Arsip untuk Februari, 2010

~*~*~*~*~*~ DenTing H@ti ~*~*~*~*~*~

Posted: 23 Februari 2010 in Puisi

Masa Lalu
by : imatuzzahra al hurun’in

Angin dingin menyeruak dari balik jendela
Malam senyap nan merana
Tetes-tetes air mata mengalir bersahaja
Tuk mengingat masa lalu nan bahagia

Siang malam terus berjalan
Berganti sampai waktu yang ditentukan
Kehidupan memang roda yang berjalan
Terus menapak merebutkan salah dan kebenaran

Masa lalu…
Tertoreh cerita
Pembangkit semangat hidup tuk terus bersahaja
Menapaki duri untuk terus mengarungi samudera
Samudera masa depan yang penuh rahasia
Penuh perjuangan dan pengorbanan untuk sebuah cita
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~**~*~*~*~*~~

17 Januari….
by: Imatuzzahra Al Hurun’in

Kemuning Jingga merayap ke peraduan
Suara Jiwa mulai mengenang
Serak-serak suara persahabatan
Untuk seorang teman di seberang

17 Januari
Tak ada yang istimewa yang bisa ku beri

17 Januari….
Tak seperti 9 tahun yang telah kita lewati

17 Januari….
Aku tetap mencatat dalam Hati
Benang persahabatan mulai dirajuti
Dirajut dengan sepenuh hati
Selembar kertas masih menjadi saksi
Atas tulusnya persahabatan ini
Walau sekarang ku tak bisa hadir
di hari kelahiranmu di bumi ini

Namun….
17 Januari….tetap menjadi bukti
Atas tulusnya do’a ini*az
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

Denting Hati 1
by : imatuzzahra al hurun’in

Sayup terdengar suara
Dari balik jendela kaca
Isak tangis seorang wanita

Oh…Tuhan….
Sampai kapan ku begini…..
Tidak jelas akan hidupku ini
Sampai kapan ujian ini…
Kutak sanggup menanggung beban ini

Ya…Tuhan…
Ku tahu hidup ini permainan
Siapa yang sabar, dia yang menang

Ya Tuhan….
Karuniakan kesabaran
Tuk setiap wanita penghuni zaman
Karena…ditangan mereka sebuah masa depan*az
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

KU BERSERAH PADAMU
by : Imatuzzahra Al Hurun’in

pendar rembulan membias di mega
mengintip melalui celah jendela
angin sunyi menambah sesak dalam dada
karena rindu yang semakin membara…
antara cinta dan cita-cita
sangat tipis beda dalam jiwa

wahai Rabb yang Maha Mencinta dan Maha menjaga
Engkau tahu setiap denyut nadi
Engkau tahu setiap telisik hati
Engkau tahu yang terbaik untuk diri ini
maka berikan yang terbaik saja
kuserahkan semua hanya kepadaMu wahai sang Maha mencinta
Karena kutak tahu mana yang bersih dari jiwa

Jika Dia adalah jodohku maka dekatkanlah
jangan engkau pisahkan kami oleh sebuah dinding yang tebal
Jika dia adalah jodohku maka pertemukanlah
jangan engkau jauhkan sejauh hati yang merana
jika memang ia jodohku maka satukanlah
bila itu membawa berkah
hanya engkau yang tahu dawai hati ini
karena semua berbatas pada adat dan syariah
hanya kepadamu ku berharap
untuk mendapat yang terbaik saja

hanya doa yang berdesir dalam dada
semoga dia juga mendengar hati yang sedang merana
semoga ia mengerti isi nyanyian hati
dan semoga Allah menyatukan kedua isi hati
hanya berserahlah kepada sang Rabbi
karena pada Dialah jawaban semua hidup ini…*az

~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~**~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

Resah
by : imatuzzahra al hurun’in

Antara sepi dan sunyi…
Antara Rindu dan syahdu…
Antara cinta dan cita-cita…
Antara tawa dan gulana….
Antara desah dan nafas……
Antara denyut dan nadi…
Antara kedip dan air mata….
Antara kata dan rasa…
Antara engkau dan dia…
Antara bunga dan tangkainya….
Antara Awan dan hujan…
Antara panas dan menyala…
Antara bahagia dan gembira….
Antara perasaan dan keputusan…

Keduannya saling berdenyut diantara nadi dan darah…
Menunggu sebuah jawaban….
Atas semua kenyataan…
Yang harus dijalani sebagai pengokoh iman….

Hanya sebuah nasyid yang bisa kulantunkan…
Untuk sesuatu yang sangat mengganjal dalam perasaan…
Nasyid, Ranjau Menawan….

*Gerak langkahmu,mengikat hati…
Lirik senyummu,manis sekali…
Namun kini,aku mengenali…
Dia adalah ranjau berduri

Yang semestinya, tak kulalui…
Untuk menguji,iman dihati…
Setinggi mana,ketaqwaan…
Sekuat mana,keimanan…

Jangan kau coba,menggoda diriku…
Membuang waktu, dan tenagamu…
Cintaku hanya,cinta Abadi…
Cinta Allah,Allahu rabbi…
Allah ya rahman,Allah ya rahim…
Allah ya rahman,Allah ya rahim…

Senyumanmu itu racun berbisa….
Menggugat materi,menggugat jiwa
Walau rupamu,sangat menawan…
Namun kutetap,pilih yang beriman…*

Hmmm…desah nafas nan panjang…
Usaha menggapai kelonggaran…
Besar jiwa dihias gemerlap bintang bertebaran…
Walau sesak….namun itulah keputusan….
Gemerlap sepanjang malam…
Merindu datangnya siang…
Menggapai harapan…
Agar terus bersinar………
Menerangi setiap detak kehidupan…….*az
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~**~

Dentang pagi Hari (jawaban puisi KOTA-bang afrion)
by : Imatuzzahra A Hurun’in

angin sejuk menghampiri
pucuk-pucuk daunpun menari
untuk seorang yang sedang gundah hati…
gundahkah hatimu kini…?
dari kemarin kuteliti…banyak kata yg menyayat hati……

burung pagi berkicau dengan riang..
ditengah padang penuh ilalang…
sebuah bayang wajah kehidupan…
penuh canda yang tak pernah lekang…
biarkan kota terus mengerang…
asal hatimu tetap berdendang…
itulah kehidupan,semoga engkau terus tersenyum untuk yang akan datang…

mentari mulai mekar di ujung timur..
itu berarti semangat mulai menjamur…
untuk merangkai kisah hidup yang makmur…

kala ayam jantan mulai berkokok panjang…
mengiringi si betina bertelur diatas petarangan…
untuk apa hati gelisah nan bimbang…
disini masih ada zahra yang mau menghibur abang tersayang… (Jiahhhhhhh)..*az
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

Bulan
by : Imatuzzahra al Hurun’in

seiring bulan temaram,
kupandang penuh kebahagiaan,
walau engkau hanya datang sekali dalam sebulan
namun engkau cukup mengerti keindahan alam,
sinarmu yang temaram,
menambah sendu dalam dada yang terus bergoncang,
menunggumu untuk datang,
sebagai obat rindu pada yang diseberang.*az
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

Menjemput Maut
by : Imatuzzahra Al Hurun’in

Mentari siang menyengat
Sepi nan sunyi
sebuah tubuh tergolek,lemas
berpamitan untuk istirahat,sepi…

seorang renta mendekat
rupanya nafas tak berhembus lagi
Ya Tuhan…apa yg terjadi hari ini
Jumat yg sepi…seorang bunda telah pergi

engkau sudah mulai sehat
Namun akhirnya itu hanya penyemangat kami
perlahan setelah kami senang
dan dg tenang engkau tingggalkan rumah ini
untuk selamanya…..
dan kami hanya beridhul fitri sendiri tanpa kehadiranmu benar-benar terasa sepi…*az
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~**~

Ya ALLAH..
By :Imatuzzahra AL Hurun’in

YA Allah…
Engkau Maha tahu apa yg ada dlm selip hati…
Ya Allah…
Engkau Maha Tahu apa yg tersirat dalam pikiran ini…
Ya Allah…..
Engkau Maha Mengerti apa yg diinginkan hambamu…
Ya Allah…
Engkau Maha Mendengar detak dalam sukma…
Ya Allah …
Engkau Maha Tahu apa yang sedang kurasa

sunyi sepi dalam hati
syahdu rindu dalam qalbu
menari jadi satu
terhampar dalam naungan rasa
terhenyak diujung sana
bagai camar berdendang ria
bersuara mengharap kasih yang tak mungkin sirna…*az
~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~**~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~*~

Iklan

Proses Kehidupan dan dakwah Manusia

“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan),tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain)”(QS. Al Insyirah : 7)

Sebagian mufasir menafsirkan ayat ini : apabila engkau (Muhammad) telah selesai berdakwah maka beribadahlah kepada Allah;Apabila engkau telah selesai melaksanakan urusan dunia maka kerjakanlah urusan akhirat dan ada lagi yang mengatakan,”Apabila telah mengerjakan sholat maka berdo’alah)…”

Manusia diciptakan ke dunia mempunyai satu kewajiban yaitu beribadah kepada Allah. Seperti yang dikutip dalam firman Allah QS. Adz Dzariyat : 56 “Aku tidak menciptakan Jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaku”. Sehingga sudah jelas bahwa satu-satunya kewajiban manusia hanya beribadah kepada Allah. Meniatkan apa yang ia amalkan di dunia ini hanya untuk ibadah kepada Allah semata. Tidak untuk yang lain.

Beramal adalah melakukan sebuah kebajikan. Beramal tidak hanya melakukan ritual ibadah fardlu saja namun beramal ibadah disini adalah melakukan segala hal demi menegakkan kalimah Allah dimuka bumi. Semua yang dikerjakan itu harus bervisi pada satu tujuan yaitu berdakwah. Sehingga berdakwah adalah tugas wajib bagi setiap muslim yang mengaku beriman. Karena beriman itu adalah dinyatakan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan. Itu satu kesatuan yang dimana harus dikerjaan berbarengan tidak boleh hanya diyakini saja tanpa diucapkan dan tanpa di amalkan atau hanya diyakini dan diucapkan tanpa diamalkan atau hanya beramal dan diucapkan tapi tidak diyakini. Keimanan tidak boleh seperti itu. Sekali lagi keimanan adalah satu kesatuan yang harus dikerjakan dengan sempurna. Karena dari keimanan itulah seorang hamba diukur ketulusannya sebagai hamba Rabb semesta Alam.

Ketika seseorang mempunyai keimanan yang cukup kuat itu didukung oleh beberapa factor diantaranya dari ruhiyah seseorang. Ruhiyah ini sangat mempengaruhi kualitas seseorang. Manakala ia sedang mempunyai ruhiyah yang tinggi maka keimanannya pasti akan melejit dan mana kala dalam sebuah kefuturan maka keimanannya akan melemah secara sendirinya. Nah disinilah butuh sebuah amal untuk mempertahankan ruhiyah tersebut dan agar seorang hamba mampu memproduksi sebuah amal.

Ada beberapa hal agar bisa mempertahankan ruhiyah seseorang diantaranya adalah mengamalkan amalan sunnah yang diajarkan oleh RAsulullah SAW. Memperbanyak amalan sunnah. Memberi makan hati dengan asupan yag benar, yaitu mencari nasehat-nasehat yang benar melalui Al Qur’an dan Al hadits yang dibawa oleh kaum ulama. Memberi asupan fikiran dengan menambah tsaqofah (wawasan) seluas-luasnya yaitu dengan terus membaca dan membaca. Mencari tahu semua kebenaran yang dihamparkan Allah dimuka bumi ini. Yaitu dengan bertadabur alam dan bertadabur kalamNya. Setiap apa yang kita lihat dimuka bumi ini kita pelajari kenapa semua ini bisa terjadi…apa tujuan Allah menciptakan semua ini….terus bertanyalah, sehingga akan membuatmu terus berpikir. Semua mempunyai hikmah yang dalam untuk menambah sebuah keimanan. Karena ketahuilah bahwa disetiap ciptaan Allah itu ada ilmu yang terkandung di dalamnya sebagai tanda kebesaran Allah SWT.

Misalkan saja…lihatlah ketika pagi hari…banyak hal yang indah disana. Matahari terbit dari timur. Kita melihat hamparan langit ini tiada bertiang,dunia terasa terang benderang,angin berhembus, dan daun-daunpun bergoyang. Waww….. sungguh indah dan mengagumkan. Pernahkah kita berpikir bagaimana jika tidak ada matahari ? apakah akan ada siang dan malam ? bagaimana jika tidak ada angin apakah akan ada kehidupan ? bagaimana jika tak ada pohon siapakah yang menghasilkan oksigen untuk pernafasan ? pastilah jika ketiga itu tidak ada maka tak akan ada kehidupan didunia ini. Itu hanya tiga factor bukti kebesaran Allah dan masih buanyak lagi kebesaran-kebesaran lain yang terkadang kita lupa untuk memikirkannya.

Saudaraku…hidup kita hanya sekali hidup di dunia ini dan itu sangat pendek waktunya bila dibandingkan dengan kehidupan yang akan datang. Kehidupan yang serba cepat ini seharusnya menuntut kita untuk berbuat yang lebih banyak dan lebih baik. Tidak ada kamus malas dalam hidup kita. Karena ketahuilah bahwa kemalasan itu lebih dekat dengan kebiasaan syaithan.

Jangan pernah berhenti untuk beramal. Jadikanlah setiap anggota badan kita ini menorehkan amalnya masing-masing disetiap detak nafas kita. Kita diberi mata ya lihatlah hal-hal yang halal saja. Diberi tangan gunakan untuk yang halal saja. Diberi kaki ya gunakan untuk melangkah pada tujuan yang halal saja. Diberi perut (lambung) pakailah untuk menampung makanan yang halal saja. Diberi telinga gunakan untuk mendengar hal-hal yang halal saja. Begitu juga dengan anggota badan yang lain. Gunakan untuk melakukan yang halal saja. Karena yang halal itulah yang disebut amalan kebaikan yang akan mengantarkan kita pada FirdausNya.

Sebagai seorang muslim pastilah kita sudah faham apa makna halal disini. Segala sesuatu yang dilarang dan kita tdk mengerjakannya berarti kita telah meninggalkan yang haram dan melaksanakan yang halal. Sesuatu yang halal adalah sesuatu yang sesui dengan perintah Allah SWT. Misalkan mata untuk melihat yang halal. Ketika kita diperintahkan Allah untuk menundukkan pandangan ya kerjakanlah itu sudah merupakan amal. Jangan mata kita dipakai untuk plirak plirik pada hal-hal yang dilarang. Misalkan untuk memperhatikan lawan jenis. Berarti kita sudah melakkan dosa dan berhenti beramal. Untuk kita pakai melihat sesuatu yang berbau maksiyat,berbau nafsu itu berarti kita sudah berhenti beramal kebaikan.

Telinga, mari kita gunakanuntuk mendengarkan hal-hal yang membuat kita selalu berpositif thinking, bukan untuk mendengarkan hal-hal yang hanya menggugah nafsu kita. Seperti mendengarkan lagu misalnya. Mendengarkan lagu itu hukumnya mubah, namun bisa berubah jadi haram jika lagu tersebut berbau syahwat dan menggugah nafsu kita. Alangkah baiknya jika telinga kita selalu diperdengarkan dengan sebuah tilawah Al Quran untuk mengiringi setiap desah nafas kita. Sehingga manakala kita diambil oleh Allah yang berakhir dimulut kita ini bukan sebuah lagu syahwat namun memang benar-benar kalimat toyyibah.

Ada sebuah cerita di negeri arab. Ada seorang penjaga tol, dia adalah seorang polisi. Dia sudah sering melihat kejadian tabrakan atau kecelakaan semacamnya. Suatu hari ia menemukan seseorang yang naik mobil dan akhirnya dia tergelincir kemudian tubuhnya tergenjet oleh sebuah mobil lain yang menabraknya. Ketika ia menolong ia sangat miris. Tubuhnya sudah gepeng dan hampir hancur semua namun mulutnya tetep berceloteh dengan lagu-lagu. Sampai akhirnya dibawa ke rumah sakit dan menjemput ajalnya mulutnya tetep berceloteh dengan lagu yang dihafalnya. Naudzubillahi mindzalik. Dan ketika ditanyakan kepada saudaranya memang telinganya setiap hari setiap detik tidak lepas dari lagu-lagu yang ia sukai sehingga bawah sadarnyapunmenghafal lagu-lagu tersebut. Hingga ajal menjemputnya. Bukankah akhirnya suul khotimah…? Naudzubillahi mindzalik karena kalau sudah begitu siksa kubur siksa neraka sudah menunggu disana. Semoga kita bukan termasuk didalamnya…Amiin..

Jadikan Tilawah itu untuk bacaan wajib harian
Kemudian suatu hari ia melihat peristiwa yang sama. Namun orang yang tergenjet ini mengalunkan suara yang berbeda. dengan sisa-sisa nafasnya ia masih mampu melantunkan semua hafalan ayat-ayat Al Quran yang setiap hari ia dengarkan dari tipenya. Hingga akhirnya menjemput ajalnya dan yang keluar dari mulutnya adalah lantunan ayat Al Qur’an dan ia mengakhirinya dengan kalimat toyyibah. Hingga para dokter yang menanganinya miris dan terharu mendengarnya. Merinding bulu kuduknya. Mereka menyaksikan sebuah kedahsyatan sebuah fakta tentang apa yang ia dengar dan ia hafal sehingga mempengaruhi jiwa seseorang. Dan akhirnya ketika ditanya pada keluarganya orang ini memang tiada hari tanpa mendengar dan menghafal ayat-ayat AlQuran. Subhanallah….semoga kita masuk dalam golongan ini…yang akhirnya menemui ajalnya dengan khusnul khotimah. Aminnn….

Diberi kaki, gunakanlah untuk melangkah pada tujuan-tujuan yang baik. Ke tempat bekerja sebagai lahan ibadah, ke masjid sebagai tempat untuk medekatkan diri pada Allah. Ke kajian-kajian sehingga mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Bukan melarang untuk melangkahkan kaki ke mall atau ke pasar Atau ketempat wisata atau tempat hiburan lainnya. Namun manakala memang harus pergi kesitu lakukan sesuai porsinya jangan berbuat yang sia-sia. Karena kesia-siaan mendekati dosa. Kesia-siaan hanya akan menolak amal.

Diberi lambung. Masukin dengan makanan yang halal. Karena diperutlah kunci keberkahan makanan. makanan yang dicerna disitu ditakar menurut kehalalannya. Dan kualitas kehalalan itulah yang akan mempengaruhi ruhiyah seseorang. Karena darah berasal dari makanan. Dan darah adalah penyampai zat pertumbuhan untuk tubuh kita dan penyokong rangsang yang ada dalam semua sel dalam tubuh kita.
Mulut, gunakan untuk berbicara yang baik-baik saja yang dihalalkan oleh Islam. Saling menasehatilah dalam kesabaran dan taqwa.

Intinya jangan mudah puas dengan amal yang telah kita perbuat karena kita tidak tahu apakah amal yang telah kita perbuat itu akan diterima atau tidak oleh Allah SWT. Diterima tidaknya sebuah amal adalah bergantung pada kualitas keikhlasan yang kita punya. Karena hanya amalan yang ikhlas yang akan diterima oleh Allah SWT.

Jangan mudah puas dengan hasil dakwah yang telah kita peroleh karena tugas dakwah ini masih panjang dan sangat berat. Kita belum mengembalikan manusia untuk menghamba pada Allah semata. Kita belum mengembalikan kalimat Allah ini tertegak di muka bumi ini. Sehingga dakwah itu mempunyai marhalah (tingkatan) yang harus kita lalui. Semakin tinggi marhalahnya maka semakin berat juga tantangannnya. Dan itu butuh ruhiyah tinggi untuk menerjang badai thoghut yang terus mengguncang kebenaran.

Saudaraku…teruslah bethitung berapa amal yang telah kita kerjakan dalam setiap dentang waktu. Teruslah berpikir apakah yang terbaik yang harus kukerjakan saat ini dan yang akan datang. Jangan menunda-nunda karena hanya menambah beban saja. Segera selesaikan sekarang juga agar kita bisa berbuat yang lebih banyak lagi. Ini saja semoga bisa mengecas baterai yang telah lemah dalam diri kita. Kita berdoa bersama semoga kita dalam barisan orang sholih yang selalu istiqamah dengan amalan-amalan kebaikan. Ingatlah bahwa Allah menyukai orang yang beramal secara terus menerus (ISTIQAMAH) bukan menyukai seberaba besar jumlahnya. Ya lebih baiknya terus menerus dan jumlahnya banyak. Namun kita adalah manusia biasa yang Al imanu wayazid wayangkus “ keimanan yang kadang naik kadang turun” sehingga lebih baik yang biasa namun kita kerjakan terus menerus manakala tidak mampu mengerjakan yang lebih berat. Alangkah baiknya bisa mengerjakan semua amal yang diperintahkan Allah dan selalu istiqamah. Inilah sosok idaman Tuhan.Dhuha dipagi hari,Qiyamullail di malam hari,tilawah setiap hari, puasa senin dan kamis,berdakwah setiap hari dan mungkin masih banyak lagi yang harus kita kerjakan. Teruslah memperkokoh keimanan karena manusia hanya ditakar dari imannya untuk menuju kesholihan. semoga kita termasuk golongan hamba yang sholih yang dicintai Allah dan RasulNya. Dan bukan sosok pemalas dalam diri kita. Aminn…

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti Kami berikan kepadanya kehidupan yang lebih baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An Nahl : 97)*az

Ya’juj dan Ma’juj

Posted: 3 Februari 2010 in Syahsyiyah Islamiyah

Ya’ju dan ma’jud adalah makhluk kecil yang ukurannya kira2 satu jengkal dan bertelinga panjang. Semula makhluk ini pernah dikurung pada suatu tempat yang bertembok besar dan tinggi oleh Dzulqornain karena tingkah lakunya yang suka merusak. Pernah beberapa kali mencoba keluar dari tempat itu tapi yang lain menarik dari bawah sehingga tak berhasil, sampai pada akhir suatu hari, akhir dari bulan, akhir dari tahun dan akhir dari semuanya yakni hari kiamat.

“Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata, “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka”. Dzulkarnain berkata, “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka. Berilah Aku potongan-potongan besi”. Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain, “Tiuplah (api itu)”, hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata, “Berilah Aku tembaga (yang mendidih) agar aku tuangkan ke atas besi panas itu.” Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya. Dzulkarnain berkata, “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar” (Al-Kahfi: 93-98).

Makhluk ini ialah suatu golongan dari keturunan yajid bin nuh. Kelak makhluk ini akan keluar dengan menghancurkan tembok itu pada hari kiamat. Inilah tanda akan terjadi kiamat Qubra (kiamat sesungguhnya) akhir dari segalanya. Seperti yang tercantum dalam QS. Al Ambiya’ : 96-97 :

Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata):”Aduhai, celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim”

Dan Rasulullah telah memperingatkan akan hal ini dalam sabdanya :

Dari Zaenab binti Jahsy bahwa Nabi datang kepadanya dengan tergopoh-gopoh. Beliau bersabda, “La ilaha illallah, celaka orang-orang Arab dari keburukan yang telah dekat, pada hari ini benteng Yaâ’juj Maâ’juj dibuka seperti ini” Rasulullah melingkarkan ibu jarinya dengan jari telunjuknya. (Muttafaq alaihi, Mukhtashar Shahih al-Bukhari no. 1341, Mukhtashar Shahih Muslim no. 1987).

Lalu siapakah mereka itu?

Nama Yaâ’juj Maâ’juj, ada yang berkata, ia bukan nama Arab, ada yang berkata, ia adalah nama Arab, diambil dari ajijun nar yang berarti bergolaknya api, atau dari al-Ajj yang berarti air asin. Apapun begitulah nama mereka yang tercantum di dalam al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi. Mereka adalah sekelompok umat dari Bani Adam, jumlah mereka sangatlah besar.

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri dari Nabi saw bersabda, Allah Taala berfirman,

menjelaskan bahwa mereka berwajah lebar seperti tameng yang menonjol dengan rambut merah kecoklatan, mata sipit, datang dengan cepat dari tempat yang tinggi.

Di awal pembahasan penulis telah katakan bahwa Yaâ’juj Maâ’juj dikurung dengan baja oleh Dzulkarnain, mereka tidak akan keluar darinya sebelum janji Allah tiba, dan itu terjadi di akhir zaman sebagai tanda Kiamat yang sudah diambang pintu. Mereka keluar setelah Isa turun dan membunuh Dajjal. Keluarnya mereka dari kurungan memiliki cerita tersendiri yang disebutkan oleh Imam at-Tirmidzi dalam hadits no 3153 dan Ibnu Majah no. 4131 dari Abu Hurairah, dan dishahihkan oleh al-Albani di Silsilah Shahihah no. 1735. Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya Yaâ’juj dan Maâ’juj membongkarnya setiap hari, sampai ketika mereka hampir melihat cahaya matahari. Pemimpin mereka berkata, “Kita pulang, kita teruskan besokâ”. Lalu Allah mengembalikannya lebih kuat dari sebelumnya. Ketika masa mereka telah tiba dan Allah ingin mengeluarkan mereka kepada manusia, mereka menggali, ketika mereka hampir melihat cahaya matahari, pemimpin mereka berkata, “Kita pulang, kita teruskan besok insya Allah Taalaâ”. Mereka mengucapkan insya Allah. Mereka kembali ke tempat mereka menggali, mereka mendapatkan galian seperti kemarin. Akhirnya mereka berhasil menggali dan keluar kepada manusia. Mereka meminum air sampai kering dan orang-orang berlindung di benteng mereka. Lalu mereka melemparkan panah-panah mereka ke langit dan ia kembali dengan berlumuran darah. Mereka berkata, “Kita telah mengalahkan penduduk bumi dan mengungguli penghuni langit.”

Pembicaraan tentang Yaâ’juj Maâ’juj ini penulis tutup dengan sebuah hadits an-Nawas bin Samâ’an di Shahih Muslim (Mukhtashar Shahih Muslim no. 2048). Dari hadits ini kita mengetahui banyak hal tentangnya.

Rasulullah bersabda, “Ketika Isa dalam kondisi demikian, Allah mewahyukan kepada Isa bin Maryam, “Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hambaKu, tak seorang pun mampu memerangi mereka, maka bawalah hamba-hamba-Ku berlindung di At-Thurâ”. Lalu Allah mengeluarkan Yaâ’juj dan Maâ’juj, dan mereka mengalir dari segala penjuru. Rombongan pertama melewati danau Thabariyah dan meminum airnya. Rombongan terakhir menyusul sementara air danau telah mengering, mereka berkata, “Sepertinya dulu di sini pernah ada airâ”. Nabi Isa AS dan teman-temannya dikepung sehingga kepala sapi bagi mereka lebih berharga daripada 100 dinar, lalu Nabi Isa AS dan kawan-kawan berdoa kepada Allah. Lalu Allah mengirim ulat di leher mereka, maka mereka mati bergelimpangan seperti matinya jiwa yang satu. Kemudian Allah menurunkan Nabi Isa dan kawan-kawannya ke bumi, maka tidak ada sejengkal tempat pun di bumi kecuali dipenuhi oleh bau busuk mereka. Lalu Nabiyullah Isa AS dan teman-temannya berdoa kepada Allah, kemudian Allah menurunkan hujan deras yang mengguyur seluruh rumah, baik yang terbuat dari tanah atau kulit binatang. Hujan itu membasuh bumi sehingga ia seperti cermin yang berkilauan.”

Dajjal disebutkan berulang-ulang dalam Hadits, sedangkan Ya’juj wa-Ma’juj bukan saja disebutkan dalam Hadits, melainkan pula dalam Al-Qur’an. Dan kemunculannya yang kedua kalinya ini dihubungkan dengan turunnya Al-Masih.

Kata Dajjal berasal dari kata dajala, artinya, menutupi (sesuatu). Kamus Lisanul-‘Arab mengemukakan beberapa pendapat mengapa disebut Dajjal. Menurut suatu pendapat, ia disebut Dajjal karena ia adalah pembohong yang menutupi kebenaran dengan kepalsuan. Pendapat lainnya mengatakan, karena ia menutupi bumi dengan bilangannya yang besar. Pendapat ketiga mengatakan, karena ia menutupi manusia dengan kekafiran. Keempat, karena ia tersebar dan menutupi seluruh muka bumi.

Pendapat lain mengatakan, bahwa Dajjal itu bangsa yang menyebarkan barang dagangannya ke seluruh dunia, artinya, menutupi dunia dengan barang dagangannya. Ada juga pendapat yang mengatakan, bahwa ia dijuluki Dajjal karena mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan hatinya, artinya, ia menutupi maksud yang sebenarnya dengan kata-kata palsu.

Kata Ya’juj dan Ma juj berasal dari kata ajja atau ajij dalam wazan Yaf’ul; kata ajij artinya nyala api. Tetapi kata ajja berarti pula asra’a, maknanya berjalan cepat. Itulah makna yang tertera dalam kamus Lisanul-‘Arab. Ya’juj wa-Ma’juj dapat pula diibaratkan sebagai api menyala dan air bergelombang, karena hebatnya gerakan.

Mongolia Tempat Ya’juj dan Ma’juj

Sebenarnya para ulama berbeda pendapat dengan tempat asal Ya’juj dan Ma’juj dan di negeri mana tempat mereka pertamakali muncul. Tetapi para ulama yang telah meneliti secara detail menemukan bahwa tempat Ya’juj dan Ma’juj ini berasal dari satu tempat di Timur laut wilayah Mongolia. Penduduknya beretnis Mongol dengan kehidupan nomad. Yang pasti, menurut para peneliti kata “Mongolia” dan “Mongol” sendiri terkait erat dengan kata “Ma’juj”, bahkan berhubungan langsung. Terkadang, kata Ya’juj dan Ma’juj juga dipakai dengan sebutan “Mongol” dan “Tartar”.

Tujuh Kebangkitan Ya’juj dan Ma’juj Sepanjang Sejarah.

Untuk kesekian kalinya DR. Shalah Abdul Fatah Al Khalidi menegaskan bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah mereka yang mendiami wilayah Mongolia. Mereka juga termasuk daerah Turkistan, Russia dan China. Tetapi yang menjadi pertanyaan penting, apakah Ya’juj dan Ma’juj tidak pernah keluar kecuali nanti saat menjelang Kiamat?

Para ilmuwan yang meneliti mengatakan bahwa Ya’juj dan Ma’juj telah bangkit dan keluar berkali-kali. Kebangkitan terakhir adalah ketika menjelang Kiamat, sebagaimana disebutkan juga dalam beberapa hadist Shahih. Para ilmuwan sejarah menyebutkan bahwa mereka terhitung sudah Tujuh kali keluar dari persembunyiannya.

Pertama, zaman prasejarah Mongol, atau sekitar tahun 5000 S.M. Ketika itu mereka sanggup merubah dan menghancurkan peradaban China kuno, lewat serangan mereka dengan melewati gurun Ghabi.

Kedua, awal dimulainya sejarah, atau sekitar tahun 1500 S.M – 1000 S.M, gelombang kedatangan mereka sebagian muncul dari Timur laut. Mereka berniat menempati sebagian wilayah China, Asia Tengah, daerah Mongolia dan Turkistan. Akan tetapi ekspansi mereka ke daerah-daerah itu dengan perdamaian bukan dengan penyerangan. Mereka hidup di sana dengan bekerja sebagai petani.

Ketiga, kemunculan Ya’juj dan Ma’juj kali ini di akhir tahun 1000 S.M. Dimana mereka menguasai wilayah pesisir laut Qazween, laut Hitam, utara Kaukasus, aliran sungai Danube dan Puljaa. Pada kebangkitannya yang ketiga ini, sejarah mencatat mereka telah melewati lorong sempit “Deriyal” di celah pegunungan Kaukasus untuk menyerang peradaban Nenoy, pada akhir tahun 700 S.M. Penyerangan mereka kepada Nenoy memberi pengaruh langsung pada jatuhnya peradaban Asyuria. Hal ini juga dibenarkan oleh Herodotus, bapak sejarah Yunani.

Keempat, di akhir tahun 500 S.M, Ya’juj dan Ma’juj bergerak untuk menguasai daerah-daerah Asia Barat, dengan melalui lorong sempit Deriyal di celah pegunungan Kaukasus. Saat itulah Dzulqarnain atas permintaan penduduk di sana mendirikan benteng menutupi lorong sempit itu. Dengan adanya benteng itu, penyerangan mereka terhalang dan batal menguasai negeri-negeri yang sudah mereka rencanakan. Negeri-negeri itu pun aman sampai beberapa waktu.

Kelima, akhir tahun 300 S.M, waktu itu kabilah Ya’juj dan Ma’juj mengarahkan ekspansinya ke wilayah Timur. Lalu tak lama kemudian mereka menyerang kekaisaran China. Para sejarawah China menyebut kabilah Ya’juj dan Ma’juj ini dengan sebutan “Hyung Hu”. Pada zaman itu kekaisaran China dipimpin oleh Kaisar Qin Shi Huang atau nama gelarnya “Shih Huang Ti” yang maknanya “Kaisar pertama”. Di era pemerintahannya ia berhasil membangun tembok agung China (The Great Wall). Pembangunan tembok ini dimulai dari tahun 264 SM. dan selesai dalam jangka waktu sepuluh tahun. Tembok inilah yang merupakan benteng dari serangan Ya’juj dan Ma’juj.

Keenam, kebangkitan Ya’juj dan Ma’juj kali ini pada abad keempat Masehi. Ketika mereka melakukan ekspansi ke Eropa, dengan dipimpin oleh panglima perangnya bernama “Attila”. Ekspansi dan penyerangan tergolong sukses, mereka menaklukkan kerajaan Romawi lalu menguasai ibukotanya Roma, yang kemudian kota ini mereka hancurkan. Mereka pun menguasai kerajaan Romawi sampai beberapa abad kemudian.

Ketujuh, pada abad ke 12 Masehi atau abad ke 7 Hijriyah dibawah kepemimpinan Jenkis khan, mereka menyerang kerajaan-kerajaan Islam sebelah Barat, kemudian berkuasa dan menghancurkannya. Dan cucu Genghis Khan bernama “Hulago” berhasil memasuki Bagdad yang merupakan ibukota pada zaman Khilafah Abbasiyyah dan menghancurkannya pada tahun 656 Hijriyah.

Genghis Khan dan Hulago Pemimpin Ya’juj dan Ma’juj

Sebagian sejarawan dan ahli tafsir berpendapat bahwa Mongol dan Tartar merekalah Ya’juj dan Ma’juj. Mereka yang disebutkan di atas telah bangkit dan melakukan ekspansi tujuh kali sepanjang sejarahnya. Dan keluarnya Genghis Khan serta Hulago pada kebangkitan ketujuh Ya’juj dan Ma’juj, menurut para ilmuwan merupakan pendapat yang boleh-boleh saja. Bukan pendapat yang mesti ditolak dan bukan pendapat yang aneh.

Karena ekspansi Mongol atau Tartar selalu dalam jumlah yang besar dan menakutkan. Sementara itu bukti-bukti menyatakan bahwa serangan Mongol dan Tartar pada negeri-negeri Islam sangat besar dan merusak. Jejak penghancurannya terdapat bukti-bukti yang kuat.
Jatuhnya Bagdad dan Terbunuhnya Khalifah

Genghis Khan wafat pada tahun 624 Hijriyah. Namun peperangan antara umat Islam melawan bangsa Mongol dan Tartar tetap berlanjut. Sampailah kemudian kepemimpinan Mongol ditangan cucu Genghis Khan, yaitu Hulago. Hulago pun tak kalah bencinya kepada Islam dan berniat terus memeranginya. Ia telah menyiapkan pasukan berjumlah 200 ribu orang untuk menyerang Bagdad.

Mereka menduduki Bagdad dengan mudah pada akhir bulan Muharram tahun 656 Hijriyah. Saat itu pasukan Islam berjumlah kurang dari sepuluh ribu orang. Dengan jumlah sedikit itu menjadikan pasukan Islam mudah dikalahkan. Ditambah lagi pengkhianatan dari para pejabat khalifah, sehingga pasukan Mongol mudah menguasai Bagdad. Di kota Bagdad Hulago menumpahkan kebenciannya pada Islam, ia memerintahkan untuk membunuh seluruh penduduk Bagdad. Tak terkecuali khalifah yang berkuasa saat itu Al Mu’tashim Billah, yang merupakan khalifah terakhir Dinasti Abbasiyyah. Beberapa sejarawan berbeda pendapat tentang jumlah umat Islam yang terbunuh di Bagdad. Sebagian mengatakan 800.000 ribu orang, 1.800.000 ribu orang dan bahkan ada yang mengatakan 2 juta orang terbunuh di Bagdad. Wajar jika yang meninggal dalam jumlah sangat besar, karena pedang-pedang prajurit Hulago tidak berhenti selama 40 hari menebas leher orang-orang Islam, hingga diberitakan saat itu Bagdad banjir darah!

Perang ‘Ain Jalut Serta Kalahkannya Ya’juj dan Ma’juj

Pasukan Mongol di bawah pimpinan Hulago merubah arah ekspansinya dari Bagdad menuju Syiria. Dengan didukung kekuatan yang lengkap mereka dengan mudah menaklukkan wilayah Haleb dan membunuh penduduknya.

Di Timur jauh wilayah Mongolia, terjadi perpecahan antara para pejabat dan panglima perang Mongol dalam masalah kekuasaan. Oleh karena itulah Hulago panglima besar Mongol kembali ke negerinya untuk melihat langsung pertikaian itu. Ia menyerahkan tapuk kepemimpinan di wilayah Syiria kepada “Kitbuqa”. Pasukan Islam saat itu dipimpin oleh Al Mudzaffar Saifuddin Qutuz dan Dzahir Pepris. Dua pasukan itu bertemu di suatu tempat yang dikenal dengan ‘Ain Jalut. Perang itu sendiri pecah pada hari Jum’at, 25 Ramadhan tahun 658 H, dua tahun setelah Hulago membumihanguskan Bagdad. Pada perang di ‘Ain Jalut ini pasukan Islam memperoleh kemenangan dan berhasil menghancurkan tentara Mongol. Bahkan pangeran Jamaluddin Aqusyi mampu menerobos kejantung pertahanan musuh dan membunuh panglima perang Mongol Kitbuqa.

Kekalahan di ‘Ain Jalut merupakan kekalahan pertama Mongol. Ini merupakan akhir kisah dari kebangkitan ketujuh kaum yang disebut Ya’juj dan Ma’juj itu. Setelah kekalahan ini tentara Mongol kembali ke negerinya, mereka mendirikan kerajaan-kerajaan di wilayah India, Khurasan, Turkistan dan lainnya.

Kebangkitan Terakhir Ya’juj dan Ma’juj

Para peneliti kembali menyimpulkan bahwa Ya’juj dan Ma’juj mereka adalah orang-orang yang berkulit kuning. Mendiami wilayah China, Korea, Tibet, Mongolia, Rusia, Turkistan dan lainnya. Lalu apa hubungan mereka dengan kebangkitan Ya’juj dan Ma’juj menjelang hari Kiamat?
China disinyalir merupakan bahaya yang dahsyat bagi Eropa, Amerika, Arab dan lainnya. Sedikit informasi ekonomi Mesir hari ini mulai dikuasai oleh bangsa pendatang (China). Bahaya di masa depan utamanya adalah terkait dengan jumlah penduduknya. Penduduk China merupakan seperempat jumlah penduduk bumi. Jumlah itu terus bertambah dengan cepat. Memang belum jelas apa yang akan terjadi di masa depan, dengan terus bertambahnya jumlah penduduk bukan tidak mungkin mereka melakukan ekspansi besar-besaran. Ekspansi itu mungkin dengan cara damai atau bahkan dengan pendudukan secara paksa. Akan tetapi sumber sejarah membenarkan keadaan ini, dan mewanti-wanti akan bahaya China di masa depan. Seorang Kaisar Jerman pernah berkata, “akan celaka Eropa dari China!”

Keberadaan Rusia juga tidak bisa dikesampingkan, mungkin saja mantan negara adidaya itu bangkit kembali dan berkuasa. Karena sejarah dan sunatullah mencatat ada pengulangan dari setiap kejayaan.

Sebagian ilmuwan berpendapat bahwa Ya’juj dan Ma’juj bukan ditujukan kepada kelompok atau etnis tertentu, tetapi lebih menekankan kepada sifat secara umum bagi semua kelompok, etnis dan bangsa yang suka membuat kerusakan dan membunuh manusia. Tetapi pendapat ini dibantah, karena bukti-bukti sejarah dan dalil-dalil agama menunjuk kepada kelompok tertentu (baca: pengkhususan).

Kebangkitan Ya’juj dan Ma’juj menjelang hari Kiamat merupakan suatu kepastian. Mereka akan bangkit dari sebelah Timur dalam jumlah yang sangat besar, mereka menghabiskan ’sumber-sumber air’ di negeri-negeri yang mereka lewati. Bahkan saking rakusnya, sebagian kelompok Yajuj dan Ma’juj yang terakhir tidak mendapatkan air itu. Ini semua tidak akan terjadi kecuali menjelang hari Kiamat. Wallahu ‘alam [Abu Nahidh]

artikel ini dicopy dari http://dzulqarnaindanyajujmajuj.blogspot.com/2008/03/apa-dan-siapa-yajuj-majuj-dari-awal.html