Arsip untuk April, 2011

‘Audzubillahiminasysyaithonirrojiim…bismillahirrahmanirrahim….

bermula dari status ana dan komentar2 ttg hal ini di facebook….sepertinya perlu diangkat lagi pembahasan mabda’ (mendasar) ini.

Syahadah yg diucapkan dalam sholat itu merupakan rukun sholat…bukan pelaksanaan dari rukun pertama syahadatain itu sendiri. dan syahadataain itu mempunyai dasar sendiri, kaidah sendiri, sayarat dan rukun sendiri. karena kurang faham tentang hal inilah mungkin yang menjadikan sebuah perjuangan dakwah itu tak jelas.

DALIL-DALIL SYAHADATAIN

I. Al-qur’an

Dalil-dalil umum tentang syahadat laa ilaha illallah

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.( Qs: Ali-Imran ayat 18 )

Penjelasan ayat :
{ شهد ا لله انه لااله الا الله} الآية فَإِنَّهُ يُجَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ اللهُ تَعَالَى : عَبْدِي عَهْدٌ اِلَيَ عَهْدًا وَاَنَا أَحَقَّ مَنْ وَفَّى ، أَدْخَلُوْا عَبْدِي اَلْجَنَةَ ،

Muhammad Ali ash-Shabuni menjelaskan dalam kitab Sofwah at-Tafasir bahwa ” Syahidallahu annahu laa ilaha illa ana. Bahwa ayat ini menjelaskan,sesungguhnya orang yang menyatakan ( syahadat tauhid ) maka didatangkan pada hari kiamat.lalu Allah Azza wa jalla berfirman: “ Hamba-Ku telah berjanji kepada-Ku ,dan Aku adalah yang paling berhak menepati janji,masukanlah hamba-Ku ke syurga,”

*  Syahadat yang dimaksud dalam ayat diatas menurut ulama tafsir ialah sebuah perjanjian yang sifatnya mengikat antara Allah dan hamba-Nya *

Dan kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku”.( Qs: Al-anbiyaa’ ayat 25 )

Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri,( Qs : Ash-shaffat ayat 35)

II. Hadits

Dalil-dalil umum tentang syahadat

1) Hadits tentang rukun islam
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَابِ رضي الله عنهما قال: سَمِعْتُ رسولَ ا لله صلى الله عليه وسلم: بُنِيَ ا ْلإِ سْلاَ مُ عَلَى خَمْسٍ شَهَا دَ ةِ اَ نْ لاَ اِ لَهَ اِ لاَّ ا لله وَ اَ نَ مُحَمَّدً ا ا لرَّ سُو لُ ا للهِ وَ اِ قَا مِ ا لصَّلاَ ةِ وَ اِ يْتَاءِ ا لزَّ كَا ةِ وَ حِجِِّ ا لْبَيْتِ وَ صَوْ مِ رَ مَضَا نَ ( رواه البخارى و مسلم)

Dari Abi Abdi ar-Rahman bin Ibnu Umar Ibni Khattab Ra. Berkata : “ Aku telah mendengar bahwa Rasulullah Saw pernah berkata “ (( Islam dibanun di atas lima perkara yaitu mengucapkan syahadat tidak ilah selain Allah dan bahwasanya Muhammad Rasulullah serta mendirikan shalat menunaikan zakat shaum di bulan ramadhan dan menuaniakan haji ke Baitullah.)) “

2) Hadits tentang akhir hayat Abu Thalib Paman Nabi Muhammad Saw
عَنْ إِبْن المسيب عَنْ أَبِيْهِ قَالَ: لَمَّا حَضَرَتْ أَبَا طَالِبِ الْوَفَاةُ, جَاءَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص.م, وَعِنْدَهُ عَبْدُالله بنُ أُُمَيَّةَ وَأَبُوْ جَهْلٍ, فَقَالَ لَهُ: يَا عَمِّ ! قُلْ لاَ إله إلاّ الله،كلمة أشهد لك به عند الله )). فَقاَلَ أبو جهل عَبْدُ الله بنُ أُُمَيَّةَ :يَا أَبَا طَالِبٍ؟! أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَلِب؟!فَلَمْ يَزَلْ رسول الله صلى الله عليه وسلم يَعْرِضُهَا عَلَيْهِ وَيُعِيْدُ لَهُ تِلْكَ الْمَقَالَةَ،حَتىَّ قَالَ اَبُوْ طَالِِبٍ آَخَرَ مَا كَلَّمَهُمْ: هُوَ عَلَى مِلِّةِ عَبْدِ الْمُطَالِبِ، وَأَبَى أَنْ يَقُوْلَ: لاإله إلاّ الله. فَقَالَ النَّبِى ص.م: “لأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَالَمْ أَنْهَ عَنْكَ” فَأَنْزَلَ الله عَزَ وَجَل{, مَاكَانَ لِلنَّبِى وَالَّذِيْنَ آمَنُوا أنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِين} وَأَنْزَلَ الله فِى اَبِى طَالِب {إنَّكَ لاَ تَهْدِى مَن أحببت وَلَكِن الله يَهْدِى مَن ْيَشَا}

“ Dari Sa’id bin al-Musayyab Ra., dari Ayahnya Ra.,ia berkata tatkala Abu Thalib menjelang ajal: Rasulullah Saw mendatangi Abu Thalib lalu beliau dapati Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Ummayah bin al-Mughirah di sisi Abu Thalib,kemudian Rasulullah Saw.mengatakan,” Wahai Paman! Ucapkanlah Laa Ilaha Illallah,sebuah kalimat yang akan kupersaksikan untukmu di sisi Allah.” Maka Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Ummayah mengatakan,” Hai Abu Thalib! Apakah kamu membenci agama Abdul Muthalib?” kemudian Rasul Saw menyodorkan kembali kalimat syahadat Laa Ilaha Illallah kepada Abu Thalib dengan mengulang-ulangnya sehingga Abu Thalib tetap berpaling dari kalimat tersebut, dan dia ( Muhammad ) kembali kepada Abu Thalib dengan perkataan tadi.sampai Abu Thalib mengatakan sesuatu di akhir kepada mereka” Dia ( Muhammad ) adalah menganut agama Abdul Muthalib ,Lalu Abu Thalib enggan mengucapakan laa ilaha illallah,lalu Rasul Saw mengatakan “ Demi Allah,aku akan memintakan ampun untukmu selama tidak dilarang,maka Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat di dalam surat At-taubah ayat 113 dan surat Al-qoshosh ayat 56 )

3) Hadist tentang di utusnya Duta dakwah Muadz bin Jabal ke Yaman

وَعَنْ ابْنِ عَبَّاسِ رضي الله عنهما ان رسول الله صلى الله عليه وسلم لما بعث معاذا إلى اليمن قال ” إِنَّكَ تَأتِي قَوْمًا مِنْ اَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلُ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ شَهَادَةُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّاللهُ،” وَفِى رِوَايَةٍ إِلَى أَنْ يُوَحَّدُوااللهً – فًإٍنْ هُمْ أَطَاعُوكَ لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ اَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتِ فِى كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ،فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوكَ لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ اَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةٍ تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَا عِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَاعِهِمْ …

( H.r Bukhari & Muslim dalam kitab terjemah Fathul Majid Bab: Dakwah kepada Syahadat Laa Ilaha Illallah ) hal.155

Pendapat Imam An-nawawi

: ” فًإٍنْ هُمْ أَطَاعُوكَ لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ اَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتِ فِى كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ
قَالَ اَ لنَّوَوِي مَامَعْنَاهُ : أَنَّهُ يَدُلُّ عَلَى اَنَّ الْمُطَا لَبَةَ بِالْفَرَائِضِ فِى الدُّنْيَا لاَ تَكُونُ إِلاَّ بَعْدَ ا ْلإِسْلاَمِ

Imam An-Nawawi Rh. Dalam mengomentari hadits muadz bin Jabal di atas mengatakan : ” Hadits ini menunjukkan bahwa menjalankan kewajiban di dunia tidak akan berlaku kecuali setelah Islam”

4) Hadits tentang memerangi manusia untuk mengucapkan kalimat syahadat

اُمِرْتُ أَنْ اُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا : لاَ اِلَهَ اِلاَّ ا للهُ فَإِذَا قَالُوْا هَا عَصَمُوْا دِمَاعَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ اِلاَّ بِحَقِّهَا…

“ Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan kalimat Laa ilaha illallah,maka jika mereka telah mengucapkannya terlindungilah darah mereka dan harta mereka kecuali dengan haknya…”

III. Aqwal ‘ulama ( Perkataan ulama Tauhid ) Tentang syahadat

1) At-Tajus As-Subki dalam kitab Irsyadul Ibadnya mengatakan dalam bab Iman : “ Bahwa tidak dipandang syah amalan anggota tubuh ( berupa shalat, haji, zakat dll ) jika tidak disertai iman dalam hati, dan tidak dipandang sah iman dalam hati jika tidak disertai “ucapan dengan lisan “ dua kalimah syahadat secara nyata . “

2) Dalam Kitab Al-Hushunul Hamidiyah mengatakan : “ Bahwa mengucapkan/ mengikrarkan dua kalimat syahadat”dengan lisan” adalah syarat bagi seseorang untuk diberlakukan hukum – hukum Islam atasnya. “ ( Di Kutip dalam buku Al-Islam Jilid I,Karya Tgk Hasbi Ash-shiddiqy )

3) Imam Muhammad Bin Abdul Wahab Rh; “ Kalimat Laa ilaaha illallah tidak akan bermanfaat bagi orang yang mengucapkan, jika tidak memahami makna kandungan, tuntunannya, dan syarat syahnya. ( Dalam Kitab Fathul Majid )

4) Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rh. Mengatakan dalam Kitab “ Ad-Durar “

وَ مُجَرَ دُ بِلَفْظِ ا لشَهَا دَ ةِ مِنْ غَيْرِ عِلْمٍ بِمَعْنَا هَا وَ لاَ عَمَلَ بِمَقْتَضَا هَا لاَ يَكُو نُ ا لْمُكَلَفُ مُسْلِمًا.وَ مَنْ شَهِدَ اَ نْ لاَ اِ لَهَ اِ لاَ ا للهُ وَ عَبَدَ غَيْرَ هُ مَعَهُ فَلاَ شَهَا دَ ةَ لَهُ وَ إِ نْ صَلَى وَ زَ كَى وَ صَا مَ وَ آ تىِ بِشَيْئٍ مِنَ اَ عْمَا لِ اْ لاِ سْلاَ مِ

“ Sekedar mengucapkan lafazh syahadat tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntunannya, maka itu tidak membuat seseorang menjadi muslim, maka siapa yang bersaksi, mengucapkan dua kalimat syahadat Tidak ada Ilah selain Allah yang berhaq disembah, sedang dia masih beribadah kepada selain Allah (melakukakan kesyirikan) maka syahadatnya tidak dianggap meskipun dia shalat, zakat, shaum dan melaksanakan sebagian ajaran Islam.

إِ نَ ا لنَطَقَ بِهَا مِنْ غَيْرِ مَعْرِ فَةِ مَعْنَا هَا وَ لاَ عَمَلَ بِمْقَتَضَا هَا مِنَ َاْ لتَِزَ ا مِ ا لتَوْ حِيْدِ وَ تَرَ كَ ا لشِرْ كِ وَ اْ لكُفْرَ بِا لطَا غُو تِ فَإِ نَ ذَ لِكَ غَيْرُ نَا فِعٍ باِ ْلاِ جْمَاعِ

Sesungguhnya mengucapkan kalimat Laa Ilaha Illallaah tanpa disertai pengetahuan ( ilmu ) akan maknanya dan tidak mengamalkan tuntunannya berupa komitmen dengan tauhid dan meninggalkan syirik serta mengkufuri thagut maka sesungguhnya pengucapan itu tidak bermanfaat berdasar ijma para Ulama’ “

Dari perkataan ulama dapat diambilhukum bahwa “ Syahadat “ adalah syarat sah diterimnya amal, dan sebagai syarat sah keislaman secara syar’i

Kewajiban Menegakkan Syahadat dengan mengikrarkan secara zhahir

Perkataan Syaikh Muhammad al-Sanusi,tentang wajibnya ikrar syahadat bagi Muslim Kauni atau Muslim Keturunan

فاَعْلَمْ اَنَّ النَّاسَ عَلَى ضَرْبِيْنَ مُؤْمِنُ وَكاَفِرٌ أَمَّا الْمُؤْمِنُ بِاْلأَصَالَةِ فَيَجِيْبُ عَلَيْهِ اَنْ يُذْكَرَهَا فِى الْعُمُرِ مَرَّةً وَاحِدَةً يُنْوِى فِى تِلْكَ الْمَرَةِ بُذْكَرَهَا الْوُجُبُ وَ إِنْ تَرَكَ ذَلِكَ فَهُوَ عَاصٍ.

“ Ketahuilah,bahwa manusia terbagi menjadi 2 golongan mu’min dan Kafir,adapun mu’min ( yang berstatus keturunan ), maka wajib mengucapkan dua kalimat syahadat sekali seumur hidupnya yang diniatkan untuk menjalankan kewajiban syariat lainnya,dan jika ia menolak ( enggan bersyahadat ), maka dia telah bermaksiat. [Dikutip dalam buku menegakkan syariat syahadat,penulis oleh Umar Zia ul Haq,dalam kata pengantar]

*  Menurut Syaikh Muhammad Abdul Wahab Rh.bahwa keislaman terbagi menjadi dua yaitu : islam kauni dan islam syar’I, adapun islam kauni islam yang berdiri atas dasar pijakan lingkungan dan keadaan dari orang tua,sebagaimana islamnya alam dan makhluk hidup yang lainnya secara fitrah penciptaan,sedangkan islam syar’I ialah keislaman yang berpijak atas dasar tuntunan syariat yang berdasar petunjuk ajaran Al-qur’an *

Ø Pendapat Ibnu Taimiyah Rh.

قال شيخ الإسلام إبن تيمية : وَقَدْ عُلِمَ بِاْلاِضْطِرَارِ مِنْ دِيْنِ الرَّسُولِ صلى الله عليه وسلم وَاِتَِّفَقَتْ عَلَيْهِ اْلأُمّةُ أَنَّ أَصْلَ اْلإِسْلاَمِ وَأَوَّلَ مَا يُؤْمَرُ بِهِ الْخَلْقَ : شَهَادَةُ أَنَ لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله فَبِذَلِكَ يَصِيْرُ الْكَافِرُ مُسْلِمًا وَالْعَدُوُّ وَلِيًا وَالْمُبَاحُ دَمَهُ وَمَالَهُ : مَعْصُومُ الدَّمَ وَالْمَالَ ثُمَّ إِنْ كَانَ ذَلِكَ مِنْ قَلْبِهِ فَقَدْ دَخَلَ فِى اْلإِيْمَانِ وَإِنْ قَالَهُ بِلِّسَانِهِ دُوْنَ قَلْبِهِ فَهُوَ فِى ظَاهِرٍ اْلإِسْلاَمِ دُوْن بَاطِنٍ اْلإِيْمَانِ قَالَ : وَأَمَّا إِذَا لَمْ يَتَكلّمُ بِهَا مَعَ الْقُدْرَةِ فَهُوَ كَافِرٌُ بِاتِّفَاقِ الْمُسْلِمِيْنَ بَاطِنًا وَظَاهِرًا عِنْدَ سَلَفِ اْلأُمَّةِ وَأَئَمِّتِهَا وَجَمَاهِيْرِ الْعُلَمَاءِ

Telah diketahui dengan pasti dari dinurrosul dan sepakat seluruh ummat (shahabat ) bahwa dasar islam dan yang pperintah pertama kepada manusia adalah syahadat شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله karenanya dengan syahadat yang kafir jadi muslim, musuh jadi pelindung, orang yang halal darah dan hartanya menjadi terlindungi darah dan hartanya. Kemudian jika hal itu keluar dari hatinya, maka ia sungguuh telah beriman.jika mengucapkannya dengan lisan tanpa hati,maka ia menampakan keislaman tanpa ada iman dalam hati ( ia Munafiq), Dia berkata ( Ibnu Taimiyah ),” dan jika tidak mengucapkannya padahal ia mampu, maka ia adalah kafir lahir bathin menurut kesepakatn kaum muslimin, pendahulu umat, imam mereka dan meyorita ( Lihat Fathul majid hal 78 )

IV. Istinbath Hukum

Pengambilan Hukum Tentang syariat syahadat

Dalam Qaidah Ushul Fiqih ada ketetapan hukum terhadap dalil naqli ( nash al-qur’an dan hadits ) dikatakan oleh ulama ushuliyin : “ Bahwa wajib mengamalkan nash ayat Qur’an dan hadits Nabi berdasarkan keumuman & kemuthlaqannya selama tidak ada dalil yang mengkhususkan dan mengikatnya,wajib mengamalkan nash ayat dan hadits sesuai dengan yang ditunjukkannya selama tidak ada dalil yang menyelisihinya.,jika terdapat dalil umum yang muncul karena sebab khusus,maka yang disepakati ulama ushul ialah wajib mendahulukan keumumannya.sebagaimana Qaidah ushul yang berbunyi :

اَلْعِبْرَةُ بِعُمُومِ الَّفْظِ لاَ بِخُصُوصِ السَّبَابِ

“ Hukum yang diambil dalam Qur’an adalah berdasarkan keumuman lafazh bukan kekhususan sebab.

Sedangkan dalam istilah ushul penyebutan tentang lafazh umum disebut ‘Am.adapun maknanya menurut ushul fiqih ialah
الَلفْظُ اَلْمُسْتَغْرِقُ لِجَمِيْعِ أَفِرَادِهِ بِلاَ حَصْرٍ

“Lafal yang mencakup semua jenis ( seluruh makhluk ) tanpa ada batasan yang mengikat”

V. Hakikat Syahadat Secara Syar’i

A. Pengertian Syahadat

شهد- يشهد – شها د ة – مشا هد ة ج شهود
Makna Syahadat yang dimaklumi oleh ulama Tauhid ialah bermakna : Persumpahan atau Persaksian ( Bersumpah atau bersaksi )

الشهادة : الإقرار و البيان
Pengakuan & Penjelasan
( Muhammad Ali as-Shabuni,Shofwatu at-Tafasir.Hal.173,)

Makna Syahadat secara syar’i

· Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengatakan makna Syahadat
لا اله ا لاا لله

SYAHADAT ialah : Pengakuan, Pembenaran,dan keyakinan bahwa Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah Swt tiada sekutu bagi-Nya. Jadi makna secara menyeluruh ialah “ Keyakinan dan Pengakuan bahwa tidak ada yang berhak diabdi kecuali Allah lalu berkomitmen dengannya dan mengamalkan tuntunannya dan tidak mempersekutukan-Nya.i nilah Hakikat Laa ilaha Illallah.

شَهَا دَ ةُ اَ نْ لاَ اِ لَهَ اِ لاَّ ا للهُ اَ عْتَقِدُ اَ نَّ ا للهَ وَا حِدٌ لاَ شَرِ يْكَ لَهُ فِى عِبَا دَ تِهِ وَ لاَ فىِ مُلْكِهِ

“Syahadat Dengan mengucapkan Laa ilaha Illallah ialah mengakui bahwa Alloh adalah esa & tidak ada sekutu bagi-Nya dalam ibadah & pemerintahan-NYA “

Kandungan makna syahadat menurut penjelasan di atas.b ahwa nilai dasar SYAHADAT yang syar’i ialah yang menuntut pembersihan aqidah dari syirik Uluhiyah dan syirik Mulkiyah. jika tidak terpenuhi dua aspek ini atau salah satunya saja, maka dianggap masih berstatus MUSYRIK, Sebaliknya seorang dikatakan MUWAHID jika mentauhidkan Allah pada aspek Uluhiyah dan aspek Mulkiyah

VI. Rumusan syahadat menurut para ‘Ulama Tauhid

Sesungguhnya mengucapkan kalimat Laa Ilaha Illallaah tanpa disertai pengetahuan ( ilmu ) akan maknanya dan tidak mengamalkan tuntunannya berupa komitmen dengan tauhid dan meninggalkan syirik serta mengkufuri thagut maka sesungguhnya pengucapan itu tidak bermanfaat berdasar ijma para Ulama’ “

Syahadat yang dituntut menurut syar’I ialah syahadat tidak sekedar syahadat untuk ritual ibadah yang dilakukan umumnya kaum awwam .seperti : ritual sholat, ritual kendurian, ritual nikah, dll. Ritual amalan syahadat tersebut tidak membawa manfaat terhadap amal dan keislaman, sungguhpun dengan lafazh yang sama dan untuk perkara yang baik, namun para memberikan penegasan tentang nilai syahadat yang syar’I wajib dilandasi pemahaman yang benar serta tuntunan yang benar.

Berikut tuntunan syahadat secara syar’i

شُرُوطُ قَبُولِ الشَّهَادَتيَْنِ
Syarat diterimanya syahadat

1. Bil ilmi ( dengan Pengetahuan ) Qs :47/19
2. Bil Ikhlas ( dengan ketauhidan yang hanif ) Qs : 22/31
3. Bil Yakin ( dengan Keyakinan hati ) Qs : 15/99
4. Bil Sidqi ( dengan kebenaran ucapan & amal ) Qs :61/7
5. Bil Qabul ( dengan penerimaan hukum-2nya ) Qs:33/36
6. Bil Mahabbah ( dengan penuh kecintaan ) Qs : 3/31
7. Bil Inqiyadi ( dengan kethataan ) Qs : 4/60
( Kitab Fathul Majid )

Syarat sah sempurnanya syahadat Laa ilaha illallah

1. Bil lisan ( dizahirkan dengan ucapan lisan ) : إقرار بالسان ( Lihat penjelasan & komentar para Ulama tentang kewajiban melafazhkan syahadat dengan ikrar lisan )

2. Bil Jamaah ( bergabung dengan Jamatul Muslimin sebagai Daulah penegak perjuangan syahadat ),sebagaimana dalil hadits Rasul

لاَ يَحِـلُّ دَ مٌ إِ مْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ اَ نْ لاَ اِ لَهَ اِ لاََّ ا للهِ وَ اَ نِِّـيْ رَ سُو لُ ا للهِ اِ لاَ بِإِ حْدَ ئِ ثَلاَ ثٍ….ا لتَّا رْ كُ لِلدِِّ يْنِهِ وَ ا لْمُفَا رِ قُ لِلْجَمَا عَةِ…

“ Tidak halal ( haram ) bagi seseorang muslim darah & hartanya yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat kecuali dengan 3 perkara….. diantaranya ( salah satunya ) yaitu meninggalkan dinnya (keyakinan ) & keluar dari jamaah.” ( H.R Muslim )

Hadits Rasul tersebut mengandung nilai hukum, bahwa seorang Muslim akan sempurna nilai kemuslimannya manakala berkomitmen bergabung dengan jamaah. Rusaknya nilai syahadat seorang muslim , jika keluar dari keyakinan yang dianutnya dan keluar dari jamaah yang diperjuangkannya.

3. Bil Syuhada ( Menghadirkan seorang saksi ), yang dimaksud saksi disini dalam konteks bersyahadat ialah sebagaimana yang dijelaskan dalam tafsir Al-Qurthubi Asy-syahid الشاهدialah yang mengetahui sesuatu dan menjelaskannya dalam hal ini tentang keesaan Allah. Adapun yang dimaksud syahid disini ialah Ulul ilmi ( orang yang mengetahui akan kebenaran syahadat laa ilaha illallah yakni , para nabi dan Orang-orang beriman yang bertauhid ) dengan kata lain: tidak mungkin dituntunt hadirnya seorang saksi dalam syahadat kalau bukan orang yang memang memahami dan juga mengamalkan tuntunannya. http://iqraku.blogspot.com

4. Bil Amali bimaqtadoha ( Mengamalkan tuntunannya ) yaitu berupa komitmen dengan Tauhid dan meninggalkan kesyrikan serta mengkufuri Thagut. sebagaimana penjelasan dalam Al-qur’an Surat Al-baqarah ayat 256:

…Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Rukun-Rukun Syahadat

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, mengatakan bahwa ulama sepakat menentukan bahwa rukun Laa ilaha Illallah , ada dua:

1. Menafikan ( meniadakan ) : Laa ilaaha ( Tidak ada ilah – yang berhak disembah )maksudnya membatalkan atau menggugurkan segala kesyirikan dalam semua bentuknya dan mewajibkan untuk mengingkari semua yang disembah selain Allah yang dinamakan THAGUT ( Lihat makna Thagut dan jenis-jenisnya dalam kitab Majmu Atut-Tauhid tentang risalah makna Thagut )

2. Menetapkan , Illallah ( Kecuali Hanya Allah saja ) maksudnya hanya Allah saja satu-satunya Abdian Al-ma’bud yang berhak penuh untuk diibadahi dan dithaati
Pengertian rukun ini tertuang dalam Al-qur’an

“ Maka Barangsiapa yang Ingkar atau Kafir pada Thagut – bermakna rukun pertama ( menafikan ) “ Dan hanya beriman kepada Allah saja – bermakna rukun kedua ( menetapkan )

B. Kandungan Syahadat ( Madlulul Syahadah ):

a. Iqrar = Ikrar yang berisi pernyataan atau proklamasi berupa pembebasan diri dari ikatan jahili kepada ikatan islami. Qs:3/18,81

b. Al-Qasam = Ikrar yang mengandung sumpah,dengan mengakui kebenaran tauhid dan menjalankan tuntunannya,Qs:63: 1-2

c. Al-Mitsaq = Ikrar yang mengandung perjanjian,yaitu mengikhlaskan beribadah kepada Allah dengan tidak mensekutukan-Nya.Qs:5:7

C. Keutamaan Syahadat ( Fadhoilusy-Syahadah )

a. Madkhalu ila islam اَلْمَدْخَلُ إِلَى إِلإْسَلاَمِ
Pintu Masuk Islam

Syaikh Muhammad Abdul Wahab Rh Mengatakan :
فأول أركان إ لإسلام : شهادة ان لا اله الا الله وبها يدخل العبد فى إلإسلام
“ Maka rukun Islam yang pertama yaitu syahadat Laa ilaha Illallah dimana dengan syahadat seorang hamba masuk ke dalam islam “

b. Khalashatu Ta’alimil Islam خَلاَصَةُ تَعَالِيْمِ اْلإِسْلاَمِ
Intisari (Ajaran Pokok ) Islam

Sebagaimana Hadits Muadz bin Jabal yang mengajarkan syahadat terlebih dahulu kepada setiap obyak dakwah ( Lihat dalil di atas )

c. Asasul Inqilab أَسَاسُ اْلإِنْقِلاَبِ
Nilai dasar Perubahan/Reformasi Qs: 6 : 122
Nilai dasar perubahan seseorang dikatakan sebagai hamba Allah,orang merdeka,dan sebagai warga Allah,manakala ia mengakui dan mengikrarkan dua kalimat syahadat dan menjalankan tuntunan kalimat tersebut ( Sayyid Quthb, Petunjuk Jalan,Bab : Aqidah & kewarganegaraan )

d. Haqiqatu Da’wah ar-Rusul حَقِيْقَةُ دَعْوَةِ الرُّسُلِ
Hakikat Dakwah Para Rasul, Qs : 21: 25

e. Fadhailu ‘Adzimah فَضَائِلُ عَظِيْمَةُ
Keutamaan yang Agung

Diantara keutamaan agung Syahadat ialah :

· Memasukan hamba ke dalam syurga,sebagaimana hadits Rasul

مَنْ قَالَ لاَ اِلَهَ اِلاَ ا للهُ وَهُوَ يَعْلَمُ دَخَلَ الْجَنَةَ

“ Barangsiapa yang mengucapkan laa ilaha illallah sedangkan ia mengetahui ( ilmu & Tuntunannya ) niscaya masuk syurga “ (H.r Muslim )

· Menghapus dosa-dosa besar ( Lihat dalam terjamah kitab Fathul Majid Bab : keutamaan kalimat tauhid dan bagi siapa yang mengamalkannya )
· Memberikan syafaat ( Qs : 43 : 86 )
· Sebagai nilai dasar hidayah seorang ( Qs : 6:82)

Realisasi Syahadat ( Tahqiqu Syahadatain )
Aplikasi amalan Syahadatain dalam konteks Kekinian

Perwujudan Amaliyah syahadat Laa iIaaha Illallah

1. I’tisham bil Jamaah ( Bergabung dan komitmen dengan Jamaah ) Qs : Ali –imran ayat 103

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

لاَ يَحِـلُّ دَ مٌ إِ مْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ اَ نْ لاَ اِ لَهَ اِ لاََّ ا للهِ وَ اَ نِِّـيْ رَ سُو لُ ا للهِ اِ لاَ بِإِ حْدَ ئِ ثَلاَ ثٍ….ا لتَّا رْ كُ لِلدِِّ يْنِهِ وَ ا لْمُفَا رِ قُ لِلْجَمَا عَةِ…

“ Tidak halal ( haram ) bagi seseorang muslim darah & hartanya yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat kecuali dengan 3 perkara….. diantaranya ( salah satunya ) yaitu meninggalkan dinnya (keyakinan ) & keluar dari jamaah.” ( H.R Muslim )

Keharaman darah seorang muslim bukan hanya pengakuan dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, akan tetapi juga diiringi dengan berpegang teguh dengan Al-jamaah.jika seorang muslim melepaskan tali ikatan jamaahnya ,maka berarti sama dengan melepaskan tali ikatan islam dalam dirinya,jika islam tidak ada dalam dirinya,maka yang Nampak adalah kekufuran

َعلَيْكُمْ بِا لْجَمَا عَةِ وَ اِ بَّا كُمْ وَ ا لْفُرْ قَةَ

“ Wajib atas kalian berjamaah dan jauhilah berpecah belah” . ( H.R Ahmad , dalam kitab musnad Ahmad , Shohih Turmidzi )

وَ اَ نَا اَ مَرَ كُمْ بِخَمْسٍ كَمَا اَمَرَ نِيَ ا للهُ بِهِنَّ : اَ لْجَمَا عَةُ وَ ا لسَّمْعِ وَ الطَّا عَةُ وَ ا لْهِجْرَ ةُ وَ ا لْجِهَا دُ فِى سَبِيْلِ ا للهِ فَمَنْ فَا رَ قَ ا لْجَمَا عَةَ قَيْدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِ بْقَةَ ا ْلاِ سْلاَ مِ مِنْ عُنُقِهِ إِ لاَّ اَن يُرَ ا جِعَ …
“ Dan aku perintahkan kepada kalian terhadap lima perkara sebagaimana aku diperintahkan Allah dengannya yaitu : Berjamaah, Mendengar , thaat, dan berjihad dijalan Allah.maka barangsiapa keluar dari jamaah ( keluar kethaatan ) walau hanya sejengkal,maka telah lepas ikatan islam dari lehernya ( murtad ), kecuali ia taubat ( kembali bejamaah )… “ ( H.R Ahmad dalam kitab Jamius Shogir )

2. Al-Harakah wal Jihad, Adanya komitmen Perjuangan dan jihad dalam rangka membela ketauhidan Qs : 9 :19-20,Qs 4:94

3. Imarah wa ad-Daulah , Memiliki kepemimpinan dan Negara yang merupakan washilah dan wadah dalam pengabdiannya kepada Allah berupa Ulil Amri(pemimpin )dan Negara Islam,Qs : 4:59

4. Al-wala wal Bara, Memiliki prinsip Loyalitas ( kesetian,dukungan penuh) kepada Waliyullah dan Bara ( melepaskan, Menghilangkan ) ikatan-ikatan kepada Waliyu Thagut Qs : 4/76

5. Iqamah ad-Din, Menegakkan & memperjuangkan Din sebagai sebagai misi perjuangan suci,Qs 8:39

Kesimpulan hukum yang diambil :

· Syariat syahadat secara nash hukumnya wajib ditegakan berdasarkan keumuman nash yang ditunjuk ( baik Nash Al-qur’an ,Hadits maupun Aqwal Ulama )

· Syariat syahadat berlaku umum bagi setiap manusia untuk ducapkan lebih utama bagi muslim kauni atau keturunan,karena tidak ada dalil khusus yang muthlaq mengatakan bahwa syahadat hanya berlaku buat orang kafir ( nashrani ,yahudi,budha,hindu ), maka selama tidak ada dalil yang mengkhususkan maka wajib mengamalkan keumumamnya.

· Syariat syahadat yang dimaksud untuk ditegakkan bagi setiap muslim ialah adalah syahadat syar’i yang dilandasi pengetahuan, berupa syarat , rukun serta tuntunannya berdasarkan aqwal ulama

· Mengikrarkan syahadat tauhid ( pengakuan tentang keesaan Allah ) adalah awal menjalankan kewajiban fardhu dari fardhu-fardhu yang lain bagi seorang muslim

· Syahadat tidak akan sempurna jika tidak diiringi dengan komitmen meninggalkan dan mengkufuri thagut serta bergabung & menegakkan al-Jamaah, ( jamatul Muslimin berbentuk Daulah Islamiyah ) QS: 8:72

· Meninggalkan Al-jamaah, atau berpisah dari sebuah Jamaah Ad-Daulah,dapat menggugurkan atau merusak nilai syahadat,sekaligus menghilangkan penjagaan harta & darah

· Hubungan jamaah dan syahadat dalam satu variable Islam sebagai wujud tuntunan syahadat dengan memurnikan Allah dalam ibadah dan Pemerintahan-Nya.

· Kehadiran Al-jamaah adalah sebagai Syuhada ‘ala an-Nas ( sebagai saksi seluruh manusia ) dalam rangka menegakkan yakfur bit thagut wa yu’mim billah.

Wallahu ‘Alam Bish-Showwab►►

Daftar Pustaka

§ Syaikh Muhammad Abdul Wahab,Terjemah Kitab Fathul Majid
§ Syaikh Shalih Utsaimin, Terjemah Ushul Fiqih
§ DR.Musthafa Dieb al-Bugha Muhyidin Mitsu,Al-Wafi’- Syarah Kitab Arbain an-Nawawi
§ Muhammad Abdul Wahab,Syarah Kitab Salasah Usul
§ Sayyid Quthb, Petunjuk Jalan
§ Tajus Subki, Irsyadul ‘Ibad
§ Tgk Muhammad Hasbi as-shiddiqy, Al-Islam Jilid 1
§ Muhammad Ali ash-Shabuni, Shofwah at-Tafasir,Darul Fikr: Beirut,Juz 1
§ Al-Qurthubi, Tafsir Al-qurthubi
§ Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Durusul Muhimmah Li Ammatil Ummah
§ Syaikh Umar Abdul Jabbar Mabadhiu al-Fiqhiyyah ‘Ala Madzhab as-Syafi’I ,Juz 1,Tth,Surabaya-Indonesia
§ Materi Tarbiyah

http://iqraku.blogspot.com/2010/11/dalil-dalil-syahadatain.html

Iklan

Bismillahirrahmanirrahim………….

Empati dan peduli adalah sebuah sifat sekaligus pekerjaan dalam menjalin hubungan antar sesama, baik sesama manusia maupun sesama makhluk hidup. Empati dan peduli adalah bekal untuk menjalin hubungan penuh cinta dan kasih sayang, tanpa pamrih dalam menebar cinta dan kasih sayang itu sehingga ia akan dikenang sepanjang masa, lekat dihati dan sangat berharga bagi kehidupan ini. Kehadirannya sangat dinanti dan kepergiannya tak diingini. Inilah hakikat persahabatan sejati yang terangkum dalam ukhuwah islamiyah penuh ridlo Ilahi.

Sosok manusia dewasa itu adalah hasil didikan ketika kecilnya.tipikal-tipikal manusia dewasa adalah tipikal pendidikan orang tuanya ketika masih dalam buaian ibu dan bapaknya.

Akan kita dapati ketika sudah menjadi istri dari seorang suami atau menjadi suami dari seorang istri terkadang watak-watak konyol ini
masih dipelihara. Kenapa bisa demikian ? karena begitulah orang tuanya dalam mendidiknya dulu. Kenapa sering kita jumpai baik istri maupun suami masih manja, masih ingin dilayani, masih cengeng, masih ingin diajari, masih suka diperhatikan. Karena begitulah dulu orang tuanya mendidiknya. Ketika dididik manja maka bisa jadi sampai besar ia akan memelihara sifat itu. Begitu juga dengan ketika semua  permintaan dituruti akhirnya membuat anak berwatak cengeng karena
ia terbiasa dilayani dan dipenuhi segala kebutuhnnya tanpa pernah dikenalkan sebuah usaha.

Namun juga akan kita dapati watak yang keras dan mandiri,cepat dan ligat dalam segala hal namun sekali lagi biasanya ini mempunyai sisi
negative yaitu mempunyai watak keras dan emosional. Kenapa bisa begini ? karena begitulah dulu orang tuanya mendidiknya. Orang tuanya mendidiknya dengan keras dalam disiplin sehingga memacunya untuk terus berpikir dan berpikir agar tidak kena marah dari orang tuanya. Ia akan dihadapkan pada segala masalah dan ia harus mencari solusinya sendiri. Belum lagi harus mencari kehidupannya sendiri
memperjuangkan kehidupannya sendiri. Benturan-benturan yang dihadapi dalam proses hidupnya akhirnya membentuknya menjadi sosok yang keras dan emosional. Namun terkadang orang yang berwatak seperti ini mempunyai sifat positif tambahan berupa kepedulian. Ia lebih tahu bagaimana sengsaranya hidup,bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan yang penuh dengan penderitaan. Iapun mudah untuk berempati.

Sedangkan banyak kita jumpai yang mendapatkan pendidikan manja akan rapuh dalam hal kepedulian dan empati kepada orang lain.

Seorang anak dari kecil mari kita kenalkan tugasnya ketika dewasanya nanti. Ajari anak selalu membagi makananya untuk temannya. Ajari anak untuk selalu tersenyum kepada temannya. Ajari anak untuk membantu kedua orang tuanya. Itu bukan berlebihan ana rasa dengan catatan semua sesuai kapasitas kemampuannya.

Jikalau ia mempunyai adik ajari dia untuk merawat adiknya, menyayanginya dan menjaganya, menghiburnya dan belajar ngemong adiknya.Biasakan untuk selalu bersama. Sehingga kebersamaan yang terus menerus akan memunculkan rasa cinta. Ia tak akan lepas dari adiknya. Semua aktivitas akan bersama adiknya. Mulai dari makan ia akan memikirkan adiknya. Tidurpun akan bersama adiknya dan ia akan ngelonin adiknya. Itulah cinta  sang kakak, yang telah tumbuh sejak dini ,bila telah kita kenalkan dengan sebuah sifat bernama EMPATI DAN PEDULI.

Berilah ia sebuah peliharaan. Entah itu hewan atau tumbuhan.Ajarilah ia untuk merawatnya sehingga memunculkan sebuah tanggung jawab atas peliharaannya. Ia akan tahu apa tugasnya mempunyai peliharaan dimana ia harus memberinya makan dan memenuhi segala kebutuhannya. Misalkan kucing. Akukan seekor kucing menjadi miliknya. Beritahu ia bahwa itu miliknya dan harus dirawatnya
agar bisa tumbuh besar dan lucu. Ia akan bermain dengan hewan peliharaannya sebagai tanggung jawabnya. Ia akan memberinya rasa cinta dan sayang apa yang menjadi tanggung jawabnya. Karena ia telah belajar untuk peduli kepada sesam makhluk hidup bernama kucing.

Selain hewan ajarkan untuk cinta lingkungan. Ketika kita merawat bunga maka turutkan si kecil untuk membantu menyiraminya. Membantu mencabut rumputnya dan menatanya. Sehingga ia tahu bahwa tumbuhanpun perlu kasih sayang dan penjagaan. Dari situ ia akan menyirami bunga itu karena ia telah tahu bahwa air adalah kebutuhan makan bagi tanaman. Ia tahu kewajiban apa yang harus ia
kerjakan agar tanaman mendapatkan haknya.

Begitu juga dengan sampah. Ajari ia untuk membuang sampah pada tempatnya. Jelaskan bahwa membuang sembarangan akan memperbanyak kuman dalam rumah. Mengakibatkan banyak semut berdatangan dan mempercepat penyebaran penyakit. Selain itu sampah juga mengakibatkan ketidak nyamanan pemandangan mata. Bisa menimbulkan bau busuk yang bisa mengganggu lingkungan. Jika telah demikian maka akan mengganggu orang lain.

Dari sini anak akan belajar bagaimana ia tidak mengganggu privasi orang lain. Ia menjaga betul-betul sikapnya agar orang lain tetap
nyaman bersamanya. Ia berusaha menjadi sosok yang diterima oleh semua pihak dan pihak lain selalu senang bila berteman dengannya.

Care kepada teman. Ajari anak untuk saling berbagi ilmu. Ketika mereka bermain bersama mintalah ia untuk belajar bersama lebih dulu. Sehingga mereka akan saling bertukar informasi. Saling member ilmu. Saling bertanya dan membuka wawasan baru. Ini sangat penting dimana ini mengajari anak untuk bertanya, mempertanyakan apa yang menurutnya salah atau masih mengganjal dalam hatinya. Ini mengajari anak berani untuk mengungkapkan apa yang menjadi beda pendapat dan beda pemikiran baginya. Ia akan belajar untuk menerima perbedaan dan bagaimana cara menanggapinya. Inilah kajian ilmu bagi calon ilmuan itu.

Ia akan belajar menguak misteri misteri luar biasa dan cemerlang. Sehingga mengajari anak untuk tidak membebek saja. Dimana membebek adalah akan menjadikan ia mudah untuk dipecundangi orang dholim. Selain itu ia akan belajar melindungi teman yang mempunyai pendapat benar. Ia akan belajar saling tolong menolong dalam kebenaran dan mencegah kemungkaran.

Setelah itu izinkan untuk bermain bersama agar belajar untuk selalu itsar (berkorban) kepada temannya. Akan belajar bekerja sama dan saling tolong menolong. Biarlah mereka berdialog dan bercerita agar ia belajar untuk mendengrakan orang lain. Agar ia tahu apa yang menjadi keluh kesah orang lain dan ia belajar untuk member solusi bagi temannya.

Dan ajarilah juga untuk berteman kepada semua pihak baik yang dibawahnya, yang sebaya dan yang di atasnya. Sehingga ketika ia menjumpai teman yang dibawahnya ia akan belajar menyayangi seperti ia menyayangi adiknya. Jika ia bertemu dengan yang sebaya ia menyayangi dan kompak dengannya karena taraf pemikirannya dan perasaannya sama. Dan jika ia bertemu dengan yang umurnya di atasnya ia akan belajar menghormatinya sebagaimana ia menghormati
kakaknya dan kedua orang tuanya.

Jangan sering diberi teman yang lebih kecil umurnya karena ia akan bersifat kekanak-kanakan yang akibatnya akan selalu menuntut dalam
perjalanan hidupnya. Dengan sebaya atau di atasnya sepertinya lebih baik karena bisa diajak berpikir ke depan. Ada yang membimbingnya sehingga ia bisa lebih cepat untuk dewasa dan mengerti arti kehidupan. Lebih cepat tahu apa tugas yang harus ia kerjakan sehingga mendidiknya untuk tidak merepotkan orang lain. Kedewasaan
akan mendidik seseorang untuk berusaha sendiri, mandiri dan tak ingin
menggantungkan pada orang lain. Dengan begitu ia akan diajari untuk lebih bermanfaat bagi orang lain. Dalam dirinya akan muncul sebagai sosok dermawan dalam segala hal. Baik sikap, sifat bahkan materi.

Hmm…itulah mungkin secuil rasa empati dan peduli yang bisa kita tanamkan sejak kecil. Ketika kecil ia sudah tahu kewajiban apa yang ia
harus lakukan maka ketika besar ia akan bisa bersikap bijaksana, dewasa dan melindungi siapapun yang membutuhkannya. Ia akan selalu sayang kepada teman-temannya dengan sepenuh cinta tanpa pamrih dari yang dicintainya. Ia akan menebar cahaya hatinya ke semua yang mengenalnya. Ia akan berharga bagi dirinya dan bagi orang lain. Muncullah generasi itsar untuk umat dan perjuangan dakwah.Jauh dari kemanjaan dan kecengengan dan dekat dengan takwa, kesholihan dan kemandirian. Cerdas dan tertib serta komitmen dalam hal prinsip.

Anak yang mempunyai sifat peduli akan selalu berguna bagi sesamanya. Dan ikhlas untuk mewakafkan dirinya demia kebahagiaan umat yang dicintainya. Didiklah buah hati kita dengan cahaya Ilahi dan kedisiplinan diri. Agar muncul generasi-generasi tangguh yang kuat dan madiri namun ia sangat berempati dan peduli kepada lingkungan dan masalah umat. Mereka adalah manjanik-manjanik perubahan yang siap menggelontorkan revolusi keislaman dalam tubuh umat. Karena ikatan hati yang kuat antar calon mujahid berdasarkan rasa cinta mereka karena Allah dalam menegakkan Dienullah dimuka bumi ini. Mereka akan
bekerja tanpa pamrih dengan segenap cintanya. Karena mereka tahu bahwa orang tuanya mengajarkan begitu dan hanya mengharap ridlo dari Allah semata tak ada lainnya. Mereka akan tegas kepada thoghut karena kepedulian dan empati mereka telah terbina dari benih aqidah yang benar dari orang tuanya.

SELAMAT DATANG GENERASI ITSAR YANG AKAN MEMPERJUANGKAN
DIENULLAH DIMUKA BUMI DENGAN SEGALA PENGORBANANYA DEMI TERCAPAINYA KEJAYAAN YANG MEREKA BANGUN DENGAN TALI UKHUWAH YANG KUAT. SEMOGA GENERASI ANAK KITALAH YANG AKAN MENEGAKKAN  SYARIAT ISLAM ITU. DENGAN BEGITU ISLAM AKAN MEMIMPIN DUNIA DARI BENIH YANG KITA TANAM UNTUK MEREKA . TANAMKAN EMPATI DAN KEPEDULIAAN ITU SEJAK DINI AGAR MEREKA RINGAN TANGAN UNTUK MEWAKAFKAN DIRI DAN JIWANYA UNTUK MENGGAPAI CINTA ILAHI.

Takbiru ALLAHU AKBAR !!!*az

Bumi Allah, 16 Juni 2010
segores pengalaman dariku -*- Imatuzzahra Al Hurun’in -*-

Istri Cerdik Yang Sholihah

Istri cerdik yang sholihah, Penyejuk mata
Penawar hati, Penajam fikiran
Di rumah ia istri, Di jalanan kawan
Diwaktu kita buntu, dia penunjuk jalan

Pandangan kita diperteguhkan
Menjadikan kita tetap pendirian
Ilmu yang diberi dapat disimpan
Kita lupa dia mengingatkan

Nasehat kita dijadikan pakaian
Silaf kita ia betulkan
Penghibur diwaktu kesunyian
Terasa ramai bila bersamanya

Dia umpama tongkat si buta bila tiada,
Satu kehilangan
Dia ibarat Simpanan ilmu
Smoga kekal untuk diwariskan

Ehem….sepertinya ringan dan mudah bait-bait itu bila diucapkan. Sungguh indah bila dibayangkan. Namun…subhanallah bila langsung
mempraktekkan dalam dunia realita kita sebagai wanita membutuhkan sebuah perjuangan luar biasa. Butuh skil khusus yang harus dipunya oleh seorang pendamping makhluk bernama pria.

Wanita, kenapa ia sangat mulia ? coba renungi bait-bait puisi yang telah saya urai beberapa waktu lalu..

~*~ Bagai Mawar Mekar Dengan Tangkai Berdurinya ~*~

wanita engkau permata yang terukir dalam jiwa
bahasamu indah bagai mutiara pelembut jiwa
sikapmu lembut bagai bayu menyapa rupa
senyummu manis bagai gula penghapus duka
keberadaanmu penghangat jiwa yang lara

wanita, terkadang engkau dihina
wanita, terkadang engkau dicela
wanita, terkadang engkau tak berdaya
wanita, terkadang engkau digoda
wanita, terkadang engkau di sia-sia

namun ketahuilah wahai kaum hawwa
tanpa wanita dunia tak akan bermakna
tak ada rasa dalam duka
tak ada bahagia dalam sengsara
tak ada tawa dalam gulana
tak ada cahaya dalam gelap gulita
tak ada setia dalam taatnya
tak ada keteguhan dalam keyakinannya

percayalah…walau engkau dihina sebenarnya engkau dipuja
percayalah walau engkau lemah namun engkau bermakna
percayalah walau engkau ringkih namun engkau raksasa
percayalah walau engkau patahan tulang namun engkau pencetak generasi perjuangan
percayalah walau engkau pendamping namun engkau penggerak peradaban
percayalah walau tak bisa berkeputusan namun engkau berwewenang akan sebuah pendidikan

wahai saudariku…..
diujung tanganmu ada kejayaan
diujung mulutmu ada peradaban
diujung tangismu ada kehidupan
diujung pikiranmu ada kesuksesan
diujung rasamu ada kedamaian
diujung sedihmu ada ketabahan
diujung senyummu ada asa yang terus meregang

semoga engkau selalu tabah menjalani takdir kehidupan
karena engkau bidadari dunia pembawa kedamaian
semoga engkau selalu ada dalam naungan Arrohman
sehingga engkau bisa menjaga perputaran roda kehidupan
karena kebaikan ada ditangan  setiap perempuan
pendidikan generasi ia yang menentukan
dialah pagar negara, penyangga negara untuk mencapai kejayaannya…*az

Allahu Akbar !!! entah bagaimana saya bisa menulis itu, dan ketika membacanya kembali saya menitikkan air mata. Begitukah memang menjadi seorang wanita ? Sungguh luar biasa. Apalagi mereka yang telah berstatus seorang istri dan ibu dari anak-anak mereka. Sosok itu harus mampu meredam debur ombak kehidupannya sendiri. Sosok itu harus mampu menampung semua keluh kesah suka dan duka anak-anaknya. Sosok itu harus cerdas dan pandai dalam menyelami
dan menyelesaikan masalah suaminya.

MasyaAllah wallahi….Ini tidak mudah wahai ikhwah fillah.Bila engkau masih lajang engkau bisa merasakan bagaimana debur ombakmu. Kemudian engkau bayangkan ketika debur ombak itu meninggi dan
ada ombak lain menerjang dari belakang melalui anak-anak dan suami apakah yang terpikir di pikiran kalian ? Apa yang sedang kalian rasakan…betapa luar biasanya jiwa itu. Betapa luasnya dada-dada itu.

sekali lagi Wallahi !! Ketika Allah menetapkan kita menjadi seorang
wanita maka itu adalah sebuah derajat yang tak terhingga wahai ukhty…jangan engkau menyesalinya….berbanggalah karena tidak tahunya Allah telah menciptakan sosok dari jiwa-jiwa kita ini adalah sosok-sosok permata mutu manikam yang sangat dicari dan bernilai tinggi.

Coba pikirkan…engkau hanya terbuat dari patahan tulang rusuk laki-laki namun tidak tahunya engkau mempunyai fungsi yang lebih penting dari sekedar rusuk yang menjadi pelindung. Walau engkau patahan namun engkau tidak tahunya adalah pencetak generasi perjuangan.

Dimana generasi itu adalah kelangsungan dari kehidupanmu dimasa datang. Ia adalah penerus peradaban manusia hingga Allah menutup kisah hidup manusia. Generasi adalah motor penggerak perjuangan menegakkan kebenaran dan itu semua dari tanganmu wahai ukhty….

Lalu apa kesimpulannya…..sekali mejadi wanita jadilah wanita sebenarnya. Kaffahlah dalam beragama sehingga gelar sholihah itu melekat pada jiwamu yang merona. Cerdiklah dalam segala detak langkah hidupmu. Karena urusanmu itu 24 jam dan selalu menyambung tanpa putusnya.

Jadilah sosok ganda itu….isi ruhiyahmu dengan semua perintah dan mena’ati laranganNya, isi otakmu dengan berbagai wawasan agar engkau tak seperti katak dalam tempurung dalam menjalankan kehidupan. Bekalilah hidupmu dengan skil hidup dan skil kepandaian. Agar engkau bisa menyelesaikan persoalan hidup itu dengan kemandirianmu. Engkau mampu menyelesaikan masalahmu sendiri,
engkau bisa menyelesaikan problematika anak-anakmu dan engkau bisa menjadi penyejuk suamimu. Sungguh ini tidak mudah perlu proses dan perjuangan dari dirimu atas keikhlasanmu.

Karena engkau telah ditetapkan menjadi makhluk yang mulia maka jalaninya dengan keikhlsan dan kekaffahan. Jangan engkau mengeluhkannya karena banyak ladang amal disana yang bisa membuatmu sangat mudah untuk memasuki syurga Allah dari pintu mana saja.

Siapkanlah dirimu wahai ukhty yang akan menuju jalinan kasih bernama pernikahan. Ketahuilah engkau akan menjumpai dunia yang benar-benar baru dimana disana tak luput dari friksi hidup. Belum tentu engkau akan sefaham dengan suamimu, dengan mertuamu atau bahkan dengan keluargamu sendiri. Janganlah engkau hanya membayangkan sebuah kelezatan rumah tangga namun siapkan juga
jiwa dan perasaanmu ketika engkau menemui perbedaan-perbedaan itu. Disinilah dibutuhkan jiwa dan sosok sholihah dan cerdik itu.

Mantapkan pemahamanmu dengan dienullah agar engkau bisa
sabar dan ikhlas menjalaninya, karena sudah thobi’I manusia untuk mengeluh namun manakala engkau membekali diri dengan ilmu dien itu secara mantap dalam dirimu maka engkau akan bisa berlapang dada. Ketahuilah kebahagiaan maghligai rumah tangga itu ada ditanganmu, engkau yang sholihah dan cerdik itulah yang bisa mempertahankannya. Karena semua kedamaian itu muncul dari hatimu yang bersih itu ya ukhty.

Lalu apa sih sebenarnya sholihah itu ? itu adalah gelar untuk wanita bertaqwa…ia hanya menghamba pada Allah Rabb semata, semua hidupnya hanya untuk Allah, segala yang ia perbuat dalam rumah tangganya adalah hanya karena Allah semata. Ikhlas…ikhlas karena Allah semata, bukan karena paksaan dari suaminya. Ia tahu tugasnya sebagai seorang hamba, sebagai seorang istri dan seorang ibu dari anak-anaknya.

Sekali lagi ini bukan gelar yang diberikan suami atas ketaatanmu padanya, namun itu adalah gelar yang diberikan oleh Allah kepadamu
karena ketaqwaanmu dan suamimu adalah orang yang sangat berbahagia atas anugerah kehadiranmu.

Wanita sholihah, Keimanannya sempurna dan akhirnya membuahkan akhlak yang bercahaya dan hatinya pun bertabur penuh cinta. Dan sekali lagi jadilah wanita yang sebenarnya….tak hanya sholihah namun cerdik dan cerdas karena tugas dan keawajibanmu membutuhkan keterampilan itu, tugasmu sangat besar dan sangat luar biasa dibutuhkan pribadi luar biasa juga untuk menyelesaikannya.

Teori menjadi wanita banyak tertulis dalam buku, banyak didiskusikan dalam seminar berilmu,banyak bahasan-bahasan tentangnya. Namun itu semua hanya pendudukung bagimu ya Ukhty , engkau harus belajar sendiri karena karakter yang engkau hadapi tak seperti yang tertuang dalam teks buku. Hidup yang engkau hadapi adalah sebuah pertanyaan sehingga engkau harus mencari jawabannya sendiri. Untuk itu dibutuhkan kecerdasan dan kecerdikan itu.

Nah kecerdasan dan kecerdikan itu harus terbalut dengan kesholihahan karena bila tidak engkau akan terperosok dalam jurang kehancuran. Engkauakan mencaci Rabb semesta alam karena engkau akan merasa tak adil dengan ketetapan yang hadir dalam hidupmu. Dan subhanallah bila kita kembalikan kepada Allah atas urusan kita, kita akan merasakan kebahagiaan atas ketetapan dan ketentuan itu. Kelapangan itu akan membuka pintu kecerdasan dan kecerdikan, membuat kita berpikir lebih lapang dan membuat hati lebih bersih dari niatan2 buruk. Dan akan mengantarkan kita pada kedekatan terhadap Allah yang bisa memberikan status ketaqwaan dan kesholihahan dalam diri kita. Semoga kita mencapainya. Karena sayapun sedang belajar untuk menjalaninya…..kemudahan itu akan datang bersama kesusahan dan penyerahan totalitas pada Allah.

Sekali lagi menjadi Istri sholihah yang cerdik dan cerdas itu jangan hanya sebuah angan2 tapi pikirkan dan bekali dari sekarang. Karena menjadi istri sholihah nan cerdik dan cerdas itu ibarat karang dalam lautan dimana ia sangat teguh berdiri di atas kakinya. Dan ibarat bunga-bunga dalam tamannya yang terus terjaga dari kemaksiyatannya. Semoga syaithan tidak meniupkan buhul-buhulnya untuk mengacaukan semua niatan baik kita. Aminn….

Jadilah penyejuk mata dengan akhlakmu yang mulia
Jadilah penawar hati dikala duka sedang melanda
Jadilah penajam fikiran dikala tersumbatnya pikiran penuh
sesaknya dunia
Jadilah teman hidup ketika di rumah dan jadilah kawan ketika
diperjanan Dimana ketika tersesat di jalan engkau akan selalau menjadi penunjuk jalan

Perteguhkan pandangan orang-orang yang disekelilingmu
Agar mereka tetap dalam komitmennya memegang kebenaran, agar
mereka tak terlena oleh glamour dunia yang memang sangat menggiurkan mereka

Simpanlah ilmu yang telah diberikan siapapun dalam dirimu,agar ketika mereka lupa engkau bisa mengingatkannya

Dengarkan nasehat yang mereka berikan kepadamu, jadikan nasehat itu pakaian keseharianmu, sehingga manakala mereka silaf engkau bisa
membetulkannya. Karena mereka adalah pakaianmu maka jagalah ia agar pakaianmu tak menodaimu.

Isilah hari-hari mereka dengan canda tawamu,walau debur ombakmu begitu meninggi tapi tersenyumlah agar bisa menjadi penawar sehingga
engkau mendapatkan barokahnya dan Allah meringankan semua bebanmu karena engkau telah meringankan beban mereka dengan senyum manismu. Hingga mereka merasa nyaman dengan keramaianmu bersama mereka.

Ketika semua telah engkau ukir dengan kebaikan maka engkau ibarat tongkat si buta yang selalu menunjukkan jalan. Jika engkau pergi maka
mereka akan sangat kehilangan karena ilmu yang telah engkau simpan itu bisa kekal untuk diwariskan kepada generasi barumu…anak-anakmu.
Begitulah manakala sosok wanita telah syumul (sempurna) keimanannya akhlaknya penuh cahaya hatinya penuh cinta sehingga kehadirannya sangat dinantikan jiwa dan kepergiannya sangat tidak diinginkannya.

Bagi mereka yang telah menjadi suami bantulah istrimu mencapai gelar idamannya…gelah Sholihah permata dunia bidadari syurga. Jadikan istrimu KHODIJAH dengan ketaatannya, jadikan istrimu AISYAH dengan kecerdasannya, jadikan ia FATIMAH dengan kecantikan dan kelembutannya jadikan ia NAILA dengan kesetiaannya dan jadikan ia ASIAH dengan kesabarannya. Istrimu adalah tanggung jawabmu wahai akhy…baik buruk istrimu ada di tanganmu.

Bagi mereka yang menjadi istri dan akan mengarunginya….cermati
baik-baik tiap kata terurai…semoga engkau semakin faham dan teguh menjalaninya…sehingga akupun akan semakin semangat untuk menjadikan diriku seperti yang menjadi cita-cita.

Bagi mereka yang sedang mendambakan sosok wanita idamannya….mungkin tulisan ini akan menjadi penerang bagimu, bagaimana engkau memilih seorang istri dan bagaimana kelak memperlakukannya.

Semoga ini barokah dan semua bisa menjalankan porsinya masing-masing dengan keikhlasan sehingga laki-laki sholih akan bertemu dengan
wanita sholihah. Dan wanita-wanita baik-baik adalah untuk laki-laki baik-baik dan wanita-wanita keji hanya untuk laki-laki keji. Mari perbaiki diri sendiri agar mendapatkan pasangan yang sebaik apa yang kebaikan kita perjuangkan. Wallahuallahbishowab…Barokallahulakum…semoga Allah mengumpulkan yang terserak dalam balutan cinta penuh kasihNya sehingga
sakinah mawaddah warahmah diraihnya di dunia…..

~*-*-*~*-*-*~*-*-*~*-*-*~*-*-*~*-*-*~*-*-*~*-*-*~*-*-*~*-*-*~*-*-*~*-*-*

Bumi Allah, 06 Mei 2010
Dariku yg ingin menjadi salah satu dari INTAN MUTU MANIKAM,MUTIARA PERMATA,BIADADARI DUNIA DAN BIDADARI AKHERAT sana ~*-*-*~*-imatuzzahra al hurun’in~*-*-*~*-

Ana masih teringat suami ana ketika mengajukan pertanyaan ini “Ini ta’arufnya yang biasa atau yang khusus maunya ?” gubrags….deh…ana bener-bener manyun membaca tulisan itu. apa maksudnya coba.

Ana yang waktu itu benar-benar polos dengan pemahaman Islam yang radikal begitu orang bilang (heheh masih asli githu loh…jgn keki dulu) sempat tersinggung dengan pertanyaan itu, dimana apa ikhwan ini hanya ngetes saja. karena masak sih para generasi dakwah ini, para aktivis ini tidak tahu apa makna ta’aruf itu. bukankah ketika kita mempelajari tentang ukhuwah Islamiyah tahapan pertama adalah ta’aruf ? seperti yang tercantum dalam Surat Al Hujurat : 13

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-sku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”

nah ada sebuah kewajiban diantara sesama muslim dimana ketika bertemu dengan seseorang yang muslim itu untuk berta’aruf (saling mengenal) ini adalah tahapan awal dari sebuah ukhuwah Islamiyah. ta’aruf ini meliputi siapa nama, dimana tinggal, dan hal-hal lain yang perlu untuk ditanyakan dengan tujuan suatu saat kita bisa mencarinya lagi. ta’aruf disini tak hanya sekedar berkenalan dan kemudian  ditinggalkan begitu saja. bukan ini yang dimaksud Islam. bukan ini rasa ukhuwah itu. namun sebuah kegiatan berkelanjutan. keistiqamahan ukhuwah.

dalam bahasa kita Ukhuwah itu lebih condong pada kata “PERSAHABATAN”. dimana dalam persahabatan tak ada pamrih dalam menjalankannya. diri kita hanya ingin berguna bagi yang lain saja. menjadi generasi itsar (berkorban) demi saudaranya. inilah sebenarnya hakikat ukhuwah. namun diperkuat dg aqidah. ia tak mengenal siapa, dari mana, apa derajatnya, hanya satu takarannya ketika satu aqidah maka muncullah tali ukhuwah.

karena tahapan berikutnya adalah TAFAHUM (saling memahami). tahapan ini akan bisa terjalin dimana kita menyambung tali ta’aruf tadi. dengan bersilaturahim kembali maka ada sebuah kelanjutan pertanyaan2 yg kita sodorkan. dr sini kita akan memahami siapa yg diajak berukhuwah. dari dialog-dialog kita akan tahu bagaimana sifat dan karakter seseorang dan kita akan belajar memahami apa yang menjadi kekurangan dan kelebihannya. kita akan tahu bagaimana menyikapinya sehingga mempersempit konflik. inilah yang dimaksud TASAMUH (saling toleransi).

Tasamuh menjadi bekal untuk saling ber-TA’AWUN (berkerja sama). dalam sebuah dakwah relasi itu juga diperlukan. apalagi dalam kehidupan dunia. ketika seseorang sudah pandai dalam mengerti orang lain maka ia akan sangat mudah menjalin kerjasama itu. kerjasama yang dijalin adalah sebuah penyatuan berbagai pendapat antara keduanya, penyatuan berbagai perbedaan hal diantara keduanya untuk menuju sebuah satu kesatuan tujuan dan jalan. walau hasilnya beda namun tetap satu misi dan visi.

Sehingga ketika keduanya telah mencapai taraf ini maka dia akan mempunyai sebuah jiwa TAKAFUL (Saling memberi) inilah tahapan tertinggi sebuah ukhuwah. saling berguna bagi satu diantara lainnya. Tanpa Pamrih yang ana sebut di atas. teruslah menabur cinta tanpa mengharapkan balasannya karena itulah cinta sejati karena Allah semata. cinta untuk saling menguatkan aqidah yang diyakini dan diamalkan serta diucapkan. saling menguatkan dalam amar ma’ruh nahi munkar. disinilah takaful itu berperan. yang diharapkan hanya ridlo Allah semata tak ada yang lain.

kembali ke pembahasan Ta’ruf tadi. nah ilmu inilah yang ana fahami waktu itu. ana benar-benar terkejut apa sebenarnya yang telah terjadi pada ikhwan ini. apakah dia belum faham tentang makna ta’ruf dalam ukhuwah Islamiyah atau ada faham lain yang ana belum faham.

karena ana tetep kekeh pada faham ana tentang ta’aruf adalah tahapan awal ukhuwah maka jawaban ana waktu itu adalah “ya terserah antumlah…apa yang antum tangkap tentang makna ta’ruf yang ana sebut. kalau gak mau jujur ttg diri antum ya sudah. toh yang ngajak kenalan dulu sapa” heheh galak juga ya ana…wedewwww…maklum itu sudah karakter gak bisa dirubah mpe sekarang…heu…heu…mawar berduri kata ikhwan…duh jelek banget julukannya…tapi gpp..heheh…

dan apa jawab suami waktu itu “berarti ini dilanjut pada ta’ruf khusus”. ana masih penasaran apa sih maksud dari kalimat ini.

ana pun bertanya, “afwan sebenarnya apasih defenisi antum tentang makna ta’aruf yg antum sampaikan pada ana ?”

dia pun menjawab, “maksudnya begini ukhty : ta’aruf biasa adalah ta’ruf yang hanya perkenalan biasa ya teman biasa maksudnya, trus ta’aruf khusus adalah sebuah perkenalan menuju pernikahan” gubrag dah…ditembak langsung ini ceritanya…haha…diem seribu bahasa deh.

“sejak kapan antum memahami ta’ruf seperti itu”, ana masih belum terima. “udah deh maunya bagaimana ?” desak suami waktu itu. wedewww…ngajak nikah kayak ngajak belanja….hohoho….

“duh tafadhol nt lah…sungguh dangkal itu makna yg antum fahami…kagak usah dimasalhin lagi, mau kenal situ gak mau ya sudah….ana cuman suka orang jujur..ketika ana ngasih info jelas tentang ana maka kewajiban saudaranya adalah mengimbangi kejujuran itu bukan ngumpet-ngumpetin informasi”, ana pun mengakhiri.

“Ok-lah berarti kalau terserah ana ini ta’aruf khusus dengan artian menuju ke 1/2 dien” glodag. offline kagak bs dibalas lg…huwahaha…nyebelin deh pokoknya…kik…kik…

hari berikutnya ana disuruhnya mengirim biodata…ana biarin saja tuh email, minta fhoto segala. kenal aja kagak. gara-gara sebuah diskusi berujung hal aneh seumur hidup. ana pikir itu hanyalah sebuah keisengan..ternyata suami waktu terus memburu. namun ana tetep diam saja dan akhirnya suami mengirim biodata dan fhoto ke ana…lemes dah….haha

akhirnya ana berpikir seribu kali lebih bingung….sudah berapakah ini proposal…sudah berapakah yang mengajak nikah…ana lo waktu itu masih berumur 18-19 th…baru kuliah….*masih mekar-mekarnya kata orang..huhu..* anak kumprit alias masih kecil githu loh…sok tua aja kali…karena hidup penuh perjuangan…atau wajahnya yang tua…haha..geli deh…

langsung deh ke Mas ana waktu itu. dan apa jawab Mas ana, “kalau dia serius suruh datang kemari” wewww….apa-apaan ini maksudnya. akhirnya kayak yang dibilang Bondan Prakoso “Ya sudahlah….” ihik…setelah satu bulan ana biarkan tuh email akhirnya ana jawab juga dengan jawaban Mas ana. wee…ndak tahunya nih ikhwan bener2 ke rumah….

ckckckck… Bogor-Blitar sungguh jarak yang amat jauh….pernah ke Blitar saja nggak. apalagi harus menjadi mutiara dalam sekam…*jiahh sok mutiara lagi padahal emas perak pun nggak*

akhirnya ketemu pun hanya senyum-senyum saja…lawong kagak kenal…haha…diserahin deh ama mas ana untuk diinterogasi…..dan ibu bapak udah jatuh cinta pada pandangan pertama…ana ajukan ikhwan lain pun tak diterimanya…huhu…jodoh-jodoh gak kemana…dicari kagak ketemu…kagak dicari datang sendiri. akhirnya khitbahpun diucapkan. dan akhirnya baru berta’aruf dan baru tahu sapa tuh orang….hohoho…

hmmm…sudah keras perut baca cerita ana…haha…

nah ikhwah filahh…rupanya makna itu telah mengalami pergeseran. dimana ta’aruf sudah tak lagi bermakna saling kenal dalam kontek seumur hidup namun telah dibatasi pada perkenalan akhwat ikhwan menuju pernikahan. sehingga ketika kita berbicara masalah ta’aruf opini yang ada dalam otak kita adalah ta’aruf  ke pernikahan.

dan ini sangat berbeda sekali. kenapa berbeda. ta’aruf  yang sebenarnya adalah kegiatan perkenalan yang menyangkut seseorang dan ini boleh dilakukan kepada siapapun. sedangkan ta’ruf dalam pernikahan ini adalaah ta’aruf setelah proses khitbah (melamar) dan ini bukan pacaran Islami karena disini ada adab-adab yang harus dilalui dimana harus ditemani oleh famili diantara keduanya. ada batasan-batasan yang dicantumkan dalam Al qur’an dalam pergaulan Islam. sebelum akad tetaplah hijab itu terjaga. entah hijab tubuh maupun hijab segala hal. hanya urusan karakter kepribadian saja yg dishare ditahapan ini.

sehingga sangat jelas bedanya. ketika ta’aruf (saling mengenal) itu tak ada bekal yang harus dipersiapkan. namun ketika ta’aruf (tahapan pernikahan) ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. ia butuh ilmu untuk menjalaninya, ia butuh maisyah untuk mewujudkannya, ia butuh kafa’ah dalam menjalankannya. butuh mental dan jiwa memimpin dan dipimpin. semua harus dipersiapkan dalam ta’aruf pernikahan ini. jangan hanya main ta’aruf tanpa punya modalnya.

“ana ingin ngetake agar tak diambil orang”, ada beberapa ikhwan pernah berkata pada ana…gubrag…. ini hal yang sangat salah dan tindakan dholim. JANGAN SEKALI-KALI MENGGANTUNGKAN PERASAAN SESEORANG YANG TIDAK JELAS KEPUTUSANNYA. TERUTAMA PERASAAN AKHWAT. INI SANGAT MENYAKITKAN DAN TINDAKAN DHOLIM. MUNGKIN INI WARNING KEPADA PARA IKHWAN. DIMANA BILA BELUM CUKUP SEGALANYA, LEBIH BAIK JANGAN DIUNGKAPKAN PERASAANNYA KEPADA YANG BERSANGKUTAN AGAR AKHWAT TIDAK BERIMAJINASI TENTANG KEINDAHAN DAN KEBAHAGIAAN BERUMAH TANGGA. KEBAHAGIAAN BERSAMA DENGAN SEORANG IKHWAN IDAMANNYA. KEINDAHAN KETIKA BISA HIDUP DENGAN PASANGAN YANG BISA SEMISI DAN SEVISI. DINTAR DAN DIJEMPUT OLEH SUAMI.

karena ketika cinta bertaut akan terbayang semua keindahan itu. dan sangat menyedihkan bila cinta itu tak terealisasi dalam pernikahan yang halal karena tanpa sebuah akad cinta itu terbatas realisasinya, tak bisa menyeluruh. KARENA TERBATAS PADA ADAB DAN SYARI’AH. TOLONG DICAMKAN ITU…DIINGET…INGET….AGAR TAK ADA LUKA MAKA HATI-HATILAH DALAM MENGELOLA PERASAAN. INGAT CINTA TAK AKAN PERNAH SALAH TAPI YANG PUNYA CINTA ITU YANG AKAN SALAH BILA SALAH MENARUHNYA. UNTUK ITU BUTUH ISTIKHARAH DALAM MENGAWALI SEBUAH PERCINTAAN. TAK MAIN RASA SAJA. TANYAKAN DULU PADA ALLAH BENAR ATAU TIDAK. UNTUK ITU SEKALI LAGI TAHAN PERASAAN ITU, JANGAN DIUCAPKAN.

INGATLAH JIKA JODOH TAK AKAN KEMANA, JIKA CINTA TAK AKAN MENGHIANATINYA.SEMUA SUDAH DIATUR. JIKA IA TERBAIK PASTI AKAN BESAMA DENGAN KITA, NAMUN DIKALA HANYA MEMBAWA CELAKA MAKA PASTI ALLAH AKAN MENJAUHKANNYA. KUATKAN IMANMU. PERCAYALAH PADA QADHA DAN QODAR ALLAH ITU TERBAIK BAGIMU

itu saja ya ikhwah fillah….ini ana tulis sebagai jawaban akhwat2 yang menanyakan apasih sebenarnya ta’aruf itu. dan kepada ikhwan yang bertanya kenapa kok ketika ngajak ta’aruf diidentikkan kepada pernikahan. JANGAN SUKA MENJENERALISIR ISTILAH. KEMBALIKAN PADA MAKNA SEBENARNYA AGAR TIDAK SALAH ARTIDAN MAKNANYA…semoga barokah….*az

Bumi Allah, 8 Juni 2010
setitik pengalaman dariku : -*- IMATUZZAHRA AL HURUN’IN -*-

JANGAN MENANGIS INDONESIAKU

Posted: 6 April 2011 in Artikel

Bismillahirrahmanirrahim….

Tak sekedar permainan tapi yang kami kerjakan adalah kenyataan. Ia akan merubah pd kemuliaamu. kami didik generasimu menjadi generasi tangguh yang  berakhlak, kami bina generasimu dengan kafa’ah dien yang kuat. Kami sayangi ia dengan didikan-didikan Islami, kami perdengarkan ayat-ayat suci agar tak melupakan yang menciptakan dunia ini. Agar ia tak akan lupa dg rasa syukurya telah dilahirkan di atas tanahmu yang subur penuh pesona.

Lihatlah mereka yang turun kelapangan. Mereka tak segan meninggalkan anak dan istrinya, meninggalkan suami dan anaknya…demi melaksanakan amanah dakwah…demi generasimu. Jalan berliku dilalui, hujan deras diterobos tanpa peduli, malam kelam ia jalani…demi siapa..demi kemulianmu, kemuliamu atas akhlak yang mulia, atas hukum-hukum yang telah engkau laksanakan untuk rakyat yang ada dalam kehidupanmu.

Wahai Indonesia…dengarlah jaji kami…dengarlah sumpah kami….kami tak akan rela negeri ini dijadikan tumbal kapitalisme yang terus menggerogotimu, kami tak rela generasimu dimangsa oleh kaum orientalis penuh nafsu, kami tak rela engkau dirampas kekayaanmu…

Wahai Indonesia….kami setulus hati ingin memuliakamu….ingin membahagiakanmu….kami setulus hati untuk menjadikanmu negeri jaya diatas hukum-hukumnya…apakah itu tidak cukup wahai Indonesia ? kenapa engkau menangis hanya kalah dalam pertarungan sebuah permaianan…kenapa ?

Engkau tak lagi bergantung pd asing itu menjadi power dunia bagimu, engkau tak lagi mengakui hokum jahiliyah engkau mulia dihadapan Rabbmu, engkau tak lagi mengemis-ngemis kasih kepada negeri-negeri zionis itu sebuah kemandirianmu….itu semua kemuliaanmu….engkau disegani, engkau didengar…engkau dicintai….engkau terbebas dari para penindas karena engkau mempunyai ketegasan….karena engkau terbebas dari cengkeraman yang menusuk dalam tubuhmu….

Tidak malukah engkau jika engkau kalah dlm mendidik generasimu, generasi oportuis, bejat dan penuh denga hedonisme…tidak malukah engkau hanya menjadi jogos para penjajah…tidak malukah engkau ketika nilai-nilai luhur para pedahulumu tercampak dari tanah negerimu ? tidak lebih malukah itu wahai Indonesiaku…?

Sekali lagi tak usah engkau menangis…tak usah engkau sesali karena kalah dalam sebuah pertandingan permainan. Ada yang lebih berderajat dari sebuah pujian.

Karena kemulianmu ada di tangan Islam….karena jika engkau terhina maka kami juga terhina. Itulah kenapa kami ingin mengembalikan engkau yang pernah mulia…dimuliakan Allah atas hukum2 yang telah engkau terapkan ditanah negerimu ini. Dukunglah kami karena kami bekerja untukmu, untuk kemuliaanmu….JANGAN MENANGIS INDONESIAKU….KAMI AKAN TERUS MENJAGAMU….

Salam cinta dariku…untukmu wahai Indonesiaku….

Dari anak negerimu ***IMATUZZAHRA AL HURUN’IN***

Bismillahirrahmanirrahim….

 

*** Matilah mulia, sebagaimana engkau hidup mulia dan hiduplah selalu dalam namamu yang mulia dan tinggi tiada di antara hidup dan mati kecuali menyerang di tengah pasukan itu ***

 

Saudaraku…..

Masih ingatkah engkau dengan kata-kata itu ? Masih ingatkah engkau siapa yang mengatakannya… ? dialah puteri Abu Bakar Ash Shidieq, “ASMA’ BINTI ABU BAKAR”.

 

Seorang wanita muhajirin yang mengorbankan apa yang ia punya untuk dakwah Islam. Masih kita ingat ketika proses keluarnya Rasulullah dari kota Makkah…proses pelarian dari kejaran kaum kafir quraisy…wanita inilah yang sangat berperan penting dalam kisah da’wah ini.

 

Ketika Rasulullah bersembunyi digua puncak tsur, wanita ini selalu memberi Rasulullah informasi, wanita ini mencukupi makanan Rasulullah dalam waktu 3 hari itu, ia naik turun gunung dalam keaan hamil tua. Subhanallah wallahu akbar !! tak terbayang oleh ana sebagai seorang wanita. Ia benar2 tangguh…telah ia jual dirinya dengan jundi yang sedang dikandungnya kepda Allah. Allahu Akbar !! tak semua wanita bisa melakukan ini. Banyak wanita masih mengeluh ketika ia sedang mengandung dan akhirnya malas melakukan apapun dirumahnya…apalagi disuruh berdakwah dan berjihad dijalan Allah seperti Asma’

 

Asma’ wanita dermawan setelah Khodijah dan Aisyah. Ia memotong dua ikat pinggangnya. Satu untuk membungkus makanan rasulullah dan yang satu untuk mengikat pinggangnya sendiri. Dan itulah julukan dia Dzatun Nithaqain (2 stagen)

 

Suatu hari ia menjumpai Rasulullah,ia ingin mewakafkan kuda harta satu-satunya pemberian Zubair suaminya. Ia telah menjual semua miliknya. Ia selalu berkata pd anaknya “Matilah mulia, sebagaimana engkau hidup mulia dan hiduplah selalu dalam namamu yang mulia dan tinggi tiada di antara hidup dan mati kecuali menyerang di tengah pasukan itu”. Ia juga mengikuti peperangan Yarmuk bersama suaminya. Ketika ia berperang ia membawa belati yang diselipkan dibawah baju lengannya.

******

Lalu siapa bilang yang berjihad itu hanya seorang Rijal (laki-laki)…… ? wanita pun harus bercita-cita untuk syahid, ia tak harus menenteng senjata, ia bisa membantu di camp para mujahidin…ia bias menjadi relawan….ia bisa menjadi intelejen mujahidin…seperti yang dilakukan oleh Dzatun Nithaqain….ASMA’ BINTI ABU BAKAR….

Lalu bagaimana dengan diriku…? Dengan anti ? dan kalian semua wahai makhluk bernama wanita (muslimah dan mu’minah) adakah dalam hatimu terbersit untuk melakukan perbuatan paling tinggi nilainya itu ? perbuatan paling mulia dan akan membawa ujung yang sangat mulia….syahid dijalan Allah yang gantinya adalah syurga yang sungainya mengalir dibawahnya, didalamnya dipenuhi bidadari bermata jeli yang sangat rupawan dan bening dalam kemudaannya…

Persiapkan dirimu agar suatu hari waktu yang telah dibutuhkan engkau telah siap untuk memotong stagenmu, mewakafkan jiwa dan raga ini untuk kejayaan Islam….Persiapkan makhluk yang telah lahir dari rahimmu untuk menjadi mujahid Allah…dan berpesanlah seperti pesannya Asma *** Matilah mulia, sebagaimana engkau hidup mulia dan hiduplah selalu dalam namamu yang mulia dan tinggi tiada di antara hidup dan mati kecuali menyerang di tengah pasukan itu ***

Barakallahuminkum…..

 

***MUSLIM SEJATI ITU SELALU TAMPAK SANTAI DALAM KESIBUKAN, TERSENYUM  DALAM KESEDIHAN, TEGUH DALAM KEPUTUSAN, TAHAN DIBAWAH TEKANAN, TABAH DALAM COBAAN DAN KESULITAN, OPTIMIS DALAM MENGHADAPI TANTANGAN***

 

BumiAllah, 23 Desember 2010

Antara suara katak yang benyanyi ditengah sepinya malam….semoga jadi pembakar nanti di 1/3 malam… dariku : *** IMATUZZAHRA AL HURUN’IN ***

Leutika, nama penerbit baru yang saya kenal sekitar 1 tahun yang lalu dari seorang teman dari list friend facebook saya. Dengannya saya sedikit sharing. Account facebooknya namanya : Yulia Silkhert. Nama yang lucu bagiku. Disuatu hari ia memperlihatkan fhoto-fhotonya bersama Pipit Senja dan banyak bercerita tentang Leutika kepadaku.

Dia memang bukan penulis ulung namun saya salut dengannya, ia begitu gigih untuk belajar menulis yang terkadang saya geli membaca tulisannya. Maklum, baru memulai menulis. Disela-sela saya mengoreksi tulisannya terkadang saya chat dengannya. Dia menyarankan saya untuk mengirimkan tulisan-tulisanku yang sangat banyak itu ke Leutika. Dia bercerita kalau teman-temannya yang pemula banyak sekali yang telah diterbitkan karyanya. Ada novel, ada kumpulan cerpen.

Saya pun menjadi bersemangat untuk menulis kembali, merapikan tulisan saya yang berceceran dimana-dimana. Hingga saya pulang ke jawa dan meminta kepada seorang teman untuk mencari alamat pengiriman naskah di account Leutika. Waktu itu saya sangat ngebet sekali ingin mengirimkan naskah karena saya sedang butuh dana untuk pengobatan anak saya yang rencana mau operasi kepala karena sedang terkena radang otak. Namun karena suatu hal akhirnya operasi digagalkan dan sayapun tak jadi mengirim naskah ke Leutika.

Melihat temen-temen yang membuat komunitas Leutika, mengupload tentang lomba-lomba di Leutika dan masih banyak lagi cerita-cerita dari postingan-postingan teman-teman membuat saya terdiam dan berpikir sejenak, sepertinya saya harus membulatkan tekad untuk mengukuhkan diri sebagai seorang penulis. Karena bagi penulis sebelum mempunyai buku maka dia belum kukuh dinamakan sebagai seorang penulis.

Akhirnya saya merapikan kembali novel yang terbengkalai karena belum selesai perombakannya setelah ditolak oleh sebuah penerbit nasional. Jujur saya berharap pada Leutika suatu hari saya bisa mencetak karya-karyaku disana. Untuk mendokumentasikan dan mengabadikan tulisan saya. Dan agar ketika saya meninggal kelak, pemikiran-pemikiran saya  masih cemerlang dan terkenang di setiap manusia. Menyebar kebenaran berantai yang mengakibatkan keberkahan yang tak pernah lekang. Mencerdaskan dan memberikan pencerahan disetiap kurun waktu. Bisa merubah peradaban dengan pemikiran-pemikiran yang kuinginkan.

Saya salut dengan Leutika yang memompa semangat membaca dan menulis dengan strateginya memfasilitasi para pembaca dan penulis pemula untuk mengembangkan bakat-bakat mereka. Memunculkan potensi-potensi penulis melalui lomba-lomba yang Leutika selenggarakan. Dan saya acungin jempol telah berdirinya komunitas-komunitas pembaca Leutika. Itu sarana dan wadah yang bisa menjadi sumbangsih untuk mencerdaskan bangsa.

Dalam kurun 2 tahun Leutika sudah mencetak beratus buku dari berbagai latar belatar penulis, sungguh luar biasa. Benar-benar menjadi harapan baru bagi penulis pemula.

Menurut saya Leutika ini menjadi sebuah solusi bagi para penulis yang ingin mendokumentasikan dan mengukuhkan dirinya sebagai penulis, karena di Leutika tidak ada aturan kaku dalam penerbitan. Semua tulisan yang masuk layak cetak.  Inilah mentari baru yang harus disambut dengan kegembiraan yang luar biasa. Dengan begitu akan tumbuh semangat-semangat baru yang menjadi benih kreatifitas menulis, menumbuhkan semangat baca untuk memupuk khasanah kata dalam membuat sebuah literasi.

Leutika telah memberi hak untuk manusia untuk menyampaikan ide dan aspirasinya. Leuttika yang cukup produktif dalam menerbitkan buku-buku dari berbagai latar belakang, berarti itu bisa membuktikan minat menulis dan membaca di Indonesia ini sangat tinggi. Namun karena kekakuan sebuah aturan penerbitan pada sebuah penerbit menjadikan seorang penulis pemula mundur dengan langkah teratur.

Karena terbatasnya aturan kaku dari penerbit-penerbit yang telah mengaku punya dedikasi mau tidak mau itu menyurutkan semangat para creator ide brilian. Memang terkadang mau atau tidak kita harus mengakui inti yang disampaikan bagus namun cara penyampaian yang tidak sesuai dengan aturan sebuah perusahaan penerbitan ternama menjadikan ide itu tergusur begitu saja. Padahal bisa jadi kalau ide itu diorbit, mungkin akan menjadi sebuah masukan dan modal perubahan   peradaban yang brilian.

So, intinya  Leutika memberikan wajah baru literasi Indonesia, memberikan cahaya, mentari baru bagi para penulis pemula. Tetap semangat bersama Leutika.

Untuk lebih kenal dan dekatnya silahkan klik saja www.leutika.com dan  www.leutikaprio.com

TERUSLAH BERKARYA, MASIH ADA HARAPAN UNTUK MELEGENDAKAN IDE BRILIAN MELALUI SEBUAH KATA FENOMENALNYA. LEUTIKA WAJAH BARU PENERBITAN,MEMUPUK KREATIFITAS PENULIS PEMULA. LEUTIKA, MENTARI BARU BAGI PENULIS PEMULA*az.