Arsip untuk September, 2012

saya tuh kok jadi suntuk sendiri ya…

di forum kajian saya, ceritanya isteri-isteri pada jengkel ma suaminya…

di halaqoh ceritanya juga sama…

ntar di telepon ceritanya sama…kalau gak isterinya yang jengkel, suaminya yang jengkel…

kemarin mencari suasana baru di sekolah….welaahhhhhhhhhh….PODHO WAE…

yang ceritanya udah bercerai, yang isterinya tak mau lagi menganggapnya suami….

hufffttt…

********
akhirnya dalam diam kok jadi mengambil kesimpulan begini…
MUNGKIN PERJUANGAN KITA BELUM KOMPAK ITU KARENA DALAM RUMAH TIAP PEJUANG ISLAM ‘BELUM BERES’ SEHINGGA MENGGANGGU KINERJA PERJUANGAN.

********
Wahai pengemban dakwah, dan pengemban perjuangan….KETAHUILAH ISTERIMU BUKAN BIDADARI…DAN ENGKAU BUKAN MALAIKAT….SALING MELENGKAPILAH….SALING NASEHAT MENASEHATILAH…BERLAPANGDADALAH…BERJIWA BESARLAH…BEGITULAH RUMAH TANGGA….JIKA MENCARI AKAR MASALAH DAN KEKURANGANNYA TAK AKAN ADA UJUNGNYA…

apa yang dihadiRkan Allah untukmu…itu adalah terbaik…terimalah…syukurilah…

perbaiki jika ia rusak, rawat dengan baik jika ia istimewa…

UNTUK ENGKAU PARA LAKI_LAKI…
jikalaulah memang tidak bisa lagi mencapai tujuan pernikahan “SAKINAH, MAWADAH,WARAHMAH” maka cobalah cermati bahasa ini JIKA ENGKAU MEMILIH BARANG DAN TERTARIK LALU ENGKAU MEMBELINYA, KARENA TELAH ENGKAU BELI MAKA ENGKAUPUN MENCINTAINYA. NAMUN RUPANYA BARANG ITU TIDAK BISA BERFUNGSI SEBAGAIMANA MESTINYA,ENGKAU KECEWA. JIKA ENGKAU RELA MAKA LOAKKAN BARANG ITU, NAMUN JIKA SAYANG KARENA BELINYA MAHAL DAN MUNGKIN TELAH MEMBERIKAN SEDIKIT MANFAAT DISIMPAN SAJA DAN DIPAJANG KEMUDIAN BELI BARU”

menjadi pemimpin itu memang sulit. untuk itu jadilah pemimpin yang bijak. dan jika ingin membuat sebuah kepemimpinan baru maka binalah betul2. KARENA AKAN DIMINTAI PERTANGGUNG JAWABAN DI HADAPAN ALLAH KELAK.

UNTUK ENGKAU PARA WANITA…
ketahuilah wahai saudaraku….penghuni neraka paling banyak adalah wanita. kenapa bisa demikian ? KARENA BANYAK WANITA YANG TIDAK BERSYUKUR ATAS APA YANG DILAKUKAN SUAMINYA PADANYA. IA KUFFUR TERHADAP SUAMINYA. WANITA MASUK NERAKA BUKAN KARENA IA TAK TAAT PADA ALLAH DAN RASULNYA, MELAINKAN IA TIDAK BERSYUKUR KEPADA SUAMINYA”

menjadi wanita sholihah itu memang sangat sulit….NAMUN BERSABAR…TABAH…TELATEN…LEGOWO…ITU BISA DIUSAHAKAN DAN DIPELAJARI….SIAPA TAHU KETIKA KITA BISA SEPERTI ITU..KITA DIMUDAHKAN ALLOH UNTUK MENCAPAI DERAJAT WANITA SHOLIHAH…AMIN.

semoga kita dimudahkan urusannya oleh Allah. baik urusan rumah tangga maupun urusan dakwah dan perjuangan…

selamat berbenah….mari kita wujudkan perjuangan ini tegak di atas landasan yang kuat…dengan qudwah….tak hanya sekedar lisan yang terucap atau tak sekedar gerak yang refresif tanpa tauladan dari “pemerintahan kecil” kita.

amin ya robbal’alamin…

Iklan

MEMBELA SIAPAKAH PENGUASA NEGERI INI ?

Posted: 10 September 2012 in Opini

Bumi Alloh, 10 September 2010

Bismillahirrohmanirrohim….

Dari rentetan kasus demi kasus yang mereka namakan “terorisme” seharusnya aparat yang menangani kasus itu berpikir keras TENTANG SEBAB. KARENA MENYEMBUHKAN PENYAKIT HANYA DENGAN RESEP “TAK JELAS” HANYA MENJADI MALL PRAKTIK.

KETIKA APARAT MENJADI “DOKTER” YANG SEHARUSNYA IA KERJAKAN PERTAMA KALI KALI ADALAH MENGANALISIS SEBAB. karena kejadian itu tidak hanya sekali maupun dua kali, namun berkali-kali dan terus berantai.

seharusnya MEREKA KAUM APARAT ITU BERPIKIR, “KENAPA YANG ‘TERORIS’ SERANG BUKAN PASAR, BUKAN TEMPAT2 SIPIL ? NAMUN KENAPA MEREKA YANG MENEGAKKAN HUKUM ?

dari jawaban bayu seharusnya aparat keamanan itu lebih sensitif dengan apa yg mereka mau. dan itulah sebab mereka melakukan aksi tersebut.

ketika sebab itu direspon dengan positif oleh aparat, yakinlah aksi mereka akan mereda.

MERESPON TIDAK USAH DIARTIKAN ITU TUNDUK DENGAN MEREKA. NAMUN WAHAI PARA APARAT, PIKIRKANLAH KEMASLAHATAN RAKYAT YANG KALIAN AMANKAN. WAHAI PARA PEMIMPIN, PIKIRKANLAH KEMASLAHATAN RAKYAT YANG ANDA PIMPIN.

sungguh dari alasan yang diungkapkan oleh bayu…itu telah terjadi kedholiman dan kesenjangan sosial dalam tubuh rakyat. Pemimpin dan para tangan kanannya MEMASANG HIRARKI SOSIAL. DAN ITULAH SEBAB KERUSUHAN TETAP BERMUNCULAN DI NEGERI INI.

SELAIN ITU, UCAPAN-UCAPAN YANG DISAMPAIKAN ‘SEBAGIAN’ PARA PENEGAK DAN PENJAGA KEAMANAN NEGERI INI ADALAH SEBUAH PERKATAAN YANG MEMICU KERUSUHAN.

kalimat itu adalah :
1. masyarakat harus lebih waspada dan intensif mengamati lingkungannya dan segera melaporkan apabila ada sesuatu kegiatan yang mencurigakan. —–> kegiatan “mencurigakan” ini tidak dirinci secara detail. sedangkan SDM masyarakat juga belum bisa memaknai apa arti khusus dari ‘mencurigakan’ tersebut.

misalkan ada oknum tidak suka dengan si A. akhirnya ia membuat berita ‘ada yg mencurigakan’ apa yang kita bayangkan ? si oknum yang ingin ‘cuci tangan’ akhirnya mengerahkan masa untuk menggerebek orang yang melakukan ‘sesuatu yang mencurigakan tersebut’. padahal mencurigakan tadi belum jelas apa dan hanya berdasarkan ‘katanya’.

dan ini sudah sering terjadi dibelahan nusantara ini.

2. mereka ‘menjual’ kata ‘JIHAD’ untuk keperluan mereka. —–> sungguh wallahi ! ini adalah kata2 hina yang mereka sampaikan.

mereka tahu siapa yang melakukan ‘aksi’ , yaitu dari barisan gerilyawan mujahidin. sungguh jelas-jelas yang melakukan adalah mujahidin. apa tugas mujahidin ? ya berjihad. jadi itu sudah poksi mereka dalam bekerja. JADI MEREKA TIDAK MENJUAL ‘JIHAD’ NAMUN ITU ADALAH PEKERJAAN MEREKA, TUGAS MEREKA.

KETIKA MEREKA MENGHINA PIMPINAN MUJAHIDIN BERARTI MEREKA MENGHINA ULAMA, MENGHINA BARISAN MUJAHIDIN, PADAHAL ULAMA ADALAH PEWARIS PARA NABI. DAN ALLOH JUGA MEMULIAKAN MEREKA.

banyak ayat yang menyatakan kemuliaan dari Alloh untuk para mujahidin itu. Namun kenapa para hamba yang mengaku hamba Alloh memojokkan, merendahkan, bahkan melegitimasi mereka ?

3. para da’i harus bersertifikasi —–> apa maksud dari perkataan ini. berdakwah harus mendapatkan restu mereka. memang siapa mereka ? mereka ulama bukan ? faham al qur’an saja tidak ? islamnya sudah benar-benar tunduk pada alloh atau belum ?

BEGITU… MAU MEMBERIKAN SERTIFIKASI DA’I KEPADA PARA PENYERU ISLAM. KEPADA PARA PEJUANG ISLAM.

SUDAH SANGAT TERBUKTI DARI ZAMAN ORDE LAMA HINGGA ORDE BARU HINGGA REFORMASI MEREKA ADALAH PENGGIAT UNTUK MENANGKAPI PARA DA’I DAN PEJUANGNYA. LALU KEPADA MEREKA PARA DA’I DAN PEJUANG HARUS MEMINTA SERTIFIKASI DAKWAH ? ya…nonsen akan diberikan sertifikasi sesuai dengan al qur’an. lawong mereka sendiri memusuhi al qur’an dengan dibuktikan mereka memusuhi ulama sebagai pewaris para ambiya’.

dan yang menjadi catatan adalah ISLAM TIDAK PERNAH MENYURUH KAUMNYA UNTUK MENCARI SERTIFIKASI UNTUK KELEGALAN DAKWAHNYA. DAN ISLAM HANYA MENYAMPAIKAN “SAMPAIKAN WALAU SATU AYAT”. jadi ketika seorang muslim sangat memahami tentang 1 ayat ia wajib menyampaikannya. ketika ia memahami 2 ayat maka ia wajib menyampaikannya. apalagi kalau yang ia fahami beratus dan beribu ayat, maka segitulah kewajiban yang dibebankan Allah terhadap hambaNya untuk disampaikan kepada sesamanya.

dan masih banyak yang harus dicermati, dikaji dari perkataan-perkataan para petinggi penegak hukum dan keamanan negeri ini.

KESIMPULANNYA :
MASALAH ITU MUNCUL DARI MEREKA SENDIRI, KARENA MEREKA TERLALU DINI MEMBUAT PERNYATAAN, TERLALU MUDAH MEREKA BERUCAP. MEREKA TIDAK SADAR KALAU YANG MEREKA UCAPKAN ITU AKHIRNYA MALAH MEMICU HURU HARA NEGERI YANG SANGAT RENTAN DENGAN SARA-NYA.

ketika mereka menyuruh untuk bijak menghadapi bhineka tunggal ika, tapi KENAPA MALAH MEREKA MERUSAK KEBINEKHAAN YANG ADA ?

*inilah pertanyaan anak negeri yang sudah lelah dengen kemelut negeri ini…..

akhirnya menjadi ingat sebuah pernyataan :KETIKA BELI BARANG KELIHATANNYA BAGUS, DIBELI DENGAN HARGA MAHAL. NAMUN TIDAK TAHUNYA TIDAK BISA DIGUNAKAN DENGAN MAKSIMAL, BAHKAN TIDAK BISA DIPAKAI UNTUK MENYELESAIKAN PEKERJAAN DAN MALAH MEMBUAT MASALAH. MAKA BARANG INI LEBIH BAIK DIAFKIRKAN, DAN BELI BARANG BARU. JIKA TERLALU CINTA MAKA BARANG ITU DIPAJANG SAJA, JIKA PUNYA DANA LEBIH UNTUK MEMELIHARANYA.

keadilan dan kebhinekaan, serta toleransinya hanya simbol…toh nyatanya rakyat sendiri yang menjadi “tumbal eksistensi para penguasanya”

Allah Maha Adil dan Maha Melihat serta maha Menilai