Jangan Pernah Berhenti Beramal

Posted: 15 Februari 2010 in Syahsyiyah Islamiyah

Proses Kehidupan dan dakwah Manusia

“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan),tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)”(QS. Al Insyirah : 7)

Sebagian mufasir menafsirkan ayat ini : apabila engkau (Muhammad) telah selesai berdakwah maka beribadahlah kepada Allah;Apabila engkau telah selesai melaksanakan urusan dunia maka kerjakanlah urusan akhirat dan ada lagi yang mengatakan,”Apabila telah mengerjakan sholat maka berdo’alah)…”

Manusia diciptakan ke dunia mempunyai satu kewajiban yaitu beribadah kepada Allah. Seperti yang dikutip dalam firman Allah QS. Adz Dzariyat : 56 “Aku tidak menciptakan Jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaku”. Sehingga sudah jelas bahwa satu-satunya kewajiban manusia hanya beribadah kepada Allah. Meniatkan apa yang ia amalkan di dunia ini hanya untuk ibadah kepada Allah semata. Tidak untuk yang lain.

Beramal adalah melakukan sebuah kebajikan. Beramal tidak hanya melakukan ritual ibadah fardlu saja namun beramal ibadah disini adalah melakukan segala hal demi menegakkan kalimah Allah dimuka bumi. Semua yang dikerjakan itu harus bervisi pada satu tujuan yaitu berdakwah. Sehingga berdakwah adalah tugas wajib bagi setiap muslim yang mengaku beriman. Karena beriman itu adalah dinyatakan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan. Itu satu kesatuan yang dimana harus dikerjaan berbarengan tidak boleh hanya diyakini saja tanpa diucapkan dan tanpa di amalkan atau hanya diyakini dan diucapkan tanpa diamalkan atau hanya beramal dan diucapkan tapi tidak diyakini. Keimanan tidak boleh seperti itu. Sekali lagi keimanan adalah satu kesatuan yang harus dikerjakan dengan sempurna. Karena dari keimanan itulah seorang hamba diukur ketulusannya sebagai hamba Rabb semesta Alam.

Ketika seseorang mempunyai keimanan yang cukup kuat itu didukung oleh beberapa factor diantaranya dari ruhiyah seseorang. Ruhiyah ini sangat mempengaruhi kualitas seseorang. Manakala ia sedang mempunyai ruhiyah yang tinggi maka keimanannya pasti akan melejit dan mana kala dalam sebuah kefuturan maka keimanannya akan melemah secara sendirinya. Nah disinilah butuh sebuah amal untuk mempertahankan ruhiyah tersebut dan agar seorang hamba mampu memproduksi sebuah amal.

Ada beberapa hal agar bisa mempertahankan ruhiyah seseorang diantaranya adalah mengamalkan amalan sunnah yang diajarkan oleh RAsulullah SAW. Memperbanyak amalan sunnah. Memberi makan hati dengan asupan yag benar, yaitu mencari nasehat-nasehat yang benar melalui Al Qur’an dan Al hadits yang dibawa oleh kaum ulama. Memberi asupan fikiran dengan menambah tsaqofah (wawasan) seluas-luasnya yaitu dengan terus membaca dan membaca. Mencari tahu semua kebenaran yang dihamparkan Allah dimuka bumi ini. Yaitu dengan bertadabur alam dan bertadabur kalamNya. Setiap apa yang kita lihat dimuka bumi ini kita pelajari kenapa semua ini bisa terjadi…apa tujuan Allah menciptakan semua ini….terus bertanyalah, sehingga akan membuatmu terus berpikir. Semua mempunyai hikmah yang dalam untuk menambah sebuah keimanan. Karena ketahuilah bahwa disetiap ciptaan Allah itu ada ilmu yang terkandung di dalamnya sebagai tanda kebesaran Allah SWT.

Misalkan saja…lihatlah ketika pagi hari…banyak hal yang indah disana. Matahari terbit dari timur. Kita melihat hamparan langit ini tiada bertiang,dunia terasa terang benderang,angin berhembus, dan daun-daunpun bergoyang. Waww….. sungguh indah dan mengagumkan. Pernahkah kita berpikir bagaimana jika tidak ada matahari ? apakah akan ada siang dan malam ? bagaimana jika tidak ada angin apakah akan ada kehidupan ? bagaimana jika tak ada pohon siapakah yang menghasilkan oksigen untuk pernafasan ? pastilah jika ketiga itu tidak ada maka tak akan ada kehidupan didunia ini. Itu hanya tiga factor bukti kebesaran Allah dan masih buanyak lagi kebesaran-kebesaran lain yang terkadang kita lupa untuk memikirkannya.

Saudaraku…hidup kita hanya sekali hidup di dunia ini dan itu sangat pendek waktunya bila dibandingkan dengan kehidupan yang akan datang. Kehidupan yang serba cepat ini seharusnya menuntut kita untuk berbuat yang lebih banyak dan lebih baik. Tidak ada kamus malas dalam hidup kita. Karena ketahuilah bahwa kemalasan itu lebih dekat dengan kebiasaan syaithan.

Jangan pernah berhenti untuk beramal. Jadikanlah setiap anggota badan kita ini menorehkan amalnya masing-masing disetiap detak nafas kita. Kita diberi mata ya lihatlah hal-hal yang halal saja. Diberi tangan gunakan untuk yang halal saja. Diberi kaki ya gunakan untuk melangkah pada tujuan yang halal saja. Diberi perut (lambung) pakailah untuk menampung makanan yang halal saja. Diberi telinga gunakan untuk mendengar hal-hal yang halal saja. Begitu juga dengan anggota badan yang lain. Gunakan untuk melakukan yang halal saja. Karena yang halal itulah yang disebut amalan kebaikan yang akan mengantarkan kita pada FirdausNya.

Sebagai seorang muslim pastilah kita sudah faham apa makna halal disini. Segala sesuatu yang dilarang dan kita tdk mengerjakannya berarti kita telah meninggalkan yang haram dan melaksanakan yang halal. Sesuatu yang halal adalah sesuatu yang sesui dengan perintah Allah SWT. Misalkan mata untuk melihat yang halal. Ketika kita diperintahkan Allah untuk menundukkan pandangan ya kerjakanlah itu sudah merupakan amal. Jangan mata kita dipakai untuk plirak plirik pada hal-hal yang dilarang. Misalkan untuk memperhatikan lawan jenis. Berarti kita sudah melakkan dosa dan berhenti beramal. Untuk kita pakai melihat sesuatu yang berbau maksiyat,berbau nafsu itu berarti kita sudah berhenti beramal kebaikan.

Telinga, mari kita gunakanuntuk mendengarkan hal-hal yang membuat kita selalu berpositif thinking, bukan untuk mendengarkan hal-hal yang hanya menggugah nafsu kita. Seperti mendengarkan lagu misalnya. Mendengarkan lagu itu hukumnya mubah, namun bisa berubah jadi haram jika lagu tersebut berbau syahwat dan menggugah nafsu kita. Alangkah baiknya jika telinga kita selalu diperdengarkan dengan sebuah tilawah Al Quran untuk mengiringi setiap desah nafas kita. Sehingga manakala kita diambil oleh Allah yang berakhir dimulut kita ini bukan sebuah lagu syahwat namun memang benar-benar kalimat toyyibah.

Ada sebuah cerita di negeri arab. Ada seorang penjaga tol, dia adalah seorang polisi. Dia sudah sering melihat kejadian tabrakan atau kecelakaan semacamnya. Suatu hari ia menemukan seseorang yang naik mobil dan akhirnya dia tergelincir kemudian tubuhnya tergenjet oleh sebuah mobil lain yang menabraknya. Ketika ia menolong ia sangat miris. Tubuhnya sudah gepeng dan hampir hancur semua namun mulutnya tetep berceloteh dengan lagu-lagu. Sampai akhirnya dibawa ke rumah sakit dan menjemput ajalnya mulutnya tetep berceloteh dengan lagu yang dihafalnya. Naudzubillahi mindzalik. Dan ketika ditanyakan kepada saudaranya memang telinganya setiap hari setiap detik tidak lepas dari lagu-lagu yang ia sukai sehingga bawah sadarnyapunmenghafal lagu-lagu tersebut. Hingga ajal menjemputnya. Bukankah akhirnya suul khotimah…? Naudzubillahi mindzalik karena kalau sudah begitu siksa kubur siksa neraka sudah menunggu disana. Semoga kita bukan termasuk didalamnya…Amiin..

Jadikan Tilawah itu untuk bacaan wajib harian
Kemudian suatu hari ia melihat peristiwa yang sama. Namun orang yang tergenjet ini mengalunkan suara yang berbeda. dengan sisa-sisa nafasnya ia masih mampu melantunkan semua hafalan ayat-ayat Al Quran yang setiap hari ia dengarkan dari tipenya. Hingga akhirnya menjemput ajalnya dan yang keluar dari mulutnya adalah lantunan ayat Al Qur’an dan ia mengakhirinya dengan kalimat toyyibah. Hingga para dokter yang menanganinya miris dan terharu mendengarnya. Merinding bulu kuduknya. Mereka menyaksikan sebuah kedahsyatan sebuah fakta tentang apa yang ia dengar dan ia hafal sehingga mempengaruhi jiwa seseorang. Dan akhirnya ketika ditanya pada keluarganya orang ini memang tiada hari tanpa mendengar dan menghafal ayat-ayat AlQuran. Subhanallah….semoga kita masuk dalam golongan ini…yang akhirnya menemui ajalnya dengan khusnul khotimah. Aminnn….

Diberi kaki, gunakanlah untuk melangkah pada tujuan-tujuan yang baik. Ke tempat bekerja sebagai lahan ibadah, ke masjid sebagai tempat untuk medekatkan diri pada Allah. Ke kajian-kajian sehingga mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Bukan melarang untuk melangkahkan kaki ke mall atau ke pasar Atau ketempat wisata atau tempat hiburan lainnya. Namun manakala memang harus pergi kesitu lakukan sesuai porsinya jangan berbuat yang sia-sia. Karena kesia-siaan mendekati dosa. Kesia-siaan hanya akan menolak amal.

Diberi lambung. Masukin dengan makanan yang halal. Karena diperutlah kunci keberkahan makanan. makanan yang dicerna disitu ditakar menurut kehalalannya. Dan kualitas kehalalan itulah yang akan mempengaruhi ruhiyah seseorang. Karena darah berasal dari makanan. Dan darah adalah penyampai zat pertumbuhan untuk tubuh kita dan penyokong rangsang yang ada dalam semua sel dalam tubuh kita.
Mulut, gunakan untuk berbicara yang baik-baik saja yang dihalalkan oleh Islam. Saling menasehatilah dalam kesabaran dan taqwa.

Intinya jangan mudah puas dengan amal yang telah kita perbuat karena kita tidak tahu apakah amal yang telah kita perbuat itu akan diterima atau tidak oleh Allah SWT. Diterima tidaknya sebuah amal adalah bergantung pada kualitas keikhlasan yang kita punya. Karena hanya amalan yang ikhlas yang akan diterima oleh Allah SWT.

Jangan mudah puas dengan hasil dakwah yang telah kita peroleh karena tugas dakwah ini masih panjang dan sangat berat. Kita belum mengembalikan manusia untuk menghamba pada Allah semata. Kita belum mengembalikan kalimat Allah ini tertegak di muka bumi ini. Sehingga dakwah itu mempunyai marhalah (tingkatan) yang harus kita lalui. Semakin tinggi marhalahnya maka semakin berat juga tantangannnya. Dan itu butuh ruhiyah tinggi untuk menerjang badai thoghut yang terus mengguncang kebenaran.

Saudaraku…teruslah bethitung berapa amal yang telah kita kerjakan dalam setiap dentang waktu. Teruslah berpikir apakah yang terbaik yang harus kukerjakan saat ini dan yang akan datang. Jangan menunda-nunda karena hanya menambah beban saja. Segera selesaikan sekarang juga agar kita bisa berbuat yang lebih banyak lagi. Ini saja semoga bisa mengecas baterai yang telah lemah dalam diri kita. Kita berdoa bersama semoga kita dalam barisan orang sholih yang selalu istiqamah dengan amalan-amalan kebaikan. Ingatlah bahwa Allah menyukai orang yang beramal secara terus menerus (ISTIQAMAH) bukan menyukai seberaba besar jumlahnya. Ya lebih baiknya terus menerus dan jumlahnya banyak. Namun kita adalah manusia biasa yang Al imanu wayazid wayangkus “ keimanan yang kadang naik kadang turun” sehingga lebih baik yang biasa namun kita kerjakan terus menerus manakala tidak mampu mengerjakan yang lebih berat. Alangkah baiknya bisa mengerjakan semua amal yang diperintahkan Allah dan selalu istiqamah. Inilah sosok idaman Tuhan.Dhuha dipagi hari,Qiyamullail di malam hari,tilawah setiap hari, puasa senin dan kamis,berdakwah setiap hari dan mungkin masih banyak lagi yang harus kita kerjakan. Teruslah memperkokoh keimanan karena manusia hanya ditakar dari imannya untuk menuju kesholihan. semoga kita termasuk golongan hamba yang sholih yang dicintai Allah dan RasulNya. Dan bukan sosok pemalas dalam diri kita. Aminn…

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti Kami berikan kepadanya kehidupan yang lebih baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An Nahl : 97)*az

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s