Arsip untuk November, 2013

Membangun kebangkitan pergerakan Islam tidak bisa hanya satu sisi. Karena power dari keimarohan itu harus ditopang dari banyak hal.

Tidak bisa hanya berfokus pada bidang-bidang tertentu saja.

Misalnya, tidak bisa membangun keimarohan hanya dari segi politik praktis saja, atau segi keilmuan saja, atau segi ekonomi saja, pembangunan aqidah saja atau hanya mengandalkan ukhuwah islamiyah saja.

Adapun kekuatan kebangkitan itu ada 5 poin.

1. Kekuatan aqidah.

Membangun keimarohan harus didahului oleh kekuatan aqidah yang kokoh. Tiap individu muslim harus diberi pendalaman materi masalah aqidah islam. Ini harus diberi porsi prioritas dan porsi paling banyak. Karena dari sinilah akan ada pergerakan kebangkitan.

Poin pertama ini adalah poin urgen sebelum mendahului poin poin yang lain.

Nisbi akan terjadi kekuatan besar tanpa aqidah dan pemahaman keimanan yang benar.

2. Kekuatan ilmu

Sungguh benar, ilmu mendahului segalanya. Seorang muslim tak akan bisa hidup dengan cara muslim yang benar jika ia tidak belajar islam secara benar, tidak mengupas al qur’an dan sunnah secara tuntas..

Tidak mungkin seorang muslim bisa bergerak tanpa menguasai materi pergerakan. Tidak mungkin seorang muslim bisa berpolitik tanpa mempelajari politik, tidak mungkin seorang muslim menjalankan roda ekonomi tanpa punya ilmu ekonomi, tidak mungkin seorang muslim bisa membangun rumah tangga tanpa ia menguasai ilmu biduk rumah tangga,tak akan mungkin seorang muslim bisa jihad fiesabilillah tanpa ia mempunyai ilmu tentang jihad fiesabilillah.

Untuk itu, semua lini ilmu harus dipelajari agar ia bisa bergerak diberbagai lini perjuangan.

3. Kekuatan maal (keuangam)

Ini juga menjadi poin penting, karena segala aktifitas itu harus ditunjang oleh dana. Dan itulah kenapa al qur’an juga menyebutkan tentang jihad harta.

Maksudnya disini adalah adanya pembagian tugas kerja pergerakan. Siapa yang harus ke lapangan dan siapa yang harus menyuplay dana.

Memang sudah manusiawi tidak semua manusia bisa bekerja ganda. Alias tidak bisa berbagi kefokusannya tentang sebuah amanah perjuangan. Mencari uang dan beruuang di lapangan, pergi berjihad itu sulit dilakukan. Kecuali sebelum ia berangkat berjihad telah mempunyai bisnis besar yang bs diandalkan. Mayoritas… para pejuang berekonomi lemah.

Namun disini dibutuhkan amir, amir yang tegas, dan jundi jundi yang konsisten.

Dimana ketika seorang jundi diamanahi untuk mencari dana dengan usahanya, ketika usahanya berhasil ia harus membiayai perjuangan dan keluarga yang berjuang dilapangan. Disinilah harus diaktifkannya baitul mall.

Sungguh kasian mereka yang berjuang fiesabilillah namun keluarga mereka tak bisa makan. Karena suaminya pergi berjihad dan anak isterinya tidak keurus dalam nafkahnya. Yang akhirnya dijadikan alat untuk memojokkan para pejuang jihad.

Dan isteri isteri para mujahid tidak boleh hanya berpangku tangan mengandalkan baitul mal, namun ia juga harus mandiri dalam mencukupi nafkah keluarga. InsyaAllah pahala sangat berganda dan berlimpah limpah wanita yang seperti ini.

Inilah yang dinamakan kerja jama’i dalam hal keuangan umat. Membiayai, menafkahi keluargamyang pergi beroerang dan menyuplay dana perjuangan merupakan jihad mall.

4. Ukhuwah (persaudaraan) Islam

Persaudaraan antar mu’min itu harus dibangun. Karena ini untuk menggalang kekuatan. Friksi friksi dan intrik intrik antar kelompok perjuangan harus diupayakan untuk tidak terjadi. Karena jika terjadi itu adalah peluang musuh untuk mengadu domba.

Firqoh firqoh yang semisi, hendaknya merapat untuk membangun kekuatan pergerakan. Antar firqoh jihadi diharapkan untuk tidak saling mencurigai dan melempar tuduhan, karena ini sangat merusak basis kekuatan islam.

Kekuatan terbesar dalam Islam adalah barisan jihad. Ini adalah kantong power terbesar. Karena menjadi power inti, banyak pihak ingin memecah kekuatan jihadi menjadi kelompok kelompok kecil yang saling bermusuhan. Karena jika pecah akan muncul konflik, setelah itu tak mungkin tank saling menyatu memberondong musuh. yang terjadi adalah saling membunuh antar barisan jihadi.

Begitu pula firqoh yang bergerak di bidang pendidikan dan kekuasaan. Ukhuwah yang dibangun bukan ukhuwah dengan musuh. Kompromi yang dibangun bukan kompromi dengan musuh. Namun kompromi dengan sesama firqoh muslim.

Ketika penanaman jarak sangat kental dengan firqoh firqoh muslim, dan membangun tali kasih dengan firqoh firqoh musuh maka ini akan mengindikasikan sebuah opini pembelotan perjuangan.

Keharmonisan dengan firqoh firqoh muslimlah yang harus dibina. Bukan malah menanam jarak dan seakan bermusuhan di balik selimut.

Saling tolong menolongnya tidak hanya bersifat kefirqohan saja melainkan menyeluruh. Firqoh manapun yang membutuhkan dana atau bantuan fisik hendaknya saling menjulurkan tangan.

Sebagaimana kaum aus dan khozroj, sebagaimana kaum muhajirin dan anshor.

5. Kekauatan militer (jihad)

Kekuatan ini harus dibangun sejak dini, anak anak harus dikenalkan dengan aktivitas militer. Paling tidak latihan fisik harus dilakukan sejak dini. Seperti berlari, berenang, memanah, menembak, panjat tebing dan gunung. Fisik yang kokoh harus dibangun.

Kenapa demikian ?

Nisbi akan mempertahankan kekuasaan tanpa ada kekuatan militer yang melindunginya.

Itulah kenapa, pendekatan-pendekatan di bidang militer harus dilakukan, agar anak anak bisa belajar melakukan itu.

Tank dan peluru itu adalah pelindung kekuasaan. Karena dari zaman ke zaman, para militer itulah yang menjadi garda pengamanan kekuasaan. Mereka menjadi ujung tombak. Dan itulah kenapa darah mereka harum dan diganjar dengan bidadari serta bisa mensyafaati 70 orang sanak saudaranya.

Jadi kesimpulannya adalah, pergerakan itu hendaknya dibangun diberbagai lini. Tidak memfokuskan pada satu bidang saja. Harus ada kerja jama’i. Pembagian tugas dari amir pun harus jelas dan sesuai kompetensi masing masing. Selain itu saling menanggung, saling melindungi dan saling menolong, saling percaya itu harus ada pada setiap jundi kepada jundi lain.

InsyaAllah, ketika ini terbangun…. kebangkitan keimarohan Islam akan terus bergerak dinegeri ini. Tidak hanya sekedar teori yang terus dikoar-koarkan melainkan praktik yang bisa dikerjakan setiap jundi yang mengaku pejuang Islam.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat dan merefres kembali keilmuan kita tentang membangun kekuatan umat ini.
Karena berjuang dijalan Allah itu fardlu ain bagi setiap individu muslim.

Semoga kita semua istiqomah di atas dienillah hingga akhir hayat kita. Amin yarobbal’alamin.

Iklan