~*~ Wajah Indonesia di Usia 66 Tahun ~*~

Posted: 22 Agustus 2011 in Uncategorized

Bismillahirrahmanirrahim….

17 Ramadhan 1432 telah mengawali usia Indonesia, yaitu usia 66 th tepat di tanggal 17 Agustus 2011 kemarin. Sebuah usia yang bukan usia muda lagi jika diidentikkan dengan usia manusia. Melainkan sebuah usia yang seharusnya matang dalam membuat kebijakan-kebijakan dalam roda kehidupan negaranya.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah, benarkah sebuah usia menjamin kelayakan dalam penilaian atas kebijakan-kebijakan yang dibuat. Sepertinya jika itu yang menjadi ukuran, maka penilaian itu tidak fair. Kenapa demikian ? bijak dalam membuat keputusan dan menjalankan sebuah misi itu tergantung pada kualitas personalnya. Jika itu yang dibicarakan adalah sekup Negara, maka kita bicara personal dari instansi pemerintahan dan instansi wakil rakyat yang menjadi basis penggerak roda perjuangan kesejahteraan sebuah Negara.

BANYAK KASUS MELILIT

Sejak merdeka Indonesia telah dirundung konflik. Baik konflik secara internasional maupun di internal Negara. Kita mulai dari room royen. Hingga muncul kasus Negara Islam Indonesia (NII) yang masih menjadi bayang-bayang kekuasaan hingga sekarang. Kasus Bandung lautan api. Surabaya berdarah. Hingga puncak konflik di era soekarno adalah kasus Meletusnya G 30 S PKI. Peristiwa berdarah yang memunculkan persatuan umat islam dibawah bendera Partai Persatuan Pembangunan.

Sebuah bendera yang menyatukan kaum jihadi,politik dan sipil Islam yang ingin menekan partai bernama PKI. Kemunculan partai ini memang sebuah jalan untuk penyatuan umat islam waktu itu. Namun pernahkah kita tahu, bahwa pemunculan partai itu merupakan cara untuk memobilitas para penggerak Islam. Dengan harapan pemerintah dan belanda mudah untuk mengawasi akselerasi,mengawasi pergerakan umat islam yang semakin gencar. Ketika sudah terkumpul akhirnya dimunculkanlah Partai Golongan Karya. Partai Golongan Karya sebagai partai tandingan untuk memecah kembali kekuatan umat Islam.

Siapa yang bermain ? banyak pihak yang bermain dengan kepentingan masing-masing. Dimulai dari ambisi pribadi, kekuasaan dan akhirnya dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan lebih besar di Negara Indonesia. Yaitu untuk menguasai kekayaan Indonesia dan meraup untung sebanyak-banyaknya. Siapa mereka ? mereka adalah sisa-sisa freemasonry Belanda yang berlindung di bawah LSM-LSM asing dan praktisi-praktisi social yang menawarkan diri, dengan kata ingin membantu Indonesia.

Faham-faham kapitalis mereka masukkan. Sehingga menjadi kepentingan yang lebih komplek yaitu penguasaan sebuah wilayah. Penguasaan wilayah ini berhubungan dengan kekalahan para freemasonry dikala Kekholifahan usmani memimpin. Runtuhnya kekholifahan usmani dengan politik adu domba menjadikan para musuh Islam itu menerapkan di berbagai Negara yang pernah dikuasai kekholifahan Usmani. Yaitu Negara-negara arab dan Negara Asia tenggara yang salah satunya adalah Indonesia.

Politik-politik adu domba yang dimainkan akhirnya memunculkan sebuah stigmasi kotor di wajah umat Islam, umat pendiri kemerdekaan dan pejuang kemerdekaan. Munculnya Komando Jihad (KOMJI) di Lampung, Kasus Tanjung priok, Gerakan Aceh Merdeka, Ambon dan poso, Timur Timur yang akhirnya lepas dari Indonesia.

Kasus munculnya aliran-aliran yang dibiayai secara sistematis dengan tujuan untuk memecah persatuan umat Islam Indonesia. Bertujuan untuk mendangkalkan pemahaman aqidah umat islam. Bertujuan untuk memecah kekuatan umat islam dan ketidak percayaan umat islam terhadap pemimpin-pemimpin islam yang bisa ditsiqohi (dipercayai).

Para kaum berkepentingan ini memunculkan NII KW 9 sebagai jarkon untuk mengumpulkan mantan-mantan NII. Mereka busukkan gerakan NII melalui NII KW 9 yang sekarang masih eksis di Ma’had Al Zatun. Munculnya LDII di berbagai daerah dengan pengkafiran orang-orang yang tidak masuk ke dalam jama’ah ini. Jaringan Islam Liberal (JIL) yang menjadi musuh umat Islam yang aktif dalam gerakan. Ahmadiyah yang terus digembar gemborkan. Dan masih banyak sekte-sekte yang termasuk sekte thoriqot. Yang paling terkenal adalah thoriqot naqsobandiyah. Sebuah aliran dan jama’ah ini adalah jama’ah bikinan yang dipakai untuk merusak kebangkitan umat islam di Indonesia. Mirip seperti didirikannya jama’ah pergerakan yang dipakai untuk melmahkan kekuasaan kekholifahan usmani dengan tujuan para jama’ah ini saling mengkafirkan, saling menghujat. Misalnya, dipakainya jama’ah wahabi untuk merusak jama’ah-jama’ah yang pemahaman tauhidnya lemah. Dimunculkannya kaum sufi untuk menghancurkan jama’ah yang mengkolaborasikan antara agama,politik,jihad. Kemudian dibenturkan dengan para kapitalis yang merupakan sutradara dari ini semua.

Kemudian muncullah kasus permintaan referendum dimana-mana. Seperti di timor leste, aceh, papua. Semua ini ada campur tangan asing yang ingin mengeruk kekayaan Indonesia dan mencabik-cabik kekuatan Islam. Mereka tanamkan ketidak puasan, mereka tiupkan friksi, mereka tiupkan ketidak percayaan. Kasus blok cepu, kasus Newmont, kasus Freeport, kasus namru, dana moneter semua adalah masalah yang melilit dan sangat susah untuk terlepas.

Kasus kebijakan-kebijakan yang hanya berorientasi pada kepentingan pribadi,partai dan golongan mereka sendiri. Sehingga menyebabkan tujuan utama dari misi mereka memimpin dan duduk di kursi wakil rakyat tak bisa dilaksanakan sesuai dengan tuntutannya.

Permainan politik busuk yang saling mencari kambing hitam, menumbalkan mereka lakukan dengan segala kesadaran. Sehingga tak ada bedanya dengan hukum rimba yang berlaku pada hewan. Mari kita ingat kasus penculikan para aktivis pergerakan, baik dari mahasiswa maupun dari masyarakat. Kaum intelektual dibungkam, disiksa, diintimidasi dan dipenjarakan. Kasus penangkapan aktivis jihadi yang seperti menangkap hewan perburuan. Kasus pembongkaran korupsi century, BI, Gayus Tambunan, dan yang terbaru adalah Nazarudin dengan partainya democrat. Semua berujung seperti senetron telivisi yang memerlukan donator periklanan dan berakhir tragis maupun tak ada ujung penyelesaian dan akhirnya hilang tanpa bekas.

Dan masih banyak lagi.

DIMANA WAJAH DAN KEKUATAN NEGARA ?

Melihat seluruh kasus yang melilit di atas, seakan Negara tidak mempunyai power untuk menyelesaikannya. Negara tergadaikan dengan tergadaikannya hokum yang dipermainkan oleh personal pemimpin pemerintahan dan wakil rakyatnya. Permainan ini dilakukan demi meluluskan ambisi personal, partai dan golongan yang berkuasa. Kemudian ditunggangi alias dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan lebih besar.

De-radikalisasi

Deradikalisasi adalah sebuah senjata yang sedang diterapkan pemerintah untuk menekan kaum jihadi. Isu teorisme mereka sebar secara luas dengan menggandeng peran intelejen internasional untuk menguatkan kekokohan kepemimpinan mereka. Penggandengan ini kemudian dikaitkan dengan sandiwara besar dalam penuntasan balas dendam terhadap Al Qaida yang berhasil meruntuhkan symbol raksasa Amerika.WTC. Mereka dengungkan perang dengan terorisme, padahal mereka sendiri biang kerok dari teorisme itu dan umat islam bagai bola pimpong yang asyik mereka mainkan seenaknya saja.

Jama’ah-jama’ah islam mereka susupi dengan orang-orang yang mau dibayar, agar jama’ah-jama’ah tersebut tidak melawan system yang dibuat manusia. System bernama demokrasi kapitalis liberalis. System kotor yang menghalalkan segala cara, yang jauh dari prinsip keadilan dan prinsip hak asasi manusia. Jauh dari kefitrahan manusia bahkan kebutuhan dasar manusia sering tertumbalkan demi ambisi hukum rimba. MEREKA TANAMKAN BAHWA UMAT ISLAM YANG MENJALANKAN SYARI’ATNYA ADALAH PEMBANGKANG PEMERINTAHAN, PERONGRONG KEKUASAAN. MEREKA MELAWAN ALLAH DENGAN MEMPERTAHANKAN SEBUAH SYSTEM DAN KITAB UNDANG-UNDANG YANG DIREKAYASA DAN DIADOBSI DARI KITAB PARA PEMBANTAI DI MASA KEKUASAAN MONGOL. KEKUASAAN GENGGIS KHAN. KEKUASAAN TAR-TAR YANG BIADAB.

Ketika sebuah Negara ditukar dengan dolar untuk membungkam para penegak keadilan maka ditaruk dimana wajah Indonesia ? dimana kekuatan degara yang berdaulat, yang sudah merdeka ? benarkah rakyatnya telah terlindungi dari kepentingan-kepentingan asing ? ada Negara dan tidak ada Negara sepertinya tidak memberikan banyak pengaruh, karena konflik demi konflik, problem demi problem, bahkan hukum rimba tetap berlaku dalam Negara berdaulat. Lalu apa bedanya ketika masih terjajah dulu ? rakyat masih merintih…mereka biarkan wanita menjadi janda karena suami mereka tangkapi, mereka penjarakan dan mereka eksekusi. Anak-anak terlantar karena tidak punya ayah yang bisa menafkahi. Semua ini dilakukan hanya demi ambisi eksistensi kekuasaan. Kekuasaan tak bermartabat di hadapan alloh maupun dihadapan manusia. Yang kaya semakin mereka kayakan, yang miskin semakin mereka miskinkan bahkan semakin mereka tindas. Rakyat menjadi tumbal-tumbal kekuasaan tak bertmartabat.

Korupsi

Indonesia menempati 10 besar dalam kasus korupsi dunia. Naudzubillahimindzalik. Dan ini adalah tanda sebuah Negara akan menuju kehancurannya. Saya sangat tergelitik dengan ucapan Adiyaksa Daud yang membahas tentang apa sebab-sebab keruntuhan Negara. Dan rupanya Indonesia telah mempunyai sebab itu. Yaitu diantaranya : Rakyat tidak percaya pada pemimpinnya, Pemimpin memimpin dengan kemauannya sendiri, dan merebaknya korupsi di Negara itu. Sungguh ngeri mendengar penjelasan itu.

Kemudian sebuah pernyataan Permadi di sebuah diskusi Jakarta Lawyer Club menyebutkan, “mereka yang terjerat hukum dalam masalah korupsi itu telah mengalami hukum dagang. Para tertuduh itu, menyelamatkan diri ke luar negeri, merupakan satu trik untuk tidak ditumbalkan oleh kekuasaan yang menikmati uang yang telah dibagi-bagikan. Jika mereka mau pulang, maka telah terjadi deal-deal politik antara kekuasaan, partai politik dengan mereka.

Namun apa yang terjadi ? kekuasaan dan partai tak pernah tepati janji deal-deal yang mereka tawarkan pada tumbal kekuasaan itu. Sehingga ada cap koruptor pada mereka yang ditumbalkan. Kita lihat Gayus Tambunan ketika deal-deal politiknya dilanggar. Gayus marah ! namun karena ia berlawanan dengan kekuasaan iapun mendekam dalam penjara dan akhirnya ia, seorang pengusaha yang menjadi tumbal dan pijakan politik belaka.

Dan saya yakin kepulangan Nazarudin ke Indonesia karena telah terjadi deal-deal politik terhadap kekuasaan dan partai politiknya.” Wallahi !! politik busuk yang sedang kita dengar, kita lihat di media yang menjadi corong para penguasa.

Dan semua dana itu berhubungan dengan para wakil rakyat yang duduk di gedung megah bernama DPR/MPR. Dan akhirnya Nazarudin pun terdiam seribu bahasa karena telah dibungkan dengan ancaman dan intimidasi.

Yang menjadi pertanyaan adalah, BEGINIKAH WAJAH NEGARA YANG TELAH BERUSIA 66 TAHUN ITU ? BEGINIKAH WUJUD NEGARA BERDAULAT ? kenapa Indonesia tetap seperti bayi yang perlu dimandikan, dirawat dan dididik ? apakah Indonesia merupakan bayi yang lahir secara premature sehingga ia selalu bermasalah di organ-organ tubuhnya ? APAKAH INDONESIA TELAH LUPA, BAHWA KEMERDEKAAN ITU MERUPAKAN RAHMAT DARI ALLAH ? SEHINGGA MEREKA PUN LUPA BAHWA INDONESIA INI HARUS DIMANDIKAN, DIDIDIK, DIBESARKAN DENGAN CARA ALLAH DAN MENURUT PERINTAH ALLAH ?
Mari kita semua bermuhasabah diri, bahwa kita telah jauh dari apa yang Allah perintahkan dan apa yang Allah larang. Itulah kenapa kita tidak pernah menemukan sebuah solusi untuk menyelesaikan masalah-masalah besar di Negara ini. Dosa-dosa besar bahkan kemusyrikan telah kita lakukan. Sadarkah kita wahai saudaraku….?

Apakah kita hanya akan berkutat pada sebuah system yang dibuat manusia sebagai tandingan system Allah ? yang hanya mendatangkan kerugian, kemunafikan dan kehancuran hidup atas keberlangsungan Negara kita ?
Dulu kita merdeka juga di tanggal 17 Ramadhon. Ini pertanda apa ? 17 Ramadhon adalah tanggal turunnya Al Qur’an. Ini sebuah sinyal bahwa Negara kita, Negara Indonesia ini harus diatur dengan al Qur’an. Dan di tahun ini kita kembali diperingatkan oleh Allah dengan memperingati kemerdekaan Negara, memperingati pengakuan kedaulatan Negara di tanggal yang sama yaitu bertepatan dengan 17 Ramadhon, sebuah tanggal diturunkannya Al Qur’an.

Jadi…KEMBALILAH KEPADA AL-QUR’AN AGAR SELESAI SEMUA PERMASALAHAN. ALLAHU AKBAR !!!

Wallahu’alam bishowab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s