****Penyiksaan Adalah Sunnatullah Ilahiyah dalam Dakwah****

Posted: 17 Juli 2012 in Syahsyiyah Islamiyah

Dakwah adalah jalan panjang yang harus dilalui oleh seorang muslim yang telah mukallaf (baligh). Dimana ketika ia telah mengucapkan dua kalimah syahadat itu maka kewajiban ia adalah meyakininya dalam hati dan mengamalkan dalam kehidupannya secara kaffah.

Syahadah itu tak hanya sekedar symbol melainkan ia adalah kalimat tauhid yang menjadikan seorang manusia benar-benar menyingkirkan
sesembahan selain Allah saja. Ia memberikan loyalitasnya hanya kepada Allah semata. Ia menghilangkan penghambaan terhadap manusia dan mengembalikan penghambaan itu hanya kepada Allah Rabb semesta.

Dalam tugas pertamanya Rasulullah adalah mengenalkan kalimat tauhid itu kepada kaumnya. Kemudian menyuruhnya untuk meyakini dan membuktikan dalam amalan kesehariannya dengan membuang semua sesembahan berhala yang mereka puja. Rasulullah tak luput dari caci dan hina bahkan disiram dengan kotoran hewan telah ia rasa. Namun ia sangat sabar menghadapinya dan meyakini bahwa itulah yang harus ia lewati untuk mendapatkan keridhoanNya.

Suku Bani Hasyim dan para sahabat diboikot selama 3 tahun oleh kaum kafir Quraisy. Hingga mereka tidak bisa makan maupun memenuhi kebutuhan mereka. Harga barang mereka naikkan setinggi-tinggi nya agar kaum muslimin tak mampu membelinya. Pemboikotan ini sudah tidak hanya berdasarkan pada perbedaan aqidah saja melainkan telah menjadi dua sekumpulan alasan dimana kaum quraisy telah mengumpulkan nafsu mereka untuk menghalangi aqidah dan pemikiran baru Rasulullah untuk masuk Makkah.

Sebuah kenyataan pada tahap dakwah sirriyah dan awal dakwah jahriyah kaum yang mengikutinya adalah kaum duafa dan kaum budak menjadikan kondisi mereka bertambah parah dalam penderitaan karena secara otomatis mereka tak mempunyai harta yang berlimpah untuk bertahan hidup.

Namun apakah mereka menyerah wahai saudaraku….? Mari kita selami
kata-demi kata yang berusaha kuurai untuk kalian…

Ketika melihat kaum muslimin sudah tak berdaya para pemuka Quraisy
mengirimkan pembesarnya untuk membujuk dan menawarkan segala harta dan kenikmatan dunia kepada Rasulullah.

“Wahai putra saudaraku, jika dengan da’wah yang anda lakukan itu anda ingin mendapatkan harta kekayaan, maka akan kami kumpulkan harta kekayaan yang ada pada kami untuk anda, sehingga anda menjadi orang yang terkaya dikalangan kami. Jika anda menginginkan kehormatan dan kemuliaan, anda akan kami angkat sebagai pemimpin, dan kami tidak akan memutuskan persoalan apapun tanpa persetujuan anda. Jika anda ingin menjadi raja, kami bersedia menobatkan anda sebagai raja kami. Jika anda tidak sanggup menangkal jin yang merasuk ke dalam diri anda, kami bersedia mencari tabib yang sanggup menyembuhkan anda, dan untuk itu kami tidak akan menghitung-hitung biaya yang diperlukan sampai anda sembuh

”Inilah bujuk rayu yang ditawarkan oleh Abul Walid (Utbah bin
Rabiah). Kemudian Rasulullah menjawabnya dengan sebuah ayat QS. Fushilat : 1-13 :

“Haa Miim. Diturunkan dari Tuhan Yang Maha Pemurah lagi Maha
Penyayang. Kitab yang telah dijelaskan ayat-ayatnya, al qur’an dalam bahasa Arab, bagi kaum yang hendak mengetahuinya. Kitab yang membawakan berita gembira dan membawakan peringatan, tetapi kebanyakan mereka berpaling dan mereka tidak mau mendengarnya. Mereka (bahkan) berkata “Hati kami tertutup bagi apa yang kamu serukan kepada kami, dan telinga kamipun tersumbat rapat. Antara kami dan kamu terdapat dinding pemisah. Karenannya, silahkan kamu berbuat (menurut kemauan kami sendiri). “katakanlah (hai Manusia), “Bahwasannya aku adalah seorang manusia (juga) seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwa Tuhan kamu adalah Tuhan yang satu, karena itu hendaklah kamu tetap pada jalan lurus menuju kepada-Nya, dan celakalah orang-orang yang mempersekutukanNya…..

Dan Utbah mendengar bacaan Rasulullah sampai pada ayat : “Jika mereka berpaling, maka katakanlah, “Kalian telah kuperingatkan (mengenai datangnya petir (adzab) seperti petir yang menghancurkan kaum ‘Aad dan Tsamud (dahulu)”

Kemudian Utbah kembali kepada kaumnya dengan mengatakan “demi
Allah apa yang dikatakan Muhammad bukanlah sya’ir, bukan sihir dan bukan pula mantera dukun. Ta’atilah aku dan biarkan Muhammad dengan urusannya……”

Setelah kegagalan Utbah membujuk Rasulullah, kaum Quraisy masih terus mengirimkan juru lobinya untuk membujuk Rasulullah supaya meninggalkan ajaran barunya. Mereka mendatangkan pemuka-pemuka mereka diantaranya al Walid bin Mughiroh dan al ‘Ash bin Wail. Mereka menawarkan harta kekayaan dan gadis tercantik kepada Rasulullah dengan syarat Muhammad mau meninggalkan kecaman terhadap tuhan-tuhan mereka. Dan akhirnya Rasulullah tetap menolaknya.

Namun akal bulus mereka terus bekerja dengan menawarkan, “bagaimana jika anda menyembah tuhan-tuhan kami sehari dan kami menyembah tuhanmu sehari (bergantian). Tawaran inipun ditolak secara tegas oleh Rasulullah dalam QS. Al kafirun : 1-6

“Katakanlah, “hai orang-orang kafir ! aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah.Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak perlu (juga) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku”

Wahai saudaraku apa sebenarnya hikmah yang bisa kita peroleh
dari sirah di atas ?

1) Bahwa dakwah itu jauh dari kepentingan pribadi dan golongan, jauh dari memburu harta kekayaan dan kekuasaan serta jauh dari memburu kehormatan. Ingatlah wahai saudaraku, manusia diuji dengan 3 hal : HARTA,TAHTA,WANITA. Apabila keimanan seseorang tdk mencapai puncak tauhidnya maka ia akan goyah dengan ketiga ujian tersebut. Entah satu diantaranya atau semuanya telah melemahkannya.

Mungkin yang patut brhati-hati adalah mereka yang telah merambah dakwah siyasi (dakwah dlm pemerintahan dan kekuasaan). Seperti mereka yang duduk dalam DPR/DPRD/MPR serta mereka yang duduk dalam kekuasaan yang lain (seperti kementrian,gubernur dan walikota). Dalam pemerintahan adalah tempat membuat kebijakan. Dimana di Negara kita menganut system demokrasi yang benar-benar bertentangan dengan konsep Islam. Disinilah peran mereka sebenarnya untuk mengubah system itu menjadi system yang menggunakan Syari’at Islam secara kaffah dalam berbagai segi kehidupan.

Ketika sudah berniat untuk mensibghoh (mencelup) system itu dengan system Allah maka ketika melakukan lobi-lobi politik mereka tdk boleh sedikitpun goyah oleh tawaran-tawaran menggiurkan berupa TAHTA,HARTA,dan WANITA itu. Mereka harus benar-benar memperjuangkan dien Allah disana. Bukan memperjuangkan kepentingan kelompok atau golongan bahkan harus jauh sama sekali dengan kepentingan-kepentingan pribadi.

Karena ketika Rasulullah telah bersinggungan dengan kaum Quraisy pemegang kekuasaan itu maka begitulah yang dilakukan. Rasulullah sedikitpun tidak menyentuh apa yang mereka tawarkan. Rasulullah tetap teguh pada kebenaran tauhid yang beliau bawa. Lalu bagaimana dengan para juru dakwah kita di siyasi tersebut ? apakah mereka benar-benar teguh dengan apa yang dikomitmenkan Rasulullah ?

Wahai mereka yang telah merambah ke dalam siyasi……ingatlah bahwa tak ada pencampuradukan keentingan dakwah dengan kepentingan golongan kalian, tak ada pencampuradukan kepentingan dakwah dengan kepentingan pribadimu….IKHLASLAH bahwa engkau memang menjual segala yang engkau punya itu hanya untuk Islam semata. Engkau memang benar-benar menegakkan dienullah di negeri kalian. JANGAN PEDULI DENGAN TAWARAN KEKUASAAN SEHINGGA ENGKAU LEMAH. JANGAN PEDULI DENGAN KEPEMIMPINAN YANG DITAWARKAN BILA ITU HANYA MELEMAHKAN KEBIJAKSANAAN ISLAM. JANGAN HANYA SEKEDAR KEMASLAHATAN SEHINGGA ENGKAU MENGGADAIKAN AQIDAH ISLAM.

Wahai ikhwah fillah….Rasulullah dan para sahabatnya rela diboikot selama 3 tahun. Rasulullah dan sahabatnya rela meninggalkan kampung halamannya untuk mempertahankan aqidah mereka. Rasulullah dan para sahabatnya rela meninggalkan harta benda yang mereka punya. Lalu sudahkah kita melakukan itu ? Atau kita mencari celah-celah berbahaya hanya ingin mendapatkan kesuksesan lobi politik ? Sungguh itu sebuah taruhan yang harus dipikirkan dengan matang. Jangan sampai bola salju yang terus menggelinding kencang itu dipukul dengan keras oleh musuhmu karena engkau telah lena dengan sebuah kekuasaan dan harta. Engkau terlena dengan kebijakan-kebijakan yang engkau rasa berguna untuk golongan dan kaummu namun itu hanya sebuah jebakan saja. Ingatlah itu wahai ikhwah fillah…..sekali lagi rasulullah dan para sahabatnya tidak pernah membuat sebuah M o U dengan pihak kafir dengan sebuah toleransi. Mereka mempunyai pendirian sendiri. Yaitu hanya tertegaknya tauhidullah di negeri mereka. Itu saja. Tanpa ada yang lainnya.

2) Tidak ada toleransi apapun manakala sebuah perjanjian itu merugikan Islam maupun menyudutkannya bahkan menghinakannya dengan bertransaksi masalah aqidah. Darisini kita tahu bahwa tidak ada pruralisme dalam Islam. Islam ya Islam tdk ada hal lain yang mencampurinya. Ketauhilah karena Islam itu bukan tradisi melainkan Islam itu adalah sebuah keyakinan yang sesuai dengan fitrah, akal dan logika. 4 faktor itu jangan dimaknai terpisah karena ia kesatuan yang syumul (sempurna). Kalau tradisi itu adalah faham turun temurun yang tidak mengenal itu benar dan salah bagi para pengikutnya. Seperti memaknai kedukaan dengan warna hitam. Itu baru tradisi karena ia hanya tersebar dari mulut ke mulut dari keturunan ke keturunan. Sedangkan Islam itu dari al qur’an yang sudah dipastikan ia sesuai dengan hak azazi manusia berupa fitrahnya dan telah terbukti kebenarannya melalui akal dan logika manusia.

Jadi disini tidak ada akulturasi Islam dengan budaya lain maupun dengan pemikiran lain. Tidak ada Islam beralkulturasi dengan sosialis, tidak ada Islam beralkulturaisi dengan dengan atheis. Di dunia ini ada 3 pemikiran itu (ISLAM, SOSIALIS,ATHEIS). Lalu bagaimana dengan demokrasi yang dianut oleh sebuah Negara. Ingatlah…demokrasi itu juga merupakan system kuffur yang hasil metamorfosis dari faham sosialis dan atheis yang telah menyatu sehingga memunculkan faham baru LIBERALIS. LIBERALIS hanya mengedepankan KAPITALIS dalam ekspansinya. Dimana disini hanya kekuasaan, kekayaan yang mereka buru. Mereka hanya mengedepankan hak pribadi mereka. Itulah jargon kafir itu wahai saudaraku….ketahuilah…ISLAM itu memang telah lahir secara fitrah. Lalu kenapa masih muncul HAK ASASI MANUSIA (HAM) ? masih kurangkah Islam menguruis HAM kalian ? Sungguh dholim manusia seperti itu. Memang hanya ketidak puasan saja bila nafsu dan syahwat telah menguasai diri dalam menjalankan kebijakannya.

3)Harus memilih untuk sengsara (menolak perjanjian) demi menegakkan kalimat tauhid itu. Karena kesengsaraan yang dialami itu adalah sebuah sunnah ilahiyah.

Sudah selayaknya dalam berdakwah itu harus melaui tahapan penyiksaan ini. Seperti yang telah ana uraikan di atas bahwa sifat pertama manusia adalah mukallaf (yang menanggung beban) dimana ditandai pada akil balighnya. Lalu apa sebenarnya beban (ta’lif) dari seorang muslim itu ?

Ta’lif seorang muslim adalah MENEGAKKAN KALIMAT ALLAH DI MUKA BUMI. Dan ta’lif ini adalah konsekuensi dari ubudiyyah (ibadah) dan ia menuntut kesiapan menanggung beban dan perlawanan terhadap hawa nafsu dan syahwat.

Dari ta’lif ini maka kewajiban seorang muslim itu ada 2 hal :

*) berpegang teguh dengan Islam dan membangun masyarakat Islam yang benar;

*) menempuh segala kesulitan dan menghadapi segala resiko dengan mengorbankan nyawa dan harta. Inilah yang dinamakan menjual seluruh kehidupan dan hartanya kepada Allah itu.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min diri dan harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh” (QS. At Taubah : 111)

Sekali lagi segala penyiksaan itu merupakan sunnah ilahiyyah yang harus kita lalui dalam dakwah, ia merupakan sifat ubuddiyah yang telah tertuang dalam QS. Adz Dzariyat : 56 “Tidak Ku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada Ku”, ia adalah sifat ta’lif (beban), dan ia adalah pembuktian kebenaran untuk orang-orang yang benar dan kedustaan orang-orang yang dusta.

QS. Ali Imron : 142 : “ Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar”

Jadi apa kesimpulannya wahai ikhwah fillah….dimanapun kita berpijak dalam dakwah menyuarakan dienullah ini, janganlah ada sedikitpun toleransi terhadap kebijakan di luar Islam untuk menyetir Islam ini. Janganlah merubah garis perjuangan dakwah dengan mengalkulturasikan sebuah budaya dengan budaya Islam. Karena ingatlah tujuan kita adalah mensibghoh (mencelup)mereka bukan kita yang tersibghoh (tercelup) wahai ikhwah fillah…

Ingatlah perjuangan Rasulullah dengan kesengsaraannya. Pemboikotan, penculikan bahkan penyiksaan yang mereka alami. Mereka menerimanya dengan Ikhlas wahai ikhwah…mereka tidak gentar dengan ancaman-ancaman bualan yang mereka buat. Lalu kenapa kita lemah dengan ancaman tak akan diberi kekuasaan dan dibatasi kebijakannya ? itu hanya sepucuk kuku dari perjuangan Rasulullah dulu. Teguhlah wahai saudaraku dengan ketauhidan yang engkau perjuangkan. Allah akan membalas semua penderitaan itu. Yakinlah. Tak ada bandingnya himpitan, genjetan, cacian, fitnahan serta penyiksaan yang dilakukan kaum kuffar itu dengan apa yang akan diberikan Allah di akherat kelak.

Dan percayalah jangan berputus asa untuk komitmen di jalan dakwah. Jangan engkau buat Islam ini menjadi abu-abu hanya demi kepentingan golongan dan dirimu. Karena telah jelas batas kebenaran dengan keburukan itu. Dan ingatlah kebenaran itu tetap akan ada pembelanya sampai kapanpun. Jadi janganlah engkau takut untuk memperjuangkan kebenaran itu. Dan ingatlah pertolongan Allah itu sangat dekat.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu ? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan), sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yang bersamanya. “Bilakah datangnya pertologan Allah ?” Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS. Al Baqarah : 214)

KEBENARAN ITU TAK BISA DIBELI DENGAN BINGKISAN, BILA DARAH HARUS MENGUCUR DEMI TEGAKNYA DIENULLAH MAKA ITULAH YANG HARUS KITA LAKUKAN.

~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*~`*`~*

Sebuah goresan pena dari ~`*`~*IMATUZZAHRA~`*`~*semoga bisa meluruskan kembali pada iktikad baik kita dalam dakwah. Semoga bisa membersihkan kembali niatan kita bagi mereka yang telah merambah dakwahnya menuju siyasi. Semoga abu-abu itu bisa kembali putih
dan semoga menjadikan kita teguh dalam mempertahankan kebenaran dan jauh dari keinginan untuk memperoleh HARTA,TAHTA,dan WANITA. Karena itulah racun dunia yang bisa menyesatkan dir kita. Kembalikan niatan suci itu hanya untuk ridho Allah semata. Kita bersihkan prulalisme yang mulai kita anut melalui toleransi-toleransi yang kita buat. Hanya aturan Islam yang jelas kebenarannya…untuk itu jangan ditawar-tawar lagi karena aturan Islam itu bukan perdagangan ia adalah amanah tauhid yang kita emban dalam hidup ini. Wallahuallam bishowab.Tegaklah berdiri dimanapun kalian berada. HAYYA BIL JIHAD !!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s