Arsip untuk Mei, 2010

Awan bergelayut disini,ketika kutulis note ini. Angin kencang menderu bagai badai yang memburu. Atap rumah seakan terbang diterpa angin yang sangat kencang.

dengan pelan kutorehkan sebuah dentang kehidupan, yang terus bertalu, berirama penuh syahdu. Nasyid Unic itu mengiringi…dan ketika telah selesai berdendang menyayi…hanya titik air mata yang membasahi pipi….

PERTEMUAN

Ketika dirimu menjadi sinar
Setitis cahaya menyinari haluan
Adakalanya langkah tersasar
Tersungkur dilembah kegelapan

Bagaikan mendengar bisikan rindu
Mengandung kalimat,menyapa keinsafan
Kehadiranmu,menyentuh qolbu
Menyalakan obor pengharapan

Ketika ku kealpaan,kau bisikkan
Bicara keinsafan,kau beri kekuatan
Ketika aku diuji dengan dukaan
Saat kukehilangan keyakinan
Kau nyalakan harapan
Saat ku meragukan keagungan Tuhan
Betapa rahmatNya mengatasi segala

Menitis air mataku keharuan
Kepada sebuah pertemuan
Kehadiranmu,mendamaikan
Hati yang dahulu keresahan
Cinta yang semakin kesamaan
Kau kilang cahaya kebahagiaan
Tulus keikhlasan,menjadi ikatan
Dengan restu kasih, Oh Tuhan…

Titis air mata
Penyubur cinta, kan rindu berbunga
Agar tak pernah layu
Damainya hati, yang dulu resah keliru

Cintaku takkan pernah pudar, diuji dukaan
Mengharum dalam harapan
Moga kan kesampean, kepada Tuhan
Lantaran diriku,hamba kerdil dan hina (UNIC)

Ya….. pertemuan dengan seseorang yang bisa membawa kita menjadi lebih baik itu bagaikan menemukan mutiara dalam lautan. seseorang itu bisa memompa ruhiyah kita, bisa memperbaiki sikap dan emosi kita, bisa menyalakan obor semangat dalam diri kita hingga kita mencapai puncak ghiroh dan akhirnya bisa tegak dalam menjalani hidup ini.

Namun ketika akhirnya harus melepasnya….apakah kita sanggup menahan getir perpisahan itu….? Aku sangat tahu semua pasti ada akhirnya….Aku sangat tahu semua hanya titipan Allah semata kepada kita…dan tugas kita merawat dan memelihara dengan baik apa yang telah dititipkannya kepda kita…namun ketika semua itu tumbuh subur dengan baiknya….berbunga dengan mekarnya…dan tak disangka akhirnya diputuskan untuk pergi begitu saja…sanggupkah kita menanggungnya….

Padahal ia sangat menopang hidupmu…ketika engkau jatuh tersungkur, ia menegakkanmu perlahan dan akhirnya engkau bisa melihat kehidupan dengan jernih kembali bahwa semua yang engkau hadapi adalah ujian….kemudian ia menumbuhkan semangat dalam dirimu…walau tak banyak yang ia sampaikan namun ketika kepedulian dan perhatian, serta kasih sayang bahkan cinta tulusnya diberikan untukmu dan kemudian engkau bisa tegar menjalani apa yang menjadi takdirmu…apakah engkau snaggup menerimannya….?

Rupanya satu paragraf itu lebih baik ditujukan padaku….bukan kepada kalian karena aku yang merasakannya sekarang. ketika aku tersungkur dan tak mampu lagi bangkit Allah mengirimkan seorang sahabat untukku….walau terkadang hanya membisu namun perhatian,kasih sayang,empati,bahkan cinta tulus itu ia berikan padaku…satu demi satu kekalutan terurai, satu demi satu asa itu melaju dengan penuh perkasa hingga akhirnya asa itu berbuah dengan manisnya.

Kehidupan tertata rapi kembali. Misi dan visi terjalani begitu rapi. semua sungguh membahagiakan hati. kehadirannya sangat menentramkan hati.

Namun sebuah simpul menjadi ujian kami dan itu sangat sulit untuk diurai…hari demi hari terjalani dengan penuh pahit dan nyeri dihati…hingga terbacalah olehku sebuah pesan pendek di HP ku ini….

“aku tak bermaksud memutus silaturahim.mungkin ini keputusan pahit.smg engkau senang,bahagia,sehat, lbh fokus dalam berdakwah u keluarga maupun teman2. maafkan salahku,begitu pula salahmu telah kumaafkan sblm engkau pinta.biarlah kisah itu membekas dlm hidupku.tolong jika engkau mencintainya dg tulus,jgnlah menggangguku lg. smg do’a2 yg baik kmrn dikabulkan Alloh.Maafkan aku..”

Sungguh bagai belati menusuk dalam hati….aku tak tahu apa yg sebenarnya terjadi..namun  ketika aku berhasil sedikit mengurai simpul itu dan akhirnya bisa memancarkan sedikit cahaya…kenapa malah terjadi sebuah keputusan seperti itu….sungguh luar biasa tersayatnya hati ini….bergetar tangan ini tak sanggup untuk memegang benda yang tertulis sebuah kata….dada itu langsung sesak tak terkira….air matapun bercucuran entah kemana….

Oh Allah….selalu Engkau mengambil titipan itu pada waktu aku merasakan kedamaiannya…dan kenapa ketika rezqimu yang satu ini Engkau juga mengambil pada waktu aku sedang merasakan kedamaian yang sedang mekar2nya..? sungguh terkadang aku tak mengerti tentang hidup ini. beginilah selalu kisah hidupku…..begitu pilu dan menusuk qalbu…dan ini sudah kesekian dlm hidupku….memang di dunia tak ada yang abadi….

Aku tahu hanya Allah sandaran hidup, aku sangat faham hanya Allah tempat mengadu, aku sangat mengerti Allah muara segala cerita kehidupan…namun aku  juga manusia biasa yang butuh teman untuk bercerita,butuh teman untuk menguatkan. jika ada sebuah ungkapan mengatakan “Seseorang yang hanya mengharap perhatian,cinta dan kasih sayang adalah ibarat hamparan lautan.sedangkan seseorang yang hanya ingin mencurahkan perhatiannya adalah ibarat arus sungai yang tak henti mengalirkan sumber mata air menuju samudera” dan mungkin aku adalah lautan itu walau aku juga sering menjadi arus sungai di kala waktu.

Dan seorang sahabat mengirim pesan pendek untukku “jika ia boleh mengetahui masa pasangmu, maka izinkan ia mengetahui masa surutmu”….dan  mungkin inilah masa surutku itu wahai sahabatku…..sungguh sesuatu yang belum bisa kuterima karena aku belum siap untuk dilepasnya….ujian itu masih meroket dengan segala dentumannya…namun akhirnya ia pergi begitu saja….padahal aku sangat mengharapkan kehadirannya….

Ia ibarat satu diantara tiang pokok yang menyangga rumah, bisa bayangkan jika satu tiang pokok itu tak ada apa yang terjadi pada rumah itu…? Namun…ku berusaha berbaik sangka pada Allah yang Maha Mencinta…ia menguji cintaku padanya….menguji keikhlasanku untuk menerima keputusannya….menguji kesabaranku untuk menjalani takdir ini semua…karena dikala halilintar itu menyambar Allah megirimkan hujan begitu derasnya….Allah memberikan kabar bahwa aku menang dalam menulis karya tulis di Jeany Dive dan Sahabat, aku menjadi juara 1-nya….sungguh sesuatu yang terkadang sulit untuk dicerna…..

Sungguh….Fabiayyi ‘aala irabbikuma tukadzibaann… “nikmat mana lagi yang engkau sekutukan ?” dan sungguh….Fainna mangal ‘usri yusroo, inna mangal ‘usri yusroo “sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan,sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”….begitulah yang sedang kujalani. setiap kesulitan pasti ada kemudahan…dan ini yang selalu tergaung dalam hati. sehingga masih bisa tegar hingga saat ini. Sekali lagi aku  hanya manusia biasa…semua perlu proses untuk mengikhlaskan apa yang telah ditetapkanNya.

Dan apa yang menurut kita baik belum tentu baik bagi Allah dan apa yang menurut kita buruk belum tentu buruk bagi Allah. Mungkin inilah ketetapan itu….dan aku akan berusaha mencari dimana sebenarnya letak keburukannya dan letak kebaikannya semoga aku segera menemukannya sehingga aku bisa ikhlas melepasnya.

Sungguh sebuah lara jika bertemu tak ada sapa tak ada kata…hanya rasa yang berbicara….sampai kapan hal ini nampak di depan mata…padahal jiwa terus bercerita, hati kecil berpetuah penuh bijaksana,”sudahlah..bila jodoh tak akan kemana, bila cinta tak akan menghianatinya,bersabarlah…keikhlasan itu tak usah diulang-ulang lagi karena ikhlas itu hanya sekali bila diulang itu sudah jadi penyakit hati”…dan akhirnya hanya terdiam…

Persahabatan adalah kepompong merubah ulat menjadi kupu-kupu….maka bila tak terjadi itu, persahabatan itu hanya semu….dan ketahuilah apa yang telah kusampaikan kepadamu itu akan kuukir hingga akhir hayatku…aku tak akan melupakannya bahkan aku akan menyiraminya….karena ketika itu semua karena Allah semata aku berharap akan dikumpulkannya kembali di akherat sana…semoga itu dikabulkan olehNya.

Dan kusampaikan kepada yang telah pergi..aku tak akan menghapus fhoto maupun namamu di daftar list my best friendku, aku tak akan menghapus semua tulisanmu, dan aku tak akan menghapus kontakmu. Semoga Allah masih meberikan kesempatan untuk bertemu sehingga aku akan menceritakannya kembali untukmu. Karena ketahuilah seorang sahabat adalah ia yang mengetahui nyanyian hatimu dan akan menyanyikannya kembali untukmu. semoga kita adalah seorang sahabat itu. walau belum bertentang mata semoga petuah itu bisa menjadi pengikat jiwa…semoga engkau baik-baik saja dan semoga engkau bahagia dengan mendapatkan apa yang engkau dambakan di dunia hingga akherat sana. Amiinnn….

Kepada to All my best friend : walau engkau tak hadir dihadapanku namun kabar dan kehadiranmu di dunia maya ini sangat berarti bagiku karena ketahuilah engkau sangat berharga bagiku….semoga Allah selalu menyampaikan getar rindu dan cinta dariku untuk kalian sehingga itu bisa pengikat tali ukhuwah kita. teruslah menjalin cinta diantara manusia dengan porsinya masing-masing karena itu penyubur ghiroh untuk terus memperjuangkan Dien Allah SWT di dunia…semoga Allah meridhoi semua ini…dan mengabulkan do’a2 yang telah kita lantunkan selama ini.

“Ya Allah , engkau telah mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta kepada-Mu, telah berjumpa dalam taat pada-Mu, telah bersatu dalam dakwah kepada-Mu, telah terpadu dalam membela syari’at-Mu, kokohkanlah Ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya. Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati ini dengan nur-nur cahaya-Mu yang tiada pernah pudar. Lapangkanlah dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu. Nyalakan hati kami dengan bermakrifat kepada-Mu. Matikanlah ia dalam syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya engkau sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong. Ya Allah..Amin…Sampaikanlah kesejahteraan ya Allah pada junjungan kami Muhammad, keluarga dan sahabat-sahabatnya dan limpahkanlah kepada mereka keselamatan. Amiinn ya rabbal ‘Alamin….

dan untuk yang telah meninggalkan…kemarin setelah engkau memutuskan keputusan itu tak sengaja ku mendengar sebuah group musik melantunkan lagu ini…sungguh aku terharu..kenapa lagu itu benar2 kurasakan saat itu…

Tetaplah Bertahan -suara merdu dari WALI-

Tak pernah ku sangka Tak pernah ku duga
Kita kan berjumpa Dan telah bersama
Disiang malam aku Memikirkan kamu
Siang malam kamu Terfikirkan aku

Kita menyatu…
Jangan marah bila ku tak datang bila
Ku tak pulang bukan ku tak sayang
Kumohon kau jangan marah karena
Akan datang waktu ku tak pulang waktu
Ku tak datang.

Kini tiba saatnya kupergi
Kumohon jangan tangisi walau perih
Suatu saat nanti untukmu disini
Ku akan kembali…

Cobalah tetap bertahan Untukku
Dan coba terus bertahan menantiku
Sampai hari nanti sampai ku kembali

…..Ya aku akan bertahan…hingga engkau kembali….. semoga aku tetap bisa tegar menjalani takdirku….semoga ketika engkau menemukanku kembali aku telah menjadi kupu-kupu itu…bila tak di dunia semoga engkau menemukanku di syurgaNya kelak…semoga aku satu diantara bidadari yang bermata jeli itu…”hurun’in”…semoga nama itu membawaku menuju syurga itu…Aminn…baik-baik disana semoga Allah selalu melimpahkan hidayah itu untukmu…dan semoga engkau dijaganya…walau harus menitikkan air mata melepasmu namun ini sudah ketentuannya…mau tidak mau harus menerima dengan lapang dada….kutitipkan rindu pada bayu semoga ia menyampaikannya padamu…jadilah yang terbaik dalam setiap langkah hidupmu….orang baik itu tidak selalu mendapatkan yang terbaik namun ia selalu menjadi yang terbaik apa yang hadir dalam hidupnya…terimakasih telah menjadi penopang hidupku, terikasih telah mengorbankan apa yang ada padamu untukku…terimakasih semuanya…Semoga Allah membalasnya melebihi apa yang engkau minta…….Aminnn…

sekali lagi memang benar…Pertemuan itu akan ada akhirnya karena tak ada yang abadi di dunia….dan itu butuh keimanan yang kuat untuk menrima sebuah ketentuan Allah yang terkadang kita tak siap menerimanya….*-catatan menyapa senja -*-*- imatuzzara-*-*-

Iklan

Cinta sebuah kata yang tak akan habis bila dirangkai dalam bahasa. Kata cinta menyambungkan segalanya menjadi sesuatu yang indah bila dirasa. Namun manakala ia tidak pada tempatnya akan membuahkan gundah gulana. Kata cinta membuat orang selalu bercita-cita, menebar asa setiap detik waktu yang mengiringinya, menghembus nafas setiap desah dada sehingga memompa jantung untuk terus bekerja. Cinta adalah kata yang sangat bermakna, ia hanya milik Allah semata yang tak bisa manusia mengaturnya. Manusia hanya bisa merasakannya dan keimanannyalah yang bisa mengendalikannya.

Ketika mata saling bertatap. Berusaha mengurai apa dan siapa dibalik sosok yang tertangkap oleh hati, maka desir lembut mulai tumbuh dalam telisik dada. Kadang tak harus bertentang mata, namun sosok yang terbayang bisa menumbuhkan rasa cinta. Banyak factor perantara sebagai penumbuh benih-benih cinta.
Hampir 20 tahunan hidup dalam kancah pergerakan. Dengan lingkungan yang penuh ghiroh perjuangan. Ruhiyah membumbung dengan idealitas yang terus dibina dan diarahkan akhirnya membentuk sebuah diri pengemban dakwah yang tangguh untuk dipersiapkan menjadi jundi-jundi perjuangan. Arrijal itu telah matang dengan tsaqofah yang terus ditanamkan. Doktrin-doktrin pergerakan semakin mengakar untuk mewujudkan perubahan.
Hingga suatu hari sebuah konsolidasi terjadi dalam sebuah pergerakan. Disinilah komunikasi antar akahwat dan ikhwan itu mulai terjalin. Ketsiqohan terhadap amanah membuat mereka selalu getol untuk berdakwah dan berkomunikasi.

Hingga akhirnya ada sebuah denyut yang mereka tidak sadari.
Tidak bisa dinaifkan, sebuah generasi pergerakan tetaplah sosok manusia biasa yang bisa tertular akan virus cinta. Karena ini merupakan fitrah manusia. Yang setiap orang membutuhkanna. Ia butuh untuk disayang, diperhatikan, dipedulikan dan dicintai sepenuh hati. Namun apakah itu harus bertebaran tanpa sebuah aturan pasti…? Tidak..Allah telah mengatur sebuah pergaulan dalam Islam antara laki-laki dan perempuan. Ada batas-batas siapa yang mereka pergauli sehingga tidak menabrak sebuah wilayah yang bukan haknya.

Seorang laki-laki dan wanita hanya boleh bergaul bebas dengan muhrimnya. Ia bisa bersama,bergandeng tangan,bahkan bermesraan. Itu tidak dilarang asal dengan muhrimnya dan suaminya yang telah ditetapkan kepadanya. Namun Allah dan RasulNya sangat melarang seorang laki-laki dan perempuan bergaul bebas tanpa batas terhadap lain muhrimnya. Seperti pacaran, pergi bergerombol tanpa arah, tanpa tujuan , dan tanpa aturan..itu sangat dilarang.

Namun…apakah Islam melarang kepada umatnya untuk Jatuh cinta..? oh sungguh Allah telah mempunyai aturan sempurna tentang hal ini. Jika seseorang mulai merasakan cinta maka segera balutlah dengan aturan yang menghalalkannya. Yaitu sebuah pernikahan.

Bila diantara kalian telah merasakan cinta terhadap lain jenisnya, ungkapkan dan bila cocok segera pinanglah agar segera halal cinta kalian. Bila laki-laki maka nyatakan pada orang tuannya agar orang tuannya atau walinya yang menyampaikan kepada anak perempuannya. Jika engkau perempuan yang merasakan cinta terhadap laki-laki maka suruhlah orang tuamu, Pembina ngajimu, atau siapa yang engkau percaya untuk menyampaikan pada laki-laki itu. Dan bila telah menemukan titik temu segeralah menjalankan proses khitbah. Bila diterima segeralah berta’aruf dengan cara yang baik-bak dan hindari kemaksiyatan. Carilah seorang teman untuk menemani masa ta’aruf kalian..karena bila hanya berdua maka yang ketiga adalah syetan. Bila telah sesuai dengan apa yang diinginkan segeralah rajut dengan sebuah ikatan bernama ijab qobul pernikahan. Ini sebuah janji diatara dua insan dihadapan Tuhan. Ini awal dari ½ dien itu.

Ketahuilah bahwa setengah dien itu bukan Ijab qobulnya melainkan perjalanan pernikahan itu sendiri. Kenapa disebut ½ Dien karena dalam mengarunginya penuh onak dan duri, penuh gelombang tinggi dan penuh dengan batu-batu terjal. Pernikahan itu keputusan final untuk itu pikirkanlah dengan matang. Pernikahan itu tidak seindah dalam bayangan, pernikahan itu tidak semudah yang tertulis dalam konsep pernikahan, pernikahan itu tak semudah yang kita baca dalam buku pernikahan dan tidak semudah yang ada dalam diskusi ilmiah pekanan. Dan pernikahan itu tidak semudah yang kita rencanakan.

Ketahuilah pernikahan itu adalah penyatuan dua sifat yang sangat berbeda. Penyatuan dua keluarga yang sangat berbeda latar belakang dan pendidikannya, penyatuan dua masyrakat yang sangat prural kebudayannnya. Bahkan bisa penyatuan dua Negara bila calon mempelainya berasal dari dua Negara yang berbeda. Dan ini pastinya lebih rumit lagi.

Untuk itu jangan terkecoh oleh pesona, jangan terkecoh oleh rupa, jangan terkecoh oleh harta, jangan terkecoh oleh pemikirannya. Karena itu semua tidak bisa menjadi dasar kelanggengann rumahtangga. Kelanggengan rumah tangga itu hanya ditakar dari keimanan keduanya. Karena dari keimanan akan menumbuhkan yang bernama akhlakul karimah dimana akhlak ini sangat sesuai dengan fitrah manusia. Sehingga bila diantara kedua mempunyai keimanan yang baik maka keduanya tak akan berselisih secara nyata. Karena akhlak kesehariannya selalu menyenangkan, mendamaikan dan menenangkan jiwa. Sedangkan jiwanya selalu penuh rasa cinta.Jadi Rasulullah berpesan dalam memilih pasangan itu memang sebuah wasiat manjur yang harus dijalankan. Bahwa dalam memilih seorang istri itu ada empat perkara, yaitu pilihlah rupanya, pilihlah keturunannya, pilihlah hartanya dan yang bisa menyelamatkan engkau adalah pilihlah agamanya.

Jadi kunci ini sebenarnya Rasulullah telah memberikannya. Jika engkau telah mendapati seorang wanita yang baik agamanya maka segera khitbahlah dia, karena dia itu permata dunia yang Rasulullah menyebutnya dialah wanita sholihah itu. Jangan sampai engkau menyesalinya hanya lantaran engkau menemukan wanita lain yang cantik rupanya, baik keturunannya dan wanita kaya. Jangan sampai engkau berpaling dari wanita beriman tadi hanya karena 3 faktor yang hanya membawa kefanaan dan ketidak bahagiaan rumah tangga. Ketahuilah rupa itu bisa berubah sesuai masanya, harta itu bisa habis sesuai ketentuan rezeqinya, dan keturunan itu tidak membawa kebaikan selain engkau dibanggakan manusia. Hanya keimananlah yang bisa memancarkan kemuliaan dimanapun ia berada. Ia akan terlihat indah ketika engkau memandangnya, engkau akan terhnayut dengan senyum tulusnya, dan engkau akan nyaman dengan kesetiaannya dan pengorbanan yang tidak mengharapkan balasan apa-apa kecuali balasan Allah semata. Maka carilah wanita beriman itu, karena dialah permata dunia yang akan membuat iri bidadari syurga.

Dan untukmu wahai wanita janganlah engkau salah menetapkan keputusanmu. Jangan sampai ketampanan, kekayaan dan keturnan itu meluluhkan hatimu. Ia tak akanmembahagiakanmu ukhty…kecuali sementara saja dan sifatnya hanya fana. Dan hanya keimanan itu yang akan sampai di akherat sana.

Ada 15 petunjuk dalam memilih suami….

1) Beragama Islam 2)Taat beragama dan baik akhlaknya 3)Menjauhi kemaksiyatan 4)Kuat semangat jihadnya 5)Dari keluarga yang sholih 6)Taat kepada orang tuannya 7)Mandiri dalam ekonomi 8)Kualitas dirinya setaraf atau lebih baik 9) Dapat memimpin 10)Bertanggung jawab 11) Bersifat adil 12)Berperilaku halus 13) Tidak kikir 14)Tidak lemah syahwat 15)Senang berketurunan dan subur.

Wahai ikhwan wa akhwati fillah….yakinlah cinta yang berdebar dalam dada pasti akan berlabuh pada tempatnya. Yakinlah pada keputusan Allah bahwa yang diberikan itu adalah terbaik bagimu siapapun itu. Karena Allah yang Maha tahu segalanya akan segala keperluanmu. Namun itu bukan berarti pasrah. Berikhitiarlah untuk menemukan labuhan cintamu. Bila sudah menemukan nyatakan pada yang telah engkau cintai. Tak terhalang bagi seorang wanita menyatakan cinta pada seorang laki-laki, karena Ibunda Khodijahlah yang melamar laki-laki terbaik zaman ini..Rasulullah Muhammad Saw. namun carilah perantara agar terganggu hubungan laki-laki dan wanita dan jika ia menolaknya engkau tak akan dibuat kecewa. Jangan takut untuk dit olak karena Allah masih menyiapkan banyak pilihan untukmu. Dan tugas mulah untuk mencari siapa jodoh dalam hidupmu itu. Bersabar dan berdo’alah semoga engkau segera menemukan pendamping hdiupmu. Yang sholih dan sholihah yang bisa membawamu pada keridho’an dan semangat juang untuk menegakkan agamamu.

“Dan Kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kalian serta orang-orang yang layak untuk menikah dari hamba sahaya laki-laki dan hamba sahaya perempuan yang kalian miliki” (QS. Annur : 32)

“Rasulullah saw besabda : “wahai generasi muda, barangsiapa diantara kalian telah mampu serta berkeiginan untuk menikah, maka hendaklah ia menikah. Karena sesungguhnya pernikahan itu dapat menundukkan pandangan mata dan memelihara kemaluan” (Muttafaq ‘Alaih)

“Menikahlah dengan wanita yang penuh cinta dan yang banyak melahirkan keturunan. Karena sesungguhnya aku merasa bangga dengan banyaknya jumlah kalian diantara para nabi pada hari kiamat kelak” (HR. Ahmad dan Ibnu Hibban)

Baiklah…mungkin ini sedikit goresan tinta -*-*-Imatuzzahra-*-*- mari kita berdo’a bersama kepada Allah agar diberi teman yang baik dalam hidup kita “Allahumma yasir lii jaliisan sholihan” Ya Allah mudahkanlah bagiku untuk mendapatkan teman yang sholih. Teman yang sholih itu teman yang kata2nya bermanfaat, ucapannya berhikmah, member kesejukan, membuka kesadaran, mempertajam pikiran,melembutkan hati,menguatkan keimanan. Aminn…semoga kita selalu dikelilingi teman yang sholih itu.*az

* Jika Anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki

* Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, ia belajar berkelahi

* Jika anak dibesarkan dengan ketakutan,ia belajar gelisah

* Jika anak dibesarkan dengan rasa iba, ia belajar menyesali diri

* Jika anak dibesarkan dengan olok-olok, ia belajar rendah diri

* Jika anak dibesarkan dengan iri hati, ia belajar kedengkian

* Jika anak dibesarkan dengan dipermalukan, ia belajar merasa bersalah

* Jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri

* Jika anak dibesarkan dengan toleransi, ia belajar menahan diri

* Jika anak dibesarkan dengan pujian, ia abelajar menghargai

* Jika anak dibesarkan dengan penerimaan, ia belajar mencintai

* Jika anak dibesarkan dengan dukungan, ia belajar mengenali tujuan

* Jika anak dibesarkan dengan rasa berbagi,ia belajar kedermawanan

* Jika anak dibesarkan dengan kejujuran dan keterbukaan, ia belajar kebenaran dan keadilan

* Jika anak dibesarkan dengan rasa aman, ia belajar menaruh kepercayaan

* Jika anak dibesarkan dengan persahabatan, ia menemukan cinta dalam kehidupan

* Jika anak dibesarkan dengan ketenteraman, ia belajar berdamai dengan pikiran

(Dorothy Law Notle)

Anak adalah anugerah terindah dalam hidup ini. Ia adalah amal yang akan kita tinggal didunia. Karena satu diantara amalan yang tak akan terputus di dunia ini adalah anak yang sholih dan sholihah. Namun anak sekaligus permata dalam keluarga, yaitu sebuah amanah yang harus dijaga.

Penanaman aqidah yang benar dalam diri anak akan membuahkan akhlak yang baik dalam kehidupannya. Karena buah dari keimanan yang baik adalah akhlakul karimah (Akhlak yang Mulia).

Tanamkan pemahaman Islam yang benar yang sesuai dengan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Jauhkan ia dari budaya hedonis barat yang telah menyerang umat muslim dunia. Bekali dia dengan syahsyiyah Islam (pemahaman ilmu keislam) yang benar agar ia bisa menakar mana yang sesuai dengan syariat dan mana yang hanya keabu-abuan atau kemungkaran. Jauhkan dia dari Ghoswul Fikri (Perang pemikiran) yang telah ditancapkan kaum kapitalis melalui tiga sarana (F3) : Fan (Hiburan), Food (Makanan), Facion (Pakaian atau cara berbusana atau tata cara bergaya)

Ajari anak dengan hiburan yang benar, kenalkan budaya Islam yang sesuai dengan syariat’nya. Kenalkan pada syair dan lagu serta music yang benar, yang dihalalkan oleh Islam, yang bisa menumbuhkan ghiroh juangnya untuk tertegaknya Islam,kenalkan pada ilmu dan teknologi yang benar agar ia bisa memakainya untuk kejayaan Islam tak sekedar untuk memenuhi nafsunya.

Ajari mencari dan memakan yang toyyib (baik) dan halal agar ia tak tercampuri barang haram dari proses mencari dan memakannya. Sehingga kesholihannya terjaga dari barang haram yang tak disangka-sangka. Karena makanan akan
membentuk tubuh manusia. Jika bahan pembentuk susunannya toyyib dan halal maka hasilnya pun akan toyyib dan halal, yaitu sebuah tubuh yang mencerminkan kesholihan dan terus bercahaya dimanapun ia berada.

Ajari anak untuk berpakaian sesuai Syari’atnya. Kenalkanlah pakaian yang bisa menutup auratnya. Bila laki-laki antara pusar dan lututnya…dan bila wanita seluruh tubuhnya kecuali telapak tangan dan mukanya. Biasakan memakai jilbab untuk anak perempuanmu…karena itu akan menjaga kehormatannya dan gampang untuk dikenali. Jilbab itu bukan kerudung namun jilbab itu adalah pakaian longgar yang menutupi seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Kerudung itu khimar yang berarti penutup kepala saja.

Didik ia menjadi pribadi idaman harapan tuhan, didik ia dengan kemandirian dan semangat pengorbanan terhadap agamanya. Agar bilamana Tuhannya menyeru untuk melaksanakan kewajibannya berjuang menegakkan Syari’atNya
ia tak enggan lagi untuk melaksanakannya. Semoga kita semua bisa menjadi orang tua yang bijaksana dan mendidik anak dengan keikhlasan dan kesabaran karena Allah semata.

Mari kita jadikan anak-anak kita seperti Abu Bakar Ashidiq yang teguh kejujuran dan keimanannya, mari kita jadikan anak kita Umar bin Khottob yang tegar dan berani kepada kafir durjana, Mari kita didik anak kita menjadi Ali bin Abi Tholib yang tangkas akan keahlian perangnya, Mari kita didik menjadi Usman bin Affan  yang rela meninggalkan harta kemewahannya demi keimanannya. Mari kita didik menjadi  Khodijah yang selalu setia dengan pengorbanannya dan keteguhan imannya. Mari kita didik menjadi Aisyah yang encer otak dan kepiawaiannya, mari kita didik menjadi Fatimah yang bisa menentramkan suaminya, mari kita didik menjadi Asiyah yang bisa menebar kesabaran atas semua
takdir hidupnya dan mari kita didik seperti Naila yang sangat setia terhadap suaminya.

Jadilah Lukman yang selalu berpesan pada anaknya…

”…..Wahai anakku ! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”

Dan kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik kepada)kedua orang tuannya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah  yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepadak Ku dan kepada Orang Tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu.

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduannya di dunia dengan baik, dan ikutilah
jalan orang yang kembali kepadaKu. Kemudian hanya kepada-Ku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahu kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

“Wahai anakku ! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, Niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Maha Luas dan Maha teliti.

Wahai anakku ! Dan Laksanakanlah Sholat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara
yang penting.

Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.

Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai” (QS. Lukman : 13-19)

“Dan barang siapa berserah diri kepada Allah, sedangkan dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul (tali) yang kokoh. Hanya kepada Allahlah kesudahan segala urusan (QS. Lukman :
22)

Sedikit goresan mata pena dari seorang *-*-*Imatuzzahra*-*-* yang sedang berusaha dan sedang belajar untuk mejadi bunda penghasil generasi Robbani dalam binaan rumah tangga yang Idiologis…semoga bisa menjadi pembakar yang lainnya untuk menjadi orang tua yang selalu mendidik anak dengan kesholihan sebagai persembahan pada perjuangan menegakkan DienNya di muka bumi ini. Teruslah berkarya dan cetak generasi Rabbani untuk mencapai cita-cita perjuangan ini. Khilafah Rasyidah ‘Ala Minhajul Nubuwwah sebagai tanda janji kita pada kekasih kita Rasulullah SAW. dan Allah SWT.*az