaga oleh sebuah hukum Allah dalam naungan daulah kekhilafahan. Hanya Islam yang menjunjung tinggi akhlak, murninya pola pikir dan kebersihan hati. Karena Islam telah sesuai dengan fitrah manusiawi.

Manusia berkualitas baik, bila pola pikirnya lurus, jauh dari pikiran kotor dan yang merusak lingkungannya, dan ini adalah kolaborasi dari hatinya yang penuh dengan keimanan serta ketaqwaan kepada Rabbnya. Tanda kesucian hatinya buah dari rasa taqwanya dan ini semua yang membuahkan akhlak yang mulia. Akhlak yang selalu mengedepankan pembangunan jiwa dan fisik lingkungannya hingga terbentuk sebuah peraturan dalam hidupnya maupun lingkungannya.

Kenapa harus revolusi aqidah ?

Aqidah adalah sumber idiologi yang mengajarkan sumber kehidupan. Sehingga idiologi inilah nantinya yang akan berperan dalam setiap sistem kehidupan manusia. Untuk itu, diperlukan sebuah revolusi dari sumber segala sumber kehidupan yaitu aqidah tauhid yang dipahami setiap manusia.

Ketika idiologi jahiliyah yang difahami oleh sebuah umat, maka kehidupannya akan jahiliyah. Dalam kehidupan jahiliyah yang ada adalah sebuah kehidupan yang tidak mencerminkan keimanan sama sekali, dan jauh dari rasa ketaqwaan. Kehidupan jahiliyah tidak sesuai dengan sisi kemanusiaan, dimana hanya faham materialistis yang menjadi pokok bahasan. Sehingga, kultur yang tertanam adalah materi dunia yang dijadikan orientasi, ukuran dan tujuan.

Revolusi aqidah wajib dilakukan demi perubahan sebuah sistem yang membangun peradaban. Terutama revolusi itu dimulai dari sebuah keluarga. Karena keluarga merupakan sebuah sistem terkecil dalam masyarakat. Keluarga adalah basis pendidikan anak paling utama. Anak yang baik dalam kacamata segala hal (baik akhlak,baik pola pikir, baik hati) itu bisa muncul dari keluarga yang baik. Takaran baik disini adalah, keluarga baik menurut kacamata agama yaitu Islam. Untuk itu pondasi pemahaman Islam dalam keluarga haruslah kaffah (sempurna).

Ketika seorang ibu yang merupakan pendidik bagi anak-anaknya, dan kemudian dikokohkan oleh seorang ayah yang merupakan qowam-nya(pemimpin dan pelindungnya), mempunyai kolaborasi pemahaman Islam yang sempurna (kaffah), maka akan muncul anak-anak (jundi-jundi) yang berkualitas tinggi.

Dari kedua orang tua yang mempunyai pemahaman akan hakikat dari kedua kalimah syahadah (tauhid dasar Islam) yang diucapkannya, maka akan muncul akhlak-akhlak dasar seorang muslim dari keluarga tersebut, diantaranya :

1)        Al wala’ dan Al bara’ (loyal dan anti loyal). Ia sangat loyal kepada rabbnya dan ia akan sangat benci kepada musuh Allah. Musuh yang merusak peradaban tertinggi yang telah diturunkan ke muka bumi ini yaitu Islam.

Seorang ayah atau ibu yang berloyal kepada Allah maka ia akan tahu hakikat ta’lif (beban) hidupnya, yaitu meninggikan kalimat tauhid itu agar tegak di muka bumi. Sehingga kemurnian imannya akan terjaga dan ia akan menularkan kepada anak-anaknya. Mereka akan mencetak generasi sekualitas diri mereka bahkan melebihinya.

Seorang ayah atau ibu yang anti loyal (berlepas diri) kepada musuh-musuh Allah, akan selalu menjaga anak-anaknya dari penghancuran kualitas pribadi manusia yang dilancarkan musuh Allah. Keduanya akan menjaga anak-anaknya dari ghozwul fikri (perang pemikiran) yang begitu merusak peradaban. Keduanya akan menjaga anak-anaknya dari bahaya hedonisme yang sangat merusak akhlak dan moral manusia.

2)   ‘Adzillah ‘alal muslimin (lemah lembut terhadap sesama muslim)

Jika seorang ayah dan ibu tahu hakikat tauhidnya maka ia akan mempunyai rasa ukhuwah  (persaudaraan) yang tinggi terhadap sesamanya. Ia akan memunculkan generasi itsar- yang rela berkorban untuk saudaranya. Mementingkan kepentingan umat daripada kepentingan dirinya.

Dan generasi itu akan terbentuk sebuah akhlak tinggi berupa loyal terhadap perbaikan lingkungannya. Ia akan ringan tangan membantu siapa yang kekurangan. Ia akan mendidik siapa yang masih terbelakang. Ia akan terus berkorban, menabur cinta tanpa ada pamrih sedikitpun terhadap manusia. Hanya demi satu keinginanan tertegaknya keadilan dan kesejahteraan dalam segala aspek kehidupan yang meliputi fisik, ukhrowi dan pola pikir manusia dan sistem kehidupan yang membangunnya.

3)            ’A ‘izzah ‘alal kafirin (tegas terhadap orang kafir)

Kaum kuffar adalah kaum pembelot di mana yang ada dalam otaknya adalah kerakusan, kedengkian, serta kedholiman. Kaum kuffar tidak akan rela atas kejayaan kebaikan di muka bumi ini, sehingga merekalah musuh peradaban sebenarnya. Mereka perusak peradaban hakiki, peradaban Rabb bumi. Untuk itu peradaban kuffar harus dihancurkan, harus dibenci agar tak meracuni fikroh generasi.

Lalu bagaimana generasi bisa selamat dari hal ini ? kembali kepada kedua orang tuanya yang harus faham terhadap agamanya, terhadap aqidah tauhidnya. Kedua orang tua harus tahu apa yang harus ia lakukann terhadap musuh agamanya. Dan ini semua harus ditanamkan kepada anak-anak mereka. Sehingga mereka pun tahu bagaimana dalam menjaga peradaban Rabbnya yang telah menjadi rahmatalil’alamin di muka bumi ini.

4)     Mahabbatullah ( Mencintai Allah )

Mencintai Allah adalah buah dari keimanan dan ketaqwaan seorang muslim. Konsekuensi dari orang yang mencintai adalah melakukan semua perintah dan larangan dan menjauhi larangan Allah. Semua ini bisa dilakukan ketika manusia itu faham akan hukum-hukum Allah.

Apa yang diperintahkan Allah adalah hal yang selalu mendatangkan kebarokahan untuk manusia, mendatangkan kemaslahatan dan memunculkan rahmah di muka bumi. Sedangkan apa yang dilarang Allah adalah mendatangkan kehancuran, mendatangkan kedholiman, mendatangkan kebencian dan itulah awal dari hancurnya sebuah peradaban.

Keluarga yang tahu akan hukum-hukum Allah, maka ia akan memilih untuk mencintai Allah dan akan menebar apa yag diperintahNya. Melakukan segala amalan hanya untuk mendapatkan ridho Allah dan sangat jauh dari pamrih dari manusia.

5)        Jihad Fisabilillah (Jihad di medan perang)

Jihad adalah amalan tertinggi dari agama. Jihad adalah eksistensi dari mempertahankan tetap tegaknya kalimatullah di muka bumi. Jihad adalah pertahanan dari sebuah penghancuran peradaban dari kaum kuffar. Dan semangat jihad harus terus dibina dalam sebuah keluarga, yang harus ditanamkan di jiwa anak-anaknya, agar muncul generasi pejuang yang mempunyai prinsip “Hidup Mulia Di Bawah Naungan Syari’at Allah atau Mati Syahid”. Generasi yang mempunyai imunitas terhadap musuh-musuhnya.

Hidup mulia dengan hukum-hukum Allah yang bernuansa keimanan, yang membawa pada kemaslahatan dan keberkahan manusia atau lebih baik mati syahid, tidak melihat dan tidak merasakan kekejian peradaban jahat yang menggerus dan melumatkan manusia.

Fakta keluarga dalam masyarakat

Dalam masyarakat banyak kita jumpai fakta tentang kebobrokan peradaban yang selalu mereka pakai. Dimana banyak keluarga yang masih mengadopsi hukum-hukum selain Islam. Misalnya ketika mendidik anak.

Dalam mendidik anak, banyak orang tua yang menanamkan orientasi dunia ketimbang orientasi akhiratnya. Materialistis hedonis mungkin itu lebih tepatnya. Contohnya begini, banyak orang tua yang mengatakan kepada anaknya “Nak, nanti besar jadi dokter ya…biar bisa ngumpulin banyak uang, bisa beli mobil, beli rumah, hidup enak dan dihormati tetangga”. Kemudian setelah anak besar dan takdir berpihak pada anak itu untuk menjadi dokter, lalu apa yang terjadi pada anak itu ?

Maka anak itu akan terus membangun persepsi dalam dirinya, pola pikirnya dan hatinya dengan kalimat ini “aku harus menjadi dokter handal sehingga tarifku mahal”. Nah apa yang terjadi berikutnya ? ia akan mengambil spesialis dan kemudian tarifnya tinggi, lalu ia malas untuk dipekerjakan di rumah sakit umum (pemerintah) maupun malas untuk mengadakan bakti sosial atau malas untuk diterjunkan ke medan konflik perang. Ia malas untuk melayani kaum dhuafa karena semua itu tak ada uangnya.

Ia akan lebih memilih praktik di rumah sakit swasta dan membuka klinik spesialis sendiri. Karena itu yang mendatangkan uang yang banyak baginya. Sehingga iapun hanya memikirkan kesuksesan dan kejayaan dirinya sendiri dan lupa akan tugas hakikinya “ABDI UMAT MASYARAKAT, PEMBANGUN PERADABAN SEGI KUALITAS HIDUP SEHAT”. Ia lupa, karena yang ada di otaknya hanya cinta dunia (ia memburu materi sebagai orientasi hidupnya) dan takut mati (ia tak mau mengorbankan dirinya untuk umat.).

Itu fakta jika kedua orang tuanya yang medidik dokter tadi adalah orang tua yang tak faham akan Islam. Orang tua yang materialistis bahkan oportunis. Anaknya hanya diajari untuk memikirkan diri sediri, menjilat penguasa atau orang berpengaruh dan berharta demi sebuah cita-cita.

Namun lain halnya jika yang berbicara dan berpesan tadi adalah kedua orang tua yang benar-benar faham akan agama. Faham akan hakikat syahadah dan ketauhidannya. Yang benar-benar faham akhlak apa yang harus ia junjung tinggi dan pada akhirnya orang itu akan berbicara dan berpesan kepada anaknya’ “Nak, nanti kalau besar engkau harus jadi mujahid, apapun profesimu, niatkan semua untuk ibadah kepada Allah. Takutlah kepada Allah karena Allah selalu mengawasimu. Insya Allah keberkahan akan selalu ada dalam kehidupanmu.”

Dan Ketika anak itu besar, maka ia akan mencari jati dirinya ia akan mencari tahu kenapa aku diciptakan ke dunia ? kenapa aku harus jadi mujahid apapun profesiku ? kenapa aku harus ibadah ? dan kenapa keberkahan bisa kudapat jika aku melakukan itu semua ?

Dari situ sang anak akan terus mencari dengan bimbingan kedua orang tuanya yang lurus fikroh dan imannya. Dan ia pun tumbuh dalam suasana ketaqwaan dan ia pun tahu hakikat hidupnya. Ia tahu ta’lif (beban) terciptanya di dunia yaitu menegakkan kalimatullah.

Jikalau ia harus jadi dokter maka ia menjadi dokter yang loyal. Ia tak peduli berapa imbalan yang diberikan manusia, yang ada dalam otak dan hatinya hanyalah berjuang, membagun kualitas hidup umat yang lebih baik dan ridho serta pahala dari Allah semata. Dan itulah sumbangsihnya dalam membangun peradaban manusia, peradaban yang mensejahterakan demi keadilan umat.

 

Kesimpulan

Perbaikan peradaban kehidupan itu dimulai dari perbaikan keyakinan (idiologi yang difahaminya), revolusi tentang tauhid aqidahnya, revolusi pemahaman terhadap sumpah tertinggi yaitu “Laa illaaha illallah, Muhammaddur Rasulullah”. Sumpah inilah yang akan membuahkan keimanan dan akhlak yang baik, yang bisa mencetak manusia penuh ketaqwaan dalam setiap detak hidupnya.

Keimanan itu tak sekedar diucapkan melainkan mencakup 3 hal yaitu diyakini dalam hati, diucapkan dalam lisan dan diamalkan dengan amal perbuatan. Jika setiap pribadi faham betul dengan syahadahnya maka keimanannya akan menghujam di jiwanya, tak lekang oleh waktu, tempat, kondisi dan tak lekang oleh apapun. Imannya akan ia bawa kemana saja karena ia tahu, Allah mengawasiya. Ia faham Allah tidak tidur, sehingga Allah selalu tahu apa yang ada dalam telisik hati dan rencana dalam otaknya. Sehingga ia akan selalu jujur, tanpa pamrih, menebar maslahah dalam perbaikan masyarakat. Karena yang diharapkan adalah hanya ridlo Allah bukan pujian manusia.

Dan itulah generasi yang muncul dari keluarga yang merevolusi tauhidnya menjadi tauhid yang satu, yang benar menurut dienullah. Sehingga ia pun akan membangun peradaban yang benar sesuai perintah Rabbnya. Karena iman dan taqwanya telah beririgan dalam kehidupannya

Ingin revolusi peradaban yang sesuai fitrah manusia ? jawabnya adalah revolusi aqidah setiap keuarga maka akan muncul generasi tangguh harapan tuhan yang bisa memunculkan peradaban tinggi, yang menjadi rahmat seluruh alam. Yaitu Islam. Sebuah idiologi yang mampu memunculkan generasi yang beriman dan bertaqwa dalam membangun peradaban di masanya, yang hanya memikirkan perjuangan dan jauh dari orientasi materialistis kapitalis maupun pujian manusia sehingga akan menghasilkan peradaban yang murni sesuai fitrah manusia. Wallahu’alam bi showab*az

WANITA, ASET IMPERIALISME BARAT

Posted: 16 Maret 2012 in Artikel

by : Imatuzzahra Al Hurul’in
Bumi Alloh, 16 Maret 2012

Bismillahirrahmanirrahim…..

setelah sekian lama terhenti menulis, semoga ini menjadi kado terindah untuk tiap wanita yang dimuliakan oleh Allah. Amin….

saudariku…pasti kita masih ingat bagaimana cerita terciptanya Hawa di sisi Adam.

Kala itu, walau di dalam syurga yang penuh dengan kebahagiaan dan kenikmatan, makhluk yang bernama Adam masih merasa kesepian. Dan Alloh memberikan penyejuk bagi hatinya. Alloh ciptakan seorang manusia yang terbuat dari tulang rusuknya yang paling bawah. menemaninya dalam syurga.

Kita pasti masih ingat dengan firman Alloh yang berbunyi :
“Dan diantara ayat-ayat (keterangan)Nya juga, bahwa Alloh menjadikan isteri bagimu, yang sebangsa dengan kamu, supaya boleh kamu diam (mengalami hidup yang tenang-tentram) bersama-sama dengan dia, serta berkasih sayang dan cinta mencintai. Sesungguhnya yang demikian itu menjadi (ayat) keterangan bagi kaum yang berpikir” [QS. Ar Rum : 21]

ini adalah satu ayat yang menerangkan tentang terciptanya Hawa disisi Adam as.

ayat ini menjelasakan tentang apa fungsi wanita tercipta di dunia ini.

>>Wanita menemani laki-laki dalam rumah tangganya, dalam ikatan pernikahannya, sebagai partner hidup. isteri adalah bagian hidup dari suaminya. dan isteri adalah menjadi pelengkap bagian hidup suami yang hilang. sehingga isteri menyatu dengan suaminya.

ketika seorang suami atau isteri tidak memahami konsep ini, maka yang terjadi adalah persaingan, perseteruan, ketidak percayaan, saling tuduh dan lain sebagainya.

ketika kita memahami bahwa yang dihadirkan dalam hidup kita untuk mendampingi perjalanan ini adalah sesuatu yang telah hilang dan disatukan oleh Alloh agar berfungsi, maka muncullah rasa dalam hati, jiwa dan pikirannya.

kenapa alloh ciptakan sebangsa, agar diantara keduanya bisa saling mengerti bahasa kehidupannya. dan alangkah naudzubillahnya jika Alloh menjadikan dari makhluk lain. walau mungkin tetap saja ada makhluk dholim yang menikah dengan hewan maupun jin.

keduanya harus selalu bersama setelah ijab qobul dalam semisi dan sevisi. Inilah modal tumbuhnya cinta karena Alloh. inilah modal memupuk keikhlasan dan kesabaran dalam membina rumah tangga. fikroh yang dibangun dalam rumah tangganya harus sesuai Islam, cara pembinaannya harus sesuai dengan Islam, tabiat yang dibangun keduanya harus sesuai dengan Islam. Tanpa itu akan muncul kemaksiyatan dalam rumah tanggga yang memicu kegalauan hati masihng-masing dari isi rumah yang sedang dibangunnya.

munculnya sebuah prasangka, munculnya sebuah ketidakpercayaan itu disebabkan karena satu diantara keduanya atau keduanya telah melanggar aturan syara’ yang mungkin dianggapnya sepele, padahal urgen.

ketika kaidah-kaidah Al Qur’an dilalaikan maka yang terjadi adalah kehancuran dalam rumah tangganya. karena TIDAK SATUPUN KEMAKSIYATAN YANG DISUKAI OLEH HATI NURANI ORANG BERIMAN, DAN TIDAK SATUPUN KEMAKSIYATAN DISUKAI OLEH FITRAH MANUSIA. KEDUANYA AKAN TETAP MEMILIH JALAN YANG LURUS, DAN AKAN MEMBENCI KEMAKSIYATAN. DAN AL HAQ DAN AL BATIL ITU MEMANG SUDAH DINAS DALAM AL QUR’AN, HINGGA KAPAN PUN AKAN TETAP BERSETERU.

itulah kenapa, dalam al qur’an disebutkan pezina menjadi pendamping pezina, dan mu’min menjadi pendamping mu’min.

islam mengajarkan akhlak dan tabiat yang baik, maka akhlak dan tabiat yang baik akan tetap bersama dengan akhlak dan tabiat yang baik. sedangkan akhlak yang buruk dan tabiat yang buruk akan tetap bersama dengan akhlak dan tabiat yang buruk. ketika kedua bersama yang terjadi adalah percekcokan. jika diantara satu diantara dua itu tidak mau merubah menuju yang baik. KARENA YANG BAIK AKAN TETAP BERTAHAN DALAM KEMENANGANNYA.

DAN JIKA KEDUANYA LENGAH MAKA HANYUTLAH KEDUANYA MENJADI MANUSIA YANG DIPERMALUKAN ALLOH.
“Dan tiadakah aku telah melarang kamu berdua memakan buah dari kayu itu ? dan aku katakan pula pula kepadamu, bahwa syetan itu seteru yang terang bagimu” [QS. Al A’rof : 22]

keduanya pun terusir dari syurga, dengan telanjang dan menutupinya dengan daun syurga. dan diturunkanlah keduanya ke bumi dengan dipisahkan tempatnya.
“Di bumi itulah kamu hidup, dan disanalah kamu mati, dan dari padanyalah kamu keluar nanti (berbangkit) [QS. Al A’rof : 25]

********************************************
Syaithon telah disebutkan oleh Allah, bahwa ia adalah musuh yang nyata bagi manusia. syaithon telah dikabulkan permintaannya untuk ditangguhkan kematiannya untuk menggelincirkan manusia menjadi pasukan dan pemujanya, menjadi teman di neraka kelak.

“(Berkata syaithon) : “Ya Tuhanku ! Berilah saya janji (kesempatan) sampai manusia dibangkitkan”

Allah berfirman : “Sesungguhnya engkau diberi waktu (umur panjang) sampai hari yang ditentukan”

Iblis menjawab : “Ya Tuhanku ! Disebabkan Engkau telah mengutukku, akan aku hiasi mereka (manusia) dengan kejahatan yang ada di muka bumi, dan aku sesatkan mereka semua, kecuali hamba engkau yang IKHLAS”

Allah berfirman : “Inilah janjiku yang betul !” Sesungguhnya terhadap hambaKu tiada berhak engkau menguasainya, kecuali orang-orang yang mengikuti engkau diantara orang-orang yang sesat. Sesungguhnya neraka jahannam itulah tempat siksaan mereka semuanya. bagi neraka itu ada 7 buah pintu. bagi tiap-tiap pintu ada bagian tiap mereka yang berdosa” [QS. Al Hijr : 36-44]

wahai saudariku………….
Apa sebenarnya yang ingin saya sampaikan dengan apa yang sudah saya bahas dengan judul yang sudah saya tuangkan di atas ?

Ketika zaman Nabi Adam, manusia langsung berhadapan dengan iblis di syurga. ketika di manusia diturunkan di bumi iblis dan keturunannya menjadi makhluk ghoib yang harus dipercaya keberadaannya. karena kemampuan manusia yang terbatas, menjadikan syaithon lebih mudah dalam menyesatkan manusia yang tidak bisa melihat syaithon, sedangkan syaithon bisa melihat manusia.

Syaithon yang kita jumpai sekarang adalah syaithon yang masih berwujud ghoib dan kadang kala ia menampakkan dalam bentuk lain yang menakutkan, dan juga kita menjumpainya dalam wujud al khonnas (syetan yang berwujud manusia).

Al khonnas ini menjadi wali-wali syaithon. ia menjadi pengabdi, pendukung yang taat terhadap syaithon. dengan ketundukannya ini manusia telah diperalat oleh syaithon untuk menghalangi manusia menjalankan apa yang Alloh perintahkan dan menjauhi apa yang Alloh larang.

zaman Adam, bukan iblis yang langsung membujuk Adam untuk melanggar larangan Alloh, tapi syaithon membisikkannya melalui Hawa.

Nah….ini identik dengan ambisi syaithon untuk menghadang tegaknya kalimatullah dimuka bumi ini. ini identik dengan ambisi syaithon untuk menjauhkan manusia dari Alloh. identik,,,identik sekali bahkan sangat mirip cara kerja dan strateginya.

syaithon menjadikan WANITA UMPAN. itulah kenapa wanita menjadi aset produktif bagi syaithon. WANITA MENJADI ASET KAUM IMPERIALIS DALAM MENGHANCURKAN RAHMATALIL’ALAMIN DIMUKA BUMI INI DEMI AMBISI MEREKA MENGUASAI BUMI DENGAN CARA MEREKA, MEREKA MENGIRA, KETIKA MEREKA MELAKSANAKAN LANGKAH YANG DIPERINTAHKAN OLEH SYAITHON MEREKA AKAN DITEPATI JANJINYA OLEH SYAITHON DALAM MERAIH KEKUASAAN.

Padahal yang terjadi adalah kehancuran dimana-mana, dan kaum imperialis itu akan hancur sendiri sesuai takdirnya yang demikian.

untuk syaithon dan kaum wali syaithon itu sudah menjadi takdir Alloh. sekarang yang perlu kita pikirkan, kita beri perhatian penuh, kita berusaha lepas, kita selasaikan polemiknya adalah tentang ASET SYAITHON DAN WALI_WALINYA YAITU WANITA.

saya ingin bertanya kepada kalian wahai saudariku…apakah engkau ingin menjadi UMPAN YANG AKAN DILAHAB SERIGALA IMPERIALIS ?

saya berharap kalian akan menjawab dengan lantang “SAYA TIDAK MAUUUUUUUUUUUUU !!!!!!!” maka saya pun akan tersenyum lega mendengarnya… ^_^

dan umpan-umpan apa saja yang dilemparkan kaum imperialis untuk menjebak kalian menuju kerusakan dan kerugian serta kehinaan diri ?

1. ISU GENDERITAS

Seperti yang telah saya bahas dalam tulisan saya yang berjudul
~*~ Rusaknya Pergaulan Dampak Dari Feminisme Dan Genderitas ~*~
http://www.facebook.com/photo.php?fbid=1909969711266&set=a.1309073569238.2040507.1302554183&type=3

Tujuan dari isu ini adalah mengeluarkan wanita dari rumahnya. untuk apa ? agar ia tidak menjadi “rahim” umat yang baik. agar ia meninggalkan tugas-tugas mulia yang harus ia kerjakan yang bisa mengantarkan seorang wanita ke dalam syurga. yang bisa mencetak generasi-generasi handal dari tangannya.

Generasi yang kita lihat sekarang adalah generasi cacat, generasi bobrok, generasi rusak hasil didikan para pengasuh selain ibunya. karena kualitas pengasuh pastilah tidak selevel kualitas ibunya sendiri. kaum imperialis menginginkan generasi rusak dari negeri ini.

MEREKA MENIUPKAN JARGON DAN PENANAMKAN PEMAHAMAN KEPADA PARA WANITA DUNIA DENGAN PERKATAAN INI, “TUNTUTLAH ILMU SETINGGI MUNGKIN SEHINGGA BISA MENYAINGI LAKI-LAKI DALAM MERAIH DUNIA, AGAR POSISIMU TIDAK HANYA MENGURUS DAPUR, KASUR DAN SUMUR SAJA, AGAR TIDAK TERTINDAS OLEH KEBENGISAN LAKI-LAKI”

dan tiupan itu di bantu oleh syaithon laknatullah dengan tiupan yang lembut ke setiap dada wanita. hingga dia keluar dari rumahnya, menuntut ilmu setinggi-tingginya demi sebuah gelar dan jabatan yang diincar.

padahal Islam mengizinkan wanita menuntut ilmu itu adalah untuk menyiapkan dirinya sebagai perpustakaan bagi anak-anak yang didiknya. bukan untuk mencari bahan melamar pekerjaan.

sangat berbeda generasi yang dididik oleh seorang ibu yang berpendidikan dengan yang tidak berpendidikan. terutama pendidikan agamanya. kualitasnya sangat jauh berbeda.

kualitas unggul akan dihasilkan dari seorang ibu yang unggul. unggul dalam segala aspek kehidupan. dan sebaliknya, manusia rapuh akan dihasilkan oleh seorang ibu yang rapuh dalam segala aspek kehidupannya.

Sehingga ketika seorang wanita keluar rumah maka ia sedang membuat petaka untuk keluarganya, untuk lingkungannya, untuk negaranya dan untuk agamanya.

TIDAK HANYA ANAK YANG MENJADI KORBAN GENDERITAS, SUAMI AKAN KESEPIAN KARENA WAKTU UNTUK SUAMINYA SANGAT SEDIKIT DAN BERUJUNG PADA PERTENGKARAN DAN PERSELINGKUHAN, SUAMI AKAN MENCARI PEMUAS YANG BISA MENDAMAIKAN HATI DAN JIWANYA, YANG BISA MELAYANI DAN MENEMANINYA SETIAP SAAT DIBUTUHKAN.

MUNCULNYA PENGANGGURAN DIMANA-MANA. DAN KORBAN PENGANGGURAN INI ADALAH LAKI-LAKI YANG SEHARUSNYA IA BEKERJA, KARENA POSISI-POSISI SUDAH DITEMPATI WANITA MAKA MENJADIKAN IA TERSISIH DAN TIDAK BISA MENAFKAHI KELUARGANYA. IA MERASA TERHINA, PUTUS ASA DAN MELAKUKAN PEMUAS YANG BISA MELEGAKAN HATI DAN JIWA SERTA PIKIRANNYA WALAU HARUS MELANGGAR SYARA’

BERGESERNYA STATUS PEMIMPIN MENJADI DIPIMPIN, DAN DIPIMPIN MENJADI PEMIMPIN, YANG AKHIRNYA MEMBUAHKAN KEBIJAKAN-KEBIJAKAN YANG TIDAK LOGIS. KETIMPANGAN DEMI KETIMPANGAN, MUNGKIN AKAN ADA YANG MENYELA, “HALAAAAAAHHHHHHHH…..TOH DIPIMPIM WANITA MALAH RAPI DAN TERCAPAI TUJUAN, DAN KETIKA DIPIMPIN LAKI-LAKI MALAH AMBURADUL”

SAYA INGIN MENGATAKAN KEPADA ORANG-ORANG YANG BERKATA LANCANG DEMIKIAN. KENAPA LAKI-LAKI TIDAK BISA MEMIMPIN DENGAN BAIK KARENA MEREKA SUDAH MERASA TERPINGGIRKAN, MEREKA SUDAH MERASA DIREBUT KEWENANGAN MEREKA, WANITA SUDAH BANYAK MENGAMBIL ALIH DAN CAMPUR TANGAN DALAM URUSAN LAKI-LAKI DALAM HAL MENCARI UANG. SEHINGGA MEREKA MERASA TIDAK DIBUTUHKAN, BEKERJA SEENAKNYA YANG PENTING DAPAT DUIT UNTUK ANAK ISTERINYA.

COBA SAJA KETIKA LAKI-LAKI DIBERI KESEMPATAN UNTUK MEMIMPIN SEBUAH PEKERJAAN DALAM MENCARI MA’ISYAH, PASTILAH AKAN MUNCUL SOSOK-SOSOK USMAN BIN AFFAN, AKAN MUNCUL ABU HANIFAH, DAN SOSOK-SOSOK LAIN YANG MEMBUAT ISLAM BERJAYA DARI EKONOMI YANG MEREKA HASILKAN.

Wahai saudariku…percayalah kepadaku, keberadaanmu di rumah itu lebih mulia. ingatlah firman Allah :

“Hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang jahiliyah dahulu, dan laksanakanlah sholat, tunaikan zakat, dan ta’atilah Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan dosa darimu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya” (QS. Al Ahzab : 33)

2. MODE

Ketika semakin merebaknya jilbab, maka para wanita berlomba mengulurkan jilbabnya. ketika wali-wali syaithon melihat kebangkitan ini, mereka pun berusaha untuk menghalangi. mereka tidak ingin wanita islam mulia dengan jilbabnya. mereka ingin menghancurkan marwah (harga diri) wanita. mereka ingin wanita tetap menjadi tumbal-tumbal syaithon.

karena ketika wanita islam memahami dan melaksanakan agama, maka akan muncullah kekuatan luarbiasa. kekuatan kebangkitan yang bisa merongrong kedudukan mereka dalam menguasai bumi ini.

akhirnya mereka pun merubah jilbab dengan berbagai mode yang mengarah kepada tidak terpenuhinya syarat berjilbab. dengan tujuan wanita islam tetap memakai pakaian tertutup, tapi pada dasarnya telanjang, tetap menarik nafsu, menumbuhkan gairah. itulah kecantikan yang didamba oleh syaithon, sehingga amalan berjilbabnya tidak diterima Alloh dan tidak memberikan manfaat sedikitpun terhadap yang memakainya.

3. HIBURAN

Dunia hiburan banyak mengeksploitasi kecantikan dan skil wanita. keduanya merupakan aset yang diunggulkan dalam dunia hiburan.

para wanita didorong untuk berlomba memerkan kemolekan tubuhnya, indah dan merdunya suaranya, cantik dan rupawan wajahnya. diiming-imingi dunia glamour agar mereka mau membuka seluruh kehidupan sehari-harinya. mereka digaji mahal sehingga bisa mendapatkan hal duniawi yang mereka inginkan. padahal para wanita yang telah menjadi artis dan tidak bisa menjaga harga dirinya itu telah menjadi bola liar dan bola yang menyenangkan untuk di tendang ke dalam gawang mereka.

para wanita ini dieksploitase hingga habis ke akar-akarnya. mereka mendapat pujian, mereka mendapatkan perhatian…namun semua itu adalah pasukan syaithon yang memuji, yang disuruh untuk melenakan wanita muslimah dari kewajibannya terhadap Tuhannya.

jadilah wanita rapuh tak bernilai, baik disisi manusia, maupun di sisi Alloh SWT dan ketika di akherat menjadi tambahan bahan bakar di jahannam bersama syaithon yang telah menjerumuskannya.

4. STYLE

Kecanggihan teknologi memang telah memberikan manfaat yang sangat besar. namun manfaat yang besar itu rupanya juga diiringi dengan dampak kerusakan yang sangat besar.

merebaknya alat komunikasi canggih yang cantik-cantik pasti membuat ngences para wanita untuk menempatkan dirinya pada posisi “layak” diantara kaumnya. mereka berlomba untuk membeli alat-alat canggih itu untuk memperbaiki style hidupnya. mulai dari HP, Blackberry, Ipad, notebook, GPS dll.

tidak semua wanita menggunakan secara maksimal spek teknologi yang tinggi itu. mereka lebih banyak hanya bergaya. mobile wanita pastilah tidak secerdik laki-laki dalam menggunakan teknologi. namun kenapa yang kita lihat, yang menggunakan hp canggih, nootebook canggih keren adalah wanita ?

para imperialis sungguh pandai dalam merakitnya. mereka beri alat canggih itu dengan accesories yang cantik-cantik sehingga para wanita tertarik dengannya. membelinya dan menjadi ajang berkompetisi dalam memburu alat teknologi. banyak juga agar dianggap tidak gaptek dan lain sebagainya.

dampaknya apa ? kantong terkuras dengan cepat. mending kalau itu dari kantong wanita itu sendiri. celakanya ia memaksa suaminya untuk membelikan barang teknologi itu dan suaminya tidak mampu membelinya. atau orang tuanya tidak mampu membelinya. akibatnya merusak ekonomi mereka demi sebuah INGIN TAMPIL BEDA. ini dari segi uang.

dari segi kecanggihan yang bisa membuka sebuah ruang baru yang tidak berbatas waktu dan tempat, menelurkan sebuah terbukanya pergaulan bebas. hubungan gelap yang merusak sebuah rumah tangga. diri yang harus dijaga dan dilindungi, yang harus tetap di rumah, akhirnya harus keluar dengan bebasnya dalam bentuk fhoto-fhoto genit yang tersebar di seluruh dunia tak berbatas itu. gambar-gambar mereka dibagikan kepada khalayak dan tersimpan dalam hp-hp dan lainnya. dibagikan secara sengaja agar mendapatkan respon dan perhatian dan menjadi pusat perhatian.

dan yang melihat menjadi terbuai, dibisikkan oleh syaithon, terbayanglah hal-hal yang dilarang oleh syara’. menjadilah ia pengikut syaithon walau manusia lain tak melihatnya.

hal ini yang biasanya menjadi bibit merusak rumah tangga kaum muslimin. ketika sebuah keluarga sudah hancur dengan hal demikian maka hancurlah umat itu.

5. HEDONISME
6. KEBEBASAN

Hedonisme dan kebebasan bertujuan untuk menarik wanita dari ketaatannya. menarik wanita dari kewajibannya, sehingga wanita itu membangkang dan semaunya sendiri. ia ditiupkan isu-isu hak asasi manusia memuaskan apa yang menjadi keinginan wanita.

hedonisme dan kebebasan menjadi perusak akhlak para wanita. mereka menjadi tidak amanah, tidak jujur, pikirannya kotor, hati dan jiwanya rusak, tak lagi ingat kepada alloh apalagi kepada suami dan anak-anaknya.

dengan keberadaan anak dan suami ia merasa terkungkung. dan inilah wanita paling bodoh didunia ketika merasa anak dan suaminya menjadi sampah dalam hidupnya. padahal Allah menghadirkan seorang laki-laki yang menjadi suaminya dan anak-anak dalam hidupnya agar ia merasa tenang dan nyaman dalam menjalani hidup. agar muncul saling mencintai di bawah naungan syara’. agar beda dengan hewan yang mengumbar nafsunya dimana-dimana.

hedonisme dan kebebasan inilah yang mencetak wanita tak lagi mempunyai rasa malu dihadapan laki-laki maupun dikhalayak umum. padahal rasa malu adalah inti dari kemanusiaan itu sendiri.
akhirnya muncullah manusia liar yang tidak bisa di atur oleh agama, apalagi diatur oleh suaminya. Naudzubillamindzalik.

7. PEMBODOHAN

Pembodohan yang dilakukan kaum imperilis adalah dengan meracuni pemikiran wanita dengan perang pemikiran (ghozwul fikri). mereka cuci otak wanita dengan hal-hal indah yang memuja dunia, yang memuja nafsu. mereka jauhkan dari agama, mereka jauhkan dari akhlak. mereka cekoki dengan ilmu-ilmu kontemporer yang merusak. mereka pisahkan agama dengan sektor-sektor kehidupan.

tujuannya apa ? agar tidak ada wanita muslim yang mengenal hakekat hidupnya. agar muncul wanita-wanita muslim yang tidak mengenal tugas kewajibannya. sehingga ia akan menjadi wanita rusak yang menelorkan generasi rusak.

DARI KE-7 POINT DI ATAS TUJUANNYA ADALAH UNTUK MERUSAK GENERASI PENERUS YANG DIHASILKAN DARI RAHIM WANITA, MERUSAK TIANG-TIANG AGAMA YANG DIBANGUN DARI RUMAH MEREKA, MERUSAK AKHLAK YANG BISA MENJAGA KESELARASAN ANTAR UMAT MANUSIA, MEMUNCULKAN KERUSAKAN, KESEMRAWUTAN DAN KEHINAAN DIHADAPAN MANUSIA, DAN DIHADAPAN ALLAH SWT.

LALU PERTANYAAN TERAKHIRNYA ADALAH….APAKAH KITA, PARA WANITA MAU MENJADI ASET SEKALIGUS AGEN IMPERIALISME BARAT ?

*semoga kita terjauh dari ke-7 point di atas, dan Allah menjaga kita dari kedholiman manusia dan jin serta syaithon. Semoga Alloh menjaga kita dengan hidayah dan tetap dalam jalan lurusNya. semoga Alloh menjaga keutuhan rumah tangga kita, menjaga keharmonisan pernikahan yang telah kita jalani, sehingga bisa menjadi basis produksi jundi-jundi Alloh dengan kapasitas dan kualitas tinggi dan tangguh. karena keluarga adalah kekuatan kebangkitan. Amin…

~*~*Salam ta’dzim dariku : *Imatuzzahra Al Hurul’in*

JANGAN MENANGIS INDONESIAKU

Posted: 6 April 2011 in Artikel

Bismillahirrahmanirrahim….

Tak sekedar permainan tapi yang kami kerjakan adalah kenyataan. Ia akan merubah pd kemuliaamu. kami didik generasimu menjadi generasi tangguh yang  berakhlak, kami bina generasimu dengan kafa’ah dien yang kuat. Kami sayangi ia dengan didikan-didikan Islami, kami perdengarkan ayat-ayat suci agar tak melupakan yang menciptakan dunia ini. Agar ia tak akan lupa dg rasa syukurya telah dilahirkan di atas tanahmu yang subur penuh pesona.

Lihatlah mereka yang turun kelapangan. Mereka tak segan meninggalkan anak dan istrinya, meninggalkan suami dan anaknya…demi melaksanakan amanah dakwah…demi generasimu. Jalan berliku dilalui, hujan deras diterobos tanpa peduli, malam kelam ia jalani…demi siapa..demi kemulianmu, kemuliamu atas akhlak yang mulia, atas hukum-hukum yang telah engkau laksanakan untuk rakyat yang ada dalam kehidupanmu.

Wahai Indonesia…dengarlah jaji kami…dengarlah sumpah kami….kami tak akan rela negeri ini dijadikan tumbal kapitalisme yang terus menggerogotimu, kami tak rela generasimu dimangsa oleh kaum orientalis penuh nafsu, kami tak rela engkau dirampas kekayaanmu…

Wahai Indonesia….kami setulus hati ingin memuliakamu….ingin membahagiakanmu….kami setulus hati untuk menjadikanmu negeri jaya diatas hukum-hukumnya…apakah itu tidak cukup wahai Indonesia ? kenapa engkau menangis hanya kalah dalam pertarungan sebuah permaianan…kenapa ?

Engkau tak lagi bergantung pd asing itu menjadi power dunia bagimu, engkau tak lagi mengakui hokum jahiliyah engkau mulia dihadapan Rabbmu, engkau tak lagi mengemis-ngemis kasih kepada negeri-negeri zionis itu sebuah kemandirianmu….itu semua kemuliaanmu….engkau disegani, engkau didengar…engkau dicintai….engkau terbebas dari para penindas karena engkau mempunyai ketegasan….karena engkau terbebas dari cengkeraman yang menusuk dalam tubuhmu….

Tidak malukah engkau jika engkau kalah dlm mendidik generasimu, generasi oportuis, bejat dan penuh denga hedonisme…tidak malukah engkau hanya menjadi jogos para penjajah…tidak malukah engkau ketika nilai-nilai luhur para pedahulumu tercampak dari tanah negerimu ? tidak lebih malukah itu wahai Indonesiaku…?

Sekali lagi tak usah engkau menangis…tak usah engkau sesali karena kalah dalam sebuah pertandingan permainan. Ada yang lebih berderajat dari sebuah pujian.

Karena kemulianmu ada di tangan Islam….karena jika engkau terhina maka kami juga terhina. Itulah kenapa kami ingin mengembalikan engkau yang pernah mulia…dimuliakan Allah atas hukum2 yang telah engkau terapkan ditanah negerimu ini. Dukunglah kami karena kami bekerja untukmu, untuk kemuliaanmu….JANGAN MENANGIS INDONESIAKU….KAMI AKAN TERUS MENJAGAMU….

Salam cinta dariku…untukmu wahai Indonesiaku….

Dari anak negerimu ***IMATUZZAHRA AL HURUN’IN***

Leutika, nama penerbit baru yang saya kenal sekitar 1 tahun yang lalu dari seorang teman dari list friend facebook saya. Dengannya saya sedikit sharing. Account facebooknya namanya : Yulia Silkhert. Nama yang lucu bagiku. Disuatu hari ia memperlihatkan fhoto-fhotonya bersama Pipit Senja dan banyak bercerita tentang Leutika kepadaku.

Dia memang bukan penulis ulung namun saya salut dengannya, ia begitu gigih untuk belajar menulis yang terkadang saya geli membaca tulisannya. Maklum, baru memulai menulis. Disela-sela saya mengoreksi tulisannya terkadang saya chat dengannya. Dia menyarankan saya untuk mengirimkan tulisan-tulisanku yang sangat banyak itu ke Leutika. Dia bercerita kalau teman-temannya yang pemula banyak sekali yang telah diterbitkan karyanya. Ada novel, ada kumpulan cerpen.

Saya pun menjadi bersemangat untuk menulis kembali, merapikan tulisan saya yang berceceran dimana-dimana. Hingga saya pulang ke jawa dan meminta kepada seorang teman untuk mencari alamat pengiriman naskah di account Leutika. Waktu itu saya sangat ngebet sekali ingin mengirimkan naskah karena saya sedang butuh dana untuk pengobatan anak saya yang rencana mau operasi kepala karena sedang terkena radang otak. Namun karena suatu hal akhirnya operasi digagalkan dan sayapun tak jadi mengirim naskah ke Leutika.

Melihat temen-temen yang membuat komunitas Leutika, mengupload tentang lomba-lomba di Leutika dan masih banyak lagi cerita-cerita dari postingan-postingan teman-teman membuat saya terdiam dan berpikir sejenak, sepertinya saya harus membulatkan tekad untuk mengukuhkan diri sebagai seorang penulis. Karena bagi penulis sebelum mempunyai buku maka dia belum kukuh dinamakan sebagai seorang penulis.

Akhirnya saya merapikan kembali novel yang terbengkalai karena belum selesai perombakannya setelah ditolak oleh sebuah penerbit nasional. Jujur saya berharap pada Leutika suatu hari saya bisa mencetak karya-karyaku disana. Untuk mendokumentasikan dan mengabadikan tulisan saya. Dan agar ketika saya meninggal kelak, pemikiran-pemikiran saya  masih cemerlang dan terkenang di setiap manusia. Menyebar kebenaran berantai yang mengakibatkan keberkahan yang tak pernah lekang. Mencerdaskan dan memberikan pencerahan disetiap kurun waktu. Bisa merubah peradaban dengan pemikiran-pemikiran yang kuinginkan.

Saya salut dengan Leutika yang memompa semangat membaca dan menulis dengan strateginya memfasilitasi para pembaca dan penulis pemula untuk mengembangkan bakat-bakat mereka. Memunculkan potensi-potensi penulis melalui lomba-lomba yang Leutika selenggarakan. Dan saya acungin jempol telah berdirinya komunitas-komunitas pembaca Leutika. Itu sarana dan wadah yang bisa menjadi sumbangsih untuk mencerdaskan bangsa.

Dalam kurun 2 tahun Leutika sudah mencetak beratus buku dari berbagai latar belatar penulis, sungguh luar biasa. Benar-benar menjadi harapan baru bagi penulis pemula.

Menurut saya Leutika ini menjadi sebuah solusi bagi para penulis yang ingin mendokumentasikan dan mengukuhkan dirinya sebagai penulis, karena di Leutika tidak ada aturan kaku dalam penerbitan. Semua tulisan yang masuk layak cetak.  Inilah mentari baru yang harus disambut dengan kegembiraan yang luar biasa. Dengan begitu akan tumbuh semangat-semangat baru yang menjadi benih kreatifitas menulis, menumbuhkan semangat baca untuk memupuk khasanah kata dalam membuat sebuah literasi.

Leutika telah memberi hak untuk manusia untuk menyampaikan ide dan aspirasinya. Leuttika yang cukup produktif dalam menerbitkan buku-buku dari berbagai latar belakang, berarti itu bisa membuktikan minat menulis dan membaca di Indonesia ini sangat tinggi. Namun karena kekakuan sebuah aturan penerbitan pada sebuah penerbit menjadikan seorang penulis pemula mundur dengan langkah teratur.

Karena terbatasnya aturan kaku dari penerbit-penerbit yang telah mengaku punya dedikasi mau tidak mau itu menyurutkan semangat para creator ide brilian. Memang terkadang mau atau tidak kita harus mengakui inti yang disampaikan bagus namun cara penyampaian yang tidak sesuai dengan aturan sebuah perusahaan penerbitan ternama menjadikan ide itu tergusur begitu saja. Padahal bisa jadi kalau ide itu diorbit, mungkin akan menjadi sebuah masukan dan modal perubahan   peradaban yang brilian.

So, intinya  Leutika memberikan wajah baru literasi Indonesia, memberikan cahaya, mentari baru bagi para penulis pemula. Tetap semangat bersama Leutika.

Untuk lebih kenal dan dekatnya silahkan klik saja www.leutika.com dan  www.leutikaprio.com

TERUSLAH BERKARYA, MASIH ADA HARAPAN UNTUK MELEGENDAKAN IDE BRILIAN MELALUI SEBUAH KATA FENOMENALNYA. LEUTIKA WAJAH BARU PENERBITAN,MEMUPUK KREATIFITAS PENULIS PEMULA. LEUTIKA, MENTARI BARU BAGI PENULIS PEMULA*az.

Sore sangat cerah. Semburat kuning tergores di ujung awan. Hijau bukit barisan berjejer dengan kokohnya. Sungguh indah. Tak terasa airmataku menetes, sebentar lagi aku harus meninggalkan semua ini. Berat….sungguh berat bagiku meninggalkan amanah yang belum terselesaikan. Begitulah yang terkenang saat itu.

Sibolga dan Tapanuli tengah adalah kota kecil yang terdapat di balik bukit barisan. Tahun 2005 aku mulai menginjakkan kaki disana. Ketika aku akan diboyong oleh suamiku banyak hal yang terpikir tentang daerah sumatera. Terbelakang dan penuh dengan hutan-hutan. Bagaimanapun aku masih terpengaruh oleh cerita-cerita orang tuaku yang pernah bertransmigrasi ke Pulau Sumatera. Hanya karena tidak aman akhirnya orang tuaku pulang ke Jawa meninggalkan semua hartanya yang telah berlimpah di kampung transmigrasi sana. Dan suasana itulah yang bercokol di otakku. Namun akhirnya aku tidak tahu kenapa, aku pun juga harus menuju ke Sumatera. Apalagi ke Sumatera Utara yang penuh dengan mafia.

Inilah jalan hidup. Suamiku orang jawa yang tak pernah hidup di kampung pun, akhirnya harus mengabdi disana dan aku harus mengikutinya. Awalnya sangat berat aku mengawalinya, namun rasa cinta yang mulai tumbuh pada suamiku mengantarkan aku pada sebuah tekad yang bulat untuk berani hidup di luar jawa. Betul juga, ketika aku turun dari pesawat dan keluar dari bandara Minangkabau hingga akhirnya menyusuri jalanan menggunakan taxi, semuanya begitu berbeda.

Udara,logat,temperamen,budaya,tatakrama, semua begitu berbeda. Dikiri kanan hanya hamparan rumput setengah kering dan ketika melewati jalan-jalan utama di Padang sungguh kaget alang kepalang. Disitu terjadi tawuran beratus-ratus orang. Kebetulan ada konser grup band papan atas disana. Mereka kejar-kejaran sambil berteriak-teriak. Logat dengan nada keras membuatku ternganga, kenapa mereka marah-marah pada kami ? dan akhirnya sopir taxi menenangkan kami bahwa mereka tidak marah, begitulah logat bicaranya orang Padang.

Awal pengalaman yang mengerikan. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Sibolga dengan naik Taxi. Waw… jalannya !! setapak-setapak,naik turun, mutar-mutar, begitulah ketika menyusuri sepanjang bukit barisan sela 8 jam. Huh..sungguh melelahkan dan mengocok isi perut hingga habis ke kerak-kerak perut. Sungguh luarbisaa, puyeng tujuh keliling, lemas tanpa daya. Parahnya lagi taxinya mogok dan harus ganti ban. Ditengah-tengah hutan dengan hujan yang sangat lebat kami satu jam menunggu di dalam mobil sopir untuk mengganti ban mobilnya. Entah barantah perasaan dan pikiran yang berkecamuk dalam otak dan jiwaku. Bisakah hidup di Sumatera dengan keadaan lingkungan yang seperti ini. Hutan yang mengerikan, rampok yang pasti muncul setiap ada kesempatan. Entah apalagi pikiran buruk yang terus melayang-layang. Hingga akhirnya kami tertidur kelelahan.

Memasuki daerah Tapanuli Selatan aku terus merengek kapan sampainya di Sibolga. Terasa perjalanan setahun. Bagaimana tidak. Perut sudah terkuras dengan muntah yang tiada henti-hentinya. Kemudian diare karena kecapean dan masuk angin. Pastilah tak terbayangkan bagaimana rasa tubuh ini.
Namun ketika mentari mulai menyibak awan, disana-sini kulihat pemandangan yang menyejukkan. Hijaunya bukit barisan dan persawahan yang banyak membentang. Hmm…dari Padang sidempuan sudah tak terlihat hutan yang diceritakan orang. Hanya kebun-kebun luas yang menghiasi pandangan mata. Luasnya kebun salak Sidempuan yang terkenal manisnya, sawah yang terhampar luas dengan bermacam-macam tanamannya. Sedikit menghibur mataku. Kemudian melewati kebun setengah hutan yang sangat sepi. Begitu seterusnya. Perumahan, kebun setengah hutan, kemudian sawah. Dan akhirnya kujumpai laut yang sangat menyejukkan. Pantai barat tidak tahunya lebih indah dari pantai selatan Jawa.

Namun setelah itu kujumpai rumah-rumah kadang di atas pinggir laut dan itu rupanya rumah-rumah nelayan. Kok kondisinya sangat mengenaskan seperti tempat tinggal warga yang dipinggiran sungai ciliwung. Airnya hitam dan penuh ilalang. Reot dan tak karuan. Aku hany aterdiam. Sepertinya kondisi warga disini benar-benar miris untuk dipikirkan.

Taxi terus melaju dan akhirnya aku sampai di kota yang kutunggu-tunggu. Panas, gersang. Itulah kesan pertama yang kurasakan. Dan akhirnya aku harus tinggal disebuah rumah-rumah petak yang diapit oleh kuburan dan perbukitan. Karena aku orang yang gampang kerasanan akhirnya aku senang dengan kehidupan baru yang kurasakan, seperti ada tantangan. Dan aku mencoba untuk melakukan sebuah garis takdir hidup di tempat petantauan.

Pengalaman Pertama Mengajar

Hmm…ini sepertinya menggelikan dan miris, bagaimana tidak anak-anak yang kuliah di Kampus ini benar-benar Gaptek. Bagaimana tidak, tahun 2006 itu sudah zaman modern, dimana komputer sudah masuk daerah-daerah, internetpun juga sudah ada disana. Alat-alat mobile pun sudah merebak. Namun apa ? anak-anak yang berstatus Mahasiswa ini buka komputer dan internetpun tidak bisa. Bagaimana mereka akan mencari referensi yang lebih lengkap dan cepat ? ketika tidak bisa sama sekali tentang ilmu komputer, cara operasi dan perangkat apa saja yang bisa digunakan, bagaimana mereka bisa mengerjakan tugas-tugas mereka, ketika mengetikpun tidak bisa ? Menyedihkan, mereka selalu mengetikkan tugas-tugas mereka bahkan ada yang masih di ketik dengan ketik manual. Benar-benar menyedihkan ouyy….

Aku tidak tahu harus memulai mengajar mereka dari mana, karena dalam mata kuliah mereka sebenarnya sudah ada mata kuliah Komputer. Mereka juga diajar oleh dosen Komputer. Namun…dosen mereka pun juga bukan ahli dari mata kuliah ini. Dosen Komputer ini membidangi pelajaran Bahasa Indonesia, sungguh mengenaskan bukan ? Dunia Bahasa Indonesia dengan teknologi komputer sangat jauh sekali. Memang bapak ini sedikit tahu tentang dunia komputer dan internet, namun ia peroleh secara otodidak dan dari saudaranya di Jawa yang mempunyai lembaga pendidikan komputer. Bukan meremehkan sebenarnya, karena ke datanganya di kampus ini sangat membantu. Bagaimanapun ia sangat memberikan kontribusi bagi Mahasiswa disini.

Sekali lagi aku tidak tahu harus mengawali semuanya dari mana, karena statusku sebenarnya hanya karyawan yang dipasrahin untuk mengelola Laboratorium Komputer milik kampus perikanan ini. Aku sebenarnya tidak punya wewenang untuk mengajar karena aku hanya lulusan diploma 1 yang kebetulan aku sekolah dijurusan manajemen Informatika,desain grafis, pemrograman dan teknisi komputer. Jadi paling tidak aku membidanginya. Namun bagaimanapun aku tidak boleh mengajar karena yang mengajar adalah dosen yang harus lulusan sarjana (minimal). Aku hanya diserahi untuk membantu membimbing ketika ada praktek komputer.

Yang lebih mengerikan lagi, jumlah komputer yang ada hanya 6 unit, itupun hampir ngadat semua. Jadi tidak bisa sekali tampung dalam pelajaran praktik komputer. Bila dipaksakan untuk kapasitas satu kelas maka harus bergerombol seperti anak SD yang baru mau belajar.

Aku terus berpikir bagaimana aku bisa mengajar mereka. Akhirnya aku punya inisiatif untuk membuka kursus, dengan harapan ada dana masuk dan bisa untuk memperbaiki komputer. Karena seakan pihak yayasan tidak mau tahu bagaimana untuk perbaikan fasilitas di kampus ini. mereka hanya seenaknya perintah dan tahunya beres semua. Yang paling menyakitkan bila diajak untuk bermusyawarah tentang perkembangan kampus ini, mereka mengelak dan terus mengelak. Apalagi kalau sudah berurusan dengan uang. Adanya hanya marah dan marah.

Apalah dikata, dalam rongga dada kami sudah tertanam harus berjuang untuk kebangkitan Negara ini. Memperbaiki SDM yang ada menuju generasi yang berwibawa dan berguna bgai bangsanya. Apapun harus kita kerjakan tanpa melihat berapa imbalan yang akan kami dapatkan. Akhirnya aku dan kawan-kawan terus memeras otak dan bagaimana cara mewujudkan impian kami. Berbagai cara kami tempuh.

Entah diketahui yayasan atau tidak waktu itu PD I sudah merestuinya. Akhirnya kubuat kurikulum bagi mereka yang mau mendaftar untuk kursus. Benar-benar dari awal aku mengeset silabus. Mulai mengenalkan apa itu perangkat komputer, apa fungsinya dan bagaimana cara pengoperasionalannya. He…he…terbayang ga… seperti mengajar anak SD susahnya minta ampun. Karena saking Gapteknya. Namun kusabarin saja dan akhirnya aku mendapatkan hasilnya. Dengan pelan-pelan akhirnya mereka mulai memahaminya.

Kemudian ku perkenalkan program operasionalnya satu persatu. Mulai dari Microsoft office dan OS yang lain. Untuk MS. Office aku mulai dari MS. Word. Kuperkenalkan apa itu MS. Word, kegunaannya dan bagaimana cara operasionalnya. Terus terang saja akhirnya aku harus menjiplak buku dari elex media komputindo untuk mengajar mereka. Bukan memfotokopinya, namun aku membuat buku sendiri dengan materi yang sama dan tampilan yang sama (walau tampilan gambar berbeda karena itu hasil dari praktikku sendiri yang copy dari screen), jelasnya aku menjiplaknya. Begitu pula dengan MS Excelnya dan OS yang lain. Ya…menurutku hanya buku dari elex media komputindo itulah buku yang bersifat operasional. Namun aku harus belajar lagi agar aku lebih menguasainya mangkanya aku berkeputusan untuk membuat buku sendiri walau aku menjiplak. Ya…ini bukan untukku namun demi kemajuan Negara masak sih penerbit akan marah ? toh aku tidak mengambil sepeserpun dari buku itu ? kujual sesuai biaya cetaknya saja untuk mengganti biaya operasional percetakannya. Karena aku tak diberi dana sedikitpun dari kampus untuk membuat modul, mangkanya jalan itulah yang kutempuh.

Bersyukur memang banyak perkembangan. Banyak Mahasiswa yang memulai untuk mengetik tugas-tugasnya di Lab. Karena aku juga membuka rental untuk mahasiswa itu agar dapat dana untuk perbaikan laboratoium Komputer ini. Lumayan aku bisa menambah printer dengan kualitas yang lebih baik sehingga mahasiswa bisa mengeprint gambar-gambar makalah maupun skripsi mereka dengan jelas.

Selain mengajar mereka, aku juga mengajak berdiskusi dengan mereka kebetulanmereka banyak yang dekat denganku sehingga mudah-mudah sulit dalam mempengaruhi pola pikir mereka. Aku mulai mengenalkan mereka pada dunia internet dengan harapan mereka mendapat wawasan yang lebih luas. Akhirnya mereka banyak bertanya tentang Ilmu teknologi dan komputer kepadaku. Kemudian kubukalah kursus internet untuk mereka. Sungguh menyedihkan, dalam praktek aku harus membawa mereka ke sebuah warnet yang jaraknya lumayan jauh. Bila banyak Mahasiswa yang ikut aku harus pesan tempat dengan menegokan biaya yang lebih murah dengan mereka. Sungguh beruntung yang punya Warnet baik hati. Akhirnya aku membuat sebuah perjanjian dengan pihak warnet dengan membuat kartu anggota dari Laboratorium Komputer kampus. Siapa yang mempunyai kartu anggota itu mereka akan dapat diskon jika main internet di warnet ini. Satu terobosan yang cukup menggembirakan. Akhirnya mereka mengenal web-web searching yang bisa membantu tugas-tugas mereka dan mereka sangat senang ketika ku kenalkan dengan dunia email dan chatting. Mereka akhirnya punya link di luar kota dan mereka tidak merasa terkungkung lagi dengan lingkungan mereka yang sangat tertutup itu. Walau dibalik-balik bukit barisan akhirnya mereka mengenal dunia luar walau hanya lewat dunia maya. Menyenagkan dan terasa puas walau masih sementara puasnya.

Aku tidak berhenti sampai disini, aku berusaha untuk menambah unit komputer namun sampai aku keluar dari kampus ini aku tak bisa mewujudkan keinginanku. Akhirnya banyak masalah di internal. Orang baru masuk dan mengacak-ngacak keberadan kami dengan opini serta isu yang mereka sebarkan. Hingga akhirnya kami terdholimi pada masalah gaji dan proyek. Semua system ia obrak-abrik demi menginginkan posisi di kampus. Kami yang merintis dari awal hingga akan meluluskan ini sedikit-demi sedikit di depak keberadannya. Dengan berpura-pura baik pada kami dan akhirnya menjatuhkan kami di depan yayasan. Ujungnya dia lebih dipercaya oleh yayasan karena orang pribumi situ dan menggencet kami dengan memakan uang proyek jatah proyek kami. Kami bekerja untuk mewujutkan proyek yang diberi oleh departemen kelautan, sedangkan yayasan dan orang yang berambisi tadi memakan hasilnya. Bisanya yayasan hanya meminta 10 % akhirnya meminta jatah 40 % dan dipangkaskan dari jatah gaji kami. Sungguh dholim sedholim dholimnya.

Akupun mulai tak kerasan karena banyak kabar buruk yang tersebar. Hingga akhirnya banyak dosen yang kembali kabur ke Jawa tanpa pamit dan berita. Akupun berniat untuk menyalurkan kemampuanku ke sekolah lain. Karena potensiku disitu sangat dibatasi. Aku melamar kerja untuk mengajar di sebuah SLTP di Tapanuli Tengah. Dan Alhamdulillah langsung diterima karena disitu sangat butuh guru Komputer dan kebetulan satupun guru tidak ada yang berkompeten sama sekali di bidang Komputer. Ketika pertama kali masuk kepala sekolah banyak bercerita bahwa guru yang selama ini mengajar hanya bisa-bisaan alias tidak faham benar. Akupun hanya mengelus dada. Jika tidak paham bagaimana bisa mengajar. Mengerikan ! Bagaimana bisa muncul generasi yang berkualitas jika guru yang mengajar saja amburadul seperti ini ?

Pertama mengajar aku harus bekerja keras. Sekali lagi aku bingung dari mana megawalinya karena ketika kulempar pertanyaan hanya beberapa anak yang bisa menjawabnya. Sungguh fenomena yang menyedihkan, yang bisa menjawab bisa dihitung dengan jari dari 9 kelas yang kuajar. Bayangkan 9 x 42 =378 dan yang bisa bisa dihitung dengan jari, berapa ratus yang tidak bisa ?

Akupun bertekad, aku harus dari awal untuk mengajari mereka. Yang kelas 3 apapun kejadiannya aku tetap mengajarnya dari awal. Mengenalkan perangkat, fungsi dan operasional komputer. Kemudian dilanjut dengan program-program operasionalnya. Semua dari awal. Bagaimana mengenal MS Office dan cara kerjanya. Untuk kelas 3 lebih kupadatkan karena aku berpikir mereka sudah besar jadi bisa diajak berpikir lebih cepat dari adik-adik kelasnya. Sedangkan untuk kelas 2 dan kelas 1 juga ku berlakukan materi yang sama. Untuk kelas 1 memang materinya itu (masih pengenalan), sedangkan untuk kelas 2 ya lebih sedikit padat karena mereka juga harus mengejar ketinggalan.

Seperti di kampus tadi akhirnya aku harus menjiplak materi dan membuat buku untuk mereka. Setiap malam aku ngelembur untuk membuat buku itu dalam keadaan hamil tua. Setelah jadi akhirnya aku memfoto copynya. Kemudian buku itu ku jilid sendiri. Karena bentuknya ku samakan dengan cetakan Kompetindo akhirnya aku harus merapikan setiap lembar yang berukuran kuarto itu. Tangankupun hingga kapalan mengiris-iris setiap lembar demi lembar kertas itu. Anda bisa bayangkan. Tebal buku itu 88 halaman x 378 = 33.264 lembar yang harus ku rapikan. Benar-benar manual. Aku pakai pisau, penggaris, alat jilid sederhana dan palu. Setiap malam hingga jam 3 dini hari aku membuatnya sendiri. Kira-kira satu bulanan setengah aku baru menyelesaikan buku itu. Akupun sekarang tidak bisa membayangkan bagaimana aku bisa melakukan itu. Padahal aku dalam kondisi hamil besar. Setiap malam ketak-ketok suara palu. Untungnya suamiku cuek dan mendukung saja dengan apa yang kukerjakan.

Kenapa buku itu kubikin sendiri karena aku ingin menekan kost yang dikeluarkan. Kepala sekolah mengizinkan aku punya buku pegangan pelajaran untuk anak-anak asal harganya di bawah 20.000. aku berpikir keras. Jika aku membeli buku-buku pelajaran yag seperti yang dikurikulumkan pemerintah anak-anak tahu apa ? namun ketika harus membeli buku seperti buku dari elex media kompetindo pastilah kosnya melebihi 50 ribu. Dan ini pasti terhalang karena syaratnya tadi jangan melebihi 20.000 karena orang tua pasti kompleint. Ya mau tak mau aku membuat buku sendiri dengan materi jiplakan walau ada beberapa yang kurevisi dan tampilan gambarnya tak ada yang sama. Sekali lagi demi pendidikan anak-anak Indonesia dan aku tidak mengambil banyak dari buku itu. Aku hanya mengambil untuk biaya alat-alat untuk membuat itu dan ongkos kesana kemari. Karena gajiku benar-benar tak sesuai dengan UMR pada umumnya. 200.000 zaman itu dapat apa. Untung suamiku mau mengirit sehingga uang itu bisa untuk menutupi ongkos jalan pulang pergi mengajar. Suami pun juga benar-benar di bawah normal gaji seorang sarjana dan status dosen. Bayangkan juga 750.000 nyampe dimana. Listrik, mes harus bayar sendiri padahal dulu diawal ketika berangkat fasilitas itu mereka (yayasan) yang memberi namun realitanya itu dihianati dan kami di depak dari kampus itu.

Hanya semangat dan niat tulus yang membuat kami bertahan disana demi anak didik. Dan di kampus itu ada kesepakatan tidak boleh bekerja di luar namun kesejahteraan begitu adanya. Ketika aku mengajar diluar sudah terhembus oleh pihak yayasan dari seorang yang berambisi tadi dengan info yang diperoleh dari para mahasiswa, aku tak diganji untuk bulan depannya. Dengan harapan aku keluar dari kampus itu. Mungkin mereka muak melihatku karena aku paling kritis diantara dosen yang lain. Sehingga mereka berharap mending tidak melihatku lagi ketimbang sering mendengar celotehanku. Walau sebenarnya mereka menganggap benar celotehanku karena sudah tertutupi dengan ambisi hitam apapun mereka tutup rapat-rapat telinga mereka demi mendepak keluar aku dan kawan-kawan dari kampus itu yang telah kami perjuangkan selama 3 tahun dan akan mewisudakan untuk pertama kalinya.

Sebenarnya aku tak mau keluar karena aku ingin mengetes mereka. Berani tidak mengeluarkan aku dengan surat pernyataan mereka. Namun setelah kutunggu-tunggu surat itu tidak ada nongolnya. Dan aku tidak digaji lagi. Akhirnya aku berpikir untuk apa aku meneruskan niat yang tiada guna ini, toh apapun tak dihargainya usahaku itu. Akhirnya aku memutuskan diri untuk keluar saja dan meneruskan perjuanganku di tempat yang welcome padaku. Akhir bulan pun ku rapikan semua laporannya dan kuserahkan pada pihak yayasan. Dan Mahasiswapun pada kaget melihat keputusanku dan tak menyangka itu akan terjadi. Karena akhirnya tindakan dan keputusanku itu diikuti oleh yang lainnya termasuk suamiku yang pada awalnya mereka enggan untuk keluar dari kampus. Mereka berat karena jadi pembimbing skripsi. Bagaimana jadinya bila semua dosen kabur dari sana. Namun alangkah daya bagaimana nasib anak istri jika memperjuangkan orang yang tak mau peduli dengan nasib kita, bagaimanapun keluarga harus dipilih karena kewajiban terbesar adalah memberi nafkah keluarga. Dengan berat hati sebenarnya meninggalkan para mahasiswa yang tak berdosa itu. Dan tak tega sebenarnya membunuh impian mereka. Namun hanya bismillah untuk angkat kaki yang bisa kami lakukan demi kebaikan semua. Semoga dengan kami pergi kampus jadi damai dan tidak ada gesekan-gesekan lagi sehingga lebih dinamis. Walau akhirnya harus kacau balau karena mahasiswa tidak tahu harus bernaung pada siapa, dan harus terlantar berpuluh-puluh skripsi yang hampir finis itu. Yang akan sidangpun akhirnya hanya menggit jari dan kami tidak tahu siapa dosen yang mau melanjutkannya. Karena sepeninggal kami dosen-dosen lain pun juga bayak yang cabut dari situ.

Akhirnya aku lebih konsen di SLTP tadi karena mereka lebih welcome untuk menerimaku. Sehingga aku merasa leluasa untuk mengeluarkan semua potensiku. Setelah aku sukses dengan program komputer aku melanjutkannya dengan teknologi informasi berupa ilmu internet. Dan murid-muridku menyambutnya dengan kebahagiaan yang tak terkira. Tak terbayangkan oleh mereka bahwa mereka akan memperoleh pelajaran internet. Sebuah ilmu yang sangat menarik untuk dipelajari saat ini.

Namun satu kendala ilmu internet ini tidak bisa disampaikan saja karena semua bersifat maya. Yang pasti aku harus mempunyai komputer yang terhubung oleh internet. Aku kembali pusing karena aku harus memutar otakku kencang-kencang agar aku mendapatkan cara agar anak-anak bisa langsung praktek. Sehingga proses mengajarku lebih cepat. Akupun menggunkan trik yang sama seperti ketika masih di kampus. Aku mencari link pada sebuah warnet agar murid-murid SMP ini mendapat diskon dan saya diberi waktu dan tempat untuk proses belajar mengajar di warnet ini. Karena sekolahnya di Tapanuli Tengah, dan daerah ini adalah daerah pemekaran dari Sibolga maka di daerah ini belum ada warnet yang berdiri satupun. Akhirnya aku lari ke sebuah warnet di kota Sibolga dan sangat bersyukur aku mendapatkan tempat itu lagi. Walau perjalanan sekitar setengah jam juga murid-murid cukup antusias untuk menuju kesana.

Hal unik yang kukerjakan yang tidak terbayang oleh semua orang adalah mengajar siswa berjumlah 126 orang (3 kelas dari kelas 3) dalam waktu satu hari full tanpa istirahat. Bagaimana caranya ? kebetulan komputer di warnet itu cukup banyak. Komputer berjumlah sekitar 20 unit dengan kondisi yang cukup bagus specnya. Jadi tidak lemot dalam mengakses internet. Sekali ngajar 20 orang dengan durasi mengajar 2 jam. Jadi ketika aku mulai jam 7 pagi, akhir aku mengajar ampe jam 10 malam. Karena tersisa 6 orang mau tak mau aku tetap melanjutkan selama dua jam agar adil dalam kepuasan belajar mereka. Waduh sungguh sangat melelahkan namun demi anak-anak aku melakukan itu semua dan aku merasa puas walau aku ambruk tak berdaya sampai rumah karena kondisiku waktu itu hamil besar. Namun aku tetap semangat dan suamiku mengerti jadi aku pulang langsung tidur dan besoknya bisa fress kembali.

Begitulah setiap kali aku mengajar dalam 3 kali seminggu. Ketika kepala sekolah melihat perubahan yang kulakukan dalam system pelajaran ia mempunyai inspirasi untuk melakukan cara belajar yang kulakukan. Belajar langsung praktek dan ia mempunyai keinginan untuk menghubungkan semua mata pelajaran dengan mata pelajaran komputer yang ku pegang. Dan kepala sekolah menginginkan aku bersedia mengajar guru-gur yang lain juga agar tidak hanya muridnya yang pintar komputer dan internet namun juga guru bidang pelajaran yang lain sehingga tidak diremehkan dan dianggap gaptek oleh murid. Namun semua cerita ini harus berakhir dengan sebuah ide besar yang tidak terealisasikan. Aku harus pulang ke jawa untuk melahirkan karena suamiku sudah tidak di sibolga lagi. Ia mendapatkan pekerjaan baru di Medan dan belum ada jatah untuk tempat tinggal. Agar tidak repot akhirnya aku harus ke Jawa agar di Jawa banyak yang mengurus kelahiran anakku yang pertama.

Dengan berat hati akhirnya kulangkahkan kaki menuju tempat asalku. Ya seperti sore itu aku tidak bisa membendung air mataku. Aku sangat sedih karena kepala sekolah terlanjur berharap besar denganku dan aku sendiri tidak bisa merealisasikan rencana besarku itu.

Solusi permasalahan di daerah

Sibolga dan Tapanuli Tengah hanyalah satu contoh kasus yang kebetulan terikat dengan kisah hidupku. Namun permasalahan ini sebenarnya permasalahan yang mengakar di setiap daerah terpencil. Di Nias apalagi. Ia sangat jauh dari kota dan terttutupi oleh laut di sekitarnya. Belum lagi di daerah lain. Setiap propinsi pasti mempunyai masalah ini.

Kekurangan SDM di bidang ilmu tertentu pada setiap daerah memang memunculkan sebuah ketimpangan. Apalagi guru di bidang komputer ini tidak banyak jumlahnya. Memang dikampus-kampus banyak mahasiswa yang belajar tentang teknologi komputer namun mereka yang mau terjun untuk mendidik generasi muda Indonesia untuk melek teknologi ini tidak banyak. Mereka lebih memilih untuk bekerja dikantoran yang gajinya lebih besar daripada seorang guru. Karena keahlian komputer ini dimanapun perusahannya pasti membutuhkannya. Dan syarat utama untuk bekerja disana sekarang telah menggunanakan sertifikasi harus bisa komputer.

Pemilihan pekerjaan dan gaji yang lebih layak inilah yang membuat SDM yang ahli komputer mengalir ke perusahan-perusahan. Karena perusahaan menjanjikan sebuah kesejahteran dan kecukupan. Selain itu kesadaran untuk membangun negeri ini sepertinya hanya sekian persen saja yang memahami dan mau melakukannya, sedangkan yang lainnya hanya mementingkan perut mereka sendiri.

Bagaimanapun setiap sekolah memang harus mandiri untuk memperbaiki SDM yang dimilikinya. Mereka harus rela mengeluarkan kost untuk membiayai semua perbaikan yang diinginkan. Misalkan jika dana memang sangatlah minim bila ada yang bisa dan menguasai ilmu komputer dan teknologi sekolah harus memanfaatkan orang ini. biarlah sekolah menggaji orang ini untuk mengajar guru-guru yang ada ketimbang sekolah menyekolahkan masing-masing guru, bukankah ini malah lebih besar kostnya ? Setelah diajarkan oleh yang berkompeten kepala sekolah atau yayasan harus berani menuntut setiap guru untuk melek teknologi komputer dengan mempunyai facebook misalnya. Blogger, email atau account lainnya di internet. Tidak hanya itu setiap guru harus bisa mengetik dengan OS yang ada. Misalnya Ms offise dari Microsoft sepertinya lebih mudah untuk di pelajari. Program MS. Word dan Excell wajib untuk bisa, sehingga ketika membuat soal atau mengerjakan laporan yang lain setiap guru sudah terampil dan cepat dalam mengerjakan semua tugasnya. Karena di setiap OS telah tersedia secara otomatis dan tinggal menggunakannya.

Untuk memberi fasilitas yang lebih lengkap sepertinya sekolah perlu memberikan kredit laptop atau komputer yang berbentuk CPU+monitor bagi setiap guru dengan dipotong gaji. Ini sepertinya lebih baik agar mereka lebih kompeten dan lebih pintar lagi dalam mengakses teknologi. Ini di pihak guru. Sedangkan dipihak murid sekolah harus menyediakan laboratorium komputer yang telah dilengkapi dengan jaringan network yang terhubung dengan internet. Sehingga ketika proses belajar mengajar tidak harus lagi lari-lari keluar lokasi yang membutuhkan waktu dan tenaga serta materi yang tidak sedikit. Sekarang banyak dana Bos digelontorkan ini bisa menjadi terobosan setiap sekolah untuk membangun fasilitas.

Dan sekarang sudah tidak zamannya lagi memakai papan untuk menulis apalagi menggunakan kapur tulis. Semua itu sudah kuno dan hanya bikin batuk dan jorok di baju. Paling tidak sekolah harus mempunyai LCD dan proyektor agar siswa lebih mudah dan lebih tertarik untuk mendengarkan penjelasan guru. Siswa pun menjadi fress karena mendapatkan susasana baru dalam belajar sehingga yang ada di otaknya hanya senang belajar dan enjoy melaksanakannya. Berikan tugas untuk browser keinternet agar mereka mendapat wawasan yang lebih luas. Karena di internet adalah gudang referensi yang berasal dari beribu bahkan berjuta penulis. Ini berarti berjuta ilmu terdapat di internet dan siswa tinggal meraupnya secara gratis.
Bagi sekolah yang tidak mampu mungkin cara-cara yang pernah kulakukan tadi bisa menjadi inspirasi untuk menekan biaya pendidikan. Dan satu hal sebenaranya tanpa campur tangan pemerintah dan pihak-pihak yang menguasai teknologi perbaikan pendidikan tentang melek teknologi ini tidak akan tercapai. Kewajiban pemerintah untuk menggandeng perusahaan-perusahaan teknologi untuk saling bergandengan tangan untuk membangun bangsa ini. Karena mereka yang mempunyai modal besar dan tahu seluk beluk perkembangan teknologi.

Siapapun yang hidup di negeri Indonesia ini punya kewajiban besar untuk membangun bangsa ini. tidak hanya penduduk pribumi namun mreka para imigran pun harus membangun negeri ini. Bagaimanapun mereka telah menginjakkan kaki disini yang berarti juga mendapatkan keuntungan dari negeri Indonesia tercinta ini. mari saling bahu membahu untuk meperbaiki SDM agar terwujud generasi yang tangguh di masa depan. Tetap semangat karena tanpa semangat tak akan ada cita-cita besar. Bila tak ada cita-cita maka tak akan ada keberhasilan yang kita harapkan di depan mata.*az

CARA DAHSYAT JADI PENULIS HEBAT

Posted: 2 Desember 2009 in Artikel

Malam mulai larut. Angin dingin tak luput untuk menyapa kulit-kulitku. Dingin, pertanda aku harus memulai untuk menorehkan seluruh pikiranku. Seperti malam-malam sebelumnya aku selalu menulis dan menulis. Disela-sela aku menjadi sosok ibu dan istri, aku harus pandai membagi waktu. Dan jam seginilah waktu yang tepat untuk terus berkarya. Walau sedikit kesempatan namun terkadang aku bisa menghasilkan beberapa artikel dan naskah. Cukup membahagiakan atas semua potensiku. Bagaimanapun aku harus mensyukurinya. Walau aku sudah jadi istri dari seorang laki-laki dan menjadi ibu dari anak-anakku, aku masih bisa tetap berkarya dan tidak merubah kebiasaanku yang suka membaca dan menulis.

Karyaku memang sudah banyak, Namun semua itu hanya tersimpan di laptopku. Dua karyaku di tolak sebuah penerbit. Satu novel dan satu kumpulan cerpen. Untuk novel, katanya monoton. Untuk kumpulan cerpen, katanya sudah banyak yang bercerita seperti itu. Cerpen,opini, serta artikel ilmiah dan artikel islam yang sering ku buat. Ya, walaupun begitu ada beberapa cerpenku yang telah dimuat oleh media masa, diantaranya Mawar Telah Bertangkai (Sobat Muda dan Harian Analisa), Lilin (Harian Analisa), Dialog Hati di malam Lebaran (Harian Analisa), Menjemput Bidadari Syurga (dalam kumpulan cerpen Artefak Laboratorium Sastra Medan) dan satu opini berjudul Buku dan Kertas Bungkus (Harian Analisa).

Hmm…begitulah awal perjuangan ingin jadi orang besar. Aku hanya mendesah ketika menerima kembali copian naskahku yang dikembalikan Pak Pos kerumahku. Yah…rugi memang, aku sudah membuatnya selama enam bulan dengan jarang tidur malam. Kemudian mengeprint-nya. Pastilah ini bukan biaya yang sedikit karena aku tak punya printer sendiri. Aku harus ke rental untuk mengetik dan mengeprint-nya. Semua pasti bisa membayangkan sudah berapa cost yang ku keluarkan untuk membiayai naskahku yang setebal 200 halaman untuk satu buku. Dan belum buku lainnya yang jumlah halamannya juga hampir sama.

Subhanallah belum lagi untuk biaya foto copi dan pengiriman lewat pos. Yang jelas semua butuh cost yang lumayan. Belum lagi ketika pengasuh rubrik cerpen Harian Analisa mengeluh karena cerpenku tak muat di kolom mereka dan akhirnya terkumpul saja di email pengasuh itu. Namun…betul juga seperti yang di bilang Pak Bob Hasan yang suka pakai celana pendek itu. Jangan berharap jika tak ingin kecewa. Ya..ketika mengirim naskah aku terlalu pede dan akhirnya aku kecewa. Dan ketika tahu dari istilah dari Bob Hasan itu akhirnya aku nyantai aja. Diterima atau tidak diterima oleh sebuah penerbit atau media aku tetep menulis.

Kadang aku tersenyum karena aku seperti kelelawar yang menggunakan malamnya untuk mencari makan. Seperti aku dimalam yang larut aku berusaha mencari secuil ide untuk meraih cita-cita besarku. Menjadi penulis. Penulis handal dan professional. Kreatif, inovatif dan selalu produktif. Tak mudah untuk mewujudkan keinginan besar itu. Disetiap malam aku harus menyediakan waktu untuk terus menulis. Terus kukirim ke media lokal tanpa aku lelah atau putus asa. Selalu aku mencari link agar bisa menerbitkan karyaku.

Aku punya rencana untuk menerbitkan sendiri namun dana dari mana. Kata kawan-kawan yang mempunyai profesi penulis dia dulu mengawali karirnya dengan menerbikan buku sendiri. Memang ada satu tekad untuk mengarah kesana dan sekarang aku rajin menabung untuk mengumpulkan modal itu. Dan semoga tercapai.

Pastilah ada harapan dan ketika waktunya nanti pastilah Allah akan mengabulkan. Itulah yang terus kutanam dalam hati dan pikiranku agar aku tak lemah sehingga aku terus menghasilkan karya disetiap malam-malamku. Hmm….seperti yang ditulis Jonru dalam bukunya “Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat”. Betul juga yang dibilang Jonru bahwa semua berawal dari dalam diri kita masing-masing. Pola pikir dan positif thinking menjadi modal utama. Kekuatan atas keyakinan bahwa kesuksesan pasti berproses harus kuat dalam diri kita jika kita ingin meraih impian kita. Bila ada yang penasaran gimana resepnya Jonru untuk mewujudkan penulis-penulis sukses Anda bisa klik http://www.penulishebat.com . disana lebih lengkap dan Anda lebih puas untuk meraup ilmu tentang kepenulisan.

Memang harus terus mencari cara bagaimana bisa meraih mimpi menjadi penulis hebat. Setiap buka internet aku pasti mencari update-an tulisan tentang bagaimana cara menulis yang baik. Banyak sudah trik yang sudah ku download dari internet. Ada satu lagi yang tak pernah kulupa jika aku browsing, aku selalu mencari info lomba tentang kepenulisan. Sapa tahu aku bisa menyalurkan profesi baruku ini. Namun ya begitulah satupun belum pernah menang dalam lomba. Apalagi lomba LMPCI Annida. Ketika SMU dulu pernah ngirim dan satupun tak ada yang muncul sebagai juara. Pernah juga mengirim Novel untuk lomba sebuah penerbit di Jakarta namun juga tak ada kabarnya. He…he….kaciaaannnnn 😦

Perjuanganku tak cukup disitu. Banyak trik yang kucoba. Untuk memenuhi obsesi besarku, agar karya dan ideku bisa menyebar di masyarakat, aku menyempatkan diri membuat sebuah blog. Walau sudah lama kurancang akhirnya juga baru saja blogku ku louncing pada teman-teman. Ya…untuk tombo ati agar karyaku tak surut. Aku tetap bisa kreatif dan peka akan hal-hal baru. Karena tanpa menulis dan membaca aku terasa bodoh. Otakku menggumpal dan betek terus bawaannya. Sepertinya keinginan ini tak bisa dibendung lagi. Sebenarnya bukan penulis hebatnya yang didambakan namun merubah pemikiran masyarakat lewat tulisan yang jadi cita-cita (walah itumah klo tidak jadi penulis hebat juga kagak bisa non…wakakak…). Ya begitulah kira-kira.

Karena aku pernah mengirim naskah ke sebuah penerbit akhirnya aku secara otomatis menjadi anggota facebook mereka. Akhirnya ada hikmahnya juga aku bertemu dengan penulis-penulis yang sudah mempunyai banyak karya. Akupun sering serring untuk menggali informasi. Dan satu kalimat yang sangat ku ingat dari Salim A Fillah “Jangan menyerah. Ada seorang cerpenis karyanya dimuat yang ke 500”. Gubrak, jadi aku ini belum ada apa-apanya. Tidak tahunya jadi penulis memang penuh perjuangan. Belum tentu tulisan ini dikatakan bagus oleh teman bisa langsung muat di penerbit. Bagus oleh sesama penulis belum tentu bagus oleh editor penerbit. Begitulah…

Ups ! usaha terus berjalan. Satu lagi yang akhirnya bisa menjadi tombo ati juga. Aku sekarang menjadi redaktur bulletin Jum’at dan aku diberi kesempatan untuk menjadi salah satu penulisnya. Wah sungguh luarbiasa bagiku. Hebat ! akhirnya aku bisa mempengaruhi pemikiran seseorang dengan tulisanku. Walau hanya sebuah bulletin namun jika dicetak 1000 ekseplar saja berarti sudah 1000 orang yang membaca. Jika 500 orang saja yang mengerjakan kebaikan yang kutulis dalam bulletin berarti aku sudah dapat 5000 kebaikan dan jika 500 orang tersebut menularkan lagi berapa ribu lagi kebaikan akan ku dapat karena kebaikan dihitung 10 kali lipat pahala. Pastilah lebih besar dari nilai honor 100.000 dari setiap tulisan.

Ya ok-lah bagaimanapun aku ingin seperti yang punya Toha Putra “Abu Al Ghifari” yang omsetnya sudah milyaran rupiah dari tulisan,penerbitan, honor dan entah darimana lagi. Yang jelas penghasilan milyaran dan sukses merubah pemikiran orang itu didapatnya dari kepenulisan yang digelutinya. Tidak hanya seperti Abu Al Ghifari aku juga ingin seperti Habiburrahman El Shirazy, Gola Gong, Asma Nadia, Jonru, Handrea Hirata, O Sholikhin dan penulis-penulis hebat lain. Dimana karya-karya mereka telah ditangan para pembaca, bahkan ada yang difilm-kan. Sudah berapakah omset mereka ? tak terbayangkan lagi. Duduk manis saja uang sudah mengalir sendiri. Sebenarnya materi adalah obsesi terakhir ,yang jelas satu keinginan ketika menjadi penulis adalah merubah dunia. Merubah pola pikir seseorang menjadi pola pikir yang baik. Religius, sehat dan dinamis. Karena tulisan sangat besar pengaruhnya untuk mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Manusia tak sekolah pun masih bisa pandai asal dia suka membaca. Apalagi mau menuangkan apa yang dibacanya dengan menuliskannya kembali. Wawasannya bisa melangit bahkan bisa melebihi gurunya yang sedang mengajar. Dan satu hal lagi yang menyenangkan menjadi penulis, akan menjadi manusia yang cerdas karena dia akan selalu membaca dan menghidupkan setiap titik-titik sel otaknya. Kebiasaan untuk terus berfikir membuat kehidupan ini lebih menyenangkan dan lebih dinamis. Tidak membosankan karena terus ada perkembangan dan perubahan.

Namun…kapankah semua cita-cita besar ini akan terwujud ? yang jelas kita terutama aku harus bersabar dan menjalani setiap detik hidup ini dengan terus berusaha. Pesan seorang pengusaha Bob Hasan jangan berharap agar kau tak kecewa akan selalu ku kenang. Aku tak akan berharap namun aku tetap berusaha melakukan yang terbaik. Dan aku yakin jika menjadi penulis hebat dan tenar di Indonesia itu baik bagiku pastilah gelar itu akan mendampingi hidupku. So, jangan putus asa terus berkarya agar dikenang oleh dunia.

Kisah Lucu Yang Selalu Ada Di Hatiku

Jadi Ingat ketika masa SMU. Rupanya sinyal untuk jadi penulis sudah ada sejak kala itu. Entah kenapa aku sering dipuji oleh guru Bahasa Indonesia. Tidak tahunya karena aku paling pandai bikin cerpen dan membuat tulisan. Aku mampu membuat cerpen ketika jam belajar Bahasa Indonesia dan bisa selesai jam itu juga. Lalu tulisan ilmiahku pasti susah diakhiri sehingga sangat panjangnya. Pembina ekskul karya ilmiah sangat dekat denganku karena aku selalu produktif mebuat karya ilmiah. Setiap lomba aku pasti ikut. Dan satupun tak ada yang menang….wakakaka… :). Ada lagi, aku juga pendiri ekskul Jurnalistik di sekolahku. Pembinanya dari sekolah lain dan akhirnya aku sangat dekat dengan Bapak Pembina. Pak Ali Mahsun namanya. Aku sudah mengangggapnya sebagai Ayah. Dari ikatan itu aku banyak dapat masukan tentang tulisan future kubuat. Karena Ayah Ali sangat berpatok pada 5W+1H aku malah bingung bagaimana bikinnya. Trus akhirnya Ayah Ali memasukkanku menjadi anggota PWI dan dimasukkan pada sebuah wartawan majalah propinsi. Namun akhirnya ayah Ali dan kami semua tertipu. Tidak tahunya wartawan yang mendirikan majalah itu adalah wartawan omprengan…wakaka… 🙂 dan akhirnya aku dan teman-teman keluar dari PWI. Walau akhirnya hanya aku yang keluar dari PWI dan kawan-kawanku masuk lagi karena mereka sekolah di sebuah kampus Jurnalistik di Surabaya. Cerita lucu meniti karir sebagai penulis. Hi…hi…gak papa buat hiburan kita semua. Begitulah jalan hidup ini, tak semudah yang dibayangkan, tak semudah seperti yang ditulis orang, semua perlu belajar dan usaha disetiap jengkal kehidupan. Toh akhirnya ekskul yang kurintis akhirnya besar dan jadi ekskul favorit. Walau aku tak menikatinya tapi aku puas dengan apa yang telah kurintis karena aku yakin aku menjadi bagian dari keberhasilan seorang penulis alumni jurnalistik sekolahku. Walau aku tak sehebat dia namun aku bahagia karena aku sudah membuat wadah yang bisa mencetak penulis-penulis hebat kelak. He…he…jadi ingat tanamlah pohon walau besok kiamat. Artinya kita harus menciptakan sebuah kreasi yang bisa bermanfaat walau tak sempat mengunduhnya namun itu sudah menjadi modal amal yang luar
iasa.

Cara Gampang Menulis Ala Trik Imatuzzahra

Yang jelas jangan berpatok pada sebuah teori yang sangat rumit. Bukan berarti itu semua tak perlu bahkan sangat perlu-begitulah yang disitir Jonru dalam ebook-nya (unduh gratis http://www.penulishebat.com . Namun ketika kita sangat saklek dengan teori ujungnya kita sulit untuk mengeksplor pikiran kita. Kita buntu dibuatnya. Seperti membuat kerangka karangan. Bagiku itu sangat membunuh ide kreatifku. Ketika itu benar-benar kubuat satu hurufpun akhirnya aku tak bisa menorehkannya karena sangat banyak apa yang terletup dalam pikiranku dan akhirnya harus mencocok-cocokkan dengan batas bagian-bagaian yang belum tentu aku nanti alurnya sampai disitu. Untuk enjoy-nya mengalir ajalah….biar keluar idenya sehingga diakhir ketika membacanya lagi baru tahu ini bagus untuk dipakai atau tidak.

Untuk konsep sederhananya mungkin begini . Cobalah gali apa yang Anda suka. Keudian perdalam tentang apa yang Anda sukai. Lalu bacalah sebanyak-banyaknya tentang kesukaan Anda itu. Misalkan Anda suka cerpen. Bacalah semua cerpen yang Anda suka. Dari situ Anda akan mendapatkan sebuah cara bagaimana menuangkan sebuah cerita nyata menjadi sebuah tulisan bernama cerpen, novel atau tulisan lainnya. Setelah itu coba amati kehidupan sekitar. Misalkan ada ibu tiri yang baik hati kepada anak tirinya. Kemudian anak tirinya sangat jahat terhadapnya. Ini bagiku cerita yang sangat menarik karena dalam masyarakat sudah teropini yang jahat itu adalah ibu tiri kepada anak tiri. Sedangkan yang didepan mata kita ini yang jahat adalah anak tiri kepada ibu tirinya. Bukankah ini cerita menarik yang patut kita angkat ke permukaan? agar masyarakat tidak selalu beropini bahwa ibu tiri itu pasti jahat. Pada kenyatannya banyak kok ibu tiri yang baik. Betul gak ? (Ho oh . Siip).

Yang kedua focus pada hal-hal terbatas. tidak usah berpikir yang rumit. Tidak usah memikirkan teori yang njlimet. Jika Anda mampu menulis sesuai keinginan dan kemampuan Anda, ya lakukan sajalah. Tak usah mikirin komentar orang dulu, yang penting mulai saja dan kerjakan. Salah benar tulisan itu relatif kok. Bahkan pernah aku mebaca bahwa tulisan benar itu ketika pembacanya mengerti. Ya sudah, jika pebaca tulisan kita sudah ngerti berarti itu benar. Jadi gampang kan ?

Yang ketiga cari pengakuan dari masyarakat. seringlah menulis dan berikan pada orang lain untuk dibacanya. Kirim saja kepada media masa atau penerbit entah diterima atau tidak pasti dikomentari. Dari komentar itulah kita bisa intropeksi. Dan satu lagi jika pandai internet posting karya-karya itu kesebuah blog pribadi atau jejaring lainnya. Sekarang banyak yang bisa menampung karya kita tanpa harus mealui mediacetak. Media elektronik banyak yang gratis bagi yang kreatif apalagi di dunia maya. Kitapun bisa mempublikasikannya. Saat ini ada blog gratis, facebook,twitter atau website jika punya uang untuk mendaftar ke sebuah server.

OK ! Jika kurang jelas silahkan unduh semua informasi dari http://www.penulishebat.com . Dalam situs ini ada ebook CARA DAHSYAT MENJADI PENULIS HEBAT. . Didalamnya tidak diterangkan tentang jlimetnya teori penulisan. Namun ebook ini berisi bensin pembakar semangat kita untuk menulis. Sedikit cuplikan paragraph-paragraph yang paling berkesan tentang definisi orang hebat dan beberapa paragraph lainnya.

“Orang hebat adalah orang yang mampu mengembangkan dirinya dan memiliki prestasi sesuai dengan kelebihan yang ia miliki dan apa yang ia peroleh dibagikan kepada orang lain”(Jamil Azzaini,training Sukses Mulia dari Kubik Leadership).

Dibalik sosok penulis yang telah menghasilkan ratusan buku, buku best seller, tulisannya sering memenangkan lomba atau mendapat penghargaan nasional dan internasional, pasti tersimpan sosok pribadi yang tangguh, disiplin, percaya diri dan optimis dala meraih suskses.

Inilah konsep penulis hebat yang dimaksud dalam buku ini. Dimana didasarkan pada hal-hal yang bersifat soft skil seperti rasa percaya diri, motivasi,optimisme dan semangat luar biasa untuk meraih predikat sebagai penulis sukses. Bila seseorang sudah mempunyai kualifikasi seperti ini maka insya Allah akan sangat mudah meraih apa yang diinginkannya.

Masih penasaran silahkan dibuka dalam http://www.penulishebat.com dan dapatkan trik agar tulisan bisa diterima media atau penerbit . Yang pasti Anda akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa. Apalagi dengan memiliki ebook CARA DAHSYAT UNTUK ENJADI PENULIS HEBAT hanya dengan Rp. 49.500. Penawaran yang fantastis bukan ? Ya hanya dengan 49.500 anda sudah memulai untuk mempersiapkan diri menjadi penulis hebat. Bagaimanapun kesuksesan harus dengan usaha dan pengorbanan dan pengorbanan mengeluarkan uang segitu tak seberapa dibanding dengan hasil kehebatan yang akan didapat. Sebenarnya buku-buku seperti itu berharga jutaan rupiah karena akan mencetak dan menghasilkan penulis yang bisa mencapai milyaran rupiah. So, apa yang dipikir lagi. Segera pesan dan dapatkan ebooknya.

Dengan mendapatkan ebook ini, akan mendapatkan diskon eksklusif sebesar 200.000 dari Sekolah Menolis Online (SMO). Wah gasebanding dengan yang dikeluarkan kan ? ini adalah DISKON SMO TERBESAR. Lumayan lo buat mengikuti belajar menulis dari SMO. Tidak hanya itu, bagi pembeli ebook juga mendapatkan modul dari SMO yang isinya full tentang kepenulisan. Trus juga bisa mengikuti kepenulisan SMO di free trial dan mendapatkan bimbingan di bidang kepenulisan selama seumur hidup. Wah…Asyikkan….? Semua itu dipersembahkan bagi calon penulis maupun sudah jadi penulis yang punya obsesi jadi penulis sukses yang hebat.

O iya buku CARA DAHSYAT MENJADI PENULIS HEBAT hanya tersedia dalam bentuk ebook, TIDAK BERLAKU untuk buku versi cetak. So…penawaran diatas adalah penawaran yang sangat fantastis dari http://www.penulishebat.com . Dan penawaran ini akan ditutup sewaktu-waktu bila buku versi cetak sudah terbit. Karena itu, tentu sayang sekali bila kita melewatkan kesempatan yang sangat langka ini! Pastinya jika nanti ada versi cetak harganya tak semurah itu. Untuk diskonpun pasti tak sefantastis penawaran sekarang. Itu pun klo ada diskon, klo tidak pasti lebih rugi lagi. Untuk itu tunggu apa lagi segera miliki ebooknya dan dapatkan bonus eksklusifnya.

Tidak hanya itu Jonru juga membuka ruang diskusi gratis lo, bisa lewat http://www.penulishebat.com atau bagi yang punya facebook bisa langsung online dengan Jonru di http://www.facebook.com/penulishebat pasti pertanyaan dan konsultasi akan dijawabnya. Gratis kok ga usah takut bayar. Biasanya begitu tipe orang Indonesia ingin yang hebat tapi gratis tanpa bayar, pengen cari enaknya sendiri….he…he…wakaka…memang gemblung 😛

O iya…bagi yang punya account di twitter jangan khawatir penulis hebat juga punya account disana dengan alamat http://www.twitter.com/penulishebat . di acount ini bisa mengunduh tentang penulis pecundang. Belum mencoba tapi sudah bilang susah. Belum mencoba namun sudah menyerah. Ok ? sepertinya ini sudah cukup untuk menstimulasi kawan-kawan yang ingin jadi penulis hebat. Terutama untuk menguatkan diriku sendiri untuk mencapai cita-cita besarku “Penulis Sukses yang Hebat”.

Ya…Penulis sukses yang hebat. Untuk itu aku harus terus melakukan pembenahan diri dan menguatkan mentalku. Satu hal yang terus kutanamkan dalam pikiran dan jiwaku bahwa penulis sukses yang hebat bukan seberapa banyak karya yang dihasilkan namun seberapa tangguh dalam memperjuangkan tulisannya untuk merubah pemikiran seseorang sehingga menjadi jendela dunia. Bagaimana dalam mempertahankan diri agar tetap produktif menghasilkan karya-karya walau sering ditolak media atau penerbit. Dan Alhamdulillah sekarang telah ada buku CARA MENJADI PENULIS HEBAT ini. Aku harus membacanya berulang-ulang agar aku terpandu dengan baik dalam mewujudkan cita-cita besar itu.

Yang terakhir jangan gampang menyerah, teruslah menulis walau sering ditolak oleh media atau penerbit. Biarkan saja mereka menolak-i karya-karya kita. Setelah tahu kita tetap menulis dan tetep produktif lama-lama juga minta ama kita kok, betul ga….? Yang jelas penerbit atau media tak akan bisa eksis tanpa penulis. So, terus berjuang dan semangat karena penulis hebat tak akan pernah mengenal putus asa. Dia tak peduli media atau penerbit tak mempedulikannya, karena satu prinsip penulis hebat “Aku tetep berkarya agar aku bisa merubah dunia sehingga aku akan dikenang sepanjang masa”. Tetep semangat demi cita-cita hebat. Salam kreatif !! Teruslah berkarya. OK ?*az