Makna Istilah Kafir Dalam Al Qur’an (Secara Konteks Islam)

Posted: 22 Desember 2009 in Syahsyiyah Islamiyah

Kafir adalah sebuah istilah dalam Islam yang digunakan untuk menyebut manusia yang tidak mau beriman (mengakui rukun Iman). Lalu ada sebuah artikel yang pernah saya baca, jika seseorang masuk Islam namun tidak beriman bisakah disebut kafir seperti saya seorang muslim namun belum beriman secara menyeluruh. Itu sebuah kalimat yang ditulis oleh Herry dalam situs suluh. Saya hanya mengelus dada. Betapa dangkal pemahaman tentang Islam, jika seseorang membaca artikel dan pemahaman tentang dien ini hanya setengah-setengah pastilah ia akan bilang betul dan betul dengan berbagai jabaran kafir yang ngawur.

Ketika seseorang disebut muslim adalah ketika ia telah mengucapkan dua kalimah syahadah. Adapun fungsi syahadah adalah sebagai pintu gerbang masuk Islam, inti pengajaran Islam, furqon (pembeda antara muslim dan kafir), mempunyai banyak keutamaan, sebagai ikrar (penyerahan secara totalitas kepada Allah). Dari sini saja sudah bisa diambil garis tentang apa itu kafir. Ketika seseorang tidak mau mengucapkan dua kalimah syahadah maka dia disebut kafir-yahudi, nasrani, Kristen, protestan, hindu, budha, konghucu dan faham-faham lain yang mengingkari pada ketuhanan terhadap Allah SWT.

Sedangkan syahadah sendiri mempunyai syarat-syarat untuk memenuhi arti dari syahadah itu. Syarat tersebut diantaranya 1) Memahami Syahadah (QS.47:19) >> memahami disini seorang muslim harus benar-benar tahu bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah, sehingga jika ia sudah mengucapkan syahadah namun masih menyembah atau mengimani Tuhan yang lain maka syahadahnya batal. 2)Membenarkan yang Haq (tidak ragu) QS. Al Hujurat : 15 >> orang mukmin adalah orang yang beriman kepada Allah dan Rasulnya, kemudian tidak ragu-ragu (tidak ada keraguan). Berjihad/berjuang dengan hartanya dan jiwanya di jalan Allah mereka itulah orang-orang yang benar. 3)Ikhlas QS. Al Bayyinah : 5

Kembali kemakna istilah kafir, dalam Al Qur’an pun cukup jelas diterangkan tentang makna kafir ini diantaranya dalam QS. 5 : 17 >> Allah mendefinisikan kafir seseorang jika : seseorang itu menyamakan Allah dengan Al Masih putra Maryam . QS. 5 : 72 >> Kafir bila mengatakan Allah yang tiga (Bapak, anak, roh khudus). QS. 18 : 100-101 >> Kafir itu adalah orang yang mata hatinya dalam keadaan tertutup (tidak mampu) dari memperhatikan tanda-tanda (kebesaran) Allah dan mereka tidak sanggup mendengar dan balasannya adalah jahannam. Maksudnya bila seseorang benar-benar menutup hatinya tentang kebenaran Islam, ia tidak sensitive terhadap tanda-tanda yang ada di muka bumi ini, dan parahnya tidak mau mendengar nasehat. Jika ketiga-tiga cirri ini melekat dalam diri seseorang maka dialah yang disebut kafir (dan bias digolongkan pada kaffir dzimmi karena sampai kapanmun mereka ini akan membenci islam dan memusuhi islam). Kafir kategori ini didukung pada QS. 22 : 46, 2: 6-7, QS. 64 : 11, QS. 3 : 119, 3 : 113-114, QS. 2 : 62, dan sebagai penutupnya QS. 3 : 85 >> barang siapa mencari agama selain Islam dia tidak akan diterima, dan dia kherat ia termasuk orang yang merugi.

Arti di Al Qur’an itu cukup jelas siapa yang dinamakan kafir. Siapapun orangnya jika tidak mau mengucapkan 2 kalimah syahadah adalah kafir. Barang siapa yang tidak mau mengakui Allah sebagai Tuhannya dan Muhammad sebagai utusannya adalah kafir. Jadi tidak usah diutak utik lagi, tidak usah diplintir-plintir lagi dengan makna yang kabur-misalnya jangan menjustice seorang yang mau belajar Al Qur’an tapi tidak mau masuk Islam, mereka ini tidak boleh disebut kafir. Itulah pendapat aneh yang sudah merebak dalam pikiran orang JIL dan sebangsanya (sebangsa tentang pemahamannya). Itu sudah jelas artinya. Lalu jika orang muslim tapi tidak beriman apa disebutnya ? Dia adalah seorang musyrik dan munafik.

Dalam Islam kelompok kafir ada 3 golongan : 1) Golongan yang berdamai dan membuat perjanjian, 2)Golongan yang berperang-termasuk orang munafik wajib untuk diperangi, karena sangat berbahaya dalam menghancurkan fikrah dan keberadaan Islam. Walau bukan kafir tapi ia wajib untuk dimusuhi, 3)Golongan yang dilindungi (ahluz-zimmah)-termasuk ahlul kitab, dan ahlul kitab yang mau beriman. Dan ketika kita melihat di sekeliling kita siapakah yang disebut kafir adalah seseorang yang di luar Islam. Lalu mereka masuk dalam kategori manakah dari golongan kafir tersebut ? kita harus memahaminya. Karena Islam mengajarkan rahmat untuk seluruh alam. Sebisa mungkin harus menghindari peperangan walau ada perintah jihad disana. Diperbolehkan menganggakat pedang jika Islam diserang dan jika Islam dihianati dalam perjanjian tersebut dan Islam melindungi ahluz-zimmah. Untuk itu dalam bermasyarakat kita harus mengetahui non islam (kafir) itu dalam golongan mana sehingga kita tidak terbentur friksi dengan mereka.

Kemudian masalah Non Islam dan Kafir. Kalaulah mereka yang diluar Islam itu kafir kenapa kita tidak berani menyebut mereka kafir, kenapa ada istilah non islam. Sebenarnya ini adalah masalah interaksi social saja tidak menghilangkan pesan khusus tentang makna kafir yang sebenarnya. Adab dalam pergaulan saja. Ada sebuah kesan dalam interaksi sosial ketika menggunakan istilah kafir itu terkesan pedas di telinga dan sakit dirasakan dalam hati. Untuk menghormati mereka yang membuat perjanjian dan ahluz-zimmah maka istilah non Islam ini muncul demi menjaga hubungan baik dengan mereka. Sedangkan kata kafir dalam masyarakat tetap dipergunakan bagi mereka yang kafir harbi. Dan ini sepertinya bukan masalah yang prinsipil tentang istilah ini. Jadi tidak usah diributkan.

Ketika seseorang lebih dihormati maka biasanya ia lebih mudah untuk menerima kebenaran asal satu hal mata hatinya tidak ditutup oleh Allah SWT. Bila sudah ditutup oleh Allah kita menjalin hubungan baik dengan merekapun mereka tetap akan melawan dan menghancurkan umat Islam. Jadi tidak ada salahnya langsung saja sebut kafir.

Karena ada kewajiban kita untuk mendakwahi kafir yang membuat perjanjian dan kafir ahluz-zimmi. Untuk kepentingan dakwah alangkah baiknya kita menjaga setiap omongan yang keluar dari mulut kita. Yang prinsipil itu adalah seberapa kita faham makna syahadah sehingga kita bisa tahu seseorang itu termasuk kafir atau tidak. Ingin lebih fahim lagi baca maroji dibawah.*az

Maraoji’ : Al Qur’anul Karim, Ma’alim Fit Thoriq Sayyid Qutb, Allah Jalla Jallaluh Said Hawwa, Materi Kajian Tauhid Ahlussunnah Waljamaah, Makna Syahadah dari materi tarbiyah dzatiyah

Komentar
  1. Denddy agung Albanjari mengatakan:

    Assalamualaikum warohamtullahi wabarokatuh,

    Wahai Ustadz yg dir Rahmati Allah SWT, saya mohon penjelasan tentang komentar yg pernah ditanggapi oleh salah satu sahabat sy. Sejujurnya sy tdk berani banyak berkata-kata utk tanggapan ini mengingat pengetahuan sy pun belum mampu utk menjawabnya.

    “Sudah bukan rahasia umum lagi buat kebanyakan orang Islam untuk berkata “BID’AH & KAFIR.” (Seperti Latah).
    Padahal setiap detik di dunia ini terjadi suatu peristiwa baru, yang mungkin 14 abad yang lalu belum pernah terjadi. Jika setiap peristiwa dikatakan BID’AH, tinggal lihat BID’AH seperti apa peristiwa itu dan tanyakanlah pada diri sendiri apakah baik/tidak & sanggup mengikuti peristiwa tersebut. Jika tdk sanggup atau diri sendiri mengatakan tidak baik, ya jangan melakukannya.
    Semua yang terjadi di dunia ini, sengaja digelar oleh Allah untuk menjadi I’tibar dan untuk dinikmati kemudian disyukuri oleh umat manusia yang mengaku beriman kepada Allah.
    Ketahuilah saudaraku, pengertian KAFIR secara Hakekat adalah Orang yang belum mengenal dirinya dan belum mengenal Tuhannya. Jadi janganlah kita mengatakan Kafir kepada orang lain (yg berbeda agama sekalipun), kalau kita sendiri sesungguhnya masih Kafir (belum mengenal diri dan Allah).
    Banyak sekali, di dunia ini orang Kafir berteriak kafir kepada orang lain.
    Sebagai orang yang mengaku Beragama dan beriman, sebaiknya janganlah suka mengatakan Kafir kepada sesama pemeluk agama dan pemeluk agama lain, marilah saling menghormati dan saling mengingatkan satu sama lain untuk melakukan kebajikan. Biarlah yang terjadi di dunia ini berjalan apa adanya.”

    Jazakummulahu khoiron katsir…

    • Ana rasa tulisan di atas sudah cukup jelas…untuk mendefinisikan apa itu kafir.

      bid’ah segala sesuatu amalan ibadah yg tdk dijalaka Rasulullah

      • surya mengatakan:

        Saya non muslim , berarti saya termasuk kafir berdasarkan definisi di atas.
        Tapi dalam beramal terhadap panti asuhan saya tidak pernah memilih berdasarkan agama ; termasuk panti asuhan Islam.
        Akankah saya masuk ke neraka?

      • jika ingin rokhim Alloh, segeralah menuju Islam. insyaAlloh amalan itu akan menolong jika dirangkai dengan syahadah yang anda ucapkan :) dan saya siap mengajarkan tentang Islam dan menerima sebagai saudara semuslim dengan senang hati.

      • surya mengatakan:

        Terima kasih atas tawarannya dan sarannya untuk menuju Islam. Tapi bagi saya, kenapa harus beralih agama untuk meningkatkan spiritualias diri kita ? Berbuat baik dengan tulus haruslah dilakukan tanpa melihat batasan agama dan etnis : itulah tantangan bagi kita dalam melaksanakan ajaran agama kita masing masing. Anda belum menjawab pertanyaan saya . ” Akankah saya masuk neraka?” Trima kasih.

    • Made Adnyana mengatakan:

      aduh….ga usah ribut2 masalah agama sob. jalani aja yg sudah ada. apa yg kita terima dari semenjak kita lahir, itu sudah cukup. dan paling ga asik, nyuruh orang pindah agama. ga usah kayak gitu. OK?

  2. acimz mengatakan:

    Gimana mau tercipta kerukunan,kalau yg bukan mengimani ajaran ini sudah diberi label “kafir”..berarti anda sudah “memulai perang tak langsung” Lebih dahulu kepada kelompok yg lain..jangan sekali2 mengucapkan “rahmat bagi semua mahluk” kalau nyata2nya ajarannya sudah spt ini! Ajaran2 spt ini memicu terjadi perang sesungguhnya yg sebenarnya harus dihindari. Kalau ajaran kami jelas kafir adalah org yg tdk mau mengenal Allah dan kewajiban kita mengembalikan mereka kpd jalan yg lurus,sedangkan peperangan “harus” dihindari dan kalau perlu kita harus mengorbankan nyawa (bukan mengorbankan nyawa org lain) kita agar mrk diberi kesempatan hidup dan bertobat itulah makna pengorbanan sesungguhnya yg sering dirayakan sbg idul adha,itulah yg dirasakan nabi Ibrahim yg hatinya tersayat2 ketika harus mendapat perintah utk memngorbankan ismail(?) putranya,berbeda sekali konteks pengertian qurban dalam masa kini yg dirayakan dgn senang bahkan ada yg bersemangat sekali membantai para kafir dgn hati yg berkobar2..jadi dimana ajaran sejati nabi Ibrahim tsb yg hatinya tersayat2 ketika harus berkorban? Kalau keberadaan org kafir sgt mengancam umat,bukankah kita org yg beriman? Beriman bhw Tuhan bisa merobah hati seseorang lewat doa kita atau dakwah kita. Bukankah sering kita dengar bhw doa lebih berkuasa daripada senjata perang? Jadi ketika kita memerangi mereka,dimanakah letak iman yg punya kuasa spt itu? Ragukah kita akan kuasa sebuah doa yg sanggup merubah hati manusia?

    • jikalau tak dihalalkan darah orang kafir untuk apa Rasulullah melakukan Perang ? untuk apa Abu bakar memerangi orang murtad ? untuk apa Ali dan usman bin’afan memerangi kaum mu’tazilah dan jabbariyah (para pembelot)

      Lakum dinukum waliyadin. agamamu-agamamu dan agamaku agamaku. ada tahapan dalam menghadapi kaum musyrikin dan kaum kuffar.

      Kafir disitu jelas maknanya, mereka yang tidak mengucapkan syahadah adalah Kuffar. yaitu Yahudi, Nasrani dan Majusi. jika mereka beriman tapi masih juga ingkar pada hukum-hukum Allah maka ia tergolong musyrikin. cara dakwah musyrikin dan kuffar itu berbeda. karena sesama muslim maka cara dakwahnya adalah bilhikmah. dengan cara yang baik. jika tidak mau bertaubat maka harus diperangi. itu konsep yang diajarkan Rasulullah. walaupun pamannya, Abu Lahab tetap diperangi oleh Rasulullah karena ia menentang tauhid dan kerasulan beliau, ia mengingkari syahadah.

      Do’a itu setelah usaha. ber’amar ma’ruf nahi munkar dan mengangkat senjata memerangi mereka itu usaha, sebuah tawakal dakwah. untuk hasil dirubah hatinya atau Islam mennag atau tidak maka itu harus diikuti dengan do’a. jadi do’a itu setelah ikhtiar. karena do’a adalah kepasrahan atas usaha yang dilakukan dan atas bukti keimanan pada qodlo dan qodar Allah.

      • surya mengatakan:

        Malang nya mereka yang terlahir di keluarga / masyarakat non muslim, dan memeluk agama non islam karena sudah dengan sendirinya bisa disebut kafir. Suka tidak suka pada saat sekarang ini istilah kafir mempunyai konotasi negatif.
        Pertanyaannya , apakah mereka yang termasuk definisi kafir (karena non muslim) akan masuk neraka?
        Banyak non muslim menjalankan agamanya dengan baik. Mereka menghormati agamanya dan agama lain (termasuk Islam) ; Melakukan kebaikan yang bermanfaat bagi golongan umat agamanya dan umat agama lain tanpa memikirkan pamrih.
        Marilah kita tidak membutakan diri terhadap amal dan ibadah yang orang / golongan agama lain perbuat terhadap kita dan masyarakat.
        Adalah tidak bijaksana memberikan sesuatu penilaian terhadap orang / golongan lain hanya berdasarkan agamanya.

      • semua manusia terlahir muslim, dan orang tuanyalah yang menjadikannya yahudi, nasrani dan majusi.

        dalam perjalanan kehidupan alloh memberikan pilihan-pilihan. ketika hati bersih maka akan Alloh tuntutn menuju hidayah walau ia terlahir dalam keluarga kafir. dan sudah banyak sekali mu’alaf diantara kaum muslimin. jadi anda tidak usah berkecil hati. masih ada kesempatan untuk menuju Islam kembali.

        mungkin inilah saatnya Anda untuk terus mencari kebenaran. dan saya berdo’a semoga Anda diberikan kemudahan dalam mencari kebenaran itu, dan Alloh antarkan pada cahaya dien yang akan membawa keselamatan Anda di dunia dan akhirat. amin.

      • surya mengatakan:

        Adalah sulit mengerti pernyataan “semua orang dilahirkan muslim ; orang tua nya yg menjadikannya yahudi, nasrani, majusi.” Bagaimana dengan orang orang yang terlahir sebelum tahun 600 SM? Pada masa itu Islam belum ada. Apakah pernyataan tsb berlaku untuk orang orang yg terlahir sebelum tahun 600 SM? Mohon maaf kalau ada salah kata dalam diskusi ini.

      • Abdul Rozaq mengatakan:

        Kalau ingin selamat dunia dan akhirat seharusnyamengikuti petunjuk dari yang membuat dunia dan akhirat yaitu Allah melalui Al-Qur’an dan utusan Allah yaitu Muhammad melalui Hadist.
        Pelajarilah dengan hati yang bersih dan lapang.
        Insya Allah bermanfaat..

  3. Satria Ali mengatakan:

    Subhaanallah, alhamdulillah atas pencerahannya….
    dari semuah yang disampaikan ikhwah sangatlah berbobot, tapi ana masih bimbang…Dinul Islam manakah yang harus ana pegang, sedang saat ini banyak sekali ragamnya, mohon jawabannya yang komplit ke e-mail ana satria_smi@yahoo.co.id

    • Ikutilah Ahlusunnah Wal jama’ah, yang menggunakan pedoman hanya kepada Al Qur’an dan Al Hadits. Yang beridiologi islam murni. tak dicampuri oleh faham liberalisme, tak dicampuri faham kapitalisme, tak icampuri faham demokrasi, tak dicampuri ajaran nenek moyang. dan lain sebagainya.

      ikutilah kelompok firqotun najiyah (kelompok yang selamat) yang menganut pada aqidah yang lurus.

      Semoga Alloh memudahkan dalam mencari kebenaran dan semoga alloh segera memberikan hidayahnya. amin.

  4. CGF mengatakan:

    aku termasuk kafir ne, katanya merugi di akherat….
    tapi kalo ada ayat yang turun hanya untuk keperluan Nabi aku jadi agak ragu untuk mengimaninya….

  5. Gito mengatakan:

    Bagaimana dengan definisi KAFIR menurut ayat ini (Q.S. 5:44)?
    ….Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.

    Jika seorang yang sudah bersyahadat tapi terkena ayat ini, apakah boleh dia disebut KAFIR?

  6. andre mengatakan:

    berarti saya kafir , karna saya memuluk agama non-islam begitu kah ??

    sungguh hebat nya diri anda bisa menentukan agama lain adalah kafir.

    sampe sekarang saya masih bingung.. apa bener Allah mengeluarkan firman seperti itu, padahal kita tahu semua manusia di anggap sama derajat nya tanpa memperhatikan agama,suku,ras,dll

    Apa bener karna saya bukan memeluk agama islam di sebut kafir yang akan masuk neraka.

    apa bener orang yang menikah berbeda agama di sebut haram dan akan masuk neraka

    sungguh sampai sekarang saya tidak mengerti kenapa statement di atas bisa ada di kehidupan kita.

    ada yang bisa kasih pencerahan.?

    • Hanya Islam yang diridhoi oleh Alloh dan hanya Islam yang diterima oleh Alloh (silahkan dibuka dalam Al Qur’an surat Ali Imron ayat 85), dan hanya Islamlah yang menjadi Dien satu-satunya Alloh (Silahkan dibuka dalam Al qur’an surat Ali imron ayat 19)

      >Islam adalah wahyu Alloh (silahkan dibuka di surat 42 : 13)
      >Islam adalah dien yang haq (61:9) (9:33)
      >Islam adalah dien yang lurus (12:40) (30:30)
      >Islam adalah dien yang bersih (39:3)

      Jika anda merasa dengan tidak beragama islam adalah sebuah kekafiran, maka bersegeralah untuk menuju Islam. agar anda selamat di dunia dan akhirat.

      saya menulis dalam artikel itu berdasarkan ayat Al Qur’an. jika anda tidak mempercayainya silahkan dibuka dalam Al Qur’an itu mengatakan demikian. karena hanya AL Qur’an yang masih terjaga keaslian wahyunya, karena Alloh sendiri yang menjaga keaslian wahyu Al Qur’an.

      • surya mengatakan:

        Kalau hanya Islam yang di ridhoi dan di terima oleh Alloh, kenapa kehidupan di negara negara yang mayoritas non muslim secara umum cukup baik atau lebih baik? Lebih baik dalam arti hukum ditegakkan dengan lebih lugas, pendidikan dan kesehatan lebih terjamin, pemberantasan korupsi lebih tegas, pemerintahnya lebih melindungi rakyatnya di dalam dan di luar negeri. Lihatlah Jepang, Korea, Cina, Amerika dan Eropa Barat dan Utara sebagai contoh. Tentu saja tetap ada kemaksiatan dan hal hal yg tidak sesuai agama / moral di negara negara tersebut karena hal hal tsb memang terjadi di semua negara. Tidakkah terpikir bahwa mereka di negara negara mayoritas non muslim juga di ridhoi olehNYA. Kalau tidak bagaimana mungkin bisa mempunyai kehidupan dan kemakmuran yang baik atau lebih baik?
        Mohon maaf kalau ada kesalahan kata kata dalam diskusi ini.

      • Mari kita bahas surat al fatihah ayat dua yang berbunyi arrohmaanirrohim. arrohman bermakna Alloh maha pengasih dan arrohim bermakna Alloh Maha Penyayang. Ibnu katsir memaknai ayat ini bahwa Alloh memberikan rahmatnya untuk segenap manusia, baik yang muslim dan kafir. itulah yang menunjukkan eksistensinya Alloh sebagai Rabb. yang arti salah satu dari rabb adalah memberikan rezeqi. Alloh tidak membedakan rezeqi akan diberikan kepada siapa. barang siapa yang bersungguh-sungguh dan mau mengubah nasibnya maka Alloh akan mengubahnya. dan arrohman Alloh ini diberikan bagi setiap manusia di dunia.

        sedangkan arrohim itu adalah kasih sayang Alloh kepada manusia beriman dan hanya akan diberikan ketika di akherat. itulah kenapa, hadiah syurga itu tidak didasarkan pada jumlah pahala dan kebaikan manusia, karena pahala dan kebaikan yang dilakukan manusia tidak bisa menebus secara mutlak syurga Alloh. Syurga itu adalah hadiah dari Alloh bagi orang-orang yang beriman.

        karena dunia adalah syurganya orang kafir dan nerakanya orang mukmin. dan akaherat adalah nerakanya orang kafir an syurganya orang mukmin.

        wallahu’alam bishowab.

      • A.chali mengatakan:

        As,ww.Bung,imatuzzahra,sy tanya kpd anda,apa sih agamanya n,adam,n.ibrahim,n.nuh,musa,isa,muhammad?mksh wass

    • andy mengatakan:

      jIKA SESEORANG BISA MENYEBUTKAN NAMA 7 TURUNANNYA BARU BISA DISEBUT SIAPA DIA ASLINYA. JADI ANDA TIDAK PERLU TANGGAPI ORG BEGITU.

      • Abdul Rozaq mengatakan:

        Afwan mas andi, jika anda mengaku muslim apakah anda sudah menghayati ayat2 Al-Qur’an?
        jika sudah,percaya atau tidakkah dengan firman2 Allah melalui Al-Qur’an?

  7. sandikala kliwon mengatakan:

    Kenapa membedakan manusia

    • Tidak ada pembedaan manusia. semua adalah makhluk Alloh. yang membedakan adalah ketaatannya kepada Robb (Pencipta), Ilah (yang disembah), Malik (Raja)-nya. Yaitu Alloh Subhanahu wata’ala

      Jika ia taat, maka ia disebut beriman. dan jika ia ingkar terhadap Alloh maka ia adalah kuffur (ingkar).

      Tinggal manusianya mau memilih taat kepada Alloh, yang akan dimuliakanNya di syurgaNya. atau memilih ingkar kepada Alloh yang akan menjadi pendukung dan pengikut syaithon, yang akan dimasukkan Alloh ke dalam nerakaNya.

      Sehingga pada dasarnya Alloh tidak membedakan manusia, karena Alloh menyeru kepada seluruh manusia untuk taat kepada alloh. seruan itu tidak hanya untuk sebagian umat manusia, meliankan untuk seluruh umat dari kaum Nabi Adam hingga kaum Nabi Muhammad yang hidup hingga akhir zaman. manusia itu sendirilah yang menyempal alias membuat penstatuskan dirinya.

  8. khanza mengatakan:

    mohon pencerahan..
    sahabat saya mengatakan bahwa saya kafir karena beriman tapi tidak mengikuti hukum islam (masih mengikuti hukum negara) dan dia juga mengatakan percuma saya sholat dan ibadah yang lainnya karena tidak akan diterima olehNYA.. karena belum berhijrah ke hukum islam?? dan apakah dalam islam ada perjanjian??

    • sudah saya jelaskan dikomentar sebelumnya kenapa bisa tidak diterimanya amalan oleh Allah jika tidak berhijrah pd hukum Islam. pembahasan ini masuk dalam pembahasan syahadatain sub bab wala’ dan baro’. ketika kita mengakui Allah sebagai sesembahan maka kita wajib mengakui Allah sebagai pembuat hukum. Allah sebagai pembuat aturan. sehingga jika kita tidak berhukum pd islam maka kita telah ingkar (kafir (sebagian)) pada Alloh. itu berarti memicu kemarahan Alloh yang bisa menyebabkan amalan tidak diterima.

      dalam Islam ada perjanjian. dan SYAHADATAIN itu adalah perjanjian manusia dengan Allah…

      • khanza mengatakan:

        sebagai penganut agama islam keturunan ( orangtua beragama islam) apakah harus mengucap ulang syahadat yang disaksikan oleh orang yang benar2 faham islam sebagai arti hijrah??

      • Abdul Rozaq mengatakan:

        buat khanza : perlu..
        yang jadi pertanyan, apakah selama ini kita seorang muslim atau seorang yang kafir menurut Allah?karena belum adanya pemahaman tentang islam yang benar?

  9. Mahyudin mengatakan:

    Asalamua’laikum wr…wb….dari judul di atas dengan penjelasan ko ga singkron ya.., antara judul dan penjelasannya, menurut judul yang akan diterangkan adalah masalah makna istilah kata ” Kafir ” jadi yang menjadi penekanan adalah asal kata itu sendiri, harusnya dijelaskan berdasar asal-usul katanya (semantik), kenapa istilah kata itu ada dari bahasa mana, kenapa dipakai dlm al-quran, sebenarnya untuk apa dan siapa saja itu d gunakan dsb. Penjelasan sih cukup bagus !, cuma sayang dalam penjelasan/ penjabaran justru menerangkan masalah penyebab kekafiran, dan ciri-ciri orang yang jatuh pada kekafiran, ini yang bikin ga singkron. Demikian sedikit masukan.

  10. IRA HUSEIN mengatakan:

    LUAR BIASA SETUJU BANGET ANA >>> MARI TERUS PEGANG PADA BINGKAI ” UD’U ILA ROBBIKA BIL HIKMAH WAL MAWIDZOTIL HASANAH WAJADILHUM BILLATIY HIYA AHSAN” >>> NISCAYA ALLAH SWT MELIMPAHKAN RIDHONYA >>>>> AMIIIIN

  11. johanes waluyo mengatakan:

    Mohon maaf sebelumnya apabila pendapat saya kurang berkenan

    Saya bergama katolik, terus terang saya sangat kaget bahwa ada dalam ayat yang memberikan pemahaman bahwa selain muslim adalah : Kafir

    Hal ini pasti akan memberikan warna dan dampat yang sangat serius dan khas bagaimana orang yang berpegang pada ajaran tersebut melihat sesama nya yang bukan orang Islam

    Saya melihat dari tanggapan-tanggapan yang disampaikan dalam konteks ini, orang-orang islam sendiri ada yang merasa risih untuk berpegang pada pemahamn ini

    Saya tertarik untuk menggali lebih jauh mengenai hal ini, tetapi tentungan tidak hanya berkutat dari satu sumber, tetapi sumber-sumber yang lain juga.

    pertanyaan besar yang ingin saya cari adalah

    Benarkah Tuhan sejalan dengan pemahaman ini?

    • sudah sangat jelas, tulisan di atas tidak berdalil dengan akal tapi dengan wahyu Al Qur’an.

      Islam menyebut ahlul kitab bagi mereka yang di luar islam tapi ia beriman kepada Alloh dan menggunakan injil yang asli. karena tidak ada pertentangan antara injil yang asli dengan Al Qur’an karena keduanya adalah kalam Alloh.

      namun yang perlu diketahui, Islam yang dibawa oleh Muhammad bin Abdullah SAW adalah agama penutup akhir zaman, begitu juga Beliau juga menjadi nabi dan rasul penutup akhir zaman. seandaianya nabi musa, nabi Is dan nabi-nabi lain bertemu dengan Muhammad SAW. maka mereka juga akan menanggalkan kitab yang mereka bawa, mereka juga akan menanggalkan syari’at yang mereka bawa. pasti mereka akan mengikuti Rasulullah. begitulah yang dikatakan Rasulullah kepada umar bin khottob yang waktu itu masih memegang taurat sebagai rujukan dalam kehidupannya.

      untuk itu sebagai hamba yang taat pada Alloh maka sudah sebaiknya untuk menuju Islam. agar tidak digolongkan pada golongan manusia yang ingkar (kafir).

      jadi karena dalil yang diambil dari Al Qur’an sudha menjadi kepastian bahwa Tuhan sejalan dengan kalamnya.

      sedangkan umat Islam yang risih adalah umat islam yang belum memahami secara mendetail tentang kaidah Islam. seandainya mereka memahami dengan hati bersih maka ia tidak risih tapi malah bersyukur dengan pembahasan di atas, karena dengan tidak sengaja diingatkan dari kesesatan dan segera kembali kepada apa yang diajarkan Al Qur’an dan Assunnah.

      semoga mereka yang risih segera diberi pemahaman dan hidayah oleh Allah. Amin…

      Jika anda ingin berdiskusi silahkan hubungi saya melalui fb saya. saya sangat terbuka untuk sharing. terimakasih atas kontribusi komentarnya.

  12. johanes waluyo mengatakan:

    Saya mengitip pendapat Ustat yang mantan menteri agama sbb :

    Jakarta – Apakah sebetulnya pengertian kafir? Menurut anggota Dewan Pakar Pusat Studi Al Qur’an, M Quraish terdapat empat arti dari kafir. Apa saja?

    “Kafir dalam Al-Quran antara lain berarti mengingkari wujud Tuhan. Kedua, mengingkari ajaran Nabi,” kata Quraish.

    Hal itu dia sampaikan saat menjawab pertanyaan anggota detikforum dalam acara live chatting di markas detikcom, Jl Warung Jati Barat Raya, Jakarta Selatan, Jumat (26/8/2011). Acara itu bertajuk ‘M Quraish Shihab Menjawab Pertanyaan Soal Keislaman’. Acara ini merupakan kerjasama detikcom dengan http://www.alifmagz.com.

    Sementara pengertian ketiga, lanjut Quraish, yaitu mengakui kebenaran agama tetapi enggan melaksanakannya.

    “Pengertian kafir keempat adalah tidak mensyukuri nikmat Tuhan,” tutupnya

    pendapat saya : untuk pendapat ini saya dapat mengerti 100%

    • bukankah pengertian itu sama dengan apa yang saya bahas di atas….

      >> menginggakari wujud tuhan berarti mengingkari rukun iman yang 6
      >> mengingkari ajaran nabi berarti mengingkari Al qur’an dan assunnah yang dibawanya. mengingkari perintah dan larangannya. ajarannya kan masuk Isllam secara kaffah (menyeluruh). jadi jika tidak bersyahadat, tidak melaksanakan sholat, tidak melaksanakan syari’at bukankah itu juga terjebak dalam kekafiran ? walau ada kekafiran yang belum mengantarkan kepada kemurtadan. dan kemurtadan adalah kekafiran yang nyata, kekafiran sebenarnya.

      >> mengingkari atau tidak mensyukuri nikmat Tuhan berarti kan dia tidak mengakui adanya Tuhan, tidak mengakui bahwa yang ngasih rezeqi adalah tuhan. berarti kan tidak mengakui robbaniyahnya Tuhan ?

      adakah yang tidak sama dengan pembahasan di artikel saya di atas ?

  13. wawan mengatakan:

    Ada beberapa pertanyaan yang sangat mudah, dan saya berharap anda bisa menjawabnya. Terimakasih sebelumnya.
    Tolong sebutkan dengan jujur, apakah anda manusia berdosa ? tolong sebutkan alasannya.
    Apakah pada saat ajal menjemput anda, anda tahu persis akan dibawa ke mana?
    Apakah ada orang yang berdosa di dalam jannah?
    Sekali lagi saya tanyakan, apakah anda yakin akan berada di mana setelah ajal menjemput anda? (hati nurani anda mungkin akan menjawab bereda dengan akal anda). Sekali lagi terimakasih..

    • kalau saya manusia berdosa atau tidak saya tidak tahu karena itu yang mengetahui adalah Alloh.

      kalau saya pernah melakukan dosa, saya menjawab saya pernah. dan saya beristighfar dan bertaubat kemudian tak mengulanginya lagi. dan saya yakin atas pengampunan Alloh atas taubatan nasuha, taubatan yang sesungguhnya.

      ketika meninggal yang saya tahu nyawa dibawa oleh Alloh. dibawa kemana saya tidak tahu karena itu hal gaib yang tidak ada makhluk dunia yang mengetahuinya seorang pun.

      ketika seorang masuk jannah itu bukan karena pahalanya di dunia, namun karena rahmat Alloh. jadi ada juga manusia yang berdosa namun sudah diampuni dan diberkahi oleh Alloh sehingga ia mendapatkan tiket masuk syurga. dan sudah janji Alloh barang siapa yang telah mengucapkan dua kalimah syahadah maka ia akan masuk syurga.

      dan waktu ajal menjemput itu hanya Alloh yang tahu. jadi saya tidak tahu dimana ajal menjemput saya. tapi selalu terlantun do’a dari bibir dan hati saya untuk memohon semoga dimatikan dalam khusnul khotimah atau syahid di jalan fiesabilillah.

      dan saya ucapkan terimaksih kembali atas partisipasinya.

  14. andy mengatakan:

    Anda semua hrs berpikir jernih jgn gegabah dgn pendapat,coba kita pikirkan. Apa yg di inginkan olehTuhan ” DAMAI DAN TENTERAM DI MUKA BUMI INI ” ^( 10 Perintah Tuhan ) dan Apa yg diinginkan oleh Setan ” KEHANCURAN DI MUKA BUMI ” Jadi gampang caranya Menciptakan Agama di muka bumi,supaya manusia saling membunuh untuk agamanya msng2x.

    Jadi dgn bijaksana pikirkan, siapa yg menciptakan AGAMA ?

    Nb : Kesimpulannya : Tiada TUHAN SELAIN TUHAN/ALLAH.

  15. Daman Sirait mengatakan:

    apakah bersahabat dengan orang yang beragama non muslim dilarang dalam agama islam?? mohon pencerahan …

    • Berteman dengan non muslim adalah amalan yang diharamkan.

      Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia.” (QS. Al-Mumtahanah: 1)

      Allah Ta’ala juga mengingatkan di dalam firman-Nya yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu.” (QS. Ali Imran: 118)
      Semakna dengannya ayat ke-28

      Allah Ta’ala juga menjadikan amalan ini bertentangan dengan keimanan orang tersebut kepada Allah dan hari akhir. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (QS. Al-Mujadilah: 22)

      Bahkan Allah Ta’ala menjadikannya sebagai ciri-ciri orang munafik di dalam firman-Nya yang artinya, “Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong.” (QS. An-Nisa`: 138-139)
      Semakna dengannya ayat ke-144

      Allah Ta’ala juga tidak menggolongkan orang yang berteman dengan non muslim ke dalam para pengikut Nabi-Nya shallallahu alaihi wasallam. Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka.” (QS. Al-Mujadilah: 14)

      Hanya saja, walaupun seorang muslim dilarang untuk berteman dengan non muslim, itu tidak berarti seorang muslim boleh berlaku zhalim kepada mereka. Karena berbuat baik kepada non muslim adalah dibolehkan bahkan disyariatkan, selama perbuatan baik itu lahir bukan karena kasih sayang dan loyalitas kepada non muslim tersebut, akan tetapi lahir semata-mata atas dasar kemanusiaan atau karena non muslim tersebut berbuat baik kepada kita sehingga kita membalasnya atau karena non muslim tersebut tidak mengganggu kita.

      Allah Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Maidah : 8)

      Juga dalam firman-Nya yang artinya, “Maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah : 7)

      Allah Ta’ala juga berfirman yang artinya, “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah : 8)

      • KAFIRAN mengatakan:

        Boss klau begitu pemahamanya gimana dong dengan orang Muslim yg bekerja pada orang Non Muslim????
        Dia mencari hidup disana apakah perlu harus berhenti bekerja pada orang itu karena lantaran beda agama???
        Bukan mau menyalahkan anda tpi satu hal yg perlu anda ketahui
        Sat hal yg perlu diingat bahwa diantara semua kebenaran yg tercipta oleh manusia tidak ada satupun kebenaran MUTLAK…. jdi pemahaman ada boleh keliru…
        Agama apapun boleh anda antut, perilaku akhlak kmu tidah baik mencerminkan kebaikan nurani maupun badaniah semua itu tidak menjamin keselamatan kamu diahkirat. Satu hal saja yg menjamin semuanya yaitu KEBAIKAN.

      • pemahaman saya berdasarkan wahyu, bukan pada akal saya. saya tunduk pada wahyu. dan takaran baik dan buruk itu menurut Al Qur’an dan Assunnah. menurut akal baik tapi belum tentu baik menurut Al Qur’an dan Sunnah baik. begitu juga menurut akal dan hawa nafsunya buruk belum tentu menurut Al Qur’an dan sunnah buruk. dan benar yang anda katakan kebenaranlah yang akan berjaya di muka bumi ini.

        untuk masalah bekerja itu hukumnya mubah bekerja pada non muslim, asal yang ia kerjakan hal-hal yang tidak melanggar syari’atnya Alloh. bahkan berdagang dengan non muslim itu juga diperbolehkan. saling memberi dengan non muslim juga diperbolehkan, asalkan yang diberi atau diterimanya bukan hal-hal yang diharamkan. berkawan dengan non muslim juga diperbolehkan karena itulah amalan dengan manusia. yang tidak diperbolehkan adalah menjaadikan orang di luar islam sebagai kawan setia.

      • lego mengatakan:

        Damai selalu Indonesia….hentikan bahasa kafir mu

  16. cinta damai mengatakan:

    itu la muslim ga di indonesia ga di luar negeri sama aja>>tiap hari bela tuh agama..ampe perang tanpa mikir kehidupan keluarga dan saudara2 nya di bawa ancaman bom dan peluru atau pun laen sebagainya…pemimpin hanya mikir perang dan menang membela islam…liat tuh negeri timur tengah…apa kalian ga sedih melihat lingkungan hidup mu itu di penuhi mayat2 saudaramu yg mati terbunuh…dimata letak nya hati nurani kalian…istri anak atau sapa pun memiliki hak hidup di tangan suami..kalian tidak menjaga nya di kehidupan yg baik malah berperang aja pemikiran nya…apa lagi soal kafir begini…apa penting kalian urusin umat beragama laen…ini peringatan bag anda…kalian tanpa menyebut kafir atau segala macam pun meraka toh akan masuk islam…kalo kalian umat muslim mencontohkan kan nya dengan baek dan pasti tuh non muslim akan bondong2 ingin masuk islam..di indonesiakalo islam ga fanatik sama non muslim…sudah elaskita itu sudah hidup seperti malaysia atau contoh negara maju laen nya…salah satu contoh sejarah…dulu rakyat sebelum ada nya nama indonesia kita disini di jaga oleh kerjaan hindu budha sehingga kita hidup makmur..dan ketika kerajaan islam itu di hancurkan oleh kerjaan islam…maka segala kemakmuran itu sirna…dan pada akhir nya negara penjajah berani masuk ke indonesia dan terbukti sampe skrg islam tidak mampu mempertahan kan kemakmuran yang kita raih sebelumnya..sungguh ironis sekali..hanya karna islam anda..anda lupakan lingkungan hidup anda..

  17. pelajar mengatakan:

    assalamualaikum wr wb

    Saya hanya ingin mengomentari dari artikel ini,, jika menilai sesuatu jangan hanya dari sudut pandang tertentu tapi semuanya. jgn hanya segelintir ayat anda berpendapat demikian,, saya salut anda membuat artikel ini sangat baik,, tetapi lihat juga hubungan habluminannas dengan orang lain. klw anda menulis artikel yang terlalu ekstrim seperti ini hanya akan mencetuskan permusuhan antar umat beragama, lalu bagaimana anda bisa merangkul non islam untuk masuk islam bila anda membuat citra islam buruk. seseorang tidak akan pernah mengetahui rasa gula itu manis sebelum dya mencicipinya, seperti halnya orang non islam tidak akan pernah mengetahui indahnya agama islam karena tidak pernah merasakanya, sedangkan yang dya tahu image negatifnya saja. saya sangat harapkan anda untuk membuat artikel yang lebih baik yang menanamkan keindahan islam, ini saja pendapat saya mungkin masih banyak kesalahan,,

    wassalamualaikum wr wb

    • wa’alaykumsalam warahmatullah…. :) terimakasih atas partisipasinya di artikel ini.

      bila sang membaca dengan hati bersih dan jernih maka ia akan mampu menangkap kebaikan dari artikel ini. ia akan tahu kebenaran apa yang sedang dijelaskan. tidak akan mengganggu humanisme karena ini adalah pemahaman, ajaran idiologi. jika ada idiologi lain yang membacanya maka sebaiknya ia bisa memahami hal di atas.

      jadi perhatikan kembali baik2 tulisan di atas, siapa yang jatuh dalam kekafiran dan kemurtadan yaitu kekafiran murni.

  18. Abdul Rozaq mengatakan:

    Assalaamu’alaikum..
    samakah Allah dengan Tuhan?
    kalo sama mhon penjelasannya?
    dan samakan Allah dengan Alex?
    Syukron..

  19. Wahyu mengatakan:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    Semoga Ustad selalu diberikan kesabaran dan kekuatan di dalam menjalankan perintah Allah dalam QS. Al-Asr:3 karena Allah bersama orang2 yang sabar.
    La tahzan Ustad. Allah Bersama Kita.
    Janji Allah adalah PASTI. Bahwa Kejayaan Islam pasti akan Kembali. Amin.

    Ustad ingat yang dsampaikan Allah dalam QS. Al-Baqarah:6-7.
    Allahu Akbar.

  20. Reinhard Kurniawan mengatakan:

    salam damai sejahtera

    saya mau berkomentar nih, tidak sepatutnya orang berislam menghakimi orang non islam mengatakan “kafir” sebab kepercayaan saya yaitu kristen percaya Allah(Bapa) adalah satu, hal itu seharusnya kita bersaudara, tetapi muhammad tidak mempercayai Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan Anak Allah bagian dari Allah SWT karena Yesus Kristus adalah Putra tunggal Allah SWT, tetapi hanya mempercayai nabi utusan Allah saja, Yesus Kristus dan Allah SWT adalah SATU KESATUAN Bapa dan Putra Allah, jadi untuk apa kami sebagai orang Kristen mempercayai muhammad saw sebagai nabi utusan Allah dan firmannya? dan oknum-oknum orang islam dengan muka jahat/setan, permusuhan dan marah suka menghakimi dan memusuhi orang yang bersalah dan tidak bersalah seperti menghalang-halangi orang kristen beribadah di gereja, pencuri dan lainnya di fitnah seharusnya bukan pencuri tetapi diteriaki “maling” tertangkap dan dihakimi hingga babak belur dan sampai mati, dan perempuan pencuri dihakimi dijambak rambutnya dan menghakimi orang kedapatan berselingkuh atau berzinah sampai babak belur dan ada yang mati dan Anak Allah Yesus Kristus mengatakan pada :

    Hal pengajaran yang sesat

    Matius 7:15-23

    7:15 “Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. 7:16 Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? 7:17 Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. 7:18 Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik. 7:19 Dan setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. 7:20 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. 7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. 7:22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan 8 , bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”

    Yohanes 8:1-11

    8:1 tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun. 8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. 8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. 8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. 8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” 8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. 8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” 8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. 8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. 8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” 8:11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

    Yesus adalah terang dunia

    Yohanes 8:12-20

    8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia 3; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup. ” 8:13 Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar.” 8:14 Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. 8:15 Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorangpun, 8:16 dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku. 8:17 Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah; 8:18 Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.” 8:19 Maka kata mereka kepada-Nya: “Di manakah Bapa-Mu?” Jawab Yesus: “Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku.” 8:20 Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorangpun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.

    Yesus bukan dari dunia ini

    Yohanes 8:21-29

    8:21 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.” 8:22 Maka kata orang-orang Yahudi itu: “Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?” 8:23 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. 8:24 Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” 8:25 Maka kata mereka kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Jawab Yesus kepada mereka: “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? 8:26 Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia. ” 8:27 Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa. 8:28 Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. 8:29 Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”

    Firman Yesus yang menghakimi

    Yohanes 12:44-50

    12:44 Tetapi Yesus berseru kata-Nya: “Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; 12:45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. 12:46 Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. 12:47 Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. 12:48 Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. 12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. 12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.”

    Dunia membenci Yesus dan murid-murid-Nya

    Yohanes 15:18-27

    15:18 “Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. 15:19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. 15:20 Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu 8; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. 15:21 Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku. 15:22 Sekiranya Aku tidak datang dan tidak berkata-kata kepada mereka, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang mereka tidak mempunyai dalih bagi dosa mereka! 15:23 Barangsiapa membenci Aku, ia membenci juga Bapa-Ku. 15:24 Sekiranya Aku tidak melakukan pekerjaan di tengah-tengah mereka seperti yang tidak pernah dilakukan orang lain, mereka tentu tidak berdosa. Tetapi sekarang walaupun mereka telah melihat semuanya itu, namun mereka membenci baik Aku maupun Bapa-Ku. 15:25 Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat e mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan. 15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. 15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.”

    Matius 10:32-33

    10:32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. 10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

    Yesus dan hukum Taurat

    Matius 5:17-22

    5:17 “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. 5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. 5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga 12. 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. 5:21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
    Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

    penafsiran saya tentang siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama yaitu yang berkata “kafir” seharusnya dihukum tentang penistaan agama tetapi beruntung orang Kristen suka saling memaafkan dan mengampuni hal itu tidak digubris dan firman Allah menghukum siapa yang marah dan mengatakan saudaranya kafir!

    Hal menghakimi

    Matius 7:1-2

    7:1 “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. 7:2 Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.

    dan firman Tuhan ini bersifat mengikat dan firman Tuhan ini akan menghukum setiap yang melanggarnya karena sudah terlihat tanda-tanda penghakiman Allah SWT di bumi ini melalui bencana, musibah, penyakit, kecelakaan, dll

    Dua macam dasar

    Matius 7:24-27

    7:24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. 7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. 7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. 7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.”

    dan Rasul Paulus yang bertobat karena telah membunuh banyak pengikut Yesus Kristus dan menjadi salah satu murid-Nya mengakui firman Tuhan Yesus Kristus :

    Hukuman Allah atas semua orang

    ROMA 2:1-16

    2:1 Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama. 2:2 Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian. 2:3 Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah? 2:4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan? 2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan. 2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya, 2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan, 2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman. 2:9 Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani, 2:10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani. 2:11 Sebab Allah tidak memandang bulu. 2:12 Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat. 2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan 5 . 2:14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. 2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela. 2:16 Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi 6 dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.

    Semua manusia adalah orang berdosa

    ROMA 3:9-20

    3:9 Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, 3:10 seperti ada tertulis: “Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. 3:11 Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. 3:12 Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. 3:13 Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. 3:14 Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, 3:15 kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. 3:16 Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, 3:17 dan jalan damai tidak mereka kenal; 3:18 rasa takut kepada Allah tidak ada 3 pada orang itu.” 3:19 Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah. 3:20 Sebab tidak seorangpun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

    Tuhan adalah satu-satunya hakim

    1 KORINTUS 4:1-5

    4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah. 4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai. 4:3 Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiripun tidak kuhakimi. 4:4 Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan. 4:5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.

    Mohon Balasannya. AMEN.

    • Reinhard Kurniawan mengatakan:

      Nah… saya mau juga menambahkan nih! bagi orang-orang belum mengenal Kristen atau Tuhan Yesus Kristus yang menganggap Kristen menghalalkan perzinahan ini ada ayatNya :

      Matius 5:27-32

      5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. 5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. 5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. 5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. 5:31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. 5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

      Yap… kalau belum mengerti arti intristiknya bisa dilihat di internet tentang pengertian-pengertian jangan berzinah
      Tolong dijawab ya! AMEN.

      • Reinhard Kurniawan mengatakan:

        Ok… saya mau menambahkan lagi. Ada orang yang tidak mengenal Tuhan menulis komentar di kompas dia menulis “Yesus sudah mati tetapi tetap disembah?” Ya Yesus sudah mati tetapi Dia telah bangkit dari kubur membawa tubuh manusianya ke Kerajaan Bapa(Allah swt) sebelum naik ke surga Dia bertemu dengan murid-muridNya untuk membuktikan Dia HIDUP kembali bahwa Dia adalah Allah swt Anak Bapa di Surga dan meminta mereka memberitakan injil. Firman Tuhan tetap hidup meskipun Sang mesias sudah di Surga dan selalu menyertai orang-orang yang percaya kepadaNya dari Surga ada AyatNya:

        Matius 28:1-10

        Kebangkitan Yesus

        28:1 Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. 28:2 Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. 28:3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. 28:4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. 28:5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. 28:6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 28:7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.” 28:8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. 28:10 Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”

        Matius 28:16-20

        Perintah untuk memberitakan Injil

        28:16 Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah ditunjukkan Yesus kepada mereka. 28:17 Ketika melihat Dia mereka menyembah-Nya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. 28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. 28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

    • Reinhard Kurniawan mengatakan:

      Hukum Taurat dan sunat tidak menyelamatkan orang Yahudi

      2:17 Tetapi, jika kamu menyebut dirimu orang Yahudi dan bersandar kepada hukum Taurat, bermegah dalam Allah, 2:18 dan tahu akan kehendak-Nya, dan oleh karena diajar dalam hukum Taurat, dapat tahu mana yang baik dan mana yang tidak, 2:19 dan yakin, bahwa engkau adalah penuntun orang buta dan terang bagi mereka yang di dalam kegelapan, 2:20 pendidik orang bodoh, dan pengajar orang yang belum dewasa, karena dalam hukum Taurat engkau memiliki kegenapan segala kepandaian dan kebenaran. 2:21 Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: “Jangan mencuri,” mengapa engkau sendiri mencuri? 2:22 Engkau yang berkata: “Jangan berzinah,” mengapa engkau sendiri berzinah? Engkau yang jijik akan segala berhala, mengapa engkau sendiri merampok rumah berhala? 2:23 Engkau bermegah atas hukum Taurat, mengapa engkau sendiri menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat itu? 2:24 Seperti ada tertulis: “Sebab oleh karena kamulah nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain.” 2:25 Sunat memang ada gunanya, jika engkau mentaati hukum Taurat; tetapi jika engkau melanggar hukum Taurat, maka sunatmu tidak ada lagi gunanya. 2:26 Jadi jika orang yang tak bersunat memperhatikan tuntutan-tuntutan hukum Taurat, tidakkah ia dianggap sama dengan orang yang telah disunat? 2:27 Jika demikian, maka orang yang tak bersunat, tetapi yang melakukan hukum Taurat, akan menghakimi kamu yang mempunyai hukum tertulis dan sunat, tetapi yang melanggar hukum Taurat. 2:28 Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah u Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah. 2:29 Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, w secara rohani 8 , bukan secara hurufiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah.

      Dikutip dari ALKITAB Terjemahan Baru (TB) © LAI 1974

      Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

  21. Al Nahdi mengatakan:

    Assalamuallaikum…wr.wb.
    Islam agama yang damai,tidak ada ajaran dalam Agama Islam mengajarkan Kekerasan dan permusuhan. Karena Islam Agama yang damai…Jangan dilihat di Indonesia…tapi Lihat Negara2 Muslim…Mereka hidup berdampingan dengan damai. Di Arabia dan Negara2 Islam lain juga ada agama Non Muslim tapi mereka damai. Karena dia memegang amalan ayat ” Bagimu agamamu dan Bagiku agamaku…saya punya keyakinan yang pasti yang membuat artikel ini bukan Orang Muslim…Namun mengatas namakan Islam agar agama Islam menjadi buruk. Saya Orang Muslim Marga saya Al Nahdi…sangat sangat menentang penyampaian Ayat ayat Allah yang benar tapi di simpang artikan. Saya setuju dengan tanggapan Pelajar.

  22. rozaq mengatakan:

    Assalaamu’alaikum..
    sekedar saran untuk admin :
    Alangkah jangan gegabah dalam berpendapat,alangkah indahnya jika kita bahas dengan kepala dingin da hati yang tidak dilandasi dengan emosional..
    Islam itu rahmatan lil’aalamiin
    Berilah pemahaman sedikit demi sedikit megenai apa itu islam,berdasarkan Al-Qur’an ,hadist, Ijma’ para ulama salaf dsb..
    Meskipun itu dari Al-Qur’an,alangkah baiknya ada pendapat2 yang menjelaskan dalil itu agar mereka palebih paham mengenai Islam.
    Jikalau mereka menolak,itu hak mereka. Seperti hal nya Rasulullah,beliau hanya sekedar penyampai risalah (Al-Qur’an).QS. 43 : 36-40 sudah menjelaskan kok..
    Nb : Laa ikrooha fiddiin
    jazaakallaah

  23. jika benar2 wahyu tuhan mestinya kata2 KAFIR, NAJIS itu tidak ada krn hal seperti ini tak ubahnya seperti kepala suku yg bersikap diskriminasi thd orang yg bukan sukunya, sifat tuhan itu maha adil dan mengasihi seluruh ciptaaNya, ibaratkan matahari yg menerangi dan memberikan kehangatan bagi keseluruhan yg ada di bumi, ibaratkan bulan yg menerangi dan memberikan kesejukan thd semua yg ada di bumi tanpa pilih kasih.

  24. dyno mengatakan:

    Untuk Surya mengenai pertanyaan anda “Akankah saya masuk ke neraka?” walaupun anda berbuat baik melebihi orang Islam sendiri menurut pandangan anda namun jika anda mati dalam keadaan tidak Islam maka dijamin di akherat anda termasuk golongan yg merugi dan neraka adalah tempatnya. Bahkan Rasul tidak bisa menolong pamannya Abu Tholib padahal beliau sangat sayang dan membela nabi Muhammad namun karena gengsi ia tidak mau mengucapkan 2 kalimat syahadat hingga akhir hayatnya maka Allah menempatkan dia ke dalam orang2 yg merugi.

  25. Reinhard Kurniawan mengatakan:

    Maaf kalau komentar ini tidak sesuai dengan isi dan judul diatas saya memperingatkan sekali lagi dan terakhir orang-orang yang menghujat Tuhan Yesus Kristus dan pengikutNya adalah setan/iblis berarti kalian menghujat ALLAH SWT adalah setan/iblis. Jadi kalian yang menghujat Roh Kudus dan tidak bersama Yesus Kristus melawan dan menentang/menantang ALLAH SWT! dan firman Tuhan Yesus Kristus dan ALLAH SWT yang ada di injil/alkitab akan menghukum kalian bukan pengikutNya yaitu orang-orang Kristen.
    Hai orang-orang tidak mengenal Allah mengapa kalian mengurusi Yesus ketika disalib hanya pakai celana itu berarti kalian mengakui Yesus Kristus telah disalib bukan langsung naik ke surga seperti yang dikatakan islam?, kalian masa tidak tahu atau tidak menonton film Yesus disalib? Yesus Kristus tidak menghendaki setengah telanjang yang hanya pakai celana dalam kain karena Dia menyerahkan DiriNya sesuai janjinNya untuk dikorbankan di kayu salib disebabkan murid pengkhianatNya yudas iskariot. Kalian tahu Orang(Yesus Kristus) yang disiksa sampai mati tentu tidak bisa apa-apa apalagi bajuNya diambil dan badan hingga seluruh tubuhnya disiksa dengan cambuk cakar yang tajam tentu Dia dipermalukan(ditelanjangi) di kayu salib supaya orang-orang takut melawan pemerintahan romawi dan pemuka-pemuka agama Yahudi. Jadi apakah kalian tidak takut melawan dan menentang/menantang Allah SWT Tuhannya Muhammad SAW?
    menghujat Roh Kudus(mengatakan Roh Kudus adalah setan/iblis) dari Yesus Kristus dan Allah SWT hukumanNya adalah tersiksa di dunia ini dan masuk neraka selamanya.

    • Reinhard Kurniawan mengatakan:

      Matius 10:16-42
      Penganiayaan yang akan datang dan pengakuan akan Yesus

      10:16 “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. 10:17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. 10:18 Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. 10:19 Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. 10:20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. 10:21 Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. 10:22 Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat. 10:23 Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang. 10:24 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya. 10:25 Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. 10:26 Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. 10:27 Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. 10:28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka 10:29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. 10:30 Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya. 10:31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. 10:32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. 10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”

      Yesus membawa pemisahan Bagaimana mengikut Yesus

      10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. 10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, 10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya. 10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. 10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. 10:39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. 10:40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku. 10:41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar. 10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya.”

      Dikutip dari ALKITAB Terjemahan Baru (TB) © LAI 1974

      Hak cipta dilindungi undang-undang

      • Abdul Rozaq mengatakan:

        mas reinhard say mau tanya,bagaimana proses yesus bisa menjadi Tuhan/anak tuhan?

      • Reinhard Kurniawan mengatakan:

        Salam damai sejahtera kepada saudara Abdul Rozaq. Injil/Alkitab telah menjadi bukti kebenaran yang sejati/absolut perkataan/firman Tuhan/Allah jadi tidak perlu saya jelaskan panjang-lebar malah saya seperti orang farisi dan ahli-ahli injil bila jelaskan lagi lebih panjang-lebar jadi dibaca Injil/Alkitab-Nya kalau anda percaya Tuhan Yesus Kristus adalah Anak Allah kalau tidak percaya tidak usah membaca-Nya karena anda semakin bingung/kecewa dan menolak-Nya. Tuhan Yesus sudah menjadi Tuhan/Anak Tuhan sejak di kandungan/rahim Maria sang perempuan perawan dan diutus-Nya malaikat Bapa Allah yang Maha Kuasa untuk memberitakan bahwa bibit/janin di kandungan/rahimnya adalah Roh Kudus(Tuhan Yesus Kristus), jadi dibaca saja, kalau tidak punya Alkitab/Injil surfing di internet baca di situs Alkitab/Injil kalau tidak percaya sama sekali dengan firman-Nya jangan dibaca nanti anda tambah bingung dan menghujat-Nya jika anda paksa baca.

      • Abdul Rozaq mengatakan:

        oy mas reinhard sudah pernah melihat perdebatan kristologi?
        kalo sudah coba lihat yang “Dr. Zakir naik vs Dr. wiliam Campbell”
        mngkin nantinya mas bisa menyimpulkan dengan sendirinya.
        semoga bermanfaat…

      • Reinhard Kurniawan mengatakan:

        Tidak, Injil/Alkitab tidak perlu diperdebatkan lagi jadi saya tidak perlu baca hal sangat tidak perlu, inti/artinya kalau anda percaya Yesus adalah Tuhan Penyelamat dan Putra Allah kemudian anda mengikuti dan mengajarkan firman-firmanNya bersyukurlah anda tidak jauh-jauh/dipastikan dekat/masuk Kerajaan Allah/Sorga/Bapa kalau tidak percaya ya sudah itu hak anda masing-masing, tidak perlu diperdebatkan lagi hal yang tidak penting, menurut saya yang sangat terpenting(urgent) saya/anda(kalau anda percaya) baca Alkitab/Injil itu saja.

      • Reinhard Kurniawan mengatakan:

        Salam damai sejahtera saudara Abdul Rozaq, bila masih kurang percaya dengan kebenaran Tuhan Yesus Kristus, carilah atau bertemu empat mata dengan orang Kristen yang telah diberi mujizat dan berkat oleh Tuhan mintalah dia bersaksi untukmu tentang kebaikan Kasih-Nya terhadap dia pastilah dia berikan bila dia orang Kristen yang sesungguhnya/taat.

    • Reinhard Kurniawan mengatakan:

      maaf yang saya maksudkan “hal yang tidak penting” adalah hal itu tidak penting diperdebatkan karena akan membuang-buang waktu.

      • Abdul Rozaq mengatakan:

        maaf mas reinhard, bukan mksud saya menyinggung.
        cuma berpendapat, bukankah kita hidup itu mencari jalan kebenaran agar kita tidak tersesat dan merugi?
        pernahkah kita menguji kebenaran tsb?
        kita mengerjakan sesuatu saja perlu data yang kongkrit kok mas.
        maaf bukan mksd menyinggung..

      • Reinhard Kurniawan mengatakan:

        Salam damai sejahtera saudara Abdul Rozaq, bila masih kurang percaya dengan kebenaran Tuhan Yesus Kristus, carilah atau bertemu empat mata dengan orang Kristen yang telah diberi mujizat dan berkat oleh Tuhan mintalah dia bersaksi untukmu tentang kebaikan Kasih-Nya terhadap dia pastilah dia berikan bila dia orang Kristen yang sesungguhnya/taat.

      • Abdul Rozaq mengatakan:

        sebelumnya coba mas reinhard lihat videonya dulu.
        semoga bermanfaaat..

  26. iseng mengatakan:

    muslim dan non muslim intinya sama, mahluk ciptaan tuhan yaitu allah swt.
    masalahnya, meraka non muslim membuat tuhan mereka sendiri, jadi aturan pun dibuat sendiri tanpa dasar yang jelas yaitu kitab yang aslinya.

  27. Ahli Sunah Wal jamaah mengatakan:

    Assalamu alaikum, saudara2 ku semua. kenapa harus ada perdebatan seperti ini, Allah berfirman ” janganlah kamu berdebat dengan ahli kitab, melainkan dengan cara yang baik, katakanlah, kami telah beriman kepada kitab yg diturunkan kepada kami dan yang di turunkan kepada mu,Tuhan kami dan Tuhan mu adalah satu dan kami hanya kepadaNya berserah diri” (Al-Ankabut : 46)

    kalo boleh menambahkan arti “Kafir” ini emang agak rancu sebab pembendaharaan bahasa indonesia itu miskin, baca surah Al Baqarah :7, “Allah telah mengunci mati hati, pendengaran mereka dan penglihatan mereka di tutup dan bagi mereka siksa yang amat pedih”

    hakekat dari kafir yaitu tertutupnya mata qalbu untuk melihat Allah, sehingga bagi kewajiban manusia yaitu untuk menginggat Allah, maka baca surah Thaha :14 ” Dirikanlah sholat untuk menginggat Aku”, di lanjut ke surah Al maa’uun :4 ” maka celakalah bagi orang2 yang sholat” lanjut ke ayat 5 ” yaitu orang2 yang lalai (lupa) dalam shalatnya” jadi intinya siapa aj manusia yang belum melihat Allah adalah orang kafir karena tertutup mata Qalbu nya sehingga tidak dapat mengingat Allah, karena kita sudah bersaksi kepada Allah karena kita berasal dari Allah dan kembali ke Allah. maka baca surah Yunus : 7 ” orang2 yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, orang2 yang melalaikan ayat ayat kami”

    bagi Nasrani:

    Matius 12:31
    “Segala dosa dan hujat manusia akan di ampuni, tetapi hujat terhadap Roh kudus (Allah) tidak akan di ampuni”

    1 yohanes 3:6
    ” karena itu setiap orang yang berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi, setiap orang yang tetap berbuat dosa tidak melihat dan tidak mengenal Dia”

    1 Yohanes 1:5
    “Allah adalah Terang (Cahaya) dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan”

    Yohanes 12:36
    “Percayalah kepada Terang (Cahaya) itu, selama Terang itu padamu, supaya km menjadi anak anak Terang”

    Yohanes 3:13
    ” Tidak ada seorangpun yang telah naik ke Surga, selain daripada dia yang telah turun dari surga, yaitu anak manusia”

    Matius 15:9
    ” Percuma mereka beribadah kepadaKu, sedangkan ajaran yg mereka ajarkan perintah manusia”

    kesimpulanya, bagi muslim ikutin Sunnah nabi Muhammad semuanya jangan pilih2 termasuk pertemuan dengan Allah dengan Isra Miraj nya, begitu juga bagi Nasrani ikutin ajaran Yesus semuanya termasuk Kebangkitan yesus ketemu Allah, maka kalian tidak Kafir lagi sebab mata Qalbu kalian sudah terbuka karena untuk mengenal Nya, sesuai perintahnya, dan di contohkan oleh para Nabi2, Musa, Idris, Ibrahim, dll…..itu ajaran Tauhid, bagi siapa yang sudah mengenal Allah maka dialah orang Beriman…….. bukan orang Munafik yg mengaku2 bertuhan Allah tapi ga tau Allah itu siapa……. karena semua agama harus di buktikan kebenarnya……… jangan percaya katanya dari nenek moyang kita, karena Allah menurunkan semua kitab Zabur, Taurat, Injil dan Al Quran untuk di buktikan kebenaranya, maka Iman kita diuji keyakinan nya….. jangan ikut2 ta …… sekian, dan mohon maaf bagi yang kurang berkenan…… wasalam… ( Ahli Sunnah Wal jamaah )

    • 170691 mengatakan:

      mngkin harus di tarik garis lurus..
      Seorang bisa dikatakan kafir apabila dia tidak mau menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber hukum dan pedoman hidup.
      Mereka yang beriman sebagian dan meninggalkan sebagian, dan tidak mau berusaha untuk mengamalkan kebenaran yang sudah jelas karena penyakit dalam hatinya..
      Jazaakallaah khoiran katsiiran..

  28. botak123 mengatakan:

    menurut saya agama itu sama,bukan agama la yang membuat kita masuk surge tetapi amal baik kita selama di bumi ini

    • maskuning mengatakan:

      amal tu apa ya … bahasa arab kan bisa diarti kerja kan … amal baik = kerja baik gimana pantuan kerja baik ni ..

  29. botak123 mengatakan:

    kalau memang non muslim itu kafir tapi mengapa akhir zaman koq mala nabi isya yang turun untuk menghakimi umat nya… kenapa bukan nya nabi muhammad????????????

  30. Rizky A.M mengatakan:

    Aku sudah putus asa dengan agama yang aku jalankan . Hidup ku selalu di remehkan dan sering didzhalimi oleh semua orang rasa nya aku ingin menjadi kafir sejati . Dan tak mau lagi mengenal islam atau apapun itu .

    • Yunus mengatakan:

      Mas Rizky, Semoga Hidayah Allah terlimpah kepada saudara. Hidup melarat atau hidup kaya raya semua adalah cobaan, keduanya bisa memuluskan jalan kita ke surga atau neraka. kenapa harus tertekan dengan hidup seadanya karena Nabi Muhammad SAW saja juga hidup sangat sederhana ( cenderung miskin ) begitu juga Umar Bin Khattab RA, menurut beberapa riwayat pakaiannya banyak tambalannya. Tahukah anda Orang – orang yang telah mati dan saat hidup di dunia tidak pernah berbuat amal sholeh mereka sangat ingin kembali ke dunia untuk beramal soleh karena mereka telah menyaksikan janji Allah adalah benar. namun sayang beribu kali sayang itu hanya jadi perkataan mereka saja karena setelah kita mati ada alam barzakh (pengahalang yg tidak mungkin ditembus ) untuk dapat kembali ke alam dunia ( QS Al Mu’minun 99 – 100 ) Lalu kenapa kita menyiakan hidup kita yg sementara ini. sebanyak apapun harta yg kita miliki tak akan membuat kita hidup abadi di dunia namun sebaliknya. Sekecil apapun amal ibadah kita pasti akan bermanfa’at di akhirat nanti karena akan hidup abadi, hanya masalahnya, apakah hidup abadi di surga atau di neraka???

    • jalil mengatakan:

      sabar

    • rizqy >> tidak boleh putus asa dengan rahmat Allah :)

  31. rio mengatakan:

    Saya muslim, tapi pengertian Kafir yang ditampilkan penulis, masih sempit sekali,
    Pada zaman sebelum Islam, istilah tersebut digunakan untuk para petani yang sedang menanam benih di ladang, menutup/mengubur dengan tanah. Sehingga kalimat kāfir bisa dimplikasikan menjadi “seseorang yang bersembunyi atau menutup diri”.

    Di dalam Al-Qur’an, kata kafir dan variasinya digunakan dalam beberapa penggunaan yang berbeda:

    Kufur at-tauhid (Menolak tauhid): Dialamatkan kepada mereka yang menolak bahwa Tuhan itu satu. “Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman”. (Al-Baqarah ayat 6)

    Kufur al-ni`mah (mengingkari nikmat): Dialamatkan kepada mereka yang tidak mau bersyukur kepada Tuhan
    “Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku (la takfurun)”. (Al-Baqarah ayat 152)

    Kufur at-tabarri (melepaskan diri)
    “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu (kafarna bikum)…” (Al-Mumtahanah ayat 4)

    Kufur al-juhud: Mengingkari sesuatu
    “..maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar (kafaru) kepadanya.” (Al-Baqarah ayat 89)

    Kufur at-taghtiyah: (menanam/mengubur sesuatu)
    “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani (kuffar)”. (Al-Hadid 20)

    Tidak ada satupun ayat di dalam Al-Quran, yang menyatakan bahwa Kafir adalah orang selain Islam. Dari yang saya pahami, Kafir lebih bermakna ke sifat seseorang (lihat variasi definisi kafir di atas). Jangan sembarangan memberi atribut ‘Kafir’ kepada orang lain, baik itu muslim ataupun non muslim. Yang boleh menentukan kebenaran sejati itu bukan manusia, tapi Allah Swt.

    Jika ingin Islam ingin menjadi Rahmatan Lil Alamin… Jangan bemain dahulu di tataran teologis semata, karena pasti gak akan ketemu benang merahnya, malah jadi debat kusir yang tidak berkesudahan. tapi jadikanlah Islam itu memiliki imej yang indah, yang rukun, yang menghormati penganut agama lain, Shalat shubuh berjamaah, dll

  32. arta mengatakan:

    di muka bumi ini ada beberapa orang yang terlahir tanpa “bapak” seperti Nabi Isa, Dewa Krisna, Hanoman
    ada juga orang terlahir tanpa diketahui nama “ibunya” seperti Nabi Ibrahim, Nabi Hidir, Nabi Musa, Syaidina Ali
    panjang dan tak berujung perdebatan masalah “kafir”
    saya punya pengalaman spiritual:
    1. melihat dan ikut mencari mayat I Gusti Komang Dawan yang hilang ketika diarak hendak di aben
    2. pendeta Piter Umbu Loli hilang dalam pangkuan jemaat ketika hendak dimasukkan ke dalam peti jenazah
    3. KH. Ahmad Tretetet hilang ketika dikeluarkan dari keranda hendak dimasukkan ke dalam kubur
    saya setuju dengan pendapat bahwa “orang kafir” itu adalah orang yang belum mengenal dan mengetahui dirinya sendiri
    saya umat islam tapi kurang setuju ketika diminta mengartikan kalimah syahadat dengan kata “aku bersaksi”
    ketika saya tanya kebanyakan orang “benarkah engkau bersaksi” yang namanya saksi itu “melihat” maka kebanyakan jawaban yang saya dapatkan adalah “sekedar ikut mengatakan”
    artinya dia membohongi dirinya sendiri, entah itu termasuk munafik atau apa yang kedudukannya hampir sama dengan kafir

  33. omsairambaba mengatakan:

    BOLEH PERCAYA BOLEH TIDAK , TUHAN MENCIPTAKAN ALAM SEMESTA INI BESERTA ISINYA DENGAN HUKUMNYA ,YAITU HUKUM SEBAB AKIBAT,DAN BELIAU BERSEMAYAM DIDALAM APA YANG BELIAU CIPTAKAN ,SEHINGGA ADA KALIMAT TUHAN MAHA BESAR , TUHAN ADA DIMANA MANA ,DAN BANYAK LAGI KALIMAT2 UNTUK PUJIAN UNTUK TUHAN ,HANYA MANUSIA YANG BELUM BISA MENERIMA KENYATAAN ITU ,……………….salut untuk yang percaya dan terus merenung bagi yang belum percaya…………….KITA ADALAH CIPTAAN TUHAN,,,,,,,Beliau bersemayam dalam dirimu…………Semoga damai didunia dan di hati…………

  34. Yunus mengatakan:

    Lakum Dinukum Waliadin, Untukmu agamamu dan untukku agamaku. Nabi Muhammad SAW telah memberi suri tauladan hidup bermasyarakat dengan pemeluk agama lain. Walaupun saat itu Islam di Madinah adalah mayoritas tapi tidak pernah menekan yang minoritas untuk memeluk Islam. Bahkan kalau ada umat islam yang memerangi pemeluk lain selama yang pemeluk lain tidak memerangi Islam (kafir zimmy) maka dia akan berhadapan dengan nabi Muhammad SAW. Suatu hari Amr Bin Ash ( gubernur Mesir ) hendak membangun masjid disamping istananya namun hal itu tidak jadi dilaksanakan karena harus menggusur sebuah rumah seorang Yahudi tua padahal dengan kekuasaannya sebagai gubernur hal tersebut sangat mudah dan masih banyak lagi suri tauladan yang telah dicontohkan oleh para sahabat bagaimana hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Laa ikroha Fiddin : Tiada paksaan dalam agama, Allah telah mengutus Nabi Muhammad sebagai suri Tauladan dan Allah telah menurunkan Alqur’an sebagai petunjuk dan Allah telah menciptakan dunia beserta isinya untuk menunjukkan tanda tanda kebesaran Allah. Dan sekarang terserah kita, Kelak di akhirat mau jadi orang yang beruntung atau merugi ???

  35. IBNU AROBI mengatakan:

    SATU TUHAN BANYAK AGAMA

    KALAU KITA BICARA SYARIAT BAKALAN TIDAK KETEMU CENDERUNG, SALAH MENYALAHKAN DIMAKRIFAT SEMUA AGAMA BISA KETEMU. CONTOH AYAT MAKRIFAT

    Al-Quran mengakui daya penyelamat agama-agama di luar Islam. Dalam surat Al-Baqarah ayat 62 disebutkan terdapat ada empat: Islam, Yahudi, Kristen, dan Sabi’in. Mayoritas ahli tafsirmengartikan Sabi’in sebagai kaum penyembah bintang. Tentu saja bintang sekadar simbol yang merujuk pada Tuhan sebagai puncaibadah. Namun, Ibn Jarir al-Thabarî dalam tafsirnya, Jâmi’ al-Bayân mengutip sebuah pendapat: Sabi’in adalah orang yang berpindah-pindah agama untuk mencari Kebenaran. Jika penyembah bintang saja diberi jaminan keselamatan, maka, agama-agama lain yang memiliki keimanan terhadap Tuhan lebih berhak mendapat jaminan keselamatan tersebut. Ayat 62 itu berbunyi: Sungguh, mereka yang beriman (muslim), dan mereka penganut agama Yahudi, Orang Nasrani dan orang Sabiin, siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta melakukan kebaikan, bagi mereka ada pahala pada Tuhannya, tiada mereka perlu dikuatirkan dan tidak mereka berdukacita. Prinsip pluralitas jalan keselalamatan itu
    (Al-Baqarah 62) dipertegas kembali dengan narasi yang hampir sama dalam surat Al-Ma’idah ayat 69.

    SUDAH CUKUP NGAK USAH TAWURAN, WONG TUHAN NYA IBLIS JUGA TUHAN NYA KALIAN HE.. HE.. HE..HE . PAHAMI DAN RENUNGKAN

  36. hendra mengatakan:

    Imatuzzahra Al Hurun’in
    aku heran sama anda benar2 dicuci otakmu dan hatimu menilai sesuatu …..anda ini memiliki hati nurani dan akal sehat bro…pakek otak berfikir n pakek hati menilinai bro jangan apa2 dikit pakek kitab suci..kalo memang agamamu adalah agama penyempurnaan dari agama laen mengapa di setiap negara islam penuh dengan peperangan dan pertumpahan darah????? sadar bro kita ini diciptakan untuk berbeda,, hargai perbedaaan,, karena perbedaan adalah indah,,,,karena agamaku agama hindu sangat menghargai perbedaan di dalam salah satu isi kitab weda,,,,,tuhan itu banyak nama(sang hyang widhi, bhuda, yesus, allah n sebagainya) hanya orang2 yang baik dan bijaksana yang menamainya……kalo cara perfikir seperti ini saya yakin sampai kapan pun antara israel dan palestina tidak akan pernah damai,,,,,antara kedua pihak,,,,antara kedua fihak harus menghargai perbedaan yang ada, dan isi kitab suci yg saling menjelekkan satu dengan yang lain harus dihapus,,,,,SADAR BRO…….

    • jalil mengatakan:

      kamu itu yang perlu dicuci otaknya kerana menutupi hati dengan kebenaran.udah diberitahu yang benar(tiada tuhan melainkan allah & nabi muhammad itu pesuruhNya) malah disangkal!

      • jalil mengatakan:

        hei kamu yang bukan muslim(hendra),apa sekalipun agamamu selagi imatuzzahra al hurun’in ini tidak menyakiti hatimu usah kamu ngomong segituan.Dia hanya memberitahu kebenarannya aja(yg benar tetap benar).aku lihat dia tidak menulis sesuatu yg menyakitkan(kamu aja yg sakit hati)

    • wahai hendra hamba Allah. kita hidup di dunia sebagai hamba Tuhan. tuhan memberikan petunjuk melalui nabinya. manusia tidak akan bisa menggunakan akalnya saja tanpa petunjuk Tuhan. itulah kenapa Tuhan membuat kitab pedoman hidup dan Tuhan mengutus nabi sebagai guru.

      karena akal (berfikir) itu bukan otak namun ia adalah sistem berfikir. komponennya sebagai berikut :
      1. otak manusia sebagai mesin berfikir.
      2. indera manusia sebagai penghasil informasi
      3. maklumat (informasi)
      4. pemberi maklumat

      tanpa ini manusia tidak akan bisa mengakal.

      jika maklumat dan pemberi informasinya benar maka benarlah akalnya. nah, agar manusia benar akalnya maka maklumatnya harus dari kitabnya Tuhan. dan yang menjeaskan adalah utusan Tuhan yaitu nabi.

      karena kita umat akhir zaman maka kita ini pengikutnya Nabi Muhammad sebagai penyempurna dan penutup para nabi dan menggunakan kitan panduan yaitu Al Qur’an sebagai kitab penyempurna kitab-kitab sebelumnya dan penutup kitab sebelumnya.

      misalkan kita beli buku referensi pasti kita beli buku edisi terbaru dan edisi revisi kan ? agar informasinya uptodate. begitu juga dalam beragama ini. maka kita harus mengikuti nabi terakhir dan kitab terakhir sebagai penyempurna.

      sungguh tersesat orang yang memberi kesimpulan agama hanya dengan akalnya. karena agama itu dibesarkan dengan wahyu tuhan dan risalah kerasulan. bukan atas dasar kesimpulan akal manusia yang penuh lemah dan pelupa.

      semoga engkau bisa memahami kena saya selalu menyebut berdasarkan kitab. karena saya membahas persoalan agama. sy kembalikan kepada kitab yang diturunkan tuhan sebagai pedoman hidup yang satu, agar tidak ada perpecahan karena satu pemahaman di atas kitab Tuhan (Allah) yaitu al Qur’an.

      ———-

      untuk makna Tuhan di dalam Islam menggunakan kata Rabb, Ilah, Malik. yang artinya yang menghidupkan, yang memberi rezeqi, yang mematikan, yang wajib ditaati, yang wajib disembah, yang menjadi raja.

      Ilah (sesembahan) di dalam islam hanya ada 1. karena dalam ajaran syahadah kami ada kata pengecualian ilah2. dan ilah yang berhak disembah hanya Allah. itu nama ilah yang ada dalam al Qur’an, ilah yang berhaq disembah, dan tidak disebutkan nama ilah2 lain.

      ada nama ilah2 lain dalam al Qur’an seperti lata, uza, manat, sapi betina, matahari, dewa2, namun itu dikecualikan dan dilarang untuk disembah bahkan dilaknat.

      saya rasa cukup jelas penjelasan sy wahai hendra hamba Allah. semoga ini bermanfaat dan menjadi informasi baru yang bs anda fikirkan kembali. terimakasih sudah singgah di blog saya.

  37. Faisal Ferdian mengatakan:

    betul itu, karena agama yang di ridhai oleh tuhan langit dan tuhan bumi (allah) adalah agama islam. sedang agama lain tidak diterima. selain itu defenisi kafir itu luas, bukan hanya berbeda agama tapi juga : tidak mengerjakan sholat,puasa, membaca melaksanakan apa yang diperintahkan al-quran dan hadish nabi saw dll. Jazakillah Khair

  38. rabi YHWH mengatakan:

    Maklumkanlah, Tuhannya mereka adalah makhluk Ghaib yang pandai menipu dan mengadu domba keturunan Adam. Baca QS 2:3 yang artinya “mereka yang beriman kepada yang ghaib”

    • jamil mengatakan:

      rabi yhwh?,rabi tu maksudnya pendeta yahudi,yhwh tu singkatan nama salah 1 tuhan orang yahudi iaitu yehweh,jadi kamu ini yahudi ya?(diamla kamu yahudi laknattullah!)

    • maksud beriman kepada yang ghoib itu tidak hanya beriman kepa Allah SWT. tapi beriman adanya malaikat, golongan jin, takdir dan ketetapan Tuhan.

      jadi maksud ayat 2 : 3 itu jangan dimaknai parsial. karena dalam pembahaannya itu mengacu pada rukun iman dan hal-hal ghoib yg tidak bs diindera oleh manusia.

  39. jalil mengatakan:

    aku percaya apa yg diperintahkan olehNya adalah baik untuk kita.aku seorang muslim kerana aku mengucapkan kalimah syahadah dan percaya kepada rukun iman & islam.aku mengakui tuhan yg sebenar adalah Allah dan nabi muhammad itu pesuruhNya.cuma ada di antara UjianNya yang aku seperti tidak bersedia melaluinya,seperti tidak bersedia menerimanya(adakah aku jatuh kafir gara2 ini?)

  40. jalil mengatakan:

    sila dijawab imatuzzahra al hurun’in(aku pengikut ahlul sunnah wal jamaah)

  41. jalil mengatakan:

    maksud aku mengatakan ada diantara ujianNya seperti aku tidak bersedia melaluinya atau tidak bersedia menerimanya ialah aku seperti tidak tahan melalui/menerima ujianNya(walaupun aku mengakui & menyakini bahawa Allah menguji hambanya bukan diluar kemampuan hambanya).tetapi aku seperti sudah tidak sanggup untuk diuji lagi sehingga pernah ku berdoa didalam hati supaya disegerakan mencabut nyawaku ini(adakah aku jatuh kafir gara2 ini?)

  42. jalil mengatakan:

    oleh kerana terlalu sukarku merasai ujian illahi ini aku pernah berdoa agar aku diberi syurga yang paling rendah sekali tetapi biarlah aku mengakui bahawa aku mengaku kalah/mengalah(surrender) dengan ujianNya(seperti aku mengalah denganNya)

  43. jalil mengatakan:

    seseorang itu digelar kafir apabila dihujung hayatnya(atau sudah sampai nafas terakhir) tidak juga mahu beriman.sudah dihujung hayatnya atau sudah sampai nafas terakhir tetap berpaling dan menutupi hati dengan kebenaran.tetapi selagi non muslim belum sudah sampai nafas terakhir anda hanya digelar non muslim bukan kafir(jadi jangan emosi)

  44. jalil mengatakan:

    orang kafir sama sahaja,diberi peringatan atau tidak mereka tetap tidak mahu beriman & mereka tetap (ingin/atau)berpaling dengan kebenaran

    • jalil >> Apakah engkau beriman ? jika ya bersabarlah. karena ujian itu untuk pembuktian imanmu. jika engkau sanggup melewatinya berarti engkau telah membuktikan bahwa engkau beriman. kajilah kembali tafsir surat 28 ayat 1-5.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s