-*- Kenapa Harus FPI Yang Dibubarkan ? -*-

Posted: 4 Juli 2012 in Opini, Uncategorized

Bismillahirramahnirrahim…..

Sebuah organisasi Islam yang terkenal tegas bernama, Front Pembela Islam (FPI) ini mendapat desakan dari berbagi pihak untuk di bubarkan. Lalu apa gerangan yang terjadi ? hanya beralasan organisasi yang bergerak dengan kekerasan atau ada maksud yang tersimpan dari usul itu ? Penjegalan terhadap eksistensi Islam itu sebenarnya telah terjadi sejak Islam di dakwahkan.

Berbagai cara oleh kaum kafir digelontorkan demi tumbangnya kejayaan Islam. Ketika Islam dan syari’atnya pernah tegak dibawah bendera nubuwah dan akhirnya dilanjutkan dengan kekhilafahan yang mencapai dakwahnya hingga 2/3 dunia sebenarnya itulah kekuatan yang sangat ditakutkan kafir jika itu bisa terulang lagi.

Kebangkitan Islam Indonesia telah dimulai pada tahu 80-an dan sekarang mengalami akselerasi yang luar biasa. Ini adalah kekuatan tersendiri yang sedang difikirkan umat kafir untuk menghancurkannya. Sehingga berbagai cara mereka tempuh dengan menyebarkan statmen buruk tentang Islam. Istilah-istilah buruk mereka hujamkan demi terurainya sebuah pemahaman menjadi pemahaman kabur yang menyesatkan.

Coba cerna istilah ini…

*Radikal dan Terorisme

Sebenarnya kalau kita jeli mereka yang megaitkan kedua kata itu sungguh penuh dengan politis dan penuh dengan konspirasi. Kita tahu bahwa makna radikal itu pada dasarnya adalah yang melaksanakan sesuatu sesuai dasar2nya yang digali hingga akar-akarnya.

Sedangkan terorisme adalah kegiatan yang merusak.

Lalu kenapa 2 kata ini sekarang menjadi jargon pendeskreditkan Islam ? Mari kita runut.

Radikal dengan makna seperti itu berarti adalah melaksanakan Islam secara kaffah. Lalu bila melaksanakan Islam secara kaffah kenapa disangkutkan dengan terorisme yang merusak itu ? Apakah ada Islam mengajarkan kerusakan ? Tak ada satupun. Sehingga bisa disimpulkan bahwa mereka yang melaksanakan Islam secara kaffah pasti telah melaksanakan ajaran Islam dengan kesopanan dan keramahan. Pastilah sungguh jauh dengan tindakan terorisme itu yang merusak.

Apa sebenarnya yang terselubung dari dua kata yang mereka kira saling berhubungan ini ?

Jawabannya adalah : Mereka ingin mendeskriditkan seorang hamba yang melakukan Islam secara kaffah. Mereka ingin menjegal dan menyingkirkan muslim yang kaffah itu sedikit demi sedikit. Sehingga terprovokasilah masyarakat dengan persepsi yang mereka bangun. Sehingga tumbuh kebencian terhadap mereka yang melaksanakan Islam secara kaffah. Ketika kebencian telah merebak maka masyarakat secara otomatis akan menolak fikroh orang-orang yang mereka sebut radikal ini. Setelah mereka meolak maka kafir pun beraksi dengan memberangus mereka yang tsiqoh pada Islam itu. Bila telah begitu maka tak ada lagi yang menyerukan ayolah beriman, ayolah pergi jihad…dan seruan-seruan lain. Kafir bisa menyisihkan Islam dengan bahasa halus saja tak perlu dg kekuatan senjata.

*Islam garis keras.

Huff…istilah ini adalah untuk melabeli mereka yang sering mendengungkan jihad, mendengungkan wala’ dan baro’ sehingga kata”KERAS” diatas serasa seidentik dengan kerasnya batu, kerasnya besi dan entah keras apalagi. Yang artinya saklek tak bisa fleksibel. Menjustmen sesuatu dengan kesaklekan dan seakan tak ada tolerir sedikitpun. Padahal Islam itu sesuai dengan fitrah manusia, dan itu berarti sudah fleksibel dan cocok dengan urusan manusia.

Selain itu kata “KERAS” ini identik dengan sesuatu hal buruk misalkan KERAS KEPALA, KERAS HATI WATAKNYA KERAS. dan identik dengan istilah2 jelek itu. dimana tak bisa menerima nasehat, merasa benar sendiri dan sifat buruk lainnya.

*Islam tertutup

Kata ini biasanya dilabelkan untuk mereka yang memakai cadar atau identitas lainnya seperti berjenggot dan memakai celana di atas lutut (isbal) atau yang memakai kerudung lebar dengan jilbab sempurnanya. ketika mereka tak banyak bergaul dengan tetangga maka mereka mengatakan tertutup. Padahal kita tahu bahwa menjaga pergaulan yang membuat mudhorot itu lebih baik ketimbang ngerumpi kesana kemari.

Kalau masih mau menyapa bukankah itu berarti masih mau membuka diri ? Sungguh aneh di masyarakat itu. Yang ngerumpi ngalor ngidul itu lah yang bagus..yang ikut berfoya-foya dan hedonisme lain itulah yang baik..huff…betapa salah kaprahnya.

Dan masih banyak lagi penyebutan identitas untuk mereka yang muslim kaffah itu. dan semua diidentikkan dengan kejelekan. Semua itu sebenarnya untuk menebar image buruk Islam itu sendiri yang dimana umat kadang tak menyadarinya. Ketika sebuah publisitas sudah mengumumkan tentang sesuatu hal masyarakat tak pernah melakukan tabayyun (pemastian) terhadap umatnya sendiri. terhadap saudaranya sendiri. umat lebih percaya pada media yang telah mendukung gerakan kafir itu. dan itulah kemenangan mereka atas umat Islam yang seperti buih ini.

Seperti kasus FPI, sudahkah masyarakat faham dengan keadaan sebenarnya ? Sudah berkali-kali mereka mengatakan kepada media bahwa FPI telah melayangkan surat peringatan ketika akan melakukan sebuah aksi. Namun pada kenyataannya mereka tak menggubrisnya.

Lalu apakah salah ketika telah dinego dan mereka tetap bercokol dalam kemaksiyatan itu kemudian membiarkannya ? Apakah benar mereka yang tak bermaksiyat itu tak memancing emosi para laskar FPI itu sehingga mereka melakukan sebuah paksaan yang mereka sebut tindakan kekerasan itu ?

Kalau preman menggasak kaum baik-baik dengan gertakan, apakah Islam tak bisa menggertak ? Ketika sebuah cara beramar ma’ruf dengan lembut namun tak digubris, apakah pantas tetap mentolerirnya ? Padahal itu kemaksiyatan dan harus dienyahkan dari muka bumi ini ? Ketika kita melihat sebuah kebatilan maka kita harus menasehatinya. Jika tak digubrisnya maka boleh dengan “kekerasan” dalam koridor syara’ pastinya.

Lihatlah sekarang apadaya ulama ? Mereka malah memberikan usul sebuah tempat kemaksiyatan, banyak yg berhujah entah dalil dari mana untuk terkesan membolehkan amalan itu…sungguh naudzubillah…!!!

Kemaksiyatan seperti perzinahan malah dilegalkan, judi dilegalkan, kafe2 dilegalkan dengan para pezinanya dan banyak ulama yg melindungi dan membenarkan hal ini. Banyak ulama yang pengecut shg memberikan hujah ngawur hanya karena takut dideskriditkan umatnya dg label-label di atas. Coba lihat organisasi mana yg berani meneriakkan kebenaran dengan lisan dan tangannya kecuali FPI ? tak ada lagi.

Mereka tak takut akan celaan, mereka tak takut akan hinaan yang dilontarkan orang, mereka tak takut dengan ancaman. Karena mereka tahu yang mereka perjuangkan hanyalah Islam tegak dimuka bumi ini. Hanya ridlo Allah isyaAllah yang mereka harap karena mereka melaksanakan perintah Allah untuk memberangus kemaksiyatan yang terus merajalela.

Bila ada oknum FPI yang brutal itu sebenarnya sudah thobi’i manusia dimana ketika integritasnya disentuh maka ghorizoh bago’nya (rasa melawannya) akan segera muncul. karena ia ibarat imunitas diri dimana harga diri yang dipertaruhkan.dan dilapangan banyak kenyataan bahwa mereka yang bermaksiyat itulah yang sering memancing emosi itu, dimana mereka melontarkan makian dengan semua nama hewan kebun binatang dikeluarkan semua.

Mana ada manusia yang mau disamakan dengan hewan-hewan itu ? coba pikirlah jika itu mengenai antum apakah bisa sabar ? padahal itu keji…dan kekejian amat dimurkai Allah…Kalaulah Allah juga memurkai kekejian kenapa kita tidak ?

Mungkin yang mengatakan tentang nama binatang itulah sebenarnya mereka sendirilah yang seperti binatang ternak yang pernah disebut dalam Al Qur’an itu… Coba kalau mereka berakhlak Islami ketika diperingatkan pastilah laskar FPI itu juga tak akan seperti itu. Segala sikap dan perbuatan itu kan timbal balik saja. hanya kesabaran yang bisa mengontrolnya. Bila memang benar2 takbisa mengendalikan diri maka itulah yang harus dikarantina dan diingatkan bukan untuk menjustment seluruh laskar.

Sudah menjadi kebiasaan memang sih dalam masyarakat jika dalam sebuah kelompok ada individu yang buruk kelakuan dan pemikirannya langsung dilabelilah kelompok itu dengan keburukan satu dan beberapa orang tersebut. Padahal disisi lain, masih banyak individu-individu yang baik yang benar2 tulus ikhlas penuh kesabaran dan keikhlasan dalam segala amalnya. ———————————————————————————————- Kemudian kasus Banyuwangi…kalaulah itu alasannya mengarah kepada penghancuran komunisme itu ya betul sekali…lawong sekarang banyak orang menyamar dengan misi tertentu. banyak orang menunggangi sebuah instansi atau lembaga untuk menggolkan misi tertentu. dan misi itu busuk, menjilat dan menggorok dari belakang.

Jadi ya wajar jika umat muslim waspada dengan kisah buruk yang pernah terjadi di Indonesia. Wajar jika umat muslim selalu mencurigai mereka yang menjadi generasi PKI itu. Berapa darah yang telah dikorbankan untuk menghancurkan para Palu Arit alias PKI itu..? berapa nyawa yang telah mereka penggal demi memancangkan idiologi komunis itu ?

Masih ingat sekali ketika ayah bercerita bahwa ayah dan warga harus merunduk-runduk ketika disawah karena mereka ditembaki, kemudian dikejar-kejar dan yang tertangkap langsung disembelih lehernya. Masih ingat sekali saya ketika ayah cerita sungai Berantas itu menjadi lautan merah. dan penuh dengan bangkai dan kepala manusia. Ana tak bisa bayangkan jika sungai terpanjang dan terlebar di pulau jawa itu menjadi lautan merah dan penuh dengan bangkai…

Masyaallah wa naudzubillah…betapa memang sungguh kejam dan bejat perilaku mereka. Dan ana baru tahu kenapa Blitar itu sampai sekarang tak besar-besar kotanya padahal potensi ekonomi terus melejit. Menjadi gudang pengusaha susu, menjadi gudang pengusaha telur dan menjadi gudang pengusaha perikanan. Belum industri yang mulai berkembang disana dengan barang yang telah diimpor.

Disisi lain Blitar itu telah mencetak generasi pemimpin yang telah menjadi pemimpin negara ini. seperti Bung Karno, Megawati dan Susilo Bambang Yudoyono, serta wakilnya itu. Bahkan Anis Urbaningrum itu juga orang asli Blitar asli orang kampung sana namun cerdas dan pintar. semua berpemikiran brilian. namun kenapa kotanya ya kayak githu…padahal jika ingin pesat secara sesaat itu sungguh gampang. dan tidak tahunya banyak yang tidak mengerti kenapa begitu dan ana juga baru dapat jawabannya.

KARENA BLITAR ADALAM KANTONG-KANTONG KOMUNIS. DAN MEREKA MASIH BERAKSI UNTUK MENCETAK KADER2 MEREKA DENGAN DIAM-DIAM. BAHKAN PERNAH KETIKA SAYA MASIH SMU GERWANI ITU MELAKUKAN KONFERENSI DI KOTA BLITAR ITU DAN WAKTU ITU ORANG-ORANG MUHAMADIYAH MENYERBU MEREKA DAN MEREKA LARI KE SEBUAH PONDOK PESANTREN DEKAT TERMINAL LAMA. KETIKA DIRANGSEK KESANA, PIHAK PONDOK MENGATAKAN TAK ADA MEREKA DISANA.

lihatlah….mereka sungguk telah terorganisir walau dibawah tanah. mereka merangsek kepondok-pondok untuk menyebarkan faham komunisme itu. dan tak terbayangkan jika Blitar itu membesar dan akhirnya berkoneksi dengan CUBA maupun kota-kota Komunis lainnya. Dan Blitar memang dihambat perkembangannya. Hingga suatu hari di televisi pernah ditayangkan bahwa di CUBA itu banyak Indonesia blesteran. para aktivis Komunis yang melarikan diri waktu penggempuran 30 September itu. dimana mereka memakai bahasa indonesia namun ketika disekolah mereka masih ditanamkan dengan yel KOMUNIS IDIOLOGI KAMI. bayangkan apakah ini bukan sebuah kengerian jika komunis itu berkembang di Indonesia dan berpusat di Blitar yang merupakan kantong kekuatan inti mereka ? Jadi wajar jika FPI memasang pagar penyelamat umat itu…. ————————————————————————————————– kemudian FPI itu adalah musuh besar JARINGAN ISLAM LIBERAL yang ust ATTAMIMI menyebutnya JARINGAN IBLIS LAKNATULLAH naudzubillahimindzalik. Mereka sebenarnya kegerahan melihat keeksisan FPI ini. karena misi dan ulah mereka selalu tertangkap basah oleh FPI. mereka selalu terhalang untuk menggelontorkan misi mereka dalam mengaduk-ngaduk umat, dalam mengaburkan faham Islam dalam diri umat ini. jadi wajarlah jika ULIL ABSHOR ABDALA berkoar begitu didepan TV yang telah menjadi corong kafir itu.

Koarnya itu terselubung dengan dalih kekerasan. Padahal sebenarnya ia ingin enyahnya FPI dari bumi Indonesia agar aksinya menyebarkan Liberalisme pesanan barat itu licin tak ada hambatan dan dia mendapatkan jabatan dan materi yang telah dijanjikan kepadanya.

WALLAHI PEMBUBARAN FPI ITU HANYA RENCANA BUSUK MEREKA UNTUK TERUS MENJEGAL ISLAM TEGAK DIBUMI INDONESIA. MEREKA TAKUT INDONESIA MENJADI SUMBER KEKUATAN KEBANGKITAN ISLAM SEHINGGA BEBAGAI CARA MEREKA LAKUKAN UNTUK MENGHAMBAT AKSELERASI DAKWAH ISLAM INDONESIA.

Berbagai persepsi kabur mereka sebar tentang aktivis Islam, tentang FPI, tentang harokah-harokah lain yang tsiqoh terhadap misinya dalam penegakan syariat ISLAM di Indonesia ini. Ini peperangan wahai ikhwah walau tak pakai senjata. antum harus menyadarinya. jangan sampai alasan mereka (para pembenci Islam) itu mengalihkan pemahaman antum.

sungguh sudah tabiat orang munafiq mengaburkan faham-faham Islam dengan dalil-dalil yang sepertinya dari Islam namun mereka plintir-plintir…kayak karet kemudian mereka gelembungkan seperti balon dan mereka pecahkan ketika mangsa telah masuk ke dalam perangkapnya. itu yang harus disadari. Mari satukan persepsi kita tentang amar ma’ruf nahi munkar itu. jangan sampai kita menjadi pembela kafir maupun munafik itu hanya gara-gara pemahaman kita yang terkungkung. hanya gara-gara disodorkan sebuah faham oleh orang liberal dg cover kekerasan tadi.

JANGAN TERTIPU SEKALI LAGI. jadi siapasih yang perlu dibuyarkan ? bila antum orang Islam dan ingin menegakkan Islam pastilah antum tahu siapa jawabannya…takbiru ALLAHU AKBAR !!!!*az

Iklan
Komentar
  1. […] Selamat Datang di Bandung 30 Juni 2012: Training Matematika KreatifRya Fitria: Cinta Pop Sunda-*- Kenapa Harus FPI Yang Dibubarkan […]

  2. travianhandoko berkata:

    Alhamdulillah jazakallah atas pencerahannya, ana minta izin untuk meng-copy beberapa bagian artikel ini di http://iztrah.blogspot.com/. Semoga informasi ini tersebar semakin luas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s