Arsip untuk Juni, 2011


Gali Potensi Diri Anda, Who I am I ?

 

Pernahkah Anda bertanya pada diri Anda tentang diri Anda sindiri ? Jika pernah itu bagus, karena dengan Anda mengetahui diri Anda maka Anda akan tahu potensi apa yang bisa Anda lejitkan pada diri Anda. Jika jawabannya belum pernah, maka Anda termasuk orang yang merugi dan tertinggal. Karena Anda telah kehilangan peluang besar untuk melejitkan potensi yang ada pada diri Anda. Tapi jangan khawatir wahai yang ingin luar biasa, Anda mulai detik ini masih berkesempatan untuk bertanya pada diri sendiri. Kemudian memperbaiki diri Anda untuk mengetahui potensi apa yang harus dilejitkan.

Who I am I ? Ya, siapa diri saya. Coba Anda ambil kertas atau buku dan mulai tuliskan siapa Anda. Jangan ragu untuk menulis kelemahan dan kelebihan Anda, karena itu menjadi tolak ukur Anda untuk bergerak maju. Buat daftar pertanyaan seperti dibawah ini :

 

Siapa saya ?

Siapa yang menciptakan saya ?

Dari apa saya di ciptakan ?

Kenapa saya diciptakan ?

Kemana saya akan kembali setelah mati ?

Kepada siapa saya mempertanggungjawabkan hidup ini ?

 

Watak saya ?                          Sifat saya ?

1. ___________________      1. ____________________

2. ___________________      2. ____________________

3. ___________________      3. ____________________

4. ___________________      4. ____________________

5. ___________________      5. ____________________

6. ___________________      6. ____________________

7. ___________________      7. ____________________

8. ___________________      8. ____________________

9. ___________________      9. ____________________

10. ___________________    10. ___________________

Dan seterusnya. Tulis sebanyak-banyaknya.

 

Kelebihan saya ?                   Kekurangan saya ?

1. ___________________      1. ____________________

2. ___________________      2. ____________________

3. ___________________      3. ____________________

4. ___________________      4. ____________________

5. ___________________      5. ____________________

6. ___________________      6. ____________________

7. ___________________      7. ____________________

8. ___________________      8. ____________________

9. ___________________      9. ____________________

10. ___________________    10. ___________________

Dan seterusnya. Tulis sebanyak-banyaknya. Dan buat sebuah pernyataan tulus dari hati nurani Anda tentang diri Anda, komitment Anda terhadap rencana dan bagaimana mempertahankannya. Misalnya,

 

Saya adalah sosok manusia yang diciptakan dari mani*. Untuk itu saya tidak boleh menyombongkan diri dihadapan Tuhan dan manusia, karena kita setiap manusia adalah sama. Mempunyai tugas dan kewajiban yang sama, untuk mengabdi pada yang kuasa. Bersyukur padaNya. Karena saya telah dikaruniai banyak kelebihan seperti yang saya tulis, walau masih banyak kekurangan dan kelemahan pada diri saya. Saya harus memaksimalkan potensi kelebihan saya sebagai rasa syukur saya terhadap Tuhan yang menciptakan saya. Saya harus mencetak sebuah prestasi sehingga saya bisa berguna bagi keluarga, masyarakat serta umat di muka bumi ini. Ketika saya telah mencapai apa yang saya inginkan, saya tidak boleh melupakan Tuhan yang menjadi Rabb saya. Karena dialah yang telah menciptakan saya. Walau hanya setetes mani, tapi saya mampu menjadi manusia yang sempurna, yang derajat saya lebih tinggi dari makhluk lainnya. Tugas saya sekarang adalah mencetak sebuah prestasi dan beribadah sebagai rasa syukur saya telah muncul di dunia ini sebagai aktor gelanggang kehidupan nyata, yang mampu mencetak sebuah prestasi dan berguna bagi umat manusia. Harus berubah, mulai dari sekarang dan segera kerjakan !

 

Mungkin itu sedikit surat pernyataan Anda, yang bisa ditempel di kamar tidur Anda. Sehingga ketika Anda akan tidur, Anda akan selalu membacanya. Sehingga mengingatkan Anda untuk terus bersiap dan tidak boleh loyo, optimis di esok hari bahwa Anda akan memulai sesuatu dengan sesuatu yang baik sebaik pikiran Anda ketika akan tidur.

Asupan-asupan seperti itu sangat membantu otak Anda mempengaruhi emosional Anda. Dari asupan kata-kata yang menyemangatkan Anda, menjadikan Anda manusia yang produktif. Rencana akan banyak bermunculan di otak Anda, sehingga Anda akan mudah dalam melakukan semua pekerjaan yang akan menjadi pendobrak kesuksesan Anda.

Dari mengetahui siapa Anda, Anda akan tahu apa yang akan Anda butuhkan untuk melejitkan potensi Anda. Anda akan tahu apa yang sebenarnya anda inginkan. Anda akan tahu apa yang menjadi tujuan hidup Anda. Anda bisa menggunakan pengalaman-pengalaman Anda yang telah lalu untuk mengawali kehidupan sukses Anda. Akan mengetahui kenapa Anda kemarin bisa sukses dan bisa gagal. Sehingga Anda bisa merencanakan masa depan yang lebih baik.*az

 

catatan :

*

Iklan

*-* Reputasi *-*

Posted: 9 Juni 2011 in [calon] my book


(semoga outline buku tulisan yang tidak kelar di tahun 2005 ini bisa menjadi inspirasi)—>selamat membaca bab demi bab yang akan diposting

Bismillahirrahmanirrahim…..

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, reputasi berarti hal berada, keberadaan, perbuatan sebagai sebab mendapat nama baik, nama baik. Misalnya reputasinya dalam memainkan bola membanggakan penggemarnya.
Definisi kamusnya adalah: perkiraan publik mengenai seseorang atau suatu lembaga

He..he…sorry jika kalimatnya salah, ya…saya harap benar. Yang jelas begini saja, ada hal yang harus kita garis bawahi bahwa makna dari reputasi berkaitan erat dengan “nama baik dan prestasi”. Nama baik akan mendukung sebuah prestasi dan prestasi akan membawa nama baik.

Prestasi

Semua manusia diciptakan dengan kelebihan berbeda-beda dan itulah yang menjadi ciri khas dari setiap pribadi. Kelebihan yang bisa dibina dan ditunjukkan secara optimal. Itulah yang akan mengantarkan sang pemilik kelebihan mencapai sebuah prestasi.

Prestasi tidak hanya dari nilai akademis. Akan tetapi prestasi dalam masyarakat banyak cara dalam menilainya. Orang kaya yang tidak bahil akan dinilai oleh masyarakat sebagai prestasi karena ia mampu memanajemen uangnya untuk membantu tetangganya sehingga ia memberikan manfaat pada tetangganya atau pada siapapun mereka yang membutuhkan bantuannya. Ia selalu membela yang lemah dan tidak membedakan statusnya. Orang seperti ini akan dijadikan dewa penolong bagi mereka yang membutuhkan bantuannya.
Anak yang cerdas dan pandai akan mencatat prestasi dilingkungan keluarga dan sekolahnya. Dengan kejeniusan yang dimilikinya ia mampu mencetak rekor kejuaraan dalam setiap kompetisi sience. Ia akan dihormati dan dijadikan tempat bertanya bagi siapa pun yang haus akan sebuah ilmu. Begitu pula mereka yang telah menjadi professor atau gelar yang lain.

Pemimpin yang mampu memanajemen kepemimpinannya dan mampu mengantarkan apa yang ia pimpin menjadi sebuah lembaga yang disegani atau Negara adidaya dan diakui oleh dunia. Inilah prestasi yang diraih seorang pemimpin.

Pemain lomba akan memenangkan kompetisi dari perlombaannya, maka ia dianggap oleh masyarakat mendapatkan prestasi.

Kasus di atas adalah contoh seseorang mendapat sebuah prestasi. Tidak hanya IQ yang menjadi andalan dalam meraih sebuah prestasi. Tapi tidak dapat kita pungkiri kalau IQ juga merupakan factor urgent dalam meraih prestasi. Jarang kita jumpai orang yang oon atau telmi mempunyai prestasi gemilang. Tapi tak jarang pula di era sekarang orang oon atau telmi banyak dicari karena keunikannya untuk dicetak menjadi manusia yang berpotensi untuk berprestasi.
Dunia acting banyak yang mengejar mereka yang mempunyai keunikan walau ia tak mempunyai IQ yang berkualitas. Tapi apapun yang kita katakan, apabila mereka yang bergelut di dunia acting telah mencari mereka, maka mereka lambat laun akan menjadi manusia berprestasi yang bisa mengalahkan mereka yang normal.

Pada awalnya masyarakat mengenalnya sebagai orang yang lelet dan susah untuk diajak berkomunikasi yang akhirnya mereka dijauhi. Tetapi ketika ada sebuah perantara untuk menguak sebuah potensi yang ada pada orang oon tadi, masyarakat baru terbuka matanya bahwa dia tak seburuk yang mereka kira. Tak setelmi yang mereka lihat. Dunia selebritis mengangkatnya menjadi sosok yang diidolakan karena ia mampu mengalahkan actor lainnya. Dan inilah sebuah prestasi yang ia peroleh dibalik keoonan dan ketelmian yang ia miliki.
Waria, orang mungkin akan mencibir ketika melihat sosok yang tak jelas sifat dan wataknya ini. Kadang ia cenderung kewanita-wanitaan kadang cenderung ia kelaki-lakian. Orang banyak menjauhinya. Namun apa yang kita lihat sekarang. Ketika media mengangkat, mereka menjadi sosok yang lucu. Anggapan pun berubah tentang mereka. Tesi misalnya, dia seorang laki-laki tapi dia kewanitaan dalam bergaya dan berakting. Dia sempat tenar hingga sekarang. Prestasi dalam berakting pun ia dapat.

Orang kerdil dan cacat. Dunia acting juga banyak memburu mereka. Keunikan dan kelucuan orang cacat atau yang kerdil mampu menjadi daya dukung dan daya tarik penonton dalam sebuah film. Orang tak akan menyangka kalau orang kerdil itu bisa lincah dalam memainkan aktingnya dan akhirnya ia menjadi orang yang banyak mendapatkan tawaran untuk syuting. Ia mampu menjadi pemenang dalam dunia syuting yang akhirnya ia bisa mencatat sebuah prestasi dibalik kekerdilannya.

Berbadan obesitas. Laki-laki biasanya hanya akan melihat sebelahmata wanita yang mempunyai badan yang gendut melewati batas atau obesitas. Namun peluang manusia berbadan obesitas masih luas untuk mencatat sebuah prestasi, atun dan kawan-kawan obesitas mampu memerankan lakon yang diperintahkan pada mereka. Kepandaiannya dalam memainkan peran membuatnya diakui dalam masyarakat dan orang tak akan memandangnya dengan sebelahmata.

Fakta diatas adalah contoh dari mereka yang meraih prestasi dari sebuah kelemahan yang ada pada diri mereka. Memang tidak diperoleh dengan menggunakan IQ, ESQ atau yang lain. Faktor tersebut memang ada namun tidak menjadi hal dominan dalam meraih prestasi mereka. Ada sisi lain yang mampu mereka angkat sehingga mereka mampu mencatat sebuah prestasi.
Sekarang kita berbicara masalah IQ. Kecerdasan otak manusia inilah yang mampu menggali potensi yang ada pada dirinya. Dari kecerdasan otaknya manusia mampu mengelolanya.

Misalnya Anda, ketika masih sekolah akan merasakan bagaimana otak Anda bekerja. Semua guru menuntut Anda untuk mencetak rekor kejuaraan. Semua dari Anda harus mendapatkan nilai diatas 7. Otak Anda akan bekerja seoptimal mungkin dalam merekam semua pelajaran yang diberikan oleh guru dan menuangkannya pada selembar kertas ujian. Bagaimana perasaan Anda ketika telah selesai mengerjakan ujian tersebut ? Kepuasan Anda dapat. Lalu nilai-nilai itu akan terkumpul menjadi nilai rapor yang akan diberikan oleh pihak sekolah pada orangtua Anda dan Anda mendapatkan rangking 1 dari pararalel 3 kelas misalnya. Saya yakin Anda pasti lebih puas sebelumnya.

Sekarang bandingkan ketika Anda telah melewati masa sekolah dan akhirnya kuliah. Bagaimana perjuangan Anda dalam meraih sebuah prestasi ? Apakah sama cara dalam memperolehnya ? Saya yakin pastilah tidak. Karena saingan Anda bukan lagi anak-nak daerah yang mungkin kapasitas IQ hampir sama dengan Anda. Pesaing Anda adalah anak-anak jenius yang berasal dari berbagai kota. Apabila IQ Anda pas-pasan dan nilai yang Anda bawa dari daerah bukan nilai murni dari hasil kerja Anda, nilai katrolan guru misalnya, maka Anda akan pontang-panting menyaingi mereka yang benar-benar cerdas dari segi IQ-nya. Anda harus belajar lebih giat dan berusaha untuk menghafal merekam semua mata kuliah yang telah diajarkan.

Setiap semester Anda harus berjuang memperoleh nilai A. karena nilai A tersebut akan menjadi daya dukung dari gelar yang Anda peroleh dan menentukan nasib Anda ke depan. Nilai A akan sangat membantu Anda dalam meraih apa yang Anda inginkan, gelar pendidikan, pekerjaan, beasiswa atau yang lainnya. Karena apapun yang dikatakan orang, di era sekarang nilai yang tertera di atas kertas masih menjadi satu pertimbangan. Prestasi itu masih harus ada bukti otentiknya berupa selembar kertas yang dilegalkan oleh pihak yang diakui oleh masayarakat juga. Dunia anda berbeda dengan dunia selebritis di atas. Pengakuan yang di dapat dari masyarakat harus di dapat dari sebuah intansi yang diakui oleh masayarakat juga. Berbeda dengan artis tadi. Mereka bisa mencetak prestasi dari usaha mereka sendiri karena masyarakat menilai dari segi lain. Prestasi yang mereka dapat tidak butuh bukti otentik untuk dilegalkan walau ada yang memberikan reward dan sertfikat bagi mereka para seleb yang lolos dalam persaingan dan menjadi artis idola masyarakat. Sekali lagi keadaan mereka berbeda dengan Anda yang harus mendapatkan pengakuan secara legal.

Dari sinilah kita akan berkaca apa yang sebenarnya terjadi dalam masyarakat kita tentang pemaknaan sebuah prestasi. Dari pemaknaan ini kita akan menemukan arti dari nama baik itu sendiri. Sehingga akan bertemu dengan kata reputasi yang didambakan oleh semua orang.

Pembaca, dari fakta dan kasus-kasu di atas kita bisa melihat bahwa prestasi memang tidak harus dari intelejensi yang dimiliki manusia, namun prestasi bisa tercipta dari berbagai sisi kelebihan yang dimiliki manusia. Mungkin banyak ahli telah membahas masalah emosional quetion. Prestasi ini penilaiannya memang harus dipilah dari pihak siapa yang menilai. Apabila masalah ilmu pengetahuan dan teknologi IQ menjadi daya dukung terpenting. Tapi dari IQ yang unggul belum tentu manusia akan mendapatkan prestasi di bidang ilmu dan teknologi.
Anda bisa melihat, mereka yang mempu berprestasi di sekeliling Anda adalah mereka yang mampu memadukan intelejensi otaknya dengan emosi jiwanya. Perpaduan inilah sebenarnya yang mendukung secara aktif manusia bisa berprestasi.

Seperti kasus orang cacat mampu mencetak sebuah prestasi apakah Anda akan memprotesnya ? Walau mereka tak mempunyai IQ cukup tapi mereka mampu mengendalikan emosi mereka sehingga mampu memanajemen IQ yang pas-pasan menjadi sebuah prestasi sehingga mereka bisa mengembangkan potensi dirinya. Begitu juga dengan Anda yang mempunyai IQ jenius belum tentu Anda bisa seperti mereka, karena ada sisi lain yang belum Anda gali yaitu emosi Anda. Kenapa Anda sering gagal karena Anda tidak mampu mengendalikan emosi Anda. Kedewasaan yang Anda miliki dalam memanaj hidup itulah sebagai bekal untuk memproyeksikan ke mana hidup Anda akan di bawa. Untuk mencetak sebuah prestasi ataukah sebuah kegagalan saja ? Itulah yang harus Anda pikirkan dari sekarang.

Mungkin umur sudah mulai menapaki usia lanjut atau mungkin Anda baru menapaki umur seperempat abad. Itu bukan sebuah keterlambatan bagi Anda untuk memulai dari sekarang. Ketika Anda mampu melihat apa yang ada pada diri Anda, nilai ia sebagai nilai positif yang bisa membawa Anda pada sebuah prestasi yang Anda dambakan.

Yang jelas semua manusia mempunyai kelebihan, karena dari kelebihan yang diberikan oleh Tuhan tersebut Anda bisa hidup. Karena kelebihan yang ada pada anda adalah bekal yang diberikan oleh Tuhan sebagai bekal berlayarnya Anda dalam mengarungi hidup ini. Anda belum terlambat untuk mencatat sebuah prestasi. Jika Anda seorang karyawan perbaiki etos kerja Anda sehingga atasan Anda akan simpatik pada Anda. Jika Anda pemimpin perbaiki kepemimpinan Anda sehingga apa yang Anda pimpin mendapatkan kepuasan dan akhirnya hanya Andalah yang akan dijadikan pemimpin, Anda akan disegani dan dihormati. Jika Anda seorang ilmuwan teruslah untuk belajar, jangan merasa puas dengan apa yang Anda dapatkan walau gelar doctor dan professor telah Anda dapatkan. Ilmu di dunia ini masih luas dan apa yang Anda miliki hanya setetes air yang di jatuhkan ke dalam lautan. Pernahkan Anda berpikir tentang itu ?

Jika Anda seorang pengusaha maka perluas usaha Anda sehingga Anda akan menjadi pengusaha nomor satu. Perbaiki sikap dengan partner-partner Anda karena merekalah yang mengantarkan Anda pada kesusksesan. Jangan merasa Anda berjuang sendiri, karena atas keringat merekalah Anda bisa berhasil.

Jika Anda seorang pemuka agama, cetak prestasi Anda dengan contoh yang baik. Karena Anda dijadikan teladan oleh umat Anda. Dosa dan pahala menjadi tanggungan Anda. Apabila Anda memberikan contoh dan keputusan yang salah, maka dosa umat Anda, Andalah yang menanggungnya. Begitu pula sebaliknya, jika Anda menanamkan seuasuatu yang baik, contoh yang benar dan keputusan syaria’t yang benar, maka Anda akan mendapatkan aliran pahala dari umat Anda.*az

Nama Baik

Anda telah membaca uraian panjang saya tentang prestasi. Dari sini coba kita pahami bersama apa dampak dari prestasi yang diperoleh dari tiap manusia yang dibutkan di atas. PENGAKUAN. Pengakuan inilah yang akan membuahkan nama baik mereka.

Seperti kasus orang cacat, waria, kerdil, obesitas atau kekuarangan yang lain dan akhirnya mereka sukses. Pada awalnya mereka mendapat nama yang tak cukup disegani di masyarakat. Namun ketika potensi mereka bisa dilejitkan oleh media dan masayarakat bisa menilai dan melihatnya secara baik, pandangan masyaraktpun menjadi berubah. Mereka akan mengakui walau mereka cacat tapi mereka mampu mencetak sebuah prestasi.

Begitu pula pemimpin, pengusaha, ilmuwan, pemuka agama atau yang lainnya. Ketika mereka mempunyai sebuah prestasi yang memuaskan masyarakat maka ia akan diakui dan disegani. Dan itulah nama baik yang mereka terima. Kekaguman masyarakat menjadi nama baik mereka.

Dari sini Anda bisa menggaris bawahi, reputasi bisa diraih dari kerja keras untuk mendapatkan prestasi dan nama baik. Nama baik menjadi inti dari reputasi, karena apapun prestasinya apabila nama baiknya telah tercemar maka reputasi yang dia miliki ikut hancur juga. Jadi reputasi memang berawal dari sebuah prestasi akan tetapi daya dukung paling kuat adalah dari nama baik yang dia peroleh dalam masayarakat maupun keluarga Anda.

 

to be continued di bab berikutnya…….

“Imatuzzahra Al Hurul’in”