Arsip untuk Desember, 2009

Kafir adalah sebuah istilah dalam Islam yang digunakan untuk menyebut manusia yang tidak mau beriman (mengakui rukun Iman). Lalu ada sebuah artikel yang pernah saya baca, jika seseorang masuk Islam namun tidak beriman bisakah disebut kafir seperti saya seorang muslim namun belum beriman secara menyeluruh. Itu sebuah kalimat yang ditulis oleh Herry dalam situs suluh. Saya hanya mengelus dada. Betapa dangkal pemahaman tentang Islam, jika seseorang membaca artikel dan pemahaman tentang dien ini hanya setengah-setengah pastilah ia akan bilang betul dan betul dengan berbagai jabaran kafir yang ngawur.

Ketika seseorang disebut muslim adalah ketika ia telah mengucapkan dua kalimah syahadah. Adapun fungsi syahadah adalah sebagai pintu gerbang masuk Islam, inti pengajaran Islam, furqon (pembeda antara muslim dan kafir), mempunyai banyak keutamaan, sebagai ikrar (penyerahan secara totalitas kepada Allah). Dari sini saja sudah bisa diambil garis tentang apa itu kafir. Ketika seseorang tidak mau mengucapkan dua kalimah syahadah maka dia disebut kafir-yahudi, nasrani, Kristen, protestan, hindu, budha, konghucu dan faham-faham lain yang mengingkari pada ketuhanan terhadap Allah SWT.

Sedangkan syahadah sendiri mempunyai syarat-syarat untuk memenuhi arti dari syahadah itu. Syarat tersebut diantaranya 1) Memahami Syahadah (QS.47:19) >> memahami disini seorang muslim harus benar-benar tahu bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah, sehingga jika ia sudah mengucapkan syahadah namun masih menyembah atau mengimani Tuhan yang lain maka syahadahnya batal. 2)Membenarkan yang Haq (tidak ragu) QS. Al Hujurat : 15 >> orang mukmin adalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya, kemudian tidak ragu-ragu (tidak ada keraguan). Berjihad/berjuang dengan hartanya dan jiwanya di jalan Allah mereka itulah orang-orang yang benar. 3)Ikhlas QS. Al Bayyinah : 5

Kembali kemakna istilah kafir, dalam Al Qur’an pun cukup jelas diterangkan tentang makna kafir ini diantaranya dalam QS. 5 : 17 >> Allah mendefinisikan kafir seseorang jika : seseorang itu menyamakan Allah dengan Al Masih putra Maryam . QS. 5 : 72 >> Kafir bila mengatakan Allah yang tiga (Bapak, anak, roh khudus). QS. 18 : 100-101 >> Kafir itu adalah orang yang mata hatinya dalam keadaan tertutup (tidak mampu) dari memperhatikan tanda-tanda (kebesaran) Allah dan mereka tidak sanggup mendengar dan balasannya adalah jahannam. Maksudnya bila seseorang benar-benar menutup hatinya tentang kebenaran Islam, ia tidak sensitive terhadap tanda-tanda yang ada di muka bumi ini, dan parahnya tidak mau mendengar nasehat. Jika ketiga-tiga cirri ini melekat dalam diri seseorang maka dialah yang disebut kafir (dan bias digolongkan pada kaffir dzimmi karena sampai kapanmun mereka ini akan membenci islam dan memusuhi islam). Kafir kategori ini didukung pada QS. 22 : 46, 2: 6-7, QS. 64 : 11, QS. 3 : 119, 3 : 113-114, QS. 2 : 62, dan sebagai penutupnya QS. 3 : 85 >> barang siapa mencari agama selain Islam dia tidak akan diterima, dan dia kherat ia termasuk orang yang merugi.

Arti di Al Qur’an itu cukup jelas siapa yang dinamakan kafir. Siapapun orangnya jika tidak mau mengucapkan 2 kalimah syahadah adalah kafir. Barang siapa yang tidak mau mengakui Allah sebagai Tuhannya dan Muhammad sebagai utusannya adalah kafir. Jadi tidak usah diutak utik lagi, tidak usah diplintir-plintir lagi dengan makna yang kabur-misalnya jangan menjustice seorang yang mau belajar Al Qur’an tapi tidak mau masuk Islam, mereka ini tidak boleh disebut kafir. Itulah pendapat aneh yang sudah merebak dalam pikiran orang JIL dan sebangsanya (sebangsa tentang pemahamannya). Itu sudah jelas artinya. Lalu jika orang muslim tapi tidak beriman apa disebutnya ? Dia adalah seorang musyrik dan munafik.

Dalam Islam kelompok kafir ada 3 golongan : 1) Golongan yang berdamai dan membuat perjanjian, 2)Golongan yang berperang-termasuk orang munafik wajib untuk diperangi, karena sangat berbahaya dalam menghancurkan fikrah dan keberadaan Islam. Walau bukan kafir tapi ia wajib untuk dimusuhi, 3)Golongan yang dilindungi (ahluz-zimmah)-termasuk ahlul kitab, dan ahlul kitab yang mau beriman. Dan ketika kita melihat di sekeliling kita siapakah yang disebut kafir adalah seseorang yang di luar Islam. Lalu mereka masuk dalam kategori manakah dari golongan kafir tersebut ? kita harus memahaminya. Karena Islam mengajarkan rahmat untuk seluruh alam. Sebisa mungkin harus menghindari peperangan walau ada perintah jihad disana. Diperbolehkan menganggakat pedang jika Islam diserang dan jika Islam dihianati dalam perjanjian tersebut dan Islam melindungi ahluz-zimmah. Untuk itu dalam bermasyarakat kita harus mengetahui non islam (kafir) itu dalam golongan mana sehingga kita tidak terbentur friksi dengan mereka.

Kemudian masalah Non Islam dan Kafir. Kalaulah mereka yang diluar Islam itu kafir kenapa kita tidak berani menyebut mereka kafir, kenapa ada istilah non islam. Sebenarnya ini adalah masalah interaksi social saja tidak menghilangkan pesan khusus tentang makna kafir yang sebenarnya. Adab dalam pergaulan saja. Ada sebuah kesan dalam interaksi sosial ketika menggunakan istilah kafir itu terkesan pedas di telinga dan sakit dirasakan dalam hati. Untuk menghormati mereka yang membuat perjanjian dan ahluz-zimmah maka istilah non Islam ini muncul demi menjaga hubungan baik dengan mereka. Sedangkan kata kafir dalam masyarakat tetap dipergunakan bagi mereka yang kafir harbi. Dan ini sepertinya bukan masalah yang prinsipil tentang istilah ini. Jadi tidak usah diributkan.

Ketika seseorang lebih dihormati maka biasanya ia lebih mudah untuk menerima kebenaran asal satu hal mata hatinya tidak ditutup oleh Allah SWT. Bila sudah ditutup oleh Allah kita menjalin hubungan baik dengan merekapun mereka tetap akan melawan dan menghancurkan umat Islam. Jadi tidak ada salahnya langsung saja sebut kafir.

Karena ada kewajiban kita untuk mendakwahi kafir yang membuat perjanjian dan kafir ahluz-zimmi. Untuk kepentingan dakwah alangkah baiknya kita menjaga setiap omongan yang keluar dari mulut kita. Yang prinsipil itu adalah seberapa kita faham makna syahadah sehingga kita bisa tahu seseorang itu termasuk kafir atau tidak. Ingin lebih fahim lagi baca maroji dibawah.*az

Maraoji’ : Al Qur’anul Karim, Ma’alim Fit Thoriq Sayyid Qutb, Allah Jalla Jallaluh Said Hawwa, Materi Kajian Tauhid Ahlussunnah Waljamaah, Makna Syahadah dari materi tarbiyah dzatiyah

I Love You Mom

Posted: 21 Desember 2009 in Diary

Ibu…………

Ibuku oh ibu
Betapa ikhlas kau menyayangiku
Jiwamu tulus memeliharaku
Tiada mengharap balasanku

Ya Allah Tuhanku
Bukakanlah pintu ampunanmu
Curahilah dia dengan rahmatmu
Yang merawatku sejak kecilku

Oh ibu kini kujauh darimu
Ingin kuluruh kepangkuanmu
Rengkuhlah aku dengan do’a malammu
Semoga yang membimbing langkahku

Oh ibu kini air mataku berderai rindu belai kasih sayangmu
Dengan ketulusan hati yang dalam
Maafkanlah anakmu ini…..

Tanggak 22 Desember orang menyebutnya hari ibu. Dan malam ini telah menginjakkan waktu di tanggal ini. Malam kian larut…dingin sangat menyengat kulit. Setes air mata mengalir. Sudah 5 tahun seorang ibu meninggalkanku untuk selamanya. Dan satu hal yang dipesankannya, cepatlah menikah agar engkau ada yang mengurus dan melindungi ketika ibu tiada, dan berbuat baiklah pada kakak-kakakmu.

Hmm………sungguh mengena pesan itu. Sebuah pesan yang sangat asing bagiku. Waktu itu mungkin aku orang yang paling cuek sedunia mengenai sosok laki-laki di hatiku. Namun pesan ibu sungguh aneh, sinyal darimana aku bias cepat menikah. Kenal laki-laki saja bisa dihitung jari. Bahkan sangat malas aku bergaul dengan mereka. Mungkin karena aku sudah didoktrin tentang bagaimana pergaulan laki-laki dan perempuan dalam Islam sehingga aku sangat menjauh dengan makhluk namanya laki-laki agar aku tak tertular virus hati.

Entah kenapa selepas ibu berpesan begitu kehidupanku jadi lain. Tiba-tiba aku sering dikhitbah oleh orang. Aku benar-benar tidak nyaman. Kelimpungan alang kepalang. Apa yang harus kujawab. Langsung menolakkah…rasanya tidak etis, namun bila digantungkan ntar dipikir aku mempermainkan orang. Jika dijawab iya….wah gubrakk, tahu apa aku tentang rumah tangga dan pernikahan. Walau orang sering menyebutku dewasa namun aku merasa masih seperti anak ingusan kemaren sore yang baru mengenal dunia.

Waktu terus berjalan. Ibuku selalu menanyakan sudah atau belum aku menemukan calonku. Dan aku hanya menjawab lemas, “belum”. Kemudian dilanjutnya dengan protesnya, “Yang kemarin sering telepon itu apa bukan pacarmu?”. Gubrak..! pacar ? bukannya dalam Islam tidak ada istilah pacar. Wah ibuku ini memang tidak bisa membedakan. Setiap laki-laki yang berhubungan denganku dikira calonku. Padahal mereka adalah partner dakwah di sekolah atau dikampus. Aku terus memutar otak, siapa yang bisa kuajak diskusi. Akhirnya aku pergi kesebuah warnet. Disebuah webchat aku berdiskusi hebat dengan orang-orang yang sama sekali tak kukenal. Hingga akhirnya ada seorang laki-laki yang berkirim pesan lewat email.
Entah sudah ditakdirkan mungkin aku begitu welcome menerima laki-laki itu. Padahal sekalipun aku belum pernah jumpa. Tiba-tiba aku ditanya, “Yang anti maksud ta’aruf disini apa ta’aruf biasa atau ta’aruf khusus”. Gubrak…emang dalam Islam ada defenisi ta’aruf yang seperti itu. Dalam keadaan puyeng akhirnya aku menyerahkan semua definisi yang ia kehendaki. Dan diakhir pembicaraan dalam chatting dibilang, “Ini ta’aruf khusus (dalam artian perkenalan untuk pernikahan). Orang gila pikirku. Tahu, kenal kagak main tembak saja.

Tak lama dia bilang mau kerumah mengkhitbahku. Jurus nekat ke berapalah ini… mending klo tetangga tahu setiap harinya. Nih baru kenal pula dengan tempat tinggalnya yang jauuuuuuuuhhhhhhh nun disana di ujung pulau barat Jawa alias Jakarta. Hmm…jempolan juga nih laki-laki… berani juga dia… hiks…hiks… akhirnya mau tak mau kukabarkan pada orang tuaku. Betapa senangnya hati ibuku. Padahal sekalipun ibu belum melihat tampangnya,namun ia sangat yakin bahwa ia adalah jodoh yang dikirimkan Allah padaku. Ketika dia sampai dirumah ibukupun langsung jatuh cinta dan aku hanya melongo tak mengerti apa yang akan kukatakan padanya. Bagaimana bisa aku hidup dengan orang yang sama sekali aku tak mengenalinya. Sepertinya berbaris-baris kalimat dalam diskusi itu tak bisa deh jadi cerminan tentang laki-laki ini.

Beberapa bulan setelah kedatangan laki-laki ini ibu selalu mendesak ingin segera menikahkanku. Padahal belum ada secara resmi orang tua laki-laki ini untuk datang ke orang tuaku. Pikiranku tambah ancur tidak tahu apa yang harus kuperbuat. Sudah kusampaikan pada keluarga laki-laki ini agar cepat datang kerumah. Dan aku sangat menghormati keputusannya karena masih menyiapkan segalanya. Hingga akhirnya ibu tiba-tiba sakit struk.

Waktu itu aku sangat takut bila permasalahan nikahku itu menjadi sebab dari struknya ibu. Namun akhirnya kutahu bahwa bukan itu penyebabnya. Ketika ibu mulai membaik dia mulai cerita semuanya bahwa memang ada masalah keluarga dan sebelum sakit ibu sempet kena omongan pedas dari salah satu anaknya. Satu bulan kemudian ibu mulai membaik, namun memperlihatkan tanda yang aneh. Sifatnya berubah total menjadi sangat baik. Yang awalnya gampang sakit hati menjadi sangat mudah memaafkan, awalnya sedikit “pelit” menjadi sedekah terus. Silaturahim yang pernah putus disambungnya. Yang awalnya jarang jamaah ke musholla akhirnya rajin di hampir lima waktunya.

Memang aneh namun aku merasa senang, mungkin ibu sudah intropeksi diri dan bertaubat. Hanya itu yang terpikir dalam otakku. Hingga akhirnya aku pulang dari kuliah untuk membantu acara buka bersama. Sungguh aneh, ibuku tak seperti ibu yang kukenal. Pandanganya kosong,seprti tak ada nyawa yang mengendalikannya. Tingkah lakunya aneh. Tiba-tiba memelukku erat dan tak mau melepaskannya. Aku tidur selalu dielus-elusnya dan ditungguinya. Hingga esoknya aku kembali kuliah dan diantarkannya dari depan rumah, ia meneteskan air mata….sebenarnya aku sangat sedih namun bagaimana. Aku hanya berpesan insyallah aku cepat pulang, deket lebaran bu. Begitu juga saudara yang lain. Ibu merasa berat ditinggal anak-anaknya. Dia hanya bilang, “Jangan lama-lama pulang, nanti tidak ketemu ibu”. Kami hanya diam. Mengganggapnya wajar seorang ibu ingin terus ditemani anaknya.

Kemudian apa yang terjadi, benarlah yang dibilang ibu, dua hari kemudian ibu meninggal dengan keadaan rumah yang sepi. Hanya bapak dan kakak iparku. Ibu hanya bilang perutnya sakit dan kemudian oleh bapak disuruh istirahat. Dan bapak mandi karena akan pergi sholat jum’at. Innalillahi Wainna ilaihi rajiunn. Ketika nafas mulai pelan bapakpun hanya bisa menuntun dengan kalimah toyyibah. Dan ibupun menghembuskan nafas terakhir dengan mudahnya. Subhanallah, dihari jum’at yang cerah. Tak panas dan tak hujan namun cerah dan pas di bulan Ramadhon sepuluh hari terakhir. Semoga itu pas hari yang malamnya turun lailatul qadr. Semoga Khusnul Khotimah. Amiiiiiinnn.
Aku hanya bias menitikkan air mata, tak sanggup berkata apa-apa. Jadi apa yang kulihat dan yang kufirasatkan itu benar adanya atas semua keanehan yang muncul didepan mata. Mungkin hanya aku yang merasa, karena semua kakak-kakakku tak ada yang menyangka. Namun sebenarnya aku sudah sejak awal ibu sakit aku sudah mulai mempasrahkan diri ketika harus berpisah selamanya dengan seorang ibu yang sangat kucinta. Dan diperkuat dengan cerita seorang teman bahwa neneknya dia mengawali peristiwa-peristiwa aneh yang seperti ibu alami (merasa melihat makhluk-makhluk aneh dan selalu diajak oleh makhluk-makhluk itu). Nenek temanku juga hanya selama 1,5 bulan saja sehat dan akhirnya menemui Allah untuk selamanya. Dan tidak tahunya kejadiannya sama persis dan sakitnya pun sama persis seperti yang dialami ibu.

Ya Allah ya Tuhan… semua ini milikmu dan hanya kepadaMu semua akan kembali. Siapa yang sabar maka dialah yang mendapat rahmatNya . Ketika engkau menunjukkan jalan kepadaku tentang masa depanku, ibu pun langsung setuju. Sepertinya ibu jauh-jauh hari sudah merasa bahwa dia akan lebih cepat untuk meninggalkanku. Mangkanya ia selalu bertanya kapan aku menikah. Dan Allah mengabulkan do’anya, dengan menetapkan takdirku pas sesuai dengan keinginan ibuku. Sungguh Allah MahaTahu. Dan kini akhirnya aku menikah dengan laki-laki yang memang tak kukenal itu, dia adalah pilihan ibuku yang diberikan Allah kepadaku. Ibu selalu berdo’a kepadaku,”semoga engkau jadi orang sukses. Jika engkau pinjam sepeda motor saja tidak boleh, semoga engkau nanti mendapat suami yang sarjana,kaya dan kamu naik mobil kemana-mana. Hidupmu lebih mulia dari mereka”. Subhanallah do’a itu makbul. Dan betapa senangnya jika ibu melihat semua ini. Aku mendapatkan semua yang dido’akan ibu untukku. Dan subhanallah dia memang menjagaku seperti keinginan ibu. Terimakasih ibu……… atas semua kasih sayangmu,perhatianmu,pengorbananmu dan do’amu. Sekarang aku baru tahu bahwa menjadi ibu itu sungguh luar biasa, semua harus bisa dikerjakannya. Dan tidak tahunya menjadi ibu tidak semudah yang dilihat, dibaca dibuku bacaan, di teori yang beragam. Begitu subhanallah ketika menjalankannya, pengorbanan dan giat belajar harus terus mengiringinya. Dan satu hal yang paling luar bisa beratnya sabar dan ikhlas membutuhkan perjuangan jiwa dan raga. Namun aku baru tahu bahwa itulah yang membuatmu mulia ibu…… dan semoga aku bisa meraihnya menjadi istri yang sholehah bagi suamiku, ibu yang baik bagi anak-anakku. Amiin……

Dingin pagi sepertinya telah mendekati fajar…….. walau air mata terus menetes semoga ini air mata bahagia dan do’a untuk engkau wahai ibuku tercinta. Semoga engkau dilapangkan kuburnya,diterangi kuburnya,ditemani dengan amal sholihmu,diampuni semua dosamu,dimudahkan hisabmu,diringankan dalam melewati shorotNya,dan semoga kita dikumpulkan di akherat dan di syurga Allah kelak. Amiinnnn. Sekali lagi ibuku, TERIMAKASIH SEMUANYA YANG TELAH KAU BERIKAN PADAKU. HANYA DO’A YANG BISA KUBERIKAN SEBAGAI BALASANKU. I LOVE YOU MOM.

*Tulisan ini kuhadiahkan untuk IBUKU tercinta, Suamiku yang telah mendampingiku, Kakak-Kakak perempuanku yang telah menuntunku, Sahabat Peerempuanku-semoga kalian bisa jadi istri yang sholehah,ibu yang baik bagi anak-anak kalian. Amiinnnnnn…..

AKU CINTA PADA KALIAN IBU INDONESIA, BERIKAN YANG TERBAIK UNTUK KELUARGA DAN ANAK-ANAK KITA UNTUK MEWUJUDKAN NEGARA YANG SENTOSA, MADANI PENUH BERKAH DARI ALLAH SEMATA. KARENA HANYA DITANGAMU WAHAI IBU INDONESIA,NEGARA INI TERUS BISA TEGAK DAN JAYA UNTUK SELAMANYA………..TERUS SEMANGATTTTTTTT. ALLAHU AKBAR !

Sore sangat cerah. Semburat kuning tergores di ujung awan. Hijau bukit barisan berjejer dengan kokohnya. Sungguh indah. Tak terasa airmataku menetes, sebentar lagi aku harus meninggalkan semua ini. Berat….sungguh berat bagiku meninggalkan amanah yang belum terselesaikan. Begitulah yang terkenang saat itu.

Sibolga dan Tapanuli tengah adalah kota kecil yang terdapat di balik bukit barisan. Tahun 2005 aku mulai menginjakkan kaki disana. Ketika aku akan diboyong oleh suamiku banyak hal yang terpikir tentang daerah sumatera. Terbelakang dan penuh dengan hutan-hutan. Bagaimanapun aku masih terpengaruh oleh cerita-cerita orang tuaku yang pernah bertransmigrasi ke Pulau Sumatera. Hanya karena tidak aman akhirnya orang tuaku pulang ke Jawa meninggalkan semua hartanya yang telah berlimpah di kampung transmigrasi sana. Dan suasana itulah yang bercokol di otakku. Namun akhirnya aku tidak tahu kenapa, aku pun juga harus menuju ke Sumatera. Apalagi ke Sumatera Utara yang penuh dengan mafia.

Inilah jalan hidup. Suamiku orang jawa yang tak pernah hidup di kampung pun, akhirnya harus mengabdi disana dan aku harus mengikutinya. Awalnya sangat berat aku mengawalinya, namun rasa cinta yang mulai tumbuh pada suamiku mengantarkan aku pada sebuah tekad yang bulat untuk berani hidup di luar jawa. Betul juga, ketika aku turun dari pesawat dan keluar dari bandara Minangkabau hingga akhirnya menyusuri jalanan menggunakan taxi, semuanya begitu berbeda.

Udara,logat,temperamen,budaya,tatakrama, semua begitu berbeda. Dikiri kanan hanya hamparan rumput setengah kering dan ketika melewati jalan-jalan utama di Padang sungguh kaget alang kepalang. Disitu terjadi tawuran beratus-ratus orang. Kebetulan ada konser grup band papan atas disana. Mereka kejar-kejaran sambil berteriak-teriak. Logat dengan nada keras membuatku ternganga, kenapa mereka marah-marah pada kami ? dan akhirnya sopir taxi menenangkan kami bahwa mereka tidak marah, begitulah logat bicaranya orang Padang.

Awal pengalaman yang mengerikan. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Sibolga dengan naik Taxi. Waw… jalannya !! setapak-setapak,naik turun, mutar-mutar, begitulah ketika menyusuri sepanjang bukit barisan sela 8 jam. Huh..sungguh melelahkan dan mengocok isi perut hingga habis ke kerak-kerak perut. Sungguh luarbisaa, puyeng tujuh keliling, lemas tanpa daya. Parahnya lagi taxinya mogok dan harus ganti ban. Ditengah-tengah hutan dengan hujan yang sangat lebat kami satu jam menunggu di dalam mobil sopir untuk mengganti ban mobilnya. Entah barantah perasaan dan pikiran yang berkecamuk dalam otak dan jiwaku. Bisakah hidup di Sumatera dengan keadaan lingkungan yang seperti ini. Hutan yang mengerikan, rampok yang pasti muncul setiap ada kesempatan. Entah apalagi pikiran buruk yang terus melayang-layang. Hingga akhirnya kami tertidur kelelahan.

Memasuki daerah Tapanuli Selatan aku terus merengek kapan sampainya di Sibolga. Terasa perjalanan setahun. Bagaimana tidak. Perut sudah terkuras dengan muntah yang tiada henti-hentinya. Kemudian diare karena kecapean dan masuk angin. Pastilah tak terbayangkan bagaimana rasa tubuh ini.
Namun ketika mentari mulai menyibak awan, disana-sini kulihat pemandangan yang menyejukkan. Hijaunya bukit barisan dan persawahan yang banyak membentang. Hmm…dari Padang sidempuan sudah tak terlihat hutan yang diceritakan orang. Hanya kebun-kebun luas yang menghiasi pandangan mata. Luasnya kebun salak Sidempuan yang terkenal manisnya, sawah yang terhampar luas dengan bermacam-macam tanamannya. Sedikit menghibur mataku. Kemudian melewati kebun setengah hutan yang sangat sepi. Begitu seterusnya. Perumahan, kebun setengah hutan, kemudian sawah. Dan akhirnya kujumpai laut yang sangat menyejukkan. Pantai barat tidak tahunya lebih indah dari pantai selatan Jawa.

Namun setelah itu kujumpai rumah-rumah kadang di atas pinggir laut dan itu rupanya rumah-rumah nelayan. Kok kondisinya sangat mengenaskan seperti tempat tinggal warga yang dipinggiran sungai ciliwung. Airnya hitam dan penuh ilalang. Reot dan tak karuan. Aku hany aterdiam. Sepertinya kondisi warga disini benar-benar miris untuk dipikirkan.

Taxi terus melaju dan akhirnya aku sampai di kota yang kutunggu-tunggu. Panas, gersang. Itulah kesan pertama yang kurasakan. Dan akhirnya aku harus tinggal disebuah rumah-rumah petak yang diapit oleh kuburan dan perbukitan. Karena aku orang yang gampang kerasanan akhirnya aku senang dengan kehidupan baru yang kurasakan, seperti ada tantangan. Dan aku mencoba untuk melakukan sebuah garis takdir hidup di tempat petantauan.

Pengalaman Pertama Mengajar

Hmm…ini sepertinya menggelikan dan miris, bagaimana tidak anak-anak yang kuliah di Kampus ini benar-benar Gaptek. Bagaimana tidak, tahun 2006 itu sudah zaman modern, dimana komputer sudah masuk daerah-daerah, internetpun juga sudah ada disana. Alat-alat mobile pun sudah merebak. Namun apa ? anak-anak yang berstatus Mahasiswa ini buka komputer dan internetpun tidak bisa. Bagaimana mereka akan mencari referensi yang lebih lengkap dan cepat ? ketika tidak bisa sama sekali tentang ilmu komputer, cara operasi dan perangkat apa saja yang bisa digunakan, bagaimana mereka bisa mengerjakan tugas-tugas mereka, ketika mengetikpun tidak bisa ? Menyedihkan, mereka selalu mengetikkan tugas-tugas mereka bahkan ada yang masih di ketik dengan ketik manual. Benar-benar menyedihkan ouyy….

Aku tidak tahu harus memulai mengajar mereka dari mana, karena dalam mata kuliah mereka sebenarnya sudah ada mata kuliah Komputer. Mereka juga diajar oleh dosen Komputer. Namun…dosen mereka pun juga bukan ahli dari mata kuliah ini. Dosen Komputer ini membidangi pelajaran Bahasa Indonesia, sungguh mengenaskan bukan ? Dunia Bahasa Indonesia dengan teknologi komputer sangat jauh sekali. Memang bapak ini sedikit tahu tentang dunia komputer dan internet, namun ia peroleh secara otodidak dan dari saudaranya di Jawa yang mempunyai lembaga pendidikan komputer. Bukan meremehkan sebenarnya, karena ke datanganya di kampus ini sangat membantu. Bagaimanapun ia sangat memberikan kontribusi bagi Mahasiswa disini.

Sekali lagi aku tidak tahu harus mengawali semuanya dari mana, karena statusku sebenarnya hanya karyawan yang dipasrahin untuk mengelola Laboratorium Komputer milik kampus perikanan ini. Aku sebenarnya tidak punya wewenang untuk mengajar karena aku hanya lulusan diploma 1 yang kebetulan aku sekolah dijurusan manajemen Informatika,desain grafis, pemrograman dan teknisi komputer. Jadi paling tidak aku membidanginya. Namun bagaimanapun aku tidak boleh mengajar karena yang mengajar adalah dosen yang harus lulusan sarjana (minimal). Aku hanya diserahi untuk membantu membimbing ketika ada praktek komputer.

Yang lebih mengerikan lagi, jumlah komputer yang ada hanya 6 unit, itupun hampir ngadat semua. Jadi tidak bisa sekali tampung dalam pelajaran praktik komputer. Bila dipaksakan untuk kapasitas satu kelas maka harus bergerombol seperti anak SD yang baru mau belajar.

Aku terus berpikir bagaimana aku bisa mengajar mereka. Akhirnya aku punya inisiatif untuk membuka kursus, dengan harapan ada dana masuk dan bisa untuk memperbaiki komputer. Karena seakan pihak yayasan tidak mau tahu bagaimana untuk perbaikan fasilitas di kampus ini. mereka hanya seenaknya perintah dan tahunya beres semua. Yang paling menyakitkan bila diajak untuk bermusyawarah tentang perkembangan kampus ini, mereka mengelak dan terus mengelak. Apalagi kalau sudah berurusan dengan uang. Adanya hanya marah dan marah.

Apalah dikata, dalam rongga dada kami sudah tertanam harus berjuang untuk kebangkitan Negara ini. Memperbaiki SDM yang ada menuju generasi yang berwibawa dan berguna bgai bangsanya. Apapun harus kita kerjakan tanpa melihat berapa imbalan yang akan kami dapatkan. Akhirnya aku dan kawan-kawan terus memeras otak dan bagaimana cara mewujudkan impian kami. Berbagai cara kami tempuh.

Entah diketahui yayasan atau tidak waktu itu PD I sudah merestuinya. Akhirnya kubuat kurikulum bagi mereka yang mau mendaftar untuk kursus. Benar-benar dari awal aku mengeset silabus. Mulai mengenalkan apa itu perangkat komputer, apa fungsinya dan bagaimana cara pengoperasionalannya. He…he…terbayang ga… seperti mengajar anak SD susahnya minta ampun. Karena saking Gapteknya. Namun kusabarin saja dan akhirnya aku mendapatkan hasilnya. Dengan pelan-pelan akhirnya mereka mulai memahaminya.

Kemudian ku perkenalkan program operasionalnya satu persatu. Mulai dari Microsoft office dan OS yang lain. Untuk MS. Office aku mulai dari MS. Word. Kuperkenalkan apa itu MS. Word, kegunaannya dan bagaimana cara operasionalnya. Terus terang saja akhirnya aku harus menjiplak buku dari elex media komputindo untuk mengajar mereka. Bukan memfotokopinya, namun aku membuat buku sendiri dengan materi yang sama dan tampilan yang sama (walau tampilan gambar berbeda karena itu hasil dari praktikku sendiri yang copy dari screen), jelasnya aku menjiplaknya. Begitu pula dengan MS Excelnya dan OS yang lain. Ya…menurutku hanya buku dari elex media komputindo itulah buku yang bersifat operasional. Namun aku harus belajar lagi agar aku lebih menguasainya mangkanya aku berkeputusan untuk membuat buku sendiri walau aku menjiplak. Ya…ini bukan untukku namun demi kemajuan Negara masak sih penerbit akan marah ? toh aku tidak mengambil sepeserpun dari buku itu ? kujual sesuai biaya cetaknya saja untuk mengganti biaya operasional percetakannya. Karena aku tak diberi dana sedikitpun dari kampus untuk membuat modul, mangkanya jalan itulah yang kutempuh.

Bersyukur memang banyak perkembangan. Banyak Mahasiswa yang memulai untuk mengetik tugas-tugasnya di Lab. Karena aku juga membuka rental untuk mahasiswa itu agar dapat dana untuk perbaikan laboratoium Komputer ini. Lumayan aku bisa menambah printer dengan kualitas yang lebih baik sehingga mahasiswa bisa mengeprint gambar-gambar makalah maupun skripsi mereka dengan jelas.

Selain mengajar mereka, aku juga mengajak berdiskusi dengan mereka kebetulanmereka banyak yang dekat denganku sehingga mudah-mudah sulit dalam mempengaruhi pola pikir mereka. Aku mulai mengenalkan mereka pada dunia internet dengan harapan mereka mendapat wawasan yang lebih luas. Akhirnya mereka banyak bertanya tentang Ilmu teknologi dan komputer kepadaku. Kemudian kubukalah kursus internet untuk mereka. Sungguh menyedihkan, dalam praktek aku harus membawa mereka ke sebuah warnet yang jaraknya lumayan jauh. Bila banyak Mahasiswa yang ikut aku harus pesan tempat dengan menegokan biaya yang lebih murah dengan mereka. Sungguh beruntung yang punya Warnet baik hati. Akhirnya aku membuat sebuah perjanjian dengan pihak warnet dengan membuat kartu anggota dari Laboratorium Komputer kampus. Siapa yang mempunyai kartu anggota itu mereka akan dapat diskon jika main internet di warnet ini. Satu terobosan yang cukup menggembirakan. Akhirnya mereka mengenal web-web searching yang bisa membantu tugas-tugas mereka dan mereka sangat senang ketika ku kenalkan dengan dunia email dan chatting. Mereka akhirnya punya link di luar kota dan mereka tidak merasa terkungkung lagi dengan lingkungan mereka yang sangat tertutup itu. Walau dibalik-balik bukit barisan akhirnya mereka mengenal dunia luar walau hanya lewat dunia maya. Menyenagkan dan terasa puas walau masih sementara puasnya.

Aku tidak berhenti sampai disini, aku berusaha untuk menambah unit komputer namun sampai aku keluar dari kampus ini aku tak bisa mewujudkan keinginanku. Akhirnya banyak masalah di internal. Orang baru masuk dan mengacak-ngacak keberadan kami dengan opini serta isu yang mereka sebarkan. Hingga akhirnya kami terdholimi pada masalah gaji dan proyek. Semua system ia obrak-abrik demi menginginkan posisi di kampus. Kami yang merintis dari awal hingga akan meluluskan ini sedikit-demi sedikit di depak keberadannya. Dengan berpura-pura baik pada kami dan akhirnya menjatuhkan kami di depan yayasan. Ujungnya dia lebih dipercaya oleh yayasan karena orang pribumi situ dan menggencet kami dengan memakan uang proyek jatah proyek kami. Kami bekerja untuk mewujutkan proyek yang diberi oleh departemen kelautan, sedangkan yayasan dan orang yang berambisi tadi memakan hasilnya. Bisanya yayasan hanya meminta 10 % akhirnya meminta jatah 40 % dan dipangkaskan dari jatah gaji kami. Sungguh dholim sedholim dholimnya.

Akupun mulai tak kerasan karena banyak kabar buruk yang tersebar. Hingga akhirnya banyak dosen yang kembali kabur ke Jawa tanpa pamit dan berita. Akupun berniat untuk menyalurkan kemampuanku ke sekolah lain. Karena potensiku disitu sangat dibatasi. Aku melamar kerja untuk mengajar di sebuah SLTP di Tapanuli Tengah. Dan Alhamdulillah langsung diterima karena disitu sangat butuh guru Komputer dan kebetulan satupun guru tidak ada yang berkompeten sama sekali di bidang Komputer. Ketika pertama kali masuk kepala sekolah banyak bercerita bahwa guru yang selama ini mengajar hanya bisa-bisaan alias tidak faham benar. Akupun hanya mengelus dada. Jika tidak paham bagaimana bisa mengajar. Mengerikan ! Bagaimana bisa muncul generasi yang berkualitas jika guru yang mengajar saja amburadul seperti ini ?

Pertama mengajar aku harus bekerja keras. Sekali lagi aku bingung dari mana megawalinya karena ketika kulempar pertanyaan hanya beberapa anak yang bisa menjawabnya. Sungguh fenomena yang menyedihkan, yang bisa menjawab bisa dihitung dengan jari dari 9 kelas yang kuajar. Bayangkan 9 x 42 =378 dan yang bisa bisa dihitung dengan jari, berapa ratus yang tidak bisa ?

Akupun bertekad, aku harus dari awal untuk mengajari mereka. Yang kelas 3 apapun kejadiannya aku tetap mengajarnya dari awal. Mengenalkan perangkat, fungsi dan operasional komputer. Kemudian dilanjut dengan program-program operasionalnya. Semua dari awal. Bagaimana mengenal MS Office dan cara kerjanya. Untuk kelas 3 lebih kupadatkan karena aku berpikir mereka sudah besar jadi bisa diajak berpikir lebih cepat dari adik-adik kelasnya. Sedangkan untuk kelas 2 dan kelas 1 juga ku berlakukan materi yang sama. Untuk kelas 1 memang materinya itu (masih pengenalan), sedangkan untuk kelas 2 ya lebih sedikit padat karena mereka juga harus mengejar ketinggalan.

Seperti di kampus tadi akhirnya aku harus menjiplak materi dan membuat buku untuk mereka. Setiap malam aku ngelembur untuk membuat buku itu dalam keadaan hamil tua. Setelah jadi akhirnya aku memfoto copynya. Kemudian buku itu ku jilid sendiri. Karena bentuknya ku samakan dengan cetakan Kompetindo akhirnya aku harus merapikan setiap lembar yang berukuran kuarto itu. Tangankupun hingga kapalan mengiris-iris setiap lembar demi lembar kertas itu. Anda bisa bayangkan. Tebal buku itu 88 halaman x 378 = 33.264 lembar yang harus ku rapikan. Benar-benar manual. Aku pakai pisau, penggaris, alat jilid sederhana dan palu. Setiap malam hingga jam 3 dini hari aku membuatnya sendiri. Kira-kira satu bulanan setengah aku baru menyelesaikan buku itu. Akupun sekarang tidak bisa membayangkan bagaimana aku bisa melakukan itu. Padahal aku dalam kondisi hamil besar. Setiap malam ketak-ketok suara palu. Untungnya suamiku cuek dan mendukung saja dengan apa yang kukerjakan.

Kenapa buku itu kubikin sendiri karena aku ingin menekan kost yang dikeluarkan. Kepala sekolah mengizinkan aku punya buku pegangan pelajaran untuk anak-anak asal harganya di bawah 20.000. aku berpikir keras. Jika aku membeli buku-buku pelajaran yag seperti yang dikurikulumkan pemerintah anak-anak tahu apa ? namun ketika harus membeli buku seperti buku dari elex media kompetindo pastilah kosnya melebihi 50 ribu. Dan ini pasti terhalang karena syaratnya tadi jangan melebihi 20.000 karena orang tua pasti kompleint. Ya mau tak mau aku membuat buku sendiri dengan materi jiplakan walau ada beberapa yang kurevisi dan tampilan gambarnya tak ada yang sama. Sekali lagi demi pendidikan anak-anak Indonesia dan aku tidak mengambil banyak dari buku itu. Aku hanya mengambil untuk biaya alat-alat untuk membuat itu dan ongkos kesana kemari. Karena gajiku benar-benar tak sesuai dengan UMR pada umumnya. 200.000 zaman itu dapat apa. Untung suamiku mau mengirit sehingga uang itu bisa untuk menutupi ongkos jalan pulang pergi mengajar. Suami pun juga benar-benar di bawah normal gaji seorang sarjana dan status dosen. Bayangkan juga 750.000 nyampe dimana. Listrik, mes harus bayar sendiri padahal dulu diawal ketika berangkat fasilitas itu mereka (yayasan) yang memberi namun realitanya itu dihianati dan kami di depak dari kampus itu.

Hanya semangat dan niat tulus yang membuat kami bertahan disana demi anak didik. Dan di kampus itu ada kesepakatan tidak boleh bekerja di luar namun kesejahteraan begitu adanya. Ketika aku mengajar diluar sudah terhembus oleh pihak yayasan dari seorang yang berambisi tadi dengan info yang diperoleh dari para mahasiswa, aku tak diganji untuk bulan depannya. Dengan harapan aku keluar dari kampus itu. Mungkin mereka muak melihatku karena aku paling kritis diantara dosen yang lain. Sehingga mereka berharap mending tidak melihatku lagi ketimbang sering mendengar celotehanku. Walau sebenarnya mereka menganggap benar celotehanku karena sudah tertutupi dengan ambisi hitam apapun mereka tutup rapat-rapat telinga mereka demi mendepak keluar aku dan kawan-kawan dari kampus itu yang telah kami perjuangkan selama 3 tahun dan akan mewisudakan untuk pertama kalinya.

Sebenarnya aku tak mau keluar karena aku ingin mengetes mereka. Berani tidak mengeluarkan aku dengan surat pernyataan mereka. Namun setelah kutunggu-tunggu surat itu tidak ada nongolnya. Dan aku tidak digaji lagi. Akhirnya aku berpikir untuk apa aku meneruskan niat yang tiada guna ini, toh apapun tak dihargainya usahaku itu. Akhirnya aku memutuskan diri untuk keluar saja dan meneruskan perjuanganku di tempat yang welcome padaku. Akhir bulan pun ku rapikan semua laporannya dan kuserahkan pada pihak yayasan. Dan Mahasiswapun pada kaget melihat keputusanku dan tak menyangka itu akan terjadi. Karena akhirnya tindakan dan keputusanku itu diikuti oleh yang lainnya termasuk suamiku yang pada awalnya mereka enggan untuk keluar dari kampus. Mereka berat karena jadi pembimbing skripsi. Bagaimana jadinya bila semua dosen kabur dari sana. Namun alangkah daya bagaimana nasib anak istri jika memperjuangkan orang yang tak mau peduli dengan nasib kita, bagaimanapun keluarga harus dipilih karena kewajiban terbesar adalah memberi nafkah keluarga. Dengan berat hati sebenarnya meninggalkan para mahasiswa yang tak berdosa itu. Dan tak tega sebenarnya membunuh impian mereka. Namun hanya bismillah untuk angkat kaki yang bisa kami lakukan demi kebaikan semua. Semoga dengan kami pergi kampus jadi damai dan tidak ada gesekan-gesekan lagi sehingga lebih dinamis. Walau akhirnya harus kacau balau karena mahasiswa tidak tahu harus bernaung pada siapa, dan harus terlantar berpuluh-puluh skripsi yang hampir finis itu. Yang akan sidangpun akhirnya hanya menggit jari dan kami tidak tahu siapa dosen yang mau melanjutkannya. Karena sepeninggal kami dosen-dosen lain pun juga bayak yang cabut dari situ.

Akhirnya aku lebih konsen di SLTP tadi karena mereka lebih welcome untuk menerimaku. Sehingga aku merasa leluasa untuk mengeluarkan semua potensiku. Setelah aku sukses dengan program komputer aku melanjutkannya dengan teknologi informasi berupa ilmu internet. Dan murid-muridku menyambutnya dengan kebahagiaan yang tak terkira. Tak terbayangkan oleh mereka bahwa mereka akan memperoleh pelajaran internet. Sebuah ilmu yang sangat menarik untuk dipelajari saat ini.

Namun satu kendala ilmu internet ini tidak bisa disampaikan saja karena semua bersifat maya. Yang pasti aku harus mempunyai komputer yang terhubung oleh internet. Aku kembali pusing karena aku harus memutar otakku kencang-kencang agar aku mendapatkan cara agar anak-anak bisa langsung praktek. Sehingga proses mengajarku lebih cepat. Akupun menggunkan trik yang sama seperti ketika masih di kampus. Aku mencari link pada sebuah warnet agar murid-murid SMP ini mendapat diskon dan saya diberi waktu dan tempat untuk proses belajar mengajar di warnet ini. Karena sekolahnya di Tapanuli Tengah, dan daerah ini adalah daerah pemekaran dari Sibolga maka di daerah ini belum ada warnet yang berdiri satupun. Akhirnya aku lari ke sebuah warnet di kota Sibolga dan sangat bersyukur aku mendapatkan tempat itu lagi. Walau perjalanan sekitar setengah jam juga murid-murid cukup antusias untuk menuju kesana.

Hal unik yang kukerjakan yang tidak terbayang oleh semua orang adalah mengajar siswa berjumlah 126 orang (3 kelas dari kelas 3) dalam waktu satu hari full tanpa istirahat. Bagaimana caranya ? kebetulan komputer di warnet itu cukup banyak. Komputer berjumlah sekitar 20 unit dengan kondisi yang cukup bagus specnya. Jadi tidak lemot dalam mengakses internet. Sekali ngajar 20 orang dengan durasi mengajar 2 jam. Jadi ketika aku mulai jam 7 pagi, akhir aku mengajar ampe jam 10 malam. Karena tersisa 6 orang mau tak mau aku tetap melanjutkan selama dua jam agar adil dalam kepuasan belajar mereka. Waduh sungguh sangat melelahkan namun demi anak-anak aku melakukan itu semua dan aku merasa puas walau aku ambruk tak berdaya sampai rumah karena kondisiku waktu itu hamil besar. Namun aku tetap semangat dan suamiku mengerti jadi aku pulang langsung tidur dan besoknya bisa fress kembali.

Begitulah setiap kali aku mengajar dalam 3 kali seminggu. Ketika kepala sekolah melihat perubahan yang kulakukan dalam system pelajaran ia mempunyai inspirasi untuk melakukan cara belajar yang kulakukan. Belajar langsung praktek dan ia mempunyai keinginan untuk menghubungkan semua mata pelajaran dengan mata pelajaran komputer yang ku pegang. Dan kepala sekolah menginginkan aku bersedia mengajar guru-gur yang lain juga agar tidak hanya muridnya yang pintar komputer dan internet namun juga guru bidang pelajaran yang lain sehingga tidak diremehkan dan dianggap gaptek oleh murid. Namun semua cerita ini harus berakhir dengan sebuah ide besar yang tidak terealisasikan. Aku harus pulang ke jawa untuk melahirkan karena suamiku sudah tidak di sibolga lagi. Ia mendapatkan pekerjaan baru di Medan dan belum ada jatah untuk tempat tinggal. Agar tidak repot akhirnya aku harus ke Jawa agar di Jawa banyak yang mengurus kelahiran anakku yang pertama.

Dengan berat hati akhirnya kulangkahkan kaki menuju tempat asalku. Ya seperti sore itu aku tidak bisa membendung air mataku. Aku sangat sedih karena kepala sekolah terlanjur berharap besar denganku dan aku sendiri tidak bisa merealisasikan rencana besarku itu.

Solusi permasalahan di daerah

Sibolga dan Tapanuli Tengah hanyalah satu contoh kasus yang kebetulan terikat dengan kisah hidupku. Namun permasalahan ini sebenarnya permasalahan yang mengakar di setiap daerah terpencil. Di Nias apalagi. Ia sangat jauh dari kota dan terttutupi oleh laut di sekitarnya. Belum lagi di daerah lain. Setiap propinsi pasti mempunyai masalah ini.

Kekurangan SDM di bidang ilmu tertentu pada setiap daerah memang memunculkan sebuah ketimpangan. Apalagi guru di bidang komputer ini tidak banyak jumlahnya. Memang dikampus-kampus banyak mahasiswa yang belajar tentang teknologi komputer namun mereka yang mau terjun untuk mendidik generasi muda Indonesia untuk melek teknologi ini tidak banyak. Mereka lebih memilih untuk bekerja dikantoran yang gajinya lebih besar daripada seorang guru. Karena keahlian komputer ini dimanapun perusahannya pasti membutuhkannya. Dan syarat utama untuk bekerja disana sekarang telah menggunanakan sertifikasi harus bisa komputer.

Pemilihan pekerjaan dan gaji yang lebih layak inilah yang membuat SDM yang ahli komputer mengalir ke perusahan-perusahan. Karena perusahaan menjanjikan sebuah kesejahteran dan kecukupan. Selain itu kesadaran untuk membangun negeri ini sepertinya hanya sekian persen saja yang memahami dan mau melakukannya, sedangkan yang lainnya hanya mementingkan perut mereka sendiri.

Bagaimanapun setiap sekolah memang harus mandiri untuk memperbaiki SDM yang dimilikinya. Mereka harus rela mengeluarkan kost untuk membiayai semua perbaikan yang diinginkan. Misalkan jika dana memang sangatlah minim bila ada yang bisa dan menguasai ilmu komputer dan teknologi sekolah harus memanfaatkan orang ini. biarlah sekolah menggaji orang ini untuk mengajar guru-guru yang ada ketimbang sekolah menyekolahkan masing-masing guru, bukankah ini malah lebih besar kostnya ? Setelah diajarkan oleh yang berkompeten kepala sekolah atau yayasan harus berani menuntut setiap guru untuk melek teknologi komputer dengan mempunyai facebook misalnya. Blogger, email atau account lainnya di internet. Tidak hanya itu setiap guru harus bisa mengetik dengan OS yang ada. Misalnya Ms offise dari Microsoft sepertinya lebih mudah untuk di pelajari. Program MS. Word dan Excell wajib untuk bisa, sehingga ketika membuat soal atau mengerjakan laporan yang lain setiap guru sudah terampil dan cepat dalam mengerjakan semua tugasnya. Karena di setiap OS telah tersedia secara otomatis dan tinggal menggunakannya.

Untuk memberi fasilitas yang lebih lengkap sepertinya sekolah perlu memberikan kredit laptop atau komputer yang berbentuk CPU+monitor bagi setiap guru dengan dipotong gaji. Ini sepertinya lebih baik agar mereka lebih kompeten dan lebih pintar lagi dalam mengakses teknologi. Ini di pihak guru. Sedangkan dipihak murid sekolah harus menyediakan laboratorium komputer yang telah dilengkapi dengan jaringan network yang terhubung dengan internet. Sehingga ketika proses belajar mengajar tidak harus lagi lari-lari keluar lokasi yang membutuhkan waktu dan tenaga serta materi yang tidak sedikit. Sekarang banyak dana Bos digelontorkan ini bisa menjadi terobosan setiap sekolah untuk membangun fasilitas.

Dan sekarang sudah tidak zamannya lagi memakai papan untuk menulis apalagi menggunakan kapur tulis. Semua itu sudah kuno dan hanya bikin batuk dan jorok di baju. Paling tidak sekolah harus mempunyai LCD dan proyektor agar siswa lebih mudah dan lebih tertarik untuk mendengarkan penjelasan guru. Siswa pun menjadi fress karena mendapatkan susasana baru dalam belajar sehingga yang ada di otaknya hanya senang belajar dan enjoy melaksanakannya. Berikan tugas untuk browser keinternet agar mereka mendapat wawasan yang lebih luas. Karena di internet adalah gudang referensi yang berasal dari beribu bahkan berjuta penulis. Ini berarti berjuta ilmu terdapat di internet dan siswa tinggal meraupnya secara gratis.
Bagi sekolah yang tidak mampu mungkin cara-cara yang pernah kulakukan tadi bisa menjadi inspirasi untuk menekan biaya pendidikan. Dan satu hal sebenaranya tanpa campur tangan pemerintah dan pihak-pihak yang menguasai teknologi perbaikan pendidikan tentang melek teknologi ini tidak akan tercapai. Kewajiban pemerintah untuk menggandeng perusahaan-perusahaan teknologi untuk saling bergandengan tangan untuk membangun bangsa ini. Karena mereka yang mempunyai modal besar dan tahu seluk beluk perkembangan teknologi.

Siapapun yang hidup di negeri Indonesia ini punya kewajiban besar untuk membangun bangsa ini. tidak hanya penduduk pribumi namun mreka para imigran pun harus membangun negeri ini. Bagaimanapun mereka telah menginjakkan kaki disini yang berarti juga mendapatkan keuntungan dari negeri Indonesia tercinta ini. mari saling bahu membahu untuk meperbaiki SDM agar terwujud generasi yang tangguh di masa depan. Tetap semangat karena tanpa semangat tak akan ada cita-cita besar. Bila tak ada cita-cita maka tak akan ada keberhasilan yang kita harapkan di depan mata.*az

Tenggat: 5 Januari 2010

Seiring bergulirnya Program Transformasi, keterbukaan menjadi hal penting bagi Pertamina. Untuk itu, Pertamina mengadakan Blog Contest 2009. Melalui kontes ini Pertamina berharap dapat menerima masukan dari masyarakat baik layanan, produk, maupun penerapan Good Corporate Governance (GCG) di Pertamina. Pelaksanaan Pertamina Blog Contest juga merupakan bagian partisipasi dari Divisi Komunikasi dalam memperingati HUT Pertamina ke 52.

Event ini merupakan yang kali pertama dilangsungkan oleh Pertamina dalam upaya lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dalam hal ini komunitas di dunia maya (internet cyber community) dalam format Blog Contest.

Bagi pemenang Juara I akan mendapatkan 1 (satu) unit sepeda motor + Souvenir dan Piagam Perhargaan, sedangkan Juara II mendapatkan 1 (satu) unit Notebook + Souvenir Pertamina dan Piagam Penghargaan, dan untuk Juara III akan mendapatkan 1 (satu) unit Blackberry + Souvenir Pertamina dan Piagam Penghargaan.

Pertamina Blog Contest ini resmi dibuka sejak hari ini tanggal 12 Oktober 2009 dan akan berlangsung sampai dengan 5 Januari 2010.

Kriteria Pemenang adalah berdasarkan aspek hasil pencarian di mesin pencari, isi review dan tampilan. Keputusan pemenang akan dilakukan dengan dihadiri oleh Team Panitia, Dewan Juri dan Pihak PT.Pertamina (Persero). Pemenang lomba akan diumumkan di situs Corporate Website PT. Pertamina (Persero) dan Web Direktori Pertamina Blog Contest .

Keputusan Dewan Juri adalah mutlak dan tidak diperkenankan melakukan surat-menyurat baik digital (e-mail) maupun bentuk lainnya dengan Dewan Juri Lomba.

Tata Cara dan Materi Kontes

Berikut tata cara dan materi Pertamina Blog Contest:

1.Materi atau content webblog yang diikutsertakan dalam lomba adalah berisi Opini dan atau review mengenai : Produk, Program Transformasi PT. Pertamina (Persero) dan lainya sehubungan dengan PT. Pertamina (Persero)
2.Referensi material lomba secara online dapat diperoleh di Corporate Website PT.Pertamina (Persero) dan atau situs resmi anak perusahaan atau unit bisnis Pertamina atau sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan isinya.
3.Halaman content yang dilombakan harus didaftarkan ke web direktori Pertamina Blog Contest.
4.Halaman content adalah bersifat orisinal dalam artian bukan menjiplak dari halaman peserta lain.
5.Bila menggunakan referensi dari situs Corporate Website PT. Pertamina (Persero) dan atau situs resmi anak perusahaan atau unit bisnis Pertamina wajib mencantumkan referensi link (tautan balik yang berstatus follow)

PERATURAN PESERTA

Peraturan peserta Pertamina Blog Contest :
* Berkewarganegaraan dan bertempat tinggal/beralamat di indonsia
* Usia pemilik blog minimal 17 tahun
* Website/blog bukan milik perusahaan atau organisasi
* Minimal artikel blog sebelum di ikut sertakan pada lomba adalah 20 artikel

Sistem Pelaporan webblog yang diduga melakukan pelanggaran:

1.Para peserta kontes dapat melaporkan webblog yang diduga melakukan pelanggaran dengan megisi form yang disediakan di web direktori Pertamina Blog Contest
2.Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti dalam waktu maksimal 2×24 jam (termasuk hari libur)
3.Webblog yang melanggar akan dihapus dari daftar web direktori Pertamina Blog Contest

PERATURAN UMUM

Aturan-aturan dasar dalam Pertamina Blog Contest :
• Situs bisa bebas memakai platform apa saja (Joomla!, wordpress, blogspot dan sebagainya)
• Situs peserta tidak berisi materi melanggar hukum (warez, porno, judi dan sebagainya)
• Peserta wajib mendaftar dan memasang script kontes pada blog/websitenya, script bisa dilihat di bagian terakhir dari peraturan ini.
• Peserta wajib mendaftarkan blog di direktori showcase Pertamina Blog Contest
• Artikel yang dinilai berupa Review dan Harapan bloggers terhadap PT. Pertamina (Persero) atau produk-produk PT. Pertamina (Persero)
• Artikel tersebut diatas wajib dimasukkan dalam website direktori Article Contest yang telah disediakan sesuai dengan kategori atau jenis artikelnya
• Peserta adalah blogger perorangan bukan menjadi wakil perusahaan atau organisasi
• Pihak yang tidak mendaftar atau melanggar peraturan dianggap gugur atau bukan sebagai peserta.
• Panitia penyelenggara serta pegawai PT.Pertamina (Persero) baik tetap maupun tidak tetap beserta keluarga tidak diperkenankan mengikuti kontes ini
• Peserta dapat mendaftarkan lebih dari satu blog
• Tidak diperkenankan menggunakan kata-kata yang tidak beretika serta kalimat yang dapat mencemarkan nama baik seseorang dan atau institusi
• Nama Blog/Domain tidak boleh mempergunakan Keyword dari kontes ini baik dengan tanda penghubung atau tanpa tanda penghubung
• Optimalisasi kata kunci Pertamina Blog Contest yaitu : Kerja Keras Adalah Energi Kita
• Optimalisasi kata kunci menggunakan hasil pencarian dari google.com
• Peserta yang melanggar aturan akan langsung didiskualifikasi dan dihapus dari daftar web showcase dan article contest Pertamina Blog Contest
• Keputusan juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat
• Aturan-aturan lain yang belum ada akan ditetapkan di kemudian hari
Berikut ini script kontes / link yang wajib dipasang pada blog/website peserte kontes:


<img title="Pertamina Blog Contest" alt="Pertamina Blog Contest"
src="http://www.pertaminablogcontest.com/images/stories/pertaminablogcontest.png">

KRITERIA PENILAIAN
Berikut adalah beberapa kriteria utama penilaian BLOG :
1. Artikel Blog
Artikel blog yang dinilai berupa review dan harapan bloggers terhadap PT. Pertamina (Persero) dan produk-produk PT. Pertamina (Persero). Anda dapat membuat dan mendaftarkan lebih dari satu artikel dalam blog yang anda miliki.
2.Google Seo Optimalisasi :
Kata kunci yang di optimalisasi yaitu : Kerja Keras Adalah Energi Kita. Semakin baik posisi blog anda pada search google.com dengan kata kunci tersebut semakin tinggi nilai yang diberikan.
Nama Blog/Domain tidak boleh mempergunakan Keyword dari kontes ini baik dengan tanda penghubung atau tanpa tanda penghubung
3.Lain-lain
Tampilan blog/web, aksesibilitas, penggunaan tata bahasa dan lain-lain

Peraturan Diskualifikasi Blog
1. Website/blog berisi materi-materi yang melanggar hukum meliputi : website/blog warez, porno, judi dan sebagainya
2. Situs/blog yang terbukti menggunakan trik atau Black SEO
3. Tidak mendaftarkan dan memasukan artikel website/blog kedalam web khusus peserta kontes
4. Artikel yang terdaftar tidak sesuai dengan tema (Kerja Keras Adalah Energi Kita) dan bukan merupakan artikel Review dan Harapan bloggers terhadap PT. Pertamina (Persero) atau produk-produk PT. Pertamina (Persero)

Pertamina Blog Contest ?
Pertamina Blog Contest adalah sebuah kontes blog/web personal yang diadakan oleh PT. Pertamina (Persero) dan merupakan partisipasi dari Divisi Komunikasi PT. Pertamina (Persero) dalam rangka menyambut hari ulang tahun PT. Pertamina (Persero) yang Ke-52.

Apa tujuan Penyelenggaraan Pertamina Blog Contest ?
Tujuan penyelenggaraan selain dalam rangka menyambut HUT PT. Pertamina (Persero) yang ke 52 adalah Melalui kontes ini Pertamina berharap dapat menerima masukan dari masyarakat baik layanan, produk, maupun Transformasi Pertamina. serta dalam upaya lebih mendekatkan diri dengan masyarakat dalam hal ini komunitas di dunia maya (internet cyber community)
Apakah Pertamina Blog Contest merupakan kontes SEO ?

Secara umum Pertamina Blog Contest bukan murni sebuah kontes SEO, memang pada salah satu sistem penilaiannya adalah optimalisasi kata kunci akan tetapi anda harus kembali melihat tujuan penyelenggaraan kontes ini (lihat katakata pada tujuan penyelenggaraan). JANGAN sampai anda terjebak hanya melakukan optimalisasi kata kunci, buat artikel yang sesuai dengan tujuan penyelenggaraan kontes serta optimalisasi seluruh blog/web anda.
Siapa saja yang boleh mengikuti Pertamina Blog Contest?

Setiap warga Indonesia yang bertempat tinggal di Indonesia serta memilki blog
Bagaimana cara mendaftar Pertamina Blog Contest ?

Untuk melakukan pendaftaran clik tulisan register pada kolom login, lalu isi semua form yang telah disediakan. Setelah itu anda akan menerima email konfirmasi untuk proses aktivasi account anda.
Setelah account anda aktif, segera daftarkan blog anda dalam direktori showcase serta masukkan penggalan artikel (sesuai dengan tema dan kategori) ke dalam dugg direktori yang telah disediakan

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk pengaktifan account saya ?

Setelah anda mendaftar kami akan memproses maksimal 2×24 jam, apabila dalam waktu tersebut belum aktif, silahkan kontak kami melalui kontak form yang telah tersedia.
Catatan : mohon tidak menghubungi kami untuk pengaktifan account bila belum 2×24 jam.
Bagaimana cara mendaftarkan blog saya ?
Klik tombol submit your blog pada menu utama, lalu isi semua form yang disediakan dan jangan lupa sertakan screen shoot blog anda.

Setelah itu anda tinggal menunggu blog anda di periksa oleh tim, apabila blog anda disetujui maka secara otomatis muncul dihalaman blog showcase.
Perhatian : sekali anda mendaftarkan blog dalam direktori showcase Pertamina Blog Contest, maka anda tidak dapat melakukan perubahan setelah blog disetujui. Oleh karena itu siapkan dan rencanakan dengan matang sebelum anda melakukan pendaftaran.

Berapa lama waktu untuk pengatifan blog/web saya di Showcase Pertamina Blog Contest ?
Proses pengaktifan dan pemeriksaan setiap blog/web yang masuk membutuhkan waktu maksimal 3×24 jam setelah anda mendaftarkan. Apabila dalam waktu tersebut blog/web anda belum ada, dipersilahkan melakukan pendaftaran ulang.
Bagaimana cara mendaftarkan artikel dalam blog saya ?

Terlebih dahulu anda haru masuk ke account anda setelah itu pada klik pada Contest Articles , lalu klik pada tab bewarna hitam bertulis Submit. Kemudian isi setiap form yang telah disediakan.
Title : isi dengan judul dari artikel anda
url : isikan alamat lengkap (url lengkap) dari artikel anda, perlu diingat url yang di isi bukan url utama blog tetapi url lengkap dari artikel anda (maksimal 65 karakter)
description : isi dengan pengantar atau ringkasan dari artikel anda, maksimal karakter 350 karakter
tag : isi tag artikel anda
section dan Categori : pilihlah salah satu dari pilihan yang telah disediakan, dan sesuaikan dengan artikel yang anda buat dan publikasi di blog.
Image : sertakan image jika ada

Bagaimana jika saya menemukan salah satu peserta konstes melakukan pelanggaran aturan Pertamina Blog Contest ?
Apabila anda menemukan peserta yang melanggar aturan Pertamina Blog Contest segera melaporkan melalui kontak form yang telah tersedia.
Gunakan Judul (title) pelanggaran aturan Pertamina Blog Contest, lalu pada isi tuliskan alamat blog dan bukti bahwa blog tersebut telah melanggar aturan.
Kami akan memproses maksimal 2×24 jam setelah laporan anda kami terima. Apabila terbukti bahwa laporan anda benar maka blog tersebut akan dimasukan dalam daftar list Wall of Shame.

Apa yang dimaksud dengan “Wall of Shame” ?
Wall Of Shame adalah sebuah daftar list dari blog-blog yang melakukan pelanggaran disertai dengan nama pemilik blog tersebut

Dimana saya bisa melihat daftar list “Wall of Shame” ?
Akan disediakan satu halaman khusus dimana anda dapat melihat seluruh blog dan pemilik blog yang melakukan pelanggaran aturan Pertamina Blog Contest.
Halaman Wall of Shame akan diterbitkan setelah ditemukan blog atau peserta yang melanggar aturan Pertamina Blog Contest.

Bolehkah saya mengajukan saran dan kritik ?

Tentu saja, anda dapat menulis saran dan kritik dengan menggunakan kontak form yang telah disediakan.
Tulislah pada judul (title) kritik atau saran Pertamina Blog Contest. Lalu pada bagian isi tulis kritik atau saran anda.

Sumber: Laman resmi Pertamina Blog Contest & Laman resmi PERTAMINA

Microsoft Blogership 2010

Posted: 7 Desember 2009 in Info

Tenggat: 15 Desember 2010

Microsoft BLOGGERSHIP merupakan ajang kompetisi dan penghargaan bagi narablog muda Indonesia. Ajang ini pertama kali diluncurkan dalam rangka Pesta Blogger 2008 tahun lalu, dan menobatkan Anandita Puspitasari sebagai pemenang Microsoft BLOGGERSHIP untuk tahun 2009.

Sebagai penerima BLOGGERSHIP, Anandita berhak atas uang tunai sebesar Rp 15 juta, kesempatan mengunjungi berbagai daerah di Indonesia dalam serangkaian blogging trip, dan smart phone Windows Mobile.

Pada Januari 2010 nanti, Microsoft BLOGGERSHIP akan diberikan bagi narablog muda usia 18 – 30 tahun yang dinamis, berpikiran maju dan terbuka, memiliki gaya penulis blog yang baik, serta memiliki ketertarikan terhadap isu-isu edukasi dan pemanfaatan teknologi bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, juga memiliki semangat dan gairah dalam mengangkat isu-isu pemberdayaan masyarakat.

Microsoft BLOGGERSHIP 2010 diluncurkan hari ini (25/11), bertepatan dengan Hari Guru Nasional. Ini berkaitan dengan tema BLOGGERSHIP 2010, yang akan mengangkat isu mengenai bagaimana para pendidik dan institusi pendidikan dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk menyampaikan materi pelajaran secara lebih hidup dan kreatif.

Program Microsoft BLOGGERSHIP akan berlangsung dalam kurun waktu 6 bulan (mulai Januari – Juni 2010). Narablog muda penerima BLOGGERSHIP ini kemudian akan mendapatkan kesempatan untuk menulis blog dalam perjalanan bersama Microsoft Indonesia ke beberapa provinsi di Indonesia, seraya dihadapkan dengan isu-isu dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan edukasi dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan kreatif.

HADIAH UNTUK PEMENANG MICROSOFT BLOGGERSHIP 2010

1.Dana BLOGGERSHIP sebesar Rp 15juta
2.Blogging trip ke beberapa provinsi di Indonesia bersama Microsoft Indonesia (akomodasi, transportasi, dan uang saku akan ditanggung oleh Microsoft Indonesia)
3.Smart phone: Windows Mobile

SYARAT DAN KETENTUAN

1.Warga negara Indonesia usia 18-30 tahun yang memiliki blog pribadi
2.Blog ditulis dalam bahasa Indonesia
3.Blog sudah ada kurang lebih sejak enam bulan yang lalu dan diperbarui secara berkala
4.Narablog harus berpikir terbuka, tertarik pada masalah-masalah pendidikan dan isu-isu pemberdayaan masyarakat
5.Memiliki kemampuan menulis yang baik, nyaman berbicara di depan umum, suka bertemu dengan orang-orang baru dan bertukar pendapat dengan mereka
6.Bersedia berpartisipasi dalam acara blogging trip ke beberapa provinsi di Indonesia sesuai dengan jadwal yang telah disetujui bersama dengan Microsoft Indonesia (akomodasi, transportasi, dan uang saku akan ditanggung oleh Microsoft Indonesia)
7.Bersedia menulis setidaknya 2 artikel blog per bulan terkait dengan subjek yang telah dibahas semasa kunjungan, berkaitan dengan edukasi dan pemanfaatan teknologi informasi bagi pengajaran kreatif
8.Jika terpilih sebagai kandidat, bersedia mengikuti seleksi lewat wawancara tatap muka di Jakarta (bagi yang tinggal di area Jabodetabek) atau wawancara via telepon (bagi yang tinggal di luar area Jabodetabek)

CARA KEIKUTSERTAAN

1. Menulis artikel blog di blog pribadi Anda mengenai bagaimana guru, tenaga pengajar, atau institusi pendidikan bisa menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk menyampaikan materi pelajaran secara lebih hidup dan kreatif. (Misal: Guruku Punya Blog!, Sekolah Virtual, Ujian Online, Sekolahku Melek Internet, Belajar Biologi Lewat YouTube, Guru Harus Punya Facebook, dsb.)
2. Tulisan tidak harus formal, bisa ditulis secara santai asalkan menggunakan pilihan kata dan bahasa yang baik
3. Tulisan dapat berupa pengalaman, ide, saran, harapan, atau komentar/ulasan mengenai pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk menyampaikan materi pelajaran secara lebih hidup dan kreatif
4. Artikel tersebut Anda tag dengan “Microsoft Bloggership 2010”
5. Mengirimkan email kepada hanny[at]maverick[dot]co[dot]id dengan subjek email MICROSOFT BLOGGERSHIP 2010 – NAMA LENGKAP ANDA (Contoh: MICROSOFT BLOGGERSHIP 2010 – ANANDITA PUSPITASARI)
6. Tuliskan di dalam body email Anda (tidak dilampirkan, tapi ditulis di body email) informasi berikut:
a. Nama lengkap
b. URL blog
c. URL artikel Microsoft Bloggership di blog Anda
d. Alamat email yang aktif
e. Nomor handphone yang aktif
f. Tanggal lahir
g. Usia
h. Kota tempat tinggal Anda saat ini
i. Pekerjaan
j. Satu paragraf pendek, terdiri dari 3-5 kalimat mengenai mengapa Anda merupakan kandidat yang tepat untuk Microsoft BLOGGERSHIP 2010
7. Kirimkan email pendaftaran ini sebelum 15 Desember 2009.

Yuk, suarakan pendapatmu untuk ikut membangun pendidikan bangsa kita agar lebih dinamis dan kreatif!
Sumber: Laman resmi Pesta Blogger

Tenggat: 16 Desember 2009

Perkembangan penggunaan internet di Indonesia berkembang dengan pesat. Program pemerintah untuk memasarkan internet sampai ke pedesaan telah membuat penetrasi perkembangannya mengalami kemajuan signifikan. Hampir semua lapisan masyarakat yang telah menerima aliran listrik dan telepon memiliki kesempatan untuk menikmati internet.

Salah satu kelompok yang menjadi pengguna terbesar internet adalah generasi muda. Penggunaan internet di kalangan generasi muda meliputi anak di tingkat pendidikan sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi. Generasi muda menjadi pengguna terbesar karena kemampuan mereka untuk menggunakan teknologi dan tingkat pendidikan yang dimiliki. Internet menawarkan beragam fitur dan layanan yang menarik bagi generasi muda.

Layanan yang banyak menarik minat anak muda adalah adanya situs jejaring social yang membuat mereka bisa mengaktualisasikan diri. Layanan seperti blogs, facebook, friendster, dan yahoo messenger digemari anak muda. Hampir setiap saat mereka menggunakan layanan tersebut baik di sekolah maupun di rumah.
Untuk memberikan apresiasi dan kesempatan kepada generasi muda dalam menuangkan ide kreatifnya di dunia maya, Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) UNISSULA Semarang mengadakan lomba karya tulis melalui situs jejaring sosial.

Ketentuan lomba

Peserta:
•Siswa SMU/SMK/MA atau yang sederajat
•Memiliki situs jejaring sosial seperti blogs, facebook, friendsters, twitter, my space dll
•Memiliki minat untuk menuangkan ide
•Lomba ini gratis, tidak dipungut biaya apapun.
•Hati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan panitia lomba

Tema lomba:

•Batik sebagai warisan budaya bangsa
•Tayangan televisi yang mendidik
•Perkembangan dunia broadcasting di Indonesia

Tahapan pelaksanaan

•Pelaksanaan lomba :16 November 2009- 16 Desember 2009
•Penjurian : 17-29 Desember 2009
•Pengumuman pemenang : 30 Desember 2009

Hadiah
•juara 1 Rp. 1.000.000,00
•Juara 2 Rp. 750.000,00
•Juara 3 Rp.500.000,00

Ketentuan teknis
•Panjang tulisan 1-2 lembar kuarto/A4
•Tulisan bisa berbentuk artikel, analisis, komentar atau yang lainnya.
•Ditulis dengan bahasa yang sederhana, komunikatif dan mudah dimengerti
•Bukan hasil jiplakan, saduran dan belum pernah dipublikasikan di tempat lain
•Tidak mengandung unsur merendahkan SARA (Suku, Agama, RAS)
•Di posting dalam situs jejaring sosial yang bersangkuatan (bisa menjadi status, ditulis di wall, catatan dll)
•Posting harus mencantumkan tags/kata kunci “lomba karya tulis FIKOM Unissula”
•Setelah tulisan di posting, peserta mengirimkan email ke lombaFIKOM@yahoo.com berisi:
•Alamat situs jejaring sosial (alamat:facebook, blog, myspace dll)
•Alamat email
•Judul tulisan
•Sofcopy/file tulisan yang telah diposting
•Tanggal posting
•Nama, alamat, asal sekolah, no telepon
• Tulisan di posting dalam situs jejaring sosial mulai 16 November 2009 sampai dengan 16 Desember 2009 (tulisan yang di posting di luar waktu tersebut tidak diikutkan dalam penilaian)
• Pengumuman pemenang 30 Desember 2009
• Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat menyurat
• Pemenang akan dihubungi melalui email atau telepon yang bersangkutan dan diumumkan di website unissula.ac.id

Aspek Penilaian
•Orisinalitas ide
•Kesesuaian isi dengan tema
•Gaya bahasa

Keterangan lebih lanjut bisa ditanyakan lewat email ke:
mubgabus@yahoo.co.id, atau lombaFIKOM@yahoo.com
Infolomba (via LombaLomba) dari laman resmi UNISSULA.

Untuk Para Lelaki

Posted: 3 Desember 2009 in Diary

Jum’at 4 Desember 2009 Jam 02.00 dini hari

Malam ini sepertinya mendung disini. Dingin pun mulai menyelimuti bumi. Aku pun mendesah sunyi, termenung memikirkan takdir ilahi.

Ya….perempuan bernama istri. Ia adalah sosok wanita sejati yang mau berkorban untuk sebuah keluarga di muka bumi ini. Setiap hari ia harus bergelut dengan sebuah kesibukan yang tak pernah berhenti. Mulai bangun hingga tidur lagi. Bahkan sampai ia mengorbankan hak dirinya untuk begadang sampai pagi demi si kecil yang rewel tiada henti.

Ketika semua terlelap dengan beribu mimpi sang istri menyelesaikan tugasnya yang masih menumpuk hingga malam nan sepi. Ia mencuci pakaian yang dipakai anak dan suami. Memasak untuk besok untuk sarapan pagi. Mumpung anak sedang pulas tidur ia teruskan untuk menseterika baju agar semua kelihatan rapi. Lalu ia istirahat untuk menghilangkan penat diri. Namun apa yang terjadi ? si bayi bangun minta disusui. Akhirnya sang istri harus begadang lagi. Belum lagi jika suami minta jatah untuk dilayani. Hemm….kapankah diri ini akan istirahat untuk memanjakan diri ?

Sebuah kewajiban yang terus terjadi setiap hari dan tak akan berhenti sampai mati. Namun terkadang niat baik ini belum memuaskan suami. Ia terkadang masih mencaci. Entah yang bilang tak beres urusan rumah dan anak yang tak bisa dibilangi. Padahal ia belum istirahat dari pagi hingga malam di setiap hari. Apalagi kalau sudah masalah gaji. Uang belanja yang dipake untuk nomboki utang sana sini dan kemudian habis, namun dibilang boros tiada henti. Subhanallah….hanya air mata yang bisa menitik dari mata ini.

Alangkah bahagianya jika para lelaki memahami akan beratnya tugas dan kewajiban seorang istri. Ia harus melayani, mendidik dan mengayomi anak bahkan suami yang dicaci oleh orang yang tak menyukai. Alangkah bahagianya jika suami tahu dan paham akan kebutuhan istri. Alangkah bahagianya jika para suami mendengarkan keluhan hati. Alangkah bahagianya jika suami mau menyadari bahwa seorang istri juga perlu untuk diperhatikan setiap hari. Alangkah bahagianya jika suami mau bertanya pada raut suntuk istri. Alangkah bahagianya jika sesekali suami melayani istri. Alangkah bahagianya jika suami peduli. Alangkah bahagianya jika suami tidak egois dengan merasa ialah yang meperjuangkan keluarga ini, membanting tulang bekerja tanpa henti. Apakah engkau tahu wahai suami bahwa istrimu bekerja selama 24 jam tanpa henti. Sedangkan engkau hanya bekerja selama 8 jam mungkin bisa lebih hingga 12 jam. Dan satu hal lagi engkau hanya bekerja mencari uang. Sedangkan seorang istri harus memborong semua pekerjaan. Ia menemani, melayani, mencuci, mensetrika, memasak, mendidik anak dan masih banyak lagi. Apa engkau pikir itu mudah ? Sedangkan engkau dititipin anak selama 1-2 ja untuk belanja atau mengaji saja engkau sudah merepet tak karuan ? Ketika istrimu sakit engkau hanya mampu memasak mie dan anakmu akhirnya hanya rewel saja hingga akhirnya istrimu juga yang melayani walau ia sakit yang entah apa rasanya ini. Apakah engkau tak sadar jika engkau sakit larinya ke istri ? jika anak sakit larinya ke istri ? sedangkan jika istri sakit ia akan lari pada siapa wahai suami ?

Ini bukan sebagai hujatan atau makian. Namun sebagai peringatan dan nasehat bahwa sebaik laki-laki yang menjadi suami adalah yang memuliakan istrinya. Yang mengerti apa yang dibutuhkan oleh istrinya.
Lalu apa yang dibutuhkan istri ? Ia tak mau ditinggal pergi, ia selalu ingin ditemani. Bagi istri kehadiran suami di depan matanya itu sangat menyenangkan hatinya walau sang suami tak berbuat apa-apa. Ia merasa tenang dan nyaman karena ada yang melindungi dan menemaninya disetiap detak perjuangannya. Ia ingin didengar keluhan hati yang tertuang dalam cerewet yang tiada henti. Untuk itu jangan ditinggal pergi jika seorang istri sedang cerewet atau marah. Ia hanya ingin didengar dan dimengerti. Itu sudah tabiat seorang istri. Ia ingin dibantu menyelesaikan tugasnya yang sangat berat setiap hari jadi jangan mengeluh jika dimintai tolong untuk menggantikan popok si bayi atau menemani dan melayani si kakak yang sedang sendiri. Kerjakanlah dengan ikhlas agar engkau mengetahui bahwa istrimu sungguh luar biasa karena ia bisa menyelesaikan semua kewajiban disetiap harinya tanpa peduli apa yang terjadi pada dirinya.

Wahai para suami jika engkau tak mau diperepetin istrimu, perhatikan dan jangan kau lupakan apa yang dipesankan istrimu. Contoh kecil, jika istrimu bilang kalau ambil baju jangan diberantakin. Ya kerjakanlah demikian karena sudah tabiat perempuan tidak suka yang berantakan. Dan satu hal yang perlu engkau ketahui jika engkau mengabil baju dari lemari dengan sembarangan maka itu akan menambah beban pekerjaan istri. Mau tak mau ia akan membereskannya lagi karena ia tak mau engkau bilang tak pecus membereskan rumah ini. Ingat dia bukan pembantumu dia adalah partner hidupmu. Ada lagi, jangan menaruh barang atau handuk sembarangan, kembalikan semua yang telah engkau ambil pada tempatnya agar istrimu tak keluar kata dari mulutnya. Masih ada lagi, jangan engkau lebih suka mendengarkan nasihat orang lain ketimbang nasihat istrimu. Istrimu pasti lebih peduli ketimbang orang lain. Istrimu memberi pertimbangan karena ia sangat sayang padamu. Jangan sampai engkau melontarkan sebuah saran dari orang lain dan engkau menyetujuinya padahal jauh-jauh hari istrimu sudah mengutarakannya kepadamu. Namun kenapa engkau tidak mau mendengarnya ? itu adalah sebuah penghinaan dan tidak menghargai istri. Jika saran dan pendapat istri itu baik kenapa harus gengsi untuk mengakuinya bahwa itu baik untuk sebuah kemajuan dirimu ? Apa salahnya engkau mencobanya dulu dan jika tak cocok engkau katakan baik-baik pada istrimu bahwa saran ini tak bisa kulakukan.

Jika engkau baik pada istrimu maka istrimu akan lebih baik kepada engkau. Itu sudah catatan. Jangan engkau sentil dengan hal-hal yang menurutmu sepele padahal bagi istri sangat berarti. Berhati-hatilah ketika mengungkapkan kata-kata atau bersikap karena istri sangat sensitive menanggapinya. Jangan sampai salahpaham sehingga menimbulkan desir kekesalan dalam jiwa istri. Jika sudah kesal biasanya akan sembarangan dalam mengerjakan segala sesuatunya. Bila dikerjakan dengan baik itu hanya karena kasihan pada engkau dan pada anak-anak engkau. Itulah istri, walau kesal setengah mati namun masih mau mengerjakan tugas setiap hari. Rasa iba istri bisa menutupi rasa benci sehingga ia pun mengikhlaskan diri walau ia disakiti jiwa dan pikiran ini.

Bimbinglah istri karena itulah harapan ketika di awal pernikahan. Jangan seperti anak kecil yang selalu diingatkan. Istri akan muak melihatnya. Jika tak ada anak, engkau akan diceraikannya. Karena sebenarnya perempuan bisa hidup mandiri tanpa seorang laki-laki. Namun kodrat perempuan adalah menjadi seorang istri dan mempunyai anak darimu. Karena sayang dan kasihannya pada anak ia tak mungkin meninggalkan engkau wahai para lelaki. Karena anak juga butuh pada bapaknya. Dan seorang ibu pasti tak mau berpisak dengan anaknya. Dan anak pasti lebih butuh dengan ibunya. Karena ibu yang mengandung dan melahirkannya. Mendidik dan merawatnya.

Satu lagi, jangan sekali-kali menyakiti istri karena bukan kepadamu ia akan melapiaskan diri. Namun ia akan memaki anak-anakmu dan mencari kesalahan yang sebenarnya kesalahannya tak berarti. Ia melakukan itu karena mau tak mau anak pasti mendengarkan keluhkesahnya sedangkan engkau jika istri marah malah mo tinggal pergi. Jangan sampai ini terjadi. Apakah engkau rela terjadi hal seperti ini ? Selesaikanlah jika ada yang mengganjal dalam hati. Carilah celah dan bahasa yang berbudi. Jangan kau pendam dalam hati dan tak pernah menceritakan keluh kesahmu pada istri.

Jadikan ia tempat curhatmu agar istri merasa berarti bagimu. Jangan sekali-kali engkau lebih nyaman bercerita pada orang lain dan akhirnya istri mengetahuinya. Itu sangat menampar hatinya. Ia merasa dibuang dan tak berarti lagi bagimu. Terkadang suami salah mengambil persepsi, dengan bercerita masalah pekerjaan atau yang lainnya akan menambah beban seorang istri. Itu tidak benar bahkan salah besar. Istri akan sangat senang mendengarkan suami bercerita apa yang dikeluhkesahkannya. Karena tadi ia merasa berrti bagi suaminya. Dan persepsi inilah yang harus dirubah. Sekali lagi salah besar jika suami bercerita tentang keluh kesah hatinya menjadi beban bagi istrinya. Ini Sangat salah besar.

Jujurlah akan segala hal. Entah masalah keuangan (kau terima berapa, kau belanjakan berapa, kau kasihkan keluargamu berapa) agar tidak timbul kecurigaan, entah masalah persahabatan (siapa teman-temanmu, siapa teman dekatmu, siapa kawan yang engkau percaya) agar dia tidak berpikiran buruk padamu. Cobalah untuk memahami bila engkau ingin memahami istrimu. Karena perempuan sebenarnya tak butuh materi dia hanya ingin dipahami, dimengerti oleh seorang laki-laki yang dicintai dan disayanginya. Materi hanyalah yang kesekian kalinya demi kelangsungan sebuah perjalanan pernikahan.

Dan bagi para lelaki yang belum menikah, berpikirlah matang jika ingin bersanding dengan namanya perempuan. Pernikahan tidak hanya sebuah keinginan. Pernikahan adalah kisah hidup yang sangat dahsyat. Kenapa disebut setengah dien karena didalamnya penuh perjuangan dan pengorbanan. Bukan setengah dien itu adalah ijab kabulnya, namun perjalanan dalam meniti hingga akhir hayat bersama pasangan itulah yang disebut setengah dien itu. Jika itu tak sempurna maka jangan harap engkau lulus setengah dien yang dinamakan pernikahan. Pernikahan tak seindah yang dibayangkan, tak semudah teori yang ditulis orang tentang liku-liku kehidupannya. Setiap pasangan punya kisah masing-masing yang perlu sebuah pembelajaran disetiap detak kehidupan. Masalah dan solusi tak bisa sama antara pasangan satu dengan yang lainnya karena setiap manusia punya watak yang berbeda-beda. Sehingga perlu pembelajaran untuk mengabil cara terbaik dala menyelesaikan semua masalahnya.

Dan yang terakhir setiap perempuan pasti ingin menjadi permata dunia alias WANITA SHOLIHAH. Namun gelar ini sungguh berat untuk mencapainya. Butuh keikhlasan dan kesabaran. Dan keikhlasan dan kesabaran itu bukanlah mudah untuk menjalankannya ia butuh keimanan yang tinggi. Dan keimanan itu butuh lingkungan yang baik dan dukungan yang kuat dari seseorang yang sangat dekat dengannya yang bernama suami. Untuk itu bantulah istrimu untuk mewujudkan cita-citanya yaitu menjadi WANITA SHOLIHAH. Jika istrimu baik maka engkau akan mendapatkan kebaikannya dan sebaliknya jika istrimu buruk perangainya maka engkau akan mendapatkan dampaknya. Suami istri adalah cermin. jika cerminnya retak maka akan retak pula gambarnya. So keep istiqamah dengan Islam yang mulia dalam rumah tangga. Jangan sekali-kali engkau meremehkan bahkan meninggalkan Islam dalam setiap jengkal kehidupan. Titip salam untuk para perempuan yang telah menjadi istri dari seorang laki-laki. Semoga aku dan engkau cepat meraih gelar PERMATA DUNIA “ISTRI SHOLIHAH”yang selalu didamba oleh setiap wanita yang hidup di dunia ini. Amin*az

*kenang-kenangan dari suara hati seorang perempuan yang telah menjadi istri dari seorang suami

CARA DAHSYAT JADI PENULIS HEBAT

Posted: 2 Desember 2009 in Artikel

Malam mulai larut. Angin dingin tak luput untuk menyapa kulit-kulitku. Dingin, pertanda aku harus memulai untuk menorehkan seluruh pikiranku. Seperti malam-malam sebelumnya aku selalu menulis dan menulis. Disela-sela aku menjadi sosok ibu dan istri, aku harus pandai membagi waktu. Dan jam seginilah waktu yang tepat untuk terus berkarya. Walau sedikit kesempatan namun terkadang aku bisa menghasilkan beberapa artikel dan naskah. Cukup membahagiakan atas semua potensiku. Bagaimanapun aku harus mensyukurinya. Walau aku sudah jadi istri dari seorang laki-laki dan menjadi ibu dari anak-anakku, aku masih bisa tetap berkarya dan tidak merubah kebiasaanku yang suka membaca dan menulis.

Karyaku memang sudah banyak, Namun semua itu hanya tersimpan di laptopku. Dua karyaku di tolak sebuah penerbit. Satu novel dan satu kumpulan cerpen. Untuk novel, katanya monoton. Untuk kumpulan cerpen, katanya sudah banyak yang bercerita seperti itu. Cerpen,opini, serta artikel ilmiah dan artikel islam yang sering ku buat. Ya, walaupun begitu ada beberapa cerpenku yang telah dimuat oleh media masa, diantaranya Mawar Telah Bertangkai (Sobat Muda dan Harian Analisa), Lilin (Harian Analisa), Dialog Hati di malam Lebaran (Harian Analisa), Menjemput Bidadari Syurga (dalam kumpulan cerpen Artefak Laboratorium Sastra Medan) dan satu opini berjudul Buku dan Kertas Bungkus (Harian Analisa).

Hmm…begitulah awal perjuangan ingin jadi orang besar. Aku hanya mendesah ketika menerima kembali copian naskahku yang dikembalikan Pak Pos kerumahku. Yah…rugi memang, aku sudah membuatnya selama enam bulan dengan jarang tidur malam. Kemudian mengeprint-nya. Pastilah ini bukan biaya yang sedikit karena aku tak punya printer sendiri. Aku harus ke rental untuk mengetik dan mengeprint-nya. Semua pasti bisa membayangkan sudah berapa cost yang ku keluarkan untuk membiayai naskahku yang setebal 200 halaman untuk satu buku. Dan belum buku lainnya yang jumlah halamannya juga hampir sama.

Subhanallah belum lagi untuk biaya foto copi dan pengiriman lewat pos. Yang jelas semua butuh cost yang lumayan. Belum lagi ketika pengasuh rubrik cerpen Harian Analisa mengeluh karena cerpenku tak muat di kolom mereka dan akhirnya terkumpul saja di email pengasuh itu. Namun…betul juga seperti yang di bilang Pak Bob Hasan yang suka pakai celana pendek itu. Jangan berharap jika tak ingin kecewa. Ya..ketika mengirim naskah aku terlalu pede dan akhirnya aku kecewa. Dan ketika tahu dari istilah dari Bob Hasan itu akhirnya aku nyantai aja. Diterima atau tidak diterima oleh sebuah penerbit atau media aku tetep menulis.

Kadang aku tersenyum karena aku seperti kelelawar yang menggunakan malamnya untuk mencari makan. Seperti aku dimalam yang larut aku berusaha mencari secuil ide untuk meraih cita-cita besarku. Menjadi penulis. Penulis handal dan professional. Kreatif, inovatif dan selalu produktif. Tak mudah untuk mewujudkan keinginan besar itu. Disetiap malam aku harus menyediakan waktu untuk terus menulis. Terus kukirim ke media lokal tanpa aku lelah atau putus asa. Selalu aku mencari link agar bisa menerbitkan karyaku.

Aku punya rencana untuk menerbitkan sendiri namun dana dari mana. Kata kawan-kawan yang mempunyai profesi penulis dia dulu mengawali karirnya dengan menerbikan buku sendiri. Memang ada satu tekad untuk mengarah kesana dan sekarang aku rajin menabung untuk mengumpulkan modal itu. Dan semoga tercapai.

Pastilah ada harapan dan ketika waktunya nanti pastilah Allah akan mengabulkan. Itulah yang terus kutanam dalam hati dan pikiranku agar aku tak lemah sehingga aku terus menghasilkan karya disetiap malam-malamku. Hmm….seperti yang ditulis Jonru dalam bukunya “Cara Dahsyat Menjadi Penulis Hebat”. Betul juga yang dibilang Jonru bahwa semua berawal dari dalam diri kita masing-masing. Pola pikir dan positif thinking menjadi modal utama. Kekuatan atas keyakinan bahwa kesuksesan pasti berproses harus kuat dalam diri kita jika kita ingin meraih impian kita. Bila ada yang penasaran gimana resepnya Jonru untuk mewujudkan penulis-penulis sukses Anda bisa klik http://www.penulishebat.com . disana lebih lengkap dan Anda lebih puas untuk meraup ilmu tentang kepenulisan.

Memang harus terus mencari cara bagaimana bisa meraih mimpi menjadi penulis hebat. Setiap buka internet aku pasti mencari update-an tulisan tentang bagaimana cara menulis yang baik. Banyak sudah trik yang sudah ku download dari internet. Ada satu lagi yang tak pernah kulupa jika aku browsing, aku selalu mencari info lomba tentang kepenulisan. Sapa tahu aku bisa menyalurkan profesi baruku ini. Namun ya begitulah satupun belum pernah menang dalam lomba. Apalagi lomba LMPCI Annida. Ketika SMU dulu pernah ngirim dan satupun tak ada yang muncul sebagai juara. Pernah juga mengirim Novel untuk lomba sebuah penerbit di Jakarta namun juga tak ada kabarnya. He…he….kaciaaannnnn 😦

Perjuanganku tak cukup disitu. Banyak trik yang kucoba. Untuk memenuhi obsesi besarku, agar karya dan ideku bisa menyebar di masyarakat, aku menyempatkan diri membuat sebuah blog. Walau sudah lama kurancang akhirnya juga baru saja blogku ku louncing pada teman-teman. Ya…untuk tombo ati agar karyaku tak surut. Aku tetap bisa kreatif dan peka akan hal-hal baru. Karena tanpa menulis dan membaca aku terasa bodoh. Otakku menggumpal dan betek terus bawaannya. Sepertinya keinginan ini tak bisa dibendung lagi. Sebenarnya bukan penulis hebatnya yang didambakan namun merubah pemikiran masyarakat lewat tulisan yang jadi cita-cita (walah itumah klo tidak jadi penulis hebat juga kagak bisa non…wakakak…). Ya begitulah kira-kira.

Karena aku pernah mengirim naskah ke sebuah penerbit akhirnya aku secara otomatis menjadi anggota facebook mereka. Akhirnya ada hikmahnya juga aku bertemu dengan penulis-penulis yang sudah mempunyai banyak karya. Akupun sering serring untuk menggali informasi. Dan satu kalimat yang sangat ku ingat dari Salim A Fillah “Jangan menyerah. Ada seorang cerpenis karyanya dimuat yang ke 500”. Gubrak, jadi aku ini belum ada apa-apanya. Tidak tahunya jadi penulis memang penuh perjuangan. Belum tentu tulisan ini dikatakan bagus oleh teman bisa langsung muat di penerbit. Bagus oleh sesama penulis belum tentu bagus oleh editor penerbit. Begitulah…

Ups ! usaha terus berjalan. Satu lagi yang akhirnya bisa menjadi tombo ati juga. Aku sekarang menjadi redaktur bulletin Jum’at dan aku diberi kesempatan untuk menjadi salah satu penulisnya. Wah sungguh luarbiasa bagiku. Hebat ! akhirnya aku bisa mempengaruhi pemikiran seseorang dengan tulisanku. Walau hanya sebuah bulletin namun jika dicetak 1000 ekseplar saja berarti sudah 1000 orang yang membaca. Jika 500 orang saja yang mengerjakan kebaikan yang kutulis dalam bulletin berarti aku sudah dapat 5000 kebaikan dan jika 500 orang tersebut menularkan lagi berapa ribu lagi kebaikan akan ku dapat karena kebaikan dihitung 10 kali lipat pahala. Pastilah lebih besar dari nilai honor 100.000 dari setiap tulisan.

Ya ok-lah bagaimanapun aku ingin seperti yang punya Toha Putra “Abu Al Ghifari” yang omsetnya sudah milyaran rupiah dari tulisan,penerbitan, honor dan entah darimana lagi. Yang jelas penghasilan milyaran dan sukses merubah pemikiran orang itu didapatnya dari kepenulisan yang digelutinya. Tidak hanya seperti Abu Al Ghifari aku juga ingin seperti Habiburrahman El Shirazy, Gola Gong, Asma Nadia, Jonru, Handrea Hirata, O Sholikhin dan penulis-penulis hebat lain. Dimana karya-karya mereka telah ditangan para pembaca, bahkan ada yang difilm-kan. Sudah berapakah omset mereka ? tak terbayangkan lagi. Duduk manis saja uang sudah mengalir sendiri. Sebenarnya materi adalah obsesi terakhir ,yang jelas satu keinginan ketika menjadi penulis adalah merubah dunia. Merubah pola pikir seseorang menjadi pola pikir yang baik. Religius, sehat dan dinamis. Karena tulisan sangat besar pengaruhnya untuk mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Manusia tak sekolah pun masih bisa pandai asal dia suka membaca. Apalagi mau menuangkan apa yang dibacanya dengan menuliskannya kembali. Wawasannya bisa melangit bahkan bisa melebihi gurunya yang sedang mengajar. Dan satu hal lagi yang menyenangkan menjadi penulis, akan menjadi manusia yang cerdas karena dia akan selalu membaca dan menghidupkan setiap titik-titik sel otaknya. Kebiasaan untuk terus berfikir membuat kehidupan ini lebih menyenangkan dan lebih dinamis. Tidak membosankan karena terus ada perkembangan dan perubahan.

Namun…kapankah semua cita-cita besar ini akan terwujud ? yang jelas kita terutama aku harus bersabar dan menjalani setiap detik hidup ini dengan terus berusaha. Pesan seorang pengusaha Bob Hasan jangan berharap agar kau tak kecewa akan selalu ku kenang. Aku tak akan berharap namun aku tetap berusaha melakukan yang terbaik. Dan aku yakin jika menjadi penulis hebat dan tenar di Indonesia itu baik bagiku pastilah gelar itu akan mendampingi hidupku. So, jangan putus asa terus berkarya agar dikenang oleh dunia.

Kisah Lucu Yang Selalu Ada Di Hatiku

Jadi Ingat ketika masa SMU. Rupanya sinyal untuk jadi penulis sudah ada sejak kala itu. Entah kenapa aku sering dipuji oleh guru Bahasa Indonesia. Tidak tahunya karena aku paling pandai bikin cerpen dan membuat tulisan. Aku mampu membuat cerpen ketika jam belajar Bahasa Indonesia dan bisa selesai jam itu juga. Lalu tulisan ilmiahku pasti susah diakhiri sehingga sangat panjangnya. Pembina ekskul karya ilmiah sangat dekat denganku karena aku selalu produktif mebuat karya ilmiah. Setiap lomba aku pasti ikut. Dan satupun tak ada yang menang….wakakaka… :). Ada lagi, aku juga pendiri ekskul Jurnalistik di sekolahku. Pembinanya dari sekolah lain dan akhirnya aku sangat dekat dengan Bapak Pembina. Pak Ali Mahsun namanya. Aku sudah mengangggapnya sebagai Ayah. Dari ikatan itu aku banyak dapat masukan tentang tulisan future kubuat. Karena Ayah Ali sangat berpatok pada 5W+1H aku malah bingung bagaimana bikinnya. Trus akhirnya Ayah Ali memasukkanku menjadi anggota PWI dan dimasukkan pada sebuah wartawan majalah propinsi. Namun akhirnya ayah Ali dan kami semua tertipu. Tidak tahunya wartawan yang mendirikan majalah itu adalah wartawan omprengan…wakaka… 🙂 dan akhirnya aku dan teman-teman keluar dari PWI. Walau akhirnya hanya aku yang keluar dari PWI dan kawan-kawanku masuk lagi karena mereka sekolah di sebuah kampus Jurnalistik di Surabaya. Cerita lucu meniti karir sebagai penulis. Hi…hi…gak papa buat hiburan kita semua. Begitulah jalan hidup ini, tak semudah yang dibayangkan, tak semudah seperti yang ditulis orang, semua perlu belajar dan usaha disetiap jengkal kehidupan. Toh akhirnya ekskul yang kurintis akhirnya besar dan jadi ekskul favorit. Walau aku tak menikatinya tapi aku puas dengan apa yang telah kurintis karena aku yakin aku menjadi bagian dari keberhasilan seorang penulis alumni jurnalistik sekolahku. Walau aku tak sehebat dia namun aku bahagia karena aku sudah membuat wadah yang bisa mencetak penulis-penulis hebat kelak. He…he…jadi ingat tanamlah pohon walau besok kiamat. Artinya kita harus menciptakan sebuah kreasi yang bisa bermanfaat walau tak sempat mengunduhnya namun itu sudah menjadi modal amal yang luar
iasa.

Cara Gampang Menulis Ala Trik Imatuzzahra

Yang jelas jangan berpatok pada sebuah teori yang sangat rumit. Bukan berarti itu semua tak perlu bahkan sangat perlu-begitulah yang disitir Jonru dalam ebook-nya (unduh gratis http://www.penulishebat.com . Namun ketika kita sangat saklek dengan teori ujungnya kita sulit untuk mengeksplor pikiran kita. Kita buntu dibuatnya. Seperti membuat kerangka karangan. Bagiku itu sangat membunuh ide kreatifku. Ketika itu benar-benar kubuat satu hurufpun akhirnya aku tak bisa menorehkannya karena sangat banyak apa yang terletup dalam pikiranku dan akhirnya harus mencocok-cocokkan dengan batas bagian-bagaian yang belum tentu aku nanti alurnya sampai disitu. Untuk enjoy-nya mengalir ajalah….biar keluar idenya sehingga diakhir ketika membacanya lagi baru tahu ini bagus untuk dipakai atau tidak.

Untuk konsep sederhananya mungkin begini . Cobalah gali apa yang Anda suka. Keudian perdalam tentang apa yang Anda sukai. Lalu bacalah sebanyak-banyaknya tentang kesukaan Anda itu. Misalkan Anda suka cerpen. Bacalah semua cerpen yang Anda suka. Dari situ Anda akan mendapatkan sebuah cara bagaimana menuangkan sebuah cerita nyata menjadi sebuah tulisan bernama cerpen, novel atau tulisan lainnya. Setelah itu coba amati kehidupan sekitar. Misalkan ada ibu tiri yang baik hati kepada anak tirinya. Kemudian anak tirinya sangat jahat terhadapnya. Ini bagiku cerita yang sangat menarik karena dalam masyarakat sudah teropini yang jahat itu adalah ibu tiri kepada anak tiri. Sedangkan yang didepan mata kita ini yang jahat adalah anak tiri kepada ibu tirinya. Bukankah ini cerita menarik yang patut kita angkat ke permukaan? agar masyarakat tidak selalu beropini bahwa ibu tiri itu pasti jahat. Pada kenyatannya banyak kok ibu tiri yang baik. Betul gak ? (Ho oh . Siip).

Yang kedua focus pada hal-hal terbatas. tidak usah berpikir yang rumit. Tidak usah memikirkan teori yang njlimet. Jika Anda mampu menulis sesuai keinginan dan kemampuan Anda, ya lakukan sajalah. Tak usah mikirin komentar orang dulu, yang penting mulai saja dan kerjakan. Salah benar tulisan itu relatif kok. Bahkan pernah aku mebaca bahwa tulisan benar itu ketika pembacanya mengerti. Ya sudah, jika pebaca tulisan kita sudah ngerti berarti itu benar. Jadi gampang kan ?

Yang ketiga cari pengakuan dari masyarakat. seringlah menulis dan berikan pada orang lain untuk dibacanya. Kirim saja kepada media masa atau penerbit entah diterima atau tidak pasti dikomentari. Dari komentar itulah kita bisa intropeksi. Dan satu lagi jika pandai internet posting karya-karya itu kesebuah blog pribadi atau jejaring lainnya. Sekarang banyak yang bisa menampung karya kita tanpa harus mealui mediacetak. Media elektronik banyak yang gratis bagi yang kreatif apalagi di dunia maya. Kitapun bisa mempublikasikannya. Saat ini ada blog gratis, facebook,twitter atau website jika punya uang untuk mendaftar ke sebuah server.

OK ! Jika kurang jelas silahkan unduh semua informasi dari http://www.penulishebat.com . Dalam situs ini ada ebook CARA DAHSYAT MENJADI PENULIS HEBAT. . Didalamnya tidak diterangkan tentang jlimetnya teori penulisan. Namun ebook ini berisi bensin pembakar semangat kita untuk menulis. Sedikit cuplikan paragraph-paragraph yang paling berkesan tentang definisi orang hebat dan beberapa paragraph lainnya.

“Orang hebat adalah orang yang mampu mengembangkan dirinya dan memiliki prestasi sesuai dengan kelebihan yang ia miliki dan apa yang ia peroleh dibagikan kepada orang lain”(Jamil Azzaini,training Sukses Mulia dari Kubik Leadership).

Dibalik sosok penulis yang telah menghasilkan ratusan buku, buku best seller, tulisannya sering memenangkan lomba atau mendapat penghargaan nasional dan internasional, pasti tersimpan sosok pribadi yang tangguh, disiplin, percaya diri dan optimis dala meraih suskses.

Inilah konsep penulis hebat yang dimaksud dalam buku ini. Dimana didasarkan pada hal-hal yang bersifat soft skil seperti rasa percaya diri, motivasi,optimisme dan semangat luar biasa untuk meraih predikat sebagai penulis sukses. Bila seseorang sudah mempunyai kualifikasi seperti ini maka insya Allah akan sangat mudah meraih apa yang diinginkannya.

Masih penasaran silahkan dibuka dalam http://www.penulishebat.com dan dapatkan trik agar tulisan bisa diterima media atau penerbit . Yang pasti Anda akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa. Apalagi dengan memiliki ebook CARA DAHSYAT UNTUK ENJADI PENULIS HEBAT hanya dengan Rp. 49.500. Penawaran yang fantastis bukan ? Ya hanya dengan 49.500 anda sudah memulai untuk mempersiapkan diri menjadi penulis hebat. Bagaimanapun kesuksesan harus dengan usaha dan pengorbanan dan pengorbanan mengeluarkan uang segitu tak seberapa dibanding dengan hasil kehebatan yang akan didapat. Sebenarnya buku-buku seperti itu berharga jutaan rupiah karena akan mencetak dan menghasilkan penulis yang bisa mencapai milyaran rupiah. So, apa yang dipikir lagi. Segera pesan dan dapatkan ebooknya.

Dengan mendapatkan ebook ini, akan mendapatkan diskon eksklusif sebesar 200.000 dari Sekolah Menolis Online (SMO). Wah gasebanding dengan yang dikeluarkan kan ? ini adalah DISKON SMO TERBESAR. Lumayan lo buat mengikuti belajar menulis dari SMO. Tidak hanya itu, bagi pembeli ebook juga mendapatkan modul dari SMO yang isinya full tentang kepenulisan. Trus juga bisa mengikuti kepenulisan SMO di free trial dan mendapatkan bimbingan di bidang kepenulisan selama seumur hidup. Wah…Asyikkan….? Semua itu dipersembahkan bagi calon penulis maupun sudah jadi penulis yang punya obsesi jadi penulis sukses yang hebat.

O iya buku CARA DAHSYAT MENJADI PENULIS HEBAT hanya tersedia dalam bentuk ebook, TIDAK BERLAKU untuk buku versi cetak. So…penawaran diatas adalah penawaran yang sangat fantastis dari http://www.penulishebat.com . Dan penawaran ini akan ditutup sewaktu-waktu bila buku versi cetak sudah terbit. Karena itu, tentu sayang sekali bila kita melewatkan kesempatan yang sangat langka ini! Pastinya jika nanti ada versi cetak harganya tak semurah itu. Untuk diskonpun pasti tak sefantastis penawaran sekarang. Itu pun klo ada diskon, klo tidak pasti lebih rugi lagi. Untuk itu tunggu apa lagi segera miliki ebooknya dan dapatkan bonus eksklusifnya.

Tidak hanya itu Jonru juga membuka ruang diskusi gratis lo, bisa lewat http://www.penulishebat.com atau bagi yang punya facebook bisa langsung online dengan Jonru di http://www.facebook.com/penulishebat pasti pertanyaan dan konsultasi akan dijawabnya. Gratis kok ga usah takut bayar. Biasanya begitu tipe orang Indonesia ingin yang hebat tapi gratis tanpa bayar, pengen cari enaknya sendiri….he…he…wakaka…memang gemblung 😛

O iya…bagi yang punya account di twitter jangan khawatir penulis hebat juga punya account disana dengan alamat http://www.twitter.com/penulishebat . di acount ini bisa mengunduh tentang penulis pecundang. Belum mencoba tapi sudah bilang susah. Belum mencoba namun sudah menyerah. Ok ? sepertinya ini sudah cukup untuk menstimulasi kawan-kawan yang ingin jadi penulis hebat. Terutama untuk menguatkan diriku sendiri untuk mencapai cita-cita besarku “Penulis Sukses yang Hebat”.

Ya…Penulis sukses yang hebat. Untuk itu aku harus terus melakukan pembenahan diri dan menguatkan mentalku. Satu hal yang terus kutanamkan dalam pikiran dan jiwaku bahwa penulis sukses yang hebat bukan seberapa banyak karya yang dihasilkan namun seberapa tangguh dalam memperjuangkan tulisannya untuk merubah pemikiran seseorang sehingga menjadi jendela dunia. Bagaimana dalam mempertahankan diri agar tetap produktif menghasilkan karya-karya walau sering ditolak media atau penerbit. Dan Alhamdulillah sekarang telah ada buku CARA MENJADI PENULIS HEBAT ini. Aku harus membacanya berulang-ulang agar aku terpandu dengan baik dalam mewujudkan cita-cita besar itu.

Yang terakhir jangan gampang menyerah, teruslah menulis walau sering ditolak oleh media atau penerbit. Biarkan saja mereka menolak-i karya-karya kita. Setelah tahu kita tetap menulis dan tetep produktif lama-lama juga minta ama kita kok, betul ga….? Yang jelas penerbit atau media tak akan bisa eksis tanpa penulis. So, terus berjuang dan semangat karena penulis hebat tak akan pernah mengenal putus asa. Dia tak peduli media atau penerbit tak mempedulikannya, karena satu prinsip penulis hebat “Aku tetep berkarya agar aku bisa merubah dunia sehingga aku akan dikenang sepanjang masa”. Tetep semangat demi cita-cita hebat. Salam kreatif !! Teruslah berkarya. OK ?*az