~*» Tawuran Kaum Intelektualitas «*~

Posted: 13 Oktober 2011 in Opini

 

Ada bunyi kata-kata bijak begini “Perbuatan orang berilmu itu sungguh berbeda dg orang yg tdk berilmu,orang berilmu sll berhitung dlm setiap keputusan,sikap dan tindakannya”

 

Kaum intelektual selalu dikonotasikan dg org yg sekolah. Sedangkan sekolah adalah tempat dilaksanakannya tempat pendidikan untuk mencetak generasi intelek alias melek ilmu pengetahuan dan berwawasan. Produk yg dihasilkan seharusnya sebuah pribadi yang menjunjung tinggi sebuah adab,karena itulah konsekuensi dari orang intelek. Tanda intelektualitas itu adalah munculnya sebuah peradaban atau tatanan hidup yang baik,yang mengatur humanisme kemanusiaan dan lingkungannya.

 

Ketika dalam sebuah komunitas manusia terdapat orang-orang yang intelek dipastikan komunitas itu mempunyai sistem hidup yang lebih baik,yang mempengaruhi wilayah pergerakan hidup mereka. Pastilah ada tatanan-tatanan baru yang dimunculkan dalam komunitas itu sebagai efek perubahaman menuju sebuah komunitas yang beradab. Dan ini adalah telah menjadi hukum alam. Karena,manusia semakin berilmu maka semakin cerdas akalnya. Sehingga manusia mampu mewujudkan tatanan hidup yang bersinergi dan berkesinambungan.

 

Semakin banyak komunitas-komunitas, semakin banyak fasilitas-fasilitas pendidikan seharusnya yang terlihat adalah sebuah keteraturan hidup yg humanis. Semakin teraplikasikannya teori-teori keadilan dan dan kesejahteraan yang mereka kuasai.

 

Lalu pertanyaannya adalah kenapa yang kita saksikan dinegeri ini sungguh berbeda ? Dari apa yg saya paparkan di atas ?

 

Apakah negeri ini tidak mempunyai sebuah komunitas intelektual ? Apakah negeri ini tidak mempunyai fasilitas2 pendidikan ? Padahal jika kita lihat, sekolah bertabur dimana-mana,kampus-kampus berdiri megah dg segala fasilitasnya,lembaga2 konseling,pelatihan,penyaluran bakat bertabur dimana-mana. Bahkan negeri ini mempunyai sebuah sistem pendidikan yg dikelola dibawah naungan departemen negara. Lalu kenapa produk yang dihasilkan bukan kaum intelektual yang membangun sebuah humanitas kehidupan ? Kenapa produk yang dihasilkan adalah manusia yang selalu melanggar sebuah aturan tatanan sosial ? Adakah yg salah di negeri ini ?

 

Baiklah…pada dasarnya kita semua tahu. Sistem negeri kita telah mengadopsi sistem usang peninggalan masa kolonialis freemansonry. Hukum ketatanegaraan,undang-undang yang mengatur segala aspek kehidupan rakyat negeri ini semua mengadopsi sebuah sistem bobrok yg diambil dari generasi tar-tar berwatak hewan rimba.sistem yang dianut adalah hukum2 freemasonry yg dipetik satu persatu dari kitab genggiskhan si raja tar-tar yg beringas. Itulah kenapa dalam sistem yg diadobsi negeri ini terselip sebuah sistem rimba. Siapa yg menang dia yang berkuasa dan mengatur dg semena-mena demi ambisi nafsu dlm hidupnya.pada dasarnya sistem,terutama sistem pendidikan yg dianut sungguh jauh dari kebutuhan fitrah pendidikan setiap generasi muda. Ada yg dipisahkan dan dihapuskan secara sengaja.

 

Pemisahan yang saya maksud adalah sebuah pemisahan doktrin agama dg dengan doktrin politik pemerintahan,politik kekusaan dan doktrin politik umat. Sistem itu berusaha memasang dinding pembatas terhadap wilayah agama yang tidak boleh menyentuh wilayah sistem kehidupan. Sistem itu memaksakan diri untuk mengalahkan sistem penguasa alam. Ini sungguh terlihat jelas. Bagaimana tidak,semua manusia pastilah tahu hukum siapa yang harus berlaku didunia ini. Hukum Tuhanlah jawabannya. Dan siapa Dia ? Allahlah jawabannya. Sehingga hukum yg harus diterapkan dan diadobsi manusia pastilah HARUS HUKUM ALLAH BUKAN HUKUM DEMOKRASI PENINGGALAN KOLONIALIS FREEMANSONRY TAR TAR. 

Kaum kolonialis atheis pd dasarnya mereka, hanya ingin memancangkan ambisi manusia. Sedangkan ambisi manusia itu hanya lebih condong pd sifat kehewanannya. Jika ini menguasai diri manusia yang muncul adalah sifat beringas yang terangkum dalam hukum rimba.

 

Jadi wajar jika kita melihat produk lembaga pencetak intelektualitas pekerjaannya hanya tawuran. tawuran sekolah A dengan sekolah B. tawuran antara fakultas A dan fakultas B. dan itu muncul di media elektronik dan cetak setiap hari. menghiasi bacaan warga negara yang katanya penganut kedamaian dan menjunjung tinggi moralitas. namun apa kenyataannya ? HINGGA KE GEDUNG DPR PUN YANG KITA LIHAT ADALAH TAWURAN ANTAR ANGGOTA PARLEMEN. LEMPAR MIC…GEBREK MEJA,CAKAP KOTOR. DAN YANG PALING MENYEDIHKAN ADALAH SALING SERANG UNTUK MEMANCANGKAN AMBISI KEKUASAAN YANG INGIN DIRENGKUHNYA.

 

lalu masih berlakukah kata bijak di atas ? ORANG BERILMU ITU SUNGGUH BERBEDA DENGAN ORANG TAK BERILMU. Siswa-siswa sekolah itu apakah mereka tak tahu ilmu ? apakah mereka tidak diajari moralitas ? mahasiswa itu apakah mereka kaum pedalaman yang baru kenal perkotaan ? dan apakah para penghuni parlemen megah itu warga kampungan yang tak bisa mengenyam pendidikan ? jawabannya mereka semua adalah kaum intelektual dengan segudang ilmu pengetahuan, segudang wawasan dan segudang tata moralitas telah mereka pelajari dibangku lembaga pendidikan mereka masin-masing.

 

sekarang mari kita lihat produk pendidikan yang dikelola oleh departemen agama, dan dikelola swasta yang bernama pesantren. satu pertanyaan saja, KENAPA PRODUK DARI LEMBAGA PENDIDIKAN DIBAWAH NAUNGAN DEPARTEMEN AGAMA DAN LEMBAGA PENDIDIKAN SWASTA BERNAMA PESANTREN SUNGGUH SANGAT BERBEDA DENGAN PRODUK YANG DIKELOLA OLEH DINAS PENDIDIKAN ? KENAPA JIWA INTELEKTUALITAS MEREKA SUNGGUH BERBEDA ? KENAPA AKHLAK MORALITAS MEREKA SUNGGUH BERBEDA ?

 

SATU KATA SAJA YANG MENJADI KUNCI JAWABAN, LEMBAGA PENDIDIKAN YANG DIKELOLA DEPARTEMEN AGAMA DAN LEMBAGA PENDIDIKAN YANG DIKELOLA SWASTA MEMPUNYAI SISTEM PENDIDIKAN YANG LEBIH MENDEKATI SEMPURNA. MEREKA MENGENALKAN AGAMA SEBAGAI SISTEM KEHIDUPAN. SEHINGGA DALAM SISTEM PENDIDIKAN MEREKA, PELAJARAN YANG DIUTAMAKAN ADALAM PELAJARAN AGAMA.KARENA HANYA DENGAN ATURAN AGAMA ISLAMLAH KEHIDUPAN INI BISA TERATUR DAN SEIMBANG, ADIL DAN SEJAHTERA. TANPA ADA YANG TERDHOLIMI. KARENA SATU-SATUNYA SISTEM KEHIDUPAN YANG COCOK DAN SANGAT SESUAI DENGAN MANUSIA ADALAH SISTEM ISLAM YANG BERDASARKAN AL QUR’AN DAN ASSUNNAH.

 

sedangkan yang kita lihat di lembaga pendidikan nasional yang dibawah naungan dinas pendidikan semua menganut sistem yang menjauhkan generasi dari agamanya. kapasitas pelajaran agama sungguh sangat minim. jika ada produk lembaga pendidikan nasional dibwah dinas pendidikan itu baik dan berakhlak serta bermoral tinggi, kita bisa lihat..mereka dipastikan telah mengikuti kajian-kajian keislaman di luar pelajaran bangku sekolah maupun bangku kuliah mereka. pastilah mereka telah masuk dalam lembaga pergerakan yang menanamkan moralitas, akhlak dan keimanan terhadap individu pengikutnya. jika produk lebaga pendidikan dibawah dinas pendidikan tidak mengikuti kajian atau mengikuti kelompok pergerakan islam, sudah dipastikan mereka akan mempunyai moralitas rendah. akhlak rendah sehingga yang mereka tampakkan adalah sebuah pergulatan fisik,kekerasan,penganiayaan serta penindasan hak orang lain. kita akan melihat generasi yang sangat dholim dan terhina dengan perilaku beringas mereka. baik dari kalangan siswa, mahasiswa maupun mereka yang telah duduk di kursi parlemen.wallahu’alam bishowab.*az

Komentar
  1. Muhajir Syarifuddin mengatakan:

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Sungguh apa yg disampaikan diatas menambah dugaan saya tentang gerak freemason. Sekarang ini dalam 1 dekade terakhir kita mengalami kemunduran yg sangat jauh. Setelah terjadinya Reformasi pada tahun 1998. Bebasnya informasi yg dapat diakses melalui situs2 internet tidak dapat disaring dengan hati2. Blom lagi ditambah dengan sistem pendidikan kita saat ini yg menganut sistem barat.
    Terimakasih atas informasinya ya akhi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s