Pribadi Idaman Yang Berkelas

Posted: 22 Maret 2011 in Syahsyiyah Islamiyah

Kualitas manusia tidak ditentukan oleh satu factor saja,namun banyak factor pendukungnya. Dan kualitas itu adalah kita sendiri yang menentukan, bukan orang lain. Bila ada orang lain yang ikut turun serta mengubah diri kita itu sifatnya hanya motivator, namun pelaku perubahan itu adalah diri kita sendiri.

Kualitas manusia diukur dari isi dari hatinya, isi dari jiwanya, isi dari otaknya (yang berbuah pada fikirannya) dan kondisi fisiknya. Inilah sesuatu yang menuju sempurna itu. Karena manusia tak akan mampu mencapai kesempurnaan. Bila ingin memperbaiki kualitas diri maka perbaikilah kualitas hati, jiwa, otak dan fisiknya.

Isilah hati dengan makanannya yaitu berupa makanan penyejuk hati,tilawah dan do’a serta siraman rohani keislaman. Isilah jiwa dengan ketauhidan agar ia tidak berbunyi dan tidak kosong. Agar semangat itu selalu ada dan bergelora dalam jiwa. Selalu optimis dalam menjalani takdir yang telah ditetapkan untuknya.

Isilah otak dengan sebuah wawasan yang mencerahkan, yang tidak melanggar aturan syari’atNya yang jauh dari sekulerisme dan atheisme. Agaria tetap lurus di jalan yang telah ditentukan dan tidak terkotori oleh faham-faham yang lainnya.

Hiasilah fisik dengan berdandan yang sewajarnya tidak dilebihkan dan tidak dikurangkan. Tempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Islam tidak melarang umatnya untuk berdandan asal tidak bertasyabuh (meniru kaum kafir).

Sudah selayaknya sebagai aktivis dakwah harus berperfomen yang berkualitas. Harus enak dipandang. Tawadhu’ bukan berarti tidak dandan. Ingat itu ya ikhwah fillah. Karena bagaimanapun orang akan tertarik dengan gaya yang elegan dan berwibawa. Dan disinilah celah kita untuk bisa berdakwah dikalangan manapun. Kita akan dihargai sehingga apa yang kita omongkan itu akan di dengarnya. Entah apa yang akan terjadi jika para aktivis berdandan sekenanya. Mungkin orang akan mendengarkan ucapannya namun dibukanya telinga kanannya dan dibuka pula telinga kirinya alias dicuekin saja. Ini terlepas dari penilaian Allah. Bagaimanapun tampilan luar itu menjadi cermin tampilan dalamnya.

Belajarlah tentang ilmu kepribadian dan cara bersikap sehingga engkau juga dihargai oleh manusia selain itu engkau juga dihargai Allah yang akhirnya akan mendapat kelasmu sendiri.

Islam mengajarkan bahwa setiap mukmin itu harus berakhlak, yaitu akhlakul karimah (akhlak yang mulia) dimana itu bisa diperolehnya dari keimanannya. Barang siapa yang mempunyai keimanan tinggi maka telah menjadi dampak yang mengimbanginya adalah akhlaknya pasti mulia.

Sebuah pribadi dikatakan mempunyai pribadi idaman mana kala ia telah mampu merealisasikan tentang ketauhidan yg telah dipahaminya, yang sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah. Ia memahami tentang Allah sebagai Rabbnya dimana disitu harus mengetahui kerububiyahan , keuluhiyahan, dan kemulkiyahan Allah.

Harus mengetahui siapa dirinya sebenarnya yaitu mempelajari tentang pengenalan manusia (dari mana ia berasal, untuk apa dia  diciptakan,dan kemana akan kembali). Harus mengetahui tentang agamanya yaitu ia harus tahu secara kaffah apa-apa yang telah diajarkan Al Qur’an dan Assunnah mengenai syariat dalam hidup. Kemudian  mematuhi segala laranganNya dan mematuhi semua perintahNya. Inilah pribadi harapan Tuhan itu.

Wahai ikhwah fillah,…sungguh Indah Islam, itu segala sesuatu diaturnya dengan sempurna. Semua segi mempunyai nidzom (aturan) dan itu sangat rinci. Bagaimana Islam mengatur tiap pribadi, bagaimana mengatur pribadi dengan masyarakatnya, bagaimana mengatur urusannya dengan umat yang meliputi politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan dan yang lainnya. Bahkan Islam juga mengatur  hubungannya dengan Tuhannya serta dengan makhluk lainnya.

Islam itu sudah sesuai dengan fitrah manusia. Untuk itu Islam disebut Way of Live (jalan hidup) karena Al Qur’an pada dasarnya adalah Undang-Undang Dasar kita, nabi Muhammad adalah Qudwah (panutan) kita, Jihad (berjuang) itu adalah jalan menggapainya, dan syahid itulah tujuan utama kehidupan karena kesyahidan adalah kematian berkelas tinggi di hadapan sang Arrohman. Syahid imbalannya adalah syurga langit dan bumi, firdausnya itulah tempat tertinggi. Dimana disana terdapat sungai-sungai yang mengalir dibawahnya dengan bidadari bermata jeli sebagai teman hidupnya.

Untuk itu berhijrahlah ke dalam Islam ini secara kaffah, jangan hanya setengah-setengah agar kita mencapai pribadi idaman itu. Pribadi idaman harapan Tuhan. Tidak ada alasan untuk menolak Islam karena ia telah sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia. Ketuhanan yang diajarkan telah sesuai dengan fitrah manusia. Tuhan itu ya hanya satu.tidak beranak dan tidak diperanakkan. Tidak ada yang menciptakan dan ia itulah pencipta sebenar-benarpencipta.

Ia menurunkan syari’atnya melalui Nabi Muhammad Rasulullah. Dan ia adalah sebaik-baik panutan karena Beliau adalah manusia paling terpuji sepanjang zamannya. Hanya Beliau figur dalam hidup ini jangan mengambil figur yang lain agar celupan Ilahi itu tidak luntur dengan celupan yang lain. Hanya Rasulullah yang bisa memcopy secara lengkap ajaran Allah itu. Melalui Jibril yang terus mengajarinya.

Sungguh celaka orang yang tidak mau menerima kebenaran ini. Sungguh celaka orang yang tidak mau menjadi pribadi idaman itu. Karena hanya syaithan sebagai temannya dan neraka Jahannam adalah tempatnya yang kekal untuk selama-lamanya.

Bagaimana mengukur seseorang mempunyai pribadi idaman itu ?
lihatlah akhlaknya. Jika akhlaknya baik maka ia mempunyai pribadi itu. Lalu akhlak yang mana ? ada 5 akhlak dasar seorang muslim yang harus di punyainya yaitu :

1) Al Wala’ (loyalitas)——> ia harus loyal kepada Robbnya, apapun yang diperintahkan dan dilarang ia turuti apapun akibat dan dampaknya. Ia menjauhkan segala kesyirikan dari dirinya. Ia membuang semua Tuhan (Sesembahan ; harta,anak, istri, suami, keluarga,kekuasaan, dan materi lainnya yang sifatnya fana) dari dirinya. Baro’ (anti loyalitas) ——> membuang semua system thoghut yang ada dalam dirinya. Ia tidak mau mengekor pada system thoghut itu. Ia tidak mau membela system thoghut itu. Thoghut adalah musuhnya yang nyata di dunia.

2) Al Mahabbah (Ia mencintai Allah dan Allah mencintainya)                   —– > segala sesuatu hanya didasarkan pada Allah semata, ia tidak mengharapkan balasan apapun dari manusia. Sehingga satu-satunya tujuan itu hanya ridho Allah semata tidak ada yang lainnya. Ia kerjakan semua perintah dan larangan itu adalah karena kesabaran dan keikhlsan karena Allah semata sehingga tangannya adalah tangannya
Allah dan bicaranya adalah suara Allah serta kehendaknya adalah kehendak Allah. Dan inilah orang yang bersih hatinya itu.

3) A’izzah ‘Alal Kafirin (tegas terhadap orang kafir)—– > tidak ada satu alasan pun untuk membuka jalur kerjasama dengan orang kafir dalam masalah agamanya. tidak menjadikan orang kafir sebagai teman dalam hidupnya. Karena padasarnya mereka itu sangat benci dengan orang mukmin dan tak akan terbuka hatinya karena hati orang kafir itu telah dikunci mati oleh Allah untuk menerima kebenaran. Mereka adalah juga munafiq yang hanya berbaik muka didepan orang mukmin, namun menusuk dari jamaah mereka.

4) Adzillah ‘Alal Mu’minin (lemah lembut terhadap orang mukmin) —–>ia selalu ramah didepan saudaranya seiman. Ia selalu peduli terhadap saudaranya seiman. Karena pada dasarnya orang beriman itu adalah satu tubuh manakala dibagian tubuh satu sakit maka ia akan merasakan sakitnya. Begitulah selayaknya seorang beriman berukhuwah.

5) Al Jihad (berjihad di jalan Allah dan tidak takut akan celaan orang-orang yang suka mencela)—–> berbahagialah orang yang asing karena pada dasarnya umat Rasulullah akan terasing dengan kebenarannya. Berjuanglah menegakkan agamamu…jangan takut dicela, jangan takut dihina, jangan takut dicaci, jangan takut disingkirkan. Teriakkan kebenaran adalah kebenaran dan kemungkaran tetaplah kemungkaran karena keduanya telah mempunyai garis batas yang jelas yang tidak bisa di pruraliskan (alias dicapuradukkan). Kebenaranitu jelas dan kebatilan itu jelas. Dan yakinlah bahwa setiap kebenaran pasti ada pendukungnya. Teruslah ber’amar ma’ruf nahi munkar disetiap desah nafas kehidupan ini.

Jika 5 akhlak itu telah ada dalam diri seorang mukmin maka insyaAllah ia mencapai derajat pribadi idaman itu. Sungguh indah hati seorang mukmin itu jika diberi kenikmatan ia bersyukur dan apabila ditimpa musibah ia bersabar dan itulah sebab syetan sangat takut jika berdekatan dengan orang mukmin.

Segores pena tsaqofah islamiyah (pengetahuan Islam) dari -*-*- imatuzzahra -*-*- semoga bisa membuka hati yang rindu akan sebuah kebenaran Islam, yang rindu akan diterapkannya Islam dengan landasan Tauhidullah semata. Semoga hidayah itu segera menghampiri dan terus menaungi kehidupan kita. Teruslah belajar dan hijrahlah ke dalam Islam secara kaffah (menyeluruh)…Ukhty wa Akhy Fillah…Ana Uhibbukum Fillah…semoga ikatan ukhuwah menjadi bibit pemersatu kekuatan Islam ini. Kembalilah pada Allah dan RasulNya.
Wallahuallam Bishowab.*az

Komentar
  1. umfaristi mengatakan:

    “—–>ia selalu ramah didepan saudaranya seiman. Ia selalu peduli terhadap saudaranya seiman”

    dulu, teman-teman yang sama-sama mengkaji tentang hal ini, justru yang pertama tidak menyapa saya ketika tahu saya mengikuti kajian di tempat lain.. hehe…Alhamdulillah setelah itu mereka ‘insyaf’.. meski yang saya dapatkan hanya senyuman. tidak ada cipika cipiki lagi…😦

  2. lambow mengatakan:

    Mantap…………

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s