~»* [Diary Imatuzzahra] Tak Sekedar Tukang Ikan *«~

Siang sudah beranjak naik,sepertinya sudah mendekati dhuhur. 2 anakku sudah tertidur lelap. Begitulah yg kubiasakan untuk sang kakak Syahla. Pulang sekolah,cuci kaki,ganti baju,mengerjakan PR,makan siang dan minum susu lalu istirahat siang. Ketika aku sedang asyik membaca terdengar suara tukang ikan. Aku baru teringat kalau kemarin aku pesan tulang sumsum untuk si adik ghozy yang sedang menjalani terapi akibat dampak dari radang otak. Krn sangat terik tiba-tiba aku terhuyung dan kucari bongkahan batu sisa bahan bangunan rumah kami. Entah knp tiba-tiba aku nyeletuk, “Abang tahu obat flu berat itu apa ? Udah sy istirahat full,minum madu,habatussauda,kunyit,kencur batuk pilek sy kok blom baik2″.

“Flu itu sembuh sendiri tuh bu”, jawabnya santai.

“Iya sih bang, dulu sampai sy divonis ngidap TBC kelenjar, udah habis antibiotik segebok tak baik2, krn dah bosen minum obat,sy biarkan sj,dan sy hanya istirahat total,banyak makan buah dan sayur. Alhamdulillah hilang semua benjolan sy dileher dan sekitar telinga. Dan batuk sy jg berhenti sendiri”, ceritaku panjang lebar sambil sedikit dongkol dg dokter yg kadang aku gak percaya dg penyakit yg divoniskannya.

Abang tukang ikan itupun hanya tersenyum tipis. Setelah aku duduk, si abang bertanya, “kemarin yg datang anggota kajian ibu ya ?”

“Iya bang, rumahnya di daerah kota mrk,mpe malu sy dijenguk krn sdh 1 bln gak nongol sakit semua,” aku bercerita sekenanya. Karena tiap hari kerumah, si abang ini pun sudah akrab dg ku. Ya akupun jg begitu orgnya. Senya-senyum kalau ketemu orang…heheh…cuman kalau sdh digarai…hmm…keluar dah taring galaknya.

“Ibu orang PKS ya ?” Tiba-tiba si abang nyeletuk.

Aku pun hanya tersenyum tipis. Ah langsung terlabel begitu.

“Saya memang tercatat di sana bang,cuman kalau sy ngisi kajian sy tdk pernah ngajak orang ke PKS,” aku pun jg nyeletuk tak mau kalah seru.

“Iya lah bu, partai kan hanya alat,” si abang menjawab dg ringan.

Dalam hati sy membatin, “Sepertinya ia orang yang faham.” Akupun langsung memberondong pertanyaan, “Lah abang aktif di JT ya?”

Aku main tebak saja karena banyak pedagang disini yg ikut kajian Jama’ah Tabligh.

“Nggak bu, sy sebenere juga sering diundang ngisi wirid (semacam yasinan),ngisi ceramahnya,kalau pas lebaran ‘Id sy kadang juga disuruh ceramah”,dia bercerita sambil menarik dorongan tempat jualan ikannya.

“Hmm…” hanya itu yg bs kuucapkan. Seperti hal yang tak pernah kuduga, laki-laki pendek berbaju lusuh yg tak pernah ganti bajunya ktk jualan,sambil mendorong beko tempatnya jualan ikan,berkulit hitam dengan rambut kriting kumal keturunan bermarga batak itu sangat mengejutkan.

“Abang dulu dari pesantren ?” Aku masih penasaran.

“Nggak bu, sy dulu sempat di UISU (Universitas Islam Sumatera Utara). Cuman gak lulus,” dia bercerita nyantai. Aku langsung terdongak.

“Kok bs begitu bang ?” Mulutku terus mencecar pertanyaan.

“Ya gimana bu, waktu itu mau KKN. Trus berbenturan dengan pekerjaan. Waktu itu sy disuruh milih, milih kuliah apa milih kerja ama bos sy. Akhirnya kalau milih kuliah apa yg sy pakai untuk biaya. Ya…sy tinggalkan sj demi mencari penghasilan untuk hidup.

Aku hanya bs manggut-manggut dan merasa sedih. Begitu banyak orang cerdas dari kalangan tak mampu namun tak bs mengenyam indahnya perguruan tinggi hingga sarjana, apalagi untuk S2 atau S3.

“Ah sayang kali ya bang…udah mau kelarpun,” mau gak mau aku berkomentar sedih.

“Ya gimana lg bu,” jawabnya pasrah.

“Cuman gelar juga tak menjamin hidup seseorang bang,” aku berusaha menghibur.

“Betul-itu bu,cuman gelar sekarang dipakai senjata untuk dapat pekerjaan lebih layak,” jawabnya tabah.

“Iya,” hanya itu yg bs kumenimpali.

Mentari semakin terik, entah kenapa si abang enggan untuk pergi. Sedangkan aku masih penasaran dengan sosoknya yg rupanya juga seorang da’I. Aku pun terus nyerocos melempar banyak pertanyaan,berusaha untuk mengajak diskusi tentang problem yang sangat mendasar di umat Islam.

“Memanglah benar bu,masyarakat ini Islam tapi tidak tahu tentang keislamannya,”tiba-tiba ia sudah bersuara sebelum ditanya.

“Wah memang betul-bang…” Jawabku.

“Seperti yg ibu bilang tadi,untuk sholat aja masih berantakan.” Dia masih terus bercerita menanggapi ceritaku tentang ibu-ibu yang kubina ngaji sholatnya masih berantakan. Kalau jama’ah masih lowong2 dan tak mau mepet, padahal kalau lowong ditempati syaithon.

“Cobalah kita lihat habluminallahnya aja kayak githu,knp bahas yg hablu minannas. Pasti juga berantakan,” dia masih melanjutkan.

“Begini bang…pokok permasalahannya itu adalah banyak ulama yg tidak mau menyampaikan urusan syari’at 1, yaitu urusan Syahadatain. Padahal disitulah pangkal permasalahan dan tonggak solusi problem umat ini. Cobalah abang lihat, abang pernah mendengar ustadz membahas tentang syahadatain ? Mereka menyembunyikannya bang,takut dituduh teroris,takut dituduh melawan negara,” aku berusaha mendudukkan masalah. Si abang tukang ikan pun menggeleng dan manggut-manggut.

“Nah itu dia bu, ustadz itu takut. Termasuk sy jg bingung gimana menyampaikannya. Padahal memang islam demikian. Cemana kalau tidak kita sampaikan, pastilah kita yg akan diseret duluan ke neraka,”timpalnya antusias.

“Nah itulah, abang sudah ngerti. Mau tak mau kalau kita sudah Islam, kan arti Islam itu tunduk kan bang, berarti tunduk pd apa yg diperintah yg dinamkan syari’at Allah dan apa yg dilarang Allah kan bang…dan berarti sistem yang harus kita pakai adalah sistem Allah bukan sistem undang2 manusia. Dan jihad itu bukan terorisme kan bang…itu kan perintah Allah yg banyak disebut dalam al qur’an kan ?” Aku memberondong banyak hal untuk ku doktrinkan. Kupikir, walau dia seorang tukang ikan, namun ia mempunyai cara berpikir luas dan pemahaman yang perlu diluruskan sesuai al qur’an dan assunnah.

“Iya memang begitu ya bu,” ia menimpali dg manggut-manggut.

“Banyak diantara kaum muslimin yg tidak tahu konsekuensi dari syahadahnya, tidak tahu pentingnya syahadahnya, banyak yang tidak tahu apa yg membatalkan syahadahnya. Musyrik itukan membatalkan syahadah dan musyrik itu kan tidak hanya pergi ke dukun sj kan bang…ketika kita sudah tidak berhukum sesuai dg al qur’an dan assunnah berarti itu kan sudah musyrik kan bang…berarti itu kan sudah menduakan Allah dg manusia.” Aku masih sangat semangat mendoktrin si abang yg serius mendengarkan. Walau kepalaku cemot2 kepanasan dan menahan ingus yg gak mau keluar sendiri jk tak dikeluarkan,rasa pening dan berat kepalaku seakan hilang begitu sj.

“Wah betul-itu bu,” si abang manggut-manggut setuju.

“Jadi abang kalau ngisi kajian,katakan apa yg dikatakan al qur’an dan sunnah. Biar sj mereka menuduh,biar sj mereka menjauh, katakan ini kata qur’an kalau mau ikut ayo, kalau ndak ya tidak apa2. Kita kan hanya menyeru,” tegasku.

“Iya..ya bu,” dia terlihat semangat.

“Abang masih ingat perang badar kan ? 100 orang islam mengalahkan 1000 orang kafir. Kita tak butuh banyak pengkut kok bang,tapi kita butuh orang2 yang beriman dg segenap keikhlasannya. Karena hanya dg keikhlasan syaithon tak bs mengalahkan manusia,” sambungku.

“Iyalah bu, banyak kalau jadi buih untuk apa,” ia pun menimpali dan aku hanya tersenyum tipis.

Dan tak terasa kepalaku benar2 sangat berat. Dan sepertinya si abang tukang ikan tahu aku sedang menahan sakit. Diapun berpamitan pergi sambil mendorong bekonya.

“Ah pakaiannya sangat lusuh,jelek orangnya cuman gak tahunya ia orang yg agak faham dan seorang da’I. Pantas saja suami sering bilang abang itu sering sholat jum’at di masjid komplek sambil bawa bekonya. Tidak malu dan nyantai saja. Terkadang penampilan menipu,”hatiku nyerocos sendiri sambil memasuki rumah. Gelap. Rupanya panas di luar membuatku tak bs melihat ketika masuk ruangan. Dan pelan-pelan pendar isi ruangan mulai terlihat.siang yg menakjubkan. *az ^_^

Tanah Perantauan, 30 September 2011

**********************

Ya penampilan kadang menipu, untuk itu jangan pernah menilai,menghukumi seseorang sebelum benar-benar tahu watak dan tabi’atnya serta pemahamannya. Krn terkadang kita akan dibuat tercengang-cengang oleh sosok yang mungkin kita anggap remeh namun tidak tahunya lebih “BERISI” dari kita. Jalinlah ukhuwah dg siapa saja,berkomunikasilah dg siapa sj,dapatkan ilmu dari siapa saja. Krn setiap orang yang didatangkan oleh allah untuk menemui kita itu pasti membawa pelajaran berharga yang tidak disangka-sangka. Untuk itu jangan sampai menyepelekannya.

***********************

~*» Tawuran Kaum Intelektualitas «*~

 

Ada bunyi kata-kata bijak begini “Perbuatan orang berilmu itu sungguh berbeda dg orang yg tdk berilmu,orang berilmu sll berhitung dlm setiap keputusan,sikap dan tindakannya”

 

Kaum intelektual selalu dikonotasikan dg org yg sekolah. Sedangkan sekolah adalah tempat dilaksanakannya tempat pendidikan untuk mencetak generasi intelek alias melek ilmu pengetahuan dan berwawasan. Produk yg dihasilkan seharusnya sebuah pribadi yang menjunjung tinggi sebuah adab,karena itulah konsekuensi dari orang intelek. Tanda intelektualitas itu adalah munculnya sebuah peradaban atau tatanan hidup yang baik,yang mengatur humanisme kemanusiaan dan lingkungannya.

 

Ketika dalam sebuah komunitas manusia terdapat orang-orang yang intelek dipastikan komunitas itu mempunyai sistem hidup yang lebih baik,yang mempengaruhi wilayah pergerakan hidup mereka. Pastilah ada tatanan-tatanan baru yang dimunculkan dalam komunitas itu sebagai efek perubahaman menuju sebuah komunitas yang beradab. Dan ini adalah telah menjadi hukum alam. Karena,manusia semakin berilmu maka semakin cerdas akalnya. Sehingga manusia mampu mewujudkan tatanan hidup yang bersinergi dan berkesinambungan.

 

Semakin banyak komunitas-komunitas, semakin banyak fasilitas-fasilitas pendidikan seharusnya yang terlihat adalah sebuah keteraturan hidup yg humanis. Semakin teraplikasikannya teori-teori keadilan dan dan kesejahteraan yang mereka kuasai.

 

Lalu pertanyaannya adalah kenapa yang kita saksikan dinegeri ini sungguh berbeda ? Dari apa yg saya paparkan di atas ?

 

Apakah negeri ini tidak mempunyai sebuah komunitas intelektual ? Apakah negeri ini tidak mempunyai fasilitas2 pendidikan ? Padahal jika kita lihat, sekolah bertabur dimana-mana,kampus-kampus berdiri megah dg segala fasilitasnya,lembaga2 konseling,pelatihan,penyaluran bakat bertabur dimana-mana. Bahkan negeri ini mempunyai sebuah sistem pendidikan yg dikelola dibawah naungan departemen negara. Lalu kenapa produk yang dihasilkan bukan kaum intelektual yang membangun sebuah humanitas kehidupan ? Kenapa produk yang dihasilkan adalah manusia yang selalu melanggar sebuah aturan tatanan sosial ? Adakah yg salah di negeri ini ?

 

Baiklah…pada dasarnya kita semua tahu. Sistem negeri kita telah mengadopsi sistem usang peninggalan masa kolonialis freemansonry. Hukum ketatanegaraan,undang-undang yang mengatur segala aspek kehidupan rakyat negeri ini semua mengadopsi sebuah sistem bobrok yg diambil dari generasi tar-tar berwatak hewan rimba.sistem yang dianut adalah hukum2 freemasonry yg dipetik satu persatu dari kitab genggiskhan si raja tar-tar yg beringas. Itulah kenapa dalam sistem yg diadobsi negeri ini terselip sebuah sistem rimba. Siapa yg menang dia yang berkuasa dan mengatur dg semena-mena demi ambisi nafsu dlm hidupnya.pada dasarnya sistem,terutama sistem pendidikan yg dianut sungguh jauh dari kebutuhan fitrah pendidikan setiap generasi muda. Ada yg dipisahkan dan dihapuskan secara sengaja.

 

Pemisahan yang saya maksud adalah sebuah pemisahan doktrin agama dg dengan doktrin politik pemerintahan,politik kekusaan dan doktrin politik umat. Sistem itu berusaha memasang dinding pembatas terhadap wilayah agama yang tidak boleh menyentuh wilayah sistem kehidupan. Sistem itu memaksakan diri untuk mengalahkan sistem penguasa alam. Ini sungguh terlihat jelas. Bagaimana tidak,semua manusia pastilah tahu hukum siapa yang harus berlaku didunia ini. Hukum Tuhanlah jawabannya. Dan siapa Dia ? Allahlah jawabannya. Sehingga hukum yg harus diterapkan dan diadobsi manusia pastilah HARUS HUKUM ALLAH BUKAN HUKUM DEMOKRASI PENINGGALAN KOLONIALIS FREEMANSONRY TAR TAR. 

Kaum kolonialis atheis pd dasarnya mereka, hanya ingin memancangkan ambisi manusia. Sedangkan ambisi manusia itu hanya lebih condong pd sifat kehewanannya. Jika ini menguasai diri manusia yang muncul adalah sifat beringas yang terangkum dalam hukum rimba.

 

Jadi wajar jika kita melihat produk lembaga pencetak intelektualitas pekerjaannya hanya tawuran. tawuran sekolah A dengan sekolah B. tawuran antara fakultas A dan fakultas B. dan itu muncul di media elektronik dan cetak setiap hari. menghiasi bacaan warga negara yang katanya penganut kedamaian dan menjunjung tinggi moralitas. namun apa kenyataannya ? HINGGA KE GEDUNG DPR PUN YANG KITA LIHAT ADALAH TAWURAN ANTAR ANGGOTA PARLEMEN. LEMPAR MIC…GEBREK MEJA,CAKAP KOTOR. DAN YANG PALING MENYEDIHKAN ADALAH SALING SERANG UNTUK MEMANCANGKAN AMBISI KEKUASAAN YANG INGIN DIRENGKUHNYA.

 

lalu masih berlakukah kata bijak di atas ? ORANG BERILMU ITU SUNGGUH BERBEDA DENGAN ORANG TAK BERILMU. Siswa-siswa sekolah itu apakah mereka tak tahu ilmu ? apakah mereka tidak diajari moralitas ? mahasiswa itu apakah mereka kaum pedalaman yang baru kenal perkotaan ? dan apakah para penghuni parlemen megah itu warga kampungan yang tak bisa mengenyam pendidikan ? jawabannya mereka semua adalah kaum intelektual dengan segudang ilmu pengetahuan, segudang wawasan dan segudang tata moralitas telah mereka pelajari dibangku lembaga pendidikan mereka masin-masing.

 

sekarang mari kita lihat produk pendidikan yang dikelola oleh departemen agama, dan dikelola swasta yang bernama pesantren. satu pertanyaan saja, KENAPA PRODUK DARI LEMBAGA PENDIDIKAN DIBAWAH NAUNGAN DEPARTEMEN AGAMA DAN LEMBAGA PENDIDIKAN SWASTA BERNAMA PESANTREN SUNGGUH SANGAT BERBEDA DENGAN PRODUK YANG DIKELOLA OLEH DINAS PENDIDIKAN ? KENAPA JIWA INTELEKTUALITAS MEREKA SUNGGUH BERBEDA ? KENAPA AKHLAK MORALITAS MEREKA SUNGGUH BERBEDA ?

 

SATU KATA SAJA YANG MENJADI KUNCI JAWABAN, LEMBAGA PENDIDIKAN YANG DIKELOLA DEPARTEMEN AGAMA DAN LEMBAGA PENDIDIKAN YANG DIKELOLA SWASTA MEMPUNYAI SISTEM PENDIDIKAN YANG LEBIH MENDEKATI SEMPURNA. MEREKA MENGENALKAN AGAMA SEBAGAI SISTEM KEHIDUPAN. SEHINGGA DALAM SISTEM PENDIDIKAN MEREKA, PELAJARAN YANG DIUTAMAKAN ADALAM PELAJARAN AGAMA.KARENA HANYA DENGAN ATURAN AGAMA ISLAMLAH KEHIDUPAN INI BISA TERATUR DAN SEIMBANG, ADIL DAN SEJAHTERA. TANPA ADA YANG TERDHOLIMI. KARENA SATU-SATUNYA SISTEM KEHIDUPAN YANG COCOK DAN SANGAT SESUAI DENGAN MANUSIA ADALAH SISTEM ISLAM YANG BERDASARKAN AL QUR’AN DAN ASSUNNAH.

 

sedangkan yang kita lihat di lembaga pendidikan nasional yang dibawah naungan dinas pendidikan semua menganut sistem yang menjauhkan generasi dari agamanya. kapasitas pelajaran agama sungguh sangat minim. jika ada produk lembaga pendidikan nasional dibwah dinas pendidikan itu baik dan berakhlak serta bermoral tinggi, kita bisa lihat..mereka dipastikan telah mengikuti kajian-kajian keislaman di luar pelajaran bangku sekolah maupun bangku kuliah mereka. pastilah mereka telah masuk dalam lembaga pergerakan yang menanamkan moralitas, akhlak dan keimanan terhadap individu pengikutnya. jika produk lebaga pendidikan dibawah dinas pendidikan tidak mengikuti kajian atau mengikuti kelompok pergerakan islam, sudah dipastikan mereka akan mempunyai moralitas rendah. akhlak rendah sehingga yang mereka tampakkan adalah sebuah pergulatan fisik,kekerasan,penganiayaan serta penindasan hak orang lain. kita akan melihat generasi yang sangat dholim dan terhina dengan perilaku beringas mereka. baik dari kalangan siswa, mahasiswa maupun mereka yang telah duduk di kursi parlemen.wallahu’alam bishowab.*az

~*~ Wajah Indonesia di Usia 66 Tahun ~*~

Bismillahirrahmanirrahim….

17 Ramadhan 1432 telah mengawali usia Indonesia, yaitu usia 66 th tepat di tanggal 17 Agustus 2011 kemarin. Sebuah usia yang bukan usia muda lagi jika diidentikkan dengan usia manusia. Melainkan sebuah usia yang seharusnya matang dalam membuat kebijakan-kebijakan dalam roda kehidupan negaranya.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah, benarkah sebuah usia menjamin kelayakan dalam penilaian atas kebijakan-kebijakan yang dibuat. Sepertinya jika itu yang menjadi ukuran, maka penilaian itu tidak fair. Kenapa demikian ? bijak dalam membuat keputusan dan menjalankan sebuah misi itu tergantung pada kualitas personalnya. Jika itu yang dibicarakan adalah sekup Negara, maka kita bicara personal dari instansi pemerintahan dan instansi wakil rakyat yang menjadi basis penggerak roda perjuangan kesejahteraan sebuah Negara.

BANYAK KASUS MELILIT

Sejak merdeka Indonesia telah dirundung konflik. Baik konflik secara internasional maupun di internal Negara. Kita mulai dari room royen. Hingga muncul kasus Negara Islam Indonesia (NII) yang masih menjadi bayang-bayang kekuasaan hingga sekarang. Kasus Bandung lautan api. Surabaya berdarah. Hingga puncak konflik di era soekarno adalah kasus Meletusnya G 30 S PKI. Peristiwa berdarah yang memunculkan persatuan umat islam dibawah bendera Partai Persatuan Pembangunan.

Sebuah bendera yang menyatukan kaum jihadi,politik dan sipil Islam yang ingin menekan partai bernama PKI. Kemunculan partai ini memang sebuah jalan untuk penyatuan umat islam waktu itu. Namun pernahkah kita tahu, bahwa pemunculan partai itu merupakan cara untuk memobilitas para penggerak Islam. Dengan harapan pemerintah dan belanda mudah untuk mengawasi akselerasi,mengawasi pergerakan umat islam yang semakin gencar. Ketika sudah terkumpul akhirnya dimunculkanlah Partai Golongan Karya. Partai Golongan Karya sebagai partai tandingan untuk memecah kembali kekuatan umat Islam.

Siapa yang bermain ? banyak pihak yang bermain dengan kepentingan masing-masing. Dimulai dari ambisi pribadi, kekuasaan dan akhirnya dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan lebih besar di Negara Indonesia. Yaitu untuk menguasai kekayaan Indonesia dan meraup untung sebanyak-banyaknya. Siapa mereka ? mereka adalah sisa-sisa freemasonry Belanda yang berlindung di bawah LSM-LSM asing dan praktisi-praktisi social yang menawarkan diri, dengan kata ingin membantu Indonesia.

Faham-faham kapitalis mereka masukkan. Sehingga menjadi kepentingan yang lebih komplek yaitu penguasaan sebuah wilayah. Penguasaan wilayah ini berhubungan dengan kekalahan para freemasonry dikala Kekholifahan usmani memimpin. Runtuhnya kekholifahan usmani dengan politik adu domba menjadikan para musuh Islam itu menerapkan di berbagai Negara yang pernah dikuasai kekholifahan Usmani. Yaitu Negara-negara arab dan Negara Asia tenggara yang salah satunya adalah Indonesia.

Politik-politik adu domba yang dimainkan akhirnya memunculkan sebuah stigmasi kotor di wajah umat Islam, umat pendiri kemerdekaan dan pejuang kemerdekaan. Munculnya Komando Jihad (KOMJI) di Lampung, Kasus Tanjung priok, Gerakan Aceh Merdeka, Ambon dan poso, Timur Timur yang akhirnya lepas dari Indonesia.

Kasus munculnya aliran-aliran yang dibiayai secara sistematis dengan tujuan untuk memecah persatuan umat Islam Indonesia. Bertujuan untuk mendangkalkan pemahaman aqidah umat islam. Bertujuan untuk memecah kekuatan umat islam dan ketidak percayaan umat islam terhadap pemimpin-pemimpin islam yang bisa ditsiqohi (dipercayai).

Para kaum berkepentingan ini memunculkan NII KW 9 sebagai jarkon untuk mengumpulkan mantan-mantan NII. Mereka busukkan gerakan NII melalui NII KW 9 yang sekarang masih eksis di Ma’had Al Zatun. Munculnya LDII di berbagai daerah dengan pengkafiran orang-orang yang tidak masuk ke dalam jama’ah ini. Jaringan Islam Liberal (JIL) yang menjadi musuh umat Islam yang aktif dalam gerakan. Ahmadiyah yang terus digembar gemborkan. Dan masih banyak sekte-sekte yang termasuk sekte thoriqot. Yang paling terkenal adalah thoriqot naqsobandiyah. Sebuah aliran dan jama’ah ini adalah jama’ah bikinan yang dipakai untuk merusak kebangkitan umat islam di Indonesia. Mirip seperti didirikannya jama’ah pergerakan yang dipakai untuk melmahkan kekuasaan kekholifahan usmani dengan tujuan para jama’ah ini saling mengkafirkan, saling menghujat. Misalnya, dipakainya jama’ah wahabi untuk merusak jama’ah-jama’ah yang pemahaman tauhidnya lemah. Dimunculkannya kaum sufi untuk menghancurkan jama’ah yang mengkolaborasikan antara agama,politik,jihad. Kemudian dibenturkan dengan para kapitalis yang merupakan sutradara dari ini semua.

Kemudian muncullah kasus permintaan referendum dimana-mana. Seperti di timor leste, aceh, papua. Semua ini ada campur tangan asing yang ingin mengeruk kekayaan Indonesia dan mencabik-cabik kekuatan Islam. Mereka tanamkan ketidak puasan, mereka tiupkan friksi, mereka tiupkan ketidak percayaan. Kasus blok cepu, kasus Newmont, kasus Freeport, kasus namru, dana moneter semua adalah masalah yang melilit dan sangat susah untuk terlepas.

Kasus kebijakan-kebijakan yang hanya berorientasi pada kepentingan pribadi,partai dan golongan mereka sendiri. Sehingga menyebabkan tujuan utama dari misi mereka memimpin dan duduk di kursi wakil rakyat tak bisa dilaksanakan sesuai dengan tuntutannya.

Permainan politik busuk yang saling mencari kambing hitam, menumbalkan mereka lakukan dengan segala kesadaran. Sehingga tak ada bedanya dengan hukum rimba yang berlaku pada hewan. Mari kita ingat kasus penculikan para aktivis pergerakan, baik dari mahasiswa maupun dari masyarakat. Kaum intelektual dibungkam, disiksa, diintimidasi dan dipenjarakan. Kasus penangkapan aktivis jihadi yang seperti menangkap hewan perburuan. Kasus pembongkaran korupsi century, BI, Gayus Tambunan, dan yang terbaru adalah Nazarudin dengan partainya democrat. Semua berujung seperti senetron telivisi yang memerlukan donator periklanan dan berakhir tragis maupun tak ada ujung penyelesaian dan akhirnya hilang tanpa bekas.

Dan masih banyak lagi.

DIMANA WAJAH DAN KEKUATAN NEGARA ?

Melihat seluruh kasus yang melilit di atas, seakan Negara tidak mempunyai power untuk menyelesaikannya. Negara tergadaikan dengan tergadaikannya hokum yang dipermainkan oleh personal pemimpin pemerintahan dan wakil rakyatnya. Permainan ini dilakukan demi meluluskan ambisi personal, partai dan golongan yang berkuasa. Kemudian ditunggangi alias dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mempunyai kepentingan lebih besar.

De-radikalisasi

Deradikalisasi adalah sebuah senjata yang sedang diterapkan pemerintah untuk menekan kaum jihadi. Isu teorisme mereka sebar secara luas dengan menggandeng peran intelejen internasional untuk menguatkan kekokohan kepemimpinan mereka. Penggandengan ini kemudian dikaitkan dengan sandiwara besar dalam penuntasan balas dendam terhadap Al Qaida yang berhasil meruntuhkan symbol raksasa Amerika.WTC. Mereka dengungkan perang dengan terorisme, padahal mereka sendiri biang kerok dari teorisme itu dan umat islam bagai bola pimpong yang asyik mereka mainkan seenaknya saja.

Jama’ah-jama’ah islam mereka susupi dengan orang-orang yang mau dibayar, agar jama’ah-jama’ah tersebut tidak melawan system yang dibuat manusia. System bernama demokrasi kapitalis liberalis. System kotor yang menghalalkan segala cara, yang jauh dari prinsip keadilan dan prinsip hak asasi manusia. Jauh dari kefitrahan manusia bahkan kebutuhan dasar manusia sering tertumbalkan demi ambisi hukum rimba. MEREKA TANAMKAN BAHWA UMAT ISLAM YANG MENJALANKAN SYARI’ATNYA ADALAH PEMBANGKANG PEMERINTAHAN, PERONGRONG KEKUASAAN. MEREKA MELAWAN ALLAH DENGAN MEMPERTAHANKAN SEBUAH SYSTEM DAN KITAB UNDANG-UNDANG YANG DIREKAYASA DAN DIADOBSI DARI KITAB PARA PEMBANTAI DI MASA KEKUASAAN MONGOL. KEKUASAAN GENGGIS KHAN. KEKUASAAN TAR-TAR YANG BIADAB.

Ketika sebuah Negara ditukar dengan dolar untuk membungkam para penegak keadilan maka ditaruk dimana wajah Indonesia ? dimana kekuatan degara yang berdaulat, yang sudah merdeka ? benarkah rakyatnya telah terlindungi dari kepentingan-kepentingan asing ? ada Negara dan tidak ada Negara sepertinya tidak memberikan banyak pengaruh, karena konflik demi konflik, problem demi problem, bahkan hukum rimba tetap berlaku dalam Negara berdaulat. Lalu apa bedanya ketika masih terjajah dulu ? rakyat masih merintih…mereka biarkan wanita menjadi janda karena suami mereka tangkapi, mereka penjarakan dan mereka eksekusi. Anak-anak terlantar karena tidak punya ayah yang bisa menafkahi. Semua ini dilakukan hanya demi ambisi eksistensi kekuasaan. Kekuasaan tak bermartabat di hadapan alloh maupun dihadapan manusia. Yang kaya semakin mereka kayakan, yang miskin semakin mereka miskinkan bahkan semakin mereka tindas. Rakyat menjadi tumbal-tumbal kekuasaan tak bertmartabat.

Korupsi

Indonesia menempati 10 besar dalam kasus korupsi dunia. Naudzubillahimindzalik. Dan ini adalah tanda sebuah Negara akan menuju kehancurannya. Saya sangat tergelitik dengan ucapan Adiyaksa Daud yang membahas tentang apa sebab-sebab keruntuhan Negara. Dan rupanya Indonesia telah mempunyai sebab itu. Yaitu diantaranya : Rakyat tidak percaya pada pemimpinnya, Pemimpin memimpin dengan kemauannya sendiri, dan merebaknya korupsi di Negara itu. Sungguh ngeri mendengar penjelasan itu.

Kemudian sebuah pernyataan Permadi di sebuah diskusi Jakarta Lawyer Club menyebutkan, “mereka yang terjerat hukum dalam masalah korupsi itu telah mengalami hukum dagang. Para tertuduh itu, menyelamatkan diri ke luar negeri, merupakan satu trik untuk tidak ditumbalkan oleh kekuasaan yang menikmati uang yang telah dibagi-bagikan. Jika mereka mau pulang, maka telah terjadi deal-deal politik antara kekuasaan, partai politik dengan mereka.

Namun apa yang terjadi ? kekuasaan dan partai tak pernah tepati janji deal-deal yang mereka tawarkan pada tumbal kekuasaan itu. Sehingga ada cap koruptor pada mereka yang ditumbalkan. Kita lihat Gayus Tambunan ketika deal-deal politiknya dilanggar. Gayus marah ! namun karena ia berlawanan dengan kekuasaan iapun mendekam dalam penjara dan akhirnya ia, seorang pengusaha yang menjadi tumbal dan pijakan politik belaka.

Dan saya yakin kepulangan Nazarudin ke Indonesia karena telah terjadi deal-deal politik terhadap kekuasaan dan partai politiknya.” Wallahi !! politik busuk yang sedang kita dengar, kita lihat di media yang menjadi corong para penguasa.

Dan semua dana itu berhubungan dengan para wakil rakyat yang duduk di gedung megah bernama DPR/MPR. Dan akhirnya Nazarudin pun terdiam seribu bahasa karena telah dibungkan dengan ancaman dan intimidasi.

Yang menjadi pertanyaan adalah, BEGINIKAH WAJAH NEGARA YANG TELAH BERUSIA 66 TAHUN ITU ? BEGINIKAH WUJUD NEGARA BERDAULAT ? kenapa Indonesia tetap seperti bayi yang perlu dimandikan, dirawat dan dididik ? apakah Indonesia merupakan bayi yang lahir secara premature sehingga ia selalu bermasalah di organ-organ tubuhnya ? APAKAH INDONESIA TELAH LUPA, BAHWA KEMERDEKAAN ITU MERUPAKAN RAHMAT DARI ALLAH ? SEHINGGA MEREKA PUN LUPA BAHWA INDONESIA INI HARUS DIMANDIKAN, DIDIDIK, DIBESARKAN DENGAN CARA ALLAH DAN MENURUT PERINTAH ALLAH ?
Mari kita semua bermuhasabah diri, bahwa kita telah jauh dari apa yang Allah perintahkan dan apa yang Allah larang. Itulah kenapa kita tidak pernah menemukan sebuah solusi untuk menyelesaikan masalah-masalah besar di Negara ini. Dosa-dosa besar bahkan kemusyrikan telah kita lakukan. Sadarkah kita wahai saudaraku….?

Apakah kita hanya akan berkutat pada sebuah system yang dibuat manusia sebagai tandingan system Allah ? yang hanya mendatangkan kerugian, kemunafikan dan kehancuran hidup atas keberlangsungan Negara kita ?
Dulu kita merdeka juga di tanggal 17 Ramadhon. Ini pertanda apa ? 17 Ramadhon adalah tanggal turunnya Al Qur’an. Ini sebuah sinyal bahwa Negara kita, Negara Indonesia ini harus diatur dengan al Qur’an. Dan di tahun ini kita kembali diperingatkan oleh Allah dengan memperingati kemerdekaan Negara, memperingati pengakuan kedaulatan Negara di tanggal yang sama yaitu bertepatan dengan 17 Ramadhon, sebuah tanggal diturunkannya Al Qur’an.

Jadi…KEMBALILAH KEPADA AL-QUR’AN AGAR SELESAI SEMUA PERMASALAHAN. ALLAHU AKBAR !!!

Wallahu’alam bishowab.

~*~ Rusaknya Pergaulan Dampak Dari Feminisme Dan Genderitas ~*~

Bismillahirrahmanirrahim…..
“Hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang jahiliyah dahulu, dan laksanakanlah sholat, tunaikan zakat, dan ta’atilah Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan dosa darimu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya” (QS. Al Ahzab : 33)

Ikhwah fillah….seperti yang telah saya bahas sebelumnya tentang MATERI AKHLAK. BAHWA AKHLAK ITU ADALAH BUAH DARI IMAN ( http://www.facebook.com/profile.php?id=1302554183) mempunyai keterkaitan yang sangat erat dengan materi ini. Dan sekali lagi saya tidak mempunyai tujuan buruk sedikitpun, tidak ada tujuan untuk memojokkan, menyindir menggurui, atau menyerang. Satu saja tujuan saya adalah menghimbau dan menyampaikan hal yang seharusnya dikembalikan pada koridor syara’ (Islam). Dan sekali lagi saya berlindung kepada Allah dari syaithon yang terkutuk dan kejahatan hawa nafsu saya. Amin.

Semoga Allah member i keluangan waktu untuk membacanya dan mencernanya dengan kehanifan, kearifan diri dan kelapangan dada. Aminnn…
Saudaraku…..Yahudi dan Nasrani akan selalu tidak ridho dengan umat Islam yang mempertahankan system yang diberikan Allah dalam kehidupan di dunia ini (QS. Al Baqoroh : 120). Mereka akan selalu merongrong kedaulatan tegaknya system Allah. Karena mereka memang pembangkang yang nyata dalam ranah kehidupan.

Dari berbagai aspek kehidupan mereka menyerang system ini. Mereka melancarkan PERANG PEMIKIRAN (GHOZWUL FIKRI) dalam berbagai bentuk. Mulai dengan ISTILAH, PENGGESERAN NILAI DIEN MENJADI NILAI JAHILIYAH, MERUBAH NAS AL QUR’AN DAN SUNNAH, BAHKAN MENGGANTI SISTEM ALLAH DENGAN SISTEM KUFFUR YANG MEREKA RANCANG DENGAN NAFSU MEREKA SENDIRI.

Orang Yahudi dan Nasrani telah mengetahui bahwa BASIS PEMBINAAN UMAT ADALAH RUMAH MEREKA, IBU MEREKA, WANITA_WANITA MUSLIMAH ADALAH BENTENG DARI KEPEMIMPINAN ISLAM

DARI WANITA YANG KUAT MAKA AKAN LAHIR ANAK YANG KUAT, DARI WANITA BERIMAN AKAN LAHIR ANAK YANG BERIMAN, DARI WANITA YANG TEGUH AKAN LAHIR ANAK YANG TEGUH, DARI WANITA BERAKHLAK AKAN LAHIR ANAK BERAKHLAK, DARI WANITA BERJIWA PEMIMPIN AKAN LAHIR ANAK-ANAK YANG SIAP MENGGANTIKAN ESTAFET KEPEMIMPINAN SEBELUMNYA, DAN DARI WANITA YANG SHOLIHAH AKAN LAHIR ANAK-ANAK YANG SHOLIH PULA.
WANITA ITU ADALAH ASET UMAT. Itulah kenapa yahudi dan nasrani ingin merebutnya dan menjadikan wanita sebagai alat penghancur kekuatan dakwah dan kepemimpinan islam. Mereka telah menangkap akar dari sebab bisa kokohnya benteng islam. Yaitu wanita sholihah akan melahirkan anak-anak yang sholih yang siap mewakafkan harta,jiwa dan raganya untuk jihad fisabilillah di jalan Allah.

Akar inilah yang mereka selalu berusaha untuk merusaknya. Ibarat membunuh pohon maka akan mereka cabut akarnya.

***
Saudaraku….mari kita diam dan merenung sejenak, sambil mengikuti kalimat demi kalimat yang saya sampaikan.

Mungkin kita tidak pernah berpikir sedalam kalimat-kalimat saya di atas. Terutama bagi kaumku sendiri, para wanita.
Mari kita kupas satu persatu.

Yang pertama –WANITA HARUS DIRUMAH, NAMUN DIDENGUNGKAN ITU PENINDASAN UNTUK WANITA. ITU MEMBATASI HAK WANITA UNTUK BERGERAK, BERKEMBANG DAN MENDEDIKASIKAN DIRINYA, DAN ITU ADALAH PERAMPASAN HAK TERDHOLIM YANG DILAKUKAN LAKI-LAKI DAN AGAMA.
NAUDZUBILLAH…sungguh ! sebuah pembodohan nyata-nyata yang ditujukan kepada para wanita.

Islam sudah mengatur KENAPA WANITA HARUS DIRUMAH ?
JAWABNYA ADALAH KARENA WANITA ADALAH MADRASAH UNTUK ANAK-ANAKNYA. WANITA TEMPAT KEDAMAIAN SUAMINYA. WANITA PENCIPTA KEDAMAIAN DALAM RUMAH. BUKAN UNTUK MENCIPTAKAN KEDAMAIAN ORANG LAIN DI LUAR RUMAHNYA.

Islam demikian mengatur dengan sempurnanya.

MADRASAH UNTUK ANAK-ANAKNYA. Ibu adalah tempat sekolah anak-anaknya. Ibu yang wajib membesarkannya dengan tangannya sendiri, ibu yang wajib mendidiknya dengan didikannya sendiri. Dengan didikan yang diperintahkan oleh Allah. Yang menanamkan pada anaknya untuk selalu beriman kepada Allah, tidak menyekutukan allah dengan apapun, menggunakan hukum-hukum allah, berbuat baik kepada orang lain, rela dan ikhlas untuk mewakafkan jiwa, harta dan fisiknya untuk Allah dan Rasulnya semata. Bukan untuk orang tuanya maupaun manusia lain.

NAMUN APA YANG KITA LIHAT DILAPANGAN ? KETIKA OPINI DAN ISU FEMINISME DAN GENDERITAS DIGULIRKAN ?

PARA WANITA MEMBERONTAK, INGIN TERLEPAS DARI TUGAS DAN KEWAJIBANNYA DIRUMAH. IA INGIN SEPERTI LAKI-LAKI YANG BEBAS MENIKMATI DUNIA LUAR DAN PENGAPLIKASIAN DEDIKASI DIRINYA.
LALU YANG TERJADI APA ? PARA IBU MENINGGALKAN ANAK-ANAKNYA DIRUMAH, DENGAN ORANG TAK JELAS PEMAHAMAN ISLAMNYA, TAK JELAS POLA PIKIRNYA, TAK JELAS PENDIDIKANNYA, TAK JELAS AKHLAKNYA. BERUNTUNG JIKA MENDAPATKAN PEMBANTU YANG JELAS AKAN ITU SEMUA. NAMUN APA YANG TERJADI ? HAMPIR SEMUA PEMBANTU TAK JELAS AKAN ITU SEMUA.

NAMUN KENAPA PARA IBU SANGAT PERCAYA MENYERAHKAN KEPADA WANITA LAIN BERNAMA PENGASUH DAN PEMBANTU RUMAH TANGGA, KEPADA IBU DAN IBU MERTUA MEREKA, ATAU SANAK SAUDARA MEREKA DEMI SEBUAH DEDIKASI DAN UANG ?

Dan tragisnya adalah… yang tercetak dari tangan-tangan mereka adalah anak yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Contoh kecil saja, mereka sering mengeluh, “gimana lagi…sama neneknya dikasih permen. Dan kalau dilarang neneknya bilang, ya kasianlah masak lihat temannya makan permen dia hanya ngeliatin saja. Ah ya gimana lagi masak sama ibu mertua melawan.”

Oh Rabb….siapa yang salah di awal mulanya. Jika sang anak tadi dia didik sendiri, dia rawat sendiri. Pastilah tetep akan dilarang tidak boleh makan permen. Sehingga sang ibu tadi tidak akan mengeluh seperti itu lagi. Ia tak akan mendengar lagi anaknya merintih karena sakit gigi. Ia akan lebih enjoy karena gigi anak-anaknya sehat.

“gimana lagi, dirumah neneknya tontonannya kayak githu. Dan neneknya mengatakan ah biar saja nanti kalau besar kan tahu sendiri, masak sama ibu sendiri mau melawan”

Ya karim…siapa yang salah diawal mulanya. Jika sang anak tadi bersama ibunya sendiri, pastilah ia tidak akan menonton, tontonan jahiliyah yang bisa merusak pemikiran dan akhlaknya kelak. Karena ibunya telah faham bahwa itu semua adalah dosa dan harus dihindarkan dari sentuhan, pandangan sang anak.
Sang ibu sibuk bekerja berangkat pagi pulang sore bahkan malam. Ia berangkat anaknya masih tidur, atau sedang berangkat sekolah. Dan ketika ia pulang anaknya telah tidur. Sedangkan interaksi seharian adalah bersama teman-temannya yang tidak jelas pola pikirnya, tidak jelas akhlaknya, tidak jelas diennya. Seharian sang anak bersama pembantu, yang tidak mengetahui apa seharusnya yang didikkan untuk anak majikannya. Mungkin malah hanya di hidupkan televise, kemudian ia sibuk menyelesaikan urusan rumah tangga.

INILAH YANG DIHARAPKAN YAHUDI DAN NASRANI UNTUK MENGGESER NILAI-NILAI RUH ISLAM KEDALAM KESESATAN DAN KEJAHILIYAHAN.
MEREKA INGIN MENJAUHKAN ANAK-ANAK DARI IBUNYA. MEREKA INGIN MENCETAK ANAK YANG TIDAK MEMPUNYAI IKATAN HATI DAN IAKATAN DIDIKAN. ANAK-ANAK DICIPTAKAN UNTUK MEMBANGKANG KEPADA IBUNYA SENDIRI MELALUI DIDIKAN-DIDIKAN TELEVISI, DIDIKAN PEMBANTU DAN MENANAMKAN KEBENCIAN DI HATI ANAK PADA IBUNYA KARENA IA MERASA TAK DIOPENI MAUPUN DISAYANG OLEH IBUNYA. SEHINGGA ANAK-ANAK LEBIH SUKA MELAMPIASKAN RINDU HATINYA KEPADA TEMAN-TEMANNYA YANG TAK JELAS, KEPADA PEMBANTU YANG TAK JELAS ATAU BAHKAN KEPADA SANAK SAUDARA KITA YANG TIDAK JELAS POLA PIKIRNYA.

UNTUK URUSAN KESELAMATAN MUNGKIN IYA, SANAK SAUDARA SEBAGAI TEMPAT YANG AMAN UNTUK MENITIPKAN ANAK. NAMUN APAKAH KITA BISA MENJAMIN IMAN ANAK TERSELAMATKAN ? PENDIDIKAN ANAK TERSELAMATKAN ? AKHLAK ANAK TERSELAMATKAN ? MISI DAN VISI ANAK TERSELAMATKAN ? SUNGGUH SAYA SENDIRI TAK BISA MENJAMIN ITU SEMUA, KARENA BANYAK DIANTARA SAUDARA BAHKAN ORANG TUA KITA SENDIRI TAK FAHAM DENGAN KONSEP ISLAM YANG DETAIL DAN MENYELURUH INI. PEMAHAMAN MEREKA HANYA SETENGAH-SETENGAH SEHINGGA MENJADIKAN MANUSIA YANG SETENGAH-SETENGAH PULA DALAM MENJALANKAN KONSEP ISLAM. BAHKAN KITA SENDIRI MENGAKUI BAHWA ISLAM SECARA MENYELURUH YANG KITA DAPATKAN BUKAN DARI ORANG TUA KITA. LALU….APAKAH KITA AKAN MENJADIKAN PENGALAMAN BURUK ITU UNTUK ANAK-ANAK KITA ?

Saya yakin semua ibu ingin mendapatkan anaknya lebih baik dari orang tuanya. Baik pola pikir keislamannya, pendidikannya, akhlaknya dan semua yang mencakup aspek kehidupan didunia dan di akherat nanti.

KEMUDIAN BAGAIMANA DENGAN PENYERAHAN KEPADA GURU ?

Kita banyak mendapati sekolah-sekolah yang tidak bisa maksimal dalam mengajarkan islam kepada murid-muridnya. Mereka terbentur oleh juklak yang diberikan pemerintah yang noatabene pemerintah Indonesia bukan penganut islam yang utuh bahkan membangkang pada aturan syari’at islam. Mending bila masih menemukan sebuah sekolah yang mau teguh kepada ajaran islam murni. Parahnya jika seorang ibu memasukkan anak-anaknya ke sekolah bertaraf internasional dengan system pendidikan sekuler. Anaknyanya pun kelak berfaham sekuler.

Selain itu banyak orang tua yang masih berobsesi dengan sebuah gelar dan jabatan anaknya. Cita-cita orang tua banyak yang tidak mengarah kepada akherat dan hanya sekedar duniawi. Sehingga mereka alergi dengan sekolah bernama pesantren (ma’had) yang nyata-nyata di dalamnya menanamkan islam secara utuh.

Alas annya, ke depan bila sekolah dipesantren akan sulit mendapatkan pekerjaan. Itu adalah alas an nisbi yang belum terbuktikan. Jika ada yang memang tidak mendapatkan pekerjaan, karena itu salah individunya yang tidak mau berusaha. Sedangkan Allah itu pemberi rizqi dan tak akan membiarkan satupun makhluknya untuk tidak mendapatkan rezeqi.

SEKALI LAGI ORANG TUA TELAH DIJAUHKAN OLEH YAHUDI DAN NASRANI DENGAN DINGIANG-NGIANGKAN DENGAN OBSESI-OBSESI DUNIAWI BELAKA. SEHINGGA PARA ORANG TUA SECARA TIDAK LANGSUNG AKAN MENJAUHKAN ANAK-ANAKNYA DARI PEMAHAMAN ISLAM YANG SEBENARNYA. SEHINGGA TERCETAK SEBUAH GENERASI YANG HANYA MEMIKIRKAN DUNIA DAN TIDAK MEMPUNYAI KEINGINAN, TIDAK MEMPUNYAI SEMANGAT UNTUK MEMPERJUANGKAN AGAMA ALLAH TEGAK DIMUKA BUMI INI. INI YANG MENJADI MISI DAN VISI ATAS FEMINISME DAN JENDERITAS DIGULIRKAN DIKALANGAN WANITA.

Lalu apa lagi kaitannya dengan judul saya di atas ? RUSAKNYA PERGAULAN DAMPAK DARI FEMINISME DAN JENDERITAS

Dari isu feminisme dan genderitas, wanita keluar beramai-ramai dari rumahnya. Meninggalkan kewajibannya untuk mengurus rumah dan menyerahkannya pada orang lain. Mereka beramai-ramai mengaplikasikan dedikasi yang mereka anggap bisa mengangkat derajat mereka dimata khalayak umum. Tempat-tempat strategis dalam pekerjaan mereka rebut dari tangan-tangan laki-laki. Dan akhirnya banyak laki-laki yang dipimpin oleh para wanita. Dan ini semua telah menyalahi koridor Islam. Tatanan nilai telah bergeser jauh dari aturan islam dan prinsip islam yang telah Allah tetapkan untuk manusia. Banyak manusia pembangkang atas firman-firman Allah dan sabda rasulullah.

Banyak para wanita beramai-ramai merias diri dengan berbagai pakaian yang tidak syar’i. merias wajahnya dengan berbagai make up dan mengubah bentuk ciptaan Allah. Memakai pakaian membentuk lekuk tubuhnya bahkan ada yang setengah telanjang yang mengakibatkan mata hijau laki-laki nanar. Hati gelisah dan jantung berdegub. Jika iman laki-laki tidak tebal dengan benteng-bentengnya mungkin wanita itu sudah diperlakukan sesuai fitrah nafsunya. Karena itu manusiawi, laki-laki akan cepat tergiur dengan kemolekan seorang wanita.

Padahal di dalam kaidah islam wanita disuruh untuk dirumah dan keluar dengan menggunakan jilbab. (QS. Al Ahzab : 59 dan An Nur : 31)

(insyaAllah akan dibahas tentang konsep jilbab yang benar)

KETIKA SATU LARANGAN UNTUK TIDAK KELUAR RUMAH BERSAMA MUHRIMNYA SUDAH DILANGGAR, SECARA OTOMATIS AKAN MERUSAK TATA PERGAULAN. AKAN MEMPERSULIT NAS AL QUR’AN TENTANG MENUNDUKKAN PANDANGAN (QS. Annur : 30-31) DITERAPKAN SECARA BENAR. APALAGI YANG DIPANDANG DAN DIGAULINYA TIDAK MENUTUP AURAT SECARA BENAR BAHKAN BANYAK YANG SETENGAH TELANJANG.

Pergaulan semakin rusak karena interaksi yang tidak terbatasi. Bagaimana bisa menjaga hati jika setiap hari berinteraksi dan bertemu ? bagaimana bisa menjaga hati jika setiap hari menatapnya ? PADAHAL ITU SEMUA TIDAK HALAL BAGINYA ? PASTILAH SYAITHON MENYELUSUP KEDALAM PIKIRAN DAN HATI KEDUA JENIS MANUSIA INI.

Perbincangan yang semakin hangat, candaan yang membuat hati semakin damai, makan bersama yang semakin nikmat dan itu semua dilakukan secara berkholwat (berdua) atau berikhtilat (bersama-sama, cambur baur) mau tidak mau akan menggeser hatinya kepada yang layak ditempatinya. Akan menggeser hal-hal yang halal menjadi syubhat bahkan haram maupun dibenci oleh Allah.

Ini sebab kenapa banyak perceramaian dalam rumah tangga. Seperti yang telah saya bahas sebelumnya. Bahwa kecemburuan wanita (isteri) di zaman sekarang itu bukan tanpa dasar atau tanpa alasan. Kenapa demikian ? banyak isteri yang menjumpai suaminya berjalan bersama dengan wanita lain. Dan itu tidak halal untuk laki-laki itu maupun untuk wanita itu. Banyak isteri yang menjumpai suaminya makan bersama dengan wanita lain, padahal isteri menantinya dirumah dengan segala menu masakan yang ia masak di rumah.

Banyak isteri yang menjumpai suami mereka bercanda-canda ria dengan teman-teman (wanita) kerjanya. Apakah ini akan dikatakan cemburu buta ? SAYA SANGAT YAKIN ITU BUKAN CEMBURU BUTA, BAHKAN ITU ADALAH SEBUAH RASA CINTA DAN SAYANG KEPADA SUAMINYA AGAR SUAMINYA TIDAK TERJEBAK PADA HAL BEJAT DAN BURUK BERNAMA MENDEKATI ZINA DAN PERZINAHAN. SEORANG ISTERI KHAWATIR SUAMINYA TERJEBAK PADA PERSELINGKUHAN YANG HANYA BERDAMPAK BURUK DAN MALU DIHADAPAN MANUSIA BAHKAN ALLAH SANGAT MURKA. ISTERI INGIN SUAMI TERBEBAS DARI HAL-HAL RUMIT DALAM HIDUPNYA. KARENA SEGALA SESUATU BILA MELANGGAR ATURAN ALLAH ITU AKAN BERDAMPAK BURUK BAHKAN BISA MENGHANCURKAN MANUSIA. KARENA ALLAH TELAH MENGATUR SEMUANYA DEMI SEBUAH HARMONI HUBUNGAN MANUSIA SATU DENGAN YANG LAINNYA.
WAHAI KAUMKU, KAUM WANITA ! MAUKAH ENGKAU MENJADI PENGHANCUR RUMAH TANGGA ORANG ? MAUKAH ENGKAU MENJADI PENGHANCUR GENERASI MENDATANG ? SAYA YAKIN ENGKAU AKAN MENGGELENGKAN KEPALA DAN MENGUCAPKAN ISTIGHFAR. UNTUK ITU …. KEMBALILAH KE RUMAHMU ! TAATI ATURAN AGAMAMU, SERUAN RABBMU DAN SUNNAH-SUNNAH RASULMU.

Sungguh isu feminisme dan jenderitas itu hanya merusak kehidupan tatanan islam. Merusak pergaulan islam sehingga akan berdampak merusak tatanan keluarga islam yang dibangun oleh umat islam. Merusak generasi-generasi masa depan. Karena itu semua telah dilepaskan dari genggaman tangan wanita. Selain itu juga ingin menciptakan pergeseran nilai pemberi nafkah dalam keluarga. Para yahudi dan nasrani ingin agar laki-laki tak mendapatkan pekerjaan. Tak mendapatkan kepemimpinan sehingga ia tidak bisa menyumbang, tak bisa berinfaq, tak bisa mewakafkan hartanya untuk jihad fisabilillah. Agar laki-laki tak bisa memimpin dan menggerakkan kaumnya untuk melawan kafirin, agar tidak ada transfer ilmu antara pemimpin laki-laki dan bawahannya. Sehingga tak ada kekuatan yang bisa merongrong yahudi dan nasrani. Karena umat islam lemah, telah tercabik-cabik. Dan jadi rebutan bagai daging yang direbutkan anjing-anjing yang liar.

Kembalilah…kembalilah ke posisimu semula ! KE RUMAHMU ! itu tempat yang layak untukmu, tempat yang memuliakanmu. WALLAHI ! TAK AKAN TURUN DERAJATMU WALAU ENGKAU DIRUMAH. TAK AKAN TURUN KUALITAS DIRIMU WALAU ENGKAU DI RUMAH. TAK AKAN HINA DIRIMU WALAU ENGKAU DI RUMAH. AMBILLAH PERANMU YANG SESUNGGUHNYA. AMBILLAH TUGAS PENDIDIKAN ITU DARI TANGAN YANG TAK LAYAK KEPADA TANGANMU. ISILAH KANTONG-KANTONG GURU ITU SEHINGGA TERCETAK GENERASI HANDAL DARI TANGAN-TANGANMU. KARENA TUGASMU BUKAN UNTUK MENCARI UANG MELAINKAN MENDIDIK ANAK DAN MENGURUS RUMAH DAN SUAMI SERTA ANAK-ANAKMU. DAN ITU PEKERJAAN MULIA, PEKERJAAN MEMBANGGAKAN KARENA LAKI-LAKI TIDAK MAMPU MENGERJAKAN ITU SEMUA.

SO…ALLAH SUDAH MEMULIAKANMU DENGAN PEKERJAAN YANG TIDAK BISA DIKERJAKAN LAKI-LAKI, NAMUN KENAPA ENGKAU MALAH MENINGGALKANNYA ?
SEKALI LAGI KEMBALILAH KE RUMAH ! URUSLAH ANAK-ANAKMU ! ia telah menangis ditangan wanita lain…ia merintih hatinya karena rindu kasih sayang ibunya. Ia kesepian karena jarang didekap ibunya. Bahkan ia menjerit kala yang mencubit atau yang memukul itu bukan tangan ibunya. Karena jika yang mencubit dan memukul itu bukan ibunya secara otomatis cubitan itu hanya menjadi bekas dendam. Sedangkan yang mencubit dan memukul itu ibunya saja, anak masih bisa sakit hati apalagi kalau itu bukan ibunya ? mungkin tidak hanya anak yang dendam dan sakit hati karena telah dicubit dan dipukul orang lain…saya yakin hatimu menjerit ketika anakmu diperlakukan seperti itu tanpa engkau tahu kadar seberapa nyubit dan mukulnya tadi.

KEMBALILAH KE RUMAH ! SELAMATKAN GENERASI KE DEPAN, SELAMATKAN RUMAH TANGGAMU. TUGASMU DIRUMAH ITU SUNGGUH BESAR, NAMUN KENAPA SANGAT MUDAH MENINGGALKANNYA ?

KEMBALILAH KERUMAH ! jika ingin tatanan islam tegak dimuka bumi, jika ingin menjadi garda depan dan benteng serta tiang Negara ini. KARENA AJARAN YANG SEMPURNA TANPA DISAMPAIKAN OLEH YANG BERPEMAHAMAN DEMIKIAN MAKA IA TIDAK AKAN SAMPAI PADA SASARAN PENGAJARAN. YANG ADA ADALAH PENGHANCURAN GENERASI KARENA LEBIH DAHSYATNYA SERANGAN YANG DITUJUKAN UNTUK MENGGESER NILAI-NILAI ISLAM DALAM SISTEM KEHIDUPAN MANUSIA.

DAN ENGKAU WAHAI LAKI-LAKI ! Kembalilah ke posisimu, jadilah Qowwam (pelindung) untuk wanita, isterimu. Jadilah pemimpin ditempat-tempat yang seharusnya engkau memimpin. Ambillah kepemimpinan itu dari tangan yang seharusnya tidak memimpin dengan cara ahsan. Dengan sebuah proses. Karena merubah dengan membalikkan tangan ibarat melepas nyawa dari tubuh dengan cara paksa. Ciptakan lapangan pekerjaan dirumahmu, sehingga isterimu bisa menjalankan pekerjaan itu dari rumah, tanpa meninggalkan anak-anaknya, tanpa meninggalkan kewajibannya. JANGAN ENGKAU RELAKAN ISTERIMU BEKERJA UNTUK ORANG LAIN, DIA..WANITA YAITU ISTERIMU DAN ANAK PEREMPUANMU SERTA IBUMU ITU TERLALU BERHARGA. SEHINGGA IA TAK LAYAK DISEMBARANG TEMPAT YANG TIDAK TERJAGA. JAGALAH MEREKA. LINDUNGI MEREKA DARI KEBENGISAN KAUM KAPITALIS SEKULER YANG INGIN MEMERAS MEREKA. MENGAMBIL TENAGA DAN KELIHAIANNYA DENGAN HARGA YANG MURAH. CARILAH NAFKAH UNTUK ISTERI, ANAK-ANAKMU DAN IBUMU.

YAKINLAH BAHWA DUNIA INI HANYA SEMENTARA, HANYA TEMPAT UNTUK MENCARI BEKAL. JANGAN MELAMBUNGKAN ANGAN DEMI OBSESI DUNIAWI SEMATA. PIKIRKANLAH AKHERAT. PIKIRKANLAH PERJUANGAN ISLAM. PIKIRKANLAH KEJAYAAN ISLAM. PIKIRKANLAH BAGAIMANA CARANYA DIENULLAH BISA TEGAK DIMUKA BUMI INI. YAKINLAH ! RIZQIMU TAK AKAN LARI PADA ORANG LAIN. TEGUHKAN IMANMU, SEHINGGA ENGKAU MENJADI LAKI-LAKI TEGUH DILINGKUNGAN YANG ASIN PENUH HEDONIS DAN KEMA’SYIYATAN.

Semoga hari ini cerah hatinya, sehingga ketika mencerna tulisan dan pemaparan di atas tidak melonjak emosi dan perasaaannya. Semoga allah memberikan hidayah kepada setiap hati manusia sehingga akan tergerak untuk menuju cahaya Allah dan perintah Allah dan rasulNya semata. DALAM KEPATUHAN KEPADA PERINTAH DAN LARANGAN ALLAH ITU SANGAT INDAH, BAHKAN MEMBABAWA PADA KESEJUKAN HATI. Barakallah….semoga menjadi berkah.

Bumi Allah, sya’ban 1432 H
Dari saudaramu yang terhiris hatinya melihat kenyataan kehidupan dunia yang penuh dengan kekejian iblis, syaithon, bahkan manusia dholim tak bertanggung jawab.
*Imatuzzahra Al Hurul’in*

~*~ Luruskan Barisan Dakwah dari Rumah Tangga yang Kuat Bangunannya-Yaitu yang Berlandasakan dien dan Keimanan Bukan Sekedar Landasan Cinta ~*~

Bismillahirrahmanirrahim…..

“Hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang jahiliyah dahulu, dan laksanakanlah sholat, tunaikan zakat, dan ta’atilah Allah dan RasulNya. Sesungguhnya Allah bermaksud menghilangkan dosa darimu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya” (QS. Al Ahzab : 33)

Ikhwah fillah….seperti yang telah saya bahas sebelumnya tentang MATERI AKHLAK. BAHWA AKHLAK ITU ADALAH BUAH DARI IMAN ( http://www.facebook.com/profile.php?id=1302554183) mempunyai keterkaitan yang sangat erat dengan materi ini. Dan sekali lagi saya tidak mempunyai tujuan buruk sedikitpun, tidak ada tujuan untuk memojokkan, menyindir menggurui, atau menyerang. Satu saja tujuan saya adalah menghimbau dan menyampaikan hal yang seharusnya dikembalikan pada koridor syara’ (Islam). Dan sekali lagi saya berlindung kepada Allah dari syaithon yang terkutuk dan kejahatan hawa nafsu saya. Amin.

Semoga Allah member i keluangan waktu untuk membacanya dan mencernanya dengan kehanifan, kearifan diri dan kelapangan dada. Aminnn…
Saudaraku…..Yahudi dan Nasrani akan selalu tidak ridho dengan umat Islam yang mempertahankan system yang diberikan Allah dalam kehidupan di dunia ini (QS. Al Baqoroh : 120). Mereka akan selalu merongrong kedaulatan tegaknya system Allah. Karena mereka memang pembangkang yang nyata dalam ranah kehidupan.

Dari berbagai aspek kehidupan mereka menyerang system ini. Mereka melancarkan PERANG PEMIKIRAN (GHOZWUL FIKRI) dalam berbagai bentuk. Mulai dengan ISTILAH, PENGGESERAN NILAI DIEN MENJADI NILAI JAHILIYAH, MERUBAH NAS AL QUR’AN DAN SUNNAH, BAHKAN MENGGANTI SISTEM ALLAH DENGAN SISTEM KUFFUR YANG MEREKA RANCANG DENGAN NAFSU MEREKA SENDIRI.

Orang Yahudi dan Nasrani telah mengetahui bahwa BASIS PEMBINAAN UMAT ADALAH RUMAH MEREKA, IBU MEREKA, WANITA_WANITA MUSLIMAH ADALAH BENTENG DARI KEPEMIMPINAN ISLAM

DARI WANITA YANG KUAT MAKA AKAN LAHIR ANAK YANG KUAT, DARI WANITA BERIMAN AKAN LAHIR ANAK YANG BERIMAN, DARI WANITA YANG TEGUH AKAN LAHIR ANAK YANG TEGUH, DARI WANITA BERAKHLAK AKAN LAHIR ANAK BERAKHLAK, DARI WANITA BERJIWA PEMIMPIN AKAN LAHIR ANAK-ANAK YANG SIAP MENGGANTIKAN ESTAFET KEPEMIMPINAN SEBELUMNYA, DAN DARI WANITA YANG SHOLIHAH AKAN LAHIR ANAK-ANAK YANG SHOLIH PULA.
WANITA ITU ADALAH ASET UMAT. Itulah kenapa yahudi dan nasrani ingin merebutnya dan menjadikan wanita sebagai alat penghancur kekuatan dakwah dan kepemimpinan islam. Mereka telah menangkap akar dari sebab bisa kokohnya benteng islam. Yaitu wanita sholihah akan melahirkan anak-anak yang sholih yang siap mewakafkan harta,jiwa dan raganya untuk jihad fisabilillah di jalan Allah.

Akar inilah yang mereka selalu berusaha untuk merusaknya. Ibarat membunuh pohon maka akan mereka cabut akarnya.

***
Saudaraku….mari kita diam dan merenung sejenak, sambil mengikuti kalimat demi kalimat yang saya sampaikan.

Mungkin kita tidak pernah berpikir sedalam kalimat-kalimat saya di atas. Terutama bagi kaumku sendiri, para wanita.
Mari kita kupas satu persatu.

Yang pertama –WANITA HARUS DIRUMAH, NAMUN DIDENGUNGKAN ITU PENINDASAN UNTUK WANITA. ITU MEMBATASI HAK WANITA UNTUK BERGERAK, BERKEMBANG DAN MENDEDIKASIKAN DIRINYA, DAN ITU ADALAH PERAMPASAN HAK TERDHOLIM YANG DILAKUKAN LAKI-LAKI DAN AGAMA.
NAUDZUBILLAH…sungguh ! sebuah pembodohan nyata-nyata yang ditujukan kepada para wanita.

Islam sudah mengatur KENAPA WANITA HARUS DIRUMAH ?
JAWABNYA ADALAH KARENA WANITA ADALAH MADRASAH UNTUK ANAK-ANAKNYA. WANITA TEMPAT KEDAMAIAN SUAMINYA. WANITA PENCIPTA KEDAMAIAN DALAM RUMAH. BUKAN UNTUK MENCIPTAKAN KEDAMAIAN ORANG LAIN DI LUAR RUMAHNYA.

Islam demikian mengatur dengan sempurnanya.

MADRASAH UNTUK ANAK-ANAKNYA. Ibu adalah tempat sekolah anak-anaknya. Ibu yang wajib membesarkannya dengan tangannya sendiri, ibu yang wajib mendidiknya dengan didikannya sendiri. Dengan didikan yang diperintahkan oleh Allah. Yang menanamkan pada anaknya untuk selalu beriman kepada Allah, tidak menyekutukan allah dengan apapun, menggunakan hukum-hukum allah, berbuat baik kepada orang lain, rela dan ikhlas untuk mewakafkan jiwa, harta dan fisiknya untuk Allah dan Rasulnya semata. Bukan untuk orang tuanya maupaun manusia lain.

NAMUN APA YANG KITA LIHAT DILAPANGAN ? KETIKA OPINI DAN ISU FEMINISME DAN GENDERITAS DIGULIRKAN ?

PARA WANITA MEMBERONTAK, INGIN TERLEPAS DARI TUGAS DAN KEWAJIBANNYA DIRUMAH. IA INGIN SEPERTI LAKI-LAKI YANG BEBAS MENIKMATI DUNIA LUAR DAN PENGAPLIKASIAN DEDIKASI DIRINYA.
LALU YANG TERJADI APA ? PARA IBU MENINGGALKAN ANAK-ANAKNYA DIRUMAH, DENGAN ORANG TAK JELAS PEMAHAMAN ISLAMNYA, TAK JELAS POLA PIKIRNYA, TAK JELAS PENDIDIKANNYA, TAK JELAS AKHLAKNYA. BERUNTUNG JIKA MENDAPATKAN PEMBANTU YANG JELAS AKAN ITU SEMUA. NAMUN APA YANG TERJADI ? HAMPIR SEMUA PEMBANTU TAK JELAS AKAN ITU SEMUA.

NAMUN KENAPA PARA IBU SANGAT PERCAYA MENYERAHKAN KEPADA WANITA LAIN BERNAMA PENGASUH DAN PEMBANTU RUMAH TANGGA, KEPADA IBU DAN IBU MERTUA MEREKA, ATAU SANAK SAUDARA MEREKA DEMI SEBUAH DEDIKASI DAN UANG ?

Dan tragisnya adalah… yang tercetak dari tangan-tangan mereka adalah anak yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Contoh kecil saja, mereka sering mengeluh, “gimana lagi…sama neneknya dikasih permen. Dan kalau dilarang neneknya bilang, ya kasianlah masak lihat temannya makan permen dia hanya ngeliatin saja. Ah ya gimana lagi masak sama ibu mertua melawan.”

Oh Rabb….siapa yang salah di awal mulanya. Jika sang anak tadi dia didik sendiri, dia rawat sendiri. Pastilah tetep akan dilarang tidak boleh makan permen. Sehingga sang ibu tadi tidak akan mengeluh seperti itu lagi. Ia tak akan mendengar lagi anaknya merintih karena sakit gigi. Ia akan lebih enjoy karena gigi anak-anaknya sehat.

“gimana lagi, dirumah neneknya tontonannya kayak githu. Dan neneknya mengatakan ah biar saja nanti kalau besar kan tahu sendiri, masak sama ibu sendiri mau melawan”

Ya karim…siapa yang salah diawal mulanya. Jika sang anak tadi bersama ibunya sendiri, pastilah ia tidak akan menonton, tontonan jahiliyah yang bisa merusak pemikiran dan akhlaknya kelak. Karena ibunya telah faham bahwa itu semua adalah dosa dan harus dihindarkan dari sentuhan, pandangan sang anak.
Sang ibu sibuk bekerja berangkat pagi pulang sore bahkan malam. Ia berangkat anaknya masih tidur, atau sedang berangkat sekolah. Dan ketika ia pulang anaknya telah tidur. Sedangkan interaksi seharian adalah bersama teman-temannya yang tidak jelas pola pikirnya, tidak jelas akhlaknya, tidak jelas diennya. Seharian sang anak bersama pembantu, yang tidak mengetahui apa seharusnya yang didikkan untuk anak majikannya. Mungkin malah hanya di hidupkan televise, kemudian ia sibuk menyelesaikan urusan rumah tangga.

INILAH YANG DIHARAPKAN YAHUDI DAN NASRANI UNTUK MENGGESER NILAI-NILAI RUH ISLAM KEDALAM KESESATAN DAN KEJAHILIYAHAN.
MEREKA INGIN MENJAUHKAN ANAK-ANAK DARI IBUNYA. MEREKA INGIN MENCETAK ANAK YANG TIDAK MEMPUNYAI IKATAN HATI DAN IAKATAN DIDIKAN. ANAK-ANAK DICIPTAKAN UNTUK MEMBANGKANG KEPADA IBUNYA SENDIRI MELALUI DIDIKAN-DIDIKAN TELEVISI, DIDIKAN PEMBANTU DAN MENANAMKAN KEBENCIAN DI HATI ANAK PADA IBUNYA KARENA IA MERASA TAK DIOPENI MAUPUN DISAYANG OLEH IBUNYA. SEHINGGA ANAK-ANAK LEBIH SUKA MELAMPIASKAN RINDU HATINYA KEPADA TEMAN-TEMANNYA YANG TAK JELAS, KEPADA PEMBANTU YANG TAK JELAS ATAU BAHKAN KEPADA SANAK SAUDARA KITA YANG TIDAK JELAS POLA PIKIRNYA.

UNTUK URUSAN KESELAMATAN MUNGKIN IYA, SANAK SAUDARA SEBAGAI TEMPAT YANG AMAN UNTUK MENITIPKAN ANAK. NAMUN APAKAH KITA BISA MENJAMIN IMAN ANAK TERSELAMATKAN ? PENDIDIKAN ANAK TERSELAMATKAN ? AKHLAK ANAK TERSELAMATKAN ? MISI DAN VISI ANAK TERSELAMATKAN ? SUNGGUH SAYA SENDIRI TAK BISA MENJAMIN ITU SEMUA, KARENA BANYAK DIANTARA SAUDARA BAHKAN ORANG TUA KITA SENDIRI TAK FAHAM DENGAN KONSEP ISLAM YANG DETAIL DAN MENYELURUH INI. PEMAHAMAN MEREKA HANYA SETENGAH-SETENGAH SEHINGGA MENJADIKAN MANUSIA YANG SETENGAH-SETENGAH PULA DALAM MENJALANKAN KONSEP ISLAM. BAHKAN KITA SENDIRI MENGAKUI BAHWA ISLAM SECARA MENYELURUH YANG KITA DAPATKAN BUKAN DARI ORANG TUA KITA. LALU….APAKAH KITA AKAN MENJADIKAN PENGALAMAN BURUK ITU UNTUK ANAK-ANAK KITA ?

Saya yakin semua ibu ingin mendapatkan anaknya lebih baik dari orang tuanya. Baik pola pikir keislamannya, pendidikannya, akhlaknya dan semua yang mencakup aspek kehidupan didunia dan di akherat nanti.

KEMUDIAN BAGAIMANA DENGAN PENYERAHAN KEPADA GURU ?

Kita banyak mendapati sekolah-sekolah yang tidak bisa maksimal dalam mengajarkan islam kepada murid-muridnya. Mereka terbentur oleh juklak yang diberikan pemerintah yang noatabene pemerintah Indonesia bukan penganut islam yang utuh bahkan membangkang pada aturan syari’at islam. Mending bila masih menemukan sebuah sekolah yang mau teguh kepada ajaran islam murni. Parahnya jika seorang ibu memasukkan anak-anaknya ke sekolah bertaraf internasional dengan system pendidikan sekuler. Anaknyanya pun kelak berfaham sekuler.

Selain itu banyak orang tua yang masih berobsesi dengan sebuah gelar dan jabatan anaknya. Cita-cita orang tua banyak yang tidak mengarah kepada akherat dan hanya sekedar duniawi. Sehingga mereka alergi dengan sekolah bernama pesantren (ma’had) yang nyata-nyata di dalamnya menanamkan islam secara utuh.

Alas annya, ke depan bila sekolah dipesantren akan sulit mendapatkan pekerjaan. Itu adalah alas an nisbi yang belum terbuktikan. Jika ada yang memang tidak mendapatkan pekerjaan, karena itu salah individunya yang tidak mau berusaha. Sedangkan Allah itu pemberi rizqi dan tak akan membiarkan satupun makhluknya untuk tidak mendapatkan rezeqi.

SEKALI LAGI ORANG TUA TELAH DIJAUHKAN OLEH YAHUDI DAN NASRANI DENGAN DINGIANG-NGIANGKAN DENGAN OBSESI-OBSESI DUNIAWI BELAKA. SEHINGGA PARA ORANG TUA SECARA TIDAK LANGSUNG AKAN MENJAUHKAN ANAK-ANAKNYA DARI PEMAHAMAN ISLAM YANG SEBENARNYA. SEHINGGA TERCETAK SEBUAH GENERASI YANG HANYA MEMIKIRKAN DUNIA DAN TIDAK MEMPUNYAI KEINGINAN, TIDAK MEMPUNYAI SEMANGAT UNTUK MEMPERJUANGKAN AGAMA ALLAH TEGAK DIMUKA BUMI INI. INI YANG MENJADI MISI DAN VISI ATAS FEMINISME DAN JENDERITAS DIGULIRKAN DIKALANGAN WANITA.

Lalu apa lagi kaitannya dengan judul saya di atas ? RUSAKNYA PERGAULAN  DAMPAK DARI FEMINISME DAN JENDERITAS

Dari isu feminisme dan genderitas, wanita keluar beramai-ramai dari rumahnya. Meninggalkan kewajibannya untuk mengurus rumah dan menyerahkannya pada orang lain. Mereka beramai-ramai mengaplikasikan dedikasi yang mereka anggap bisa mengangkat derajat mereka dimata khalayak umum. Tempat-tempat strategis dalam pekerjaan mereka rebut dari tangan-tangan laki-laki. Dan akhirnya banyak laki-laki yang dipimpin oleh para wanita. Dan ini semua telah menyalahi koridor Islam. Tatanan nilai telah bergeser jauh dari aturan islam dan prinsip islam yang telah Allah tetapkan untuk manusia. Banyak manusia pembangkang atas firman-firman Allah dan sabda rasulullah.

Banyak para wanita beramai-ramai merias diri dengan berbagai pakaian yang tidak syar’i. merias wajahnya dengan berbagai make up dan mengubah bentuk ciptaan Allah. Memakai pakaian membentuk lekuk tubuhnya bahkan ada yang setengah telanjang yang mengakibatkan mata hijau laki-laki nanar. Hati gelisah dan jantung berdegub. Jika iman laki-laki tidak tebal dengan benteng-bentengnya mungkin wanita itu sudah diperlakukan sesuai fitrah nafsunya. Karena itu manusiawi, laki-laki akan cepat tergiur dengan kemolekan seorang wanita.

Padahal di dalam kaidah islam wanita disuruh untuk dirumah dan keluar dengan menggunakan jilbab. (QS. Al Ahzab : 59 dan An Nur : 31)

(insyaAllah akan dibahas tentang konsep jilbab yang benar)

KETIKA SATU LARANGAN UNTUK TIDAK KELUAR RUMAH BERSAMA MUHRIMNYA SUDAH DILANGGAR, SECARA OTOMATIS AKAN MERUSAK TATA PERGAULAN. AKAN MEMPERSULIT NAS AL QUR’AN TENTANG MENUNDUKKAN PANDANGAN (QS. Annur  : 30-31) DITERAPKAN SECARA BENAR. APALAGI YANG DIPANDANG DAN DIGAULINYA TIDAK MENUTUP AURAT SECARA BENAR BAHKAN BANYAK YANG SETENGAH TELANJANG.

Pergaulan semakin rusak karena interaksi yang tidak terbatasi. Bagaimana bisa menjaga hati jika setiap hari berinteraksi dan bertemu ? bagaimana bisa menjaga hati jika setiap hari menatapnya ? PADAHAL ITU SEMUA TIDAK HALAL BAGINYA ? PASTILAH SYAITHON MENYELUSUP KEDALAM PIKIRAN DAN HATI KEDUA JENIS MANUSIA INI.

Perbincangan yang semakin hangat, candaan yang membuat hati semakin damai, makan bersama yang semakin nikmat dan itu semua dilakukan secara berkholwat (berdua) atau berikhtilat (bersama-sama, cambur baur) mau tidak mau akan menggeser hatinya kepada yang layak ditempatinya. Akan menggeser hal-hal yang halal menjadi syubhat bahkan haram maupun dibenci oleh Allah.

Ini sebab kenapa banyak perceramaian dalam rumah tangga. Seperti yang telah saya bahas sebelumnya. Bahwa kecemburuan wanita (isteri) di zaman sekarang itu bukan tanpa dasar atau tanpa alasan. Kenapa demikian ? banyak isteri yang menjumpai suaminya berjalan bersama dengan wanita lain. Dan itu tidak halal untuk laki-laki itu maupun untuk wanita itu. Banyak isteri yang menjumpai suaminya makan bersama dengan wanita lain, padahal isteri menantinya dirumah dengan segala menu masakan yang ia masak di rumah.

Banyak isteri yang menjumpai suami mereka bercanda-canda ria dengan teman-teman (wanita) kerjanya. Apakah ini akan dikatakan cemburu buta ? SAYA SANGAT YAKIN ITU BUKAN CEMBURU BUTA, BAHKAN ITU ADALAH SEBUAH RASA CINTA DAN SAYANG KEPADA SUAMINYA AGAR SUAMINYA TIDAK TERJEBAK PADA HAL BEJAT DAN BURUK BERNAMA MENDEKATI ZINA DAN PERZINAHAN. SEORANG ISTERI KHAWATIR SUAMINYA TERJEBAK PADA PERSELINGKUHAN YANG HANYA BERDAMPAK BURUK DAN MALU DIHADAPAN MANUSIA BAHKAN ALLAH SANGAT MURKA. ISTERI INGIN SUAMI TERBEBAS DARI HAL-HAL RUMIT DALAM HIDUPNYA. KARENA SEGALA SESUATU BILA MELANGGAR ATURAN ALLAH ITU AKAN BERDAMPAK BURUK BAHKAN BISA MENGHANCURKAN MANUSIA. KARENA ALLAH TELAH MENGATUR SEMUANYA DEMI SEBUAH HARMONI HUBUNGAN MANUSIA SATU DENGAN YANG LAINNYA.
WAHAI KAUMKU, KAUM WANITA ! MAUKAH ENGKAU MENJADI PENGHANCUR RUMAH TANGGA ORANG ? MAUKAH ENGKAU MENJADI PENGHANCUR GENERASI MENDATANG ? SAYA YAKIN ENGKAU AKAN MENGGELENGKAN KEPALA DAN MENGUCAPKAN ISTIGHFAR. UNTUK ITU …. KEMBALILAH KE RUMAHMU ! TAATI ATURAN AGAMAMU, SERUAN RABBMU DAN SUNNAH-SUNNAH RASULMU.

Sungguh isu feminisme dan jenderitas itu hanya merusak kehidupan tatanan islam. Merusak pergaulan islam sehingga akan berdampak merusak tatanan keluarga islam yang dibangun oleh umat islam. Merusak generasi-generasi masa depan. Karena itu semua telah dilepaskan dari genggaman tangan wanita. Selain itu juga ingin menciptakan pergeseran nilai pemberi nafkah dalam keluarga. Para yahudi dan nasrani ingin agar laki-laki tak mendapatkan pekerjaan. Tak mendapatkan kepemimpinan sehingga ia tidak bisa menyumbang, tak bisa berinfaq, tak bisa mewakafkan hartanya untuk jihad fisabilillah. Agar laki-laki tak bisa memimpin dan menggerakkan kaumnya untuk melawan kafirin, agar tidak ada transfer ilmu antara pemimpin laki-laki dan bawahannya. Sehingga tak ada kekuatan yang bisa merongrong yahudi dan nasrani. Karena umat islam lemah, telah tercabik-cabik. Dan jadi rebutan bagai daging yang direbutkan anjing-anjing yang liar.

Kembalilah…kembalilah ke posisimu semula ! KE RUMAHMU ! itu tempat yang layak untukmu, tempat yang memuliakanmu. WALLAHI ! TAK AKAN TURUN DERAJATMU WALAU ENGKAU DIRUMAH. TAK AKAN TURUN KUALITAS DIRIMU WALAU ENGKAU DI RUMAH. TAK AKAN HINA DIRIMU WALAU ENGKAU DI RUMAH. AMBILLAH PERANMU YANG SESUNGGUHNYA. AMBILLAH TUGAS PENDIDIKAN ITU DARI TANGAN YANG TAK LAYAK KEPADA TANGANMU. ISILAH KANTONG-KANTONG GURU ITU SEHINGGA TERCETAK GENERASI HANDAL DARI TANGAN-TANGANMU. KARENA TUGASMU BUKAN UNTUK MENCARI UANG MELAINKAN MENDIDIK ANAK DAN MENGURUS RUMAH DAN SUAMI SERTA ANAK-ANAKMU. DAN ITU PEKERJAAN MULIA, PEKERJAAN MEMBANGGAKAN KARENA LAKI-LAKI TIDAK MAMPU MENGERJAKAN ITU SEMUA.

SO…ALLAH SUDAH MEMULIAKANMU DENGAN PEKERJAAN YANG TIDAK BISA DIKERJAKAN LAKI-LAKI, NAMUN KENAPA ENGKAU MALAH MENINGGALKANNYA ?
SEKALI LAGI KEMBALILAH KE RUMAH ! URUSLAH ANAK-ANAKMU ! ia telah menangis ditangan wanita lain…ia merintih hatinya karena rindu kasih sayang ibunya. Ia kesepian karena jarang didekap ibunya. Bahkan ia menjerit kala yang mencubit atau yang memukul itu bukan tangan ibunya. Karena jika yang mencubit dan memukul itu bukan ibunya secara otomatis cubitan itu hanya menjadi bekas dendam. Sedangkan yang mencubit dan memukul itu ibunya saja, anak masih bisa sakit hati apalagi kalau itu bukan ibunya ? mungkin tidak hanya anak yang dendam dan sakit hati karena telah dicubit dan dipukul orang lain…saya yakin hatimu menjerit ketika anakmu diperlakukan seperti itu tanpa engkau tahu kadar seberapa nyubit dan mukulnya tadi.

KEMBALILAH KE RUMAH ! SELAMATKAN GENERASI KE DEPAN, SELAMATKAN RUMAH TANGGAMU. TUGASMU DIRUMAH ITU SUNGGUH BESAR, NAMUN KENAPA SANGAT MUDAH MENINGGALKANNYA ?

KEMBALILAH KERUMAH ! jika ingin tatanan islam tegak dimuka bumi, jika ingin menjadi garda depan dan benteng serta tiang Negara ini. KARENA AJARAN YANG SEMPURNA TANPA DISAMPAIKAN OLEH YANG BERPEMAHAMAN DEMIKIAN MAKA IA TIDAK AKAN SAMPAI PADA SASARAN PENGAJARAN. YANG ADA ADALAH PENGHANCURAN GENERASI KARENA LEBIH DAHSYATNYA SERANGAN YANG DITUJUKAN UNTUK MENGGESER NILAI-NILAI ISLAM DALAM SISTEM KEHIDUPAN MANUSIA.

DAN ENGKAU WAHAI LAKI-LAKI ! Kembalilah ke posisimu, jadilah Qowwam (pelindung) untuk wanita, isterimu. Jadilah pemimpin ditempat-tempat yang seharusnya engkau memimpin. Ambillah kepemimpinan itu dari tangan yang seharusnya tidak memimpin dengan cara ahsan. Dengan sebuah proses. Karena merubah dengan membalikkan tangan ibarat melepas nyawa dari tubuh dengan cara paksa. Ciptakan lapangan pekerjaan dirumahmu, sehingga isterimu bisa menjalankan pekerjaan itu dari rumah, tanpa meninggalkan anak-anaknya, tanpa meninggalkan kewajibannya. JANGAN ENGKAU RELAKAN ISTERIMU BEKERJA UNTUK ORANG LAIN, DIA..WANITA YAITU ISTERIMU DAN ANAK PEREMPUANMU SERTA IBUMU ITU TERLALU BERHARGA. SEHINGGA  IA TAK LAYAK DISEMBARANG TEMPAT YANG TIDAK TERJAGA. JAGALAH MEREKA. LINDUNGI MEREKA DARI KEBENGISAN KAUM KAPITALIS SEKULER YANG INGIN MEMERAS MEREKA. MENGAMBIL TENAGA DAN KELIHAIANNYA DENGAN HARGA YANG MURAH. CARILAH NAFKAH UNTUK ISTERI, ANAK-ANAKMU DAN IBUMU.

YAKINLAH BAHWA DUNIA INI HANYA SEMENTARA, HANYA TEMPAT UNTUK MENCARI BEKAL. JANGAN MELAMBUNGKAN ANGAN DEMI OBSESI DUNIAWI SEMATA. PIKIRKANLAH AKHERAT. PIKIRKANLAH PERJUANGAN ISLAM. PIKIRKANLAH KEJAYAAN ISLAM. PIKIRKANLAH BAGAIMANA CARANYA DIENULLAH BISA TEGAK DIMUKA BUMI INI. YAKINLAH ! RIZQIMU TAK AKAN LARI PADA ORANG LAIN. TEGUHKAN IMANMU, SEHINGGA ENGKAU MENJADI LAKI-LAKI TEGUH DILINGKUNGAN YANG ASIN PENUH HEDONIS DAN KEMA’SYIYATAN.

Semoga hari ini cerah hatinya, sehingga ketika mencerna tulisan dan pemaparan di atas tidak melonjak emosi dan perasaaannya. Semoga allah memberikan hidayah kepada setiap hati manusia sehingga akan tergerak untuk menuju cahaya Allah dan perintah Allah dan rasulNya semata. DALAM KEPATUHAN KEPADA PERINTAH DAN LARANGAN ALLAH ITU SANGAT INDAH, BAHKAN MEMBABAWA PADA KESEJUKAN HATI. Barakallah….semoga menjadi berkah.

Bumi Allah, sya’ban 1432 H
Dari saudaramu yang terhiris hatinya melihat kenyataan kehidupan dunia yang penuh dengan kekejian iblis, syaithon, bahkan manusia dholim tak bertanggung jawab.
*Imatuzzahra Al Hurul’in*

*_* Cara Meraih Sebuah Prestasi *_*


Gali Potensi Diri Anda, Who I am I ?

 

Pernahkah Anda bertanya pada diri Anda tentang diri Anda sindiri ? Jika pernah itu bagus, karena dengan Anda mengetahui diri Anda maka Anda akan tahu potensi apa yang bisa Anda lejitkan pada diri Anda. Jika jawabannya belum pernah, maka Anda termasuk orang yang merugi dan tertinggal. Karena Anda telah kehilangan peluang besar untuk melejitkan potensi yang ada pada diri Anda. Tapi jangan khawatir wahai yang ingin luar biasa, Anda mulai detik ini masih berkesempatan untuk bertanya pada diri sendiri. Kemudian memperbaiki diri Anda untuk mengetahui potensi apa yang harus dilejitkan.

Who I am I ? Ya, siapa diri saya. Coba Anda ambil kertas atau buku dan mulai tuliskan siapa Anda. Jangan ragu untuk menulis kelemahan dan kelebihan Anda, karena itu menjadi tolak ukur Anda untuk bergerak maju. Buat daftar pertanyaan seperti dibawah ini :

 

Siapa saya ?

Siapa yang menciptakan saya ?

Dari apa saya di ciptakan ?

Kenapa saya diciptakan ?

Kemana saya akan kembali setelah mati ?

Kepada siapa saya mempertanggungjawabkan hidup ini ?

 

Watak saya ?                          Sifat saya ?

1. ___________________      1. ____________________

2. ___________________      2. ____________________

3. ___________________      3. ____________________

4. ___________________      4. ____________________

5. ___________________      5. ____________________

6. ___________________      6. ____________________

7. ___________________      7. ____________________

8. ___________________      8. ____________________

9. ___________________      9. ____________________

10. ___________________    10. ___________________

Dan seterusnya. Tulis sebanyak-banyaknya.

 

Kelebihan saya ?                   Kekurangan saya ?

1. ___________________      1. ____________________

2. ___________________      2. ____________________

3. ___________________      3. ____________________

4. ___________________      4. ____________________

5. ___________________      5. ____________________

6. ___________________      6. ____________________

7. ___________________      7. ____________________

8. ___________________      8. ____________________

9. ___________________      9. ____________________

10. ___________________    10. ___________________

Dan seterusnya. Tulis sebanyak-banyaknya. Dan buat sebuah pernyataan tulus dari hati nurani Anda tentang diri Anda, komitment Anda terhadap rencana dan bagaimana mempertahankannya. Misalnya,

 

Saya adalah sosok manusia yang diciptakan dari mani*. Untuk itu saya tidak boleh menyombongkan diri dihadapan Tuhan dan manusia, karena kita setiap manusia adalah sama. Mempunyai tugas dan kewajiban yang sama, untuk mengabdi pada yang kuasa. Bersyukur padaNya. Karena saya telah dikaruniai banyak kelebihan seperti yang saya tulis, walau masih banyak kekurangan dan kelemahan pada diri saya. Saya harus memaksimalkan potensi kelebihan saya sebagai rasa syukur saya terhadap Tuhan yang menciptakan saya. Saya harus mencetak sebuah prestasi sehingga saya bisa berguna bagi keluarga, masyarakat serta umat di muka bumi ini. Ketika saya telah mencapai apa yang saya inginkan, saya tidak boleh melupakan Tuhan yang menjadi Rabb saya. Karena dialah yang telah menciptakan saya. Walau hanya setetes mani, tapi saya mampu menjadi manusia yang sempurna, yang derajat saya lebih tinggi dari makhluk lainnya. Tugas saya sekarang adalah mencetak sebuah prestasi dan beribadah sebagai rasa syukur saya telah muncul di dunia ini sebagai aktor gelanggang kehidupan nyata, yang mampu mencetak sebuah prestasi dan berguna bagi umat manusia. Harus berubah, mulai dari sekarang dan segera kerjakan !

 

Mungkin itu sedikit surat pernyataan Anda, yang bisa ditempel di kamar tidur Anda. Sehingga ketika Anda akan tidur, Anda akan selalu membacanya. Sehingga mengingatkan Anda untuk terus bersiap dan tidak boleh loyo, optimis di esok hari bahwa Anda akan memulai sesuatu dengan sesuatu yang baik sebaik pikiran Anda ketika akan tidur.

Asupan-asupan seperti itu sangat membantu otak Anda mempengaruhi emosional Anda. Dari asupan kata-kata yang menyemangatkan Anda, menjadikan Anda manusia yang produktif. Rencana akan banyak bermunculan di otak Anda, sehingga Anda akan mudah dalam melakukan semua pekerjaan yang akan menjadi pendobrak kesuksesan Anda.

Dari mengetahui siapa Anda, Anda akan tahu apa yang akan Anda butuhkan untuk melejitkan potensi Anda. Anda akan tahu apa yang sebenarnya anda inginkan. Anda akan tahu apa yang menjadi tujuan hidup Anda. Anda bisa menggunakan pengalaman-pengalaman Anda yang telah lalu untuk mengawali kehidupan sukses Anda. Akan mengetahui kenapa Anda kemarin bisa sukses dan bisa gagal. Sehingga Anda bisa merencanakan masa depan yang lebih baik.*az

 

catatan :

*

*-* Reputasi *-*


(semoga outline buku tulisan yang tidak kelar di tahun 2005 ini bisa menjadi inspirasi)—>selamat membaca bab demi bab yang akan diposting

Bismillahirrahmanirrahim…..

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, reputasi berarti hal berada, keberadaan, perbuatan sebagai sebab mendapat nama baik, nama baik. Misalnya reputasinya dalam memainkan bola membanggakan penggemarnya.
Definisi kamusnya adalah: perkiraan publik mengenai seseorang atau suatu lembaga

He..he…sorry jika kalimatnya salah, ya…saya harap benar. Yang jelas begini saja, ada hal yang harus kita garis bawahi bahwa makna dari reputasi berkaitan erat dengan “nama baik dan prestasi”. Nama baik akan mendukung sebuah prestasi dan prestasi akan membawa nama baik.

Prestasi

Semua manusia diciptakan dengan kelebihan berbeda-beda dan itulah yang menjadi ciri khas dari setiap pribadi. Kelebihan yang bisa dibina dan ditunjukkan secara optimal. Itulah yang akan mengantarkan sang pemilik kelebihan mencapai sebuah prestasi.

Prestasi tidak hanya dari nilai akademis. Akan tetapi prestasi dalam masyarakat banyak cara dalam menilainya. Orang kaya yang tidak bahil akan dinilai oleh masyarakat sebagai prestasi karena ia mampu memanajemen uangnya untuk membantu tetangganya sehingga ia memberikan manfaat pada tetangganya atau pada siapapun mereka yang membutuhkan bantuannya. Ia selalu membela yang lemah dan tidak membedakan statusnya. Orang seperti ini akan dijadikan dewa penolong bagi mereka yang membutuhkan bantuannya.
Anak yang cerdas dan pandai akan mencatat prestasi dilingkungan keluarga dan sekolahnya. Dengan kejeniusan yang dimilikinya ia mampu mencetak rekor kejuaraan dalam setiap kompetisi sience. Ia akan dihormati dan dijadikan tempat bertanya bagi siapa pun yang haus akan sebuah ilmu. Begitu pula mereka yang telah menjadi professor atau gelar yang lain.

Pemimpin yang mampu memanajemen kepemimpinannya dan mampu mengantarkan apa yang ia pimpin menjadi sebuah lembaga yang disegani atau Negara adidaya dan diakui oleh dunia. Inilah prestasi yang diraih seorang pemimpin.

Pemain lomba akan memenangkan kompetisi dari perlombaannya, maka ia dianggap oleh masyarakat mendapatkan prestasi.

Kasus di atas adalah contoh seseorang mendapat sebuah prestasi. Tidak hanya IQ yang menjadi andalan dalam meraih sebuah prestasi. Tapi tidak dapat kita pungkiri kalau IQ juga merupakan factor urgent dalam meraih prestasi. Jarang kita jumpai orang yang oon atau telmi mempunyai prestasi gemilang. Tapi tak jarang pula di era sekarang orang oon atau telmi banyak dicari karena keunikannya untuk dicetak menjadi manusia yang berpotensi untuk berprestasi.
Dunia acting banyak yang mengejar mereka yang mempunyai keunikan walau ia tak mempunyai IQ yang berkualitas. Tapi apapun yang kita katakan, apabila mereka yang bergelut di dunia acting telah mencari mereka, maka mereka lambat laun akan menjadi manusia berprestasi yang bisa mengalahkan mereka yang normal.

Pada awalnya masyarakat mengenalnya sebagai orang yang lelet dan susah untuk diajak berkomunikasi yang akhirnya mereka dijauhi. Tetapi ketika ada sebuah perantara untuk menguak sebuah potensi yang ada pada orang oon tadi, masyarakat baru terbuka matanya bahwa dia tak seburuk yang mereka kira. Tak setelmi yang mereka lihat. Dunia selebritis mengangkatnya menjadi sosok yang diidolakan karena ia mampu mengalahkan actor lainnya. Dan inilah sebuah prestasi yang ia peroleh dibalik keoonan dan ketelmian yang ia miliki.
Waria, orang mungkin akan mencibir ketika melihat sosok yang tak jelas sifat dan wataknya ini. Kadang ia cenderung kewanita-wanitaan kadang cenderung ia kelaki-lakian. Orang banyak menjauhinya. Namun apa yang kita lihat sekarang. Ketika media mengangkat, mereka menjadi sosok yang lucu. Anggapan pun berubah tentang mereka. Tesi misalnya, dia seorang laki-laki tapi dia kewanitaan dalam bergaya dan berakting. Dia sempat tenar hingga sekarang. Prestasi dalam berakting pun ia dapat.

Orang kerdil dan cacat. Dunia acting juga banyak memburu mereka. Keunikan dan kelucuan orang cacat atau yang kerdil mampu menjadi daya dukung dan daya tarik penonton dalam sebuah film. Orang tak akan menyangka kalau orang kerdil itu bisa lincah dalam memainkan aktingnya dan akhirnya ia menjadi orang yang banyak mendapatkan tawaran untuk syuting. Ia mampu menjadi pemenang dalam dunia syuting yang akhirnya ia bisa mencatat sebuah prestasi dibalik kekerdilannya.

Berbadan obesitas. Laki-laki biasanya hanya akan melihat sebelahmata wanita yang mempunyai badan yang gendut melewati batas atau obesitas. Namun peluang manusia berbadan obesitas masih luas untuk mencatat sebuah prestasi, atun dan kawan-kawan obesitas mampu memerankan lakon yang diperintahkan pada mereka. Kepandaiannya dalam memainkan peran membuatnya diakui dalam masyarakat dan orang tak akan memandangnya dengan sebelahmata.

Fakta diatas adalah contoh dari mereka yang meraih prestasi dari sebuah kelemahan yang ada pada diri mereka. Memang tidak diperoleh dengan menggunakan IQ, ESQ atau yang lain. Faktor tersebut memang ada namun tidak menjadi hal dominan dalam meraih prestasi mereka. Ada sisi lain yang mampu mereka angkat sehingga mereka mampu mencatat sebuah prestasi.
Sekarang kita berbicara masalah IQ. Kecerdasan otak manusia inilah yang mampu menggali potensi yang ada pada dirinya. Dari kecerdasan otaknya manusia mampu mengelolanya.

Misalnya Anda, ketika masih sekolah akan merasakan bagaimana otak Anda bekerja. Semua guru menuntut Anda untuk mencetak rekor kejuaraan. Semua dari Anda harus mendapatkan nilai diatas 7. Otak Anda akan bekerja seoptimal mungkin dalam merekam semua pelajaran yang diberikan oleh guru dan menuangkannya pada selembar kertas ujian. Bagaimana perasaan Anda ketika telah selesai mengerjakan ujian tersebut ? Kepuasan Anda dapat. Lalu nilai-nilai itu akan terkumpul menjadi nilai rapor yang akan diberikan oleh pihak sekolah pada orangtua Anda dan Anda mendapatkan rangking 1 dari pararalel 3 kelas misalnya. Saya yakin Anda pasti lebih puas sebelumnya.

Sekarang bandingkan ketika Anda telah melewati masa sekolah dan akhirnya kuliah. Bagaimana perjuangan Anda dalam meraih sebuah prestasi ? Apakah sama cara dalam memperolehnya ? Saya yakin pastilah tidak. Karena saingan Anda bukan lagi anak-nak daerah yang mungkin kapasitas IQ hampir sama dengan Anda. Pesaing Anda adalah anak-anak jenius yang berasal dari berbagai kota. Apabila IQ Anda pas-pasan dan nilai yang Anda bawa dari daerah bukan nilai murni dari hasil kerja Anda, nilai katrolan guru misalnya, maka Anda akan pontang-panting menyaingi mereka yang benar-benar cerdas dari segi IQ-nya. Anda harus belajar lebih giat dan berusaha untuk menghafal merekam semua mata kuliah yang telah diajarkan.

Setiap semester Anda harus berjuang memperoleh nilai A. karena nilai A tersebut akan menjadi daya dukung dari gelar yang Anda peroleh dan menentukan nasib Anda ke depan. Nilai A akan sangat membantu Anda dalam meraih apa yang Anda inginkan, gelar pendidikan, pekerjaan, beasiswa atau yang lainnya. Karena apapun yang dikatakan orang, di era sekarang nilai yang tertera di atas kertas masih menjadi satu pertimbangan. Prestasi itu masih harus ada bukti otentiknya berupa selembar kertas yang dilegalkan oleh pihak yang diakui oleh masayarakat juga. Dunia anda berbeda dengan dunia selebritis di atas. Pengakuan yang di dapat dari masyarakat harus di dapat dari sebuah intansi yang diakui oleh masayarakat juga. Berbeda dengan artis tadi. Mereka bisa mencetak prestasi dari usaha mereka sendiri karena masyarakat menilai dari segi lain. Prestasi yang mereka dapat tidak butuh bukti otentik untuk dilegalkan walau ada yang memberikan reward dan sertfikat bagi mereka para seleb yang lolos dalam persaingan dan menjadi artis idola masyarakat. Sekali lagi keadaan mereka berbeda dengan Anda yang harus mendapatkan pengakuan secara legal.

Dari sinilah kita akan berkaca apa yang sebenarnya terjadi dalam masyarakat kita tentang pemaknaan sebuah prestasi. Dari pemaknaan ini kita akan menemukan arti dari nama baik itu sendiri. Sehingga akan bertemu dengan kata reputasi yang didambakan oleh semua orang.

Pembaca, dari fakta dan kasus-kasu di atas kita bisa melihat bahwa prestasi memang tidak harus dari intelejensi yang dimiliki manusia, namun prestasi bisa tercipta dari berbagai sisi kelebihan yang dimiliki manusia. Mungkin banyak ahli telah membahas masalah emosional quetion. Prestasi ini penilaiannya memang harus dipilah dari pihak siapa yang menilai. Apabila masalah ilmu pengetahuan dan teknologi IQ menjadi daya dukung terpenting. Tapi dari IQ yang unggul belum tentu manusia akan mendapatkan prestasi di bidang ilmu dan teknologi.
Anda bisa melihat, mereka yang mempu berprestasi di sekeliling Anda adalah mereka yang mampu memadukan intelejensi otaknya dengan emosi jiwanya. Perpaduan inilah sebenarnya yang mendukung secara aktif manusia bisa berprestasi.

Seperti kasus orang cacat mampu mencetak sebuah prestasi apakah Anda akan memprotesnya ? Walau mereka tak mempunyai IQ cukup tapi mereka mampu mengendalikan emosi mereka sehingga mampu memanajemen IQ yang pas-pasan menjadi sebuah prestasi sehingga mereka bisa mengembangkan potensi dirinya. Begitu juga dengan Anda yang mempunyai IQ jenius belum tentu Anda bisa seperti mereka, karena ada sisi lain yang belum Anda gali yaitu emosi Anda. Kenapa Anda sering gagal karena Anda tidak mampu mengendalikan emosi Anda. Kedewasaan yang Anda miliki dalam memanaj hidup itulah sebagai bekal untuk memproyeksikan ke mana hidup Anda akan di bawa. Untuk mencetak sebuah prestasi ataukah sebuah kegagalan saja ? Itulah yang harus Anda pikirkan dari sekarang.

Mungkin umur sudah mulai menapaki usia lanjut atau mungkin Anda baru menapaki umur seperempat abad. Itu bukan sebuah keterlambatan bagi Anda untuk memulai dari sekarang. Ketika Anda mampu melihat apa yang ada pada diri Anda, nilai ia sebagai nilai positif yang bisa membawa Anda pada sebuah prestasi yang Anda dambakan.

Yang jelas semua manusia mempunyai kelebihan, karena dari kelebihan yang diberikan oleh Tuhan tersebut Anda bisa hidup. Karena kelebihan yang ada pada anda adalah bekal yang diberikan oleh Tuhan sebagai bekal berlayarnya Anda dalam mengarungi hidup ini. Anda belum terlambat untuk mencatat sebuah prestasi. Jika Anda seorang karyawan perbaiki etos kerja Anda sehingga atasan Anda akan simpatik pada Anda. Jika Anda pemimpin perbaiki kepemimpinan Anda sehingga apa yang Anda pimpin mendapatkan kepuasan dan akhirnya hanya Andalah yang akan dijadikan pemimpin, Anda akan disegani dan dihormati. Jika Anda seorang ilmuwan teruslah untuk belajar, jangan merasa puas dengan apa yang Anda dapatkan walau gelar doctor dan professor telah Anda dapatkan. Ilmu di dunia ini masih luas dan apa yang Anda miliki hanya setetes air yang di jatuhkan ke dalam lautan. Pernahkan Anda berpikir tentang itu ?

Jika Anda seorang pengusaha maka perluas usaha Anda sehingga Anda akan menjadi pengusaha nomor satu. Perbaiki sikap dengan partner-partner Anda karena merekalah yang mengantarkan Anda pada kesusksesan. Jangan merasa Anda berjuang sendiri, karena atas keringat merekalah Anda bisa berhasil.

Jika Anda seorang pemuka agama, cetak prestasi Anda dengan contoh yang baik. Karena Anda dijadikan teladan oleh umat Anda. Dosa dan pahala menjadi tanggungan Anda. Apabila Anda memberikan contoh dan keputusan yang salah, maka dosa umat Anda, Andalah yang menanggungnya. Begitu pula sebaliknya, jika Anda menanamkan seuasuatu yang baik, contoh yang benar dan keputusan syaria’t yang benar, maka Anda akan mendapatkan aliran pahala dari umat Anda.*az

Nama Baik

Anda telah membaca uraian panjang saya tentang prestasi. Dari sini coba kita pahami bersama apa dampak dari prestasi yang diperoleh dari tiap manusia yang dibutkan di atas. PENGAKUAN. Pengakuan inilah yang akan membuahkan nama baik mereka.

Seperti kasus orang cacat, waria, kerdil, obesitas atau kekuarangan yang lain dan akhirnya mereka sukses. Pada awalnya mereka mendapat nama yang tak cukup disegani di masyarakat. Namun ketika potensi mereka bisa dilejitkan oleh media dan masayarakat bisa menilai dan melihatnya secara baik, pandangan masyaraktpun menjadi berubah. Mereka akan mengakui walau mereka cacat tapi mereka mampu mencetak sebuah prestasi.

Begitu pula pemimpin, pengusaha, ilmuwan, pemuka agama atau yang lainnya. Ketika mereka mempunyai sebuah prestasi yang memuaskan masyarakat maka ia akan diakui dan disegani. Dan itulah nama baik yang mereka terima. Kekaguman masyarakat menjadi nama baik mereka.

Dari sini Anda bisa menggaris bawahi, reputasi bisa diraih dari kerja keras untuk mendapatkan prestasi dan nama baik. Nama baik menjadi inti dari reputasi, karena apapun prestasinya apabila nama baiknya telah tercemar maka reputasi yang dia miliki ikut hancur juga. Jadi reputasi memang berawal dari sebuah prestasi akan tetapi daya dukung paling kuat adalah dari nama baik yang dia peroleh dalam masayarakat maupun keluarga Anda.

 

to be continued di bab berikutnya…….

“Imatuzzahra Al Hurul’in”

Dalil-Dalil Syahadatain

‘Audzubillahiminasysyaithonirrojiim…bismillahirrahmanirrahim….

bermula dari status ana dan komentar2 ttg hal ini di facebook….sepertinya perlu diangkat lagi pembahasan mabda’ (mendasar) ini.

Syahadah yg diucapkan dalam sholat itu merupakan rukun sholat…bukan pelaksanaan dari rukun pertama syahadatain itu sendiri. dan syahadataain itu mempunyai dasar sendiri, kaidah sendiri, sayarat dan rukun sendiri. karena kurang faham tentang hal inilah mungkin yang menjadikan sebuah perjuangan dakwah itu tak jelas.

DALIL-DALIL SYAHADATAIN

I. Al-qur’an

Dalil-dalil umum tentang syahadat laa ilaha illallah

Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.( Qs: Ali-Imran ayat 18 )

Penjelasan ayat :
{ شهد ا لله انه لااله الا الله} الآية فَإِنَّهُ يُجَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ اللهُ تَعَالَى : عَبْدِي عَهْدٌ اِلَيَ عَهْدًا وَاَنَا أَحَقَّ مَنْ وَفَّى ، أَدْخَلُوْا عَبْدِي اَلْجَنَةَ ،

Muhammad Ali ash-Shabuni menjelaskan dalam kitab Sofwah at-Tafasir bahwa ” Syahidallahu annahu laa ilaha illa ana. Bahwa ayat ini menjelaskan,sesungguhnya orang yang menyatakan ( syahadat tauhid ) maka didatangkan pada hari kiamat.lalu Allah Azza wa jalla berfirman: “ Hamba-Ku telah berjanji kepada-Ku ,dan Aku adalah yang paling berhak menepati janji,masukanlah hamba-Ku ke syurga,”

*  Syahadat yang dimaksud dalam ayat diatas menurut ulama tafsir ialah sebuah perjanjian yang sifatnya mengikat antara Allah dan hamba-Nya *

Dan kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan aku, Maka sembahlah olehmu sekalian akan aku”.( Qs: Al-anbiyaa’ ayat 25 )

Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: “Laa ilaaha illallah” (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri,( Qs : Ash-shaffat ayat 35)

II. Hadits

Dalil-dalil umum tentang syahadat

1) Hadits tentang rukun islam
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَابِ رضي الله عنهما قال: سَمِعْتُ رسولَ ا لله صلى الله عليه وسلم: بُنِيَ ا ْلإِ سْلاَ مُ عَلَى خَمْسٍ شَهَا دَ ةِ اَ نْ لاَ اِ لَهَ اِ لاَّ ا لله وَ اَ نَ مُحَمَّدً ا ا لرَّ سُو لُ ا للهِ وَ اِ قَا مِ ا لصَّلاَ ةِ وَ اِ يْتَاءِ ا لزَّ كَا ةِ وَ حِجِِّ ا لْبَيْتِ وَ صَوْ مِ رَ مَضَا نَ ( رواه البخارى و مسلم)

Dari Abi Abdi ar-Rahman bin Ibnu Umar Ibni Khattab Ra. Berkata : “ Aku telah mendengar bahwa Rasulullah Saw pernah berkata “ (( Islam dibanun di atas lima perkara yaitu mengucapkan syahadat tidak ilah selain Allah dan bahwasanya Muhammad Rasulullah serta mendirikan shalat menunaikan zakat shaum di bulan ramadhan dan menuaniakan haji ke Baitullah.)) “

2) Hadits tentang akhir hayat Abu Thalib Paman Nabi Muhammad Saw
عَنْ إِبْن المسيب عَنْ أَبِيْهِ قَالَ: لَمَّا حَضَرَتْ أَبَا طَالِبِ الْوَفَاةُ, جَاءَهُ رَسُوْلُ اللهِ ص.م, وَعِنْدَهُ عَبْدُالله بنُ أُُمَيَّةَ وَأَبُوْ جَهْلٍ, فَقَالَ لَهُ: يَا عَمِّ ! قُلْ لاَ إله إلاّ الله،كلمة أشهد لك به عند الله )). فَقاَلَ أبو جهل عَبْدُ الله بنُ أُُمَيَّةَ :يَا أَبَا طَالِبٍ؟! أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَلِب؟!فَلَمْ يَزَلْ رسول الله صلى الله عليه وسلم يَعْرِضُهَا عَلَيْهِ وَيُعِيْدُ لَهُ تِلْكَ الْمَقَالَةَ،حَتىَّ قَالَ اَبُوْ طَالِِبٍ آَخَرَ مَا كَلَّمَهُمْ: هُوَ عَلَى مِلِّةِ عَبْدِ الْمُطَالِبِ، وَأَبَى أَنْ يَقُوْلَ: لاإله إلاّ الله. فَقَالَ النَّبِى ص.م: “لأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَالَمْ أَنْهَ عَنْكَ” فَأَنْزَلَ الله عَزَ وَجَل{, مَاكَانَ لِلنَّبِى وَالَّذِيْنَ آمَنُوا أنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِين} وَأَنْزَلَ الله فِى اَبِى طَالِب {إنَّكَ لاَ تَهْدِى مَن أحببت وَلَكِن الله يَهْدِى مَن ْيَشَا}

“ Dari Sa’id bin al-Musayyab Ra., dari Ayahnya Ra.,ia berkata tatkala Abu Thalib menjelang ajal: Rasulullah Saw mendatangi Abu Thalib lalu beliau dapati Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Ummayah bin al-Mughirah di sisi Abu Thalib,kemudian Rasulullah Saw.mengatakan,” Wahai Paman! Ucapkanlah Laa Ilaha Illallah,sebuah kalimat yang akan kupersaksikan untukmu di sisi Allah.” Maka Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Ummayah mengatakan,” Hai Abu Thalib! Apakah kamu membenci agama Abdul Muthalib?” kemudian Rasul Saw menyodorkan kembali kalimat syahadat Laa Ilaha Illallah kepada Abu Thalib dengan mengulang-ulangnya sehingga Abu Thalib tetap berpaling dari kalimat tersebut, dan dia ( Muhammad ) kembali kepada Abu Thalib dengan perkataan tadi.sampai Abu Thalib mengatakan sesuatu di akhir kepada mereka” Dia ( Muhammad ) adalah menganut agama Abdul Muthalib ,Lalu Abu Thalib enggan mengucapakan laa ilaha illallah,lalu Rasul Saw mengatakan “ Demi Allah,aku akan memintakan ampun untukmu selama tidak dilarang,maka Allah Azza wa Jalla menurunkan ayat di dalam surat At-taubah ayat 113 dan surat Al-qoshosh ayat 56 )

3) Hadist tentang di utusnya Duta dakwah Muadz bin Jabal ke Yaman

وَعَنْ ابْنِ عَبَّاسِ رضي الله عنهما ان رسول الله صلى الله عليه وسلم لما بعث معاذا إلى اليمن قال ” إِنَّكَ تَأتِي قَوْمًا مِنْ اَهْلِ الْكِتَابِ فَلْيَكُنْ أَوَّلُ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ شَهَادَةُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّاللهُ،” وَفِى رِوَايَةٍ إِلَى أَنْ يُوَحَّدُوااللهً – فًإٍنْ هُمْ أَطَاعُوكَ لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ اَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتِ فِى كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ،فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوكَ لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ اَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةٍ تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيَا عِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرَاعِهِمْ …

( H.r Bukhari & Muslim dalam kitab terjemah Fathul Majid Bab: Dakwah kepada Syahadat Laa Ilaha Illallah ) hal.155

Pendapat Imam An-nawawi

: ” فًإٍنْ هُمْ أَطَاعُوكَ لِذَلِكَ فَأَعْلِمْهُمْ اَنَّ اللهَ افْتَرَضَ عَلَيْهِمْ خَمْسَ صَلَوَاتِ فِى كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ
قَالَ اَ لنَّوَوِي مَامَعْنَاهُ : أَنَّهُ يَدُلُّ عَلَى اَنَّ الْمُطَا لَبَةَ بِالْفَرَائِضِ فِى الدُّنْيَا لاَ تَكُونُ إِلاَّ بَعْدَ ا ْلإِسْلاَمِ

Imam An-Nawawi Rh. Dalam mengomentari hadits muadz bin Jabal di atas mengatakan : ” Hadits ini menunjukkan bahwa menjalankan kewajiban di dunia tidak akan berlaku kecuali setelah Islam”

4) Hadits tentang memerangi manusia untuk mengucapkan kalimat syahadat

اُمِرْتُ أَنْ اُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا : لاَ اِلَهَ اِلاَّ ا للهُ فَإِذَا قَالُوْا هَا عَصَمُوْا دِمَاعَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ اِلاَّ بِحَقِّهَا…

“ Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka mengatakan kalimat Laa ilaha illallah,maka jika mereka telah mengucapkannya terlindungilah darah mereka dan harta mereka kecuali dengan haknya…”

III. Aqwal ‘ulama ( Perkataan ulama Tauhid ) Tentang syahadat

1) At-Tajus As-Subki dalam kitab Irsyadul Ibadnya mengatakan dalam bab Iman : “ Bahwa tidak dipandang syah amalan anggota tubuh ( berupa shalat, haji, zakat dll ) jika tidak disertai iman dalam hati, dan tidak dipandang sah iman dalam hati jika tidak disertai “ucapan dengan lisan “ dua kalimah syahadat secara nyata . “

2) Dalam Kitab Al-Hushunul Hamidiyah mengatakan : “ Bahwa mengucapkan/ mengikrarkan dua kalimat syahadat”dengan lisan” adalah syarat bagi seseorang untuk diberlakukan hukum – hukum Islam atasnya. “ ( Di Kutip dalam buku Al-Islam Jilid I,Karya Tgk Hasbi Ash-shiddiqy )

3) Imam Muhammad Bin Abdul Wahab Rh; “ Kalimat Laa ilaaha illallah tidak akan bermanfaat bagi orang yang mengucapkan, jika tidak memahami makna kandungan, tuntunannya, dan syarat syahnya. ( Dalam Kitab Fathul Majid )

4) Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Rh. Mengatakan dalam Kitab “ Ad-Durar “

وَ مُجَرَ دُ بِلَفْظِ ا لشَهَا دَ ةِ مِنْ غَيْرِ عِلْمٍ بِمَعْنَا هَا وَ لاَ عَمَلَ بِمَقْتَضَا هَا لاَ يَكُو نُ ا لْمُكَلَفُ مُسْلِمًا.وَ مَنْ شَهِدَ اَ نْ لاَ اِ لَهَ اِ لاَ ا للهُ وَ عَبَدَ غَيْرَ هُ مَعَهُ فَلاَ شَهَا دَ ةَ لَهُ وَ إِ نْ صَلَى وَ زَ كَى وَ صَا مَ وَ آ تىِ بِشَيْئٍ مِنَ اَ عْمَا لِ اْ لاِ سْلاَ مِ

“ Sekedar mengucapkan lafazh syahadat tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntunannya, maka itu tidak membuat seseorang menjadi muslim, maka siapa yang bersaksi, mengucapkan dua kalimat syahadat Tidak ada Ilah selain Allah yang berhaq disembah, sedang dia masih beribadah kepada selain Allah (melakukakan kesyirikan) maka syahadatnya tidak dianggap meskipun dia shalat, zakat, shaum dan melaksanakan sebagian ajaran Islam.

إِ نَ ا لنَطَقَ بِهَا مِنْ غَيْرِ مَعْرِ فَةِ مَعْنَا هَا وَ لاَ عَمَلَ بِمْقَتَضَا هَا مِنَ َاْ لتَِزَ ا مِ ا لتَوْ حِيْدِ وَ تَرَ كَ ا لشِرْ كِ وَ اْ لكُفْرَ بِا لطَا غُو تِ فَإِ نَ ذَ لِكَ غَيْرُ نَا فِعٍ باِ ْلاِ جْمَاعِ

Sesungguhnya mengucapkan kalimat Laa Ilaha Illallaah tanpa disertai pengetahuan ( ilmu ) akan maknanya dan tidak mengamalkan tuntunannya berupa komitmen dengan tauhid dan meninggalkan syirik serta mengkufuri thagut maka sesungguhnya pengucapan itu tidak bermanfaat berdasar ijma para Ulama’ “

Dari perkataan ulama dapat diambilhukum bahwa “ Syahadat “ adalah syarat sah diterimnya amal, dan sebagai syarat sah keislaman secara syar’i

Kewajiban Menegakkan Syahadat dengan mengikrarkan secara zhahir

Perkataan Syaikh Muhammad al-Sanusi,tentang wajibnya ikrar syahadat bagi Muslim Kauni atau Muslim Keturunan

فاَعْلَمْ اَنَّ النَّاسَ عَلَى ضَرْبِيْنَ مُؤْمِنُ وَكاَفِرٌ أَمَّا الْمُؤْمِنُ بِاْلأَصَالَةِ فَيَجِيْبُ عَلَيْهِ اَنْ يُذْكَرَهَا فِى الْعُمُرِ مَرَّةً وَاحِدَةً يُنْوِى فِى تِلْكَ الْمَرَةِ بُذْكَرَهَا الْوُجُبُ وَ إِنْ تَرَكَ ذَلِكَ فَهُوَ عَاصٍ.

“ Ketahuilah,bahwa manusia terbagi menjadi 2 golongan mu’min dan Kafir,adapun mu’min ( yang berstatus keturunan ), maka wajib mengucapkan dua kalimat syahadat sekali seumur hidupnya yang diniatkan untuk menjalankan kewajiban syariat lainnya,dan jika ia menolak ( enggan bersyahadat ), maka dia telah bermaksiat. [Dikutip dalam buku menegakkan syariat syahadat,penulis oleh Umar Zia ul Haq,dalam kata pengantar]

*  Menurut Syaikh Muhammad Abdul Wahab Rh.bahwa keislaman terbagi menjadi dua yaitu : islam kauni dan islam syar’I, adapun islam kauni islam yang berdiri atas dasar pijakan lingkungan dan keadaan dari orang tua,sebagaimana islamnya alam dan makhluk hidup yang lainnya secara fitrah penciptaan,sedangkan islam syar’I ialah keislaman yang berpijak atas dasar tuntunan syariat yang berdasar petunjuk ajaran Al-qur’an *

Ø Pendapat Ibnu Taimiyah Rh.

قال شيخ الإسلام إبن تيمية : وَقَدْ عُلِمَ بِاْلاِضْطِرَارِ مِنْ دِيْنِ الرَّسُولِ صلى الله عليه وسلم وَاِتَِّفَقَتْ عَلَيْهِ اْلأُمّةُ أَنَّ أَصْلَ اْلإِسْلاَمِ وَأَوَّلَ مَا يُؤْمَرُ بِهِ الْخَلْقَ : شَهَادَةُ أَنَ لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله فَبِذَلِكَ يَصِيْرُ الْكَافِرُ مُسْلِمًا وَالْعَدُوُّ وَلِيًا وَالْمُبَاحُ دَمَهُ وَمَالَهُ : مَعْصُومُ الدَّمَ وَالْمَالَ ثُمَّ إِنْ كَانَ ذَلِكَ مِنْ قَلْبِهِ فَقَدْ دَخَلَ فِى اْلإِيْمَانِ وَإِنْ قَالَهُ بِلِّسَانِهِ دُوْنَ قَلْبِهِ فَهُوَ فِى ظَاهِرٍ اْلإِسْلاَمِ دُوْن بَاطِنٍ اْلإِيْمَانِ قَالَ : وَأَمَّا إِذَا لَمْ يَتَكلّمُ بِهَا مَعَ الْقُدْرَةِ فَهُوَ كَافِرٌُ بِاتِّفَاقِ الْمُسْلِمِيْنَ بَاطِنًا وَظَاهِرًا عِنْدَ سَلَفِ اْلأُمَّةِ وَأَئَمِّتِهَا وَجَمَاهِيْرِ الْعُلَمَاءِ

Telah diketahui dengan pasti dari dinurrosul dan sepakat seluruh ummat (shahabat ) bahwa dasar islam dan yang pperintah pertama kepada manusia adalah syahadat شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله karenanya dengan syahadat yang kafir jadi muslim, musuh jadi pelindung, orang yang halal darah dan hartanya menjadi terlindungi darah dan hartanya. Kemudian jika hal itu keluar dari hatinya, maka ia sungguuh telah beriman.jika mengucapkannya dengan lisan tanpa hati,maka ia menampakan keislaman tanpa ada iman dalam hati ( ia Munafiq), Dia berkata ( Ibnu Taimiyah ),” dan jika tidak mengucapkannya padahal ia mampu, maka ia adalah kafir lahir bathin menurut kesepakatn kaum muslimin, pendahulu umat, imam mereka dan meyorita ( Lihat Fathul majid hal 78 )

IV. Istinbath Hukum

Pengambilan Hukum Tentang syariat syahadat

Dalam Qaidah Ushul Fiqih ada ketetapan hukum terhadap dalil naqli ( nash al-qur’an dan hadits ) dikatakan oleh ulama ushuliyin : “ Bahwa wajib mengamalkan nash ayat Qur’an dan hadits Nabi berdasarkan keumuman & kemuthlaqannya selama tidak ada dalil yang mengkhususkan dan mengikatnya,wajib mengamalkan nash ayat dan hadits sesuai dengan yang ditunjukkannya selama tidak ada dalil yang menyelisihinya.,jika terdapat dalil umum yang muncul karena sebab khusus,maka yang disepakati ulama ushul ialah wajib mendahulukan keumumannya.sebagaimana Qaidah ushul yang berbunyi :

اَلْعِبْرَةُ بِعُمُومِ الَّفْظِ لاَ بِخُصُوصِ السَّبَابِ

“ Hukum yang diambil dalam Qur’an adalah berdasarkan keumuman lafazh bukan kekhususan sebab.

Sedangkan dalam istilah ushul penyebutan tentang lafazh umum disebut ‘Am.adapun maknanya menurut ushul fiqih ialah
الَلفْظُ اَلْمُسْتَغْرِقُ لِجَمِيْعِ أَفِرَادِهِ بِلاَ حَصْرٍ

“Lafal yang mencakup semua jenis ( seluruh makhluk ) tanpa ada batasan yang mengikat”

V. Hakikat Syahadat Secara Syar’i

A. Pengertian Syahadat

شهد- يشهد – شها د ة – مشا هد ة ج شهود
Makna Syahadat yang dimaklumi oleh ulama Tauhid ialah bermakna : Persumpahan atau Persaksian ( Bersumpah atau bersaksi )

الشهادة : الإقرار و البيان
Pengakuan & Penjelasan
( Muhammad Ali as-Shabuni,Shofwatu at-Tafasir.Hal.173,)

Makna Syahadat secara syar’i

· Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengatakan makna Syahadat
لا اله ا لاا لله

SYAHADAT ialah : Pengakuan, Pembenaran,dan keyakinan bahwa Tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah Swt tiada sekutu bagi-Nya. Jadi makna secara menyeluruh ialah “ Keyakinan dan Pengakuan bahwa tidak ada yang berhak diabdi kecuali Allah lalu berkomitmen dengannya dan mengamalkan tuntunannya dan tidak mempersekutukan-Nya.i nilah Hakikat Laa ilaha Illallah.

شَهَا دَ ةُ اَ نْ لاَ اِ لَهَ اِ لاَّ ا للهُ اَ عْتَقِدُ اَ نَّ ا للهَ وَا حِدٌ لاَ شَرِ يْكَ لَهُ فِى عِبَا دَ تِهِ وَ لاَ فىِ مُلْكِهِ

“Syahadat Dengan mengucapkan Laa ilaha Illallah ialah mengakui bahwa Alloh adalah esa & tidak ada sekutu bagi-Nya dalam ibadah & pemerintahan-NYA “

Kandungan makna syahadat menurut penjelasan di atas.b ahwa nilai dasar SYAHADAT yang syar’i ialah yang menuntut pembersihan aqidah dari syirik Uluhiyah dan syirik Mulkiyah. jika tidak terpenuhi dua aspek ini atau salah satunya saja, maka dianggap masih berstatus MUSYRIK, Sebaliknya seorang dikatakan MUWAHID jika mentauhidkan Allah pada aspek Uluhiyah dan aspek Mulkiyah

VI. Rumusan syahadat menurut para ‘Ulama Tauhid

Sesungguhnya mengucapkan kalimat Laa Ilaha Illallaah tanpa disertai pengetahuan ( ilmu ) akan maknanya dan tidak mengamalkan tuntunannya berupa komitmen dengan tauhid dan meninggalkan syirik serta mengkufuri thagut maka sesungguhnya pengucapan itu tidak bermanfaat berdasar ijma para Ulama’ “

Syahadat yang dituntut menurut syar’I ialah syahadat tidak sekedar syahadat untuk ritual ibadah yang dilakukan umumnya kaum awwam .seperti : ritual sholat, ritual kendurian, ritual nikah, dll. Ritual amalan syahadat tersebut tidak membawa manfaat terhadap amal dan keislaman, sungguhpun dengan lafazh yang sama dan untuk perkara yang baik, namun para memberikan penegasan tentang nilai syahadat yang syar’I wajib dilandasi pemahaman yang benar serta tuntunan yang benar.

Berikut tuntunan syahadat secara syar’i

شُرُوطُ قَبُولِ الشَّهَادَتيَْنِ
Syarat diterimanya syahadat

1. Bil ilmi ( dengan Pengetahuan ) Qs :47/19
2. Bil Ikhlas ( dengan ketauhidan yang hanif ) Qs : 22/31
3. Bil Yakin ( dengan Keyakinan hati ) Qs : 15/99
4. Bil Sidqi ( dengan kebenaran ucapan & amal ) Qs :61/7
5. Bil Qabul ( dengan penerimaan hukum-2nya ) Qs:33/36
6. Bil Mahabbah ( dengan penuh kecintaan ) Qs : 3/31
7. Bil Inqiyadi ( dengan kethataan ) Qs : 4/60
( Kitab Fathul Majid )

Syarat sah sempurnanya syahadat Laa ilaha illallah

1. Bil lisan ( dizahirkan dengan ucapan lisan ) : إقرار بالسان ( Lihat penjelasan & komentar para Ulama tentang kewajiban melafazhkan syahadat dengan ikrar lisan )

2. Bil Jamaah ( bergabung dengan Jamatul Muslimin sebagai Daulah penegak perjuangan syahadat ),sebagaimana dalil hadits Rasul

لاَ يَحِـلُّ دَ مٌ إِ مْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ اَ نْ لاَ اِ لَهَ اِ لاََّ ا للهِ وَ اَ نِِّـيْ رَ سُو لُ ا للهِ اِ لاَ بِإِ حْدَ ئِ ثَلاَ ثٍ….ا لتَّا رْ كُ لِلدِِّ يْنِهِ وَ ا لْمُفَا رِ قُ لِلْجَمَا عَةِ…

“ Tidak halal ( haram ) bagi seseorang muslim darah & hartanya yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat kecuali dengan 3 perkara….. diantaranya ( salah satunya ) yaitu meninggalkan dinnya (keyakinan ) & keluar dari jamaah.” ( H.R Muslim )

Hadits Rasul tersebut mengandung nilai hukum, bahwa seorang Muslim akan sempurna nilai kemuslimannya manakala berkomitmen bergabung dengan jamaah. Rusaknya nilai syahadat seorang muslim , jika keluar dari keyakinan yang dianutnya dan keluar dari jamaah yang diperjuangkannya.

3. Bil Syuhada ( Menghadirkan seorang saksi ), yang dimaksud saksi disini dalam konteks bersyahadat ialah sebagaimana yang dijelaskan dalam tafsir Al-Qurthubi Asy-syahid الشاهدialah yang mengetahui sesuatu dan menjelaskannya dalam hal ini tentang keesaan Allah. Adapun yang dimaksud syahid disini ialah Ulul ilmi ( orang yang mengetahui akan kebenaran syahadat laa ilaha illallah yakni , para nabi dan Orang-orang beriman yang bertauhid ) dengan kata lain: tidak mungkin dituntunt hadirnya seorang saksi dalam syahadat kalau bukan orang yang memang memahami dan juga mengamalkan tuntunannya. http://iqraku.blogspot.com

4. Bil Amali bimaqtadoha ( Mengamalkan tuntunannya ) yaitu berupa komitmen dengan Tauhid dan meninggalkan kesyrikan serta mengkufuri Thagut. sebagaimana penjelasan dalam Al-qur’an Surat Al-baqarah ayat 256:

…Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Rukun-Rukun Syahadat

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, mengatakan bahwa ulama sepakat menentukan bahwa rukun Laa ilaha Illallah , ada dua:

1. Menafikan ( meniadakan ) : Laa ilaaha ( Tidak ada ilah – yang berhak disembah )maksudnya membatalkan atau menggugurkan segala kesyirikan dalam semua bentuknya dan mewajibkan untuk mengingkari semua yang disembah selain Allah yang dinamakan THAGUT ( Lihat makna Thagut dan jenis-jenisnya dalam kitab Majmu Atut-Tauhid tentang risalah makna Thagut )

2. Menetapkan , Illallah ( Kecuali Hanya Allah saja ) maksudnya hanya Allah saja satu-satunya Abdian Al-ma’bud yang berhak penuh untuk diibadahi dan dithaati
Pengertian rukun ini tertuang dalam Al-qur’an

“ Maka Barangsiapa yang Ingkar atau Kafir pada Thagut – bermakna rukun pertama ( menafikan ) “ Dan hanya beriman kepada Allah saja – bermakna rukun kedua ( menetapkan )

B. Kandungan Syahadat ( Madlulul Syahadah ):

a. Iqrar = Ikrar yang berisi pernyataan atau proklamasi berupa pembebasan diri dari ikatan jahili kepada ikatan islami. Qs:3/18,81

b. Al-Qasam = Ikrar yang mengandung sumpah,dengan mengakui kebenaran tauhid dan menjalankan tuntunannya,Qs:63: 1-2

c. Al-Mitsaq = Ikrar yang mengandung perjanjian,yaitu mengikhlaskan beribadah kepada Allah dengan tidak mensekutukan-Nya.Qs:5:7

C. Keutamaan Syahadat ( Fadhoilusy-Syahadah )

a. Madkhalu ila islam اَلْمَدْخَلُ إِلَى إِلإْسَلاَمِ
Pintu Masuk Islam

Syaikh Muhammad Abdul Wahab Rh Mengatakan :
فأول أركان إ لإسلام : شهادة ان لا اله الا الله وبها يدخل العبد فى إلإسلام
“ Maka rukun Islam yang pertama yaitu syahadat Laa ilaha Illallah dimana dengan syahadat seorang hamba masuk ke dalam islam “

b. Khalashatu Ta’alimil Islam خَلاَصَةُ تَعَالِيْمِ اْلإِسْلاَمِ
Intisari (Ajaran Pokok ) Islam

Sebagaimana Hadits Muadz bin Jabal yang mengajarkan syahadat terlebih dahulu kepada setiap obyak dakwah ( Lihat dalil di atas )

c. Asasul Inqilab أَسَاسُ اْلإِنْقِلاَبِ
Nilai dasar Perubahan/Reformasi Qs: 6 : 122
Nilai dasar perubahan seseorang dikatakan sebagai hamba Allah,orang merdeka,dan sebagai warga Allah,manakala ia mengakui dan mengikrarkan dua kalimat syahadat dan menjalankan tuntunan kalimat tersebut ( Sayyid Quthb, Petunjuk Jalan,Bab : Aqidah & kewarganegaraan )

d. Haqiqatu Da’wah ar-Rusul حَقِيْقَةُ دَعْوَةِ الرُّسُلِ
Hakikat Dakwah Para Rasul, Qs : 21: 25

e. Fadhailu ‘Adzimah فَضَائِلُ عَظِيْمَةُ
Keutamaan yang Agung

Diantara keutamaan agung Syahadat ialah :

· Memasukan hamba ke dalam syurga,sebagaimana hadits Rasul

مَنْ قَالَ لاَ اِلَهَ اِلاَ ا للهُ وَهُوَ يَعْلَمُ دَخَلَ الْجَنَةَ

“ Barangsiapa yang mengucapkan laa ilaha illallah sedangkan ia mengetahui ( ilmu & Tuntunannya ) niscaya masuk syurga “ (H.r Muslim )

· Menghapus dosa-dosa besar ( Lihat dalam terjamah kitab Fathul Majid Bab : keutamaan kalimat tauhid dan bagi siapa yang mengamalkannya )
· Memberikan syafaat ( Qs : 43 : 86 )
· Sebagai nilai dasar hidayah seorang ( Qs : 6:82)

Realisasi Syahadat ( Tahqiqu Syahadatain )
Aplikasi amalan Syahadatain dalam konteks Kekinian

Perwujudan Amaliyah syahadat Laa iIaaha Illallah

1. I’tisham bil Jamaah ( Bergabung dan komitmen dengan Jamaah ) Qs : Ali –imran ayat 103

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu Karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu Telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

لاَ يَحِـلُّ دَ مٌ إِ مْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ اَ نْ لاَ اِ لَهَ اِ لاََّ ا للهِ وَ اَ نِِّـيْ رَ سُو لُ ا للهِ اِ لاَ بِإِ حْدَ ئِ ثَلاَ ثٍ….ا لتَّا رْ كُ لِلدِِّ يْنِهِ وَ ا لْمُفَا رِ قُ لِلْجَمَا عَةِ…

“ Tidak halal ( haram ) bagi seseorang muslim darah & hartanya yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat kecuali dengan 3 perkara….. diantaranya ( salah satunya ) yaitu meninggalkan dinnya (keyakinan ) & keluar dari jamaah.” ( H.R Muslim )

Keharaman darah seorang muslim bukan hanya pengakuan dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, akan tetapi juga diiringi dengan berpegang teguh dengan Al-jamaah.jika seorang muslim melepaskan tali ikatan jamaahnya ,maka berarti sama dengan melepaskan tali ikatan islam dalam dirinya,jika islam tidak ada dalam dirinya,maka yang Nampak adalah kekufuran

َعلَيْكُمْ بِا لْجَمَا عَةِ وَ اِ بَّا كُمْ وَ ا لْفُرْ قَةَ

“ Wajib atas kalian berjamaah dan jauhilah berpecah belah” . ( H.R Ahmad , dalam kitab musnad Ahmad , Shohih Turmidzi )

وَ اَ نَا اَ مَرَ كُمْ بِخَمْسٍ كَمَا اَمَرَ نِيَ ا للهُ بِهِنَّ : اَ لْجَمَا عَةُ وَ ا لسَّمْعِ وَ الطَّا عَةُ وَ ا لْهِجْرَ ةُ وَ ا لْجِهَا دُ فِى سَبِيْلِ ا للهِ فَمَنْ فَا رَ قَ ا لْجَمَا عَةَ قَيْدَ شِبْرٍ فَقَدْ خَلَعَ رِ بْقَةَ ا ْلاِ سْلاَ مِ مِنْ عُنُقِهِ إِ لاَّ اَن يُرَ ا جِعَ …
“ Dan aku perintahkan kepada kalian terhadap lima perkara sebagaimana aku diperintahkan Allah dengannya yaitu : Berjamaah, Mendengar , thaat, dan berjihad dijalan Allah.maka barangsiapa keluar dari jamaah ( keluar kethaatan ) walau hanya sejengkal,maka telah lepas ikatan islam dari lehernya ( murtad ), kecuali ia taubat ( kembali bejamaah )… “ ( H.R Ahmad dalam kitab Jamius Shogir )

2. Al-Harakah wal Jihad, Adanya komitmen Perjuangan dan jihad dalam rangka membela ketauhidan Qs : 9 :19-20,Qs 4:94

3. Imarah wa ad-Daulah , Memiliki kepemimpinan dan Negara yang merupakan washilah dan wadah dalam pengabdiannya kepada Allah berupa Ulil Amri(pemimpin )dan Negara Islam,Qs : 4:59

4. Al-wala wal Bara, Memiliki prinsip Loyalitas ( kesetian,dukungan penuh) kepada Waliyullah dan Bara ( melepaskan, Menghilangkan ) ikatan-ikatan kepada Waliyu Thagut Qs : 4/76

5. Iqamah ad-Din, Menegakkan & memperjuangkan Din sebagai sebagai misi perjuangan suci,Qs 8:39

Kesimpulan hukum yang diambil :

· Syariat syahadat secara nash hukumnya wajib ditegakan berdasarkan keumuman nash yang ditunjuk ( baik Nash Al-qur’an ,Hadits maupun Aqwal Ulama )

· Syariat syahadat berlaku umum bagi setiap manusia untuk ducapkan lebih utama bagi muslim kauni atau keturunan,karena tidak ada dalil khusus yang muthlaq mengatakan bahwa syahadat hanya berlaku buat orang kafir ( nashrani ,yahudi,budha,hindu ), maka selama tidak ada dalil yang mengkhususkan maka wajib mengamalkan keumumamnya.

· Syariat syahadat yang dimaksud untuk ditegakkan bagi setiap muslim ialah adalah syahadat syar’i yang dilandasi pengetahuan, berupa syarat , rukun serta tuntunannya berdasarkan aqwal ulama

· Mengikrarkan syahadat tauhid ( pengakuan tentang keesaan Allah ) adalah awal menjalankan kewajiban fardhu dari fardhu-fardhu yang lain bagi seorang muslim

· Syahadat tidak akan sempurna jika tidak diiringi dengan komitmen meninggalkan dan mengkufuri thagut serta bergabung & menegakkan al-Jamaah, ( jamatul Muslimin berbentuk Daulah Islamiyah ) QS: 8:72

· Meninggalkan Al-jamaah, atau berpisah dari sebuah Jamaah Ad-Daulah,dapat menggugurkan atau merusak nilai syahadat,sekaligus menghilangkan penjagaan harta & darah

· Hubungan jamaah dan syahadat dalam satu variable Islam sebagai wujud tuntunan syahadat dengan memurnikan Allah dalam ibadah dan Pemerintahan-Nya.

· Kehadiran Al-jamaah adalah sebagai Syuhada ‘ala an-Nas ( sebagai saksi seluruh manusia ) dalam rangka menegakkan yakfur bit thagut wa yu’mim billah.

Wallahu ‘Alam Bish-Showwab►►

Daftar Pustaka

§ Syaikh Muhammad Abdul Wahab,Terjemah Kitab Fathul Majid
§ Syaikh Shalih Utsaimin, Terjemah Ushul Fiqih
§ DR.Musthafa Dieb al-Bugha Muhyidin Mitsu,Al-Wafi’- Syarah Kitab Arbain an-Nawawi
§ Muhammad Abdul Wahab,Syarah Kitab Salasah Usul
§ Sayyid Quthb, Petunjuk Jalan
§ Tajus Subki, Irsyadul ‘Ibad
§ Tgk Muhammad Hasbi as-shiddiqy, Al-Islam Jilid 1
§ Muhammad Ali ash-Shabuni, Shofwah at-Tafasir,Darul Fikr: Beirut,Juz 1
§ Al-Qurthubi, Tafsir Al-qurthubi
§ Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Durusul Muhimmah Li Ammatil Ummah
§ Syaikh Umar Abdul Jabbar Mabadhiu al-Fiqhiyyah ‘Ala Madzhab as-Syafi’I ,Juz 1,Tth,Surabaya-Indonesia
§ Materi Tarbiyah

http://iqraku.blogspot.com/2010/11/dalil-dalil-syahadatain.html

-*- Ajari Ia (anakmu) Empati Dan Peduli-*-

Bismillahirrahmanirrahim………….

Empati dan peduli adalah sebuah sifat sekaligus pekerjaan dalam menjalin hubungan antar sesama, baik sesama manusia maupun sesama makhluk hidup. Empati dan peduli adalah bekal untuk menjalin hubungan penuh cinta dan kasih sayang, tanpa pamrih dalam menebar cinta dan kasih sayang itu sehingga ia akan dikenang sepanjang masa, lekat dihati dan sangat berharga bagi kehidupan ini. Kehadirannya sangat dinanti dan kepergiannya tak diingini. Inilah hakikat persahabatan sejati yang terangkum dalam ukhuwah islamiyah penuh ridlo Ilahi.

Sosok manusia dewasa itu adalah hasil didikan ketika kecilnya.tipikal-tipikal manusia dewasa adalah tipikal pendidikan orang tuanya ketika masih dalam buaian ibu dan bapaknya.

Akan kita dapati ketika sudah menjadi istri dari seorang suami atau menjadi suami dari seorang istri terkadang watak-watak konyol ini
masih dipelihara. Kenapa bisa demikian ? karena begitulah orang tuanya dalam mendidiknya dulu. Kenapa sering kita jumpai baik istri maupun suami masih manja, masih ingin dilayani, masih cengeng, masih ingin diajari, masih suka diperhatikan. Karena begitulah dulu orang tuanya mendidiknya. Ketika dididik manja maka bisa jadi sampai besar ia akan memelihara sifat itu. Begitu juga dengan ketika semua  permintaan dituruti akhirnya membuat anak berwatak cengeng karena
ia terbiasa dilayani dan dipenuhi segala kebutuhnnya tanpa pernah dikenalkan sebuah usaha.

Namun juga akan kita dapati watak yang keras dan mandiri,cepat dan ligat dalam segala hal namun sekali lagi biasanya ini mempunyai sisi
negative yaitu mempunyai watak keras dan emosional. Kenapa bisa begini ? karena begitulah dulu orang tuanya mendidiknya. Orang tuanya mendidiknya dengan keras dalam disiplin sehingga memacunya untuk terus berpikir dan berpikir agar tidak kena marah dari orang tuanya. Ia akan dihadapkan pada segala masalah dan ia harus mencari solusinya sendiri. Belum lagi harus mencari kehidupannya sendiri
memperjuangkan kehidupannya sendiri. Benturan-benturan yang dihadapi dalam proses hidupnya akhirnya membentuknya menjadi sosok yang keras dan emosional. Namun terkadang orang yang berwatak seperti ini mempunyai sifat positif tambahan berupa kepedulian. Ia lebih tahu bagaimana sengsaranya hidup,bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan yang penuh dengan penderitaan. Iapun mudah untuk berempati.

Sedangkan banyak kita jumpai yang mendapatkan pendidikan manja akan rapuh dalam hal kepedulian dan empati kepada orang lain.

Seorang anak dari kecil mari kita kenalkan tugasnya ketika dewasanya nanti. Ajari anak selalu membagi makananya untuk temannya. Ajari anak untuk selalu tersenyum kepada temannya. Ajari anak untuk membantu kedua orang tuanya. Itu bukan berlebihan ana rasa dengan catatan semua sesuai kapasitas kemampuannya.

Jikalau ia mempunyai adik ajari dia untuk merawat adiknya, menyayanginya dan menjaganya, menghiburnya dan belajar ngemong adiknya.Biasakan untuk selalu bersama. Sehingga kebersamaan yang terus menerus akan memunculkan rasa cinta. Ia tak akan lepas dari adiknya. Semua aktivitas akan bersama adiknya. Mulai dari makan ia akan memikirkan adiknya. Tidurpun akan bersama adiknya dan ia akan ngelonin adiknya. Itulah cinta  sang kakak, yang telah tumbuh sejak dini ,bila telah kita kenalkan dengan sebuah sifat bernama EMPATI DAN PEDULI.

Berilah ia sebuah peliharaan. Entah itu hewan atau tumbuhan.Ajarilah ia untuk merawatnya sehingga memunculkan sebuah tanggung jawab atas peliharaannya. Ia akan tahu apa tugasnya mempunyai peliharaan dimana ia harus memberinya makan dan memenuhi segala kebutuhannya. Misalkan kucing. Akukan seekor kucing menjadi miliknya. Beritahu ia bahwa itu miliknya dan harus dirawatnya
agar bisa tumbuh besar dan lucu. Ia akan bermain dengan hewan peliharaannya sebagai tanggung jawabnya. Ia akan memberinya rasa cinta dan sayang apa yang menjadi tanggung jawabnya. Karena ia telah belajar untuk peduli kepada sesam makhluk hidup bernama kucing.

Selain hewan ajarkan untuk cinta lingkungan. Ketika kita merawat bunga maka turutkan si kecil untuk membantu menyiraminya. Membantu mencabut rumputnya dan menatanya. Sehingga ia tahu bahwa tumbuhanpun perlu kasih sayang dan penjagaan. Dari situ ia akan menyirami bunga itu karena ia telah tahu bahwa air adalah kebutuhan makan bagi tanaman. Ia tahu kewajiban apa yang harus ia
kerjakan agar tanaman mendapatkan haknya.

Begitu juga dengan sampah. Ajari ia untuk membuang sampah pada tempatnya. Jelaskan bahwa membuang sembarangan akan memperbanyak kuman dalam rumah. Mengakibatkan banyak semut berdatangan dan mempercepat penyebaran penyakit. Selain itu sampah juga mengakibatkan ketidak nyamanan pemandangan mata. Bisa menimbulkan bau busuk yang bisa mengganggu lingkungan. Jika telah demikian maka akan mengganggu orang lain.

Dari sini anak akan belajar bagaimana ia tidak mengganggu privasi orang lain. Ia menjaga betul-betul sikapnya agar orang lain tetap
nyaman bersamanya. Ia berusaha menjadi sosok yang diterima oleh semua pihak dan pihak lain selalu senang bila berteman dengannya.

Care kepada teman. Ajari anak untuk saling berbagi ilmu. Ketika mereka bermain bersama mintalah ia untuk belajar bersama lebih dulu. Sehingga mereka akan saling bertukar informasi. Saling member ilmu. Saling bertanya dan membuka wawasan baru. Ini sangat penting dimana ini mengajari anak untuk bertanya, mempertanyakan apa yang menurutnya salah atau masih mengganjal dalam hatinya. Ini mengajari anak berani untuk mengungkapkan apa yang menjadi beda pendapat dan beda pemikiran baginya. Ia akan belajar untuk menerima perbedaan dan bagaimana cara menanggapinya. Inilah kajian ilmu bagi calon ilmuan itu.

Ia akan belajar menguak misteri misteri luar biasa dan cemerlang. Sehingga mengajari anak untuk tidak membebek saja. Dimana membebek adalah akan menjadikan ia mudah untuk dipecundangi orang dholim. Selain itu ia akan belajar melindungi teman yang mempunyai pendapat benar. Ia akan belajar saling tolong menolong dalam kebenaran dan mencegah kemungkaran.

Setelah itu izinkan untuk bermain bersama agar belajar untuk selalu itsar (berkorban) kepada temannya. Akan belajar bekerja sama dan saling tolong menolong. Biarlah mereka berdialog dan bercerita agar ia belajar untuk mendengrakan orang lain. Agar ia tahu apa yang menjadi keluh kesah orang lain dan ia belajar untuk member solusi bagi temannya.

Dan ajarilah juga untuk berteman kepada semua pihak baik yang dibawahnya, yang sebaya dan yang di atasnya. Sehingga ketika ia menjumpai teman yang dibawahnya ia akan belajar menyayangi seperti ia menyayangi adiknya. Jika ia bertemu dengan yang sebaya ia menyayangi dan kompak dengannya karena taraf pemikirannya dan perasaannya sama. Dan jika ia bertemu dengan yang umurnya di atasnya ia akan belajar menghormatinya sebagaimana ia menghormati
kakaknya dan kedua orang tuanya.

Jangan sering diberi teman yang lebih kecil umurnya karena ia akan bersifat kekanak-kanakan yang akibatnya akan selalu menuntut dalam
perjalanan hidupnya. Dengan sebaya atau di atasnya sepertinya lebih baik karena bisa diajak berpikir ke depan. Ada yang membimbingnya sehingga ia bisa lebih cepat untuk dewasa dan mengerti arti kehidupan. Lebih cepat tahu apa tugas yang harus ia kerjakan sehingga mendidiknya untuk tidak merepotkan orang lain. Kedewasaan
akan mendidik seseorang untuk berusaha sendiri, mandiri dan tak ingin
menggantungkan pada orang lain. Dengan begitu ia akan diajari untuk lebih bermanfaat bagi orang lain. Dalam dirinya akan muncul sebagai sosok dermawan dalam segala hal. Baik sikap, sifat bahkan materi.

Hmm…itulah mungkin secuil rasa empati dan peduli yang bisa kita tanamkan sejak kecil. Ketika kecil ia sudah tahu kewajiban apa yang ia
harus lakukan maka ketika besar ia akan bisa bersikap bijaksana, dewasa dan melindungi siapapun yang membutuhkannya. Ia akan selalu sayang kepada teman-temannya dengan sepenuh cinta tanpa pamrih dari yang dicintainya. Ia akan menebar cahaya hatinya ke semua yang mengenalnya. Ia akan berharga bagi dirinya dan bagi orang lain. Muncullah generasi itsar untuk umat dan perjuangan dakwah.Jauh dari kemanjaan dan kecengengan dan dekat dengan takwa, kesholihan dan kemandirian. Cerdas dan tertib serta komitmen dalam hal prinsip.

Anak yang mempunyai sifat peduli akan selalu berguna bagi sesamanya. Dan ikhlas untuk mewakafkan dirinya demia kebahagiaan umat yang dicintainya. Didiklah buah hati kita dengan cahaya Ilahi dan kedisiplinan diri. Agar muncul generasi-generasi tangguh yang kuat dan madiri namun ia sangat berempati dan peduli kepada lingkungan dan masalah umat. Mereka adalah manjanik-manjanik perubahan yang siap menggelontorkan revolusi keislaman dalam tubuh umat. Karena ikatan hati yang kuat antar calon mujahid berdasarkan rasa cinta mereka karena Allah dalam menegakkan Dienullah dimuka bumi ini. Mereka akan
bekerja tanpa pamrih dengan segenap cintanya. Karena mereka tahu bahwa orang tuanya mengajarkan begitu dan hanya mengharap ridlo dari Allah semata tak ada lainnya. Mereka akan tegas kepada thoghut karena kepedulian dan empati mereka telah terbina dari benih aqidah yang benar dari orang tuanya.

SELAMAT DATANG GENERASI ITSAR YANG AKAN MEMPERJUANGKAN
DIENULLAH DIMUKA BUMI DENGAN SEGALA PENGORBANANYA DEMI TERCAPAINYA KEJAYAAN YANG MEREKA BANGUN DENGAN TALI UKHUWAH YANG KUAT. SEMOGA GENERASI ANAK KITALAH YANG AKAN MENEGAKKAN  SYARIAT ISLAM ITU. DENGAN BEGITU ISLAM AKAN MEMIMPIN DUNIA DARI BENIH YANG KITA TANAM UNTUK MEREKA . TANAMKAN EMPATI DAN KEPEDULIAAN ITU SEJAK DINI AGAR MEREKA RINGAN TANGAN UNTUK MEWAKAFKAN DIRI DAN JIWANYA UNTUK MENGGAPAI CINTA ILAHI.

Takbiru ALLAHU AKBAR !!!*az

Bumi Allah, 16 Juni 2010
segores pengalaman dariku -*- Imatuzzahra Al Hurun’in -*-

~*-*-* INTAN MUTU MANIKAM,MUTIARA PERMATA,BIADADARI DUNIA DAN BIDADARI AKHERAT adakah yang mau bersamanya ?*-*-*~

Istri Cerdik Yang Sholihah

Istri cerdik yang sholihah, Penyejuk mata
Penawar hati, Penajam fikiran
Di rumah ia istri, Di jalanan kawan
Diwaktu kita buntu, dia penunjuk jalan

Pandangan kita diperteguhkan
Menjadikan kita tetap pendirian
Ilmu yang diberi dapat disimpan
Kita lupa dia mengingatkan

Nasehat kita dijadikan pakaian
Silaf kita ia betulkan
Penghibur diwaktu kesunyian
Terasa ramai bila bersamanya

Dia umpama tongkat si buta bila tiada,
Satu kehilangan
Dia ibarat Simpanan ilmu
Smoga kekal untuk diwariskan

Ehem….sepertinya ringan dan mudah bait-bait itu bila diucapkan. Sungguh indah bila dibayangkan. Namun…subhanallah bila langsung
mempraktekkan dalam dunia realita kita sebagai wanita membutuhkan sebuah perjuangan luar biasa. Butuh skil khusus yang harus dipunya oleh seorang pendamping makhluk bernama pria.

Wanita, kenapa ia sangat mulia ? coba renungi bait-bait puisi yang telah saya urai beberapa waktu lalu..

~*~ Bagai Mawar Mekar Dengan Tangkai Berdurinya ~*~

wanita engkau permata yang terukir dalam jiwa
bahasamu indah bagai mutiara pelembut jiwa
sikapmu lembut bagai bayu menyapa rupa
senyummu manis bagai gula penghapus duka
keberadaanmu penghangat jiwa yang lara

wanita, terkadang engkau dihina
wanita, terkadang engkau dicela
wanita, terkadang engkau tak berdaya
wanita, terkadang engkau digoda
wanita, terkadang engkau di sia-sia

namun ketahuilah wahai kaum hawwa
tanpa wanita dunia tak akan bermakna
tak ada rasa dalam duka
tak ada bahagia dalam sengsara
tak ada tawa dalam gulana
tak ada cahaya dalam gelap gulita
tak ada setia dalam taatnya
tak ada keteguhan dalam keyakinannya

percayalah…walau engkau dihina sebenarnya engkau dipuja
percayalah walau engkau lemah namun engkau bermakna
percayalah walau engkau ringkih namun engkau raksasa
percayalah walau engkau patahan tulang namun engkau pencetak generasi perjuangan
percayalah walau engkau pendamping namun engkau penggerak peradaban
percayalah walau tak bisa berkeputusan namun engkau berwewenang akan sebuah pendidikan

wahai saudariku…..
diujung tanganmu ada kejayaan
diujung mulutmu ada peradaban
diujung tangismu ada kehidupan
diujung pikiranmu ada kesuksesan
diujung rasamu ada kedamaian
diujung sedihmu ada ketabahan
diujung senyummu ada asa yang terus meregang

semoga engkau selalu tabah menjalani takdir kehidupan
karena engkau bidadari dunia pembawa kedamaian
semoga engkau selalu ada dalam naungan Arrohman
sehingga engkau bisa menjaga perputaran roda kehidupan
karena kebaikan ada ditangan  setiap perempuan
pendidikan generasi ia yang menentukan
dialah pagar negara, penyangga negara untuk mencapai kejayaannya…*az

Allahu Akbar !!! entah bagaimana saya bisa menulis itu, dan ketika membacanya kembali saya menitikkan air mata. Begitukah memang menjadi seorang wanita ? Sungguh luar biasa. Apalagi mereka yang telah berstatus seorang istri dan ibu dari anak-anak mereka. Sosok itu harus mampu meredam debur ombak kehidupannya sendiri. Sosok itu harus mampu menampung semua keluh kesah suka dan duka anak-anaknya. Sosok itu harus cerdas dan pandai dalam menyelami
dan menyelesaikan masalah suaminya.

MasyaAllah wallahi….Ini tidak mudah wahai ikhwah fillah.Bila engkau masih lajang engkau bisa merasakan bagaimana debur ombakmu. Kemudian engkau bayangkan ketika debur ombak itu meninggi dan
ada ombak lain menerjang dari belakang melalui anak-anak dan suami apakah yang terpikir di pikiran kalian ? Apa yang sedang kalian rasakan…betapa luar biasanya jiwa itu. Betapa luasnya dada-dada itu.

sekali lagi Wallahi !! Ketika Allah menetapkan kita menjadi seorang
wanita maka itu adalah sebuah derajat yang tak terhingga wahai ukhty…jangan engkau menyesalinya….berbanggalah karena tidak tahunya Allah telah menciptakan sosok dari jiwa-jiwa kita ini adalah sosok-sosok permata mutu manikam yang sangat dicari dan bernilai tinggi.

Coba pikirkan…engkau hanya terbuat dari patahan tulang rusuk laki-laki namun tidak tahunya engkau mempunyai fungsi yang lebih penting dari sekedar rusuk yang menjadi pelindung. Walau engkau patahan namun engkau tidak tahunya adalah pencetak generasi perjuangan.

Dimana generasi itu adalah kelangsungan dari kehidupanmu dimasa datang. Ia adalah penerus peradaban manusia hingga Allah menutup kisah hidup manusia. Generasi adalah motor penggerak perjuangan menegakkan kebenaran dan itu semua dari tanganmu wahai ukhty….

Lalu apa kesimpulannya…..sekali mejadi wanita jadilah wanita sebenarnya. Kaffahlah dalam beragama sehingga gelar sholihah itu melekat pada jiwamu yang merona. Cerdiklah dalam segala detak langkah hidupmu. Karena urusanmu itu 24 jam dan selalu menyambung tanpa putusnya.

Jadilah sosok ganda itu….isi ruhiyahmu dengan semua perintah dan mena’ati laranganNya, isi otakmu dengan berbagai wawasan agar engkau tak seperti katak dalam tempurung dalam menjalankan kehidupan. Bekalilah hidupmu dengan skil hidup dan skil kepandaian. Agar engkau bisa menyelesaikan persoalan hidup itu dengan kemandirianmu. Engkau mampu menyelesaikan masalahmu sendiri,
engkau bisa menyelesaikan problematika anak-anakmu dan engkau bisa menjadi penyejuk suamimu. Sungguh ini tidak mudah perlu proses dan perjuangan dari dirimu atas keikhlasanmu.

Karena engkau telah ditetapkan menjadi makhluk yang mulia maka jalaninya dengan keikhlsan dan kekaffahan. Jangan engkau mengeluhkannya karena banyak ladang amal disana yang bisa membuatmu sangat mudah untuk memasuki syurga Allah dari pintu mana saja.

Siapkanlah dirimu wahai ukhty yang akan menuju jalinan kasih bernama pernikahan. Ketahuilah engkau akan menjumpai dunia yang benar-benar baru dimana disana tak luput dari friksi hidup. Belum tentu engkau akan sefaham dengan suamimu, dengan mertuamu atau bahkan dengan keluargamu sendiri. Janganlah engkau hanya membayangkan sebuah kelezatan rumah tangga namun siapkan juga
jiwa dan perasaanmu ketika engkau menemui perbedaan-perbedaan itu. Disinilah dibutuhkan jiwa dan sosok sholihah dan cerdik itu.

Mantapkan pemahamanmu dengan dienullah agar engkau bisa
sabar dan ikhlas menjalaninya, karena sudah thobi’I manusia untuk mengeluh namun manakala engkau membekali diri dengan ilmu dien itu secara mantap dalam dirimu maka engkau akan bisa berlapang dada. Ketahuilah kebahagiaan maghligai rumah tangga itu ada ditanganmu, engkau yang sholihah dan cerdik itulah yang bisa mempertahankannya. Karena semua kedamaian itu muncul dari hatimu yang bersih itu ya ukhty.

Lalu apa sih sebenarnya sholihah itu ? itu adalah gelar untuk wanita bertaqwa…ia hanya menghamba pada Allah Rabb semata, semua hidupnya hanya untuk Allah, segala yang ia perbuat dalam rumah tangganya adalah hanya karena Allah semata. Ikhlas…ikhlas karena Allah semata, bukan karena paksaan dari suaminya. Ia tahu tugasnya sebagai seorang hamba, sebagai seorang istri dan seorang ibu dari anak-anaknya.

Sekali lagi ini bukan gelar yang diberikan suami atas ketaatanmu padanya, namun itu adalah gelar yang diberikan oleh Allah kepadamu
karena ketaqwaanmu dan suamimu adalah orang yang sangat berbahagia atas anugerah kehadiranmu.

Wanita sholihah, Keimanannya sempurna dan akhirnya membuahkan akhlak yang bercahaya dan hatinya pun bertabur penuh cinta. Dan sekali lagi jadilah wanita yang sebenarnya….tak hanya sholihah namun cerdik dan cerdas karena tugas dan keawajibanmu membutuhkan keterampilan itu, tugasmu sangat besar dan sangat luar biasa dibutuhkan pribadi luar biasa juga untuk menyelesaikannya.

Teori menjadi wanita banyak tertulis dalam buku, banyak didiskusikan dalam seminar berilmu,banyak bahasan-bahasan tentangnya. Namun itu semua hanya pendudukung bagimu ya Ukhty , engkau harus belajar sendiri karena karakter yang engkau hadapi tak seperti yang tertuang dalam teks buku. Hidup yang engkau hadapi adalah sebuah pertanyaan sehingga engkau harus mencari jawabannya sendiri. Untuk itu dibutuhkan kecerdasan dan kecerdikan itu.

Nah kecerdasan dan kecerdikan itu harus terbalut dengan kesholihahan karena bila tidak engkau akan terperosok dalam jurang kehancuran. Engkauakan mencaci Rabb semesta alam karena engkau akan merasa tak adil dengan ketetapan yang hadir dalam hidupmu. Dan subhanallah bila kita kembalikan kepada Allah atas urusan kita, kita akan merasakan kebahagiaan atas ketetapan dan ketentuan itu. Kelapangan itu akan membuka pintu kecerdasan dan kecerdikan, membuat kita berpikir lebih lapang dan membuat hati lebih bersih dari niatan2 buruk. Dan akan mengantarkan kita pada kedekatan terhadap Allah yang bisa memberikan status ketaqwaan dan kesholihahan dalam diri kita. Semoga kita mencapainya. Karena sayapun sedang belajar untuk menjalaninya…..kemudahan itu akan datang bersama kesusahan dan penyerahan totalitas pada Allah.

Sekali lagi menjadi Istri sholihah yang cerdik dan cerdas itu jangan hanya sebuah angan2 tapi pikirkan dan bekali dari sekarang. Karena menjadi istri sholihah nan cerdik dan cerdas itu ibarat karang dalam lautan dimana ia sangat teguh berdiri di atas kakinya. Dan ibarat bunga-bunga dalam tamannya yang terus terjaga dari kemaksiyatannya. Semoga syaithan tidak meniupkan buhul-buhulnya untuk mengacaukan semua niatan baik kita. Aminn….

Jadilah penyejuk mata dengan akhlakmu yang mulia
Jadilah penawar hati dikala duka sedang melanda
Jadilah penajam fikiran dikala tersumbatnya pikiran penuh
sesaknya dunia
Jadilah teman hidup ketika di rumah dan jadilah kawan ketika
diperjanan Dimana ketika tersesat di jalan engkau akan selalau menjadi penunjuk jalan

Perteguhkan pandangan orang-orang yang disekelilingmu
Agar mereka tetap dalam komitmennya memegang kebenaran, agar
mereka tak terlena oleh glamour dunia yang memang sangat menggiurkan mereka

Simpanlah ilmu yang telah diberikan siapapun dalam dirimu,agar ketika mereka lupa engkau bisa mengingatkannya

Dengarkan nasehat yang mereka berikan kepadamu, jadikan nasehat itu pakaian keseharianmu, sehingga manakala mereka silaf engkau bisa
membetulkannya. Karena mereka adalah pakaianmu maka jagalah ia agar pakaianmu tak menodaimu.

Isilah hari-hari mereka dengan canda tawamu,walau debur ombakmu begitu meninggi tapi tersenyumlah agar bisa menjadi penawar sehingga
engkau mendapatkan barokahnya dan Allah meringankan semua bebanmu karena engkau telah meringankan beban mereka dengan senyum manismu. Hingga mereka merasa nyaman dengan keramaianmu bersama mereka.

Ketika semua telah engkau ukir dengan kebaikan maka engkau ibarat tongkat si buta yang selalu menunjukkan jalan. Jika engkau pergi maka
mereka akan sangat kehilangan karena ilmu yang telah engkau simpan itu bisa kekal untuk diwariskan kepada generasi barumu…anak-anakmu.
Begitulah manakala sosok wanita telah syumul (sempurna) keimanannya akhlaknya penuh cahaya hatinya penuh cinta sehingga kehadirannya sangat dinantikan jiwa dan kepergiannya sangat tidak diinginkannya.

Bagi mereka yang telah menjadi suami bantulah istrimu mencapai gelar idamannya…gelah Sholihah permata dunia bidadari syurga. Jadikan istrimu KHODIJAH dengan ketaatannya, jadikan istrimu AISYAH dengan kecerdasannya, jadikan ia FATIMAH dengan kecantikan dan kelembutannya jadikan ia NAILA dengan kesetiaannya dan jadikan ia ASIAH dengan kesabarannya. Istrimu adalah tanggung jawabmu wahai akhy…baik buruk istrimu ada di tanganmu.

Bagi mereka yang menjadi istri dan akan mengarunginya….cermati
baik-baik tiap kata terurai…semoga engkau semakin faham dan teguh menjalaninya…sehingga akupun akan semakin semangat untuk menjadikan diriku seperti yang menjadi cita-cita.

Bagi mereka yang sedang mendambakan sosok wanita idamannya….mungkin tulisan ini akan menjadi penerang bagimu, bagaimana engkau memilih seorang istri dan bagaimana kelak memperlakukannya.

Semoga ini barokah dan semua bisa menjalankan porsinya masing-masing dengan keikhlasan sehingga laki-laki sholih akan bertemu dengan
wanita sholihah. Dan wanita-wanita baik-baik adalah untuk laki-laki baik-baik dan wanita-wanita keji hanya untuk laki-laki keji. Mari perbaiki diri sendiri agar mendapatkan pasangan yang sebaik apa yang kebaikan kita perjuangkan. Wallahuallahbishowab…Barokallahulakum…semoga Allah mengumpulkan yang terserak dalam balutan cinta penuh kasihNya sehingga
sakinah mawaddah warahmah diraihnya di dunia…..

~*-*-*~*-*-*~*-*-*~*-*-*~*-*-*~*-*-*~*-*-*~*-*-*~*-*-*~*-*-*~*-*-*~*-*-*

Bumi Allah, 06 Mei 2010
Dariku yg ingin menjadi salah satu dari INTAN MUTU MANIKAM,MUTIARA PERMATA,BIADADARI DUNIA DAN BIDADARI AKHERAT sana ~*-*-*~*-imatuzzahra al hurun’in~*-*-*~*-

« Entri lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.