Leutika, Harapan Baru Bagi Penulis Pemula

Posted: 5 April 2011 in Artikel
Tag:,

Leutika, nama penerbit baru yang saya kenal sekitar 1 tahun yang lalu dari seorang teman dari list friend facebook saya. Dengannya saya sedikit sharing. Account facebooknya namanya : Yulia Silkhert. Nama yang lucu bagiku. Disuatu hari ia memperlihatkan fhoto-fhotonya bersama Pipit Senja dan banyak bercerita tentang Leutika kepadaku.

Dia memang bukan penulis ulung namun saya salut dengannya, ia begitu gigih untuk belajar menulis yang terkadang saya geli membaca tulisannya. Maklum, baru memulai menulis. Disela-sela saya mengoreksi tulisannya terkadang saya chat dengannya. Dia menyarankan saya untuk mengirimkan tulisan-tulisanku yang sangat banyak itu ke Leutika. Dia bercerita kalau teman-temannya yang pemula banyak sekali yang telah diterbitkan karyanya. Ada novel, ada kumpulan cerpen.

Saya pun menjadi bersemangat untuk menulis kembali, merapikan tulisan saya yang berceceran dimana-dimana. Hingga saya pulang ke jawa dan meminta kepada seorang teman untuk mencari alamat pengiriman naskah di account Leutika. Waktu itu saya sangat ngebet sekali ingin mengirimkan naskah karena saya sedang butuh dana untuk pengobatan anak saya yang rencana mau operasi kepala karena sedang terkena radang otak. Namun karena suatu hal akhirnya operasi digagalkan dan sayapun tak jadi mengirim naskah ke Leutika.

Melihat temen-temen yang membuat komunitas Leutika, mengupload tentang lomba-lomba di Leutika dan masih banyak lagi cerita-cerita dari postingan-postingan teman-teman membuat saya terdiam dan berpikir sejenak, sepertinya saya harus membulatkan tekad untuk mengukuhkan diri sebagai seorang penulis. Karena bagi penulis sebelum mempunyai buku maka dia belum kukuh dinamakan sebagai seorang penulis.

Akhirnya saya merapikan kembali novel yang terbengkalai karena belum selesai perombakannya setelah ditolak oleh sebuah penerbit nasional. Jujur saya berharap pada Leutika suatu hari saya bisa mencetak karya-karyaku disana. Untuk mendokumentasikan dan mengabadikan tulisan saya. Dan agar ketika saya meninggal kelak, pemikiran-pemikiran saya  masih cemerlang dan terkenang di setiap manusia. Menyebar kebenaran berantai yang mengakibatkan keberkahan yang tak pernah lekang. Mencerdaskan dan memberikan pencerahan disetiap kurun waktu. Bisa merubah peradaban dengan pemikiran-pemikiran yang kuinginkan.

Saya salut dengan Leutika yang memompa semangat membaca dan menulis dengan strateginya memfasilitasi para pembaca dan penulis pemula untuk mengembangkan bakat-bakat mereka. Memunculkan potensi-potensi penulis melalui lomba-lomba yang Leutika selenggarakan. Dan saya acungin jempol telah berdirinya komunitas-komunitas pembaca Leutika. Itu sarana dan wadah yang bisa menjadi sumbangsih untuk mencerdaskan bangsa.

Dalam kurun 2 tahun Leutika sudah mencetak beratus buku dari berbagai latar belatar penulis, sungguh luar biasa. Benar-benar menjadi harapan baru bagi penulis pemula.

Menurut saya Leutika ini menjadi sebuah solusi bagi para penulis yang ingin mendokumentasikan dan mengukuhkan dirinya sebagai penulis, karena di Leutika tidak ada aturan kaku dalam penerbitan. Semua tulisan yang masuk layak cetak.  Inilah mentari baru yang harus disambut dengan kegembiraan yang luar biasa. Dengan begitu akan tumbuh semangat-semangat baru yang menjadi benih kreatifitas menulis, menumbuhkan semangat baca untuk memupuk khasanah kata dalam membuat sebuah literasi.

Leutika telah memberi hak untuk manusia untuk menyampaikan ide dan aspirasinya. Leuttika yang cukup produktif dalam menerbitkan buku-buku dari berbagai latar belakang, berarti itu bisa membuktikan minat menulis dan membaca di Indonesia ini sangat tinggi. Namun karena kekakuan sebuah aturan penerbitan pada sebuah penerbit menjadikan seorang penulis pemula mundur dengan langkah teratur.

Karena terbatasnya aturan kaku dari penerbit-penerbit yang telah mengaku punya dedikasi mau tidak mau itu menyurutkan semangat para creator ide brilian. Memang terkadang mau atau tidak kita harus mengakui inti yang disampaikan bagus namun cara penyampaian yang tidak sesuai dengan aturan sebuah perusahaan penerbitan ternama menjadikan ide itu tergusur begitu saja. Padahal bisa jadi kalau ide itu diorbit, mungkin akan menjadi sebuah masukan dan modal perubahan   peradaban yang brilian.

So, intinya  Leutika memberikan wajah baru literasi Indonesia, memberikan cahaya, mentari baru bagi para penulis pemula. Tetap semangat bersama Leutika.

Untuk lebih kenal dan dekatnya silahkan klik saja www.leutika.com dan  www.leutikaprio.com

TERUSLAH BERKARYA, MASIH ADA HARAPAN UNTUK MELEGENDAKAN IDE BRILIAN MELALUI SEBUAH KATA FENOMENALNYA. LEUTIKA WAJAH BARU PENERBITAN,MEMUPUK KREATIFITAS PENULIS PEMULA. LEUTIKA, MENTARI BARU BAGI PENULIS PEMULA*az.

Komentar
  1. rendi david mengatakan:

    tolong bantu, saya mau menerbitkan naskah tulisan saya.terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s