~»*Ketika Fitnah Menjadi Sebuah Bisnis dan Lahan Stigmasi Firqoh Dakwah*«~

Posted: 26 Juni 2012 in Diary

 

Kamis 27 Oktober 2011

Siang mulai terik,hari ini adalah halaqoh pengganti hari rutin yg biasanya harus saya hadiri.

Krn ada sebuah kegiatan maka kegiatan mengaji dalam sebuah halaqoh hrs diganti. Dan kemarinlah sebagai gantinya. Salah satu agenda kajian adalah membahas tentang firqoh-firqoh dakwah di dunia yang kemudian masuk ke indonesia. Firqoh tersebut adalah :

1. Hizbut Tahrir

2. Salafy

3. Ikhwanul Muslimin

4. Jama’ah Tabligh.

Ketika saya datang rupanya mereka sudah selesai tilawah dan langsung masuk pd agenda berikutnya. Rupanya sy sudah ditunggu untuk menyampaikan satu firqoh dahwah bersama seorang teman sy. Tema yang dijatahkan untuk sy adalah harokah Hizbut Tahrir. Karena mereka melihat suami saya seorang syabab Hizb. Ketika sy menyampaikan sedikit ttg HT ada sebuah hal yg disela oleh rekan sy yg akan menambahi materi tersebut. Di dalam referensi yg dia dptkan tanggal berdirinya berbeda dan dg apa yg saya ingat juga berbeda. Sy mengingatnya HT berdiri di th 1940-an sedangkan dibuku yang dibawa seorang rekan tahun 1952 dan hasil print out internet th 1953. Kemudian sy lihat di majalah al wa’I terbitan Hizb tahun 1953. Kemudian rekan saya tadi jg menyela tentang kasus Taqiyudhin Annabhani mendirikan Hizb. Dibuku itu tertulis bahwa Taqiyyudin Annabhani tergabung dengan ikhwanul muslimin kemudian membuat tulisan2 yang ia sebarkan ke masyarakat. Dan Hasan Al Banna terkaget-kaget melihat keadaan itu yang rupanya tulisan dikeluarkan oleh Taqiyudin dimana Taqiyudin telah membuat Partai sendiri bernama Hizbut Tahrir (Partai Pembebasan).

Waktu itu sy menyampaikan HT berdiri ketika terjadi carut marutnya umat islam waktu itu dan Ikhwanul Muslimin dalam keadaan “bubar” (dalam artian kepemimpinan disana (IM) sedang mengalami pergolakan oleh tekanan Inggris di mesir. Secara jujur awal cerita berdirinya ini sy pd dasarnya tdk begitu faham. Ketika dl di SMU sy membaca referensinya berbunyi sama dengan terbitan buku yg dibawa seorang kawan tersebut. Sedangkan sy pernah mengkonfrontir ttg urusan itu ke syabab-syabab HT bahwa Taqiyyudin tdk tertandzi (terstruktur dlm ikhwanul muslimin) melainkan Taqiyyudin merupakan teman dari Hasan Albanna dan mereka sering kunjung mengunjungi,mereka sering melakukan diskusi dll. Sy pun jd berpikir begini. Itu tulisan yg dibuku seorang teman sepertinya persis dg tulisan ttg HT yang tertulis di buku terbitan WAMY. Dan akhirnya sy langsung mengatakan “jangan menggunakan refrensi dari pergerakan-pergerakan Islam yg dikeluarkan WAMY isinya penuh fitnah. Dan sy melihat buku itu hampir sama dg terbitan WAMY isinya,begitu juga yg tertulis di buku menuju jama’atul muslimin. Tuduhan tentang dibolehkannya ciuman lawan jenis bukan mahram,dibolehkan melihat hal porno,itu semua adalah fitnah yg dibuat inggris dan itu sudah dijawab oleh HT sendiri ketika menjawab tudingan yg dilayangkan salafy dalam majalahnya dan kemudian di jawab oleh ismail yusanto di majalah al wa’I. Jd tidak usah dipermasalahkan lg”

Namun ketika sy mau sholat dhuhur persoalan itu masih dibahas di obrolan temen2. Dan ketika sy sodorkan penjelasan yg tertulis di majalah al wa’I tentang ma’rifatul Hizbut Tahrir ia lebih memilih untuk mencopy buku terbitan al I’thishom tersebut. Dan sy hanya bs mengatakan, “tolong ttg 2 hal tadi tdk usah diikutkan.” Dan seorang rekan ini menjawab, “ah biarin saja nanti kalau mereka merasa gak cocok mereka biar tanya sendiri”. Sungguh sy sangat khawatir dan akhirnya sy berkata, “pada dasarnya semua sudah th itu buku mengandung fitnah,dan itulah yg dipertanyakan temen2 HT, kenapa buku itu masih beredar dikalangan kader tarbiyah dan dijadikan referensi membaca ?” Ia hanya menjawab “ooo…”

Mungkin banyak oorang akan menilai sy membela HT dan tidak diposisi jama’ah yg sedang sy terangkum didalamnya,krn suami sy seorang syabab. Bagi sy, sy lebih memilih tabayyun (penjelasan) dari orang bersangkutan ketimbang sy harus percaya pd sebuah buku yg kadan dijadikan sebuah intimidasi,stigmasi,konfrontasi dan lain sebagainya. Sy yang bergelut dibidang kepenulisan sangat faham apa arti sebuah tulisan. Ia bagaikan 2 mata pedang. Dan masih ingatkan kita bagaimana Hitler bs mengubah dunia dan menancapkan faham idiologi yg ia anut ? Ia hanya menulis dan menyebarkan tulisan-tulisan yang bernilai ruh komunis. Lalu bagaimana dengan buku tersebut ? Sy menyimpulkan bahwa tujuan disebar dan dicetak kembali di indonesia oleh sebuah penerbit ternama itu diharapkan mempunyai sebuah legalitas yg bs dipertanggung jawabkan dan dijadikan referensi bagi banyak orang yg menggunakan rujukan buku2 keluaran penerbit tersebut. Sy juga menyimpulkan ada misi dicetak ulang tulisan yg sama bunyinya dan sama pembahasannya.

Memang tidak heran ketika fitnah itu muncul pd sebuah firqoh dimana HT merupakan satu-satunya firqoh yg mendengungkan daulah khilafah secara terang-terangan. Dimana daulah khilafah adalah ibarat kuntilanak yg menyeramkan bagi dunia barat. Dunia barat sangat takut jika kekuasaan raksasa dari islam itu tumbuh kembali. Itulah kenapa Barat terus menghembuskan fitnah yang seperti badai menerjang HT. Mereka ingin tidak atau paling tidak hanya sedikit yg menjadi pendukung atau syabab HT.mereka ingin menjauhkan firqoh-firqoh dakwah dengan HT,agar tidak bertemu dalam 1 uslub dakwah yaitu mendirikan kekuasaan raksasa bernama daulah khilafah. Mereka ingin mengadu domba antar firqoh dg fitnah-fitnah yang dihembuskan.

Dan sekali lagi umat menjadi komoditi bisnis fitnah dan komoditi pollitik adu domba barat serta menjadi komoditi antar kepentingan. Dan buku tersebut menjadi “SAMPAH” dalam ukhuwah pergerakan islam. Lalu pertanyaannya ? APAKAH BENAR DALAM PENCETAKANNYA HANYA MENJADI LAHAN BISNIS SERTA UNTUK MENYUDUTKAN FIRQOH-FIRQOH PENGUSUNG DAULAH KHILAFAH YANG NOTABENE TIDAK HANYA HT YANG GENCAR, MELAINKAN JAMA’AH ISLAMIYAH DENGAN JARGON JIHADNYA DAN IKHWANUL MUSLIMIN DENGAN KEKHASANNYA MEREBUT PARLEMEN2 DISELURUH NEGERI2 MUSLIM ?

Semoga kita menjadi individu yg bijak dalam mengambil sebuah referensi buku. Kita harus tahu betul-siapa penulis dan penerbit buku tersebut.latar belakang penulis harus sangat jelas apalagi bila itu dipakai untuk rujukan urusan syara’. Kemudian kita harus melihat itu buku di tulis dalam tekanan atau ide kreatif penulis itu sendiri. Lalu kapan ditulisnya ? Apakah masih relevan dg saat sekarang ? Maksud relevan itu begini, ketika kita berbicara sebuah masa pemerintahan yg dholim begini kemudian di asosiasikan dg pemerintahan khulafaur rasyidin atau kekhilafah usmani ya itu sangat tidak cocok. Seperti hujah untuk menaati penguasa itu dikeluarkan ketika pemerintahan diatur dg syari’at islam. Jk hujah itu untuk menaskan kita harus taat pd pemimpin2 sekarang maka hujah itu tertolak karena tidak ada pemimpin yang menggunakan syari’at islam yang mengatur politik,sosial,ekonomi,budaya,pendidikan dll dalam pemerintahannya. Disinilah perlunya kita mencari referensi buku oleh penulis2 dari ulama yg bs ditsiqohi (dipercaya) di masanya. Dan yg menjadi catatan BANYAK ULAMA KONTEMPORER YANG DIJADIKAN ALAT UNTUK MENDANGKALKAN TSAQOFIYAH (PEMAHAMAN) ISLAM DAN JUGA DIPAKAI UNTUK ALAT DERADIKALISASI DEMI MENGEKSISKAN KEKUASAAN KAFIR BESERTA KRONI2 DAN PENDUKUNGNYA

Jika tahu itu fitnah dalam sebuah tulisan maka jangan dijadikan lagi sebagai rujukan untuk membina generasi-generasi dakwah. Jangan ikut menanam benih adu domba, atau jangan ikut menebar racun ukhuwah. Karena seorang murobi/murobiyah (pembina sebuah kelompok kajian) itu menjadi pemegang keputusan atas binaannya. Jd dia yg akan mempertanggung jawabkan bagaima kondisi dan nilai binaannya. Jika murobbi/murobiyah bijak maka akan dihasilam binaan yang bijak. Namun jika murrobi/murrobiyah yg suka menghukumi dan mempercayai informasi tak jelas maka akan dihasilkan binaan yg seperti itu juga.

Semoga catatan ini bs dijadikan renungan bagi mereka yg bergerak dalam pergerakan dakwah islam. INGATLAH ! TUJUAN KITA ADALAH UNTUK MENYATUKAN UMAT,BUKAN PENDUKUNG PROYEK RAKSASA MENGKOTAK-KOTAKKAN UMAT. JADILAH BENIH PEMERSATU DAN SALING MELINDUNGI,SALING MENTABAYYUN SECARA ADIL DAN SALING MENASEHATI DALAM HAL KEBENARAN SECARA AHSAN DAN ADIL. Semoga berkah,wallahu’alam bishowab.

Tanah Perantauan, 28 Oktober 2011

*saat menunggu 1/3 malam disini.dan saatnya untuk mentaqorubkan diri dipelukan Rabbi ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s