-*- Ajari Ia (anakmu) Empati Dan Peduli-*-

Posted: 6 April 2011 in Pendidikan

Bismillahirrahmanirrahim………….

Empati dan peduli adalah sebuah sifat sekaligus pekerjaan dalam menjalin hubungan antar sesama, baik sesama manusia maupun sesama makhluk hidup. Empati dan peduli adalah bekal untuk menjalin hubungan penuh cinta dan kasih sayang, tanpa pamrih dalam menebar cinta dan kasih sayang itu sehingga ia akan dikenang sepanjang masa, lekat dihati dan sangat berharga bagi kehidupan ini. Kehadirannya sangat dinanti dan kepergiannya tak diingini. Inilah hakikat persahabatan sejati yang terangkum dalam ukhuwah islamiyah penuh ridlo Ilahi.

Sosok manusia dewasa itu adalah hasil didikan ketika kecilnya.tipikal-tipikal manusia dewasa adalah tipikal pendidikan orang tuanya ketika masih dalam buaian ibu dan bapaknya.

Akan kita dapati ketika sudah menjadi istri dari seorang suami atau menjadi suami dari seorang istri terkadang watak-watak konyol ini
masih dipelihara. Kenapa bisa demikian ? karena begitulah orang tuanya dalam mendidiknya dulu. Kenapa sering kita jumpai baik istri maupun suami masih manja, masih ingin dilayani, masih cengeng, masih ingin diajari, masih suka diperhatikan. Karena begitulah dulu orang tuanya mendidiknya. Ketika dididik manja maka bisa jadi sampai besar ia akan memelihara sifat itu. Begitu juga dengan ketika semua  permintaan dituruti akhirnya membuat anak berwatak cengeng karena
ia terbiasa dilayani dan dipenuhi segala kebutuhnnya tanpa pernah dikenalkan sebuah usaha.

Namun juga akan kita dapati watak yang keras dan mandiri,cepat dan ligat dalam segala hal namun sekali lagi biasanya ini mempunyai sisi
negative yaitu mempunyai watak keras dan emosional. Kenapa bisa begini ? karena begitulah dulu orang tuanya mendidiknya. Orang tuanya mendidiknya dengan keras dalam disiplin sehingga memacunya untuk terus berpikir dan berpikir agar tidak kena marah dari orang tuanya. Ia akan dihadapkan pada segala masalah dan ia harus mencari solusinya sendiri. Belum lagi harus mencari kehidupannya sendiri
memperjuangkan kehidupannya sendiri. Benturan-benturan yang dihadapi dalam proses hidupnya akhirnya membentuknya menjadi sosok yang keras dan emosional. Namun terkadang orang yang berwatak seperti ini mempunyai sifat positif tambahan berupa kepedulian. Ia lebih tahu bagaimana sengsaranya hidup,bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan yang penuh dengan penderitaan. Iapun mudah untuk berempati.

Sedangkan banyak kita jumpai yang mendapatkan pendidikan manja akan rapuh dalam hal kepedulian dan empati kepada orang lain.

Seorang anak dari kecil mari kita kenalkan tugasnya ketika dewasanya nanti. Ajari anak selalu membagi makananya untuk temannya. Ajari anak untuk selalu tersenyum kepada temannya. Ajari anak untuk membantu kedua orang tuanya. Itu bukan berlebihan ana rasa dengan catatan semua sesuai kapasitas kemampuannya.

Jikalau ia mempunyai adik ajari dia untuk merawat adiknya, menyayanginya dan menjaganya, menghiburnya dan belajar ngemong adiknya.Biasakan untuk selalu bersama. Sehingga kebersamaan yang terus menerus akan memunculkan rasa cinta. Ia tak akan lepas dari adiknya. Semua aktivitas akan bersama adiknya. Mulai dari makan ia akan memikirkan adiknya. Tidurpun akan bersama adiknya dan ia akan ngelonin adiknya. Itulah cinta  sang kakak, yang telah tumbuh sejak dini ,bila telah kita kenalkan dengan sebuah sifat bernama EMPATI DAN PEDULI.

Berilah ia sebuah peliharaan. Entah itu hewan atau tumbuhan.Ajarilah ia untuk merawatnya sehingga memunculkan sebuah tanggung jawab atas peliharaannya. Ia akan tahu apa tugasnya mempunyai peliharaan dimana ia harus memberinya makan dan memenuhi segala kebutuhannya. Misalkan kucing. Akukan seekor kucing menjadi miliknya. Beritahu ia bahwa itu miliknya dan harus dirawatnya
agar bisa tumbuh besar dan lucu. Ia akan bermain dengan hewan peliharaannya sebagai tanggung jawabnya. Ia akan memberinya rasa cinta dan sayang apa yang menjadi tanggung jawabnya. Karena ia telah belajar untuk peduli kepada sesam makhluk hidup bernama kucing.

Selain hewan ajarkan untuk cinta lingkungan. Ketika kita merawat bunga maka turutkan si kecil untuk membantu menyiraminya. Membantu mencabut rumputnya dan menatanya. Sehingga ia tahu bahwa tumbuhanpun perlu kasih sayang dan penjagaan. Dari situ ia akan menyirami bunga itu karena ia telah tahu bahwa air adalah kebutuhan makan bagi tanaman. Ia tahu kewajiban apa yang harus ia
kerjakan agar tanaman mendapatkan haknya.

Begitu juga dengan sampah. Ajari ia untuk membuang sampah pada tempatnya. Jelaskan bahwa membuang sembarangan akan memperbanyak kuman dalam rumah. Mengakibatkan banyak semut berdatangan dan mempercepat penyebaran penyakit. Selain itu sampah juga mengakibatkan ketidak nyamanan pemandangan mata. Bisa menimbulkan bau busuk yang bisa mengganggu lingkungan. Jika telah demikian maka akan mengganggu orang lain.

Dari sini anak akan belajar bagaimana ia tidak mengganggu privasi orang lain. Ia menjaga betul-betul sikapnya agar orang lain tetap
nyaman bersamanya. Ia berusaha menjadi sosok yang diterima oleh semua pihak dan pihak lain selalu senang bila berteman dengannya.

Care kepada teman. Ajari anak untuk saling berbagi ilmu. Ketika mereka bermain bersama mintalah ia untuk belajar bersama lebih dulu. Sehingga mereka akan saling bertukar informasi. Saling member ilmu. Saling bertanya dan membuka wawasan baru. Ini sangat penting dimana ini mengajari anak untuk bertanya, mempertanyakan apa yang menurutnya salah atau masih mengganjal dalam hatinya. Ini mengajari anak berani untuk mengungkapkan apa yang menjadi beda pendapat dan beda pemikiran baginya. Ia akan belajar untuk menerima perbedaan dan bagaimana cara menanggapinya. Inilah kajian ilmu bagi calon ilmuan itu.

Ia akan belajar menguak misteri misteri luar biasa dan cemerlang. Sehingga mengajari anak untuk tidak membebek saja. Dimana membebek adalah akan menjadikan ia mudah untuk dipecundangi orang dholim. Selain itu ia akan belajar melindungi teman yang mempunyai pendapat benar. Ia akan belajar saling tolong menolong dalam kebenaran dan mencegah kemungkaran.

Setelah itu izinkan untuk bermain bersama agar belajar untuk selalu itsar (berkorban) kepada temannya. Akan belajar bekerja sama dan saling tolong menolong. Biarlah mereka berdialog dan bercerita agar ia belajar untuk mendengrakan orang lain. Agar ia tahu apa yang menjadi keluh kesah orang lain dan ia belajar untuk member solusi bagi temannya.

Dan ajarilah juga untuk berteman kepada semua pihak baik yang dibawahnya, yang sebaya dan yang di atasnya. Sehingga ketika ia menjumpai teman yang dibawahnya ia akan belajar menyayangi seperti ia menyayangi adiknya. Jika ia bertemu dengan yang sebaya ia menyayangi dan kompak dengannya karena taraf pemikirannya dan perasaannya sama. Dan jika ia bertemu dengan yang umurnya di atasnya ia akan belajar menghormatinya sebagaimana ia menghormati
kakaknya dan kedua orang tuanya.

Jangan sering diberi teman yang lebih kecil umurnya karena ia akan bersifat kekanak-kanakan yang akibatnya akan selalu menuntut dalam
perjalanan hidupnya. Dengan sebaya atau di atasnya sepertinya lebih baik karena bisa diajak berpikir ke depan. Ada yang membimbingnya sehingga ia bisa lebih cepat untuk dewasa dan mengerti arti kehidupan. Lebih cepat tahu apa tugas yang harus ia kerjakan sehingga mendidiknya untuk tidak merepotkan orang lain. Kedewasaan
akan mendidik seseorang untuk berusaha sendiri, mandiri dan tak ingin
menggantungkan pada orang lain. Dengan begitu ia akan diajari untuk lebih bermanfaat bagi orang lain. Dalam dirinya akan muncul sebagai sosok dermawan dalam segala hal. Baik sikap, sifat bahkan materi.

Hmm…itulah mungkin secuil rasa empati dan peduli yang bisa kita tanamkan sejak kecil. Ketika kecil ia sudah tahu kewajiban apa yang ia
harus lakukan maka ketika besar ia akan bisa bersikap bijaksana, dewasa dan melindungi siapapun yang membutuhkannya. Ia akan selalu sayang kepada teman-temannya dengan sepenuh cinta tanpa pamrih dari yang dicintainya. Ia akan menebar cahaya hatinya ke semua yang mengenalnya. Ia akan berharga bagi dirinya dan bagi orang lain. Muncullah generasi itsar untuk umat dan perjuangan dakwah.Jauh dari kemanjaan dan kecengengan dan dekat dengan takwa, kesholihan dan kemandirian. Cerdas dan tertib serta komitmen dalam hal prinsip.

Anak yang mempunyai sifat peduli akan selalu berguna bagi sesamanya. Dan ikhlas untuk mewakafkan dirinya demia kebahagiaan umat yang dicintainya. Didiklah buah hati kita dengan cahaya Ilahi dan kedisiplinan diri. Agar muncul generasi-generasi tangguh yang kuat dan madiri namun ia sangat berempati dan peduli kepada lingkungan dan masalah umat. Mereka adalah manjanik-manjanik perubahan yang siap menggelontorkan revolusi keislaman dalam tubuh umat. Karena ikatan hati yang kuat antar calon mujahid berdasarkan rasa cinta mereka karena Allah dalam menegakkan Dienullah dimuka bumi ini. Mereka akan
bekerja tanpa pamrih dengan segenap cintanya. Karena mereka tahu bahwa orang tuanya mengajarkan begitu dan hanya mengharap ridlo dari Allah semata tak ada lainnya. Mereka akan tegas kepada thoghut karena kepedulian dan empati mereka telah terbina dari benih aqidah yang benar dari orang tuanya.

SELAMAT DATANG GENERASI ITSAR YANG AKAN MEMPERJUANGKAN
DIENULLAH DIMUKA BUMI DENGAN SEGALA PENGORBANANYA DEMI TERCAPAINYA KEJAYAAN YANG MEREKA BANGUN DENGAN TALI UKHUWAH YANG KUAT. SEMOGA GENERASI ANAK KITALAH YANG AKAN MENEGAKKAN  SYARIAT ISLAM ITU. DENGAN BEGITU ISLAM AKAN MEMIMPIN DUNIA DARI BENIH YANG KITA TANAM UNTUK MEREKA . TANAMKAN EMPATI DAN KEPEDULIAAN ITU SEJAK DINI AGAR MEREKA RINGAN TANGAN UNTUK MEWAKAFKAN DIRI DAN JIWANYA UNTUK MENGGAPAI CINTA ILAHI.

Takbiru ALLAHU AKBAR !!!*az

Bumi Allah, 16 Juni 2010
segores pengalaman dariku -*- Imatuzzahra Al Hurun’in -*-

Komentar
  1. Herman mengatakan:

    Asm akm alhamdulillah bisa tambah pengalaman klau bleh bgimna cra tuntunan rasulullah dlm mendidik anak anaknya

    • wa’alaykumsalam warahmatullah…

      ajari anakmu dengan aqidah tauhid
      —-> tanamkan ihsan dlm dirinya, mantapkan pemahaman syahadahnya
      ajari anakmu untuk sholat
      —-> pukul jika umur 10 th jika membangkang tak mau sholat
      ajari anakmu untuk bersyari’at
      —-> suruhlah berhukum hanya kepada hukum Allah
      —-> suruhlah untuk taat pd Allah dan rasulNya
      —-> suruhlah untuk menunaikan syari’at syahadah,sholat,zakat,puasa dan haji
      —-> suruhlah menutup aurat, dsb
      ajari anakmu untuk berakhlaq
      —-> suruhlah untuk itsar
      —-> suruhlah untuk berukhuwah
      —-> suruhlah untuk jadi pemaaf
      —-> suruhlah untuk berkasih sayang, saling mencintai karena Allah semata

      yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertaqwa

      itu sebagian yang diajarkan rasulullah dalam al qur’an dan haditsnya dan masih banyak lagi sebagaimana yang diajarkan lukman kepada anaknya (silahkan dilihat Al Qur’an surat Luqman)

      barakallahu minkum

  2. MasDar @l-Mumtaz mengatakan:

    Fa Insya Allah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s